Perencanaan Arsitektur Enterprise Menggunakan Metode Enterprise Architecture Planning (EAP) Pada Rumah Zakat Bandung

Gratis

8
38
148
2 years ago
Preview
Full text

PERENCANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE MENGGUNAKAN METODE

  PERENCANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE MENGGUNAKAN METODE PADA RUMAH ZAKAT BANDUNG SKRIPSIDiajukan sebagai salah satu syarat kelulusan pada Program Studi Sistem Informasi Jenjang S1 (Strata Satu) Fakultas Teknik dan Ilmu KomputerTrio Armyn Dharmawan Farsal 1.05.10.079 DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KEASLIAN ABSTRAK 1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah ...................................................... 9 1.6 Lokasi dan Waktu penelitian ................................................................

ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING (EAP)

  PADA RUMAH ZAKAT BANDUNG SKRIPSIDiajukan sebagai salah satu syarat kelulusan pada Program Studi Sistem Informasi Jenjang S1 (Strata Satu) Fakultas Teknik dan Ilmu KomputerTrio Armyn Dharmawan Farsal 1.05.10.079 DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KEASLIAN ABSTRAK 1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah ...................................................... 9 1.6 Lokasi dan Waktu penelitian ................................................................

2 Hirarki Fungsi……………………………………63

4.2.2.3 Relasi Organ isasi dengan Fungsi Bisnis…………80 4.3 Sistem dan Tekn ologi Saat ini………………………………………..81 4.3.1 IRC Aplikasi Rumah Zakat………………………………...91 4.3.2 Platform Teknologi……………...…………………………92 4.3.3 Re lasi Aplikasi dengan Fungsi Bisnis..…………………….94 4.3.4 Hubungan Aplikasi dengan Platform.…………………….100 4.3.5 Data yang Mengalir dalam Aplikasi CORE-Z……………101 4.4 Arsitektur Data……………………………………………………...103 4.4.1 Kandidat Entitas Data…………………………………….104 4.4.2 Definisi Entitas, Atribut, dan Relasi………………………106 4.4.3 Struktur Tabel……………………………………………..112 4.4.4 Relasi Entitas Dengan Bisnis……………………………..116 4.5 ArsitekturAplikasi………………………………………………….117 4.5.1 Kandid at Aplikasi………………………………………...117 4.5.2 Defin

4.6.2 Definisi Platform Teknologi..…………………………….124

4.6.3 Relasi Apli kasi dan Teknologi……………………………127

4.7 Rekomendasi………………………………………………………..128

………………………………………129 5.1 Kesi mpulan………………………………………………………….131 5.2 Sar an………………………………………………………………...132 …..……………………………………………………...134 LAMPIRAN DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Framework Zachman……...………………………………………..15 Gambar 2.2 EAP didalam Framework Zachman………………………………..17 Gambar 2.3 Lapisan EAP (Spewak,1992)……………………………………….20 Gambar 2.4 Value Chain (Porter, E Michael.1985) ……………………………...25 Gambar 2.5 Model Siklus Hidup Sumber Daya …………………………………28 Gambar 3.1 Struktur Org anisasi……………………………………………….....43 Gambar 3.2 EAP didalam Framework Zachman………………………………..49 Gambar 3.3 Lapisan kerja EAP………………………………………………….51 Gambar 3.4 Tahapan Penelitian………………………………………………….52 Gambar 4.1 Value Chai n Rumah Zakat………………………………………….62 Gambar 4.2 Relasi Organisasi d engan Fungsi Bisnis……………………………80 Gambar 4.3 Use Case Pengambilan Dana Zakat………………………………...81 Gambar 4.4 Use Case Pengelolaan Dana Zakat…………………………………85 Gambar 4.5 Use Case Penyaluran Dana Zakat………………………………….88 Gambar 4.6 Relasi Aplikasi dengan Fungsi Bisnis……………………………...94 Gambar 4.7 Data yang Ada Pada CORE- Z…………………………………….102 Gambar 4.8 ERD Pengambilan Dana Zakat…………………………………….107 Gambar 4.9 ERD Pengelolaan Dana Zakat ……………………………………..108 Gambar 4.10 ERD Penyaluran Dana Zakat…………………………………….109 Gambar 4.11 ERD Keuangan (Penggajian)…………………...………………..110 Gambar 4.12 ERD Sumber Daya Manusia……………………………………..111 Gambar 4.13Relasi Entitas dan Fungsi Bisnis…………………………………117 DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Waktu Pe nelitian………………………………………………………..9 Tabel 2.1 Perencanaan Arsitektur Enterprise ………………………………...….18 Tabel 2.2 Portofolio Aplikasi Sistem Informasi ……………...………………….31 Tabel 3.1 Perencanaan Arsitektur Enterprise ……………………………...…….50 Tabel 3.2 Tahapan P enelitian……..……………………………………………..53 Tabel 4.1 Platform Teknologi……………………………………………………92 Tabel 4.2 Aplikasi dengan Platform Teknologi………………………………...100 Tabel 4.3 Kandidat Entitas Data……………………………………………….105 Tabel 4.4 Deskripsi Tabel………………………………………………………112 Tabel 4.5 Daftar Kandi dat Aplikasi……………………………………………117 Tabel 4.6 Paltform dan Prins ip Teknologi……………………………………...122 Tabel 4.7 Urutan Aplikasi………………………………………………………129

1. Sumber Buku

  (1987), A Framework for Information System Architecture, Altin Mentang, 2011, Pemodelan Arsitektur Enterprise menggunakan Enterprise Archictecture Planning untuk Pelayanan Kepada Pelanggan di PT. Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Yogyakarta : Penerbit Andi.

2. Sumber Internet

http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Zakat_Indonesia http://www.google.com/Pengertian-Use case diagram www.google.com/ Entity Relations Diagram.http://hengkikristiantoateng.blogspot.com/2013/10/pengertian-macam-macam- topologi-jaringan-komputer.htmlwww.rumah.zakat.org www.google/ pengertian-perencanaan.comhttp://www.enterprise-architecture.info http://hengkikristiantoateng.blogspot.com/2013/10/pengertian-Platform Teknologi.html

DAFTAR RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI

  Nama : Trio Armyn Dharmawan FTempat/Tanggal Lahir : Cianjur, 16-11-1991Jenis Kelamin : Laki-lakiAgama : IslamStatus : Belum MenikahAlamat : Kp. CianjurEmail : tadf_rio16@yahoo.com PENDIDIKAN 1.

KATA PENGANTAR

  Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahi Rabbil‘alamin, Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang telah memberikan rahmat dan karunia-NYA, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan skripsi ini dengan judul “PERENCANAAN ARSITEKTUR ENTERPRISE MENGGUNAKAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING (EAP) PADA KSPSUMBER BAHAGIA KOTA BANDUNG “. Akhir kata semoga laporan ini dapat memenuhi harapan dan bermanfaat bagi yang memerlukannya dan segala kelapangan hati penulis menerima segalasaran dan kritik terhadap penulisan laporan skripsi ini untuk perbaikan selanjutnya.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Pada Zaman sekarang ini dunia teknologi semakin maju dan berkembang semakin pesat, bahkan pemikiran manusia untuk mengejar dan menyeimbangkandengan perkembangannya sangat mudah untuk dikejar, seperti yang kita ketahui bahwa perusahaan atau lembaga tidak bisa lepas dari keberadaan teknologiinformasi untuk membantu dalam menyelesaikan aktivitas utama pada perusahaannya. Rumah Zakat mendapat kepercayaan besar dari para donatur, yang senantiasa ikut serta dalam mendukung program-program perberdayaan, hal ituditandai dengan meningkatnya program pemberdayaan dan penyaluran yang mampu menyapa berbagai daerah di dalam negeri bahkan sampai menjangkau keluar negeri.

1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah

  Masih belum bisa berbagi data yang berkaitan dengan dana zakat dan aplikasi tentang pengolahan dana zakat dengan baik untuk membantubisnis utama. Cetak biru (Blue Print) ini secara utuh membentuk suatu perencanaan sistem informasi yang mendeskripsikan posisi yang hendak dicapai olehsistem informasi di sebuah lembaga jasa penyaluran dana zakat.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud Penelitian

  Adapun maksud dari penelitian ini adalah dapat dilihat dari masalah- maslah yang terkait didalam pembuatan skripsi ini adalah : 1. Membangun blueprint untuk sistem informasi lembaga jasa yang berbasisTI dalam proses pengambilan dana zakat, pengolahan dana zakat, dan penyaluran dana zakat.

1.3.2 Tujuan Penelitian

  Menganalisa proses bisnis, sistem informasi dan teknologi saat ini di perusahaan yang diteliti. Memberikan gambaran blueprint untuk menunjang bisnis yang sedang dilakukan pada Rumah Zakat .

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Kegunaan Praktis

1) Bagi PerusahaanHasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya perbaikan masalah yang terkait dengan Perencanaan Arsitektur Enterprise Menggunakan metode Enterprise Architecture Planning (EAP) pada Rumah Zakat Bandung.

2) Bagi Amil Zakat atau Karyawan Rumah Zakat

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi karyawan RumahZakat sebagai pelayanan dalam Pengolahan dana zakat tentang PerencanaanArsitektur Enterprise Menggunakan metode Enterprise Architecture Planning

1.4.2 Kegunaan Akademis

1)Pengembangan Ilmu Penelitian ini diharapkan berguna bagi pengembangan bidang keilmuan khususnya bidang ilmu sistem informasi tentang Perencanaan Arsitektur Enterprise Menggunakan metode Enterprise Architecture Planning (EAP). Diharapkan temuan-temuan yang diperoleh dapat menjadi bahan-bahan pengkajian dan pengembangan bagi mahasiswa Universitas Komputer Indonesiakhususnya mahasiswa program studi sistem informasi.2) Bagi Peneliti LainHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran ataupun wawasan mengenai kemampuan Perencanaan Arsitektur Enterprisemenggunakan metode Enterprise Architecture Planning (EAP), kepada peneliti lain atau para akademis yang akan mengambil skripsi atau tugas akhir dalamkajian yang sama sekaligus sebagai referensi di dalam penulisan.3) Bagi PenulisDiharapkan berguna dalam menambah atau memperkaya wawasan pengetahuan baik teori maupun praktek, belajar menganalisa dan melatih dayafikir dalam mengambil kesimpulan atas permasalahan yang ada didalam Lembaga penyaluran zakat, yakni pada Rumah Zakat Bandung.

1.5 Batasan Masalah

  Sehubungan dengan keterbatasan kemampuan dan waktu yang dilakukan , maka penulis membatasi apa yang perlu dibahas, dan batasan masalah didalamskripsi ini adalah : 1. Ruang lingkup dari enterprise atau dari proses bisni Rumah Zakat hanya dalam proses intinya saja dari pengambilan dana zakat, pengolahan danazakat, sampai penyaluran dana zakat dengan bagian pendukung dari proses tersebut adalah sumber daya manusia dan keuangan.

2. Metodologi yang yang dipakai adalah Enterprise Architecture Planning

  EAP akan dimanfaatkan untuk menghasilkan cetak biru arsitektur enterprise beserta rencana implementasinya. Penulis hanya membahas sampai tahap ketiga didalam fase EAP yaitu sampai menentukan arsitektur teknologi tanpa harus rencana dalamimplementasi atau migrasi pada tahap keempat.

1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian

  Dalam sebuah penelitian untuk memberikan bukti yang kongret yaitu salah satunya menunjukan lokasi dimana kita meneliti dan waktu atau dalam artian apasaja yang kita lakukan, oleh karena itu adanya lokasi dan waktu penelitian. 1.6.1 Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di lembaga penyaluran dana zakat yang ada di Indonesia yaitu Rumah Zakat Bandung yang berlokasi di Jalan Turangga no 25c.

BAB II LANDASAN TEORI Perencanaan pembangunan Sistem Informasi (SI) sudah selayaknya

  Bab ini memaparkan teori yang mendasari pembahasan skripsi secara menyeluruh 2.1 Pengertian Rumah Zakat Menurut Kusnandar selaku Manager Divisi SIM pada Rumah ZakatBandung, Rumah Zakat Indonesia adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang memfokuskan pada pengelolaan zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf secaraprofesional dengan menitikberatkan program pendidikan, kesehatan, pembinaan komunitas dan pemberdayaan ekonomi sebagai penyaluran program unggulan. Perencanaan adalah hal yang sangat esensialkarena dalam kenyataanya perencanaan memegang peranan lebih bila dibandng Menurut Deacon, Perencanaan adalah upaya menyusun berbagai keputusan yang bersifat pokok, yang dipandang paling penting dan yang akandilaksanakan menurut urutannya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

1. Setiap aktivitas yang memiliki suatu tujuan tertentu (Software Engineering

  korporasi, divisi dari suatu korporasi, organisasi pemerintah, departemen tunggal, atau suatu jaringan organisasi dengan geografis yang berbedayang dikaitkan dengan tujuan tertentu (www.zifa.com); 3. Organisasi atau badan lintas organisasi yang mendukung lingkup bisnis dan misi yang telah ditetapkan (Spewak, 1992).

2.5 Pengertian Arsitektur Enterprise (Enterprise Architecture [EA])

  Sasaran dan tujuan organisasi harus diuraikan untuk mendapatkan kebutuhan informasi dan komunikasi bagiorganisasi tersebut dan kebutuhan ini akan digunakan sebagai dasar untuk membuat rencana arsitektur enterprise. Dengan memahami definisi arsitektur, definisi enterprise, dan definisi EA tersebut di atas, dapat dinyatakan definisi EA sebagai berikut:Arsitektur Enterprise adalah kumpulan prinsip, metode dan model yang bersifat masuk akal yang digunakan untuk mendesain dan merealisasikan sebuahstruktur organisasi enterprise, proses bisnis, sistem informasi dan infrastrukturnya.

2.6 Framework Zachman

  merupakan suatu alat bantu yang dikembangkan untuk memotret arsitektur organisasi dari berbagai sudut pandang dan aspek, sehingga didapatkangambaran organisasi secara utuh. Framework Zachman untuk EA dapat menyajikan enam pandangan (perspektif), sebagaimana yang dipandang oleh perencana, pemilik, perancang, pembangun, dan functioning enterprise.

f) Functioning enterprise: wujud nyata dari produk/jasa akhir

Gambar 2.1 Framework Zachman (Sumber : Pengembangan Rencana Induk Sistem Informasi, 2009)

2.7 Pengertian Perencanaan Arsitektur Enterprise

  Setelah melihat pengertian antara Perencanaan, Arsitektur, Enterprise dapat kita artikan bahwa arsitektur enterprise dapat direncanakan, dan setelahmemahaminya adanya pengertian Perencanaan Arsitektur Enterprise, yaitu; Menurut Kridanto Surendro dalam bukunya Pengembangan Rencana EAP merupakan metoda yang digunakan untuk membangun arsitektur informasi. Perencanaan Arsitektur Enterprise (EAP) merupakan proses mendefinisikan arsitektur-arsitektur untuk penggunaan informasi yangmendukung bisnis dan juga mencakup rencana untuk mengimplementasikan arsitektur tersebut Beberapa hal yang menjadi penekanan dalam pengertian EAP (Kridanto,2009) adalah: 1.

3. Rencana. Arsitektur mendefinisikan apa yang dibutuhkan, dan rencana pendukung mendefinisikan kapan arsitektur akan diimplementasikan

  EAP merupakan kegiatan merencanakan, sehingga aktifitas yang dicakupnya yang terkait kerangka kerja Zachman adalah mendefinisikan data,aplikasi, dan teknologi dari dua perspektif pertama, yaitu perspektif perencana dan perspektif pemilik. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

2.7.1 Ringkasan Kerangka EAP

  Tabel 2.1 Perencanaan Arsitektur Enterprise Zachman Apa Bagaimana Dimana Framework (Data) (Fungsi) (Lokasi Jaringan) Daftar Entitas Daftar fungsi Daftar lokasi Obyektif/Lingkup(Perencana) yang penting bisnis yang tempat operasi untuk bisnis dilakukan. Model Enterprise Entitas bisnis dan Dekomposisi Hubungan hubungan- fungsi dan proses.

2. EAP mendefinisikan data sebelum aplikasi. Sehingga langkah pertama

  EAP mempertimbangkan kegiatan operasional jangka pendek dan berfokus pada strategi jangka panjang organisasi dalam penggunaan datadan teknologi untuk mendukung bisnis. Standarisasi kosakata (nama data, nama sistem, dan sebagainya) merupakan fasilitas untuk berkomunikasi dan mengurangi inkonsistensidan redundansi data.

2.7.2. Lapisan Perencanaan Arsitektur Enterprise

  Hasil yang dari lapisan 1, Inisialisasi Perencanaan yaitu sebagai berikut: 1)Rencana Kerja Perencanaan Arsitektur Enterprise 2)Dukungan dan Komitmen dari eksekutif dan manajemen enterprise Lapisan 2, Pemodelan bisnis (Business Modeling): menyusun suatu dasar pengetahuan tentang bisnis dan informasi yang digunakan dalam melakukanaktifitas bisnis. c) 1)Model Bisnis awal enterprise 2)Detail-detail bisnis yang melengkapi model bisnis Sistem dan Teknologi saat ini (Current System & Technology): bertujuan untuk mendokumentasikan dan mendefinisikan seluruh platform teknologi dansistem yang digunakan oleh enterprise saat ini serta menyediakan suatu acuan untuk migrasi dalam jangka panjang.

2.8 Value Chain

  Primary activities, (line functions) merupakan aktifitas utama dari organisasi yang melibatkan aktifitas-aktifitas sebagai berikut:a) Inbound Logistics, pada bagian ini terkait dengan penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian input menjadi produk. c)Research, Technology, and System Development, aktifitas yang terkait dengan biaya yang berhubungan dengan produk, perbaikan proses,perancangan peralatan, pengembangan perangkat lunak komputer, sistem telekomunikasi, kapabilitas basis data baru, dan pengembangan dukungansistem berbantuan komputer.

2.9 Perencanaan Sistem Bisnis (BSP)

  DataData Rangkuman Kebutuhan Statitik PerencanaanData DisposisiAkuisisi Rangkuman Statistik DataData Transaksi 2.10 E-R Diagram (Entity-Relationship Diagram) Model diagram E-R adalah model diagram yang didasarkan pada sebuah persepsi dunia nyata yang terdiri dari obyek dasar yang disebut entitas (entities),dan hubungannya (relationship) diantara entitas tersebut. Ada tiga konsep dasar daripenggunaan E-R diagram yaitu: 1) Entity Sets2) Relationships Sets3) Attributes 2.11 Use Case Diagram Menurut Julianto Use case adalah rangkaian/uraian sekelompok yang saling terkait dan membentuk sistem secara teratur yang dilakukan atau diawasioleh sebuah aktor.

2.12 Portofolio Aplikasi

  Akan tetapi dalam Perencanaan Arsitektur Enterprise seleksi dan perlengkapan definisi setelah pemilihan berdasarkan pengelolaan data,khususnya terhadap fungsi-fungsi bisnis lebih banyak bergantung pada masukan dari personil-personil kunci yang terkait dalam enterprise. Kerangka kerja ini digunakan karena alur untuk membangun portofolio aplikasi ini, juga didasarkan pada keselarasan antara Tabel 2.2 Portofolio Aplikasi Sistem Informasi STRATEGIS BERPOTENSI TINGGIAplikasi yang kritikal untuk keberlanjutan strategi bisnis dimasadepan.

2.13 Pengertian Platform

  Penyelenggara platform menyediakan pengembang perangkat lunak dengan kesepakatanserangkaian kode logika yang akan berjalan secara konsisten sepanjang platform ini berjalan di atas platform yang lainnya. 2.15 Pengertian Sistem Informasi Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsioperasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Tata Sutabri, 2004).

BAB II I OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Objek Penelitian dilakukan disebuah lembaga jasa penyaluran dana zakat, yakni Rumah Zakat yang berkantor pusat di Jalan Turangga No 25C.

3.1.1 Sejarah Rumah Zakat

  “Dengan keyakinan yang kuat untuk berbagi dan menciptakan keluarga global yang lebih baik, RumahZakat berdaya upaya untuk menjadi organisasi terdepan di region yang menjamin Di tahun 2011 Rumah Zakat dapat memberikan bantuan kepada 835.163 penerima layanan manfaat yang berada dari Aceh hingga Papua. Sementara itu di bidang ekonomi, RumahZakat telah memiliki 33 Balai Bina Mandiri yang didirikan di wilayah binaan dan Pada tahun 2012 Rumah Zakat mendapat kepercayaan besar dari para donatur, yang senantiasa ikut serta dalam mendukung program-programperberdayaan, hal itu ditandai dengan meningkatnya program pemberdayaan dan penyaluran yang mampu menyapa berbagai daerah di dalam negeri bahkan sampaimenjangkau ke luar negeri.

3.1.2 Visi Dan Misi

  3.1.2.1 Visi Rumah Zakat 1. Lembaga Filantropi Internasional berbasis pemberdayaan yang professional.

3.1.3 Struktur Organisasi

Gambar 3.1 Struktur Organisasi (Sumber : Rumah Zakat Bandung ) Ketua YayasanKepala Direktorat Program Kepala Direktorat Operasional Kepala Direktorat Finding RetailSupport and Development CooperateHCM Finance GAAM SIMReport Management Program PIS ZizcoCM ZA

3.1.4 Deskripsi Kerja

  System and IT Management (SIM) merupakan divisi IT yang dimiliki oleh rumah zakat yang memiliki tugas sebagai berikut : 1. Program atau divisi penyaluran dana zakat, merupakan salah satu divisi yang dimiliki perusahaan yang memiliki tugas pokok sebagai berikut : 1.

3. Membuat laporan penyaluran

3.2 Metode Penelitian

Metode Penelitian adalah menjelaskan tentang langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah.

3.2.1 Perencanaan Arsitektur Enterprise

  Sumber : Buku Pengembangan Rencana Induk Sistem InformasiDari aspek cakupannya berdasarkan klasifikasi kerangka kerja kerja Zachman, Perencanaan Arsitektur Enterprise melibatkan 6 sel, yang masing- masing dibangun melalui 4 tahap yaitu : tahap untuk memulai, tahap untukmemahami kondisi saat ini, tahap pendefinisian visi masa depan, dan tahap menyusun rencana dalam mencapai visi masa depan. Arsitektur data menjadi yang pertama didefinisikan dalam visi masa depan untuk melandasi pendefinisian arsitektur aplikasi, yang kemudian dilanjutkandengan pendefinisian arsitektur teknologi.

3.2.2 Tahapan Metodologi Penelitian Pemahaman Study Masalah Literatur

  Verifikasi dan validasi model bisnis awal yang diperoleh 3). Validasi dan review draft IRC dengan stakeholder yang relevan.

BAB IV PEMBAHASAN Analisis kondisi enterprise pada bab ini dilakukan dengan pendekatan Enterprise Architecture Planning (EAP). Bab ini berisi uraian kondisi enterprise

saat ini dari sudut proses bisnis, sistem teknologi serta menentukan kebutuhan arsitektur data, aplikasi, dan teknologi.yang ideal guna implementasi di masamendatang

4.1 Inisialisasi Perencanaan

Sebagai tahap awal dari metodologi EAP, inisiasi perencanaan mendefinisikan organisasi sebagai objek penelitian terkait dengan visi dariperencanaan sistem informasi, ruang lingkup dan sasaran, dengan harapan agar pengembangan arsitektur informasi yg dilakukan dapat sesuai dengan prosesbisnis inti yang dijalani oleh organisasi. Ada beberapa langkah pada tahap ini, berikut adalah tahapan-tahapannya: 1)Pendefinisian ruang lingkup dan sasaran pengerjaan EAP; 2)Pendefinisian visi;

3) Pemilihan metodologi perencanaan

  4)Memahami Masalah 4.1.1 Pendefinisian Ruang Lingkup dan Sasaran Pengerjaan EAP Dalam Upaya mewujudkan visi, misi dan tujuan sesuai dengan yang direncanakan maka mutu kinerja dari lembaga zakat dalam penyaluran dana zakat,dalam Rumah Zakat dilihat dari beberapa aspek input, proses, dan output. Dengan demikian maka sasaran sistem informasi dan teknologi informasi dari EAP yang dibuat adalah sistem informasi yang memiliki arsitektur teknologiyang selaras dengan ketiga aspek di atas, sesuai dengan tujuan penyelenggaraan proses penyaluran dana zakat beserta kegiatan pendukungnya.

3) Mengoptimalkan seluruh aspek sumber daya melalui keunggulan insani

  Oleh karena itu visi dari pengembangan SI dan TI yaitu membangunsistem informasi terintegrasi yang didukung oleh teknologi informasi sehingga dapat membantu berjalannya aktivitas utama pada Rumah Zakat Bandung dalambidang penyaluran jasa penyaluran dana zakat. Strategi Rumah Zakat dalam mencapai visi pengembangan SistemInformasi untuk jangka panjang tentunya harus memperluas jaringan local maupun global dengan jalan : 1)Menyediakan perangkat sistem informasi yang bisa dipergunakan oleh seluruh komponen organisasi pada rumah zakat.

4.1.3 Pemilihan Metodologi Perencanaan

  Dalam pendekatan metodologi penelitian dalam menyusun perencanaan arsitektur enterprise di Rumah Zakat Bandung, penelitian ini terdiri darimetodologi EAP yang terdiri dari tahapan sebagai berikut: 1) Inisiasi perencanaan.2) Model bisnis dan teknologi saat ini.3) Arsitektur data, aplikasi dan teknologi. 4.1.4 Memahami Masalah Memahami Masalah yang dilakukan yaitu seperti studi Literatur, dimana mengenali masalah saat ini baik pada lingkungan sekitar secara global maupunpada lembaga yang saya teliti yaitu pada Rumah Zakat.

4.2 Pemodelan Bisnis

  Model bisnis mendefinisikan bisnis dari suatu organisasi yang menjelaskan dan menggambarkan fungsi-fungsi bisnis organisasi tersebut yangdapat diuraikan menjadi kegiatan-kegiatan yang dilakukan organisasi. Fungsi- fungsi bisnis dapat dibagi ke dalam subfungsi-subfungsi yang lebih sederhana.

4.2.1 Struktur Organisasi Rumah Zakat

  Struktur organisasi Rumah Zakat Bandung menggunakan struktur organisasi lurus atau lini, dimana pada bentuk ini, kekuasaan dari puncakpimpinan organisasi dilangsungkan kepada para pejabat yang memimpin kesatuan-kesatuan dalam organisasi tersebut. Pada Rumah Zakat ini di pimpin oleh Ketua Yayasan dengan memiliki tigaDirektorat (Finding, Operasional, dan Program ).

4.2.2 Mengidentifikasi dan Mendefinisikan Fungsi-Fungsi Bisnis

  Definisi fungsi bisnishanyalah didasarkan pada aksi-aksi yang dilakukan, bukan pada organisasinya maupun orang yang bertanggung jawab untuk melaksanakan suatu fungsi. Untukmengidentifikasi dan mendefinisikan fungsi bisnis yang terdapat di Rumah ZakatBandung, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : 1)Mendefinisikan area-area fungsional menggunakan konsep “value added” Michael Porter.

4.2.2.1 Mendefinisikan Fungsi Bisnis

  Gambar 4.1 Value Chain Rumah Zakat 1)Dalam aktivitas utama seperti Pengambilan dana zakat yang dilakukan oleh tim Finding dimana dalam unit ini mengumpulkan dana zakatsebanyak-banyaknya dengan mencari channel dan peluang yang ada di lingkungan luar. 2)Aktivitas Pengolahan dana Zakat dilakukan oleh tim Operasional dimana dalam unit ini mengolah semua aktivitas dari mulai keuangan sampai Keuangan SDM (Finding,Operasional, Program)Pengambilan dana Pengolahan Dana Penyaluran Dana 3)Aktivitas Penyaluran dana Zakat yang dilakukan oleh tim Program dimana dalam unit ini menyalurkan dana yang telah dikumpulkan dan diolah untukkepentingan mustahik zakat (orang yang berhak menerima zakat).

4.2.2.2 Hirarki Fungsi

  Nama Fungsi : Pendaftaran Donatur BaruNo Fungsi : 1.1Subfungsi : Pengambilan Dana ZakatDeskripsi : Pendaftaran Donatur Baru merupakan syarat utama dalam berdonasi di Rumah Zakat dari pegawai memberikan form Pendaftaran dan Calon donatur mengisi form tersebut. Nama Fungsi : Pemilihan ProdukNo Fungsi : 1.3Subfungsi : Pengambilan Dana ZakatDeskripsi : Pemilihan Produk dilakukan setelah pandaftaran dan produk sudah ditawarkan oleh lembaga sehinggakegiatannya memiliki tujuan yang ingin dicapai.

2. Data Donatur

  Nama Fungsi : Pemberian Dana Zakat Deskripsi : Pemberian dana zakat ini diberikan oleh tim finding setelah dana terkumpul untuk diolah. Nama Fungsi : Pengolahan danaNo Fungsi : 2.2Subfungsi : Pengolahan Dana ZakatDeskripsi : Pengolahan dana ini merupakan langkah proses sebelum dana disalurkan seperti Penerimaan dana zakat,pengelompokan dana dengan data mustahik, menyusun dana dan menyusun data mustahik.

2. Kepala Direktorat Operasional

  Nama Fungsi : Pemberian ProjectNo Fungsi : 3.1Subfungsi : Penyaluran dana ZakatDeskripsi : Pemberian projek ini merupakan dana yang sudah diolah yang siap untuk disalurkan kepada mustahik. Nama Fungsi : Pembelian BarangNo Fungsi : 4.2Subfungsi : KeuanganDeskripsi : Pembelian barang ini merupakan aktivitas yang mendukung kegiatan utama rumah zakat dalam Halpembelian barang yang dibutuhkan, yang mulai dari penentuan apa saja yang akan dibeli, pencarian vendor, danPembelian barang.

4.2.2.3 Relasi Unit Organisasi dengan Fungsi Bisnis

Pengambilan Dana Pengolahan Dana Zakat Penyaluran Dana Zakat Keuangan SDMOrganisasi Fungsi Zakat 1.1 1.2 1.3 1.4 2.1 2.2 2.3 3.1 3.2 3.3 3.4 4.1 4.2 5.1 5.2 5.3 Ketua YayasanKepala Direktorat Finding Kepala Direktorat OperasionalKepala Direktorat Program ZiscoFinding Retail Support and DevelopmentFinding Cooperate Channel ManagementZA (Zakat Agency) FinanceSIM General Affrair and Asset ManagementHuman Capital management ProgramProject Information System Report management Gambar 4.2 Relasi antara Unit Organisasi dengan Fungsi Bisnis

4.3 Sistem dan Teknologi Saat ini

  Mendefinisikan sistem yang berjalan saat ini pada Rumah Zakat Bandung atau sistem yang Berjalan pada bisnis utama lembaga dimana adanyaPengambilan Dana Zakat, Pengolahan Dana Zakat, dan Penyaluran Dana Zakat. No : UC-02Aktor : Operasional dan Kepala Direktorat OperasionalNama : Pengelolaan Dana ZakatDeskripsi : Proses dana akan dikelola untuk menentukan penyaluran dana dan pengelompokan dana, mustahik, dan produk.

4.3.1 IRC Aplikasi Rumah Zakat

  Nama Lengkap : Core-ZKategori : Proses Informasi Pengelolaan ZakatPenanggung Jawab : System and IT Management DepartementUnit Pengguna : All UserDeskripsi : Untuk mengola data dari Fungsi SDM, Transaksi Zakat, Data Donatur, Dokumen, Aset, Keuangan, dan lain-lain. Status Operasional : OperasionalPenggunaan : Jam kerja (Senin-Sabtu)Mulai Implementasi : 2011Pengembang : PT.

4.3.2 Platform Teknologi

  Perangkat Output Identifikasi platform teknologi merupakan definisi dekomposisi secara hirarkis mengenai jenis-jenis platform teknologi yang terdapat dalam suatuenterprise. Pada Rumah Zakat Bandung yang terbagi ke dalam tiga kelompok besar yaitu perangkat keras, perangkat lunak, dan perangkat komunikasi.

4.3.3 Relasi Aplikasi dengan Fungsi Bisnis

  Aktivitas : Pengolaan Dana ZakatNo Fungsi : 2.2Nama Fungsi : Pengelolaan Dana ZakatDeskripsi : Dalam Pengelolaan Dana Zakat ini yang dilakukan adalah pendataan dan penyusunan kembali data dan dana mustahik. Aktivitas : Sumber Daya Manusia (SDM)No Fungsi : 5.3Nama Fungsi : Evaluasi KinerjaDeskripsi : Aplikasi yang mendukung fungsi bisnis ini seperti penilaian KPI (Know Your Product) atau pengetahuan Amil baru tentang produk yang ada di Rumah Zakat.

4.3.4 Hubungan Antara Aplikasi dengan Platform

  Pada tahap ini Setiap aplikasi dijalankan di atas landasan teknologi tertentu sehingga identifikasi dan dokumentasi landasan teknologi yang digunakanserta keterhubungannya dengan tiap aplikasi menjadi penting dalam IRC. 1)CORE-Z PC Server 2)PC Client 3)Mouse 4)Keyboard 5)Printer 6)Speaker 7)Monitor 8)Hard disk 9)Compact disk 10)Removable disk 14)LAN 15)WAN 16)Internet 17)Hub 18)Accsess Point 19)RJ45 Sumber : Rumah Zakat BandungPada tabel diatas menjelaskan bahwa aplikasi pada Rumah Zakat tersebut didukung oleh platform teknologi, bahwa aplikasi tersebut ada tempat dalamteknologi baik yang mendukung berjalannya aplikasi maupun yang membantu membuat aplikasi dapat berjalan.

4.3.5 Data yang mengalir dalam aplikasi yang berjalan

Pada tahap ini menjelaskan bahwa aplikasi CORE-Z ini memiliki aktivitas baik dari yang dilakukan oleh divisi HCM (Human Capital Management) yaitudata Human Resource Information System (HRIS) , dan dalam keuangan di dalamCORE-Z seperti Finance Information system yang di akses oleh divisi Finance, Data HRIS Data FIS Data AMISData Transaksi CORE-Z Data BaseServer Gambar 4.7 Alur data yang mengalir pada Aplikasi CORE-Z

4.4 Arsitektur Data

  Dalam menyusunarsitektur data dapat dilihat dari value chain (Gambar 4.1) yang menjelaskan bahwa aktivitas utama pada Rumah Zakat meliputi : Pengambilan Dana Zakat,Pengolahan Dana Zakat, dan Penyaluran Dana Zakat, yang didukung olehKeuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) sehinggan tujuan dalam penyaluran dapat tersampaikan kepada mustahik zakat. Dikarenakan entitas datadiperlukan untuk mendukung bisnis maka dari itu kandidat entitas tersebut bisa kita ambil dari value chain pada Rumah Zakat baik aktivitas utama maupun dariaktivitas pendukung yang telah didefinisikan pada model bisnis, berdasakan dari value chain Rumah Zakat, terdapat beberapa entitas bisnis yang teridentifikasiadalah.

4.4.2 Definisi Entitas, Atribut dan Relasi

  Tujuan dari tahapan ini adalah membuat pendefinisian dan deskripsi yang standar mengenai masing-masing entitas yang terdapat dalam arsitektur data sertauntuk menyediakan ilustrasi secara grafis mengenai inter-relasi diantaranya. Setiap entitas tersebut harus memiliki identifier yang merupakan atribut bagi entitas tersebutsehingga nilainya dapat memberikan pembedaan secara unik pada setiap instance dari entitas.

1 Donasi

Gambar 4.8 ERD Pengambilan Dana Zakat PengelolaanOperasional Melakukan Dana 1 Menerima N Dana Zakat N Menentukan

1 Penjadwalan

Gambar 4.9 ERD Pengolahan Dana Zakat N Melakukan MustahikProgram Mengecek 1 N Menerima Dana Zakat Membuat N LaporanDana Zakat Gambar 4.10 ERD Penyaluran Dana Zakat Grade(Jabatan) 1 Melihat PenggajianFinance Melakukan MengecekN Menentukan Absensi Gambar 4.11 ERD Keuangan (Penggajian) TargetPegawai HCM ManajemenSDM Melakukan MenentukanMemiliki PenempatanKinerja Rekuitment(Penerimaan) Mempunyai Melakukan JadwalSeleksi MempunyaiMenentukan EvaluasiKinerja Training 1 N N 1 1 1 N 1 N

4.4.3 Struktur tabel

  Donatur Seorang pemberi dana zakat kepada lembaga zakat , yang ditentukan adalah,Atribut : Nama , TTL, Jenis Kelamin, Status, No Identitas. Penggajian Menjelaskan tentang Upah yang didapatkan setelah membantuberjalannya sebuah kerja yang dilakukannya.

4.4.4 Relasi Entitas dengan Fungsi Bisnis

  Tujuan dari tahapan ini adalah untuk menentukan entitas-entitas data yang diciptakan (create), digunakan (use) oleh fungsi bisnis. Berdasarkan gambar matriks tersebut, baris menyatakan fungsi-fungsi dan disusun secara hirarkis berdasarkan area fungsional, sedangkan kolom terdiri atas entitas-entitas yang dikelompokkan berdasarkan area fungsional utamayang paling terkait dan biasanya area-area yang menciptakannya.

4.5 Arsitektur Aplikasi

  Tahapan yang dilakukan untuk membuat arsitektur aplikasi mempunyai tujuan untuk mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang diperlukan untuk mengeloladata dan mendukung fungsi-fungsi bisnis bagi enterprise. Arsitektur aplikasi merupakan definisi mengenai apa yang harus dilakukan aplikasi untuk mengeloladata dan menyediakan informasi bagi pelaksana-pelaksana fungsi bisnis.

3) Merelasikan aplikasi dengan fungsi

4.5.1 Kandidat Aplikasi

  Tujuan dari tahapan ini adalah untuk mengidentifikasi aplikasi-aplikasi yang diperlukan untuk mengelola data dan mendukung bisnis. Keuangan 1)Sistem Pengelolaan Anggaran Penerimaan dan Belanja Organisasi2) Sistem Pelaporan Keuangan3) Sistem Pengelolaan gaji5).

4.5.2 Definisi Aplikasi

  Kelompok aplikasi : Sistem Informasi Pengelolaan Dana ZakatNama : SIMPDZDeskripsi : Aplikasi ini untuk mengatur pengelolaan dalam hal dana zakat dan mengetahui tentang penjadwalan dana yang akandisalurkan, serta pengelolaan aset pada Lembaga Rumah Zakat. Kelompok aplikasi : Sistem Informasi Penyaluran DanaNama : SIP-DDeskripsi : Aplikasi ini Mengatur tentang penyaluran dana zakat, pengolahan dana yang sudah dan belum tersalurkan, dandapat membuat pelaporan hasil penyaluran.4).

4.5.3 Relasi antara Aplikasi dengan Fungsi Bisnis

  Tujuan dari tahapan ini adalah untuk mengidentifikasikan fungsi-fungsi bisnis yang secara langsung didukung atau dilakukan oleh aplikasi. Ditunjukkanbahwa aplikasi yang telah terdefinisi mendukung fungsi-fungsi sebagai berikut.

4.6 Arsitektur Teknologi

  Penggunaan sumber daya yang sama oleh sejumlah aplikasi untuk mendukung beberapa fungsi yang sama menunjukkan bahwa sebenarnya aplikasitersebut seharusnya dapat saling berbagi fungsionalitas dan informasi secara bersama, namun dikarenakan aplikasi-aplikasi tersebut memiliki platform berbedamaka tidak dapat saling berkomunikasi satu sama lain. Oleh karena itu, kebutuhan teknologi bagi lembaga Rumah Zakat adalah teknologi yang mampumengoptimasi penggunaan teknologi jaringan, sehingga antar aplikasi bukan hanya dapat berbagi jalur komunikasi namun dapat saling berbagi data daninformasi.

4.6.1 Mengidentifikasi platform teknologi dan prinsip teknologi

  Tahapan ini dilakukan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip mendasar bagi platform potensial yang diperlukan untuk mendukung lingkungan berbagipakai data (shared) yang bersifat enterprise-wide dan berbasis web. 2)Perangkat lunak mampu beradaptasi dengan lingkungan dan andal darigangguan baik fisik maupun lojik yang Sistem operasi dapat mendukung tool pengembangan sistem dan beragamperangkat lunak aplikasi.5) DBMS harus mampu mengakomodasi kebutuhan dan transaksi data dengantoleransi terhadap kegagalan yang baik.6) Data dimiliki oleh enterprise dan bukan satu bagian atau suatu unit organisasi.

4.6.2 Definisi platform Teknologi

  Setelah mendefinisikan prinsip-prinsip arsitektur teknologi, tujuan dari tahapan ini adalah menentukan strategi distribusi aplikasi dan data sertamendefinikan platform teknologi yang akan menjadi lingkungan bagi aplikasi dan Rumah Zakat memiliki kantor pusat di Jln Turangga no 25C Bandung, dalam menjalankan bisnisnya atau pekerjaannya, lembaga ini memiliki tigaGedung di kantor pusat yang setiap gedung ditempati oleh berbagai divisi. Oleh karena itu digedung pertama adalah tempat pelayanan serta tempat pengambilan dana zakat jadi apabiladonatur datang ke tempat akan mendapatkan pelayanan yang baik dari front office dan tim finding.

4.6.3 Relasi Aplikasi dengan teknologi

  Arsitektur teknologi yang dihasilkan bersifat konseptual sehingga bukan merupakan analisis kebutuhansecara daetail melainkan hanya memberikan dan perlu tinjauan ulang saat melakukan implementasi. Arsitektur teknologi didefinisikan setelahpendefinisisan arsitektur data dan aplikasi untuk memastikan bahwa arsitektur tersebut reasionable feasible dan consistent dengan arsitektur data dan aplikasi.

4.7 Rekomendasi

  Pada tahap rekomendasi ini penulis akan menyarankan tentang pengembangan IT kedepan untuk lembaga Rumah Zakat atau arsitektur enterprise,sesuai dengan arsitektur data, arsitektur aplikasi, dan arsitektur teknologi pada pembahasan sebelumnya bahwa rekomendasi sudah diberikan pada tahap ketigatersebut karena apa yang kita ingin capai untuk kedepannya dalam hal pengembangan IT, Rekomendasi penulis adalah sebagai berikut. Dan dapat dilihat pada Gambar (4.13) Relasi Entitas dan FungsiBisnis, bahwa data dan fungsi bisnis sangat berkaitan sekali dalam saling menciptakan (create), dan dalam Keggunaan (use).

5.1 Kesimpulan

  Kesimpulan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :1) sehubungan dengan hasil-hasil yang dicapai dalam pelaksanaan EAP,cetak biru dapat dijadikan pedoman untuk menghilangkan masalah- masalah dalam pengembangan TI sehingga kita bisa mengendalikanbelanja TI. Pemanfaatannotasi, tool, dan bahasa yang terlalu kompleks terlalu bernafaskan TI, atau tidak cocok memang menyebabkancetak biru yang dihasilkan terasacanggih dan pembuatnya dianggap piawai, namun hal-hal seperti itu kurang bermanfaat bahkan bisa kontraefektif untuk penerimaan.

2) EAP dapat dimanfaatkan sebagai upaya menyelaraskan TI dengan bisnis

Setiap pekerjaan Arsitektural yang berhubungan dengan bagaimana kebutuhan TI dimasa mendatang selalu harus disesuaikan dengan modelbisnis baik secara langsung maupun tidak langsung. Pelaksanaan tahap- tahap EAP tidaklah mutlak harus mengikuti acuan dari EAP itu sendiri

5.2 Saran

  3)Cetak biru yang dihasilkan EAP masih merupakan model tingkat tinggi yang dapat ditermahkan ke bentuk yang lebih detail dalam perancangandan implementasi sistem TI. Dalam rencana implementasi yang jika rekomendasi cetak biru ini diterima maka harus mengetahui manajemenrisiko, karena Rencana implementasi suatu rencana proyek berskala besar untuk mengimplementasi cetak biru yang telah dihasilkan, untuk itu perlu TI yang terkait, dan jika ada risiko penjadwalan yang tidak terpenuhi, dan sebagainya.

Dokumen baru

Download (148 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Pemodelan Arsitektur Sistem Informasi Menggunakan Metode Enterprise Architecture Planning di PT. XYZ
4
41
102
Perancangan Arsitektur Enterprise di Seksi Penyelenggara Balai Diklat IV PU Bandung Menggunakan Togaf Architecture Development Method
0
19
20
Pengembangan Layanan Sistem Informasi Dengan Enterprise Architecture Planning (Studi Kasus: Rumah Sakit Umum Daerah Bandung)
1
19
94
Pemodelan Arsitektur Enterprise Sekolah Menengah Atas Menggunakan Enterprise Architecture Planning
4
23
115
Enterprise Architecture Planning (EAP) Untuk Pengembangan Sistem Informasi Pada Divisi Marketing PT. Mahadana Asta Berjangka
0
6
1
Pemodelan Arsitektur Enterprise Menggunakan Enterprise Architecture Planning Untuk Pelayanan Kepada Pelanggan Di PT. Indosat Tbk Sales Area Kendari
1
3
1
Perencanaan Arsitektur Sistem Informasi Sekolah Menggunakan Metode Enterprise Architecture Planning (Studi Kasus: SMK MUhammadiyah Haurgeulis Kabupaten Indramayu)
0
4
1
Perencanaan Arsitektur Sistem Informasi Perguruan Tinggi Menggunakan Metode Enterprise UnifiedProcess (EUP) (Studi Kasus: STMIK CIC Cirebon)
5
53
144
Perencanaan Arsitektur Enterprise Menggunakan Metode Enterprise Architecture Planning (EAP) Pada KSP Sumber Bahagia Kota Bandung
12
89
135
Perencanaan Arsitektur Enterprise Menggunakan Metode Enterprise Architecture Planning (EAP) Pada Rumah Zakat Bandung
8
38
148
Enterprise Architecture Planning (EAP)
0
0
19
Perancangan Enterprise Architecture Dengan Menggunakan TOGAF Pada PT Sejahtera Usaha Bersama
0
0
5
Perencanaan strategis sistem informasi menggunakan Enterprise Architecture Planning pada PT. Karya Cipta Buana Sentosa Maumere
0
1
8
Penyusunan Enterprise Architecture Planning (EAP) Menggunakan TOGAF Pada PT. Pelabuhan Indonesia III (persero)
0
0
8
Enterprise Resource Planning (ERP)
0
0
9
Show more