SENSUALITAS PEREMPUAN DALAM FILM HOROR INDONESIA (Analisis Semiotik pada Film Setan Budeg Karya Findo Purwono HW)

Gratis

7
22
18
2 years ago
Preview
Full text

  

SENSUALITAS PEREMPUAN DALAM FILM HOROR INDONESIA

( Analisis Semiotik Pada Film "Setan Budeg" Karya Findo Purwono HW )

SKRIPSI

  

Disusun Oleh :

Dimas Prasetyo

NIM 09220141

Dosen :

   Pembimbing 1 : Sugeng Winarno, MA Pembimbing 2 : Himawan Sutanto, M.Si

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

  

2014

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI

  Nama : Dimas Prasetyo Nim : 09220141 Jurusan : Ilmu Komunikasi Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Judul Skripsi : SENSUALITAS PEREMPUAN DALAM FILM

  HOROR INDONESIA (Analisis Semiotik Pada Film

  „Setan Budeg‟ Karya Findo Purwono HW) Disetujui,

  Pembimbing I Pembimbing II Sugeng Winarno, MA Himawan Sutanto, M.Si

  Mengetahui, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi

   Sugeng Winarno, MA

PERNYATAAN ORISINALITAS

  Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Dimas Prasetyo Tempat, Tanggal Lahir : Probolinggo, 28 Desember 1990 Jurusan : Ilmu Komunikasi Fakultas : Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

  Menyatakan bahwa karya ilmiah (skripsi) dengan judul:

SENSUALITAS PEREMPUAN DALAM FILM HOROR INDONESIA

  (Analisis Semiotik Pada Film „Setan Budeg‟ Karya Findo Purwono HW)

  Adalah bukan karya ilmiah (skripsi) orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah saya sebutkan sumbernya dengan benar.

  Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  Malang, 1 Mei 2014 Yang Menyatakan,

  Dimas Prasetyo

BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI

  Nama : Dimas Prasetyo Nim : 09220141 Konsentrasi : Audio Visual Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan : Ilmu Komunikasi Judul Skripsi : SENSUALITAS PEREMPUAN DALAM FILM

  HOROR INDONESIA (Analisis Semiotik Pada Film

  „Setan Budeg‟ Karya Findo Purwono HW) 1. : 1. Sugeng Winarno, MA

  Pembimbing 2. : 2. Himawan Sutanto, M.Si

  Pembimbing Kronologi Bimbingan :

  Paraf Pembimbing Tanggal

  Keterangan Pembimbing I Pembimbing II

  25 November 2013 Acc Judul

  11 Desember 2013 Acc Proposal

  13 Desember 2013 Seminar Proposal

  20 Desember 2013 Acc Bab I

  15 January 2014 Acc Bab II

  20 January 2013 Acc Bab III

  20 April 2014 Acc Bab IV

  24 April 2014 Acc Bab V

  Menyetujui, Pembimbing I Pembimbing II

  Sugeng Winarno, MA Himawan Sutanto, M.Si

KATA PENGANTAR

  Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT. Sholawat serta salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW, atas terselesaikannya tugas akhir ini.

  Dengan perjuangan keras dan dukungan dari banyak pihak, akhirnya peneliti dapat menyelesaikan studi di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

  Dengan terselesaikannya Skripsi ini yang berjudul “ SENSUALITAS

PEREMPUAN DALAM FILM HOROR INDONESIA ( Analisis Semiotik

  Maka selesai sudah Pada Film “Setan Budeg” Karya Findo Purwono HW )”. masa studi Strata 1 peneliti.

  Akhir kata, walaupun masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penelitian

ini, peneliti berharap semoga hasil penelitian ini berguna dan bermanfaat bagi

perkembangan Ilmu Komunikasi khususnya dalam bidang Studi Media atau Dakwah.

Selain itu semoga penelitian ini juga bisa menjadi acuan awal serta motivasi untuk

penelitian sejenis yang selanjutnya. Amiiin.

  Malang, 1 Mei 2014

   Peneliti

  

Lembar Persembahan

  Atas terselesainya skripsi ini, peneliti ingin mengungkapkan beberapa ucapan terima kasih kepada pihak yang telah membantu baik secara materi, moral maupun spiritual.

  Ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya peneliti ucapkan kepada: 1. ALLAH SWT, tempat berdo‟a untuk memohon petunjuk demi kelancaran dan kemudahan hidup.

  2. Nabi Muhammad SAW, nabi terakhir yang mengakhiri masa-masa Jahiliyah dan meluruskan mana yang seharusnya benar dan mana yang salah.

  3. Kedua orang tua, Ibu Titin Sutini dan Bapak Harijono yang telah membesarkan dan mendidik dengan sabar, serta mendukung penuh segala kegiatan baik secara moril maupun materiel.

  4. Kakak-kakak saya Eka Taufik Maulana dan Arief Afianto, dan juga keponakan saya Eki, Kiki, Zaki dan Fira

  5. Bapak Sugeng Winarno sebagai pembimbing I yang telah dengan sabar mengarahkan penelitian ini ke arah yang lebih baik serta ilmu-ilmu bermanfaat yang telah diberikan.

  6. Bapak Himawan Sutanto sebagai Pembimbing II yang juga telah dengan sabar mengarahkan penelitian ini ke arah yang lebih baik, serta atas waktu yang disempatkan di sela-sela kesibukan.

  7. Sahabat-sahabat saya, semua anak komunitas channel youtube BBC, teman- teman finalis L.A Indiemovie dan crew film “Urbanus Apartementus”, Bung Ray, Mas Ade, Mba Luki, Indah, Catra, Vonny, dan Vanny. Teman special tersabar dan sangat membantu saya dikala sedih dan senang Devita A Nuary, Nadlir dan Edit teman yang paling pengertian dan penghibur, Dewa dan Oky crew pejabat Langit yang selalu support dan mengerti, Teddy A Wahid teman seperjuangan dari SMA hingga satu kamar kos yang banyak mengerti dan membantu saya, Icha, Bokir, Nasiru, Nopeng, Prety dan seluruh teman-teman yang pernah saya kenal, terima kasih banyak atas perjuangan menuntut ilmu dan berkarya bersama hingga menjelang akhir masa perkuliahan. Dan segenap pihak yang membantu dalam proses penyelesaian penelitian ini, maaf untuk tidak mencatumkan namanya satu per satu di lembar ini, terima kasih yang sebesar- besarnya atas dukungan dan segala do‟a, semoga Allah SWT yang membalasnya.

  

DAFTAR ISI

COVER …………………………………………………………………… DAFTAR ISI ……………………………………………………………... xvii

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah............................................................................ 5 C. Tujuan Penelitian ............................................................................ 5 D. Manfaat Penelitian........................................................................... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Film Sebagai Refleksi Realitas Sosial........................................... 7 B. Perempuan dalam Media Massa.................................................... 8 C. Sensualitas..................................................................................... 10 D. Film............................................................................................... 14 E. Film Horor..................................................................................... 18 F. Representasi Film dan Realitas Sosial........................................... 20 G. Semiotika....................................................................................... 21 H. Semiotika Film.............................................................................. 26 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian.................................................................. 28 A.1. Tipe Penelitian........................................................................... 28 A.2. Sumber Data dan Tehnik Pengumpulan Data........................... 29 A.3. Tehnik Analisa Data.................................................................. 30 A.4. Unit Analisa............................................................................... 31 BAB IV OBYEK PENELITIAN A. Sekilas Tentang Setan Budeg............................................................. 32 B. Profil Sutradara................................................................................... 33 C. Pemain................................................................................................ 34 D. List Crew............................................................................................ 34

  BAB V Analisis data A. Analisis Data Sensualitas Perempuan Dalam Film Horor Indonesia....... 36 A.1 Sensualitas Non Verbal.............................................................. 42 A.2 Sensualitas Verbal dan Non Verbal........................................... 56 B. Sensualitas Perempuan dalam Film Setan Budeg......................................... 62 B.1 Sensualitas Dulu dengan Sensualitas Sekarang Melalui Film Horor Indonesia........................................................................................... 62 B.2 Sensualitas Perempuan sebagai Komoditas Utama dalam Film Horor................................................................................................. 64 BAB V1 PENUTUP Kesimpulan............................................................................................... 78 A. B. Saran......................................................................................................... 79 B.1. Saran Akademis......................................................................... 79 B.2. Saran Praktis.............................................................................. 80 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Scene 11......................................................................................................... 1 Scene 24......................................................................................................... 2 Scene 18......................................................................................................... 3 Scene 84......................................................................................................... 4 Scene 68......................................................................................................... 5 Scene 72......................................................................................................... 6

  Scene 78......................................................................................................... 8 scene 92......................................................................................................... 9 Scene 23......................................................................................................... 10 Scene 41......................................................................................................... 11 Scene 83......................................................................................................... 12 Scene 37......................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA

  Bungin. Burhan 2005. Pornomedia. Sosiologi Media, Konstruksi Sosial

  Teknologi Telematika, & Perayaan Seks di Media Massa.Jakarta:

  Prenada Media Piliang, Y.A. 2004. Posrealitas Realitas Budaya dalam Era Posmetafisika. Yogyakarta: Jalasutra. Rustan. Surianto 2011. Mendesain Logo. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT. Gramedia

  Pustaka Utama Effendy, Heru. 2002. Mari Membuat Film. Yogyakarta: Panduan Fiske, John.1990. Cultural and Communication Studies. Yogyakarta: Jalasutra Lexy J. Moleong, Dr., M.A. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya Mulyana, Deddy. 2001. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Pratista, Himawan. 2008. Memahami film. Yogyakarta: Homerian Pustaka Sobur, Alex. 2006. Semiotika Komunikasi. Cetakan Ketiga. Bandung: Remaja Rosdakarya _______ 2001. Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosdakarya Pancajavandalasa. 2011. Mahir Bikin Film. Surabaya: Java Pustaka Group Gora, Winastwan & Widagdo, Bayu. 2007. Bikin Film Indie Itu Mudah.

  Yogyakarta: ANDI Subandy I, Idi. 2004. Sirnanya “Komunikasi Empatik” Krisis Budaya dalam

  Masyarakat Kontemporer. Bandung: Pustaka Bani Quraisy

  _____________. 2011. Budaya Populer sebagai Komunikasi:Dinamika

  Popscape dan Mediascape di Indonesia Kontemporer. Yogyakarta: Jalasutra

  Sunarto. 2009. Televisi, Kekerasan, dan Perempuan. Jakarta: Kompas Media Nusantara Storey. John. 2007. Pengantar Komprehensif Teori dan Metode Cultural Studies

  dan Kajian Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra

  Kureisi. 2010. Media Dengarkan Aku. Yogyakarta: Litera buku

  Karya Ilmiah

  Usailatil Andiyah.2011. Komodifikasi Sensualitas Wanita

  Dalam Perfilman Indonesia (Analisis Isi Pada Film “ Kawin Kontrak Lagi “ )

  Angga Arista S.2013. Pesan Cinta dan Persabatan dalam Film Fiksi (Analisis

  Semiotika pada film 5 cm karya Rizal Mantovani) Non Buku

  http://www.idseducation.com/2013/08/27/mengenal-jenis-film-dari-jenis- pemeran-dan-durasinya/ tgl 6 November 2013 pukul 20.30 http://jagatalun.com. Seks dan horor menu film terkini yang saling melengkapi. Di akses tanggal 3 Desember 2013 pukul 22.25 Killbourne, Jean, “Beauty…and the Beast of Advertising”, Center for Media

  Literacy. http://www/medialit.org/reading_room/article40.html ( diakses pada 4 April 2014 ) Mariana Amiruddin, “Media Hancurkan Persepsi Tubuh

  Perempuan

  ”,www.yjp.go.id. ( diakses pada 4 April 2014 ) Mulyono,Kussianto.(2006.PrinsipPrinsipSensualAdYangSesuaiDenganPeriklanan Indonesia Dalam Majalah Male Emporium Edisi Juli 2004- Juni 2006. tersedia di websiteses pada tanggal 18 April 2014

  

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Media saat ini baik elektronik maupun cetak banyak disorot oleh banyak

  kalangan sebagai salah satu penyebab utama hancurnya moral umat manusia termasuk golongan remaja. Berbagai tayangan yang sangat banyak menonjolkan aspek pornografi dari pada edukasi sebagaimana peran dari media itu sendiri, dan aspek pornografi diyakini sangat erat hubungannya dengan meningkatnya berbagai kasus kekerasan seksual, free sex,dan semacamnya. Dengan semakin majunya teknologi komunikasi, saat ini hampir tidak ada satupun kekuatan yang mampu mengontrol atau melakukan sensor terhadap berita maupun hiburan termasuk berita atau tayangan yang termasuk dalam kategori pornografi tersebut, Kureisi dalam (Kureisi, 2010:107).

  Oey Hong Lee dalam (Sobur, 2 006:126) menyebutkan “film sebagai alat komunikasi massa yang kedua muncul di dunia, mempunyai massa pertumbuhannya pada akhir abad ke-19, dengan perkataan lain pada waktu unsur- unsur yang merintangi perkembangan surat kabar sudah dibikin lenyap. Ini berarti bahwa dari permulaan sejarahnya film dengan lebih mudah dapat menjadi alat komunikasi yang sejati, karena ia tidak mengalami unsur-unsur teknik, politik, ekonomi, sosial dan demografi yang merintangi kemajuan surat kabar pada massa pertumbuhannya dalam abad ke-18 dan permulaan abad ke-

  19”. Film telah membangkitkan sebentangan teori dan metode. Film dipelajari dari segi potensinya sebagai seni, sejarahnya yang dituturkan sebagai momen-momen dalam tradisi yang hebat, film-film, bintang, dan sutradara yang paling berarti; film dianalisis berdasarkan perubahan teknologi produksi film.

  Film dikutuk sebagai industri budaya; dan film didiskusikan sebagai situs penting bagi produksi subjektivitas individu dan identitas nasional (Storey, 2007: 67) Film sendiri dibuat dari sebuah ide cerita dasar dari berbagai macam gambaran tentang realita kehidupan yang dibumbui oleh imajinasi dari sang pembuat film. Film tidak hanya menjadi media hiburan saja akan tetapi juga menjadi media pendidikan dan informasi. Film juga menjabarkan tentang segala aspek sosial kehidupan melalui pesan-pesan yang terkandung didalamnya.

  Seni film banyak memasuki berbagai aspek kehidupan, seperti aspek sosial, politik, agama, pendidikan, budaya, hukum, ekonomi, dan psikologi sebagai satu rangkaian cerita yang utuh. Didalam film terdapat unsur dramatisasi dan sinematografi sehigga menjadi kesatuan cerita audio visual sehingga penonton bisa larut didalamnya dan dapat merasakan terhibur, sedih, takut atau bahkan dapat memberi motivasi.

  Wright dalam (Sobur, 2006:127) Seiring dengan kebangkitan film pula muncul film-film yang mengumbar seks, kriminal, dan kekerasan. Dua tema yang umumnya menimbulkan kecemasan dan prihatin masyarakat ketika disajikan dalam film adalah adegan-adegan seks dan kekerasan kadangkala perhatian ini dikemukakan oleh karena penggambarannya bertentangan dengan standar selera baik dari masyarakat. Namun seringkali kecemasan masyarakat berasal dari keyakinan bahwa isi seperti itu mempunyai efek moral, psikologis, dan sosial yang merugikan, khususnya kepada generasi muda, dan menimbulkan perilaku antisosial. Baik seks maupun kekerasan telah menjadi subjek penelitian komisi- komisi yang disponsori secara federal akhir-akhir ini mengenai efek komunikasi massa, ditambah berbagai macam penelitian lainnya.

  Beberapa tahun yang lalu dunia perfilman Indonesia kerap mengalami pasang surut. Namun seiring berjalannya waktu, dunia perfilman Indonesia mulai bangkit dengan maraknya lahir sineas-sineas muda berbakat yang mampu membuat karya terbaiknya sehingga dunia perfilman Indonesia menjadi lebih berkembang lagi. Seiring dengan perkembangan film maka banyak sekali tema yang hadir, mulai dari tema film percintaan, komedi, persahabatan, nasionalisme, horor dan lain-lain. Dan yang kerap kali dicampuri dengan adegan pornografi dan seks yang sering menonjolkan kemolekan tubuh seorang wanita. Hal semacam ini terjadi karena banyak film maker (pembuat film) yang sudah tidak lagi berpegang teguh pada idealismenya, bahwa film merupakan karya seni yang bisa memberi pesan dan informasi positif bagi penontonnya. Melainkan film dijadikan sebagai ladang bisnis dan lebih mementingkan meraih pundi-pundi berupa materi. Padahal hal semacam itu dapat berdampak negatif bagi penontonnya bahkan untuk generasi muda, karena film yang berbau pornografi dan seksualitas sudah jelas sangat tidak mendidik dan hanya membuat hancur generasi muda.

  Masalah seksualitas dewasa ini semakin marak menjadi masalah kontroversial dalam media. Seiring dengan pergeseran nilai-nilai yang ada dalam masyarakat, perkembangan film horor Indonesia tidak hanya menyuguhkan rasa takut tetapi juga menyuguhkan unsur sensualitas perempuan.

  Kata seks berdasarkan arti dasarnya, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan kelamin seharus menjadi hal pribadi yang tidak pernah dibicarakan dalamwacana publik. Namun dengan bergesernya makna seks itu sendiri dimana berubah arti menjadi suatu “konsep tubuh”, membuat seks harus ditampilkan secara terus menerus berdasarkan kepentingan dan maksud tertentu. Seks tidak lagi menjadi sesuatu yang privacy namun menjadi hal yang dikomoditikan.Seks juga tidak lagi menjadi pembicaraan yang tabu. Tema seks menjadi sangat menarik untuk dikomoditikan karena seks memiliki sifat yang universal dan sejak dulu seks tidak pernah habis dibicarakan serta menarik semua orang. Hal ini disebabkan karena seks selain menjadi kebutuhan semua orang, seks dan objeknya cenderung tertutup oleh bingkai-bingkai agama, tradisi dan moral masyarakat itu sendiri (Bungin, 2005:116).

  Beberapa tahun terakhir ini produsen film horor semakin berani dalam menyuguhkan sensualitas dalam judul filmnya, contohnya Suster Keramas, Rintihan Kuntilanak Perawan, Tiran (Mati di Ranjang), dan Dendam Pocong Mupeng. Eksploitasi tubuh seorang perempuan mulai banyak ditonjolkan.

  Pada awal tahun 2009 muncul film horor Indonesia yang berjudul Setan Budeg yang bercerita tentang tiga pemburu mayat yang kerapkali mengurusi mayat tanpa identitas yang bertebaran di jalan ibukota, terutama mereka yang kecelakaan terlindas kereta dan terpisah-pisah anggota tubuhnya. Saat menemukan mayat seorang gadis yang belakangan diketahui bisu tuli bernama Lala menghilang dari mobil jenazah, Pak Joko sebagai atasan mereka menjadi berang. Dilain waktu, Anita mendapat kabar kalau saudara kembarnya mengalami kecelakaan saat ia sendiri dipenuhi tanda tanya besar mengenai rahasia yang mungkin saja disembunyikan orang-orang terdekatnya. Dan dari judulnya film horor tersebut mengandung suatu abnormal, karena dimana hantu atau setan adalah mahluk ghaib yang tidak berwujud tetapi dalam film ini hantu diwujudkan seperti halnya manusia bahkan hantunya tidak memiliki indera pendengaran atau telinga yang membuat sosok hantu dalam film ini menjadi budeg atau tuli. Hal ini menarik perhatian peneliti karena hantu seharusnya sosok yang menakutkan tetapi dalam film ini hantu digambarkan seperti manusia tuli yang tidak bertelinga. Dan selain unsur mistis itu sendiri dalam film ini, peneliti menganalisa terdapat unsur- unsur sensualitas perempuan yang digambarkan melalui adegan-adegan, karakter, sekaligus atribut dari film ini.

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan paparan latar belakang diatas, maka dapat di identifikasikan rumusan masalah adalah Bagaimanakah sensualitas perempuan direpresentasikan dalam film horor Indonesia? C.

   Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah yang dipaparkan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi sensualitas perempuan yang ada dalam film horor Indonesia "Setan Budeg".jki

D. Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Akademis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan wawasan kepada mahasiswa khususnya jurusan ilmu komnikasi konsentrasi audio visual agar mengetahui unsur representasi sensualitas perempuan dalam sebuah media yaitu film. Selain itu juga menyediakan referensi atau rujukan kajian pustaka untuk melengkapi penelitian-penelitian selanjutnya

  2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat secara luas dalam menerima dan memahami makna pesan film, sehingga pesan dalam film tidak hanya dapat ditangkap dari muatan pesan yang tampak (manifest content), tetapi juga muatan pesan yang tersembunyi (latent content). Diharapkan juga penelitian ini dapat menjadi masukan bagi kalangan insan perfilman dalam membuat suatu karya seni, khususnya film, agar memiliki kekuatan yang lebih mendalam tentang makna dan tanda.

Dokumen baru

Download (18 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

UNSUR PORNOGRAFI DALAM FILM HOROR INDONESIA (Analisis Isi Film “Pacar Hantu Perawan” Karya Yoyok Dumprink)
5
15
41
BUDAYA HEDONIS DALAM FILM GARASI (Analisis Semiotik Pada Film GARASI Karya Agung Sentausa)
1
18
2
KONSTRUKSI IDENTITAS PEREMPUAN DALAM FILM (Analisis Semiotik Film Ungu Violet)
2
18
2
REPRESENTASI KEHIDUPAN GIGOLO DALAM FILM INDONESIA (Analisis Semiotik Film Quickie Express Karya Dimas Djayadiningrat 2007)
0
5
3
BUDAYA KONSUMTIF DALAM FILM (Analisis Semiotik pada Film Catatan Akhir Sekolah Karya Hanung Bramantyo)
1
19
2
SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)
33
225
2
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM (Analisis Semiotik pada Film Berbagi Suami karya Nia Dinata)
1
11
2
KONSTRUKSI KEPEMIMPINAN PEREMPUAN BERTATO DALAM FILM PERJAKA TERAKHIR (Analisis Semiotik pada Film Perjaka Terakhir Karya Arie Aziz)
1
19
24
KOMODIFIKASI SENSUALITAS PEREMPUAN DALAM PERFILMAN INDONESIA (Analisis Isi Pada Film " Kawin Kontrak Lagi " )
5
48
23
EKSPLOITASI PEREMPUAN DALAM FILM HOROR Analisis Isi Pada Film Arwah Goyang Karawang Jupe-Depe Karya Helfi Kardit
8
38
70
UNSUR PORNOGRAFI DALAM FILM HOROR INDONESIA (Analisis Isi Film “Pacar Hantu Perawan” Karya Yoyok Dumprink)
1
22
41
UNSUR TRADISI JAWA DALAM FILM HOROR INDONESIA (Analisis Isi Pada Film Keramat Karya Monty Tiwa)
1
22
53
REALITAS PEREMPUAN DALAM FILM INDONESIA (Analisis Wacana Film Ca Bau Kan dan Berbagi Suami Karya Nia Dinata)
1
6
71
SENSUALITAS PEREMPUAN DALAM FILM HOROR INDONESIA (Analisis Semiotik pada Film Setan Budeg Karya Findo Purwono HW)
7
22
18
PENCITRAAN ARIF CAHYADI DALAM FILM (Analisis Semiotik dalam Film Republik Twitter Karya Kunt Agus)
1
9
50
Show more