Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa

Gratis

2
8
120
2 years ago
Preview
Full text

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN

BELAJAR SISWA

  Berdasarkan analisis dan pengamatan hasil dari penelitian tersebut diperoleh informasi bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, dapat terlihat pada siklus I rata-rata persentase aktivitas belajar sebesar 55,2% dan rata- rata hasil belajar siswa sebesar 46,9. Pada siklusI masih ada siswa yang mendapat nilai dibawah KKM yaitu 65, namun pada siklus II nilai terendahnya adalah 67 dan sudah tidak ada lagi siswa yangmendapat nilai dibawah KKM.

KATA PENGANTAR

  Ketua Program Studi Pendidikan IlmuPengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN SyarifHidayatullah Jakarta dan sekaligus pembimbing skripsi, yang tak lelah telah membimbing dan memberikan arahan pada penulisan skripsi saya . Canda dan semangat kalian yangselalu mengiringi perjalanan kita, semoga menjadikan motivasi yang lebih dalam menapaki makna kehidupan ini hendaknya.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan sangat diperlukan oleh manusia sebagai sarana untuk

  Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan terobosan dalam pembelajaran IPS sehingga tidak menyajikan materi yang bersifatabstrak, tetapi juga harus melibatkan siswa secara aktif di dalam pembelajaran Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, guru harus dapat memilih dan menyajikan strategis dan pendekatan belajar yang efektif. Bagi peneliti sendiri bermanfaat untuk mengenalkan dan memanfaatkan model Problem Based Learning (PBL) kepada siswa sebagai alternatifpenggunaan media yang efektif dan peneliti dapat memahami lebih jauh penggunaan model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sebagaiupaya memperbaiki dan memudahkan mengajar konsep permintaan dan penawaran serta terbentuknya harga keseimbangan sehingga dapatmeningkatkan keaktifan siswa dengan baik.

BAB II KAJIAN TEORETIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL A. Acuan Teori Area dan Fokus yang Diteliti Problem Based Learning (PBL)

1. Hakikat a. Pengertian Problem Based Learning (PBL)

  Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model yang dapat menjadikan siswa aktif, mandiri, menyenangkan dan mampu membentuk kerja sama yang baik antara guru dan siswa serta siswa dengan siswa yang lainnyadalam menemukan dan memahami konsep tersebut. Menurut I wayan Dasna„„PBL merupakan pelaksanaan pembelajaran berangkat dari sebuah kasus tertentu dan kemudian di analisis lebih lanjut gunauntuk ditemukan masalahnya, dan merupakan salah satu model pembelajaran 1 inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa ”.

3 Menurut Ibrahim dan Nur (2002)

4 Menurut Muhibbin Syah

  6 Menurut Stepien, dkk, yang dikutip I wayan bahwa “PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalahmelalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligusmemiliki keterampilan untuk memecahkan masalah ”. 7 Dalam model Problem Based Learning (PBL), fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep- konsep yang berhubungan dengan masalah yang menjadi pusat perhatian tetapi3 Standar penilaian dan Buku pelajaran sosial SD, SMP, dari www.dikdasdki.go.id/download/standarbuku/ips.doc .

b. Ciri-ciri Pembelajaran Problem Based Learning(PBL)

  Kerja sama ”.8 Selain itu menurut I wayan Dasna dan Sutrisno, Problem Based Achmad Saifudin, Upaya meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa dengan 10 learning (PBL) memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1) Belajar dimulai dengan suatu masalah2) Memastikan bahwa masalah yang diberikan berhubungan dengan dunia nyata siswa. Berdasarkan uraian tersebut terdapat tampak jelas bahwa pembelajaran dengan model PBL dimulai adanya masalah (dapat dimunculkan oleh siswaatau guru), kemudian siswa memperdalam pengetahuannya untuk memecahkan masalah tersebut sehingga siswa terdorong berperan aktif dalam belajar.

c. Tahap-tahap PBL

  Menurut Iwayan Sadia, langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam merancang program pembelajaran PBL sehingga proses pembelajaran benar-benar menjadi berpusat pada siswa (student center) adalah sebagai berikut : 1) Fokuskan permasalahan, sekitar pembelajaran konsep-konsep sains yang esensial dan strategis.2) Berikan kesempatan kepada siswa untuk mengevaluasi gagasannya melalui eksperimen atau studi lapangan. Siswa akan menggali data-data yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.3) Berikan kesempatan siswa untuk mengelola data yang mereka miliki yang merupakan proses latihan metakognisi.4) Berikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan solusi- solusi yang mereka kemukaan.

d. Manfaat Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

  Tugas guru adalah membantu para siswa merumuskan tugas-tugas, dan bukan menyajikan tugas-tugaspelajaran. Objek pelajaran tidak dipelajari dari buku, tetapi dari masalah 12 yang ada di sekitarnya ”.

B. Aktivitas Belajar

1. Hakikat Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran a. Pengertian Aktivitas

  Dalam konsep belajar aktif pengetahuan merupakan pengalaman pribadi yang diorganisasikan dan dibangun melalui proses belajar bukanmerupakan pemindahan pengetahuan yang dimiliki guru kepada anak didiknya. Aktivitas siswa merupakan salah satu ciri interaksi belajar mengajar sebagaimana yang dikemukakan oleh Edi Suardi dalam bukunyapedagogik (1980), yaitu “bahwa siswa merupakan sentral, maka aktivitas siswa merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya interaksi belajar 15 mengajar ”.

b. Prinsip Aktivitas

  Agar anak berpikir sendiri, ia harus diberi 18 kesempatan untuk berbuat sendiri Menurut Pieget ada 4 prinsip ”.belajar aktif yaitu : 1) Siswa harus membangun pengetahuannya sendiri, sehingga bermakna.2) Cara belajar yang paling baik adalah jika mereka aktif dan berinteraksi dengan objek yang konkrit.3) Belajar harus berpusat pada siswa yang bersifat pribadi4) Interaksi sosial dari kerja sama harus diberi peranan penting 19 dalam kelas. Sedangkan guru berperan untuk menciptakan kondisi yang kondusif danmendukung bagi terciptanya pembelajaran yang bermakna.

c. Klasifikasi Aktivitas Belajar Siswa

Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Ditinjau dari segiproses dan hasil, Sriyono mengemukakan “bahwa siswa dikatakan memiliki keaktifan apabila memiliki ciri-ciri perilaku sebagi berikut :1) Sering bertanya kepada guru atau siswa lain2) Mampu menjawab pertanyaan3) Senang dan mau mengerjakan tugas yang diberikan4) Mengajukan pendapat 20

5) Dapat bekerjasama dengan siswa lain ”

  Dari beberapa klasifikasi aktivitas di atas siswa diminta untuk memiliki aktivitas tersebut dalam proses pembelajaran agar proses20 belajarnya lebih bermakna dan aktif dalam melakukan kegiatan belajar. Aktivitas dan prestasi belajar dalam http//ipotes.wordpress.com.

d. Nilai Aktivitas dalam Pengajaran

  Pengajaran yang efektif adalah pengajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri. Denganmelakukan aktivitas peseta didik dapat memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan aspek tingkah laku lainnya, serta mengembangkanketerampilan yang bermakna untuk hidup bermasyarakat.

2. Pembelajaran IPS a. Pengertian Pembelajaran IPS

  Pengertian belajar dapatdidefinisikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah lakuyang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan 23 lingkungannya22 ”.23 Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara,2008. 175 16Dari definisi belajar tersebut di atas dapat dikatakan bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai suatu hasil proses pengalamandalam suatu prubahan yang berlangsung aktif dengan lingkungan dalam pengetahuannya memanipulasi sumber-sumber belajar agarterjadi proses belajar dalam diri siswa.

25 Rumusan tersebut di atas tidak terbatas dalam ruang saja

  Pembelajaran diarahkan pada pengembangan dan penyempurnaan potensi kemampuan yang dimiliki sepertikemampuan berbahasa, sosio-emosional, motorik, dan intelektual. Dapat juga disimpulkan bahwa pembelajaran IPS merupakan proses belajar dimana ada interaksi antara peserta didikdan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar dalam mencapai tujuan kurikulum yang terdiri dari mata pelajaran sosial.

b. Tujuan Pembelajaran IPS

  Menurut Cranton yang dikutip oleh Hisyam Zaini mengemukakan bahwa “tujuan pembelajaran adalah pernyataan-pernyataan tentang pengetahuan dan kemampuan yang diharapkan 28 Sedangkan menurut dari peserta setelah selesai pembelajaran”. Mager dalam bukunya yang berjudul Preparing Instructional Objectives yang dikutip oleh Hisyam Zaini, menyatakan “bahwa pembelajaran adalah gambaran kemampuan“tujuan26 siswa/mahasiswa yang menunjukkan kinerja yang diinginkan yang27 N.

c. Aktivitas Siswa pada konsep Permintaan dan Penawaran serta Terbentuknya Harga Keseimbangan 1). Pengertian dan Hukum Permintaan

  Para siswa dalam kelompok dapatbekerja sama dalam mengerjakan tugas, memecahkan masalah, dan dapat saling bertukar pendapat dengan yang lain sehingga siswa akan termotivasiuntuk berperan aktif dalam proses belajar dan pembelajaran. Pembelajaran ini diterapkan dalan proses belajar dan pembelajaran IPS pada konsep permintaan dan penawaran serta terbentuknya harga keseimbangan dikelas VIII dengan menggunakan diskusi kelompok sehingga meningkatkan aktivitas siswa untuk belajar IPS.

E. Hipotesis

Berdasarkan deskripsi teoritis dan hasil penelitian yang relevan di atas, maka hipotesis penelitian dirumuskan sebagai berikut:”Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS siswa kelas VIII di SMP Islam Al

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2011

B. Metode dan Rancangan Siklus Penelitian

  Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian Dalam pelaksanaannya, peran dan posisi peneliti dalam penelitian bertindak sebagai guru yang melakukan proses pembelajaran IPS Terpadudengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Selain itu, guru bidang studi sebagai pemberi penilaian terhadap peneliti dalam mengajar dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan mengamati seluruh aktivitas belajar IPS siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

E. Tahapan Intervensi Tindakan

  Peneliti membuat instrumen-instrumen penelitian, yaitu lembar observasi guru pada KBM, lembar observasi aktivitas belajar IPS TERPADU, lembar wawancara untuk guru dan siswa, lembar kerja siswa (LKS) serta lembar soal pada akhir siklusini. Wawancara kepada guru dan beberapa siswa untuk mengetahui tanggapan tentang proses pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) yang telah dilaksanakan.

3. Siklus II

  Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan Dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), hasil penelitian yangdiharapkan oleh penulis adalah aktivitas belajar IPS siswa semakin meningkat, sehingga dapat memperoleh hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan. Lembar observasi aktivitas belajar IPS siswaLembar observasi aktivitas belajar IPS siswa digunakan untuk mengetahui persentase aktivitas belajar IPS siswa denganditerapkan model pembelajaran “Problem Based Learning (PBL)”.

I. Teknik Pengumpulan Data

  Observasi guru pada KBM, data diperoleh dari lembar observasi guru pada KBM yang diisi oleh guru bidang studi IPS yang bertindaksebagai observer dengan cara mengamati peneliti yang bertindak sebagai guru yang mengajar di kelas dengan mencheklist setiap aspekyang dinilai pada setiap pertemuan. Penelitian ini akan dihentikan jika indikator keberhasilan dalam proses pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) telah tercapai, yaitu aktivitas siswa meningkat dan seluruh indikator aktivitas belajar IPS siswa meningkat dan seluruh indikator mencapai ≥ 70% serta nilai rata-rata tes ≥ 70.

5 Yanti, “Peningkatan Penguasaan Konsep Fisika Siswa Melalui permainan Bernuansa

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Hasil Intervensi Tindakan

1. Penelitian Pendahuluan

  Penelitian tindakan kelas ini dimulai dengan melakukan observasi pembelajaran di SMP Islam Al Penelitian diawali dengan melakukan kunjungan ke sekolah SMP IslamAl-Fatah Jakarta untuk konfirmasi tentang penerapan model pembelajaran“Problem Based Learning (PBL)” pada pembelajaran IPS Terpadu sudah atau belum diterapkan di SMP I AL-Fatah Jakarta. Tujuan dari wawancara ini adalah mengetahui tingkat aktivitas belajar siswa, tanggapan guru tersebut tentangmodel pembelajaran “Problem Based Learning (PBL)” dan permasalahan yang terjadi pada pembelajaran IPS di kelas tersebut.

2. Tindakan Pembelajaran Siklus I

  Adapun prosesperencanaannya adalah merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dengan menggunakan model pembelajaran “Problem Based Learning(PBL) ”, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat instrument-instrument penelitian yaitu lembar observasi aktivitas, lembarobservasi guru pada KBM, pedoman wawancara untuk guru dan siswa, membuat LKS untuk setiap pertemuan serta soal tes untuk akhir siklus I ini. Mental Aktivitas siswa dalam activities memecahkan masalah 3 3 71% pada LKSRata-rata Mental activities 71% 71% 71% Rata-rata activities siklus 55,2% Keterangan persentase aktivitas siswa 1 = kurang (0%-25%)2 = cukup (25%-50%) 3 = baik (50%-75%)4 = sangat baik (lebih dari 75%)Berdasarkan tabel 4.2 di atas, diperoleh informasi bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah sebagai berikut: 1).

3. Tindakan Pembelajaran Siklus II

  Hal inimenunjukkan bahwa siswa sudah cukup berani bertanya dan menjawab atau menanggapi pertanyaan dari guru maupun dari siswa lainnya,dikarenakan pada siklus II ini, guru memberikan reward kepada siswa yang berani mengajukan pertanyaan dan menjawab/menanggapipertanyaan.3). Hal ini juga menunjukkan bahwates hasil belajar siswa pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan penelitian ini, dumana rata-rata tes hasil belajar siswa mencapai nilai 70 dansudah tidak ada lagi siswa yang mendapat nilai di bawah KKM.

B. Pemeriksaan Keabsahan Data

  Tes ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar Dalam penelitian ini untuk dat-data kualitatif digunakan teknikTriangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu sebagai pembanding. Untuk itu, perludiadakan pengecekan ulang terhadap sumber data dengan cara membandingkan data pengamatan aktivitas belajar siswa dengan lembar observasi aktivitasbelajar IPS siswa, lembar wawancara terhadap siswa, dan catatan lapangan.

C. Analisis Data

  Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa sebesar46,9 dan rata-rata N-Gain sebesar 0,29, dimana siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM pada siklus I sebanyak 14 orang siswa dan siswa yangmendapatkan nilai diatas KKM pada siklus I sebanyak 7 orang siswa. Sedangkan hasil lembar observasi dari aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa disajikan dalam tabel berikut: Tabel 4.10 Rekapitulasi rata-rata aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa No.

4 Adapun dari hasil wawancara saat akhir siklus II diperoleh

  informasi bahwa siswa cukup antusias dengan pembelajaran IPS khususnya dengan model pembelajaran PBL, dan guru kolaborator mengatakan bahwamodel pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sudah dilaksanakan cukup baik sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS siswa. Hasil dari dari penelitian ini yaitu pada siklus I rata-ratapersentase aktivitas belajar IPS siswa sebesar 55,2% dan rata-rata hasil belajar IPS siswa sebesar 46,9.

E. Pembahasan Temuan Penelitian

  Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS siswa3 Hasil wawancara guru dan siswa pada pra penelitian pada tanggal 16-18 Mei 20114 Peningkatan aktivitas belajar IPS dapat terligat dari hasil observasi aktivitas belajar siswa bahwa rata-rata persentase aktivitas belajar IPSsiswa pada siklus I sebesar 55,2%, sedangkan pada rata-rata persentase aktivitas belajar IPS siswa pada siklus II sebesar 82%. Dengan diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning(PBL) terdapat respon yang positif bagi siswa Dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning(PBL) dapat memberikan respon positif bagi siswa, karena siswa dapat saling membantu dan mengajarkan dalam memahami materi yangdiajarkan sehingga memudahkan siswa dalam menyerap materiyang diajarkan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan sebagaimana telah

  Berdasarkan data rata-rata persentase aktivitas belajar IPS siswa pada siklus Isebesar 55,2%, sedangkan pada rata-rata persentase aktivitas belajar IPS siswa pada siklus II sebesar 82%, hal ini dilihat dari siswa yang awalnya pasif menjadi aktif. Hal ini dapat terlihat dari rata-ratanilai tes akhir siklus I sebesar 46,9 dan N-gainna sebesar 0.29, sedangkan rata-rata nilai tes akhir siklus II sebesar 71,05 n N-gainnyasebesar 0,31.

B. Saran

  Sekolah hendaknya dapat menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) karena model pembelajaran ini dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS siswa dan hasil belajar siswa. Guru bidang studi hendaknya menunjuk satu siswa secara acak dari salah satu kelompoknya dalam mengerjakan hasil kerjanya di depankelas, sehingga lama-kelamaan siswa akan terbiasa mengerjakan hasil kerjanya di depan kelas.

DAFTAR PUSTAKA

  Upaya meningkatkan proses dan Hasil Belajar IPA siswa kelas 6 SD Negeri Loktabat I melalui pembelajaran berdasarkan masalah.wordpress. 64 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS INama Sekolah : SMP I Al- Fatah Mata Pelajaran : IPS TERPADU : VIII / I Kelas/SemesterAlokasi Waktu : 2 x 40 menit Pertemuan ke - : 1 : Memahami Kegiatan perekonomian Indonesia Standar KompetensiKompetensi Dasar : Mendeskripsikan permintaan dan penawaran serta terben- tuknya harga pasar.

2. Mendefinisikan Hukum Permintaan Materi Pembelajaran : Permintaan Metode Pembelajaran

  Tes unjuk kerja (Menganalisis permasalahan permintaan dengan model pemecahan masalah)Jakarta, Mei 2011Guru Mata Pelajaran IPS 69 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS IINama Sekolah : SMP I Al- Fatah Mata Pelajaran : IPS TERPADUKelas/Semester : VIII / I Alokasi Waktu : 2 x 40 menitPertemuan ke - : 3 Standar Kompetensi : Memahami Kegiatan perekonomian IndonesiaKompetensi Dasar : Mendeskripsikan permintaan dan penawaran serta terben- tuknya harga pasar. 107015001173 72 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)Nama Sekolah : SMP I Al- Fatah Mata Pelajaran : IPS TERPADUKelas/Semester : VIII / I Alokasi Waktu : 2 x 40 menitPertemuan ke - : 4 Standar Kompetensi : Memahami Kegiatan perekonomian Indonesia Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan permintaan dan penawaran serta terbentuknya harga pasar.

HARGA PASAR

  Mental Aktivitas siswa dalam activities memecahkan masalah pada 3 3 71%LKS Rata-rata Mental activities 71% 71% 71%Rata-rata activities siklus 55,2% Keterangan: pada pertemuan pertama siswa yang tidak hadir 1 orang siswa sedangkan pada pertemuan kedua siswa yang tidak hadir 4 orang siswa. Mental Aktivitas siswa dalam 4 4 88% activities memecahkan masalah Rata-rata Mental activities 81% 95% 88%Rata-rata activities siklus 82% Keterangan: pada pertemuan ketiga siswa yang tidak hadir 3 orang siswa dan pada pertemuan keempat siswa yang tidak hadir 1 orang siswa.

Dokumen baru

Download (120 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh model problem based learning (PBL) terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep laju reaksi
12
62
177
Penerapan strategi pembelajaran aktif the power of two untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa
1
5
212
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor terstruktur untuk meningkatkan aktivitas belajar matemetika siswa (penelitian tindakan kelas di SMP Islam al-Ikhlas Cipete)
1
7
47
Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa
2
8
120
Penerapan metode pembelajaran SQ3R untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa
0
7
241
Penerapan pembelajaran aktif metode permainan bingo untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa kelas III SDN Tunas Mekar
2
15
171
Penerapan model pembelajaran terbalik reciprocal teaching untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa : penelitian tindakan kelas di mts daarul hikmah pamulang
0
14
265
Penerapan model pembelajaran direct instruction untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep termokimia
0
2
18
Perbandingan peningkatan hasil belajar fisika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan cooperative learning
1
12
190
Peningkatan hasil belajar ips siswa melalui penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) (penelitian tindakan kelas dikelas VIII-2 SMP PGRI 1 Ciputat)
1
6
0
Penerapan model motivasi ARCS dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan disposisi matematik siswa
0
15
0
Penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar PAI siswa SD Negeri Ciherang 01: penelitian tindakan kelas
1
8
0
Korelasi antara motivasi belajar dengan kemampuan pemecahan masalah matematik peserta didik menggunakan model problem based learning (PBL)
0
0
8
Peningkatan kemampuan koneksi matematik peserta didik menggunakan model problem based learning (PBL) dengan berbantuan Software Geogebra
0
3
6
Perbandingan kemampuan pemecahan masalah matematik peserta didik antara yang menggunakan model problem based learning (PBL) dengan problem solving
0
0
8
Show more