Konsep Manusia dan implementasinya dalam perumusan Tujuan Pendidikan Islam Menurut Murtadha Muthahhari.

Gratis

1
7
91
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR ISI ABSTRAK

……………………………………………………………… i …………………………………………………. ii

DAFTAR ISI

  HasilPenelitian yang Relevan ……………………… 41 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Objek dan waktu Penelitian ………..………………..

i Murthadha Muthahhar &hellp;&hellp;&hellp;&hellp;&hellp;&hellp;&hellp;&hellp;. 47

  Konsep Manusia dan Hubungannya dengan TujuanPendidikan Islam ………………………………… 60 2. Konsep Manusia dan Hubungannya denganKurikulkkum Pendidikan Islam ………………….

DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejak manusia menuntut kemajuan dan kehidupan, maka sejak itu timbul

  Dikatakan lebih lanjut bahwa tujuan pendidikan itu penting, disebabkan karena secara implisit dan eksplisit di dalamnya terkandung hal-hal yang sangatasasi, yaitu pandangan hidup dan filsafat hidup pendidikan, lembaga 4 penyelenggaraan pendidikan, dan Negara dimana pendidikan itu dilaksanakan. Sementara dalam dimensi ketundudkan vertikal mengisyaratkan bahwa, pendidikan Islam selainsebagai alat untuk memelihara, memanfaatkan, dan melestarikan sumber daya alam, juga hendaknya menjadi jembatan untuk memahami fenomena dan misteri 10 kehidupan dalam upayanya mencapai hubungan yang abadi dengan Khaliqnya.

11 Allah berfirman :

  Dilihat dari perspektif pendidikan dan pengajaran, ketentuan-ketentuan akhlakIslam ditujukan untuk mendidik manusia agar sesuai dan selaras dengan apa yang diinginkan oleh Islam. Al-Attas misalnya, menghendaki tujuan pendidikan Islam yaitu manusia yang baik, sedangkan Athiyah al-Abrasyi menghendaki tujuan akhir pendidikan Islam 21 yaitu manusia yang berakhlak mulia, Munir Mursih menghendaki tujuan 22 pendidikan Islam yaitu manusia sempurna, Ahmad D Marimba berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya orang yang berkepribadian 2319 muslim.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan indentifikasi masalah sebagai berikut :

24 Nurul Zainab, Paradigma Pendidikan Kritis (Studi Komparasi Pemikiran Paulo Freire dan Murtadha Muthahhari)

  Pembatasan Masalah Agar permasalahan tidak melebar, maka pada penulilsan skripsi ini dibatasi hanya pada konsep manusia dan hubungannya dengan pendidikan Islam menurutMurtadha Muthahari dan menurut pendapat para tokoh yang terkait dengan konsep manusia dan hubungannya dengan pendidikan Islam. Memberikan masukan bagi para pakar di bidang pendidikan mengenai keunggulan dan originalitas tujuan pendidikan Muthahhari, yang nantinyadiharapkan dapat ditransfer ke dalam dunia pendidikan Islam Indonesia.

BAB II KAJIAN TEORI KONSEP MANUSIA DAN IMPLEMENTASINYA PADA PERUMUSAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM A. Pengertian Pendidikan Islam Pendidikan dalam arti sempit yaitu bimbingan atau pimpinan secara

  1 Menurut Ahmad Tafsir, “Pendidikan adalah pengembangan pribadi dalam semua aspeknya, dengan menjelaskan bahwa yangdimaksud pengembangan pribadi ialah yang mencakup pendidikan oleh diri sendiri, pendidikan oleh lingkungan, dan pendidikan olehorang lain (guru). 2 Pendidikan mempunyai peran yang sangat urgen untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan suatu bangsa.

1 Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, (Bandung: PT Remaja

  Menurut Ibrahim Amini,“Pendidikan adalah memilih tindakan dan perkataan yang sesuai, menciptakan syarat-syarat dan faktor-faktor yang diperlukan, dan membantu seorang individu yang menjadi objek pendidikan supaya dapat dengan sempurnamengembangkan segenap potensi yang ada dalam dirinya, dan secara perlahan-lahan bergerak maju menuju tujuan dan 9 kesempurnaan yang diharapkan. 10 Islam, adalah upaya mendidik tentang agama Islam atau ajaran Islam dan nilai Pendidikan merupakan suatu perkembangan dan pertumbuhan manusia yang terus menerus dalam bentuk generasi tua mengajarkankepada generasi yang lebih muda berbagai hasil pelajaran dan pengalaman kepada mereka dan orang-orang terdahulu dari mereka.

B. Dasar – Dasar Pendidikan Agama Islam

  Dari pendapat dua ulama diatas maka saya dapat simpulkan bahwa perusakan didunia yang dilakukakan oleh manusia itu bisadicegah dengan cara mendidik manusia dengan nilai-nilai agama untuk taat kepada Tuhannya dan beribadah kepadaNya sehinggatebentuk manusia yang selalu menyebarkan kebaikan di muka bumi ini. Selain ayat di atas, ada juga hadits yang menyebutkan tentang pendidikan, diantaranya sebagai berikut : Artinya : “dari Abu Hurairah, menceritakan : “Sesungguhnya Nabi SAW, bersabda : Anak yang baru lahir, adalah suci bersih,maka ibu bapaknya yang menjadikan anak itu Yahudi, Nasrani dan 17majusi”.

C. Tujuan Pendidikan Islam

  Jadi ibadah itu manfaatnya tidak hanya untuk Tuhannya melainkan untuk diri sendiri seperti perintahnya untuk beribadah, ibadah itu bisadidapat melalui pendidikan dan dengan pendidikan manusia akan menjadi manusia yang bermartabat dan itulah yang membedakanmanusia dengan hewan, hewan adalah makhluk Allah yang beribadah tetapi tidak berpendidikan, sedangkan manuisa mencakup keduanya. Menyiapkan seseorang dari segi kesenian, disini termasuklah musik, syiar, khat, seni bina, dan lain 23 Dengan demikian penulis dapat menyimpulkan bahwa tujuan akhir dari pendidikan Islam adalah“Mengembangkan empat aspek potensi manusia yakni fitrah, roh, kemauan yang bebas dan akal, supaya dapatmenempati kedudukan sebagai kholifah Allah dimuka bumi ini, manusia memakmurkan alam semesta melalui ketaatan dan penghambaannyakepada Allah SWT ”.

A. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan bintang, 1974), h. 15

  Tujuan pendidikan Islam Murtadha Muthahhari terdapat pada tujuan pendidikam Islam yang universal. Pengetahuan ini juga harus kita gunakan untuk mengikuti jalan Islam guna menjadi Muslim yang sebenarnya dan menjadikan masyarakat sungguh-sungguh 33 Islami.

C. Fungsi Pendidikan Islam

  Kondisi fisikal Indonesia dengan sumber alam yang melimpah ruah, iklim tropic yang mendukung kesuburan tanah, serta kondisi geo-ekonomi dan geo-politik yang strategis, sangat wajar untuk mengklaim34 kelemahan ekonomi rakyatnya, akibat kurangnya investasi sumber daya Al-Rasyidin dan Samsul Nizar, Pendekatan Historis, Teoritis dan Praktis, FilsafatPendidikan Islam, (Jakarta: PT Ciputat Press, 2005), h. Pembudayaan (enculturation) akhlak Islami, memerlukan pembinaan ide dan konsep, pula prilaku dan eko-teknik, serta produkbudaya yang parallel dengan konsep dasar Islam (Al- Qur‟an dan As-Sunnah), baik yang bersifat psikologik maupun pisik-material melalui jalur pendidikan.

G. Konsep Manusia

  Menurut Tafsir At-Thabari, dan menjadikan kamu pendengaran yakni yang dengannya kalian dapat mendengar, lalu pengelihatan yangdengannya kalian dapat melihat, dan hati yang dengannya kalian dapat berfikir, namun amat sedikit kamu bersyukur, Ia berkata “sedikit sekali sesuatu yang kalian syukuri dari banyaknya kenikmatan yang Allah 48 anugrahkan kepada kalian. Padahal untuk mendapatkan kenikmatan dunia yang banyak adalah dengan cara bersyukur kadang kita lalaimencaci sesuatu yang kecil padahal itu pemberian Allah dan Allah tidak menciptakan sesuatu kecuali didalamnya terdapat manfaat untukmakhluk diseluruh alam, hendaknya kita bersyukur atas nikmat terkecil yang Allah berikan kepada kita seperti bernafas,melihat, mendengar danlain-lin hingga nikmat terbesar seperti mempunya rumah mewah, mobil mewah dan lain-lain.

A. Fatah Yasin, Dimensi-dimensi Pendidikan Islam, (Yogyakarta : UIN Mlang Press

  inilah 56 “manusia fitrah”Dengan pengetahuan dan pendidikannya itu, manusia menjadi makhluk yang berkebudayaan, dan dan berperadaban. Menurut Nana Syaodih Sukmadinata, bahwa manusia bukan hanya berusaha mempelajari hal-hal di luar dirinya tetapi jugaberusaha untuk mempelajari dan memahami dirinya sendiri, manusia sendiri, sebab di antara hal-hal yang ada di lingkungannyamanusialah yang paling misterius, yang paling kompleks dan sukar 61 dipahami.

F. Hasil Penelitian Yang Relevan

  Namun walau begitu, tetap saja manusia perlu mendapat pendidikan yang bisamembimbingnya untuk mengoptimalkan kemampuan dan potensi yang sudah dimilikinya itu, agar kemampuan dan potensi yang dimaksuddapat berkembang dengan baik dan menuju arah yang tepat sehingga sampai pada tujuan pendidikan Islam yakni untuk mencapai59 keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia. Insane Kamilmerupakan final aim, pancaran akhir dan cita-cita ideal yang diproyeksikan dan diharapkan pendidikan Islam, sementara pendidikanIslam merupakan salah satu tujuan dan misi yang diemban yang hendak direalisasikan Insan Kamil dalam aktifitas hidupnya.antara insane kamildengan pendidikan Islam mempunyai beban tanggung jawab yangsenantiasa bergulir sepanjang zaman.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Menurut Arif Furqon, metodologi penelitian adalah

  “Strategi umum yang dianut dalam mengumpulkan dan menganalisis data yang diperlukan gunamenjawab persoalan yang dihadapi. Ini adalah rencana pemecahan persoalan yang 1 sedang diselidiki ”.

A. Objek dan Waktu Penelitian

  Objek yang penulis gunakan yaitu pemikiran Murthadha Muthahhari tentang konsep manusia dan tujuan pendidikan Islam. Adapun waktu penulisannya selamaempat bulan terhitung dari bulan September hingga bulan desember 2013 sedangkan waktu intensif penelitian dalam skripsi ini selama dua bulan yaitu daribulan November sampai bulan desember 2013.

1 Arif Furqon, Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 982), h.50

B. Sumber Data

  Data Primer Data primer adalah data utama dari berbagai referensi atau sumber 2 yang memberikan data langsung dari tangnan pertama. Adapun yang menjadi data primer dalam penulisan skripsi ini adalah Dasar 2.

C. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik dan alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan “teknik penelitian kepustakaan” (library research methode), yaitukegiatan mempelajari dan mengumpulkan data tertulis untuk menunjang penelitian. data yang dikumpulkan berupa literatur yang berhubungan dengan 23 Saefudin Azwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998) h.

D. Teknik Analisis Data

  Metode Analisis isi dalam penelitian ini adalah deskriftif analitik, yaitu suatu usaha untuk mengumpulkan dan menyusun data, kemudian diusahakan pula 4 analisis dan interpretasi atau penafsiran terhadap data Oleh – data tersebut.karena itu lebih tepat jika di analisis menurut dan sesuai dengan isinya saja yang 5 disebut content analisis atau biasa disebut dengan analisis tersebut. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian perpustakan ( library research), dimaksud untuk mendapatkan informasi secara 8 lengkap dan menentukan tindakan yang akan diambil dalam kegiatan ilmiah.

8 P Joko Subagyo, Metodologi Penelitian Teori dan Praktek, (Jakarta: Rhineka Cipta, 1991) h. 109

Penyusunan data ini dengan cara menyusun dan menempatkan data pada setiap pembahasan secara sistematis sehingga memudahkan penyelesaianmasalah.

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN KONSEP PENDIDIKAN MURTHADHA MUTHAHHARI A. Biografi Murtadha Muthahhari Ayatullah Murtadha muthahhari, salah seorang arsitek utama kesadaran

  Awal Muthahhari bersentuhan dengan dunia pendidikan dari ayahnya, ia belajar pengetahuan agama di bawah asuhan ayahnya di sebuah madrasahtradisional di Fariman yang mengajarkan membaca dan mempelajari surat- surat pendek dari al-qur’an dan sastra Arab. Ketika berada di Qum, Muthahhari mulai melihat arah kecenderungan intelektualnya yang mulai terbangun dengan hadirnya sejumlah guru-guruyang ia kagumi seperti Ayatullah Ruhullah Khomeini, pada waktu itu sebagai3 seorang pengajar muda yang sangat menonjol karena kedalaman dan keluasan4 Murtadha Muthahhari, Pengantar Pemikiran Shadra, h.

8 Murtadha Muthahhari, Perspektif al-

  Qur’an tentang Manusia dan Agama, Terj: Haidar Bagir(Bandung: Mizan, 1995), cet 8, h. 89 Manusia Sempurna Perspektif Murtadha Muthahhari, (Penelitian Dosen Fakultas Syamsuri, Ushuluddin dan Filsafat, UIN, 2001), h.

B. Latar Belakang Murtadha Muthahhari

  Karakteristik yang menonjol pada diri Muthahhari adalah kedalaman pemahamannya tentang Islam, keluasan pengetahuannya tentang filsafat danilmu pengetahuan modern, dan pengetahuannya terhadap keyakinan dan 11 ideology yang tangguh. Karena itu dia berbeda dengan banyak ulama yang menjadikan fiqh segala-galanya dari kurikulum, atau dengan kaum modernis yang memandangfilsafat sebagai cermin pengacauan helenis ke dalam dunia Islam, serta dengan mereka yang semangat revolusinya membuat tidak sabar terhadap pemikiran 13 filosofis.

C. Karya-karya Murthadha Muthahhari

Karya-karya Muthahhari baik hasil ceramah maupun tulisan sangat banyak, mencapai lebih dari 200 karya dalam berbagai bidang, seperti filsafat,

16 Murtadha Muthahhari, Bimbingan Untuk Generasi Muda, h. 27

  Pada bab pertamadibahas pandangan mengenai jabr dan ikhtiar yang pada beberapa aliran kalam, yang intinya, bagaimana pandangan manusia secara umum tentangkejadian-kejadian yang ada di ala mini, baik secara rasional dan juga secara spiritual, hingga menimbulkan pandangan dan prinsip yang bermacam-macam. Man and Univers, buku ini merupakan akumulasi poin-poin penting tentang manusia dan alam semesta, pembahasannya mengenai berbagai problematika tentang manusia dan binatang, ilmu pengetahuan dan agama,mazhab pemikiran dan sumber-sumber pemikiran, kearifan, keadilan serta 20 argumentasinya yang ilmiah, filosofis, logis serta merujuk kepada al- qur’an.

D. Implementasi Konsep Manusia dalam Pendidikan Islam

  Dikatakan oleh Fuad Hasan sebagaimana dikutip oleh Suharsono, Bahwa:“Tujuan pendidikan bukanlah sekedar membuat seseorang mampu dan mahir dalam ilmu pengetahuan dan teknologi atau terampil dan tangkas dalam suatukejuruan dan keahlian. Lebih dari sekedar penguasaan ilmu (science) yang bias menunjang prestasi manusia, pendidikan seharusnyapun meliputi usahademi terbentuknya fungsi nurani (conscience) sebagai pengatur akhlak dan 22 adab ”.

21 Kejahatan dan Keadilan Tuhan Dalam Perspektif Teologi Murtadha

  Essensi kepribadian manusia, yang tersimpul dalam aspek-aspek: individualitas sosialitas dan moralitas hanya mungkin menjadi realita (tingkahlaku, sikap) melalui pendidikan yang diarahkan diri sendiri (self-respect, self- realince, self-confidence) rasa tanggung jawab, dan sebagainya juga akan 25 tumbuh dalam kepribadian manusia melalui proses pendidikan. Jika pendidikan itu tidak lain dari yang telah diterangkan maka setiap pendidik atau yang ingin mendidik haruslah menentukan falsafah dan tujuan,membuat rencana yang menyusun kurikulum cara pelaksanaan dan alat-alat yang digunakan haruslah demikian, malah setiap yang terlibat dalam usaha inimestilah mengetahui walaupun sekedar yang perlu tentang perwatakan insan.

1. Konsep Manusia dan Hubungannya dengan Tujuan Pendidikan

  Pendekatan tujuan ini memiliki makna, bahwa upaya pendidikan Islam adalah pembinaan pribadi muslim sejati yang mengabdi dan merealisasikan “kehendak” Tuhan sesuai dengan syari’at Islam, serta mengisi 30 tugas kehidupan akhirat sebagai tujuan utama pendidikannya. Menurut Redja Mudyahardjo sebagaimana dikutip oleh Dauz Biotekno“Tujuan pendidikan merupakan perpaduan tujuan-tujuan pendidikan yang bersifat pengembangan kemampuan-kemampuan pribadi secara optimaldengan tujuan-tujan sosial yang bersifat manusia seutuhnya yang dapat memainkan perannya sebagai warga dalam berbagai lingkungan persekutuan 31 hidup dan kelompok sosial ”.

2. Konsep Manusia dan Hubungannya dengan Kurikulum

  Sejalan dengan konsep manusia, maka muatan kurikulum yang harus diberikan kepada peserta didik adalah mata pelajaran yang terkait denganpengembangan intelektual dan keterampilan, materi yang terkait dengan pengembangan spiritual, materi yang terkait dengan pengembanganemosional, materi yang terkait dengan pengembangan kecerdasan sosialnya, serta materi yang terkait dengan pembinaan fisiknya. Selanjutnya yang berkenaan dengan materi yang terakit dengan pengembangan spiritualmaka diberikan pelajaran agama, khususnya yang berikatan dengan keimanan, ibadah dan tasauf.

38 Ibid

  Sementara itu, keberadaan manusia sebagai resultan dari dua komponen (materi dan imateri) menghendaki pula program pendidikan yang sepenuhnya mengacu padakonsep equilibrium, yaitu integrasi yang utuh antara pendidikan aqliyah dan 41 qalbiyah. Dalam hal iniharus difahami pula bahwa pendekatan keilmuan dan filosofis hanya merupakan media untuk menalar pesan-pesan tuhan yang absolute, baikmelalui ayat-ayat-Nya yang bersifat tekstual (Qur’aniyah), maupun ayat-ayat- Nya yang bersifat kontekstual (Kauniyah) yang telah dijabarkan-Nya melalui sunatullah.

41 Al-Rasyidin dan Samsul Nizar, Pendekatan Historis, Teoritis dan Praktis, Filsafat

  Hal ini sesuai dengan pendapat berikut:pendidikan sebagai kekuatan berati mempunyai wewenang dan cukup kuat bagi kita, bagi rakyat banyak (khalayak) untuk menentukan satu dunia yangmacam apa yang kita inginkan dan bagaimana mencapai dunia semacam itu.dan tidak ada satu fungsi dan jabatan di dalam masyarakat tanpa melaluiproses pendidikan baik didalam maupun di luar lembaga formal. Apabila dalam kehidupan manusia tidak dibarengi dengan pendidikan otomatis kehidupan manusia itu tidak akan terarah dengan baik, tetapisebaliknya apabila kehidupan manusia dibarengi dengan pendidikan maka kehidupannya pun akan terarah dan menjadi lebih baik.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan berdasarkan fakta, maka

untuk menjawab rumusan masalah yang ada penulis menyajikan kesimpulan berupa :

1. Konsep manusia menurut Murthadha Muthahhari bahwa Manusia adalah

  makhluk yang unik, rasional, bertanggung jawab, dan memiliki kecerdasan yang tidak bisa disamakan oleh binatang karena manusia mampu menyadaribahwa tanggunng jawab terhadap tindakan-tindakan yang dilakukannya dan melihat kemampuan manusia lebih tinggi dari pada binatang. Dan manusia dilahirkan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Allah memberikan manusia pengelihatan, pendengaran, akal dan hati yangdigunakan untuk membekali kehidupannya menjadi manusia yang baik dan bersyukur.

2. Hubungan antara konsep manusia dengan tujuan pendidikan adalah hubungan

  Hal ini berarti bahwa sistem pendidikan Islam harusdibangun di atas konsep kesatuan (integrasi) antara pendidikan Qalbiyah dan Aqliyah dengan cara memberikan pelajaran agama Islam seperti pelajaran al- Qur’an Hadits dan akhlak disekolah sehingga mampu menghasilkan manusia muslim yang pintar secara intelektual dan terpuji secara moral. Dalam koteks ini, maka pendidikan Islam harus merupakan upaya yang ditujukan kea rahpengembangan potensi yang dimiliki manusia secara maksimal sehingga dapat diwujudkan dalambentuk konkrit, dalam arti berkemampuanmenciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi diri, masyarakat dan lingkungannya sebagai realisasi fungsi dan tujuan penciptaannya, baik sebagai khlifah maupun ‘abd.

KEMENTERIAN AGAMA

UIN JAKARTA FORM (FR)

  Terbit : 1 Maret 2010 No. Revisi: : 02 Jl.

SURAT BIMBINGAN SKRIPSI

  Dengan ini diharapkan kesediaan Saudara untuk menjadi pembimbing I/II (materi/teknis) penulisan skripsi mahasiswa:Nama : Siska Wulandari NIM : 109011000256Jurusan : Pendidikan Agama Islam Semester : IX (Sembilan) Judul Skripsi : Konsep Manusia dan Implementasinya dalam PerumusanTujuan Pendidikan Islam Menurut Murthadha Muthahhari Judul tersebut telah disetujui oleh Jurusan yang bersangkutan pada tanggal ...................... Bimbingan skripsi ini diharapkan selesai dalam waktu 6 (enam) bulan, dan dapat diperpanjang selama 6 (enam) bulan berikutnya tanpa surat perpanjangan.

1. Dekan FITK

Dokumen baru

Download (91 Halaman)
Gratis