Evaluasi Pelaksanaan Program Penguatan Kelompok Anak Jalanan Oleh Yayasan Kelompok Kajian Sosial Perkotaan (KKSP) Medan

Gratis

17
84
119
2 years ago
Preview
Full text

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENGUATAN KELOMPOK ANAK JALANAN OLEH YAYASAN KELOMPOK KAJIAN SOSIAL PERKOTAAN (KKSP) MEDAN SKRIPSI

  Dari hasil analisa yang dilakukan dapat diketahui bahwa program penguatan kelompok anak jalanan oleh Yayasan KKSP Medan sudah baik dalammemberdayakan anak jalanan. Anak – anak jalananmenjadi memiliki wawasan dan keterampilan yang lebih dari sebelumnya dan anak jalanan dapat diterima baik oleh lingkungan sosial mereka yang selama ini dipandangsebelah mata, sampai dengan mereka mempunyai posisi tawar dengan melakukan pementasan diberbagai kegiatan.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, serta tidaklupa shalawat dan salam kepada Rasullah Muhammad SAW yang mana telah memberikan sinar kehidupan melalui Al-Quran dan Sunnah-Nya sebagai pedomanhidup bagi penulis. Seluruh staf edukatif dan administrative, khususnya Departemen IlmuKesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas SumateraUtara atas segala ilmu pengetahuan dan wawasan serta jasa – jasanya yang telah diberikan kepada penulis selama masa perkuliahan.

DAFTAR ISI

  6 I.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ……………………………………………. 12 II.1.3 Dimensi dan Tahapan Evaluasi Program ………………………….

BAB II I METODE PENELITIAN III.1 Tipe Penelitian …………………………………………………………

  Dari hasil analisa yang dilakukan dapat diketahui bahwa program penguatan kelompok anak jalanan oleh Yayasan KKSP Medan sudah baik dalammemberdayakan anak jalanan. Anak – anak jalananmenjadi memiliki wawasan dan keterampilan yang lebih dari sebelumnya dan anak jalanan dapat diterima baik oleh lingkungan sosial mereka yang selama ini dipandangsebelah mata, sampai dengan mereka mempunyai posisi tawar dengan melakukan pementasan diberbagai kegiatan.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Kemiskinan kerap kali menjadi persoalan yang tidak kunjung selesai, mulai

  Berangkat dari kondisi yang telah dipaparkan dan latar belakang permasalahan diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian berkenaan denganevaluasi pelaksanaan program penguatan kelompok yang diberikan oleh YayasanKelompok Kajian Sosial Perkotaan (KKSP) Medan terhadap anak jalanan serta melihat sejauh mana keberhasilan pelaksanaan program tersebut dalam upayapemberdayaan anak jalanan di kota Medan. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis dapat merumuskan suatu permasalahan yaitu sebagaiberikut : “Bagaimana pelaksanaan program penguatan kelompok anak jalanan yang diberikan oleh yayasan Kelompok Kajian Sosial Perkotaan (KKSP) Medan?” I.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian I.3.1 Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah : 1.

BAB I : PENDAHULUAN

  BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisikan tentang uraian dan teori-teori yang berkaitan dengan masalah dan objek yang akan diteliti, kerangka pemikiran, definisi konsep dan definisi operasional. BAB IV : DESKRIIPSI LOKASI PENELITIAN Bab ini berisikan tentang uraian sejarah geografis dan gambaran umum lokasi penelitian yang berhubungan dengan masalah objek yang diteliti.

II. 1.1 Pengertian Evaluasi Program

  Ketika hasil kebijakan pada kenyataan mempunyai nilai, hal ini karena hasil tersebut member sumbangan pada tujuan atau sasaran, dalam hal inidikatakan bahwa kebijakan atau program telah mencapai tingkat kinerja yang Menurut Bryant dan White dalam Kuncoro (1997), evaluasi adalah upaya untuk mendokumentasikan dan melakukan penilaian tentang apa yang terjadi. With and without comparisons, metode ini mengkaji suatu objek penelitian dengan menggunakan pembandingan kondisi antara yang tidak mendapat danyang mendapat kebijakan atau program, yang telah di modifikasi dengan memasukan perbandingan kriteria-kriteria yang relevan di tempat kejadianperistiwa (TKP) dengan program terhadap suatu TKP tanpa program.

II. 1.2 Pengertian Program

  Apabila “program” dikaitkan langsung dengan evaluasi program maka program didefinisikan sebagai unitatau kesatuan kegiatan yang merupakan realisasi atau implementasi dari kebijakan, berlangsung dalam proses yang berkesinambungan dan terjadi dalam suatu organisasiyang melibatkan sekelompok orang. Sebuah program bukan hanya kegiatan tunggal yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat, tetapi merupakan kegiatan yang berkesinambungan karenamelaksanakan suatu kebijakan.

II. 1.3 Dimensi dan Tahapan Evaluasi Program

  ProdukMenurut Beni Setiawan (1999:20) Direktorat Pemantauan dan Evaluasi Bapenas, tujuan evaluasi program adalah agar dapt diketahui dengan pasti apakah pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan programdapat dinilai dan dipelajari untuk perbaikan pelaksanaan program dimasa yang akan datang. Cara yang keduadilaksanakan melalui pengumpulan data dan informasi yang bersifat mendalam terhadap hasil, manfaat dan dampak dari program yang telah selesai dilaksanakan.

II. 1.4 Tujuan Evaluasi Program

  Memberi masukan untuk kegiatan motivasi dan pembinaan (pengawasan, supervise dan monitoring) bagi penyelenggara, pengelola, dan pelaksanaprogram; f. Informasi tentang unsur-unsur setiap program dan gabungan antar unsur program yang paling efektif berdasarkan pembiayaan yang diberikan sehinggaefisiensi pelaksanaan program dapat tercapai.

II. 2 Pengertian Kelompok

  Jhonson dan Johnson menyebutkan kelompok adalah dua individu atau lebih berinteraksi tatap muka (face to face interaction) yang masing-masing menyadarikeanggotaannya dalam kelompok dan saling ketergantungan secara positif dalam mencapai tujuan bersama. Ciri-ciri group ini berfungsi pada taraf tidak sadar dan didasarkan pada kecemasan- kecemasan dan motivasi-motivasi dasar yang ada pada manusia.

II. 2.1 Klasifikasi Kelompok

  Kelompok Formal Ditandai dengan peraturan atau anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dan pembagian tugas yang jelas. Kelompok Tertutup Adalah suatu kelompok yang kecil kemungkinannya untuk menerima perubahan dan pembaharuan atau memiliki kecenderungan untuk tetapmenjaga kestabilan yang telah ada.

II. 2.2 Fungsi Kelompok

  PERAN: Diferensiasi fungsi di dalam kelompokPeran merupakan suatu set prilaku yang diharapkan dilakukan oleh individu yang memiliki posisi spesifik dalam suatu kelompok (Robert A Baron & Donn Byrne, 2005 : 177). Kohesivitas meliputi depersonalized attraction yang berarti kesukaan pada anggota lain dalam kelompok yang muncul dari faktabahwa mereka adalah anggota dari kelompok tersebut dan mereka menunjukan atau merepresentasikan karakteristik-karakteristik kuncikelompok yang cukup berbeda dari trait mereka sebagai individu (Hogg & Haines, 1966).

II. 2.3 KOORDINASI DALAM KELOMPOK

  Penalaran umum menunjukan bahwa jika individu dapat mendiskusikan situasi denganorang lain, mereka mungkin akan segera menyimpulkan bahwa pilihan yang terbaik untuk setiap orang adalah bekerja sama, karena hal ini akan bermanfaatbagi semua yang terlibat. Secara spesifik, dampak yang menguntungkan dapat dan memang terjadi jika anggota kelompok membuat komitmen pribadi untuk bekerja sama satu sama laindan jika komitmen ini didukung oleh norma pribadi yang kuat untuk menghargainya (Robert A Baron & Donn Byrne, 2005 : 192).

II. 3 Pengertian Anak

  Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh,berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Selain hak anak yang harus dipenuhii oleh orang tua, keluarga dan negara, anak juga memiliki kebutuhan-kebutuhan dasar yang menuntut untuk dipenuhisehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat dan wajar.

II. 4 Pengertian Anak Jalanan

  Sementara, definisi yang dirumuskan dalam Lokakarya Kemiskinan dan AnakJalanan, yang diselanggarakan Departemen Sosial pada tanggal 25 dan 26 Oktober1995, anak jalanan adalah anak yang menghabiskan sebagian waktunya untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalanan dan tempat-tempat umum lainnya. Children On the Street (Anak jalanan yang bekerja di jalanan), yakni anak- anak yang mempunyai kegiatan ekonomi – sebagai pekerja anak di jalan,namun masih mempunyai hubungan yang kuat dengan orang tua mereka.

II. 5 Faktor – faktor yang Menyebabkan Munculnya Anak Jalanan

  Sebab-sebab yang biasa didentifikasikan dari anak adalahlari dari rumah (sebagai contoh anak yang selalu hidup dengan orantua yang terbiasa dengan menggunakan kekerasan (sering menampar, memukul,menganiaya karena kesalahan kecil) jika sudah melampaui batas toleransi 2. Sebab-sebab yang dapat diidentifikasikan adalah pada komunitas masyarakat miskin, anak-anak adalah asset untuk membantu meningkatkan ekonomikeluarga, oleh karena itu anak – anak diajarkan untuk bekerja pada masyarakat lain pergi ke kota untuk bekerja adalah sudah menjadi kebiasaanmasyarakat dewasa dan anak-anak (berurbanisasi).

II. 6 Kerangka Pemikiran

  Anak Jalanan adalah anak yang menghabiskan sebagian waktunya untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalanan dan tempat-tempat umum lainnya,berumur dibawah 18 tahun dan berada di jalan lebih dari 6 jam sehari, 6 hari seminggu. Yayasan KKSP – Pusat Pendidikan dan Informasi Hak Anak Medan merupakan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang konsen padaperlindungan anak, dan membantu mewujudkan mimpi-mimpi anak jalanan serta mencoba menggambarkan mengenai proses-proses hubungan social, danpersoalan yang dihadapi kelompok anak jalanan ini, dan juga bagaimana pandangan terhadap keberadaan mereka.

II. 7.2 Definisi Operasional

  Definisi operasional merupakan seperangkat petunjuk atau kriteria atau operasi yang lengkap tentang apa yang harus diamati dan bagaimana mengamatinyadengan memiliki rujukan-rujukan empiris. Pengukuran evaluasi program penguatan kelompok yang diberikan YayasanKelompok Kajian Sosial Perkotaan (KKSP) terhadap anak jalanan adalah dengan cara melakukan pengamatan langsung untuk melihat sejauh mana keefektivan programpenguatann kelompok terhadap anak jalanan.

BAB II I METODE PENELITIAN III.1 Tipe Penelitian Penelitian ini adalah penelitian evaluasi yakni mencari jawaban tentang

  Alasan peneliti memilih lokasi tersebut adalah karena Yayasan KKSP merupakan lembaga yang masih konsenterhadap perlindungan anak pada umumnya, dan anak jalanan pada khususnya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhanak jalanan yang mendapat program penguatan kelompok dari Yayasan KKSP Medan yang berjumlah 20 anak jalanan.

III. 3.2 Sampel

III. 4 Teknik Pengumpulan Data

  Dari keterangan tersebut, karena populasi tidak lebih dari 100 makasampel dalam penelitian ini adalah merupakan seluruh populasi yang ada, yaitu berjumlah 20 anak jalanan. Teknik pengumpulan data sekunderDengan cara studi pustaka yaitu dengan mengumpulkan informasi yang menyangkut masalah yang diteliti dengan mempelajari dan menelaah buku,majalah, surat kabar, blog ataupun tulisan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

III. 5 Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, ditujukan untuk mendapatkan informasi tentang berbagai kondisi lapanganyang bersifat tanggapan dan pandangan terhadap pelaksanaan program dengan pendekatan Before and after comparisons, yakni membandingkan antara kondisisebelum dan kondisi sesudahnya program penguatan kelompok anak jalanan diimplementasikan.

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN A. Latar Belakang Berdirinya Lembaga (Sejarah Berdirinya Lembaga) Yang melatarbelakangi berdirinya Yayasan KKSP (Pusat Pendidikan dan Informasi Hak Anak), yakni ingin memberikan beberapa hal kepada masyarakat

  Memberdayakan kelompok (masyarakat, pemerintah dan swasta) yang berkaitan secara alami dan startegis dengan anak-anak untuk mengembangkankemandirian, pandangan, pendapat dan partisipasi masyarakat yang lebih luas untuk menegakkan hak anak. Visi dan Misi Serta Nilai-nilai yang Ada di Lembaga Visi Yayasan KKSP Mampu mengambil bagian dalam mewujudkan anak-anak yang sehat, terampil, kreatif dan mandiri dalam mempersiapkan diri menuju kedewasaannyaserta memacu peningkatan partisipasi masyarakat dalam memberikan perlindungan, pendidikan dan pelayanan kesehatan pada anak-anak.

D. Program - Program Lembaga (Temasuk Sasaran Program Lembaga Tersebut

I. Divisi Pendidikan

  Model pendidikan ini dikembangkan untukmenjawabi model pendidikan yang ada sekarang, tetapi ini dianggap jauh dari kebutuhan anak sesungguhnya. Pendidikan alternatif dikembangkan oleh Yayasan KKSP sejak tahun1988, diawali dengan mengembangkan pendidikan non-formal untuk Taman kanak-kanak.

a. Pendidikan Alternatif di Taman Kebajikan

  Pendidikan Alternatif di Taman Kebajikan adalah model pendidikan sekolah untuk anak-anak miskin (anak-anak dari kawasan kumuh, anak putussekolah, buruh anak dan anak jalanan). Menindak lanjuti model pendidikan alternative yang dikembangkan dari Taman Kebajikan, saat ini KKSP sedang melakukan pemberdayaankelompok (masyarakat, pemerintah dan swasta) yang berkaitan secara alami dan strategis dengan anak-anak untuk mengembangkan kemandirian,pandangan, pendapat dan partisipasi masyarakat yang lebih luas dengan 2.

2. Pendidikan Alternatif untuk Anak jalanan

  Pendidikan alternatif yang diberikan pada anak jalanan adalah pendidikan luar sekolah (pendidikan alternatif di Taman Kebajikan), dimana anak-anak dapatmengakses berbagai media pendidikan yang tersedia di Taman Kebajikan. Sekarang, KKSP sedang mengorganisir anak jalanan di Sumatra Utara dan membentuk Organisasi anak-anak se Sumatra Utara yang terdiri dari anak jalanan, 1.

3. Pendidikan Pencegahan Perdagangan Anak

  Banyak anak yang menjadi korban adalah yangberasal dari keluarga yang memiliki tingkat ekonomi dan jenjang pendidikan yang rendah. Melakukan training of trainer untuk pendidikan komunitas anti child trafiking level satu, pendidikan ini dilakukan secara general dan ini dilakukan padaanak dan orang dewasa untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan tentang perdagangan anak.

II. Divisi Informasi dan Advokasi

  Divisi informasi dan advokasi mengembangkan satu program informasi dan advokasi untuk mendistribusikan informasi tentang kondisi anak-anak yangmemerlukan perlindungan khusus di Indonesia khususnya di Sumatra Utara dan Saat ini Yayasan KKSP lebih concern pada pengembangan advokasi non- litigasi. Program Children Center Program ini di bentuk untuk membuat satu pusat kegiatan yang ada di KKSP yang ruang lingkup penjangkauannya adalah masyarakat luas.

VI. Dampingan KKSP

1. TAMAN BACA MEKKAR

  Namun sejauh ini Taman Baca yang ada di DesaDalu X-B, yang diberi nama Taman Baca “MEKKAR (MeningkatkanKreativitas dan Karya Anak Rakyat)”, yang memiliki bangunan permanen Sebagai media pendidikan, anak-anak dapat belajar melalui kelompok- kelompok belajar yang mereka bangun sesuai dengan kebutuhan mereka. Alat-alat musik yang digunakan adalah barang-barang bekas yang masih dapat dipergunakan, yang mereka sebut sebagai musik sampah.

3. TAMFARAN (Team Fasilitator Remaja Medan)

  Tamfaran merupakan kumpulan remajadari berbagai kumpulan remaja dari sekolah-sekolah baik di tingkatSMP,SMA,dan perguruan tinggi di kota Medan serta remaja-remaja yang berbeda yang pernah mengikuti pelatihan child trafficking yang peduliterhadap pendidikan dan hak anak untuk belajar menjadi fasilitator anak dan remaja dan mengadvokasikan hak-hak anak dan penyuluhan anti perdagangananak yang dididik oleh yayasan KKSP. Dan terus belajar dan belajar dan kami dibekali pengetahuan dan wawasan tentang hak-hak anak dan perdagangananak.

4. CHILDREN CENTER BAITUL IQRA PERMATA INDAH

  Di Nanggroe Aceh Darussalam, melalui program rekontruksi sosial pasca bencana dan konflik, KKSP membangun Taman Baca di 3 kecamatanyang dipusatkan di desa Kuala Tripa untuk kecamatan Darul MakmurKabupaten Nagan Raya, Desa Peunaga Pasi untuk Kecamatan Meuruebo,Kabupaten Aceh Barat, dan Desa Blang Berandang untuk Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Pembangunan gedung CC di Nagan Raya ini didasari kebutuhan anak- anak di Kabupaten Darul Makmur terutama di Desa Kuala Tripa, BabahLueng dan Drien Tujoh baik dari bidang pendidikan maupun kesehatan karena kurangnya lembaga pendidikan dan kesehatan memadai di daerah tersebut.

5. CHILDREN CENTER DARUL AMANAH

  CC ini berdiri atas dukungan masyarakat setempat yang nantinya tidak hanya digunakan untukanak-anak, masyarakat juga dapat menggunakan fasilitas yang terdapat didalamnya antara lain klinik, perpustakaan, Taman Pembacaan Al-Qur'an(TPQ), Taman Kanak-kanak (TK), tempat bermain, lapangan olah raga dan radio komunitas Suara Gampong. Kehadiran CC ini diharapkan dapat mendukung upaya mempromosikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di daerah AcehBarat dan Nagan Raya yang pernah terimbas konflik bersenjata dan bencana tsunami.

F. Pendanaan Lembaga

Selain pendanaan sendiri, dalam Mencapai misinya Yayasan KKSP sejak tahun 1987 melakukan berbagai program yang didukung berbagai lembaga danjuga individu-individu. Lembaga-lembaga tersebut adalah : Lembaga Program Anak JalananAGIR Ensemble pour les Droits de l'Homme, France : Eliminasi Buruh Anak JermalVivere Switzerland : Kampanye Konvensi Hak AnakAnti Slavery International : Eliminasi Buruh Anak JermalUNICEF : Eliminasi Buruh Anak JermalUnite Dossir : : TdH Germany dan TdH Netherland Anak JalananStichting KenderpostzegelsNetherland : Pendidikan Taman KebajikanKinderen in De Knel Netherland : Database Buletin MartusTdH Germany : Rekonstruksi Rumah di AcehTdH Germany : Bantuan Logistik untuk korban bencana di AcehTdH Germany dan TdH Netherland : Eliminasi Buruh Anak Jermal : : BNI Cabang MedanBank address : bninidjmdnBank name : : 005 785 2290Bank code : Yayasan KKSPBank account no Account name ILO/International Program forElimination Children Account Bank Yayasan KKSP Penelitian Buruh anak Jermal danKeluarganya ;Pendidikan rekrerasi untuk buruh anak jermal : ILO/IPEC Fishing Sector Pelatihan Konvensi Hak Anak danPartisipasi Anak : Child Worker In Asia Eliminasi dan PemberdayaanBuruh Anak Jermal :

G. Struktur Organisasi Lembaga Badan Pengurus Yayasan

  Ahmad Taufan Damanik, MAMaman Natawijaya, S. Surya Utama Direktur Eksekutif Muhammad Jailani, S.

BAB V ANALISA DATA

5.1 Karakteristik Responden

  Tidak tahu 6 30%Jumlah 20 100% Sumber, Kuesioner, 2011Pendidikan alternative untuk anak jalanan yang merupakan program penguatan kelompok yang diberikan oleh Yayasan KKSP bertujuan untukpengembangan karakter, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, namun tetap mempertimbangkan prinsip pluralisme, partisipasi dan semua orang adalah guru. Melalui hasil wawancara yang dilakukan oleh beberapa kawan – kawan jalanan yang telah mendapatkan program penguatan kelompok lebih dulu, begitu banyak hal yang Data yang disajikan selanjutnya adalah tentang distribusi jawaban responden mengenai fasilitas-fasilitas yang mendukung pelayanan dan pembinaan yangdiberikan Yayasan KKSP Medan.

5.3 Program Penguatan Kelompok Anak Jalanan Berdasarkan Dimensi Pendidikan

  Tidak paham 9 45% 0%Jumlah 20 100% 20 100% Sumber, Kuesioner, 2011Berdasarkan data pada tabel 5.18 di atas, dapat diketahui bahwa anak – anak jalanan lebih memahami materi hak anak dan perlindungan anak setelah mendapatkanprogram penguatan kelompok yaitu sebanyak 12 orang (60%) dibandingkan sebelum mendapatkan program penguatan kelompok yang memahami akan pengetahuantentang hak anak dan perlindungan anak hanya 5 orang (25%). Tidak bermanfaat 9 45% 0%Jumlah 20 100% 20 100% Sumber, Kuesioner, 2011Berdasarkan data pada tabel 5.19 yang telah disajikan di atas, dapat diketahui manfaat dari materi hak dan perlindungan anak mereka rasakan pada saat setelah “…untung aja aku teringat dengan materi yang pernah aku dapatkan tentang pencegahan trafficking kak, kalo aja aku telat ingat itusebentar aja, udah gak disini lagi aku kak”.

5.4 Program Penguatan Kelompok Anak Jalanan Berdasarkan Dimensi Keterampilan

  Ini dimaksudkan agar sampai saatnya nanti mereka memutuskan untuk Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis, keterampilan yang dominan yang ditekuni anak – anak jalanan adalah keterampilan bermusik. Namun tidak hanya bermusik yang mereka dapatkan, keterampilan lain seperti pelatihan komputer, kerajinan tangan, sampai jurnalistik yang dapat mereka tuangkanmelalui media Tualang, yakni majalah anak-anak, yang dikelola oleh anak-anak mulai dari pengumpulan berita, pencetakan sampai pada pendistribusian.

5.22 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Kebermanfaatan Dari Keterampilan yang Diperoleh

  Dan mulai mencari penghidupan baru dari keterampilan dan wawasan yang mereka Untuk anak jalanan lainnya mereka menyatakan dari proses berlatih musik yang terus menerus, sebagian dari mereka mulai bisa menciptakan lagu. Tidak pernah 12 60% 1 5%Jumlah 20 100% 20 100% Sumber, Kuesioner, 2011 Berdasarkan dari tabel 5.23 diatas jelas menyatakan bahwa anak – anak jalanan sering mengikuti pementasan karya seni setelah mereka mendapatkanprogram penguatan kelompok yakni sebanyak 10 orang (50%), dan yang menyatakan jarang sebanyak 9 orang (45%).

5.4 Program Penguatan Kelompok Anak Jalanan Berdasarkan Dimensi Sikap

  Tidak baik 4 20% 0%Jumlah 20 100% 20 100% Sumber, Kuesioner, 2011Berdasarkan pada tabel 5.24 yang disajikan di atas, dapat diketahui bahwa seluruh anak jalanan yang mendapatkan program penguatan kelompok memilikihubungan yang baik dengan warga sekitar tempat tinggal mereka. Mengatasi masalah yang ada, anak – anak jalanan yang tinggal di RumahMusik, berupaya melakukan pendekatan dengan tetap mengedepankan sopan – Dalam proses interaksi dengan lingkungan sekitar, mereka sering mengajak anak – anak tetangga bermain di Rumah Musik, dan diikutsertakan dalam latihanmusik.

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil analis yang telah diuraikan pada Bab V dan terselesainya penelitian yang dilaksanakan dan didasarkan kepada rumusan masalah dan kerangkapenelitian yang dilakukan kepada anak – anak jalanan yang mendapatkan program penguatan kelompok oleh Yayasan Kelompok Kajian Sosial Perkotaan (KKSP)Medan dapat dinyatakan sudah berjalan dengan baik. Dimana anak – anak jalanan dampingan Yayasan KKSP yang mengikuti program penguatan kelompok, merasa senang dan memiliki banyak manfaatdalam mengikuti semua kegiatan yang telah diberikan oleh Yayasan KKSPMedan terhadap anak jalanan.

6.2 Saran

  Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah diperoleh sebagai hasil penelitian sebagaimana yang telah dituliskan di atas, maka adapun saran – saran yang perludipertimbangkan untuk lebih mengoptimalkan hasil dari pemberdayaan anak jalanan di Yayasan KKSP Medan ini adalah sebagai berikut : 1. Diharapkan kepada Pihak Yayasan KKSP untuk dapat lebih memperhatikan keadaan anak jalanan dan meningkatkan kegiatan untuk anak – anak jalananmenjadi lebih kreatif yang dapat menyadarkan anak jalanan untuk tidak menjadikan jalanan sebagai lahan penghidupan mereka.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Efektivitas Program Pelayanan Sosial Anak Korban Bencana Oleh Yayasan Kelompok Kerja Sosial Perkotaan (KKSP) Di Desa Kutambelin Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo
1
77
156
Respon Anak Jalanan Terhadap Program Kesejahteraan Sosial Anak Oleh Yakmi Di Pinggiran Rel Kereta Api Gaperta Kecamatan Medan Helvetia.
0
60
83
Evaluasi Pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Bagi Anak Jalanan Di klinik taman sehat medan Tahun 2004
0
37
110
Efektivitas Pelaksanaan Program Pelayanan Sosial Terhadap Penyandang Tuna Daksa Oleh Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Medan.
17
78
89
Evaluasi Pelaksanaan Program Penguatan Kelompok Anak Jalanan Oleh Yayasan Kelompok Kajian Sosial Perkotaan (KKSP) Medan
17
84
119
Pelayanan Sosial Yayasan Agape Dalam Meningkatkan Keterampilan Anak Jalanan (Studi Deskriptif Program Pelayanan Yayasan Agape Medan).
3
60
129
Implementasi Program Pelayanan Sosial Berbasis Keluarga Bagi Anak Asuh Oleh Yayasan SOS Kinderdorf (Childrents Village) Medan
0
34
153
Evaluasi Anggota Kelompok Tani Terhadap Peran Pengurus Kelompok Tani dalam Pelaksanaan Musyawarah Kelompok Tani di Kabupaten Langkat
18
129
83
Pelayanan Sosial Anak Jalanan Di Yayasan Bina Insan Mandiri Depok
12
114
146
Implementasi Program Pembinaan Anak Jalanan Kota Medan di Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kota Medan
0
0
8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Bencana - Efektivitas Program Pelayanan Sosial Anak Korban Bencana Oleh Yayasan Kelompok Kerja Sosial Perkotaan (KKSP) Di Desa Kutambelin Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo
0
0
42
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang - Efektivitas Program Pelayanan Sosial Anak Korban Bencana Oleh Yayasan Kelompok Kerja Sosial Perkotaan (KKSP) Di Desa Kutambelin Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo
0
0
12
Respon Anak Jalanan Terhadap Program Kesejahteraan Sosial Anak Oleh Yakmi Di Pinggiran Rel Kereta Api Gaperta Kecamatan Medan Helvetia.
0
0
31
Respon Anak Jalanan Terhadap Program Kesejahteraan Sosial Anak Oleh Yakmi Di Pinggiran Rel Kereta Api Gaperta Kecamatan Medan Helvetia.
0
0
12
Efektivitas Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Penguatan Keluarga Oleh Yayasan Sos Children’s Village Medan Di Lingkungan Iii Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan
0
0
27
Show more