Peran Ganda Istri Yang Bekerja Sebagai Buruh/Karyawan Perkebunan Dalam Menunjang Perekonomian Keluarga (Studi Deskriptif Pada PT. Socfindo Indonesia, Kebun Mata Pao, Kabupaten Serdang Bedagai)

Gratis

19
154
141
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Para informan baik itu buruh/karyawan wanita yang melaksanakan ‘kerja bawah’ di perkebunan sawit Socfindo Mata Pao, Kabupaten Sergei beserta suami dananak – anaknya yang telah mau memberikan data dan informasi yang berkaitan dalam penelitian ini. Bagi keluarga golongan menengah ke bawah, alasan istri/ibu untuk ikutterjun bekerja ke dalam sektor publik dikarenakan penghasilan suaminya sebagai pencari nafkah utama di dalam keluarganya sangat tidak memadai dalam memenuhi tuntutankebutuhan hidup keluarganya sehari – hari, misalnya: masalah pangan, perumahan, kesehatan keluarga, biaya sekolah untuk anak – anaknya, dan lain sebagainya.

BAB I PENDAHULUAN

1.2. Latar Belakang Masalah

  Sesuai dengan paparan yang telah dijelaskan di atas, peneliti tertarik untuk mengangkat topik permasalahan yang berkaitan tentang peran istri yang bekerja di luar Wawancara awal yang dilakukan peneliti kepada para wanita yang telah berumah tangga yang bekerja sebagai buruh perkebunan di PT. Namun tidak hanya itu saja, ia juga menjalankan tugasnya setiap harinya di dalam rumahnya sebagai ’ratu rumah tangga’ yang berperan sebagai istri dan ibu rumahtangga (keluarganya) yang harus mengurus segala urusan pekerjaan rumah tangganya, baik itu melayani suami, mengasuh anak – anaknya, memasak makanan yang sehat danbergizi untuk suami dan anak – anaknya, merawat kebersihan rumah, dan lain sebagainya (peran domestik/reproduktif).

1.4. Manfaat Penelitian

  Manfaat Teoritis Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan referensi bagi perkembangan ilmu sosiologi, khususnya sosiologigender dan keluarga dan dapat diharapkan menjadi sebuah kajian ilmiah yang penting bagi masyarakat, akademisi, dan instansi terkait (baik pemerintah maupun swasta). Dan penelitian ini diharapkan dapat mempertajam kemampuan si peneliti dalam mengungkap gejala – sosial dan dalam menghadapiberbagai persoalan yang ada dan timbul di tengah – tengah masyarakat.

1.5. Defenisi Konsep

Agar dapat lebih memahami kajian dalam penelitian ini secara lebih terarah, maka perlu diadakan pembatasan konsep-konsep dengan cara mendefenisikan konsep-konsep inti berkenaan dengan variabel-variabel yang ada dalam penelitian ini secara operasional, sebagaimana yang dijabarkan secara singkat, terarah dan jelas berikut ini: Sebagaimana yang tertera pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001: 854), defenisi peran ganda adalah dua macam tindakan yang dilakukan seseorang dalamsuatu peristiwa.adalah Berkenaan dengan penelitian ini, yang dimaksud dengan peran ganda dalam penelitian ini adalah mengacu pada tindakan yang dilakukan olehperempuan yang telah berumahtangga dan sudah mempuyai anak yang melaksanakan dua (2) pekerjaan sekaligus, yaitu sebagai istri dan ibu dalam rumahtangganya/keluarganya (peran domestik) setiap harinya dan bekerja sebagai buruh/karyawan perkebunan PT. Socfindo Kebun Mata Pao, Kabupaten Sergei (peranpublik) dari hari Senin s/d hari Sabtu setiap minggunya agar dapat menunjang perekonomian dalam rumah tangganya, dimana pada perkebunan sawit itu, dirinya

1.5.2. Istri Yang Bekerja Istri adalah wanita yang telah diiikat melalui proses pernikahan yang sah

  Setelah lahir anak dari hasil pernikahan itu, maka statusnya bukan hanya menjadi istri, namun juga sebagai ibu bagi anak – anaknya (Yacub, 1996: 5). Istri/ibumemiliki peran gender dalam mendidik anak, merawat dan mengelola kebersihan dan keindahan rumah tangga yang terbentuk dalam suatu kontruksi kultural dalam suatumasyarakat tertentu (Fakih, 1996:11).

1.5.3. Buruh

  Menurut Ma’roof Pane dalam (Batam Post, 5 Oktober 2004), bahwasanya defenisi buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan cara menerima upah, dimanaupah yang diterimanya dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepadanya yang ditetapkan dan dibayarkan menurutsuatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang – undangan atas suatu pekerjaan yang telah atau akan dilakukannnya. Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan buruh adalah wanita yang telah menikah dan berumahtangga yang tidak hanya berperan sebagai istri dan ibu di dalamrumah tangganya/keluarganya, namun juga bekerja di sektor publik, yakni sebagai buruh/karyawan perkebunan di PT.

1.5.4. Perekonomian Keluarga

  Keluarga merupakan susunan rumah tangga sendiri,berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain yang menimbulkan peranan-peranan sosial bagi suami – istri, ayah dan ibu, putra dan putri, saudara laki-laki danperempuan, dan merupakan pemelihara kebudayaan bersama (Khairuddin, 1997: 7). Yang dimaksud dengan perekonomian keluarga dalam penelitian ini adalah segala urusan yang menyangkut urusan keuangan rumah tangga yangberkaitan/berkenaan dengan pemenuhan tuntutan kebutuhan hidup sehari – hari di dalam keluarga, seperti: kebutuhan pangan, perumahan, pemenuhan kesehatankeluarga, biaya pendidikan formal(sekolah) bagi anak – anaknya, dan lain sebagainya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Sebagaimana yang dikemukakan oleh Burgess dan Locke dalam (Khairuddin

  1997: 7) bahwasanya salah satu karakteristik yang terdapat pada semua keluarga dan juga yang dapat membedakan keluarga dari kelompok-kelompok sosial lainnya, yaitukeluarga merupakan kesatuan dari orang-orang yang berinteraksi dan berkomunikasi yang menciptakan peranan – peranan sosial bagi suami dan isteri, ayah dan ibu, putra danputri, saudara laki-laki dan saudara perempuan. Sebagaimana pada umumnya bahwasanya keluargamengarahkan laki – laki dan juga wanita untuk memperlihatkan kepada yang lain bahwa diri mereka sendiri mempunyai suatu tugas – tugas yang paling sukar sekali dan suatutanggung jawab yang berat.

1. Pendekatan Kultural

  Menurut Lewis (1966) dalam (Rais, 1995: 165), budaya kemiskinan adalah suatu cara yang dipakai oleh orang miskin untuk beradaptasi dan bereaksi terhadap posisimereka yang marginal dalam masyarakat yang memiliki kelas – kelas dan bersifat individualistik dan kapitalistik. Ciri – ciri pokok dariorang – orang yang hidup dalam budaya kemiskinan adalah kurangnya partisipasi yang Kehidupan mereka yang serba kekurangan, kondisi tempat tinggal yang sangat menyedihkan, kekurangan makanan dan pakaian telah mempengaruhi aspek psikologismereka.

2. Pendekatan Situasional

  Dalam tulisannya tersebut, Valentine (1968) dalam (Rais, 1995: 166) berpendapat bahwa untuk merubah keadaan orang – orang miskin ke arah yang lebih baikharus diadakan perubahan yang simultan dalam tiga (3) hal, yaitu: Pertama, penambahan ’resources’ (kesempatan kerja, pendidikan, dll) bagi orang miskin. Kedua, perubahan struktur sosial masyarakat, dan ketiga, perubahan – perubahan di dalam sub – kultur masyarakat orang miskin tersebut.

3. Pendekatan Interaksional

  ’Ketidakberdayaan’ keluarga miskin menurut Chambers(1983) dalam (Rais, 1995: 20) tercermin dalam kasus dimana elite desa dengan seenaknya memfungsikan diri sebagai jaring yang menjaring bantuan yang sebenarnyadiperuntukkan untuk orang miskin Ketidakberdayaan keluarga miskin juga dimanisfestasikan dalam hal seringnya keluarga miskin ditipu oleh orang yangmempunyai kekuasaan baik dalam bidang politik dan ekonomi, dan lemahnya keluarga to bargain. Contoh – contoh ’peran gender’ yang dapat ditukarkan antara pria dan wanita,(Kantor Menteri Negara Peranan Wanita, 1998 dan Tim Pusat Studi Wanita UniversitasUdayana, 2003) dalam (Sudarta, : 6), antara lain sebagai berikut:  Mengasuh anak, mencuci pakaian, dan lain – lain yang biasanya dilakukan oleh wanita (ibu) dapat digantikan oleh pria (ayah).

1. Pandangan Masyarakat

  Baik itu di dunia Timur maupun Barat, perempuan digariskan untuk menjadi istri dan ibu, sehingga menimbulkan stereotype (pelabelan negatif) yang dikenakan/diberikan kepada perempuan yang menganggap bahwa perempuan adalah makhluk yang emosional, pasif, lemah, dependen, dekoratif,tidak asertif, dan tidak kompeten, terkecuali untuk tugas rumah tangga. Nilai – nilai tradisional yang ada dalam masyarakat dapat menjadi tekanan sosial bagi perempuan ketika ia memutuskan bekerja di luar rumah (sektor publik),misalnya: perempuan Jawa dari kalangan bangsawan akan tetap mengingat masak, macak, manak (memasak, bersolek, dan melahirkan anak) sebagai tugas utamanya, dan melewati proses mawas diri dan konflik batin sebelum memutuskan menjadi wanita karier.

3. Beban Kerja Ganda (Double Bourden)

  Tetapi, sifat positif itu  Hasil penelitian Freudiger (1983) dalam (Rini, 28 Mei 2002) yang dimuat dalam”Journal of Marriage and The Family” tentang ukuran kebahagiaan hidup wanita yang sudah menikah , ditinjau dari tiga (3) kategori: wanita bekerja, wanita pernah bekerja dan wanita yang belum pernah bekerja, menunjukkan bahwa bagipara istri dan ibu bekerja, ’kebahagiaan perkawinan’ adalah tetap menjadi hal yang utama, dibandingkan dengan kepuasan kerja.  Studi lain masih menyangkut kebahagiaan kehidupan para ibu yang bekerja yang di sektor publik, yang dilakukan oleh Walters dan McKenry (1985) dalam (Rini, 28 Mei 2002) menunjukkan bahwa mereka (istri/ibu) cenderung merasa bahagia selama para istri/ibu yang bekerja tersebut dapat mengintegrasikan kehidupankeluarga dan kehidupan kerja secara harmonis.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam melekukan penelitian ini adalah

   Dari informan kunci itu, si peneliti mengharapkan dapat memperoleh informasi – informasi yang akurat untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini, yakni mengenai bagaimana cara mereka melaksanakan 2 (dua) pekerjaan sekaligus, yaitu sebagai istri dan ibu rumah tangga (sektor domestik) setiap harinya dan sebagai buruh/karyawan perkebunan sawit PT. Hal ini dilakukan oleh si peneliti, untukmengamati dan melihat bagaimana kehidupan sehari – hari dari rumah tangga/keluarga informan kunci, yakni istri/ibu yang tidak hanya menjalankantugasnya di sektor domestik (sebagai istri dan ibu rumah tangga), tapi juga ikut terjun ke dalam sektor publik, yakni sebagai buruh/karyawan di PT.

VI VII

  Socfindo kota Medan untuk dapat memberikan izin melakukan penelitian di PT. Socfindo Mata Pao, Kabupaten Sergei selama menjadi pegawaimaupun karyawan di perusahaan perkebunan sawit tersebut.

BAB IV DESKRIPSI DAN INTERPRETASI PENELITIAN

4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian

4.1.1. Sejarah Singkat PT. Socfindo Kebun Mata Pao, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei)

  Socfin Indonesia; dengan perbandingan saham yang dimiliki antara Pemerintah RI dan Perusahaan Belgia pada saat itu adalah40% : 60%, tapi sekarang saham perusahaan ini 90% telah dipegang oleh perusahaan Belgia sedangkan Pemerintah Indonesia hanya memiliki 10% dari perusahaan Socfin Indonesia (Socfindo). Socfindo, yakni mempertahankan keseimbangan dalam arti yang sehat dan berkembang di masa yang akan datang dengan mengelola danmengembangkan agroindustri serta usaha – usaha yang difokuskan pada basis utama(Coro Busines).

4.1.2. Letak dan Keadaan Wilayah

  Socfindo Kebun Mata Pao, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei) Salah satu indikator yang sangat penting dalam usaha perkebunan selain tanah adalah iklim, seperti: curah hujan dapat menggambarkan situasi cuaca Kebun Mata Pao,milik PT. Socfindo Kebun Mata Pao memiliki jenis atau tekstur tanah mineral dengan ketinggian tempat 20 meter di atas permukaan laut dengan kandungantekstur tanah liat berpasir dan pH tanah berkisar tanah 5 – 6 persen (%).

B. Letak Geografis PT. Socfindo Kebun Mata Pao, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei)

  Socfindo Kebun Mata Pao yang terletak di Kecamatan Teluk Mengkudu,Kabupaten Serdang Bedagai, Propinsi Sumatera Utara. Perkebunan Mata Pao hanya mengolah buah kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) untuk dikirim ke Tanah Gambus dan juga ekspor.

C. Luas Areal Perkebunan PT. Socfindo Kebun Mata Pao, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei)

  Divisi I (Division I) meliputi Pelintahan yang berbatasan dengan Kecamatan Sei Rempah dan Kabupaten Serdang Bedagai dengan luas areal 750,96 Ha. Divisi II (Division II) meliputi Mata Pao yang berbatasan dengan Kecamatan Teluk Mengkudu dan Kabupaten Serdang Bedagai dengan luas areal 816,22 Ha.

4.1.3. Administrasi Dan Manajemen Perusahaan

A. Struktur Organisasi PT. Socfindo Kebun Mata Pao, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei)

  Socfindo Kebun Mata Pao Sumber : Lampiran TN/KS/Bi/83//2006, PT. I Krani – I PabrikMandor – I Pabrik Mandor – I PabrikKrani Buku Gaji Krani Kantor Mandor MandorMandor Mandor Karyawan Lapangan MandorB.

II TEKNIKER -III

B. Jumlah Tenaga Kerja PT. Socfindo Kebun Mata Pao, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei)

  Sedangkan,posisi karyawan melaksanakan kerjanya di pabrik maupun di lapangan (perkebunan sawit), seperti: karyawan pabrik yang diberi tugas untuk mengolah biji sawit menjadiminyak sawit di pabrik Socfindo Mata Pao (kerja produksi) yang bersebelahan dengan kantor PT. Socfindo Kebun Mata Pao dan juga karyawan/buruh perkebunan yang diberitugas untuk melakukan pemupukan, penyemprotan pestisida, dan sebagainya (kerja bawah) di perkebunan sawit PT.

4.1.4. Sarana dan Prasarana

  Poliklinik Disini pihak perkebunan menyediakan fasilitas kesehatan, yakni berupaPoliklinik yang berada di dalam perkebunan untuk dapat membantu dan memberikan upaya pertolongan kesehatan bagi seluruh Pekerja (pegawai dan karyawan/buruh). Socfindo Mata Pao menyediakan berbagai fasilitas olahraga, yang diantaranya seperti: Lapangan Sepakbola, Badminton dan Tennis yangdiperuntukkan bagi seluruh pegawai dan karyawan/buruh guna untuk pengembangan bakat di lingkungan perkebunan.

5. Pendidikan

  PT. Socfindo Mata Pao juga memberikan dan menyumbangkan sebagian areal tanah perkebunan untuk pembangunan sarana pendidikan, berupa gedung SekolahDasar (SD) Inpres, seperti: Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kecamatan Teluk Mengkudu dan Madrasah.

4.2. Profil Informan dan Temuan Data

  Tetapi,sekarang hanya Ibu Rika dan suami beserta anaknya laki – laki ditambah lagi orangtua laki – laki (bapak) dari Ibu Rika yang sudah tua yang tinggal di rumah dinas suaminya itudikarenakan anaknya perempuan yang paling besar sudah bekerja sebagai perawat di salah satu instansi rumah sakit di kota aceh dan sudah menetap di kota itu dikarenakantuntutan pekerjaannya tersebut. Pekerjaan yang setiap harinya dikerjakannya di perkebunan sawit itu adalah melakukan penyemprotan pestisida (pembasmi hama) pada pohon – pohon sawit yang terdapatdalam perkebunan itu ‘kerja bawah’ yang sangat memerlukan fisik, tenaga dan otot yang kuat untuk dapat melakukan pekerjaannya di perkebunan sawit itu.

4.2.2. Informan Biasa

1. Suami Informan Kunci

  SyukurAlhamdulliah, sekarang anak saya perempuan saya yang paling besar sudah bekerja jadi seorang perawat di salah satu rumah sakit yang ada di Aceh dananak saya laki – laki (nomor dua) juga sudah tamat dari STM (Sekolah Teknik Menengah), tetapi sayang dia masih ‘nganggur di rumah’ karena belummendapatkan pekerjaan yang cocok untuknya”. Dulu, saya sempat merasa tidak percaya dan yakin kalau istri saya bisa sanggup melakukan pekerjaannnya di perkebunan Socfindo MataPao ini, karena pekerjaan ini termasuk pekerjaan yang cukup sangat berat dilakukan oleh perempuan, seperti misalnya: setiap harinya harus mengangakatcairan pestisida yang ada di dalam drum ±10 – 15 liter dalam seharinya.

29 Juni 2008)

  Tetapi, ternyata saya salah, karena hingga sampai dengan saat ini, dia tidak pernah mengeluh sama saya atas pekerjaan yangdilakukannya di perkebunan sawit itu dan tidak pernah melupakan tanggungjawabnya sebagai istri dan ibu rumah tangga di dalam rumah ini,meskipun dia bekerja di perkebunan sawit itu”. Socfindo Mata Pao, Kabupaten dikarenakan perekonomian rumah tangganya (keluarganya) menjadi lebih baik dananak – anaknya bisa bersekolah, dan juga tidak melupakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai istri dan ibu rumah tangga (sektor domestik) di dalam keluarganya setiap harinyahingga sampai dengan saat ini.

2. Anak Dari Informan Kunci

  ♦ Anak Laki – Laki Ibu Rika dan Pak Hadi Fahmi (bukan nama sebenarnya) adalah nama anak kedua dan merupakan anak yang paling kecil dari Ibu Rika dan Pak Hadi.. Ia sekarang berumur sekitar 13 tahun dan masih duduk di kelas II SMP(Sekolah Menengah Pertama) di salah satu Sekolah Negeri yang juga masih berada di daerah Mata Pao, Kabupaten Sergei.

3. Mandor Perkebunan Divisi II PT. Socfindo Mata Pao, Kabupaten Sergei (Ibu Dewi)

  Kerja Bawah, bermacam – macam jenis kerjanya, misalnya: BTP (BatangPenggangu) yang tugasnya membongkar tumbuhan batang penggangu yang ada di pohon sawit, penyemprotan pestisida untuk mematikan hama rumput di pohonsawit, dan juga pemupukan. Selama saya menjadi mandor di perkebunan ini keterlambatan masuk kerja baik itu buruh laki – laki maupun wanita yang telah berumahtangga denganalasan masalah keluarga, misalnya: anak sakit, terlambat bangun pagi, ngantar anak ke sekolah, dsb; hal – hal tersebut tidak pernah ada dan hal – hal sepertiitu (masalah keluarga) tidak boleh menjadi alasan yang menyebabkan buruh/karyawan membuat hasil kerjanya/kinerjanya di perkebunan ini menjadiberkurang.

4.3. Interpretasi Data Penelitian

4.3.1. Peran Ganda Wanita Yang Telah Berumahtangga (Berkeluarga)

  Namun bagikeluarga golongan menengah ke bawah, istri yang ikut terjun bekerja di sektor publik dikarenakan untuk membantu keuangan suaminya yang sangat tidak memadai untuk Didalam penelitian ini dapat dilihat bahwa selain menjadi istri, ibu dan pengelola rumah tangga didalam keluarganya setiap harinya (peran domestik/peranreproduktif), dirinya juga bekerja diluar rumah dengan bekerja menjadi buruh/karyawan perkebunan sawit di PT. Dulu, ketika anak masihkecil dan tidak ada saudara yang menjaga di rumah selama bekerja di perkebunan sawit itu, anaknya yang masih kecilsering dititipkan di ‘Pajak Babu’ (Balai Penitipan Anak) yang disediakan perusahaan perkebunan itu untuk pegawaimaupun karyawannya yang letaknya tidak jauh dari perkebunan sawit itu selama jam kerja.

4.3.2. Tanggapan Anggota Keluarga Mengenai Peran Ganda Istri/Ibu

  Tanggapan Suami Mengenai Peran Ganda Istri Yang Bekerja di Sektor Domestik (Sebagai Istri & Ibu Rumah Tangga) dan di Sektor Publik (BekerjaSebagai Buruh/Karyawan Perkebunan) Berbagai tanggapan dari suami mengenai peran ganda yang dilakukan oleh istrinya, yakni melaksanakan pekerjaannya sebagai istri dan ibu rumah tangga didalamkeluarganya setiap harinya (peran domestik) dan juga bekerja di sektor publik, yakni sebagai buruh/karyawan perkebunan sawit di PT. Tanggapan Anak Mengenai Peran Ganda Ibu Yang Bekerja di Sektor Domestik (Sebagai Istri & Ibu Rumah Tangga) dan di Sektor Publik (BekerjaSebagai Buruh/Karyawan Perkebunan) Berbagai tanggapan dari anak – anak mengenai peran ganda yang dilakukan oleh ibunya, yakni melaksanakan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga didalamkeluarganya setiap harinya (peran domestik) dan juga bekerja di sektor publik, yakni sebagai buruh/karyawan perkebunan sawit di PT.

4.3.3. Cara Pengalokasian Penghasilan Istri/Ibu Yang Bekerja Di Sektor Publik

  Kalau sekarang, penghasilannya setiap bulannya digunakan untuk tambahanbiaya makan untuk suami, dia, anaknya laki – laki yang nomor dua ’yang masih nganggur di rumah’ dan bapaknyayang sudah tua yang sekarang ikut tinggal dan dirawat di rumahnya dan untuk keperluan – keperluan rumah tanggalainnya dalam keluarganya. Dari sini dapat dilihat bahwa peranan istri/ibu yang bekerja di sektor publik, khususnya bagi keluarga golongan menengah ke bawah(kelompok rentan) sangat memberikan sumbangan yang besar bagi kelangsungan Dari paparan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa pendapatan yang diterima oleh informan kunci (para istri/ibu yang melaksanakan peran ganda) setiapbulannya dari hasil mereka bekerja sebagai buruh/karyawan perkebunan sawit di PT.

5.1. Kesimpulan

  Sebagaimana yang diketahui pada umumnya bahwasanya dewasa ini, pergeseran nilai dan budaya dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern telahmemberi peluang bagi wanita untuk berkarya/bekerja pada sektor publik yang dalam hal ini ternyata juga mempunyai peranan besar sebagai pencari nafkah dalam rumahtangganya (keluarganya). Salah satu alasan wanita yang berperan sebagai istri/ibu tersebut ikut berkecimpung ke dalam dunia kerja (sektor publik) adalah karena pendapatan utamasuaminya sebagai pencari nafkah utama didalam keluarganya sangat tidak memadai untuk dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari didalam rumah tangganya(keluarganya), sehingga dirinya turut mencari nafkah dengan bekerja di sektor publik (peran produktif) untuk dapat membantu perekonomian rumah tangganya (keluarganya).

5.2. Saran

  Maka mengacu pada topik penelitian yang dikaji pada penelitian ini yakni: ”Peran Ganda Istri Yang Bekerja Sebagai Buruh/Karyawan Perkebunan Dalam Menunjang Perekonomian Keluarga,” yang mengambil lokasi penelitian padaPT. Dalam hal ini bisa diasumsikan ’bagaikan bumi dan langit’.

DAFTAR PUSTAKA

  Foto Informan Kunci Yang Sedang MencuciPakaian (Melaksanakan Peran DomestiknyaSebagai Istri & Ibu Rumah Tangga) SetelahSelesai Pulang Bekerja dari Perkebunan SawitSocfindo Mata Pao, Kabupaten Sergei. Foto Informan Kunci yang Sedang Menggendong danMemberi Makan Anaknya Yang Masih Bayi (MelaksanakanPeran Domestiknya Sebagai Istri & Ibu Rumah Tangga)Setelah Selesai Pulang Bekerja Dari Perkebunan SawitSocfindo Mata Pao, Kabupaten Sergei..

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK INFORMAN KUNCI ISTRI/IBU YANG BEKERJA SEBAGAI BURUH/KARYAWAN PADA PT. SOCFINDO MATA PAO, KABUPATEN SERGEI

  PEDOMAN WAWANCARA Nama : Rochie Linda M. H.

II. 1. Mengenai Pekerjaan InformanKunci (Istri/Ibu Yang Bekerja di Sektor Publik

  Selama seminggu, hari apa sajakah ibu bekerja sebagai buruh/karyawan di perkebunan sawit ini tiap harinya? Dari dan sampai jam berapa ibu bekerja sebagai buruh/karyawan di perkebunan sawit ini setiap harinya?

II. 2. Mengenai Peran Ganda Yang Dilakukan Oleh Informan Kunci, Yakni Istri/Ibu

  Apakah suami maupun anak – anaknya ibu turut membantu ibu didalam menjalankan tugas ibu di sektor domestik, seperti: menyapu lantai dan terasrumah, mencuci piring, mengantar dan menjemput anak – anak dari sekolah, dan lain sebagainya? Apakah ibu merasa terbebani atas dua (2) peran ganda yang anda lakukan (double bourden), yakni bekerja sebagai istri dan ibu rumah tangga (sektordomestik) dan bekerja sebagai buruh/karyawan perkebunan sawit (sektor publik)?

II. 3. Kehidupan Perekonomian Keluarga (Rumah Tangga) Informan Kunci, Yakni

Istri/Ibu Yang Melaksanakan Dua (2) Pekerjaan sekaligus,, Yaitu Sebagai Istri dan Ibu Rumah Tangga Didalam Keluarganya (Sektor Domestik) Dan BekerjaSebagai Buruh/Karyawan Di PT. Socfindo Indonesia, Kebun MataPao, Kabupaten Sergei (Sektor Publik):

1. Apa pekerjaan utama suaminya ibu?

  Menurut ibu, apakah penghasilan (gaji) suami tiap bulannya cukup untuk membiayai segala kebutuhan rumah tangga ibu sekeluarga, seperti: biaya untukmakan ibu beserta suami dan anak – anak setiap harinya, biaya perawatan anak yang masih bayi, biaya sekolah anak – anak, dan lain sebagainya? Apakah ibu merasakan perekonomian keluarga (rumah tangga) ibu menjadi lebih baik dari sebelumnya, ketika ibu turut serta ikut dalam kegiatan ekonomis(mencari nafkah) dengan bekerja sebagai sebagai buruh/karyawan perkebunan sawit ini (sektor publik)?

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK INFORMAN BIASA (SUAMI DARIINFORMAN KUNCI)

  Nim : 030901036 Departemen : SosiologiFakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Judul Penelitian : PERAN GANDA ISTRI YANG BEKERJA SEBAGAI BURUH/KARYAWAN PERKEBUNAN DALAM MENUNJANG PEREKONOMIAN KELUARGA (StudiDeskriptif Pada PT. Socfindo Indonesia, Kebun Mata Pao, Kabupaten Sergei) ________________________________________________________________________ I. Profil InformanNama : Umur :Pekerjaan : Alamat : II.

1. Apakah pekerjaan utama bapak?

  Apa saja pekerjaan yang bapak kerjakan di bidang pekerjaan yang bapak tekuni sekarang untuk mencari nafkah bagi keluarga (rumah tangga) bapak? Dari dan sampai jam berapa bapak bekerja di bidang pekerjaan yang bapak tekuni sekarang untuk menafkahi keluarga (rumah tangga) bapak?

5. Berapa gaji yang anda terima bulannya dari pekerjaan utama bapak?

  Apakah bapak mau turut membantu istrinya bapak membereskan pekerjaan rumah tangga (sektor domestik) didalam rumah bapak sekeluarga, seperti:menyapu lantai rumah, memandikan anak yang masih bayi (kecil), menjemur pakaian, dan lain sebagainya sebelum bapak berangkat kerja ataupun sesudahbapak pulang bekerja dari luar rumah (sektor publik)? Menurut bapak, apakah bapak merasakan perekonomian keluarga (rumah tangga) bapak menjadi lebih membaik dari sebelumnya, ketika istrinya bapakikut terjun ke dalam sektor publik, yakni dengan bekerja menjadi buruh/karyawan di perkebunan sawit itu?

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK INFORMAN BIASA (ANAK DARIINFORMAN KUNCI)

  Menurut anda, apakah hingga sampai dengan saat ini ibu anda sudah menjalankan tugasnya dengan baik sebagai ibu rumah tangga (sektor domestik)setiap harinya meskipun ibunya anda melaksanakan pekerjaannya sebagai buruh/karyawan perkebunan sawit itu (sektor publik) setiap harinya juga dalamrangka membantu bapak anda mencari nafkah sehingga dapat menunjang perekonomian keluarga (rumah tangga)? Apakah anda mau ikut turut membantu ibu anda di rumah melaksanakan pekerjaan di sektor domestik, seperti: menyapu dan mengepel lantai rumah,menyiapkan makanan keluarga dan lain sebagainya?

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK INFORMAN BIASA (MANDOR PERKEBUNAN SAWIT SOCFINDO KEBUN MATA PAO, KABUPATEN SERGEI)

  PEDOMAN WAWANCARA Nama : Rochie Linda M. H.

II. 1. Mengenai Kinerja Buruh/Karyawan Perkebunan Sawit PT. Socfindo Mata

  Pao, Kabupaten Sergei Yang Berada Dalam Pengawasannya, Khususunya Buruh/ Karyawan Perempuan Yang Telah Berkeluarga (Informan Kunci): 1. Selama anda menjabat sebagai Mandor di perkebunan sawit ini, bagaimana kinerja para buruh/karyawan di perkebunan sawit ini yang melaksanakan ‘kerjabawah’ , khususnya para buruh/karyawan perempuan yang telah berkeluarga(berumahtangga) yang selama ini anda awasi pekerjaan mereka di perkebunan sawit ini?

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Peran Polisi Perairan Dalam Menangani Tindak Pidana Perikanan di Perairan Serdang Bedagai (Studi di Satuan Kepolisian Perairan Resort Serdang Bedagai)
13
139
92
Fungsi Ikatan Persaudaraan Muslim Socfindo (IPMS) Dalam Membangun Hubungan Sosial Dengan Masyarakat Sekitar (Studi Deskriptif di Perkebunan PT. Socfindo Kebun Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan)
21
343
107
Pemberdayaan Perempuan Dalam Pembangunan Masyarakat Pesisir Pantai (Studi Pada Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai)
9
120
115
Analisis Tingkat Kepuasan Buruh Di Perkebunan Terhadap Sistem Pengupahan (Studi Kasus: PT.SOCFINDO Kebun Matapao Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai)
30
163
88
Peran Ganda Istri Yang Bekerja Sebagai Buruh/Karyawan Perkebunan Dalam Menunjang Perekonomian Keluarga (Studi Deskriptif Pada PT. Socfindo Indonesia, Kebun Mata Pao, Kabupaten Serdang Bedagai)
19
154
141
Hubungan Antara Konflik Peran Ganda Dengan Stres Kerja Pada Wanita Bekerja
10
126
100
Analisis Penggunaan Peluang Modal Sosial Dalam Pemeliharaan Prasarana Jalan (Studi Deskriptif di Desa Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai)
0
63
128
Hubungan Antara Konflik Peran Ganda Dengan Life Satisfaction Pada Wanita Bekerja
17
97
136
Hubungan Self Efficacy Bekerja Dan Keluarga Dengan Tingkat Konflik Peran Ganda Pada Wanita Dewasa Dini
5
51
96
Gambaran Kecelakaan Kerja Di PT. Socfindo Kebun Seunagan Kabupaten Nagan Raya Tahun 2008
8
121
98
Hubungan Status Istri Bekerja Dengan Pola Kekuasaan Dalam Keluarga (Suatu Studi Di Kalangan...
0
20
3
Peran Istri yang Bekerja di Sektor Formal dalam Pengambilan Keputusan di dalam Keluarga
8
113
113
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Peran Istri Sebagai Tkw Untuk Menunjang Nafkah Keluarga Di Desa Cimenteng Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur
1
11
91
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Organisasi Sosial - Fungsi Ikatan Persaudaraan Muslim Socfindo (IPMS) Dalam Membangun Hubungan Sosial Dengan Masyarakat Sekitar (Studi Deskriptif di Perkebunan PT. Socfindo Kebun Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan)
0
1
22
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Fungsi Ikatan Persaudaraan Muslim Socfindo (IPMS) Dalam Membangun Hubungan Sosial Dengan Masyarakat Sekitar (Studi Deskriptif di Perkebunan PT. Socfindo Kebun Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan)
0
0
10
Show more