Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Struktur Modal (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2009)

 3  45  142  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

RIWAYAT HIDUP

  SD : SD NEGERI 106162 MEDAN ESTATE b. SMP : SMP NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN c.

KATA PENGANTAR

  Populasi pada penelitian ini adalahseluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2009 yang berjumlah 364 dan sampel penelitian sebanyak 36 perusahaan selama 3 tahundari 2007-2009, sehingga total observasi dalam penelitian ini menjadi 108 perusahaan yang dianalisis dengan model analisis regresi linier berganda. Sebaliknya, variabel pertumbuhan perusahaan, Investment Opportunity Set, profitabilitas dan operating leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap strukturmodal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode pengamatan 2007-2009.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Hanya perusahaan yang besar saja yang memilih lebih banyak sumber pendanaan Tampak bahwa rata-rata perusahaan manufaktur lebih memilih sumber pendanaan yang berasal dari ekuitas yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata strukturmodal sebesar 0,6335 atau 63,35% artinya rata-rata perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki sumber pendanaan yang berasal dariekuitas perusahaan. Didalam pecking order theory, yang menjelaskan perusahaan lebih memilih sumber dana yang berasal dari internal perusahaan dibandingkan eksternalperusahaan menunjukkan bahwa perusahaan yang memperoleh laba yang semakin besar akan lebih memilih dana yang berasal dari internal perusahaan untukmembiayai aktivitas operasinya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Struktur Modal

  Tetapi jika dibandingkan antara tingkat hutang dan ekuitas, maka dari sudut pandang investor, bahwa ekuitas mempunyai tingkat risiko yang lebih besardibandingkan dengan hutang walaupun kedua sumber pendanaan tersebut mempunyai tingkat risiko yang besar bagi perusahaan. Shyam-Sunder dan Myers (1999), menguji teori ini dengan menganalisis hubungan antara defisit pendanaan internal dengan perubahan tingkat hutangperusahaan dan menemukan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan satu- satu, yang menunjukkan bahwa defisit pendanaan internal akan selalu dibiayaimelalui hutang, dan saham bukan merupakan alternatif pendanaan eksternal yang akan dipilih perusahaan.

2.2 Pertumbuhan Perusahaan

  Penelitian yang dilakukan Jogiyanto, dkk (2002), menunjukkan bahwa pertumbuhan aset perusahaan merupakan suatu harapan yang diinginkan oleh pihakinternal perusahaan yaitu manajemen maupun eksternal perusahaan seperti investor dan kreditor. Prospek perusahaan yang tumbuh bagi investor merupakan suatu prospek yang menguntungkan, karena investasi yang ditanamkan diharapkan akan memberikan Disamping itu pada penelitian Porter (1980) dalam Fijrijanti dan Hartono(2001), merumuskan bahwa perusahaan yang tumbuh merupakan perusahaan yang memiliki pertumbuhan margin, laba dan penjualan yang tinggi.

2.3 Investment Opportunity Set (IOS)

  Menurut Myers(1977), Investment Opportunity Set merupakan kombinasi antara aset yang dimiliki perusahaan (asset in place) yang sifatnya tangible dengan pilihan investasi dimasadepan (future investment option) atau growth option yang sifatnya intangible. Pada penelitian yang dilakukan oleh Kole (1991), menjelaskan bahwa nilai Investment Opportunity Set bergantung pada pengeluaran yang ditetapkan manajemen di masa depan (future discretionary expenditure) yang pada saat ini merupakan pilihan-pilihan investasi yang diharapkan akan menghasilkan return yang lebih besardari biaya modal (cost of equity) dan dapat menghasilkan keuntungan.

2.4 Profitabilitas

  Karena laba perusahaan selain merupakan indikator kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakanelemen dalam penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Profitabilitas diukur dengan membandingkan antara laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan jumlah aktiva atau jumlah modal pada perusahaan Rasio profitabilitas dimanfaatkan oleh investor untuk memprediksi seberapa besar perubahan nilai atas saham yang dimiliki.

2.5 Risiko Bisnis

  Suatu perusahaan didalam menjalankan usahanya akan menanggung suatu risiko yaitu suatu peristiwa yang dialami suatu perusahaan diluar jangkauan dan tidakdirencanakan (Susetyo, 2006). Hal ini dilihat dengan persaingan yang terjadi antar Brigham dan Houston (2001: 178), mendefinisikan risiko sebagai peluang atau kemungkinan terjadinya beberapa peristiwa yang tidak menguntungkan.

2.6 Ukuran Perusahaan

  Kemudahan aksesibilitas ke pasarmodal dapat diartikan adanya fleksibilitas dan kemampuan perusahaan untuk menciptakan hutang atau memunculkan dana yang lebih besar dengan catatanperusahaan tersebut memiliki rasio pembayaran dividen yang lebih tinggi daripada perusahaan yang lain. Hal ini disebabkan karena ukuran perusahaan yang besar memiliki sumber daya pendukung yang lebih besar dibandingperusahaan yang lebih kecil.

2.7 Struktur Aktiva

  Haris dan Raviv (1991) menyatakan bahwa perusahaan dengan level fixed assets yang rendah mempunyai lebih banyak masalah asymmetric information dibandingkan perusahaan dengan level fixed asset yang tinggi. Perusahaan dengan level fixed assets yang tinggi umumnya adalah perusahaan yang besar, yang dapatmenerbitkan saham dengan harga yang fair sehingga tidak menggunakan hutang untuk mendanai investasinya.

2.9 Pertumbuhan Perusahaan dan Struktur Modal

  Sedangkan Myers (1977) menyatakan bahwa pertumbuhan perusahaan yang tinggi memberikan lebih banyak pilihan yang riil untuk investasi dimasa yang akandatang dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki pertumbuhan yang rendah. Pernyataan diatas didukung oleh penelitian yang dilakukan Jensen dan Meckling (1976) yaitu leverage meningkat dengan Hasil penelitian Mayangsari, (1996) menjelaskan bahwa perusahaan dengan tingkat pertumbuhan penjualan dan laba yang tinggi cenderung menggunakan hutangsebagai sumber dana eksternal yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang tingkat pertumbuhan penjualannya rendah.

2.10 Investment Opportunity Set (IOS) dan Struktur Modal

  Mereka menggunakan proksi IOS untuk menentukan klasifikasi tingkat pertumbuhan perusahaan dan menemukan bukti bahwa perusahaan yang bertumbuh memiliki devidend payout leverage dan kebijakan deviden yaitu yang lebih rendah dibanding perusahaan tidak bertumbuh. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Al Najjar dan Belkaoui (2001), Lestari (2004) menunjukkan pengaruh yang signifikan negatif, tetapi penelitian yang dilakukan olehPagalung (2002) menunjukkan pengaruh yang signifikan positif antara kebijakan utang dan Investment Opportunity Set (IOS).

2.11 Profitabilitas dan Struktur Modal

  Hal ini dikarenakan perusahaan yang memilikiprofitabilitas tinggi cenderung menggunakan hutang relatif kecil karena keuntungan atau laba yang diperoleh perusahaan tidak semua dibayarkan pada investor dalambentuk dividen tetapi juga disimpan dalam bentuk laba ditahan yang merupakan sumber pendanaan internal bagi perusahaan. Pernyataantersebut didukung juga oleh penelitian yang dilakukan Mayangsari (1996), yang menyatakan bahwa perusahaan dengan rate of return tinggi cenderung menggunakanproporsi utang yang relatif kecil, Karena dengan rate of return yang tinggi, kebutuhan dana dapat diperoleh dari laba ditahan.

2.12 Risiko Bisnis dan Struktur Modal

  Hasilpenelitian membuktikan bahwa perusahaan dengan risiko yang tinggi seharusnya menggunakan hutang yang lebih sedikit untuk menghindari kemungkinankebangrutan (Titman & Wessels, 1988). Penelitian yang dilakukan oleh Pandey (2001), yang meneliti tentang karakteristik perusahaandan struktur modal, menunjukkan hasil bahwa risiko bisnis berpengaruh negatif terhadap struktur modal.

2.13 Ukuran Perusahaan dan Struktur Modal

  Banyak penelitian yang menyatakan bahwa kebijakan struktur modal suatu perusahaan dipengaruhi oleh ukuran besar suatu perusahaan dan menyatakan bahwabesar ukuran perusahaan berhubungan positif terhadap rasio utang. Pada penelitian yang dilakukan Rajan dan Zingales (1995), juga mengatakanbahwa perusahaan yang lebih besar cenderung untuk mengungkapkan lebih banyak informasi kepada investor luar dari pada perusahaan kecil.

2.14 Struktur Asset dan Struktur Modal

  Harris dan Raviv (1991) menyatakan perusahaan dengan level fixed assets yang rendah mempunyai lebih banyak masalah asymetric information dibandingkanperusahaan dengan level fixed assets yang tinggi. Perusahaan dengan level fixed assets yang tinggi umumnya adalah perusahaan yang besar, yang dapat menerbitkan assets berpengaruh negatif terhadap leverage.

2.15 Operating Leverage dan Struktur Modal

  Dikatakan untung rugi dengan asumsi bahwa jika managerperusahaan memutuskan menggunakan mesin dalam produksinya, ini berarti biaya mempunyai pengaruh yang kuat atau dengan kata lain biaya tetap merupakan leverage yang menghasilkan pendapatan yang besar jika terjadi peningkatan dalam volume penjualan sebaliknya mengakibatkan kerugian apabila pemasaran menjadi terhambat. Hal ini dapat dilihat apabila perusahaanmenggunakan operating leverage yang tinggi, maka perubahan kecil yang terjadi dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan sebelum pajak.

2.16 Penelitian Sebelumnya

  Banyak penelitian yang meneliti tentang struktur modal, salah satunya yang dilakukan Mayangsari (1996), yang meneliti tentang analisis faktor-faktor yangmempengaruhi keputusan pendanaan perusahaan: pengujian Pecking Order Hyphotesis menunjukkan bahwa besaran perusahaan, profitabilitas, struktur asset dan perubahan modal kerja berpengaruh signifikan terhadap kebijakan eksternal perusahaan. Disamping itu, penelitian Ratnawati (2000) yang meneliti pengaruhlangsung dan tidak langsung faktor ekstern, kesempatan investasi dan pertumbuhan asset terhadap keputusan pendanaan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakartamenghasilkan kesimpulan bahwa sebelum krisis pengaruh langsung faktor eksternal adalah positif signifikan dan pengaruh tidak langsung melalui kesempatan investasiadalah negatif signifikan.

4 Isnaeni (2001) Analisis Hubungan

  Investment Opportunity Set(IOS) Dengan Realisasi Pertumbuhan SertaPerbedaan Perusahaan yang Tumbuha dan TidakTumbuh Terhadap Kebijakan Pendanaan danKebijakan Dividen di Bursa Efek Jakarta Variabel – variabel InvestmetOpportunity Set (IOS) mempunyaikorelasi yang berbeda terhadap semua unsur realisasi pertumbuhanperusahaan baik untuk perusahaan yang tumbuh maupun perusahaanyang tidak tumbuh. 7 Nugroho, 2006 Analisis faktor-faktor yang Variabel operating leverage, mempengaruhi struktur current ratio, pertumbuhanmodal perusahaan property perusahaan, PER, dan ROA yang go-public di Bursa berpengaruh signifikan terhadapEfek Jakarta struktur modal.

BAB II I KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

3.1 Kerangka Konsep

  Sehinggaperusahaan yang sebelumnya sudah mempunyai hutang yang banyak tetapi juga mempunyai laba yang tinggi akan lebih memilih sumber pendanaan yang berasal dari Suatu perusahaan yang besar memiliki kemudahaan aksesibiltas ke pasar modal. Jika manager menggunakan asset tetapnya didalam memproduksi, ini berarti biaya mempunyaipengaruh yang kuat atau dengan kata lain biaya penyusutan pada asset tetap yang akan menjadi biaya tetap perusahaan merupakan leverage yang menghasilkanpendapatan yang besar jika terjadi peningkatan dalam volume penjualan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan sebelum pajak.

3.3 Hipotesis Penelitian

  Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap masalah yang akan diuji kebenarannya, melalui analisis data yang relevan dan kebenarannya akan diketahuisetelah dilakukan penelitian. Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka konseptual, hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:karakteristik perusahaan (pertumbuhan perusahaan, Investment Opportunity Set,Profitabilitas, risiko bisnis, ukuran perusahaan, struktur aktiva, dan operating leverage) berpengaruh terhadap struktur modal secara simultan dan parsial.

BAB IV METODE PENELITIAN

  Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh pertumbuhanperusahaan, Investment Opportunity Set (IOS), profitabilitas, risiko bisnis, ukuran perusahaan, struktur aktiva, dan operating leverage terhadap struktur modalperusahaan. 4.2 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah pada Bursa Efek Indonesia, yaitu meneliti terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian

  MVABVA = total asset-total ekuitas+(lembar saham beredar x harga penutup)Total aset Melihat kontribusi dari total asset perusahaan terhadap nilai dari perusahaan yang tercermin dari ekuitas dan harga saham perusahaan. Pertumbuhan Perusahaan (X1) Perbandingan antara total kewajiban dengan totalekuitas Rasio Menjelaskan perbedaan tingkat kewajiban perusahaan dengantingkat ekuitas atau saham perusahaan Nama Variabel Definisi Parameter SkalaVariabel dependen: Struktur Modal (Y) Tabel 4.2 Operasional Variabel Sales (t) – Sales (t-1)Implikasinya bahwa perusahaan yang membiayai operasinya kepada asset perusahaan akan memberikan pengaruh yang besar terhadap laba perusahaan.

7. Operating

4.6 Metode Analisa Data

  terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data diolah dengan program Statistical PackageFor Social Science (SPSS).

4.7 Uji Asumsi Klasik

  Bila nilai DW lebih rendah dari pada batas bawah atau lower bound (dl), maka koefisien autokorelasi lebih besar dari pada nol, berarti ada autokorelasi positif. Bila nilai DW lebih besar dari pada (4-dl), maka koefesien autokorelasi lebih kecil dari pada nol, berarti ada autokorelasi negatif.

d. Uji Heteroskedastisitas

  Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain. Tahap pertama adalah melakukan regresi OLSdengan menggunakan Y sebagai variabel dependen dan X1, X2, dan X3 sebagai variabel independen.

4.8 Pengujian Hipotesis

  Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda yaitu bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan perusahaan, Investment Opportunity Set(IOS), profitabilitas, risiko bisnis, ukuran perusahaan, struktur aktiva dan operating leverage terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang diolah dengan program komputer Statistical Package For Social Science (SPSS). sebaliknya F F dengan tingkathit  tabel signifikan 5%, maka dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama variabelindependen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

c. Koefisien Determinasi (R )

2 Koefisien determinasi (R ) bertujuan untuk mengukur seberapa jauh

  Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen dan sebaliknya jika mendekati nol (Ghozali, 2005). Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

  Penelitian ini menguji variabel pertumbuhan perusahaan, Investment Opportunity Set (IOS), profitabilitas, risiko bisnis, ukuran perusahaan, struktur aktiva dan operating leverage sebagai variabel independen dan struktur modal sebagai variabel dependen yang diukur dengan total kewajiban per total ekuitas. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang masuk ke dalamsampel.

5.2 Statistik Deskriptif

  Selanjutnya untuk variabel independen yaitu pertumbuhan perusahaan yang menunjukkan peningkatan laba perusahaan setelah pajak penghasilan dari satuperiode ke periode berikutnya, diperoleh nilai terendah sebesar -0,9808 dan perusahaan yang memiliki nilai pertumbuhan yang rendah dimiliki oleh GoodyearIndonesia Tbk. Sedangkan nilai tertingginya adalah sebesar 0,8081 yang dimiliki oleh perusahaan Fajar Surya Wisesa Tbk, artinya struktur aktiva perusahaan tertinggidimiliki oleh perusahaan Fajar Surya Wisesa Tbk sebesar 80,81%, dan nilai rata-rata(mean) struktur aktiva yang dimiliki seluruh perusahaan sebesar 0,3790, artinya rata- rata perusahaan manufaktur selama tahun 2006-2009 yang memiliki struktur aktivakhususnya aktiva tetap yang tinggi hanya sebesar 37,90%.

5.3 Hasil Pengujian Asumsi Klasik

  Sebelum melakukan pengujian model regresi linear berganda metode enter, terlebih dahulu dilakukan pengujian Classical Normal Linear Regression Modeluntuk semua variabel yang terdiri dari uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas, dan uji heterokedastisitas. Pada Tabel 5.2 berikut ini dapat dilihat pengujian terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

b. Uji Autokorelasi

  Bila nilai DW lebih rendah dari pada batas bawah atau lower bound (dl), maka koefisien autokorelasi lebih besar dari pada nol, berarti ada autokorelasi positif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasipositif maupun negatif dalam model penelitian, yang berarti tidak terkena masalah aotokorelasi baik positif maupun negatif.

c. Uji Multikolinearitas Uji asumsi klasik yang ketiga pada penelitian ini adalah uji Multikolinearitas

  Jika setiap variabel independen nilai signifikannya lebih besar Pengujian asumsi klasik yang keempat pada penelitian ini adalah uji heteroskedastisitas. Berdasarkan tabel 5.4, menunjukkan bahwa pada umumnya tidak adanya korelasi yang antara variabel independen, dimana nilai VIF kurang dari 10 dan dapatdisimpulkan tidak terdapat multikolinearitas di antara variabel independen.

d. Uji Heteroskedastisitas  

  Jika variabelα independen (X) signifikan secara statistik memengaruhi variabel dependen (Y) nilai Absolut Ut (AbsUt), maka ada indikasi terjadi heterokedastisitas, sebaliknya apabila variabel independen (X) signifikan secara statistik memengaruhi variabel dependen(Y) dengan nilai probabilitas signifikannya lebih dari tingkat kepercayaan α = 5% atauα = 0,05 maka asumsi homokedastisitas pada data model tersebut diterima. Error Beta(Constant) 1 Investment Oppportunity Set.001 .034 .004 .040 .968 Profitabilitas Operating Leverage.010 .018 .049 .537 .592a Dependent Variable: absu Berdasarkan hasil yang diperoleh, seperti tampak pada tabel 5.5 di atas dapat dilihat bahwa tingkat signifikansi masing-masing variabel lebih dari 5% atau 0,05.

5.4 Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda

  Artinya jika variabel pertumbuhan perusahaan (X ), Investment Opportunity Set (IOS) 1 (X 2 ), profitabilitas (X 3 ), risiko bisnis (X 4 ), ukuran perusahaan (X 5 ), struktur aktiva (X 6 ), dan Operating Leverage (X 7 ) dianggap konstan, maka adanya penurunan struktur modal yang berasal dari eksternal perusahaan sebesar10,074 atau struktur modal perusahaan manufaktur selama tahun 2007 – 2009 bersumber dari internal perusahaan. Nilai t hitung yang diperoleh lebih kecil dari nilai t tabel (1,66) dan nilai signifikansi lebih besardari , dengan demikian hasil hipotesis menunjukkan pertumbuhan 0,05 α perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal.

5.5 Pembahasan Hasil Penelitian

  Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini, menunjukkan hasil Investement Opportunity Set tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kebijakan struktur modal perusahaanTetapi berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Pakaryaningsih (2004) yang menyatakan bahwa investment opportunity set berpengaruh terhadap utang. Penelitian 5.5.2.6 Pengaruh Struktur Aktiva Terhadap Struktur ModalHasil pengujian pengaruh variabel struktur aktiva (X 6 ) terhadap terhadap stuktur modal perusahaan dengan menggunakan uji t, diperoleh nilai t struktur hitung aktiva sebesar 3,401 sedangkan nilai t tabel yang diperoleh sebesar 1,6602 (t hitung >t tabel ) dan tingkat signifikan pada level 0,001 (kurang dari 5%).

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

  Secara simultan, diperoleh perhitungan statistik yang menunjukkan bahwa karakteristik perusahaan, yaitu pertumbuhan perusahaan, investment opportunity set (ios), profitabilitas, resiko bisnis, ukuran perusahaan, struktur aktiva, dan operating leverage secara simultan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia periode pengamatan 2007 – 2009. Ketiga karakteristik perusahaan yaitu pertumbuhan perusahaan, profitabilitas dan operating leverage bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pandey (2001), dan Nugroho (2007) yang menyimpulkan bahwa ketiga karakteristik perusahaan tersebut berpengaruh terhadap struktur modal.

6.2 Keterbatasan Penelitian

  Keterbatasan lainnya, penelitian ini hanya meneliti pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasilnya tidakdapat digeneralisasikan untuk perusahaan-perusahaan lain yang terdapat di Bursa Efek Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan 7 karakteristik perusahaan (variabel independen (X) yaitu Pertumbuhan Perusahaan ( X ), Investment Opportunity1 X ), Resiko Bisnis (XSet ( X ) , Profitabilitas (2 4 ), Ukuran Perusahaan (X 5 ), 3 Struktur Aktiva (X 6 ), dan Operating Leverage (X 7 ) sehingga jika terdapat karakteristik perusahaan lainnya mungkin akan lebih berpengaruh terhadap struktur modal dibandingkan dengan karakteristik perusahaan pada penelitianini.

6.3 Saran Penelitian

  Hal ini dimaksudkan agar kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian tersebut memiliki cakupan yang lebih luas dan tidakhanya pada perusahaan manufaktur saja. Hal ini dimaksudkan untukmelihat selain ketujuh faktor karakteristik perusahaan diatas, apakah terdapat faktor lain yang lebih mempengaruhi perusahaan didalam mengambilkebijakan struktur modal.

34. No.2. 53-72

  Journal of Finance, 50, 5 Sakti, Rio Bahtianan, (2002), Pengaruh Struktur Aktiva, Ukuran Perusahaan,Operating Leverage, Profitabilitas, Likuiditas, dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Struktur Modal pada Industri Dasar dan Kimia di Bursa Efek Jakarta,Yogyakarta. “Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Faktor Ekstern, Kesempatan Investasi dan Pertumbuhan Assets Terhadap Keputusan PendanaanPerusahaan yang Terdaftar Pada Bursa Efek Jakarta (Studi pada IndustriManufaktur Masa Sebelum Krisis dan Saat Krisis).” Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol 9, No.

1 Total 5.002 07

  Regression 3.845 7 .549 4.922 .000 a Residual 11.158 100 .112 a. Predictors: (Constant), Operating Leverage, Profitabilitas, Pertumbuhan Perusahaan, IOS, Struktur Aktiva, Ukuran Perusahaan, Resiko Bisnis Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized CoefficientsStandardized Coefficients Model B Std.

1 Operating Leverage -.032 .035 -.08 -.920 .355

2 Hasil Adjusted R

  IOS .038 .066 .049 .581 .562 Profitabilitas .128 .415 .028 .308 .759Resiko Bisnis 11.412 4.109 .287 2.777 .007 Ukuran Perusahaan 5.932 1.524 .381 3.893 .000Struktur Aktiva .655 .192 .307 3.401 .001 Uji Adjusted R 2  Model R R Square Adjusted R Square Std. Predictors: (Constant), Operating Leverage, Profitabilitas, Pertumbuhan Perusahaan, IOS, Struktur Aktiva, Ukuran Perusahaan, Resiko Bisnis b.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap St..

Gratis

Feedback