Analisis Yuridis Peran Bank Indonesia (BI) Dalam Upaya Penyelamatan Bank Gagal

 12  98  111  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

KATA PENGANTAR

  Bank Indonesia sesuai dengan Penjelasan GubernurBI dalam Press Confrence bersama Departemen Keuangan, BI, LPS .mengenai hasil audit investasi BPK di Departemen Keuangan tanggal 24 November 2009dalam menganalisa Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik diadaptasi dari MoU Uni Eropa yang menjadi acuan untuk diterapkan OtoritasPengawasan dan Bank Sentral anggota EU. Bank Indonesia sesuai dengan Penjelasan GubernurBI dalam Press Confrence bersama Departemen Keuangan, BI, LPS .mengenai hasil audit investasi BPK di Departemen Keuangan tanggal 24 November 2009dalam menganalisa Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik diadaptasi dari MoU Uni Eropa yang menjadi acuan untuk diterapkan OtoritasPengawasan dan Bank Sentral anggota EU.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perbankan dan dunia usaha merupakan dua sisi yang diharapkan paling

  Semenjak krisis kepercayaan yang menggoncang masyarakat pada tahun 1997 dunia perbankan harus lebihhati-hati dalam mengelola dan mengawasi dunia usaha khususnya perbankan. Kegiatan perekonomian yang tinggi sampai dengan pertengahan tahun 1997 menyebabkan pertumbuhan uang beredar, naik pesat sebagai cerminannaiknya permintaan terhadap uang yang didorong oleh kenaikan tingkat pendapatan dan menurunnya suku bunga serta derasnya arus modal luar negeri.

1 Walaupun perekonomian Indonesia dalam periode tersebut menunjukan

  Soedradjadjiwandono, Sejarah Bank Indonesia Periode : 1997-1999 Bank Indonesia Pada Masa Krisis Ekonomi Moneter dan Perbankan, Jakarta:Bank Indonesia, 2006, hlm134-135.2 Ibid., hal 135 mendorong perbankan untuk mengambil untung yang berlebihan dan memberi kredit ke sektor-sektor yang beresiko tinggi. Kegagalan Bank Sentral dalam memahami persepsi dan kemampuan kaum spekulan membaca situasi krisis pada periode yang sangat krisisitu, yaitu terutama ketika pemerintah seolah tidak rela melihat kenyataan pahit bahwa kejatuhan nilai tukar rupiah sesungguhnya berakar padamerosotnya kepercayaan masyarakat terhadap daya tahan rupiah yang sekadar ditopang oleh cadangan devisa yang terbatas.

Pasal 11 ayat (4) Undang-Undang No. 3 Tahun 2004 Tentang Perubahan Bank Atas Undang-undang No. 23 tahun 1999 Tentang Bank Indonesia

  (Laevan dan Valencia F, Systemic Banking Artinya bahwa bank run adalah tindakan penarikan simpanan secara tiba- tiba terhadap salah satu bank, pada saat krisis keuangan yang dilakukanbersamaan ketika banyaknya bank yang berada dalam keadaan sakit atau kegagalan bank pada akhirnya menjadi beban negara. Terlepas dari apakah Bank Centuryberdampak sistemik atau tidak terhadap perekonomian nasional, bagaimana pun sebagai bank sentral yang memiliki otoritas moneter untuk menjaga kestabilanrupiah dan juga dengan fungsinya dalam pengawasan bank maka Bank Indonesia yang juga dalam rangka pelaksanaan jaring Pengaman Sistem Keuangan,berdasarkan Peraturan Pengganti Undang-undang RI No.

B. Perumusan Masalah

  Berdasarkan uraian yang terdapat dalam latar belakang, penulisUpaya Penyelamatan Bank Gagal merupakan hal yang baru dan menarik untuk dibahas mengingat kasus Bank Century yang dikategorikan sebagai bank kecilmendapatkan dana bantuan yang sangat besar. Apa dampak yang ditimbulkan oleh bank gagal dalam dunia perbankan dan perekonomian nasional ?

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan

  Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh bank gagal dalam dunia perbankan dan perekonomian nasional. Manfaat secara TeoritisPembahasan terhadap permasalahan-permasalahan sebagaimana diuraikan diatas, diharapkan akan menimbulkan pemahaman dan pengertian bagipembaca mengenai Kelembagaan perbankan dan peranan Bank Indonesia b.

D. Keaslian Penulisan

  Sebelum tulisan ini dimulai, penulis telah terlebih dahulu melakukan penelusuran terhadap tulisan-tulisan terdahulu, dan sepanjang penelusurantersebut, diketahui di Lingkungan Fakultas Hukum USU, penulisan tentang “Analisis Yuridis Peranan Bank Indonesia Dalam Upaya Penyelamatan Bank Gagal” belum pernah ada. Adapun beberapa halmengenai data baik sekunder maupun primer yang digunakan dalam penulisan ini berasal dari penulis yang lain semata-mata hanyalah merupakan sumber-sumberyang penulis olah kembali.

E. Tinjauan Kepustakaan

  “Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tanganpemerintah dan atau pihak lain kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang” 22 Jadi untuk melakukan upaya penyelamatan yang diakibatkan oleh bank gagal atau tidak sehat sesuai dengan peran bank Indonesia sebagai Bank Sentral21 Lihat Pasal 4 Undang-undang No. 172 Hal ini dilakukan karena menurut pandangan Bank Indonesia berdasarkan kajian Bank Indonesia yang diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18November 2008 bahwa bank Century ditetapkan pada tanggal 20 November 2008 sebagai bank gagal yang berdampak sistemik, alasan ditetapkannya Bank Centurykecukupan modalnya adalah negatif 3,53% sekalipun penguasaan asset bank ini 23 kecil terhadap total dana pihak ketiga (DPK).

24 Desember 2008

F. Metode Penelitan Metode dapat diartikan sebagai cara atau jalan untuk mencapai sesuatu

Dalam pembahasan skripsi ini, metodologi yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian hukum normative berupa studi pustaka

24 Diakses dari www.google.com , Pandangan Akhir PKB Tentang Kebijakan Terhadap Kasus Bank Century, 10 Maret 2010

  Bahan Hukum Tersier, yaitu bahan hukum yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer danbahan hukum sekunder, seperti kamus hukum dan kamus bahasa. Disamping itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan yuridis historis dan yuridis komparatif, yang didasarkan pada data sebagaimanadisebutkan diatas.

G. Sistematika Penulisan

BAB I : PENDAHULUAN

Adapun sistematika penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :

25 Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari dokumen-dokumen resmi, buku-buku

  Sebab berdasarkan keterangan Bank Indonesia dan data- data serta fakta yang akan diuraikan lebih lanjut dalampenulisan ini, Bank Indonesia berpera aktigf dalam mencegah dan menangani krisis yang terjadi. Jika melihat skripsi ini mengenai Peranan Bank Indonesia Dalam Upaya Penyelamatan Bank Gagal, maka penelusuran ini dimulai dari pandangan umum mengenai apa yang dimaksud dengan bank, jenis-jenis bank dankegiatan usaha bank, prinsip-prinsip dalam pengelolaan bank dan kriteria bank sehat dari hal ini kita dapatmengetahui tinjauan umum tentang bank terlebih dahulu.

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG BANK A. Pengertian Bank Perbankan merupakan suatu lembaga keuangan yang melaksanakan

  fungsi, melayani setiap kepentingan pembangunan dalam masyarakat dalam rangka memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uangserta memberikan kredit kepada mayarakat yang membutuhkannya dan mengeluarkan kertas-kertas berharga. Berbagai penulis buku tentang perbankan di dalam memberikan pengertian/batasan terhadap bank tidak selalu memberikan rumusan yang sama Selain itu yang ikut mempengaruhi rumusan tersebut adalah situasi/ kondisi perbankan pada saat rumusan tersebut dibuat.

B. Jenis-jenis Bank dan Kegiatan Usaha Bank

  10 Tahun 1998 Tentang Perubahan AtasUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 19992 Tentang Perbankan selanjutnya disebut sebagai Undang-Undang Perbankan bahwa menurut jenisnyabank terdiri atas: a) Bank UmumBank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannyatidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang ini dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

C. Prinsip-prinsip dalam Pengelolaan Bank

  Peran yang strategis tersebut disebabkan oleh fungsi utama bank sebagai suatu wahana yang efektif dan efisien, yang dengan berasaskandemokrasi ekonomi mendukung pelaksanaan pembangunan dan hasil- hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilatas nasional, kearah peningkatan 33 taraf hidup rakyat banyak. Kemudian disebutkan pula dalam pasakl 29 Undang-UndangPerbankan bahwa bank wajib melakukan kegiatan usaha sesuai dengan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dan melakukan kegiatan usahalainnya wajib menempuh cara-cara yang tidak merugikan bank dan kepentingan nasabah yang mempercayakan dananya kepada bank.

36 Ibid., hlm. 18

  Oleh karena itu, bank sangat berkepentingan agar kadar kepercayaan masyarakat, yang sudah maupun yang akan menyimpandananya, maupun yang telah atau menggunakan jasa-jasa bank lainnya terpelihara dengan baik dalam tingkat yang tinggi. Fungsi banklainnya adalah sebagai lembaga penyediaan instrumen pembayaran untuk barang dan jasa yang dapat dilakukan secara cepat, efisien, dan aman.fungsi ini akanberjalan apabila penjual dan pembeli barang dan jasa meyakini bahwa instumen yang digunakan untuk pembayaran tersebut akan diterima dan dibayar oleh semuapihak dalam transaksi tersebut dan transaksi ikutannya.

39 D. Kriteria Bank Sehat

  Sebagai lembaga keuangan, bank memiliki usaha pokok berupa menghimpun dana yang (sementara) tidak dipergunakan untuk kemudianmenyalurkan kembali dana tersebut ke dalam masyarakat untuk jangka waktu38 Ratih Indriastuti, Penyertaan Modal sementara oleh LPS Sebagai Upaya Penyelamatan Bank Gagal, Jakarta:Skripsi S1 Fakultas Hukum UI, 2009, hlm. 26/5/BPPP/1996, dijelaskan tentang tata cara penilaian kesehatan bank, dimana tolak ukur penilaian kesehatan bank bertumpupada dua hal, yaitu : telah dilakukan sejalan dengan azas-azas perbankan yang sehat sesuaidengan ketentuan yang berlaku.

40 Munir Fuady, Hukum Perbankan Modern, Cet I, Bandung : Citra Aditya Bakti,1999, hlm.-41

  Batas maksimum pemberian kredit (BPMK) atau sering juga disebut sebagaiLegal Lending Limit (3L), yaitu larangan memberikan kredit untuk perusahaan-perusahaan terafiliasi (satu kelompok dengan bank tersebut)melebihi batas maksimum yang telah ditetapkan, yang saat ini batas maksimum tersebut adalah 20 % dari modal setor. Kecukupan Penyertaan Modal Minimum atau yang sering disebut Capital Adequacy Ratio (CAR) yang terus ditingkatkan dari tahun ke tahun, yaitu 8 % (dihitung dari Aktiva Terhitung menurut Ratio/AMTR) dan terus dinaikan, misalnya ada ketentuan Bank Indonesia yang mengharuskan bank devisamencapai CAR 12 % di tahun 2001.

BAB II I TINJAUAN UMUM BANK INDONESIA A. Sejarah Bank Indonesia (BI) Gagasan pembentukan bank sirkulasi untuk Hindia Belanda dicetuskan

  Fungsi dan tugas dari bank-bank yang dilikuidasi diambil alih oleh bank- bank Jepang seperti Yokohama Specie Bank, Taiwan Bank dan Mitsui Bank, yangpernah ada sebelumnya dan ditutup oleh Belanda saat mulai pecah perang. 3 Tahun 2004 Tentang Bank Indonesia Pembangunan Nasional yang dilaksanakan selama ini merupakan upaya pembangunan yang yang berkesinambungan yang meliputi seluruh aspekkehidupan dalam rangka mencapai tujuan nasional berdasarkan Pancasila dan 42 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

a. Status, Tempat Kedudukan Dan Modal Bank Indonesia

  GubernurBank Indonesia dalam menjalankan kewenangannnya dapat diserahkan kepadaDeputi Gubernur Senior, dan atau beberapa orang Deputi Gubernur, atau seorang atau beberapa pegawai Bank Indonesia dan atau pihak lain yang khusus ditunjukuntuk itu. 23 tahun 1999tentang Bank Indonesia kewajiban moneter Bank Indonesia adalah kewajiban yang diedarkan, saldo kredit rekening milik bank, milik pemerintah dan milikpihak lain yang tercatat di bank Indonesia serta surat utang yang diterbitkan olehBank Indonesia.

b. Tujuan Bank Indonesia

  Untukmencapai dan memelihara kestabilan rupiah maka Bank Indonesia memilki tugas sebagai berikut : 1) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter;2) mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran; 3) mengatur dan mengawasi bankPelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud diatas memiliki keterkaitan dalam mencapai kestabilan nilai rupiah. Efektivitaspelaksanaan tugas ini memerlukan dukungan sistem pembayaran yang efisien, cepat, aman dan andal, yang merupakan sasaran tugas mengatur dan mengawasibank.

C. Tugas, Fungsi dan Wewenang Bank Indonesia

  Tugas yang diemban Bank Indonesia menjadikannya mempunyai wewenang, serta berkewajiban untuk membina dan melakukan pengawasanterhadap lembaga perbankan dengan menempuh langkah baik yang bersifat preventif dalam bentuk ketentuan-ketentuan, petunjuk nasehat, bimbingan dandengan tindakan perbaikan atau pengenaan sanksi. Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia berupa badan hukum atau lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah denganUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2004 tentang Amandemen terhadap Undang-Undang Republik Indonesia Nomor.

45 Bank Indonesia

  Dalam menjalankan tugas-tugasnya, dalam rangka mewujudkan tujuan didirikan bank Indonesia seperti yang telah dijabarkan diatas, bank Indonesia jugamemiliki kewenangan, antara lain: 1. kewenangan untuk memberi dan mencabut izin, atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank/power to licence Kewenangan inimeliputi: a.

45 Ratih Indriastuti, Penyertaan Modal sementara oleh LPS Sebagai Upaya Penyelamatan

  Di dalam melaksanakan tugas pengaturan bank, Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatian, yang ditetapkan oleh Peraturan Bank Indonesia. Ketentuan-ketentuan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatian itu bertujuan untuk memberikan rambu-rambu bagi pelaksanaan kegiatan 47 usaha perbankan, agar terwujud sistem perbankan yang sehat dan efisien.

D. Wewenang Bank Indonesia Dalam Upaya Penyelamatan Bank Gagal

  Bank yang dinilai mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah bank yang memenuhi 1 (satu) atau lebih kriteria sebagai berikut : a. (5) Apabila diperlukan terhadap bank yang memiliki Rasio KewajibanPenyertaan Modal Minimum lebih dari 6% dan kurang dari 8%, Bank Supervisory Presence) Bank Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (2).

51 Administrasi Negara. Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang

  Sebagai lembaga pengawas perbankan di Indonesia, maka Bank Indonesia mempunyai peran yang besar sekalidalam usaha melindungi, dan menjamin agar nasabah tidak mengalami kerugian akibat tindakan bank yang salah. Bank Indonesia wajib lebih aktif lagi melakukantugas dan kewenangannya untuk mengawasi pelaksanaan peraturan perundang- undangan oleh seluruh bank yang beroperasi di Indonesia.51 Muhamad Djumhana, Rahasia Bank, Bandung: PT Aditya Citra Bakti, 1996, hlm.

BAB IV ANALISIS YURIDIS PERAN BANK INDONESIA DALAM UPAYA PENYELAMATAN BANK GAGAL A. Faktor-Faktor yang Dijadikan Tolak Ukur Bank Gagal PENGAWASAN BANK SENTRAL Melindungi kredtor-

  Tatkala krisis moneter global semakinmemperlihatkan dampak yang mendalam di Indonesia di tahun 2008 lalu, Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia melakukan analisa peringatan dini (earlywarning analysis) melalui simulasi ketahanan industri perbankan (stress testing) dan melaporkanhasilnya kepada Rapat Dewan Gubernur BI. Dengan adanya laporan ini akan memberi informasi memadai mengenai kondisi dan kerentanan sistem keuangan dan perbankan guna mengambil 52 keputusan yang bertujuan untuk mencegah krisis dan memelihara stabilitas sistem keuangan.

52 Diakses dari www.bi.go.id , Krisis Global dan Penyelamatan Sistem Perbankan, tanggal 22 Februari 2010, hlm 28

  Contoh senyatanya adalah krisis moneter yang mendera medio tahun 2008 hingga memasuki tahun 2009 yang banyakmemukul kinerja usaha debitor bank yang mengalami kesulitan untuk membayar bunga dan pokok kredit mereka. 129 “Keadaan suatu bank dikatakan mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya apabila berdasarkan penilaian BankIndonesia, kondisi usaha bank semakin memburuk, antara lain, ditandai dengan menurunnya permodalan, kualitas aset, likuiditas, dan rentabilitas, sertapengelolaan bank yang tidak dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan asas perbankan yang sehat”.

KOMPONEN BOBOT PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK

  peringkat Manajemen A, yang mencerminkan bahwa bank memiliki kualitas tata kelola yang baik dengan kualitas manajemen resiko sertakepatuhan yang tinggi terhadap peraturan dan prinsip Syariah.kualitas tata kelola yang baik dengan kualitas manajemen resiko serta kepatuhan yang cukup tinggi terhadap peraturan dan prinsip Syariah. Peringkat Komposit 4, mencerminkan bahwa bank tergolong kurang baik dan sensitif terhadap pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industrikeuangan atau bank memiliki kelemahan keuangan yang serius atau kombinasi dari kondisi beberapa faktor yang tidak memuaskan apabilatidak dilakukan tindakan yang efektif berpotensi mengalami kesulitan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha.

58 Ibid., pasal 9., ayat 1

  Peringkat Komposit yang telah dijabarkan diatas, digambarkan penulis melalui Skema berikut : Gambar 1.2 SKEMA PENILAIAN KESEHATAN BANK UMUM 59 Penilaian faktor permodalan, kualitas aset, rentabilitas,likuiditas, dan sensitifitas terhadap resiko pasar, diukursecara kualitatif. (Pasal 5 ayat 1) Penilaian faktor manajemenmelalui analisis dengan pertimbangan indikatorpendukung dan unsur judgement.

59 Ratih Indriastuti, Penyertaan Modal Sementara oleh LPS Sebagai Upaya Penyelamatan Bank Gagal. Skripsi S1 FH UI, 2009, hal 35

Pasal 8 ayat (1) Ditetapkan 5 Peringkat Komposit

  Dampak yang Ditimbulkan Oleh Bank Gagal Bagi Dunia Perbankan dan Perekonomian Nasional Bank Indonesia melakukan tugas pengawasan bank berdasarkan Undang-Undang Perbankan khususnya pasal 37 dan PBI No.6/9/PBI/2004 tentang Tindak lanjut Pengawasan dan Penetapan Status Bank yang sebagian telah diubah denganPBI No.7/38/PBI/2005 serta Surat Edaran Intern No.9/43/Intern tanggal 15November 2007 perihal Pedoman Pelaksanaan Ketentuan Tindak lanjutPengawasan dan Penetapan Status Bank. Kebijakan Bank Indonesia dalampenetapan Bank Century sebagai bank gagal yang berpotensi sistemik, merupakan bagian dari kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dalam upaya penanganandampak krisis global, dengan maksud untuk menyelamatkan sistem keuangan, 61 Kondisi keuangan dunia akibat krisis global yang merupakan dampak dari krisis home buyers di Amerika serikat juga turut mempengaruhi Indonesia.

1. Profil Bank Century

  PT Bank Century Tbk yang telah berubah menjadi PT Bank Mutiara, didirikan pada bulan Mei 1989 dengan akta pendirian tertanggal 30 Mei 1989dengan nama PT Bank CIC International Tbk. Menawarkan berbagaiproduk simpanan, termasuk layanan deposito, tabungan deposito, deposito berjangka, sertifikat deposito dan berbagai program pinjaman untuk memenuhikebutuhan invidu, produk dan layanan lainnya yang ditawarkan meliputi pertukaran asing atau bank notes, jasa pembiayaan perdagangan, jasa pengirimanuang, layanan pengiriman transfer, bank garansi, lemari besi (safe deposit box), pembayaran pajak dan fiscal serta telepon dan pembayaran tagihan listrik.

68 Ibid., hlm., 76

  Tabel 1.2Penempatan Sertifikat Deposito Bank Century pada Bank Lain No. 858,13 miliarSumber : Ratih Indriastuti, Skripsi S1 FH UI, Penyertaan Modal sementara oleh LPS Sebagai Upaya Penyelamatan Bank Gagal, 2009, hlm.

69 Per 30 Juni 2008, PT Bank Century Tbk beroperasi di Indonesia

69 Ibid.

  PT Bank Century Tbk berdomisili terakhir (berkantorpusat) di komplek Senayan Square, GD. 912.000.000,00 Total DPK Rp.10.956.000.000.000,00Sumber : Ratih Indriastuti, Skripsi S1 FH UI, Penyertaan Modal sementara oleh LPS Sebagai Upaya Penyelamatan Bank Gagal, 2009, hlm.

2. Kepemilikan saham PT Bank Century Tbk

  Komposisi dari kepemilikan saham tersebutadalah sebagai berikut : Selanjutnya, susunan Saham PT bank Century Bank Century tersebut secara terperinci digambarkan sebagai berikut : Gambar 1.3Sumber : Ratih Indriastuti, Skripsi S1 FH UI, Penyertaan Modal sementara oleh LPS Sebagai Upaya Penyelamatan Bank Gagal, 2009, hlm. Gambar 1.4 Kepemilikan Saham PT Bank Century (%) Sumber : Ratih Indriastuti, Skripsi S1 FH UI, Penyertaan Modal sementara oleh LPS Sebagai Upaya Penyelamatan Bank Gagal, 2009, hlm.

3. Kepengurusan Bank Century

Kepengurusan PT Bank Century Tbk. Dari susunan kepemilkan sahamPT Bank Century Tbk tersebut ditetapkan susunan direksi yang menurut pasal 92Undang-Undang Perseroan Terbatas bertugas untuk menjalankan pengurusan Direktur Utama : Hermanus Hasan MuslimWakil Direktur Utama : Hamidy, SEDirektur : Krishna JagateseenDirektur : Lila Komala Dewi GondokusumoDirektur Kepatuhan : Edward Mandahar Situmorang Kemudian, Dewan Komisaris dari PT Bank Century yang bertugas umumnya, baik mengenai perseroan maupun usaha perseroan dan memberinasehat kepada direksi memiliki susunan sebagai berikut : Komisaris Utama : Sulaiman Ahamad BasyirWakil Komisaris Utama : Hesham AlwarraqKomisaris Independen : Rusli PrakarsaKomisaris Independen : Poerwanto Kamsjadi

4. Kasus Bank Century

70 Bank Indonesia mengatakan bahwa beberapa waktu lalu bank Century

  Bank Century dikatakan sebagai bank gagal diawali dengan gagal kliringRp.5 miliar rupiah pada 13 November 2008 dana pihak ketiga Bank Century sempat turun akibat penarikan oleh nasabah, bank Indonesia mengklaim mengalami kesulitan likuiditas karena gagal mendapat pinjaman dana dari sesame bank di Pasar Uang Antar Bank (PUAB). Ternyata, krisis keuangan global yang terus berlangsung, memberikan tekanan likuiditas yang semakin berat kepada Bank Century.

70 Ibid.,hlm.79

  Melihat kondisi Bank Century makin parah Bank Indonesia melakukan sejumlah tindakan yakni meminta pemegang saham dan pengurus bank untukmenyelesaikan maslah likuiditas untuk menjual aset likuid berupa surat-surat berharga lalu menempatkan bank dalam status pengawasan intensif, memintapemegang saham modal (sudah dilakukan bulan Juni 2007 melalui Right issue). Status pengawasan saat itu dari Bank Century adalah berada dalamPengawasan Khusus Bank Indonesia, sesuai surat No.

5. Tindakan Bank Indonesia Terhadap Bank Century

  Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter agar sistem perbankan dapat berperan secara maksimal dalam perekonomian nasional,maka bank yang mengalami kesulitan dan membahayakan kegiatan usahanya dan tidak dapat diselamatkan lagi dan/atau keadaan suatu bank yang membahayakansistem perbankan maka bank tersebut harus keluar dari sistem perbankan (exit policy). Kewenangan mencabut izin usaha adalah kewenangan yang diatribusikan oleh Undang-undang Bank Indonesia jo Undang-undang Perbankan kepada BankIndonesia yang merupakan kewenangan diskresioner karena suatu bank telah gagal memenuhi ketentuan yang diperintahkan Undang-undang Perbankan untukmenyelesaikan hak dan kewajiban bank.

73 Diakses dari www.bi.go.id. Krisis Global dan Penyelamatan Sistem Perbankan Indonesia. 22 Februari 2010

  Salah satu tindakan Bank Indonesia dalam upaya penyelamatan BankGagal atau Bank Century yaitu dengan berkoordinasi dengan lembaga keuangan yang terkait terhadap pencegahan dan penanganan sistem finansial antara lainKSSK dan LPS. Lembaga Penjamin Simpanan berbentuk badan hukum dan LPS melakukan tindakan penyelesaian atau penanganan bank yang mengalami kesulitan keuangan dalam kerangkamekanisme kerja yang terpadu, efisien, dan efektif untuk menciptakan ketahanan sektor keuangan Indonesia atau disebut Indonesia Financial Safety Net (IFSN).

Pasal 18 Perpu No. 4 tahun 2008 Tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan

  Hal yang tak jauh berbeda ketika Bank Indonesia menetapkan Bank Century sebagai bank gagal yang berpotensial sistemik (20 Nopember 2008). Langkah KSSK seperti diatur dalam Pasal 5 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2008 Tentang Jaring Pengaman Sistem Keuanganbahwa Bank Indonesia (Gubernur Bank Indonesia) sebagai salah satu anggotanya menyelamatkan Bank Century pun sepenuhnya bukanlah karena ingin menyelamatkan satu bank itu.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

  Bank Indonesia yang diwakili Gubernur Bank Indonesia, MenteriKeuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merupakan anggota dariKomite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang memiliki fungsi untuk menetapkan kebijakan dalam pencegahan dan penanganan krisis. Gubernur Bank Indonesia dalam Press Conference bersamaDepartemen Keuangan Tanggal 24 November 2009 bahwa dari serangkaian langkah kebijakan dan tindakan yang ditempuh selama ini menghasilkan halpositif bagi stabilitas sIstem keuangan dan perekonomian nasional.

B. Saran

  Adapun saran yang penulis sampaikan kiranya Peran Bank Indonesia dalamUpaya Penyelamatan Perbankan menjadi bahan pelajaran berharga untuk kita bahwa jangan sampai politisasi begitu kental dalam pemulihan perekonomian. Karena tindakan yang lambat dalam mengambil kebijakan dalam perekonomian akan berpengaruh besar bagi situasi moneter nasional, jangansampai krisis yang pernah terjadi pada tahun 1998 terjadi kembali.

DAFTAR PUSTAKA

1. Buku

  Pengantar Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank. Warjiyo, Perry Bank Indonesia Bank sentral Republik Indonesia Sebuah Pengantar.

2. Perundang-Undangan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia (BW)

  Peraturan Bank Indonesia Tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum, PBI No. 26/23/KEP/DIR dan Surat EdaranBank Indonesia No.

3. Internet

  Pengertian dan Indikator dampak sistemik. 2, Desember 2003, Direktorat Hukum Bank Indonesia, Jakarta hlm 49.

Analisis Yuridis Peran Bank Indonesia (BI) Dalam Upaya Penyelamatan Bank Gagal Dampak yang Ditimbulkan Oleh Bank Gagal Bagi Dunia Perbankan dan Perekonomian Nasional Faktor-Faktor yang Dijadikan Tolak Ukur Bank Gagal Jenis-jenis Bank dan Kegiatan Usaha Bank Kepemilikan saham PT Bank Century Tbk Kepengurusan Bank Century Kasus Bank Century Kriteria Bank Sehat TINJAUAN UMUM TENTANG BANK Manfaat dan Tujuan Penyelamatan Bank Gagal contoh kasus Bank Century Metode Penelitan Sistematika Penulisan Pengertian Bank TINJAUAN UMUM TENTANG BANK Perumusan Masalah Keaslian Penulisan Prinsip-prinsip dalam Pengelolaan Bank Profil Bank Century Tindakan Bank Indonesia Dalam Upaya Penyelamatan Bank Century Sebagai Bank Gagal Sejarah Bank Indonesia BI Tindakan Bank Indonesia Terhadap Bank Century Tugas, Fungsi dan Wewenang Bank Indonesia Wewenang Bank Indonesia Dalam Upaya Penyelamatan Bank Gagal
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Yuridis Peran Bank Indonesia (BI) Da..

Gratis

Feedback