Iklan Televisi Program Jalan Sehat 10.000 Langkah Bersama Anlene Terhadap Citra Produk (Studi Korelasional Iklan Televisi Program Jalan Sehat 10.000 Langkah Bersama Anlene terhadap Citra Produk Susu Anlene di kalangan Ibu PKK di Kecamatan Medan Marelan)

 0  66  105  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Teori yang digunakan dan dianggap relevan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi massa, televisi sebagai media massa, periklanan, teori S-O-R dan citra. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode korelasional, yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan, seberapa besar hubungan tersebut dan berarti tidaknya hubungan antara iklan kegiatanjalan sehat ini mempengaruhi citra produk susu Anlene.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Tidak ada seorang pun di dunia ini ingin sakit atau mengalami gangguan kesehatan

  Beberapa versi tersebut antara lain versi Strong Bone yang dibintangi oleh Anggun dengan mengambil angle menyanyi diatas panggung, versi lainnya berupa riset yang membuktikanbahwa 50% wanita Indonesia kekurangan kalsium dan yang terakhir adalah versi iklan yang isinya mengajak untuk melakukan gerakan 10.000 langkah bersama Anlene yang menggunakanmodel iklan Indy Barens. Sedangkan karakter komunikasi massa adalah bersifat umum dan terbuka, heterogen, menimbulkan keserempakan, hubungan antarakomunikator dan komunikan bersifat searah, tetapi dalam hubungan antara komunikator dan komunikan terdapat mekanisme resmi yang mengurangi ketidakpastian (Effendy, 2003 : 60) Menurut Gerbner (1967), komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimilikiorang dalam masyarakat industri.

I. 5.2 Televisi sebagai Media Massa

  Media massa adalah suatu istilah yang mulai digunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus di desain untuk mencapai masyarakat yangsangat luas ( http://id.wikipedia.org/wiki/Media massa) Untuk berlangsungnya komunikasi massa diperlukan saluran yang memungkinkan disampaikannya pesan kepada khalayak yang dituju. Televisi adalah salah satu bentuk media massa yang selain mempunyai daya tarik yang kuat, disebabkan adanya unsur-unsur kata-kata, musik dan sound effect, juga mempunyaikeunggulan lain yaitu unsur visual berupa gambar hidup yang dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pemirsanya.

I. 5.3 Iklan

  Iklan merupakan suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatansangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang, atau memberi layanan, serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif. Masihmengutip dari buku yang sama, Wright berpendapat, iklan merupakan suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatan yang sangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjualbarang, memberikan pelayanan serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi persuasif.

I. 5.3.1 Iklan Televisi

  Kesan RealistikKarena sifatnya yang visual dan merupakan kombinasi warna-warna, suara dan gerakan, maka iklan-iklan televisi tampak begitu hidup dan nyata. Repetisi/ Pengulangan Iklan televisi biasanya ditayangkan hingga beberapa kali dalam sehari sampai dipandang cukup bermanfaat yang memu ngkinkan sejumlah masyarakat untuk menyaksikannya, dan dalamfrekuensi yang cukup sehingga pengaruh iklan tersebut bangkit.

1.5.3.2 Positioning

  Posisi ini dicapai melalui suatu komunikasiperiklanan dengan strategi merebut sekapling drai suatu ceruk yang masih tersedia dipasar yang dikenal dengan istilah Konsep Positioning. Strategi ini sering dilakukan produk tertentu yang“terjepit” dengan strategi mengaitkan produk tersebut dengan kelas produk yang bersangkutan.

I. 5.4 Teori S-O-R

  Pada langkah berikutnya adalah organisme dapat menerima secara baik apa yang telah diolah sehingga Perubahan berarti bahwa stimulus yang diberikan dapat meyakinkan organisme, dan akhirnya secara efektif dapat merubah sikap. Sesuai dengan latarbelakang penelitian dimana iklan susu Anlene tersebut (stimulus) mampu menarik perhatian ibu- ibu PKK di kecamatan Medan Marelan (organism) dan dari perhatian, mereka mengerti akangerakan kampanye tersebut dan menerima ajakan yang bersifat persuasif sehingga memunculkan perubahan sikap berupa mengikuti kegiatan gerakan jalan 10.000 langkah bersama Anlene yangbertujuan agar wanita Indonesia terhindar dari penyakit Osteoporosis tulang.

1.5.5 Citra

  Citra merupakan suatu penilaian yang sifatnya abstrak yang hanya bisadirasakan oleh perusahaan dan pihak-pihak yang terkait. Nimpoene (Soemirat dan Ardianto, 2004: 115), dalamlaporan penelitian tentang tingkah laku konsumen sebagai berikut: Gambar 2Model Pembentukan Citra pengalaman mengenai stimulus KognisiStimulus ResponPersepsi Sikap RangsangPerilaku MotivasiRangsang Public relations digambarkan sebagai input-output, proses intern dalam model ini adalah pembentukan citra, sedangkan input adalah stimulus yang diberikan dan output adalah tanggapan atau perilaku tertentu.

I. 6 Kerangka Konsep

  Kerangka sebagai hasil pemikiran yang rasional merupakan uraian yang bersifat kritis dalam memperkirakan kemungkinan hasil yang dicapai dan dapat mengantar penelitian padarumusan hipotesa (Nawawi, 2001: 33). Konsep adalah penggambaran secara tepat fenomena yang hendak diteliti, yakni istilah dan defenisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian, keadaan,kelompok, atau individu yang menjadi perhatian ilmu sosial.

a. Variabel Bebas (X)

  Variabel bebas merupakan segala faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi munculnya variabel kedua yang disebut variabel terikat. Tanpa variabel ini maka variabelberubah, sehingga akan muncul variabel terikat yang berbeda atau yang lain sama sekali tidak muncul (Nawawi, 2001: 57).

b. Variabel Terikat (Y)

  Variabel terikat dalam penelitian ini adalah citra produk susu Anlene. Variabel Bebas (X) Iklan Televisi Program Jalan Sehat10.000 Langkah Bersama Anlene Tabel 1 Variabel Operasional Variabel Teoritis Variabel Operasional Berdasarkan kerangka konsep di atas, maka dibuat operasionalisasi variabel yang berfungsi membentuk kesamaan dan kesesuaian dalam penelitian, yaitu sebagai berikut: I.8 Variabel Operasional Gambar 3 Model Teoritis 5.

I. 9 Defenisi Operasional

  Defenisi operasional merupakan unsur penelitian untuk mengetahui bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Dengan kata lain, defenisi operasional adalah suatu informasi alamiahyang sangat membantu peneliti lain yang akan menggunakan variabel yang sama (Singarimbun, 2006: 46).

1. Variabel Bebas (Iklan Televisi Program Jalan Sehat 10.000 Langkah Bersama Anlene)

  Tagline “Jalan Sehat 10.000 langkah bersama Anlene”, yakni tagline dalam kampanye program jalan sehat 10.000 langkah bersama Anlenee. Mekanisme Program, yakni teknik atau cara yang digunakan dalam program jalan sehat 10.000 langkah bersama Anlene.

2. Variabel Terikat (Citra produk susu Anlene)

  Kognisi, yakni suatu keyakinan diri dari individu terhadap stimulus yang diberikan dengan adanya kegiatan jalan 10.000 langkah oleh produk susu Anlene. Frekuensi menonton iklan televisi program jalan sehat 10.000 langkah bersama Anlene, yakni apakah responden pernah atau tidak pernah menonton iklan kampanye programjalan sehat 10.000 langkah bersama Anlene.

I. 10 Hipotesis

  Jadi, hipotesis merupakan kesimpulan yang belum sempurna,sehingga perlu disempurnakan dengan membuktikan kebenaran hipotesis itu dengan menguji hipotesis dengan data di lapangan (Bungin, 2001: 90). Hipotesis dalam penelitian ini adalah:Ho : Tidak terdapat hubungan antara program Jalan Sehat 10.000 Langkah bersama Anlene dengan citra produk susu Anlene.

BAB II URAIAN TEORITIS II.1 Komunikasi Massa Sebagai makhluk sosial manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam

  Pengertian komunikasi massa, merujuk kepada pendapat Tan dan Wright dalam Liliweri(1991), bahwa komunikasi massa merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan saluran(media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikasi secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh (terpencar), sangat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu. Defenisi paling sederhana tentang komunikasi massa dirumuskan Bittner(1980), yaitu komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlahbesar orang dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi itu harus menggunakan Sedangkan menurut Jay Black dan Fredrick C.

II. 2 Televisi sebagai Media Massa

  Jadi dari beberapa defenisi tersebut, dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwasanya iklan merupakan kegiatan yang menyangkut penyampaian pesan mengenai suatu produk atau jasayang bersifat komersial, sedangkan periklanan merupakan kegiatan komunikasi yang menyangkut persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan terhadap iklan itu sendiri. Jadi hal yang paling mendasar dalam periklanan adalah bagaimana Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, maka dapat dikatakan tujuand ari periklanan adalah memberikan informasi, membujuk dan mengikat konsumen akan suatu produk dandisesuaikan dengan teknik atau cara-cara tertentu.

II. 3.3 Fungsi Iklan

  Memberikan penerangan dan informasi mengenai suatu barang, jasa dan gagasan yang lebih dulu diketahui oleh satu pihak dan dijual kepada pihak lain agar ikutmengetahuinya. Bagi konsumen dari segi keuntungan secara ekonomis, melalui iklan konsumen dapat mengetahui tempat-tempat penjualan suatuproduk yang terdekat dan terjauh sehingga konsumen dapat menentukan kemana produk akan dibeli (toko, kios, dealer atau agen).

II. 3.4 Bentuk-bentuk Iklan Televisi

  Tidak selamanya benar tentunya, sebab seringkali produk yang murah memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk denganharga yang tinggi. Strategi ini sering dilakukan produk tertentu yang “terjepit” dengan strategi mengaitkan produk tersebut dengan kelas produk yang bersangkutan.

II. 4 Teori S-O-R

  Berdasarkan uraian di atas, maka proses komunikasi dalam teori S-O-R ini dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 4 Model S-O-R Organisme :Perhatian StimulusPengertianPenerimaan Respon Sumber : Effendy, 2003 : 56 Gambar di atas menunjukkan bahwa perubahan sikap bergantung pada proses yang terjadi pada individu. Sehubungan dengan penjelasan di atas, teori S-O-R dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Jika disederhanakan lagi maka dapat disebutkan bahwa model S-O-R yaitu merupakan stimulus yang akan ditangkap oleh organisme khalayak.

II. 5 Citra

  Citra yang ideal merupakan impresi Sekarang ini banyak sekali perusahaan atau organisasi yang sangat memahami perlunya memberi perhatian yang cukup untuk membangun suatu citra yang menguntungkan bagi suatuperusahaan tidak hanya melepaskan diri terhadap terbentuknya suatu kesan publik yang negatif. Nimpoene (Soemirat dan Ardianto, 2004: 115), dalamlaporan penelitian tentang tingkah laku konsumen sebagai berikut: Gambar 5 Model Pembentukan Citra pengalaman mengenai stimulus KognisiStimulus ResponRangsang PerilakuPersepsi Sikap RangsangMotivasi Public relations digambarkan sebagai input-output, proses intern dalam model ini adalah pembentukan citra, sedangkan input adalah stimulus yang diberikan dan output adalah tanggapanatau perilaku tertentu.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN III.1 Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Medan Marelan, Medan. Kecamatan Medan Marelan terletak di wilayah Utara Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang, Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Medan Labuhan, Sebelah Selatan berbatasan

  Metodologimerupakan hal yang penting untuk menentukan secara teoritis teknik operasional yang dipakai sebagai pegangan dalam mengambil langkah – langkah sehingga diketahui tentang: III.2.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Untuk menentukan besarnya sampel dalam penelitian ini, maka digunakan rumus TaroYamane dengan presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90% yaitu sebagai berikut : Nn = d 12( ) (Kriyantono, 2006 : 160)Keterangan : n = SampelN = Populasi d = Presisi Berdasarkan data yang ada maka penelitian ini memerlukan sampel sebanyak : 998 n =2 + 998 ( , 1 ) 1 998 = 98 1 998 = 10 , 98 = 90,89 = 91 orang Jadi, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah berjumlah 91 orang.

2. Accidental Sampling Teknik ini adalah memilih siapa saja yang kebetulan dijumpai untuk dijadikan sampel

  Penelitian Kepustakaan (Library Research)Yaitu penelitian yang dilakukakan dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data melalui literatur dan sumber bacaan yang relevan dan mendukung penelitian. Analisis Tabel Silang Merupakan salah satu tekhnik yang dipergunakan untuk menganalisis dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan yang lainnya.

3. Uji Hipotesa

  Yaitu pengujian data statistik untuk mengetahui data hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Kurang dari 0,20 : Hubungan rendah sekali; lemas sekali0,20-0,39 : Hubungan rendah tapi pasti0,40-0,70 : Hubungan yang cukup berarti0,71-0,90 : Hubungan yang tinggi; kuat Lebih dari 0,90 : Hubungan yang sangat tinggi; kuat sekali; dapat diandalkan.

2 Kp = (r s ) x 100%

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN IV.1. Pelaksanaan Pengumpulan Data Peneliti menempuh beberapa tahapan penelitian dalam pengumpulan data. Tahapan

  Dalam tahap penelitian ini, peneliti melanjutkan dengan studi kepustakaan di perpustakaan guna mengumpulkan buku-buku yangberhubungan dengan judul penelitian yang sedang diteliti oleh peneliti yakni: IKLANTELEVISI PROGRAM JALAN SEHAT 10.000 LANGKAH BERSAMA ANLENEDAN TERHADAP CITRA PRODUK (Studi Korelasional Iklan Televisi Program JalanSehat 10.000 Langkah Bersama Anlene terhadap Citra Produk Susu Anlene di kalangan Ibu PKK di Kecamatan Medan Marelan). Menyediakan Kerangka Tabel Banyaknya kerangka tabel minimal sejumlah pertanyaan dalam bentuk kuesioner, maksimal sesuai dengan kebutuhan analisis kerangka tabel ini dilengkapi dengan nomor tabel,judul tabel, kolom vertikal dan horizontal, kategori dan indikator, frekuensi, persen dan jumlah.

IV. 3.1 Karakteristik Responden Karakteristik responden perlu disajikan untuk lebih mengetahui latar belakang responden

  Maka dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini berusia antara39-49 tahun yang ditunjukkan dengan persentase sebesar 38,5% atau ada sebanyak 35 orang Tabel 4 Pendidikan RespondenNo Pendidikan F % 1 SD 2 SMP 2 2.2 3 SMA 49 53.8 4 D3 25 27.5 5 S1/S2 15 16.5 Total 91 100.0Sumber: P2/FC.4 Berdasarkan tabel 4 di atas diketahui mengenai tingkat pendidikan responden. Sebanyak 47 orang responden (51,6%) memiliki tingkat penghasilan <Rp.1.000.000,- /bulan, sebanyak 27orang responden (29,7%) memiliki tingkat penghasilan Rp.1.000.000- Rp.2.500.000,- , sebanyak 15 orang responden (16,5%) memiliki tingkat penghasilan Rp.2.500.000- Rp.4.000.000 danhanya ada 2 orang responden (2,2%) yang memiliki tingkat penghasilan >Rp.4.000.000,- Maka dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini memiliki tingkat penghasilan <Rp.1.000.000,-.

IV. 3.2 Iklan Televisi Program Jalan Sehat 10.000 Langkah Bersama Anlene

  Tidak ada responden (0%) yang menjawab tidak baik, sebanyak 3 orang responden (3,3%) menjawab kurang baik, sebanyak 49 orang responden (53,8%) menjawab baik dan sebanyak 39 Maka dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini menyatakan bahwa mereka berpendapat bahwa tujuan kegiatan Jalan Sehat 10.000 langkah bersama Anleneini baik. Ketepatan Indy Barens sebagai model iklan dianggap tepat karena pararesponden menilai sosok public figur Indy Barens dapat memberikan pengaruh yang positif bagi masyarakat agar mau mengikuti kegiatan jalan 10.000 langkah setiap harinya disertai dengan Tabel 19 Model iklan menarikNo Model iklan menarik F % 1 Tidak menarik 2 Kurang menarik 11 12.1 3 Menarik 63 69.2 4 Sangat Menarik 17 18.7 Total 91 100.0Sumber: P17/FC.19 Berdasarkan tabel 19 di atas diketahui mengenai model iklan yang menarik.

IV. 3.3 Citra Produk Susu Anlene

  Para responden menyatakan kegiatan ini mampu mempengaruhi citraproduk susu Anlene karena sifatnya yang positif untuk mengajak melakukan kegiatan yang menunjang pola hidup sehat yaitu secara rutin berjalan kaki disertai minum susu kalsium 2 kalisehari untuk mencegah secara dini penyakit pengeroposan tulang atau yang lebih sering disebut dengan oesteoporosis. Alasan para responden menyatakan bahwa program jalansehat 10.000 langkah bersama Anlene mampu memberi perubahan terhadap pola hidup sehat karena kegiatan ini sangat persuasif atau mengajak masyarakat untuk rajin berolahraga yangmudah dan ringan seperti berjalan 10.000 langkah setiap harinya dan anjuran untuk mengkonsumsi susu berkalsium 2 kali sehari agar tulang sehat serta kuat kini dan nanti.

91 Responden menyatakan tidak mengetahui sebesar 0%, responden menyatakan kurang

  mengetahui sebesar 10,98%, responden menyatakan mengetahui sebesar 41,75% dan responden yang menyatakan sangat mengetahui sebesar 9,89% dengan alasan tahu tentang tujuan darikegiatan jalan sehat 10.000 langkah bersama Anlene sehingga memberikan tanggapan yang baik terhadap kegiatan jalan sehat 10.000 langkah bersama Anlene. Dari 91 responden dalam penelitian ini memiliki sebaran data: 0 orang menyatakan tidak mendukung, 0 orang menyatakan kurang mendukung, 49 orang menyatakan mendukung dan 42orang menyatakan sangat mendukung terhadap kegiatan jalan sehat 10.000 langkah bersama Anlene.

91 Responden menyatakan tidak setuju sebesar 0%, responden menyatakan kurang setuju

  sebesar 12,08%, responden menyatakan setuju sebesar 35,16% dan responden yang menyatakan sangat setuju sebesar 6,59 % dengan lokasi kegiatan sehingga mereka mendukung kegiatan jalansehat 10.000 langkah bersama Anlene. Dari 91 responden dalam penelitian ini memiliki sebaran data: 0 orang menyatakan tidak mengerti, 7 orang menyatakan kurang mengerti, 76 orang menyatakan mengerti dan 8 orangmenyatakan sangat mengerti terhadap informasi yang disampaikan tentang kegiatan jalan sehat 10.000 langkah bersama Anlene.

IV. 5. Uji Hipotesa

  Dengan kata lain, hal ini berarti semakintinggi iklan gerakan jalan 10.000 langkah bersama Anlene di televisi maka semakin tinggi pengaruhnya terhadap citra produk susu Anlene di kalangan ibu PKK di Kecamatan MedanMarelan ataupun sebaliknya, semakin rendah iklan gerakan jalan 10.000 langkah bersamaAnlene di televisi semakin rendah pula pengaruhnya terhadap citra produk susu Anlene di kalangan ibu PKK di Kecamatan Medan Marelan. Pada bagian output korelasi di atas terlihat pasangan data yang berkorelasi secara signifikan, yaitu antara iklan gerakan jalan 10.000 langkah bersamaAnlene di televisi terhadap citra produk susu Anlene di kalangan ibu PKK di Kecamatan Medan Marelan (probablilitas 0,001 yang lebih kecil dari 0,005 atau 0,001 < 0,005).

IV. 6 Pembahasan

  Karena probabilitas lebih kecil dari 0,005 maka hal ini menunjukkan signifikansi, artinya hipotesis yang diterima dalampenelitian ini adalah Ha (hipotesis alternatif), yaitu terdapat hubungan antara iklan gerakan jalan 10.000 langkah bersama Anlene di televisi terhadap citra produk susu Anlene di kalangan ibu PKK di Kecamatan Medan Marelan. Kemudian tahap selanjutnya adalah mencari besarnya kekuatan hubungan antara variabelX dan Y, yaitu dengan rumus : Kp = (r s ) 2 x 100%Kp = (0,695) 2 x 100%Kp = 0,483 x 100%Kp = 48,3%Hal ini berarti bahwa kekuatan hubungan antara variabel X dan variabel Y dalam penelitian ini adalah sebesar 48,3%.

BAB V PENUTUP V.1 Kesimpulan Berdasarkan penyajian dan analisis data yang telah dilakukan sesuai dengan langkah-

  Kegiatan yang dilakukan dalam program Jalan Sehat 10.000 langkah bersama Anlene seperti jalan bersama melalui rute yang sudah ditentukan, senam kesehatan tulang, acaraminum susu bersama dan ditutup dengan hiburan dan undian bagi para peserta. Hal ini ditunjukkan dengan jawaban yang baik dan menarik dari para responden ketika ditanyakan mengenai program yang dibuat secara gratis oleh produk susu Anlenetersebut.

V. 2 Saran

  Kepada para Ibu PKK di Kecamatan Medan Marelan agar tidak hanya melakukan kegiatan jalan sehat 10.000 langkah dan minum susu kalsium 2 kali sehari pada saatacara saja, namun harus selalu dilakukan setiap harinya demi kesehatan dan kebugaran. Kepada pihak susu kalsium Anlene agar mengadakan kegiatan ini setiap tahunnya dan memperbanyak jumlah kota di Indonesia yang turut serta, sehingga sosialisasi akanpencegahan osteoporosis secara dini dapat terlaksana dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

  Teori Komunikasi Sejarah, Metode, dan Terpaan di Dalam Media Massa. Shimp, Terence, A, 2000, Periklanan Promosi Edisi Kelima, Erlangga, JakartaSingarimbun, Masri & Sofyan Effendy, 2006, Metode Penelitian Survey, LP3ES, JakartaSoemirat, Soleh dan Elvinaro Ardianto, 2004.

A. Karakteristik Responden No Responden

  D3 IKLAN TELEVISI PROGRAM JALAN SEHAT 10.000 LANGKAH BERSAMA ANLENE TERHADAP CITRA PRODUK(Studi Korelasional Iklan Televisi Program Jalan Sehat 10.000 Langkah Bersama Anlene terhadap Citra Produk Susu Anlene di kalangan Ibu PKK di Kecamatan Medan Marelan) 3. Peneliti sangat mengharapkan semua pertanyaan dijawab dan tidak ada yang dilewatkan, karena setiap pertanyaan saling berhubungan.

2. Rp.1.000.000- Rp.500.000,-

  2. 6 bulan-1 tahun 3.

B. Variabel Bebas (X): Iklan Televisi Program Jalan Sehat 10.000 Langkah Bersama Anlene

h. Tema Kegiatan

  Apakah anda mengetahui tujuan dari kegiatan Jalan Sehat 10.000 langkah bersama Anlene? Apakah anda setuju dengan pemilihan lokasi dari kegiatan Jalan Sehat 10.000 langkah bersama Anlene ini?

4. Sangat setuju

  Apakah penggunaan model Iklan Indy Barens dalam iklan gerakan 10.000 langkah bersama Anlene ini sudah tepat? Apakah anda mengerti dengan mekanisme program Jalan Sehat 10.000 langkah Anlene ini?

C. Variabel Bebas (Y): Citra Produk Susu Anlene

e. Frekuensi Menonton Iklan Program Jalan Sehat 10.000 langkah bersama Anlene”

19. Frekuensi anda menonton iklan Program Jalan Sehat 10.000 langkah bersama Anlene :

  Apakah durasi iklan tersebut sudah sesuai dengan isi informasi dari kegiatan ini? Tidak sesuaiKurang sesuai 2.

f. Persepsi

  Apakah anda mendapatkan informasi yang cukup mengenai kegiatan yang disponsori oleh produk susu Anlene? Apakah anda mengerti dengan informasi yang disampaikan mengenai produk susu Anlene melalui kegiatan Gerakan 10.000 langkah bersama Anlene ini?

g. Kognisi

  Apakah kegiatan jalan 10.000 langkah bersama Anlene ini mampu mempengaruhi citra produk susu Anlene? Menurut anda seberapa besar pengaruh kegiatan Jalan 10.000 langkah bersama Anlene mempengaruhi citra produk susu Anlene?

30. Kritik anda terhadap kegiatan Jalan Sehat 10.000 langkah bersama Anlene :

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Iklan Televisi Program Jalan Sehat 10.000 Lan..

Gratis

Feedback