Feedback

Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Pada Berbagai Kombinasi Pupuk Organik Dan Pupuk Anorganik

Informasi dokumen
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays sacharata Sturt.) PADA BERBAGAI KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK SKRIPSI OLEH : MHD SADLI NASUTION 060301029 DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays sacharata Sturt.) PADA BERBAGAI KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK SKRIPSI OLEH : MHD SADLI NASUTION 060301029/AGRONOMI Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Skripsi : Pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt pada berbagai kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik Nama : Mhd Sadli Nasution NIM : 060301029 Departemen : Budidaya Pertanian Program studi : Agronomi Disetujui Oleh Komisi Pembimbing Prof. Dr. Ir. Hapsoh, MS. Ketua Ferry Ezra Sitepu, SP., MP. Anggota Mengetahui, Ir. T. Sabrina, M. Agr., Sc., Ph.D Ketua Departemen Agroekoteknologi Tanggal lulus : Universitas Sumatera Utara ABSTRAK MHD SADLI NASUTION: Pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) pada berbagai kombinasi pupuk organik dan anorganik., dibimbing oleh HAPSOH dan FERRY EZRA SITEPU. Kondisi lahan pertanian sekarang ini cukup memprihatinkan dimana tidak sedikit tanah pertanian yang sudah rusak oleh karena penggunaan lahan dan pupuk kimia secara terus menerus yang menyebabkan produktivitasnya juga menurun. Pemberian pupuk kimia harus diimbangin dengan pemberian pupuk organik. Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah kandungan bahan organik tanah yang semakin lama semakin berkurang. Tanah yang kandungan bahan organiknya rendah akan berkurang kemampuannya mengikat pupuk kimia sehingga efisiensinya juga akan menurun. Pupuk organik terdiri dari pupuk kandang, pupuk hijau, Guano, night soil, tepung tulang tepung ikan, tepung dara dan kascing. Kascing adalah kompos yang diperoleh dari hasil perombakan bahan-bahan yang dilakukan oleh cacing tanah yang berupa campuran kotoran cacing tanah dengan sisa-sisa media atau pakan selama budidaya cacing tersebut. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian USU (± 25 m dpl) pada Maret – Mei 2011 menggunakan rancang acak kelompok non faktorial dengan 6 perlakuan, yaitu K1: pupuk kascing 100% (80 g/tanaman); K2: pupuk kascing 75% (60 g/tanaman) + pupuk N, P, K 25% (0,25 g/tanaman urea, 0,12 g/tanaman TSP, 0,12 g/tanaman KCL); K3: pupuk kascing 50% (40 g/tanaman) + pupuk N, P, K 50% (0,5 g/tanaman urea, 0,25 g/tanaman TSP, 0,25 g/tanaman KCL); K4: pupuk kascing 25% (20 g/tanamn) + pupuk N, P, K 75% (0,75 g/tanaamn urea, 0,35 g/tanaman TSP, 0,35 g/tanaman KCL); K5: pupuk N, P, K 100% (1 g/tanaman urea, 0,50 g/tanaman TSP, 0,5o g/tanaamn KCL); K6: kompos pembanding 100% (80 g/tanaman) / kascing + (5% Rock Phosphat). Parameter yang diamti adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), luas daun (cm2), umur berbunga (hari), umur panen (hari), bobot basah akar (g), bobot basah batang atas (g), bobot kering akar (g), bobot kering batang atas (g), panjang tongkol (cm), produksi per sampel (g), produksi per plot (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi pupuk organik dan anorganik berpengaruh nyata terhadap semua parameter terkecuali luas daun bendera, umur berbungan dan umur panen. Kata kunci: jagung, pupuk organik, kascing Universitas Sumatera Utara ABSTRACT MHD SADLI NASUTION: Growth and production of sweet corn at the some combination of organic and anorganic fertilize, supervised by HAPSOH and FERRY EZRA SITEPU. Sweet corn Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Perdagangan pada tanggal 16 Mei 1988 dari ayah Drs. Syafruddin Nasution, dan ibu N Lubis. Penulis merupakan putra sulung dari empat bersaudara. Tahun 2006 penulis lulus dari SMA Negeri 3 Pematang Sianatar dan pada tahun yang sama masuk ke Fakultas Pertanian Universita Sumatera Utara melalui jalur ujian tertulis Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Penulis memilih program studi Agronomi, Departemen Budidaya Pertanian. Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif sebagai asisten Laboratorium Dasar Agronomi (2010-2011) dan juga anggota Himpunan Mahasiswa Budidaya Pertanian (HIMADITA). Penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Perkebunan Nusantara III Kebun Gunung Monaco, Kab. Serdang Bedagai pada bulan Juni – Juli 2010. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul ”Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) pada berbagai kombinasi pupuk organik dan anorganik.” Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah banyak memberi dukungan kepada penulis baik moril maupun materil. Penulis juga menyampaikan terimakasih kepada Prof. Dr. Ir. Hapsoh, MS., sebagai ketua komisi pembimbing dan Ferry Ezra Sitepu, SP., MP., sebagai anggota komisi pembimbing yang telah memberi banyak saran dan bimbingan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Serta kepada sdri Femmy Kusuma Wardhani yang membantu penulis. Disamping itu penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua staf pengajar dan pegawai di departemen Budidaya Pertanian, serta semua temanteman angkatan 2006 program studi Agronomi dan adik-adik angkatan 2010 program studi Agroekoteknologi yang telah banyak membantu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Semoga skripsi ini bermanfaat. Medan, Juli 2011 Universitas Sumatera Utara Penulis DAFTAR ISI ABSTRAK . ABSTRACT . RIWAYAT HIDUP . KATA PENGANTAR . DAFTAR ISI . DAFTAR TABEL . DAFTAR GAMBAR . DAFTAR LAMPIRAN . PENDAHULUAN Latar Belakang . Tujuan Penelitian . Hipotesis Penelitian . Kegunaan Penelitian . TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman . Syarat Tumbuh. Iklim . Tanah . Pupuk Kascing . BAHAN DAN METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian . Bahan dan Alat . Metode Penelitian . PELAKSANAAN PENELITIAN Persiapan lahan . Persiapan media tanam . Penanaman . Pemupukan . Pengaplikasian kascing . Pemeliharaan tanaman . Penyiraman . Penyiangan . Penjarangan . Pengendalian hama dan penyakit . Panen . Pengamatan Parameter . Tinggi tanaman (cm). i ii iii iv v vii viii ix 1 3 3 3 4 6 6 7 8 10 10 10 13 13 13 13 13 14 14 14 14 14 14 15 15 Universitas Sumatera Utara Diameter batang (cm) . Luas daun bendera (cm2). Umur berbunga (hari) . Umur panen (hari) . Bobot basah akar (g). Bobot basah batang atas (g) . Bobot kering akar (g). Bobot kering batang atas (g) . Panjang tongkol (cm) . Produksi per sampel (g) . Produksi per plot (g) . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . Pembahasan . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . Saran . DAFTAR PUSTAKA . 15 15 15 15 16 16 16 16 16 16 16 34 34 35 LAMPIRAN . 37 17 31 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL NO. Hal. 1. Rataan tinggi tanaman jagung 2, 4, 6 MST(cm) . 17 2. Rataan diameter batang jagung 2, 4, 6 MST (batang) . 20 3. Rataan luas daun jagung (cm2) . 21 4. Rataan umur berbunga jagung (hari) . 22 5. Rataan umur panen jagung (hari) . 22 6. Rataan bobot basah akar jagung (g) . 23 7. Rataan bobot basah batang atas jagung (g) . 24 8. Rataan bobot kering akar jagung (g) . 25 9. Rataan bobot kering batang atas jagung (g) . 26 10. Rataan panjang tongkol jagung (g) . 27 11. Rataan produksi jagung per sampel (g) . 28 12. Rataan produksi jagung per plot (g) . 29 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR NO. Hal. 1. Histogram tinggi tanaman jagung 2 MST . 18 2. Histogram tinggi tanaman jagung 4 MST . 18 3. Histogram tinggi tanaman jagung 6 MST . 19 4. Histogram diameter batang jagung 2 MST . 20 5. Histogram diameter batang jagung 4 MST . 20 6. Histogram diameter batang jagung 6 MST . 21 7. Histogram bobot basah akar jagung . 24 8. Histogram bobot basah batang atas jagung . 25 9. Histogram bobot kering akar jagung . 26 10. Histogram bobot kering batang atas jagung . 27 11. Histogram panjang tongkol jagung . 28 12. Histogram produksi jagung per sampel . 29 13. Histogram produksi jagung per plot . 30 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN NO. Hal. 1. Deskripsi jagung varietas sweet boy . 37 2. Data pengamatan tinggi tanaman jagung 2 MST (cm) . 38 3. Sidik ragam tinggi tanaman jagung 2 MST . 38 4. Data pengamatan tinggi tanaman jagung 4 MST (cm) . 38 5. Sidik ragam tinggi tanaman jagung 4 MST . 38 6. Data pengamatan tinggi tanaman jagung 6 MST (cm) . 39 7. Sidik ragan tinggi tanaman jagung 6 MST . 39 8. Data pengamatan diameter batang jagung 2 MST (cm) . 39 9. Sidik ragam diameter batang jagung 2 MST . 39 10. Data pengamatan diameter batang jagung 4 MST (cm) . 40 11. Sidik ragam diameter batang jagung 4 MST . 40 12. Data pengamatan diameter batang jagung 6 MST (cm) . 40 13. Sidik ragam diameter batang jagung 6 MST . 40 14. Data pengamatan luas daun jagung (cm2) . 41 15. Sidik ragam luas daun jagung . 41 16. Data pengamatan umur berbunga jagung (hari) . 41 17. Sidik ragam umur berbunga jagung . 41 18. Data pengamatan umur panen jagung (hari) . 42 19. Sidik ragam umur panen jagung . 42 20. Data pengamatan bobot basah akar jagung (g) . 42 21. Sidik ragam bobot basah akar jagung . 42 22. Data pengamatan bobot basah batang atas jagung (g) . 43 Universitas Sumatera Utara 23. Sidik ragam bobot basah batang atas jagung . 43 24. Data pengamatan bobot kering akar jagung (g) . 43 25. Sidik ragam bobot basah kering akar jagung . 43 26. Data pengamatan bobot kering batang atas jagung (g) . 44 27. Sidik ragam bobot kering batang atas jagung . 44 28. Data pengamatan panjang tongkol (cm) . 44 29. Sidik ragam panjang tongkol . 44 30. Data pengamatan produksi per sampel (g) . 45 31. Sidik ragam produksi per sampel . 45 32. Data pengamatan produksi per plot (g) . 45 33. Sidik ragam produksi per plot . 45 34. Perhitungan pupuk . 46 35. Foto lahan peneltian . 47 36. Foto sampel per perlakuan . 47 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK MHD SADLI NASUTION: Pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) pada berbagai kombinasi pupuk organik dan anorganik., dibimbing oleh HAPSOH dan FERRY EZRA SITEPU. Kondisi lahan pertanian sekarang ini cukup memprihatinkan dimana tidak sedikit tanah pertanian yang sudah rusak oleh karena penggunaan lahan dan pupuk kimia secara terus menerus yang menyebabkan produktivitasnya juga menurun. Pemberian pupuk kimia harus diimbangin dengan pemberian pupuk organik. Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah kandungan bahan organik tanah yang semakin lama semakin berkurang. Tanah yang kandungan bahan organiknya rendah akan berkurang kemampuannya mengikat pupuk kimia sehingga efisiensinya juga akan menurun. Pupuk organik terdiri dari pupuk kandang, pupuk hijau, Guano, night soil, tepung tulang tepung ikan, tepung dara dan kascing. Kascing adalah kompos yang diperoleh dari hasil perombakan bahan-bahan yang dilakukan oleh cacing tanah yang berupa campuran kotoran cacing tanah dengan sisa-sisa media atau pakan selama budidaya cacing tersebut. Penelitian (cm) Diameter tongkol diukur pada bagian tengah dengan mempergunakan jangka sorong, setelah kelobot dikelupas. Panjang Tongkol (cm) Panjang tongkol diukur mulai dari pangkal tongkol sampai ujung tongkol dengan menggunakan mistar, setelah kelobot dikupas Bobot Tongkol per sampel (g) Penimbangan dilakukan setelah jagung dipanen dan kelobot dikupas. Tongkol ditimbang dengan menggunakan timbangan Bobot Biomassa Bobot biomassa per sampel ditentukan dengan cara menimbang seluruh bagian tanaman pada saat panen. Universitas Sumatera Utara Indeks Panen Indeks panen dihitung dengan rumus: Bobot tongkol / sampel Indeks panen = Bobot biomassa per sampel Universitas Sumatera Utara HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tinggi Tanaman (cm) Data pengamatan dan daftar sidik ragam tinggi tanaman 2-7 MST dapat dilihat pada Lampiran 8-19. Dari analisis daftar sidik ragam diketahui bahwa perlakuan pemberian pupuk anorganik cair dan pemangkasan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman. Rataan dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan terhadap tinggi tanaman dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Rataan tinggi tanaman (cm) pada berbagai dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan pada umur 7 MST Pupuk Anorganik Cair Pemangkasan (hst/tanaman) (cc/l.air) M0 = 0 M1 = 2 M2 = 4 Rataan pemangkasan P0 = 0 211,73 220,43 230,59 73,64 P1 = 15 221,52 214,44 215,93 72,43 P2 = 30 217,11 215,89 203,47 70,72 P3 = 45 207,96 214,11 211,67 70,41 Rataan pemupukan 71,53 72,07 71,80 Tabel 1 menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk anorganik cair dan pemangkasan menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan pada parameter tinggi tanaman. Dari tabel 1 diketahui bahwa tinggi tanaman tertinggi diperoleh pada perlakuan POM2 yaitu sebesar 230,59 cm , sedangkan tinggi tanaman terendah diperoleh pada perlakuan P3MO yaitu sebesar 207,96 cm. Umur Berbunga (hari) Data pengamatan dan daftar sidik ragam umur berbunga dapat dilihat pada Lampiran 20-21. Dari analisis daftar sidik ragam diketahui bahwa perlakuan pemberian pupuk Universitas Sumatera Utara anorganik cair dan pemangkasan berpengaruh tidak nyata terhadap umur berbunga tanaman. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap umur berbunga tanaman. Rataan dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan terhadap umur berbunga dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Rataan umur berbunga tanaman (cm) pada berbagai dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan Pemangkasan (hst/tanaman) Pupuk Anorganik Cair (cc/l.air) M0 = 0 M1 = 2 M2 = 4 Rataan pemangkasan P0 = 0 52,33 52,00 52,00 17,37 P1 = 15 51,67 51,67 52,00 17,26 P2 = 30 51,00 51,33 51,67 17,11 P3 = 45 51,00 51,33 50,67 17,00 Rataan pemupukan 17,17 17,19 17,19 Tabel 2 menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk anorganik cair dan pemangkasan menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan pada parameter umur berbunga tanaman. Dari tabel 2 diketahui bahwa umur berbunga tertinggi diperoleh pada perlakuan POMO dan POM1 yaitu sebesar 52,33 , sedangkan umur berbunga terendah diperoleh pada perlakuan P3M2 yaitu sebesar 50,67 . Jumlah Klorofil Daun (unit/6mm³) Data pengamatan dan daftar sidik ragam klorofil daun dapat dilihat pada Lampiran 22-23. Dari analisis daftar sidik ragam diketahui bahwa perlakuan pemberian pupuk anorganik cair dan pemangkasan berpengaruh tidak nyata terhadap klorofil daun tanaman. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap klorofil daun tanaman. Rataan dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan terhadap klorofil daun dapat dilihat pada Tabel 3. Universitas Sumatera Utara Tabel 3. Rataan klorofil daun tanaman (cm) pada berbagai dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan Pupuk Anorganik Cair Pemangkasan (hst/tanaman) (cc/l.air) Rataan pemangkasan M0 = 0 M1 = 2 M2 = 4 P0 = 0 55,25 56,28 56,33 18,65 P1 = 15 57,13 56,84 56,37 18,93 P2 = 30 58,37 58,99 59,04 19,60 P3 = 45 59,25 60,19 61,03 20,05 Rataan pemupukan 19,17 19,36 19,40 Tabel 3 menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk anorganik cair dan pemangkasan menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan pada parameter klorofil daun tanaman. Dari tabel 3 diketahui bahwa jumlah klorofil terbanyak diperoleh pada perlakuan P3M2 yaitu sebesar 61,03, sedangkan jumlah klorofil terkecil diperoleh pada perlakuan POM1 yaitu sebesar 55,25. Umur Panen (hari) Data pengamatan dan daftar sidik ragam umur panen dapat dilihat pada Lampiran 24- 25. Dari analisis daftar sidik ragam diketahui bahwa perlakuan pemberian pupuk anorganik cair dan pemangkasan berpengaruh tidak nyata terhadap umur panen tanaman. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap umur panen tanaman. Rataan dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan terhadap umur panen dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Rataan umur panen tanaman (cm) pada berbagai dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan Pemangkasan (hst/tanaman) Pupuk Anorganik Cair (cc/l.air) M0 = 0 M1 = 2 M2 = 4 Rataan pemangkasan P0 = 0 70,00 70,00 70,00 23,33 P1 = 15 69,33 69,67 70,00 23,22 P2 = 30 69,33 69,67 69,33 23,15 P3 = 45 69,00 68,67 69,00 22,96 Rataan pemupukan 23,14 23,17 23,19 Universitas Sumatera Utara Tabel 4 menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk anorganik cair dan pemangkasan menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan pada parameter umur panen tanaman. Dari tabel 4 diketahui bahwa umur panen tertinggi diperoleh pada perlakuan POMO, POM1, POM2 dan P1M2 yaitu sebesar 70,00, sedangkan umur panen terendah diperoleh pada perlakuan P3M1 yaitu sebesar 68,67. Diameter Tongkol (cm) Data pengamatan dan daftar sidik ragam diameter tongkol dapat dilihat pada Lampiran 26-27. Dari analisis daftar sidik ragam diketahui bahwa perlakuan pemberian pupuk anorganik cair dan pemangkasan berpengaruh tidak nyata terhadap diameter tongkol tanaman. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap diameter tongkol tanaman. Rataan dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan terhadap diameter tongkol dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Rataan diameter tongkol tanaman (cm) pada berbagai dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan Pupuk Anorganik Cair Pemangkasan (hst/tanaman) (cc/l.air) M0 = 0 M1 = 2 M2 = 4 Rataan pemangkasan P0 = 0 4,51 4,57 4,53 1,51 P1 = 15 4,53 4,71 4,71 1,55 P2 = 30 4,76 4,66 4,71 1,57 P3 = 45 4,75 4,88 4,66 1,59 Rataan pemupukan 1,55 1,57 1,55 Tabel 5 menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk anorganik cair dan pemangkasan menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan pada parameter diameter tongkol tanaman. Dari tabel 5 diketahui bahwa diameter tongkol terbesar diperoleh pada perlakuan P3M1 yaitu sebesar 4,88, sedangkan diameter tongkol terkecil diperoleh pada perlakuan POMO yaitu sebesar 4,51. Universitas Sumatera Utara Panjang Tongkol (cm) Data pengamatan dan daftar sidik ragam panjang tongkol dapat dilihat pada Lampiran 28-29. Dari analisis daftar sidik ragam diketahui bahwa perlakuan pemberian pupuk anorganik cair dan pemangkasan berpengaruh tidak nyata terhadap panjang tongkol tanaman. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap panjang tongkol tanaman. Rataan dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan terhadap panjang tongkol dapat dilihat pada Tabel 6 Tabel 6. Rataan panjang tongkol tanaman (cm) pada berbagai dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan Pupuk Anorganik Cair Pemangkasan (hst/tanaman) (cc/l.air) Rataan pemangkasan M0 = 0 M1 = 2 M2 = 4 P0 = 0 20,49 20,91 20,66 6,90 P1 = 15 21,41 20,91 21,76 7,12 P2 = 30 22,45 20,62 21,23 7,15 P3 = 45 21,39 21,87 21,58 7,20 Rataan pemupukan 7,15 7,03 7,10 Tabel 6 menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk anorganik cair dan pemangkasan menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan pada parameter panjang tongkol tanaman. Dari tabel 6 diketahui bahwa panjang tongkol tertinggi diperoleh pada perlakuan P3M1 yaitu sebesar 21,87, sedangkan panjang tongkol terendah diperoleh pada perlakuan POMO yaitu sebesar 20,49. Bobot Tongkol per sampel (g) Data pengamatan dan daftar sidik ragam bobot tongkol per sampel tanaman dapat dilihat pada Lampiran 30-31. Dari analisis daftar sidik ragam diketahui bahwa perlakuan pemberian pupuk anorganik cair dan pemangkasan berpengaruh tidak nyata terhadap bobot tongkol per sampel tanaman. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap bobot tongkol per sampel tanaman. Universitas Sumatera Utara Rataan dosis pupuk anorganik cair dan pemangkasan terhadap bobot tongkol per sampel tanaman dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Dan Pupuk Kandang Ayam, 2009. USU Repository © 2009 KK : 17,46% FK : 2971589,87 Lampiran 30. Data Pengamatan Bobot Klobot BLOK PERLAKUAN TOTAL RATAAN 50.00 153.33 51.11 60.00 42.50 155.00 51.67 47.50 66.66 37.50 151.66 50.55 T1K1 37.50 60.00 47.50 145.00 48.33 T1K2 61.66 75.00 36.66 173.32 57.77 T1K3 36.00 47.50 85.00 168.50 56.17 T2K1 70.00 60.00 40.00 170.00 56.67 T2K2 48.00 42.00 70.00 160.00 53.33 T2K3 37.50 85.00 70.00 192.50 64.17 T3K1 42.50 47.50 67.50 157.50 52.50 T3K2 62.50 65.00 65.00 192.50 64.17 T3K3 40.00 50.00 36.66 126.66 42.22 I II III T0K1 50.00 53.33 T0K2 52.50 T0K3 TOTAL 585.66 711.99 648.32 1945.97 648.66 RATAAN 48.81 59.33 54.03 162.16 54.05 Lampiran 31. Data Sidik Ragam Bobot Klobot SK db JK KT 2 11 664.98 1295.94 232.86 40.79 146.69 45.37 Interaksi T X K 3 1 1 1 2 1 1 6 136.89 7.58 129.31 926.19 332.49 117.81 77.62 40.79 146.69 45.37 68.45 7.58 129.31 154.37 Error 22 4791.72 217.81 Total 35 6752.64 Blok Perlakuan T T-Linier T-Kuadratik T-Kubik K K-Linier K-Kuadratik F hit 1.53 0.54 0.36 0.19 0.67 0.21 0.31 0.03 0.59 0.71 F.05 tn tn tn tn tn tn tn tn tn tn Doddy Dongoran : Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Terhadap Pemberian Pupuk Cair Tnf Dan Pupuk Kandang Ayam, 2009. USU Repository © 2009 3.44 2.26 3.05 4.30 4.30 3.05 4.30 4.30 4.30 2.55 KK : 27,30% FK : 105188,87 Lampiran 32. Data Pengamatan Diameter Tongkol BLOK PERLAKUAN TOTAL RATAAN 4.18 12.47 4.16 4.67 4.32 13.39 4.46 3.98 4.29 4.05 12.32 4.11 T1K1 4.28 4.36 4.47 13.11 4.37 T1K2 3.37 4.70 4.00 12.07 4.02 T1K3 4.11 4.27 4.65 13.03 4.34 T2K1 4.60 4.24 4.45 13.29 4.43 T2K2 4.24 4.19 4.65 13.08 4.36 T2K3 4.25 4.46 4.66 13.37 4.46 T3K1 4.02 3.87 4.57 12.46 4.15 T3K2 4.46 3.56 4.70 12.72 4.24 T3K3 4.17 4.30 3.73 12.20 4.07 I II III T0K1 3.93 4.36 T0K2 4.40 T0K3 TOTAL 49.81 51.27 52.43 153.51 51.17 RATAAN 4.15 4.27 4.37 12.79 4.26 Lampiran 33. Data Sidik Ragam Diameter Tongkol SK db JK KT F hit F.05 Blok 2 0.29 0.14 1.30 tn 3.44 Perlakuan 11 0.83 0.08 0.68 tn 2.26 T 3 1 0.32 0.11 0.98 tn 3.05 0.00 0.04 tn 1 0.00 0.16 0.16 1.43 tn 4.30 4.30 T-Kubik 1 0.16 0.16 1.46 tn 3.05 K 2 0.01 0.00 0.04 tn 4.30 K-Linier 1 0.01 0.01 0.06 tn 4.30 K-Kuadratik 1 0.00 0.01 tn 4.30 Interaksi T X K 6 0.00 0.50 0.08 0.75 tn 2.55 Error 22 2.43 0.11 T-Linier T-Kuadratik Doddy Dongoran : Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Terhadap Pemberian Pupuk Cair Tnf Dan Pupuk Kandang Ayam, 2009. USU Repository © 2009 35 Total 3.55 KK : 7,80 FK : 654,59 Lampiran 34. Data Pengamatan Panjang Tongkol BLOK PERLAKUAN TOTAL RATAAN 16.25 50.78 16.93 18.00 18.12 55.24 18.41 19.37 18.33 16.00 53.70 17.90 T1K1 14.62 16.00 16.50 47.12 15.71 T1K2 19.83 19.50 16.33 55.66 18.55 T1K3 18.30 16.25 16.50 51.05 17.02 T2K1 19.87 16.25 16.50 52.62 17.54 T2K2 18.60 16.60 18.40 53.60 17.87 T2K3 19.62 17.25 19.00 55.87 18.62 T3K1 15.75 17.75 18.25 51.75 17.25 T3K2 18.25 16.75 19.50 54.50 18.17 T3K3 17.60 15.75 19.41 52.76 17.59 I II III T0K1 17.20 17.33 T0K2 19.12 T0K3 TOTAL 218.13 205.76 210.76 634.65 211.55 RATAAN 18.18 17.15 17.56 52.89 17.63 Lampiran 35. Data Sidik Ragam Panjang Tongkol SK db Perlakuan 2 11 6.45 22.78 3 1 1 1 2 1 1 6 4.04 0.21 0.22 3.61 Blok T T-Linier T-Kuadratik T-Kubik K K-Linier K-Kuadratik Interaksi T X K JK 12.08 5.14 6.94 6.66 KT 3.23 2.07 1.35 0.21 0.22 3.61 6.04 5.14 6.94 1.11 F hit 1.76 1.13 0.73 0.11 0.12 1.96 3.29 2.80 3.77 0.60 F.05 tn tn tn tn tn tn tn tn tn tn Doddy Dongoran : Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Terhadap Pemberian Pupuk Cair Tnf Dan Pupuk Kandang Ayam, 2009. USU Repository © 2009 3.44 2.26 3.05 4.30 4.30 3.05 4.30 4.30 4.30 2.55 Error 22 40.43 Total 35 69.67 1.84 KK : 7,69 FK : 11188,35 Lampiran 36. Data Pengamatan Umur Berbunga BLOK PERLAKUAN TOTAL RATAAN 43.00 129.75 43.25 42.75 42.66 128.66 42.89 43.25 43.50 43.33 130.08 43.36 T1K1 43.00 44.50 43.33 130.83 43.61 T1K2 42.25 42.50 43.00 127.75 42.58 T1K3 41.75 43.25 43.00 128.00 42.67 T2K1 43.50 42.50 43.50 129.50 43.17 T2K2 42.25 42.33 42.00 126.58 42.19 T2K3 42.50 42.00 42.50 127.00 42.33 T3K1 42.33 42.30 42.33 126.96 42.32 T3K2 44.00 42.50 42.33 128.83 42.94 T3K3 42.33 42.00 42.33 126.66 42.22 I II III T0K1 43.75 43.00 T0K2 43.25 T0K3 TOTAL 514.16 513.13 513.31 1540.60 513.53 RATAAN 42.85 42.76 42.78 128.38 42.79 Lampiran 37. Data Sidik Ragam Umur Berbunga SK db JK KT F hit F.05 Blok 2 0.050 0.025 0.09 tn 3.44 Perlakuan 11 7.655 0.696 2.53 * 2.26 T 3 1 2.753 0.918 3.34 * 3.05 2.597 9.46 * 1 2.597 0.046 0.046 0.17 tn 4.30 4.30 T-Kubik 1 0.111 0.111 0.40 tn 3.05 K 2 1.537 0.769 2.80 tn 4.30 K-Linier 1 1.170 1.170 4.26 tn 4.30 K-Kuadratik 1 0.367 1.34 tn 4.30 Interaksi T X K 6 0.367 3.365 0.561 2.04 tn 2.55 T-Linier T-Kuadratik Doddy Dongoran : Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Terhadap Pemberian Pupuk Cair Tnf Dan Pupuk Kandang Ayam, 2009. USU Repository © 2009 Error 22 6.040 Total 35 13.746 0.275 KK : 1,22% FK : 65929,12 Lampiran 5. Rangkuman Uji Beda Rataan Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis Terhadap Pemberian Pupuk TNF dan Pupuk Kandang Ayam Perlakuan 1 2 Pengamatan Parameter 3 4 5 6 7 Pupuk TNF T0 T1 T2 T3 Pupuk Kandang Ayam K1 K2 K3 158.13c 176.79a 170.51ab 2.27 2.36 2.29 16.86 18.25 17.78 4.28 4.27 4.24 275.78 290.47 295.67 52.15 56.74 53.28 43.09 42.65 42.65 Interaksi T0K1 T0K2 T0K3 T1K1 T1K2 T1K3 T2K1 T2K2 T2K3 T3K1 T3K2 T3K3 Keterangan : Angka-angka yang diikuti huruf yang tidak sama pada kolom dan kelompok perlakuan yang menunjukkan berbeda nyata pada taraf 5% menurut Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) Keterangan : 1. Tinggi Tanaman 7 MST (cm) 2. Diameter Batang 7 MST (cm) Doddy Dongoran : Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Terhadap Pemberian Pupuk Cair Tnf Dan Pupuk Kandang Ayam, 2009. USU Repository © 2009 3. Panjang Tongkol (cm) 4. Diameter Tongkol (cm) 5. Bobot Segar (g) 6. Bobot Klobot (g) 7. Umur Berbunga (hari) Lampiran 3. Deskripsi Jagung Manis Hibrida Varietas Sweet Boy LAMPIRAN KEPUTUSAN METERI PERTANIAN Nomor : 456/ Kpts / SR. 120/ 12/ 2005 Tanggal : 26 Desember 2005 Golongan varietas : Hibrida silang tunggal F 2139 X M 2139 Umur mulai berbunga : 51- 59 hari setelah tanam Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 184 cm Tinggi togkol : 89 cm Kerebahan : Tahan Batang : Hijau kokoh Warna daun : Hijau gelap Bentuk daun : Agak terkelai Bentuk malai (tessel) : Agak terkulai Warna sekam (glume) : Hijau pucat Warna malai (anther) : Kuning pucat Warna rambut : Kuning Ukuran tongkol : Panjang = 18,9 cm dan diameter = 4,8 cm Jumlah tongkol per tanaman : 1 Warna biji : Kuning cerah dan mengkilat Baris biji : lurus terisi penuh Jumlah baris biji : 14- 16 baris Kadar gula : 12,10 Brix Berat 1000 biji : 124,5 gram Hasil : 18,0 ton /ha Doddy Dongoran : Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Terhadap Pemberian Pupuk Cair Tnf Dan Pupuk Kandang Ayam, 2009. USU Repository © 2009 Keterangan : Beradaptasi baik di dataran rendah sampai sedang Pengusuk/ peneliti : PT Benihinti Suburintani / Nasib W.W,Putu Darsama dan Setiogir Lampiran 1. Bagan Penelitian BLOK I BLOK II T0K1 T3K1 T2K3 T3K3 T3K3 T2K1 T1K1 T0K1 T2K3 T1K2 T0K2 T3K1 T0K2 T2K2 T0K3 BLOK III 60 cm 75 cm U 60 cm T3K3 T0K3 T1K3 T1K1 T2K2 T1K2 T1K2 T2K3 T3K1 T2K1 T3K2 50 cm T0K2 Doddy Dongoran : Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Terhadap Pemberian Pupuk Cair Tnf Dan Pupuk Kandang Ayam, 2009. USU Repository © 2009 T1K3 T3K2 T0K3 T2K2 T1K3 T1K1 T3K2 T0K1 T2K1 50 cm Lampiran 2. Bagan Letak Tanaman Sampel Per Plot 100 cm 20 cm 100 cm 20 cm Jarak antara ulangan 60 cm Jarak antara Plot 50 cm Doddy Dongoran : Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Terhadap Pemberian Pupuk Cair Tnf Dan Pupuk Kandang Ayam, 2009. USU Repository © 2009 FOTO LAHAN PENELITIAN Doddy Dongoran : Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Terhadap Pemberian Pupuk Cair Tnf Dan Pupuk Kandang Ayam, 2009. USU Repository © 2009 Doddy Dongoran : Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Terhadap Pemberian Pupuk Cair Tnf Dan Pupuk Kandang Ayam, 2009. USU Repository © 2009
Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Pada Berbagai Kombinasi Pupuk Organik Dan Pupuk Anorganik 16.20 19.17 17.46 108.71 18.12 17.69 Perlakuan Galat 67.75 340.50 K2 50.06 61.30 71.24 285.01 Total 95.25 1.94 1.88 1.93 1.15 6.50 K6 1.56 1.59 1.59 10.29 44.06 1.72 Galat 65.67 264.00 K2 65.33 65.67 66.33 263.33 K4 86.90 88.37 74.31 299.46 K4 87.95 79.21 64.49 263.40 K6 77.26 70.33 72.44 74.26 Perlakuan Galat 17.64 69.03 K2 17.83 20.94 18.91 19.44 76.88 K4 16.47 19.63 17.77 16.32 62.08 K6 88.63 82.73 60.20 275.20 K6 66.80 63.20 79.89 83.78 2.90 134.53 Bila suhu diatas 29,5 C maka air tanah cepat menguap K6 75.33 75.21 tn Galat Perlakuan Galat Perlakuan Galat 127.15 K6 tn Perlakuan 0.34 3.80 1.44 6.30 K2 1.28 1.69 1.57 1.32 6.16 K4 1.43 1.29 1.43 1.25 4.38 0.86 8.23 32.27 1.37 KK 1.99 7.88 K2 1.82 1.96 1.72 7.80 K4
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Pada Berbagai Kombinasi Pupuk Organik Dan Pupuk Anorganik

Gratis