Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Pada Berbagai Kombinasi Pupuk Organik Dan Pupuk Anorganik

 0  22  62  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

RIWAYAT HIDUP

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul ”Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) pada berbagai kombinasi pupuk organik dan anorganik.” Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah banyak memberi dukungan kepada penulis baik moril maupun materil. Parameter yang diamti adalah tinggi tanaman 2 (cm), diameter batang (cm), luas daun (cm ), umur berbunga (hari), umur panen (hari), bobot basah akar (g), bobot basah batang atas (g), bobot kering akar (g), bobot kering batang atas (g), panjang tongkol (cm), produksi per sampel (g), produksi per plot (g).

TINJAUAN PUSTAKA

  Akar ini tumbuh di atas permukaan tanah, tumbuh rapat pada buku-buku dasar dan tidak bercabang sebelum masuk ke tanah (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998). Energi (cal) 72.7 Syarat Tumbuh Iklim Walaupun asal tanaman jagung manis berada di daerah tropis tetapi karena banyak sekali tipe-tipe dan variasi sifat-sifat yang dimilikinya sehingga jagung manis dapat menyebar luas dan dapat tumbuh baik pada berbagai iklim (Tobing, dkk, 1995).

C. Bila suhu diatas 29,5 C maka air tanah cepat menguap sehingga mengganggu penyerapan unsur hara oleh akar tanaman. Sedangkan suhu dibawah 16, 5 C akan mengurangi kegiatan respirasi (Irfan, 1999)

  Tanaman jagung manis tidak membutuhkan persyaratan yang khusus karena tanaman ini dapat tumbuh pada hampir semua jenis tanah bila tanah tersebut subur, gembur, kaya akan bahan organik dan drainase maupun aerase baik. Penggunaan kompos dapat memberikan beberapa manfaat yaitu menyediakan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman, menggemburkan tanah, memperbaiki tekstur dan struktur tanah, meningkatkan porositas, aerase dan komposisi mikroorganisme tanah, memudahkan pertumbuhan akar tanaman, daya serap air yang lebih lama pada tanah (Isnaini, 2006).

PELAKSANAAN PENELITIAN

  Pupuk kascing dibenamkan kedalam lubang tanam dengan jumlah yang sesuai dengan perlakuan Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor, dilakukan dua kali sehari, setiap pagi dan sore hari namun disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Panen Panen dilakukan pada saat jagung manis menunjukkan kriteria panen yaitu rambut tongkol berwarna kecoklatan dan kelobot berwarna kuning dan jika kelobot dikupas biji berwarna kuning mengkilap.

2 Luas daun (cm )

  Pengukuran luas daun dilakukan dengan menggunakan Leaf Area Meter (LAM) daun yang diukur merupakan daun ke-6 dengan cara bagian daun dipotong dari pangkal daun kemudian daun yang diukur diletakan pada bidang ukur LAM setelah itu dilakukan proses scaning dan dicatat data yang muncul. Bobot basah akar (g) Ditimbang bobot segar akar tanaman sampel, setelah akar dibersihkan dari tanah yang menempel dan dipisahkan dari tajuknya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Hasil analisis sidik ragam (Lampiran 2 – 33) menenjukkan bahwa kombinasi pupuk organik dan anorganik berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, bobot basah akar, bobot basah batang atas, bobot kering akar, bobot kering batang atas, panjang tongkol, produksi per sampel, produksi per plot dan memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap parameter luas daun, umur berbunga dan umur panen.

1. Tinggi tanaman (cm)

  Rataan tinggi tanaman jagung (cm) 2, 4 dan 6 MST pada berbagai kombinas pupuk organik dan anorganik Tinggi tanaman (cm) Perlakuan 2 MST 4 MST 6 MST 47.67a 93.52a 156.69a K1 44.76ab 96.64a 149.24a K2 K3 44.17ab 94.35a 149.63a K4 38.58b 87.94a 145.50a K5 31.33bc 68.80b 119.65ab K6 30.61c 61.41b 113.99b Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf 5%. Rataan diameter batang jagung 2, 4 dan 6 MST (cm) pada berbagai kombinasi pupuk organik dan anorganik Perlakuan Diameter batang (cm) 2 MST 4 MST 6 MST K1 K2 K3 K4 K5 K6 0.71a 0.70a 0.68a 0.58ab 0.43b 0.34b 1.57a 1.57a 1.54a 1.43a 1.09b 0.86b 1.97a 1.96a 1.95a 1.93a 1.62a 1.59a Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf 5%.

2. Diameter batang (cm)

  Rataan luas daun bendera jagung (cm 2 Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam dari luas daun bandera (cm 2) K1 K2 K3 K4 K5 K6 339.66 399.61 360.83 341.97 351.40 365.03 Dari Tabel 3 diketahui bahwa rataan luas daun bendera (cm Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam dari umur berbunga (hari) dapat dilihat dari Lampiran 16 - 17. Rataan umur berbunga jagung (hari) pada pemberian kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik Perlakuan Umur berbunga (hari) 66.00 K1 65.75 K2 K3 65.83 K4 65.75 K5 65.42 K6 65.50 Dari Tabel 4 diketahui bahwa rataan umur berbunga (hari) tertinggi terdapat pada perlakuan K1 (66,00 hari) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan K5 (65,42 hari).

5. Umur panen (hari)

  Hasil analisis sidik ragam menunjukan bahwa pemberian kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik berpengaruh tidak nyata terhadap parameter umur panen. Rataan umur panen jagung (hari) pada pemberian kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik Perlakuan Umur panen (hari) K1 75.75 K2 K3 K4 K5 K6 75.25 75.25 75.00 75.00 75.00 Dari Tabel 5 diketahui bahwa rataan umur panen (hari) tertinggi terdapat pada perlakuan K1 (75,75 hari) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan K4, K5 dan K6 (75,00 hari).

6. Bobot basah akar (g)

  Rataan bobot basah akar jagung (g) pada pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik Perlakuan Bobot basah akar (g) K1 K2 K3 K4 K5 K6 220.54b 250.83a 218.36b 202.21b 187.26b 201.37b Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf 5%. Rataan bobot basah batang atas jagung (g) pada pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik Perlakuan Bobot basah batang atas (g) K1 K2 K3 K4 K5 K6 135.40b 166.24a 153.86a 145.15a 135.07b 142.93a Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf 5%.

7. Bobot basah batang atas (g)

180 160140 (g) s120ta ag 100n aat 80b hsa 60a b 40ot obb perlakuan Gambar 8. Histogram bobot basah batang atas jagung

8. Bobot kering akar (g)

  Rataan bobot kering akar jagung (g) pada pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik Perlakuan Bobot kering akar (g) 110.91b K1 135.32a K2 K3 112.78b K4 108.94b K5 99.89b K6 104.01b Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf 5%. Rataan bobot kering batang atas jagung (g) pada pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik Perlakuan Bobot kering batang atas (g) K1 K2 K3 K4 K5 K6 74.51b 86.51a 74.87b 75.18b 65.85b 68.67b Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf 5%.

9. Bobot kering batang atas (g)

100 90 80(g) s 70ta 60ng a ta 50a b 40ng ri 30ke 20ot 10ob b perlakuan Gambar 10. Histogram bobot kering batang atas jagung

10. Panjang tongkol (cm)

  Rataan produksi per sampel jagung (g) pada pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik Perlakuan Produksi per sampel (g) K1 K2 K3 K4 K5 K6 85.12c 156.01a 108.03b 127.27b 54.51e 71.25d Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf 5%. Rataan produksi jagung per plot (g) pada pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik Perlakuan Produksi per plot (g) K1 K2 K3 K4 K5 K6 359.26d 564.41a 406.16c 522.17b 270.13f 298.13e Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf 5%.

12. Produksi per plot (g)

  Hasil analisis sidik ragam (Lampiran 3-33) menunjukan bahwa pemberian beberapa kombinasi terhadap pemberian pupuk organik dan anorganik berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), bobot basah tajuk atas (g), bobot kering tajuk atas (g), bobot basah dan tajuk bawah (g), bobot kering dan tajuk bawah (g), panjang tongkol (cm), produksi per sampel (g),produksi per plot (g). Hal ini berarti penambahan dosis pupuk kascing masih dapat meningkatkan produksi tanaman, karena pada pemberian pupuk kascing dengan dosis yang berbeda akan mendapatkan panjang tongkol, diameter tongkol, produksi per sampel dan produksi per plot yang berbeda, dimana semakin banyak dosis pupuk kascing yang diaplikasikan ke tanah, maka semakin tinggi kandungan unsur haranya dan semakin terpenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara.

KESIMPULAN DAN SARAN

  Kombinasi pupuk organik dan anorganik memberikan pengaruh yang nyata pada pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.)pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, bobot basah akar, bobot basah batang atas, bobot kering akar, bobot kering batang atas, panjangtongkol, produksi per sampel, produksi per plot. Kombinasi pupuk organik dan anorganik memberikan pengaruh tidak nyata pada pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.)pada parameter luas daun, umur berbunga, umur panen.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengaruh Dosis Pupuk N, P dan K terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis di Lahan Kering Dikutip dari http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=8&ch=jsti&id=15. Respon Tanaman Jagung (Zea mays L.) terhadap Pengolahan Tanah dan Kerapatan Tanam pada Tanah Andisol dan Ultisol.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Manis (Zea ma..

Gratis

Feedback