Feedback

Inventarisasi Vegetasi Pakan Gajah dan Kelimpahannya Berdasarkan Pengetahuan Lokal Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Di Resort Sei Lepan)

Informasi dokumen
INVENTARISASI VEGETASI PAKAN GAJAH DAN KELIMPAHANNYA BERDASARKAN PENGETAHUAN LOKAL DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (Studi Kasus di Resort Sei Lepan) SKRIPSI Oleh: WILLIAM SITORUS 071201025/ MANAJEMEN HUTAN PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara INVENTARISASI VEGETASI PAKAN GAJAH DAN KELIMPAHANNYA BERDASARKAN PENGETAHUAN LOKAL DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (Studi Kasus di Resort Sei Lepan) SKRIPSI Oleh: WILLIAM SITORUS 071201025/ MANAJEMEN HUTAN Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Skripsi : Inventarisasi Vegetasi Pakan Gajah dan Kelimpahannya Berdasarkan Pengetahuan Lokal Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Di Resort Sei Lepan) Nama : William Sitorus NIM : 071201025 Departemen : Kehutanan Program Studi : Manajemen Hutan Disetujui oleh Komisi Pembimbing Pindi Patana, S.Hut., M.Sc. Ir. Ma’rifatin Zahra., M.Si. Ketua Anggota Mengetahui, (Siti Latifah, S.Hut, MSi, Ph.D) Ketua Program Studi Kehutanan Universitas Sumatera Utara ABSTRAK WILLIAM SITORUS: Inventarisasi Vegetasi Pakan Gajah Dan Kelimpahannya Berdasarkan Pengetahuan Lokal Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Di Resort Sei Lepan). Dibimbing oleh PINDI PATANA dan MA’RIFATIN ZAHRA. Meningkatnya kebutuhan lahan untuk dijadikan pemukiman, lahan pertanian, perkebunan atau perambahan dapat mengakibatkan perubahan kondisi lahan menjadi terbuka. Penyusutan lahan hutan atau hilangnya habitat satwa liar khususnya Gajah sumatera memaksa mereka masuk kedalam areal pemukiman masyarakat, sehingga memicu konflik manusia dengan gajah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data mengenai jenis pakan Gajah sumatera berdasarkan pengetahuan masyarakat lokal serta menganalisa kelimpahannya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2011 di Resort Sei Lepan, Taman Nasional Gunung Leuser yang menggunakan analisis vegetasi dengan penentuan jalur atas dasar titik keluar-masuknya gajah dengan arah memotong kontur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 jenis vegetasi pakan Gajah sumatera di Resort Sei Lepan. Di areal budidaya masyarakat lokal juga didapati 6 jenis vegetasi pakan gajah. Rambutan hutan (Nephelium mutabile) merupakan vegetasi pakan gajah yang paling banyak dijumpai di lokasi penelitian dan Cekapung (Oroxylum indicum) merupakan vegetasi pakan yang paling disukai Gajah sumatera. Kata kunci: Gajah sumatera, Vegetasi Pakan, Rambutan hutan Universitas Sumatera Utara ABSTRACT WILLIAM SITORUS: Inventory of vegetation and abundance of Sumatran elephants feed based on local knowledge in the Gunung Leuser National Park (A case study in Resort Sei Lepan). Guided by PINDI PATANA and MA'RIFAATIN ZAHRA. Increasing need for land to be used as residential, agricultural land, plantation or encroachment can lead to changes in the condition of land into the opened area. Shrinkage or disappearance of forest land of wildlife habitat of Sumatran elephants in particular force them into residential areas of society, and trigger the human elephant conflict. Purpose of this study was to obtain data on the type of feed Sumatran elephants based on their knowledge of local communities as well as analyze abundance. Study was conducted in April 2011 in the Resort Sei Lepan, Gunung Leuser National Park using vegetation analysis by determining the path on the basis of entry points to the direction of cutting elephant contours. The results showed there are 17 types of vegetation of Sumatran elephants feed, at Resort Sei Lepan. In the cultivation area of local communities were also found 6 types of elephants vegetation feeds. Rambutan hutan (Nephelium mutabile) is the vegetation that elephants feed most often found location of research and Cekapung (Oroxylum indicum) was the most preferred vegetation feed of Sumatran elephants. keywords: Sumatran elephants, Vegetation feed, Rambutan hutan Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Medan pada tanggal 24 Juni 1989 dari Ayah Alfred L Sitorus dan Ibu RH Idawaty Silalahi. Penulis merupakan anak ke tiga dari tiga bersaudara. Penulis memulai pendidikan di SD Nasrani I Medan dan lulus tahun 2001. Penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Katolik Tri Sakti I Medan dan lulus tahun 2004. Pada tahun 2007 penulis lulus dari SMA Cahaya Medan dan pada tahun yang sama masuk ke Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Penulis memilih Program Studi Manajemen Hutan, Depertemen Kehutanan. Selain mengikuti perkuliahan penulis aktif sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Sylva (HIMAS) USU. Selain itu penulis juga pernah menjadi asisten Praktik Pengenalana Ekosistem Hutan (PEH) tahun 2010 dan asisten praktikum Silvikultur tahun 2010. Penulis melaksanakan Praktik pengenalan dan Pengelolaan Hutan (P3H) di hutan mangrove Pulau Sembilan, Pangkalan Susu dan hutan dataran rendah Aras Napal, Kabupaten Langkat Sumatera Utara pada tanggal 8 sampai 19 Juni 2009. Penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Perum PERHUTANI Unit II (KPH Madiun) Jawa Timur, pada tanggal 8 Januari sampai 8 Februari 2011. Penulis melaksanakan penelitian mulai bulan April 2011di Taman Nasional Gunung Leuser, studi kasus di Resort Sei Lepan. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasihNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan hasil penelitian yang berjudul ”Inventarisasi Vegetasi Pakan Gajah dan Kelimpahannya Berdasarkan Pengetahuan Lokal Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Di Resort Sei Lepan)” sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi Manajemen Hutan, Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua penulis A. Sitorus dan RH. Idawati Silalahi yang sampai sekarang terus memberi dukungan moral dan terus bekerja keras untuk kelanjutan studi penulis saat ini, dan kepada Darwin Silalahi (Tulang Tania) yang memberi dukungan materil sampai sekarang. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing skripsi Pindi Patana, S.Hut., M.Sc dan Ir. Ma’rifatin Zahra., M.Si yang telah mengarahkan penulisan hasil penelitian ini hingga dapat diselesaikan. Akhir kata, semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kehutanan. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR . i DAFTAR ISI . ii DAFTAR TABEL . iii DAFTAR GAMBAR . iv DAFTAR LAMPIRAN . v PENDAHULUAN Latar Belakang . 1 Tujuan . 2 Manfaat . 2 TINJAUAN PUSTAKA Deskripsi Kondisi Lokasi Penelitian. Gajah Sumatera Taksonomi . Morfologi dan Anatomi . Habitat . Pakan . Daya Dukung Habitat . 6 6 7 8 10 METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat . Bahan dan Alat . Pengumpulan data . Metode Penelitian . Analisis data . 11 11 12 12 14 HASIL DAN PEMBAHASAN Komposisi Jenis Vegetasi Pakan Gajah . Keanekaragaman JenisVegetasi Pakan Gajah . Kelimpahan Jenis Vegetasi Pakan Gajah . Faktor Pemicu Konflik Gajah. 17 24 26 28 3 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan. 29 Saran . 29 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No Halaman 1. Titik keluar masuknya gajah di Resort Sei Lepan . 13 2. Ukuran sub-petak permudaan . 14 3. Jenis vegetasi pakan gajah berdasarkan pengetahuan masyarakat lokal dan data sekunder . 17 4. Jenis pakan gajah di areal pertanian masyarakat . 20 5. Nilai keanekaragaman Shannon-wiener vegetasi hutan . 25 6. Indeks kekayaan jenis Menhinick . 26 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No Halaman 1. Peta perubahan penutupan hutan TNGL . 4 2. Peta SPTN VI besitang . 11 3. Metode kombinasi jalur dan garis berpetak. 13 4. Kurva luas petak contoh . 16 5. Histogram persentase komposisi jenis vegetasi pakan gajah dengan vegetasi non-pakan gajah lokasi penelitian . 21 6. Histogram keanekaragaman jenis setiap vegetasi tiap tingkatan . 25 7. Kotoran gajah (Elephant dung). 27 8. Gesekan badan gajah . 27 9. Bekas kubangan gajah . 27 10. Jejak kaki gajah . 27 11. Titik keluar masuknya gajah. 28 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No Halaman 1. Index Shannon-Weiner dan index kekayaan jenis Menhinick tingkat tumbuhan bawah . 32 2. Index Shannon-Weiner dan index kekayaan jenis Menhinick tingkat semai. 34 3. Index Shannon-Weiner dan Index kekayaan jenis Menhinick tingkat pancang . 36 4. Index Shannon-Weiner dan index kekayaan jenis Menhinick tingkat tiang . 38 5. Index Shannon-Weiner dan index kekayaan jenis Menhinick tingkat Pohon. 40 6. Foto tumbuhan bawah . 43 7. Foto tumbuhan berkayu . 45 8. Daftar nama tumbuhan di lokasi penelitian . 50 9. Peta komposisi jenis vegetasi pakan gajah sumatera di Resort Sei Lepan . 51 10. Peta komposisi vegetasi non pakan gajah sumatera di Resort Sei Lepan . 52 11. Deskripsi masyarakat lokal pendamping penelitian. 53 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK WILLIAM SITORUS: Inventarisasi Vegetasi Pakan Gajah Dan Kelimpahannya Berdasarkan Pengetahuan Lokal Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Di Resort Sei Lepan). Dibimbing oleh PINDI PATANA dan MA’RIFATIN ZAHRA. Meningkatnya kebutuhan lahan untuk dijadikan pemukiman, lahan pertanian, perkebunan atau perambahan dapat mengakibatkan perubahan kondisi lahan menjadi terbuka. Penyusutan lahan hutan atau hilangnya habitat satwa liar khususnya Gajah sumatera memaksa mereka masuk kedalam areal pemukiman masyarakat, sehingga memicu konflik manusia dengan gajah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data mengenai jenis pakan Gajah sumatera berdasarkan pengetahuan masyarakat lokal serta menganalisa kelimpahannya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2011 di Resort Sei Lepan, Taman Nasional Gunung Leuser yang menggunakan analisis vegetasi dengan penentuan jalur atas dasar titik keluar-masuknya gajah dengan arah memotong kontur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 jenis vegetasi pakan Gajah sumatera di Resort Sei Lepan. Di areal budidaya masyarakat lokal juga didapati 6 jenis vegetasi pakan gajah. Rambutan hutan (Nephelium mutabile) merupakan vegetasi pakan gajah yang paling banyak dijumpai di lokasi penelitian dan Cekapung (Oroxylum indicum) merupakan vegetasi pakan yang paling disukai Gajah sumatera. Kata kunci: Gajah sumatera, Vegetasi Pakan, Rambutan hutan Universitas Sumatera Utara ABSTRACT WILLIAM SITORUS: Inventory of vegetation and abundance of Sumatran elephants feed based on local knowledge in the Gunung Leuser National Park (A case study in Resort Sei Lepan). Guided by PINDI PATANA and MA'RIFAATIN ZAHRA. Increasing need for land to be used as residential, agricultural land, plantation or encroachment can lead to changes in the condition of land into the opened area. Shrinkage or disappearance of forest land of wildlife habitat of Sumatran elephants in particular force them into residential areas of society, and trigger the human elephant conflict. Purpose of this study was to obtain data on the type of feed Sumatran elephants based on their knowledge of local communities as well as analyze abundance. Study was conducted in April 2011 in the Resort Sei Lepan, Gunung Leuser National Park using vegetation analysis by determining the path on the basis of entry points to the direction of cutting elephant contours. The results showed there are 17 types of vegetation of Sumatran elephants feed, at Resort Sei Lepan. In the cultivation area of local communities were also found 6 types of elephants vegetation feeds. Rambutan hutan (Nephelium mutabile) is the vegetation that elephants feed most often found location of research and Cekapung (Oroxylum indicum) was the most preferred vegetation feed of Sumatran elephants. keywords: Sumatran elephants, Vegetation feed, Rambutan hutan Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Latar Belakang Seiring dengan perkembangan penduduk yang semakin meningkat, maka kebutuhan lahan untuk dijadikan pemukiman, lahan pertanian serta perkebunan dirasakan semakin meningkat pula. Hal tersebut menyebabkan konversi-konversi lahan, baik dari lahan pertanian menjadi daerah pemukiman maupun dari lahan hutan menjadi areal perkebunan dan pertanian. Berbagai kegiatan yang ada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) telah mengubah kondisi penggunaan lahan. Kondisi open acces telah terjadi beberapa tahun yang lalu sehingga pendudukan, perambahan, dan spekulasi lahan menjadi suatu keniscayaan (Rahmi, 2009). Penyusutan atau hilangnya habitat satwa besar ini telah memaksa mereka masuk ke dalam kawasan berpenduduk sehingga memicu konflik manusia dengan gajah, yang sering berakhir dengan kematian gajah atau manusia, kerusakan kebun dan lahan pertanian, serta harta benda. Pembangunan industri pulp dan kertas serta industri kelapa sawit adalah salah satu pemicu hilangnya habitat gajah di Sumatera. Pembangunan perkebunan kelapa sawit memicu terjadinya konflik manusia-satwa yang setiap hari semakin memuncak. Pohon-pohon sawit muda adalah makanan kesukaan gajah dan kerusakan yang ditimbulkan gajah ini dapat menyebabkan terjadinya pembunuhan dan penangkapan (World Wild Life-Indonesia, 2010). Kelompok gajah bergerak dari satu wilayah ke wilayah yang lain, dan memiliki daerah jelajah (home range) yang terdeterminasi mengikuti ketersediaan pakan, tempat berlindung dan berkembang biak. Kehilangan habitat, fragmentasi Universitas Sumatera Utara habitat serta menurunnya kualitas habitat gajah karena konversi hutan atau pemanfaatan sumberdaya hutan untuk keperluan pembangunan non kehutanan maupun industri kehutanan merupakan ancaman serius terhadap kehidupan gajah dan ekosistemnya. Ancaman lain yang tidak kalah serius adalah perburuan ilegal gading gajah (Sukumar, 2003 dalam Sinaga, 2004). Karena kondisi hutan yang sudah terfragmentasi dan koridor yang Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus di Resort Tangkahan, Resort Cinta Raja dan Resort Sei Lepan), 2009. 3. Pengolahan Data Pada tahap ini dilakukan tabulasi data dan konversi data kemudian pengolahan data sekunder ke dalam bentuk digital berupa database vektor dalam format ArcView (Shapefile), agar dapat dilakukan analisa terhadap data spasial tersebut, maka dilakukan transformasi sistem koordinat dan proyeksi keseluruhan peta sehingga diperoleh peta-peta dengan sistem koordinat UTM dan proyeksi WGS 84 yang seragam. 4. Analisa Data Pembuatan data spasial merupakan hal yang paling penting dalam analisa data. Data spasial didigitasi dengan menggunakan alat digitizer atau menggunakan perangkat lunak dengan teknik digitasi on screen. Peta kawasan Taman Nasional Gunung Leuser didijitasi sesuai luasan kawasan yang diteliti. Peta hasil dijitasi dipakai sebagai batasan kawasan yang diteliti. Data penutupan lahan dan data ketinggian digunakan sebagai tambahan atribut untuk mempermudah memprediksi kondisi lapangan dan merupakan suatu input dari pembuatan peta daerah rawan konflik gajah di Resort Tangkahan, Resort Cinta Raja, dan Resort Sei Lepan. Pembuatan Persamaan Statistik Korelasi dapat di artikan sebagai hubungan. Analisis korelasi bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel atau lebih. Koefisien korelasi sering dilambangkan dengan huruf (r). Koefisien korelasi dinyatakan dengan bilangan, bergerak antara 0 sampai +1 atau 0 sampai -1. apabila korelasi Revina Febriani : Pemetaan Daerah Rawan Konflik Gajah Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus di Resort Tangkahan, Resort Cinta Raja dan Resort Sei Lepan), 2009. mendekati +1 atau -1 berarti terdapat hubungan yang kuat, sebaliknya korelasi yang mendekati nilai 0 bernilai lemah. Apabila korelasi sama dengan nol, maka antara kedua variabel tidak terdapat hubungan sama sekali. Pada korelasi +1 atau 1 terdapat hubungan yang sempurna antara kedua variabel (Pratisto, A. 2004). Notasi positif (+) atau negatif (-) menunjukkan arah hubungan antara kedua variabel. Pada notasi positif (+), hubungan antara kedua variabel searah, jadi jika satu variabel naik maka variabel yang lain juga naik. Pada notasi negative (-) kedua variabel berhubungan terbalik, artinya jika salah satu variabel naik maka variabel yang lain turun (Pratisto, A. 2004). Analisis statistik dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Rank Spearman yang mengukur kuatnya hubungan antara dua variabel tidak berdasarkan nilai data yang sebenarnya tetapi berdasarkan nilai rangkingnya atau skornya. Disini kita akan melihat hubungan antara kerusakan tanaman akibat konflik gajah yang disebabkan variabel ketinggian, kelerengan, jarak dari sungai, jarak dari hutan dan penggunaan lahan. Penutupan Lahan (Land Cover) Penafsiran untuk penutupan lahan/vegetasi dibagi kedalam tiga klasifikasi utama yaitu Hutan, Non Hutan dan Tidak ada data, yang kemudian masingmasing diklasifikasikan lagi. Kelas-kelas penutupan lahan yaitu lahan bervegetasi (hutan, perkebunan, semak- belukar, rumput,), lahan terbuka, pemukiman dan air. Revina Febriani : Pemetaan Daerah Rawan Konflik Gajah Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus di Resort Tangkahan, Resort Cinta Raja dan Resort Sei Lepan), 2009. Contoh kelas penutupan lahan: 1. Hutan, polanya dengan bentuk bergerombol diantara semak dan permukiman, ukurannya luas, berwarna hijau tua sampai gelap dengan tekstur relatif kasar. 2. Perkebunan, memiliki karakter bentuk dan pola bergerombol hingga menyebar terletak diantara hutan dan lahan-lahan terbuka, terkadang bercampur dengan kawasan permukiman. 3. Pemukiman, memiliki tekstur halus sampai kasar, warna magenta, ungu kemerahan, pola di sekitar jalan utama. 4. Semak, tekstur yang relatif lebih halus daripada hutan lebat, berwarna hijau agak terang dibandingkan hutan lebat, terdapat diantara perkebunan dan ada juga yang berbentuk spot. 5. Rumput mempunyai tekstur yang lebih halus daripada semak. Berwarna hijau lebih terang dibandingkan dengan semak tidak terlalu luas, terdapat diantara perkebunan dan menyebar berbentuk spot. 6. Lahan terbuka mempunyai bentuk dan pola yang menyebar di antara hutan, pemukiman, perkebunan dan jalan, berwarna putih hingga merah jambu dengan tekstur halus. 7. Tubuh air berwarna biru, untuk sungai dengan bentuk yang berkelokkelok (meander), danau dengan bentuk mengumpul dan relatif besar, genangan-genangan air berbentuk spot. Revina Febriani : Pemetaan Daerah Rawan Konflik Gajah Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus di Resort Tangkahan, Resort Cinta Raja dan Resort Sei Lepan), 2009. Pembuatan Peta Ketinggian Data citra dari SRTM harus diubah dalam bentuk format grid/DEM supaya dapat diproses dalam Model Builder. Proses pengubahan ini ini dilakukan dengan menggunakan perangklat lunak Global mapper yang prosedurnya antara lain : a. Citra diproyeksi dalam proyeksi Geographic (Latitude/Longitude), dengan datum WGS84. b. Setelah citra diformat sesuai dengan yang ditentukan maka tahap selanjutnya adalah citra diformat ke dalam bentuk file DEM. Proses ini menggunakan fitur Export raster and elevation data. c. Kemudian data dalam bentuk file DEM tersebut dikonversikan ke grid dengan menggunakan Model Builder. d. Setelah dikonversikan, data tersebut di reclassify sesuai dengan kelas ketinggian yang telah ditentukan sehingga diperoleh peta ketinggian. Pembuatan Peta Kelerengan Prosedur pembuatan peta kelerengan sama dengan pembuatan peta ketinggian. Peta kelerengan diperoleh dari DEM ketinggian melalui proses Derive Slope. Theme lereng tersebut kemudian dilakukan pembobotan berdasarkan nilai kemiringan lerengnya menggunakan tabel berikut : Revina Febriani : Pemetaan Daerah Rawan Konflik Gajah Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus di Resort Tangkahan, Resort Cinta Raja dan Resort Sei Lepan), 2009. Tabel 1. Klasifikasi Lereng Kelas Kemiringan Lereng Keterangan I 0-8 Datar II 8 – 15 Landai III 15 - 25 Bergelombang IV 25 - 40 Curam V > 40 Sangat curam (Nuarsa, I. W, 2004). Penentuan Jarak Fasilitas penentuan jarak ini banyak digunakan untuk membuat theme grid kontinyu yang nilai selnya merupakan jarak dari suatu objek. Objek tersebut dapat berupa theme shapefile titik, garis area, atau theme grid dengan nilai integer. Jumlah objek yang digunakan dalam proses ini dapat terdiri atas satu atau beberapa objek. Apabila kita menggunakan beberapa objek dalam penentuan jarak, arcview akan menghitung jarak dengan objek terdekat. Fasilitas buffer digunakan dalam penentuan jarak, dilakukan pada objek tersebut yang hasilnya merupakan shapefile (feature) atau objek grafis. Pada buffer kita dapat menentukan jarak yang kita inginkan (Nuarsa, I. W, 2004). Revina Febriani : Pemetaan Daerah Rawan Konflik Gajah Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus di Resort Tangkahan, Resort Cinta Raja dan Resort Sei Lepan), 2009. Tahapan Penelitian Mulai Pengumpulan Data Citra Data Spasial Sebaran Konflik Gajah Interpretasi citra Data pendukung lainnya: Ketinggian Kelerengan Jarak dari sungai Jarak dari hutan Penutupan lahan Data Spasial Land Cover/ Penutupan Lahan Uji Statistik Korelasi Rank Spearman Hubungan faktor biofisik dengan konflik gajah dan manusia Gambar 2 . Bagan Alur Proses Pembuatan Peta Daerah Rawan Konflik Gajah Revina Febriani : Pemetaan Daerah Rawan Konflik Gajah Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus di Resort Tangkahan, Resort Cinta Raja dan Resort Sei Lepan), 2009. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN Kawasan Ekosistem Leuser Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) pertama kali diperkenalkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan No.227/Kpts-II/1995 tahun 1995 yang kemudian dikuatkan dengan Keputusan Presiden (Keppres) No.33 Tahun 1998. Kawasan Ekosistem Leuser merupakan bentang alam yang terletak antara Danau Laut Tawar di Propinsi Aceh dan danau Toba di Propinsi Sumatera Utara. Ada 11 kabupaten yang tercakup di dalamnya yaitu, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Deli Serdang, Langkat, Tanah Karo, dan Dairi. Luas keseluruhannya mencapai lebih kurang 2,5 juta hektar. Kawasan ini terletak pada posisi geografis 2,250 - 4,950 Lintang Utara dan 96,350– 98,550 Bujur Timur dengan curah hujan rata-rata 2.544 mm per tahun dan suhu hariannya rata-rata 260 Celsius pada siang hari dan 210 pada malam hari. Kawasan Ekosistem Leuser terdiri dari Taman Nasional Gunung Leuser, Suaka Margasatwa, Hutan Lindung, Cagar Alam, dan lain-lain (Sumaterautara.com, 2005). Resort Tangkahan dan Cinta Raja 1. Letak kawasan dan Aksesibilitas Tangkahan dan cinta raja merupakan sebuah kawasan diperbatasan Taman Nasional Gunung Leuser di sisi Sumatera Utara. Secara geografis Dan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Kawasan Hutan Resort Tangkahan, Cinta Raja, Sei Lepan dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), 2009. Hamidy. Z. 2003. Perubahan Penutupan Lahan, Komposisi, dan Keanekaragaman Jenis Di Suaka Margasatwa Cikepuh Pada Peride Tahun 1989 sampai Tahun 2001. Skripsi. Fakultas Kehutanan. IPB. Bogor (Tidak Diterbitkan) Hasibuan. I.F. 2003. Sekilas Cerita Kerusakan di Hutan TNGL Langkat. Berita. http://www.radarsulteng.com/berita/index.asp?Berita=Aneka&id=27711 [ 10 Desember 2008] Howard, J.A. 1996. Penginderaan Jauh Untuk Sumberdaya Hutan, Teori dan Aplikasi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Kepala Balai TNGL, 2007. Buletin Jejak Leuser. Vol. 3 No. 7. Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser. Medan Lillesand, T.M. 1994. Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Lo, C.P. 1995. Penginderaan Jauh Terapan. Universitas Indonesia Press. Jakarta. Rahmad. 2002. Inventarisasi Sumber Daya Lahan Kabupaten Pelalawan dengan Menggunakan DataCitra Satelit. Volume V (No.1).http:// www.unri. ac.id / jurnal/jurnal_natur/vol5(1)/Rahmad.pdf. [ 25 Agustus 2008]. Rahman, A.S dan Sandi. I.W.A. 2009. Analisis Indeks Vegetasi Menggunakan Citra Alos/Avnir-2 dan Sintem Informasi Geografis (SIG) untuk Evaluasi Tata Ruang Kota Denpasar. Jurnal Bumi Lestari. Volume 9 No. 1 : Hal 111. http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/analisis indeks vegetasi menggunakan citra alos.pdf [ 02 juli 2009]. Riano, P et al. 2002. Generation of Fuel Type Maps from Landsat TM Images and Ancillary Data in Mediterranean Ecosystems. Pg. 1301. www.usu.ac.id. Tanggal 26 April 2008 Sembiring. S. 2005. Taman Nasional Gunung Leuser Syurga yang Unik. Sumaterautara.com. http://sumaterautara.com/news/index.php?option=co m_content&task=view&id=56&Itemid=2 [ 02 Juli 2009] Sitorus, J. Dkk 2006. Kajian Model Deteksi Perubahan Penutup Lahan Menggunakan Data Inderaja Untuk Aplikasi Perubahan Lahan Sawah. PUSBANGJA LAPAN. http://www.lapanrs.com/INOVS/PENLI/ ind / INOVS--PENLI— 255 --ind-- laplengkap--jansen_upap_ 2006 .pdf [ 25 Agustus 2008] Sulistyo, B. 2004. Pengaruh Pemilihan Ukuran Pixel Pada Saat Koreksi Geometris Pada Citra Satelit Landsat Thematic Mapper Terhadap Hasil klasifikasinya. Volume X (No.1) Hal 1 – 5. http://www. unib.ac.id/jurnal/ jurnal natur/vol x (1)/Bambang Sulistyo.pdf [ 24 Agustus 2008] Julia Rahmi : Hubungan Kerapatan Tajuk Dan Penggunaan Lahan Berdasarkan Analisis Citra Satelit Dan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Kawasan Hutan Resort Tangkahan, Cinta Raja, Sei Lepan dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), 2009. Supranto, J. 2001. Statistik Teori dan Aplikasi. Penerbit Erlangga. Jakarta Thoha. A.S. 2006. Penggunaan Penginderaan Jarak Jauh dan Sistem Informasi Geografisuntuk Deteksi dan Prediksi Kebakaran Gambut Di Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana . Institut Pertanian Bogor. Bogor (Tidak Diterbitkan) Wahyunto. 2007. Peranan Citra Satelit Dalam Penentuan Potensi Lahan. http://www.litbang.deptan.go.id/warta-ip/pdf-file/wahyunto-13.html. [ 25 November 2008] Widayati. A, A. Ekadinata, dan R. Syam. 2005. Alih guna lahan di Kabupaten Nunukan: pendugaan cadangan karbon berdasarkan tipe tutupan lahan dan kerapatan vegetasi pada skala lanskap). http://www.worldagroforestry.org/sea Publications/files/book/BK0089-05/BK0089-05-2.PDF [ 6 Juli 2009 ] Wijaya. C.I. 2005. Analisis Perubahan Penutupan Lahan Kabupaten Cianjur Jawa Barat Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Skripsi. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor (Tidak Diterbitkan) Wiratno, 2006. Buletin Jejak Leuser. Vol. 2 No. 6. Balai Taman Nasional Gunung Leuser. Julia Rahmi : Hubungan Kerapatan Tajuk Dan Penggunaan Lahan Berdasarkan Analisis Citra Satelit Dan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Kawasan Hutan Resort Tangkahan, Cinta Raja, Sei Lepan dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), 2009. LAMPIRAN Lampiran 1. Data nilai NDVI tahun 2002 dan 2006 untuk analisis uji t Koordinat ID 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 X 381711.7821 388064.4725 390534.4929 388272.7006 391301.0509 380143.3727 389256.8961 394622.8024 390534.4929 391471.3971 391130.7047 386957.2220 390619.6659 395304.1874 394196.9369 397518.6884 399051.8045 400499.7475 406717.3849 405610.1344 403225.2872 405439.7882 407143.2505 405524.9613 407483.9429 405269.4420 403736.3259 401777.3442 401436.6517 402884.5947 402543.9022 403054.9403 399988.7088 400755.2668 397092.8228 400584.9206 y 406404.4399 404368.1222 410585.7597 415099.9348 415440.6273 406327.1039 404368.1222 401727.7556 408797.1242 410330.2403 413651.9918 415951.6659 417569.9552 419188.2444 429980.9572 424213.4582 425576.2281 425491.0550 428642.4603 427875.9022 428216.5947 426513.1324 425065.1894 426768.6517 425065.1894 423021.0347 420465.8411 419188.2444 417399.6089 395424.9450 397980.1385 399342.9083 401898.1018 404964.3340 406241.9307 405049.5071 NDVI 2002 2007 0.480 0.657 0.426 0.556 0.365 0.586 0.386 0.612 0.472 0.513 0.477 0.651 0.411 0.613 -0.217 0.457 0.326 0.607 0.410 0.707 0.376 0.625 0.569 0.451 0.431 0.527 0.315 0.583 0.394 0.561 0.257 0.567 0.122 0.546 0.129 0.517 0.276 -0.119 0.197 0.237 0.196 0.269 0.185 0.165 0.552 0.007 0.194 0.080 -0.018 0.508 0.203 0.261 0.119 0.564 0.130 0.648 0.193 0.532 0.392 0.532 0.344 0.404 0.333 0.382 0.360 0.393 0.257 0.255 0.301 0.283 0.228 0.210 Julia Rahmi : Hubungan Kerapatan Tajuk Dan Penggunaan Lahan Berdasarkan Analisis Citra Satelit Dan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Kawasan Hutan Resort Tangkahan, Cinta Raja, Sei Lepan dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), 2009. 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 398881.4582 398966.6314 401862.5173 403651.1527 399648.0163 403651.1527 403140.1140 406376.6925 401351.1527 403821.4989 406121.1731 409017.0591 403480.8065 409017.0591 407264.0081 412289.2219 414077.8574 420891.7067 420976.8798 418421.6863 422424.8228 423957.9389 421998.9572 425831.7474 423702.4196 426938.9979 428231.4216 426853.8248 0.357 0.374 0.571 0.584 0.145 0.229 0.156 0.197 0.154 0.220 0.211 0.099 0.124 0.174 0.308 0.662 0.429 0.008 0.527 0.500 0.518 0.480 0.600 0.549 0.393 0.339 0.231 0.519 Julia Rahmi : Hubungan Kerapatan Tajuk Dan Penggunaan Lahan Berdasarkan Analisis Citra Satelit Dan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Kawasan Hutan Resort Tangkahan, Cinta Raja, Sei Lepan dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), 2009. Lampiran 2. Data NDVI dan skor penggunaan lahan untuk analisis Korelasi Tahun 2002 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 NDVI Skor 0.480 3 0.426 3 0.365 3 0.386 3 0.472 3 0.477 3 0.411 3 -0.217 1 0.326 3 0.410 3 0.376 3 0.569 3 0.431 3 0.315 2 0.394 3 0.257 2 0.122 2 0.129 2 0.276 2 0.197 2 0.196 2 0.185 2 0.552 3 0.194 2 -0.018 1 0.203 2 0.119 2 0.130 2 0.193 2 0.392 2 0.344 2 0.333 2 0.360 2 0.257 2 0.301 2 0.228 2 0.357 3 0.374 3 0.571 3 Julia Rahmi : Hubungan Kerapatan Tajuk Dan Penggunaan Lahan Berdasarkan Analisis Citra Satelit Dan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Kawasan Hutan Resort Tangkahan, Cinta Raja, Sei Lepan dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), 2009. 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 0.584 0.145 0.229 0.156 0.197 0.154 0.220 0.211 0.099 0.124 0.174 3 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 Julia Rahmi : Hubungan Kerapatan Tajuk Dan Penggunaan Lahan Berdasarkan Analisis Citra Satelit Dan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Kawasan Hutan Resort Tangkahan, Cinta Raja, Sei Lepan dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), 2009. Lampiran 3. Data NDVI dan skor penggunaan lahan untuk analisis Korelasi Tahun 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 NDVI 0.657 0.556 0.586 0.612 0.513 0.651 0.613 0.457 0.607 0.707 0.625 0.451 0.527 0.583 0.561 0.567 0.546 0.517 -0.119 0.237 0.269 0.165 0.007 0.080 0.508 0.261 0.564 0.648 0.532 0.532 0.404 0.382 0.393 0.255 0.283 0.210 0.308 0.662 0.429 Skor 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 1 1 1 1 3 1 3 3 3 3 2 2 2 1 1 1 2 3 3 Julia Rahmi : Hubungan Kerapatan Tajuk Dan Penggunaan Lahan Berdasarkan Analisis Citra Satelit Dan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Kawasan Hutan Resort Tangkahan, Cinta Raja, Sei Lepan dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), 2009. 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 0.080 0.527 0.500 0.518 0.480 0.600 0.549 0.393 0.339 0.231 0.519 1 3 3 3 3 3 3 2 2 1 3 Julia Rahmi : Hubungan Kerapatan Tajuk Dan Penggunaan Lahan Berdasarkan Analisis Citra Satelit Dan Sistem Informasi Geografis Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Kawasan Hutan Resort Tangkahan, Cinta Raja, Sei Lepan dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), 2009.
Inventarisasi Vegetasi Pakan Gajah dan Kelimpahannya Berdasarkan Pengetahuan Lokal Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Di Resort Sei Lepan)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Inventarisasi Vegetasi Pakan Gajah dan Kelimpahannya Berdasarkan Pengetahuan Lokal Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Di Resort Sei Lepan)

Gratis