Feedback

Penentuan Kadar Ion Zinkum (Zn2+), Kadmium (Cd2+) Dan Natrium (Na+) Dari Air Muara Sungai Asahan Tanjung Balai Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Informasi dokumen
PENENTUAN KADAR ION ZINKUM (Zn2+), ION KADMIUM (Cd2+) DAN ION NATRIUM (Na+) DARI AIR MUARA SUNGAI ASAHAN TANJUNG BALAI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) ELVI NUR FITRIA HSB 080822045 DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PENENTUAN KADAR ION ZINKUM (Zn2+), ION KADMIUM (Cd2+) DAN ION NATRIUM (Na+) DARI AIR MUARA SUNGAI ASAHAN TANJUNG BALAI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sains ELVI NUR FITRIA HASIBUAN 080822045 DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PERSETUJUAN Judul Kategori Nama Nomor Induk Mahasiswa Program Studi Departemen Fakultas : PENENTUAN KADAR ION ZINKUM (Zn2+), KADMIUM (Cd2+) DAN NATRIUM (Na+) DARI AIR MUARA SUNGAI ASAHAN TANJUNG BALAI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) : SKRIPSI : ELVI NUR FITRIA HSB : 080822045 : SARJANA (S1) KIMIA EKSTENSI : KIMIA : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Disetujui di Medan, Agustus 2011 Komisi Pembimbing Pembimbing 2 : Prof.Dr.Harry Agusnar,M.Sc.,M.Phill NIP. 195308171983031002 Pembimbing 1 Prof.Dr. Zul Alfian,M.Sc NIP.195504051983031002 Diketahui/Disetujui oleh : Departemen Kimia FMIPA USU Ketua, DR. Rumondang Bulan Nst, MS NIP. 195408301985032001 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN PENENTUAN KADAR ION ZINKUM (Zn2+), KADMIUM (Cd2+) DAN NATRIUM (Na+) DARI AIR MUARA SUNGAI ASAHAN TANJUNG BALAI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) SKRIPSI Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya. Medan , Juni 2011 ELVI NUR FITRIA HSB 080822045 Universitas Sumatera Utara PENGHARGAAN Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan. Dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih kepada orang tua saya (alm)ir.Marahasan Hsb yang sudah menjadi motivator penyemangat untuk saya dan juga Agena voniaty yang selalu mendoakan keberhasilan saya, dan telah memberikan dukungan moral dan material sampai selesainya penulisan skripsi ini, kepada kakak dan adik tercinta yang selalu mendukung ,serta suami dan anak tercinta yang menjadi spirit dan memberikan dukungan moril dan materil. dan Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Bapak Prof. Dr. Zul Alfian, M.Sc selaku dosen pembimbing I dan Bapak Prof. Dr. Harry Agusnar, M.Sc, M.Phill selaku dosen pembimbing II yang dengan sabar dan penuh pengertian membimbing dan mengarahkan selama penelitian hingga selesainya penulisan skripsi ini. Ketua dan Sekretaris Departemen Program Studi Kimia Ekstensi S1 yaitu Ibu DR. Rumondang Bulan Nst, MS dan Bapak Dr. Darwin Yunus Nst, MS yang turut memberikan pengarahan dan mensahkan skripsi ini. Seluruh staff pengajar jurusan Kimia dan seluruh pegawai FMIPA USU Medan yang telah membimbing dan membantu penulis selama menjadi mahasiswa. Bang Bobby Cahyadi, M.Si selaku staff Laboratorium Kimia Analitik yang telah banyak membantu penulis melakukan penelitian. serta dan teman-teman kimia ekstensi khususnya Ayu, Vordinan, kak feni, titis, reni, jatu. Akhirnya, tidak terlupakan kepada ibu, bapak dan semua sanak-keluarga khususnya yang selama ini memberikan bantuan dan dorongan yang diperlukan.Semoga Allah SWT akan membalasnya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan masukan untuk kesempurnaan skripsi ini agar dapat bermanfaat bagi kita semua. Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis kadar unsur zinkum (Zn2+), kadmium (Cd2+) dan natrium (Na+) pada air muara sungai Asahan di Tanjung Balai dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel diambil dari 3 (tiga) stasiun yang berjarak 3 mil dari garis pantai dan setiap stasiun pengamatan masing-masing berjarak 1 mil. Hasil analisis menunjukkan kadar unsur zinkum (Zn2+) yaitu 0,4271 – 0,6700 mg/L, kadar unsure kadmium (Cd2+) yaitu 0,0429 – 0,0582 mg/L dan kadar unsur natrium (Na+) yaitu 0,1626 - 0,3819 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar unsur Zinkum (Zn2+), Kadmium (Cd2+) dan Natrium (Na+) masih memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan No. 416/Menkes/Per/IX/1990. Universitas Sumatera Utara RATE ELEMENTS ANALYSIS OF ZINKUM (Zn2+), KADMIUM (Cd2+) AND NATRIUM (Na+) IN WATER ESTUARY OF THE RIVER IN TANJUNG BALAI ASAHAN USING ATOMIC ABSORPTION SPECTROFOTOMETRY (AAS) ABSTRACT Research was conducted to analyze the content of the element of zincum (Zn2+), cadmium (Cd2+) and natrium (Na+) in water estuary of the river in Tanjung Balai Asahan using Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Samples were taken from 3 (three) station of 3 miles from the coastline and each individual observation station is 1 mile. The results showed that levels of the element zinkum (Zn2+) is 0,4271 – 0,6700 mg/L, kadmium (Cd2+) is 0,0429 – 0.0582 mg/L and natrium (Na+) is 0,1626-0,4819 mg/L. The levels of the element Zinkum (Zn2+), Kadmium (Cd2+) and Natrium (Na+) are still meet Health Ministry Regulation No. 416/Menkes/Per/IX/1990. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman PERSETUJUAN . ii PERNYATAAN . iii ABSTRAK . iv ABSTRACT . v DAFTAR ISI . vi DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR . x DAFTAR LAMPIRAN. xi BAB I PENDAHULUAN . 1 1.1. Latar Belakang . 1 1.2. Perumusan Masalah . 2 1.3. Pembatasan Masalah . 2 1.4. Tujuan Penelitian . 3 1.5. Manfaat penelitian. 3 1.6. Lokasi Penelitian . 3 1.7. Metodologi Penelitian . 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA . 4 2.1. Air . 4 2.1.1. Pencemaran Air . 4 2.2. Logam . 6 2.3. Zinkum (Zn2+) . 8 2.3.1. Toksisitas Logam Zinkum (Zn2+) . 9 2+ 2.4. Kadmium (Cd ) . 9 2.4.1. Efek Toksik . 9 2.5. Natrium (Na+) . 10 2.5.1. Toksisitas Natrium (Na+) . 10 2.6. Spektrofotometri Serapan Atom . 11 2.6.1. Prinsip Dasar Spektrofotometri Serapan Atom . 11 Universitas Sumatera Utara 2.6.2. Instrumetasi Spektrofotometri Serapan Atom . 11 BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1. Bahan - Bahan Penelitian . 13 3.2. Alat – Alat Penelitian . 13 3.3. Prosedur Penelitian. 13 3.3.1. Persiapan Sampel . 13 3.3.2. Tahap Destruksi Sampel . 13 3.3.3. Pembuatan Larutan Standar ion Zinkum(Zn2+) . 13 3.3.3.1 Larutan Standar Ion Zinkum (Zn2+) 100 mg/L . 14 2+ 3.3.3.2. Larutan Standar Ion Zinkum (Zn )10 mg/L . 15 3.3.3.3. Larutan Standar Ion Zinkum (Zn2+) 1 mg/L . 15 3.3.3.4. Larutan Seri Standar Ion Zinkum (Zn2+) 0,0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0 dan 2,5 mg/L . 15 3.3.3.5. Pembuatan Kurva Standar Zinkum (Zn2+). 15 Pembuatan Larutan Standar Ion Kadmium (Cd2+) . 15 3.3.4. 2+ 3.3.4.1. Larutan Standar Ion Kadmium (Cd ) 100 mg/L . 15 3.3.4.2. Larutan Standar Ion Kadmium (Cd2+) 10 mg/L . 15 3.3.4.3. Larutan Standar Ion Kadmium (Cd2+) 1 mg/L. 16 3.3.4.4. Larutan Standar Ion Kadmium (Cd2+) (Ni) 0,0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0 dan 2,5 mg/L. 16 2+ 16 + Pembuatan Larutan Standar Ion Natrium (Na ). 16 3.3.5.1. Larutan Standar Ion Natrium (Na+) 100 mg/L. 16 3.3.5.2. Larutan Standar Ion Natrium (Na+) 10 mg/L. 16 3.3.5.3. Larutan Standar Ion Natrium (Na+) 1 mg/L . 17 3.3.4.5. Pembuatan Kurva Standar Ion Kadmium (Cd ) . 3.3.5. 3.3.5.4. Larutan Seri Standar Ion Natrium (Na+) 0,0; 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5mg/L . 17 3.3.5.5. Pembuatan Kurva Standar Ion Natrium (Na+) . 17 3.4. Bagan Penelitian . 18 3.4.1. Pembuatan Larutan Seri Standard dan Kurva Kalibrasi Ion Zinkum (Zn2+) . 3.4.2. 18 Pembuatan Larutan Seri Standard dan Kurva Kalibrasi Ion Universitas Sumatera Utara Kadmium (Cd2+) . 3.4.3. 19 Pembuatan Larutan Seri Standard dan Kurva Kalibrasi Ion Natrium (Na+) . 20 Preparasi Larutan Sampel . 21 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . 22 3.4.4. 4.1. Hasil Penelitian . 22 4.1.1. Ion Kadmium (Cd2+) . 22 4.1.1.1. Penentuan Kurva Standar Ion Kadmium (Cd2+) . 22 4.1.1.2. Penentuan Kadar Ion Kadmium (Cd2+) Dari Sampel Air Muara Sungai Asahan di Tanjung Balai. 25 Ion Natrium (Na+) . 26 4.1.2.1. Penentuan Kurva Standar Ion Natrium (Na+) . 26 4.1.2. 4.1.2.2. Penentuan Kadar Ion Natrium (Na+) Dari Sampel Air Muara 4.1.3. Sungai Asahan di Tanjung Balai. 29 Ion Zinkum (Zn2+) . 30 2+ 4.1.3.1. Penentuan Kurva Standar Ion Zinkum (Zn ). 30 4.1.3.2. Penentuan Kadar Ion Zinkum (Zn2+) Dari Sampel Air Muara Sungai Asahan di Tanjung Balai . 33 Pembahasan. 35 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 36 4.2 5.1. Kesimpulan . 36 5.2. Saran . 36 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 4.1. Kondisi Alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada Pengukuran Konsentrasi Ion Kadmium (Cd2+) . 20 Tabel 4.2. Hasil Pengukuran Absorbansi Larutan Standar Kadmium (Cd2+) . 23 Tabel 4.3. Perhitungan Persamaan Garis Regresi Ion Kadmium (Cd2+) . 23 Tabel 4.4. Analisis Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Ion Kadmium (Cd2+) pada Sampel Air Muara Sungai Asahan di Tanjung Balai. 25 2+ Tabel 4.5. Hasil Pengukuran Kadar Ion Kadmium (Cd ) pada Sampel Air Muara Sungai Asahan di Tanjung Balai . 26 Tabel 4.6. Kondisi Alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada Pengukuran Konsentrasi Ion Natrium (Na+) . 26 Tabel 4.7. Hasil Pengukuran Absorbansi Larutan Standar Natrium (Na+). 27 Tabel 4.8. Perhitungan Persamaan Garis Regresi Ion Natrium (Na+) . 27 + Tabel 4.9. Analisis Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Ion Natrium (Na ) Sampel Air Muara Sungai Asahan di Tanjung Balai 29 Tabel 4.10. Hasil Pengukuran Kadar Ion Natrium (Na+) pada Sampel Air Muara Sungai Asahan di Tanjung Balai . 30 Tabel 4.11. Kondisi Alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada Pengukuran Konsentrasi Ion Zinkum (Zn2+) . 2+ 30 Tabel 4.12. Hasil Pengukuran Absorbansi Larutan Standar Zinkum (Zn ) . 31 Tabel 4.13. Perhitungan Persamaan Garis Regresi Ion Zinkum (Zn2+) . 31 Tabel 4.14. Analisis Data Statistik Untuk Menghitung Kadar Ion Zinkum (Zn2+) pada Sampel Air Muara Sungai Asahan Di Tanjung Balai. 33 Tabel 4.15. Nilai rata-rata kadar unsur zinkum (Zn2+), Kadmium (Cd2+), dan Natrium (Na+).34 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Skema Spektrofotometer Serapan Atom . 11 Gambar 2. Kurva Standar Larutan Ion Kadmium (Cd2+) . 24 Gambar 3. Kurva Standar Larutan Ion Natrium (Na+) . 28 Gambar 4. Kurva Standar Larutan Ion Zinkum (Zn2+). 32 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Peta Lokasi Muara Sungai Asahan . 38 Lampiran 2. Foto Stasiun Penelitian . 39 Lampiran 3. Foto Beberapa Sumber Pencemaran Logam Berat. 40 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis kadar unsur zinkum (Zn2+), kadmium (Cd2+) dan natrium (Na+) pada air muara sungai Asahan di Tanjung Balai dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel diambil dari 3 (tiga) stasiun yang berjarak 3 mil dari garis pantai dan setiap stasiun pengamatan masing-masing berjarak 1 mil. Hasil analisis menunjukkan kadar unsur zinkum (Zn2+) yaitu 0,4271 – 0,6700 mg/L, kadar unsure kadmium (Cd2+) yaitu 0,0429 – 0,0582 mg/L dan kadar unsur natrium (Na+) yaitu 0,1626 - 0,3819 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar unsur Zinkum (Zn2+), Kadmium (Cd2+) dan Natrium (Na+) masih memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan No. 416/Menkes/Per/IX/1990. Universitas Sumatera Utara RATE ELEMENTS ANALYSIS OF ZINKUM (Zn2+), KADMIUM (Cd2+) AND NATRIUM (Na+) IN WATER ESTUARY OF THE RIVER IN TANJUNG BALAI ASAHAN USING ATOMIC ABSORPTION SPECTROFOTOMETRY (AAS) ABSTRACT Research was conducted to analyze the content of the element of zincum (Zn2+), cadmium (Cd2+) and natrium (Na+) in water estuary of the river in Tanjung Balai Asahan using Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Samples were taken from 3 (three) station of 3 miles from the coastline and each individual observation station is 1 mile. The results showed that levels of the element zinkum (Zn2+) is 0,4271 – 0,6700 mg/L, kadmium (Cd2+) is 0,0429 – 0.0582 mg/L and natrium (Na+) is 0,1626-0,4819 mg/L. The levels of the element Zinkum (Zn2+), Kadmium (Cd2+) and Natrium (Na+) are still meet Health Ministry Regulation No. 416/Menkes/Per/IX/1990. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan zat yang penting dalam kehidupan makhluk hidup di dunia ini, dari hewan berspesies terendah sampai yang tertinggi, juga manusia dan tanaman. Apabila air sudah tercemar logam-logam yang berbahaya akan mengakibatkan hal-hal yang buruk bagi kehidupan. Bermacam-macam kasus pencemaran logam berat pernah dilaporkan baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Begitu pula akibat buruk terhadapa penduduk yang tinggal di sekitarnya. Logam berat ialah unsur logam dengan berat molekul yang tinggi. Dalam kadar rendah logam berat pada umumnya sudah beracun bagi tumbuhan dan hewan, termasuk manusia. Logam berat yang sering mencemari terdapat dalam suatu cuplikan berdasarkan penyerapan cahaya pada panjang gelombang tertentu oleh atom-atom bentuk gas dalam keadaan dasar. 2.6.1. Prinsip dan Dasar Teori Jika cahaya dengan panjang gelombang resonansi dilewatkan nyala yang mengandung atom-atom bersangkutan, maka sebagian cahaya itu akan diserap, dan jauhnya penyerapan akan berbanding lurus dengan banyaknya atom keadaan dasar yang berada dalam nyala. Hal ini merupakan dasar penentuan kuantitatif logam-logam dengan menggunakan SSA (Walsh,A., 1955). 2.6.2 Peralatan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Komponen penting yang membentuk spektrofotometer serapan atom dapat diperlihatkan secara skematis pada gambar berikut: Sumber Radiasi --- Nyala ---- Monokromator- - - - - Nebulizer Detektor Read Out (Zul Alfian, 2004) Gambar 1. Skema Spektrofotometer Serapan Atom Universitas Sumatera Utara 1. Sumber Radiasi Suatu sumber radiasi yang digunakan harus memancarkan spektrum atom dari unsuryang ditentukan. Spektrum atom yang dipancarkan harus terdiri dari garis tajam yang mempunyai setengah lebar yang sama dengan garis serapan yang dibutuhkan oleh atom-atom dalam contoh.Sumber sinar yang lazim dipakai adalah lampu katoda berongga (hallow chatode lamp) (Bassett dkk, 1994). 2. Nyala Nyala digunakan untuk mengubah sampel yang berupa padatan atau cairan menjadi bentuk uap atomnya, dan juga berfungsi untuk atomisasi. Untuk spektroskopi nyala suatu persyaratan yang penting adalah bahwa nyala yang dipakai hendaknya menghasilkan temperatur lebih dari 2000oK untuk memenuhi persyaratan ini digunakan suatu gas pembakar bersama-sama dengan suatu gas pengoksidasi / oksidator, seperti udara ataupun gas dinitrogen oksida (N2O) (Haswell,S.J, 1991). 3. Sistem Pembakar – Pengabut (Nebulizer) Tujuan sistem pembakar – pengabut adalah untuk mengubah larutan uji menjadi atom-atom dalam bentuk gas.Fungsi pengabut adalah menghasilkan kabut atau aerosol larutan uji. Larutan yang akan dikabutkan ditarik ke dalam pipa kapiler oleh aksi semprotan udara yang ditiupkan melalui ujung kapiler, diperlukan aliran gas bertekanan tinggi untuk menghasilkan aerosol yang halus (Basset dkk, 1994). 4. Monokromator Dalam spektroskopi serapan atom fungsi monokromator adalah untuk memisahkan garis resonansi dari semua garis yang tak diserap yang dipancarkan oleh sumber radiasi ( Braun, R.D, 1982). Universitas Sumatera Utara 5. Detektor Detektor pada spektrofometer serapan atom berfungsi mengubah intensitas radiasi yang datang menjadi arus listrik. Pada spektrofotometer serapan atom yang umum dipakai sebagai detektor adalah tabung penggandaan foton (PMT = Photo Multiplier Tube Detector) (Mulja,M.,1997). 6. Read Out Read out merupakan sistem pencatatan hasil. Hasil pembacaan dapat berupa angka atau berupa kurva dari suatu rekorder yang menggambarkan absorbansi atau intensitas emisi (Braun, R.D, 1982). 2.6.3 Keuntungan Penggunaan Metode SSA Analisis dilakukan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) dengan pertimbangan bahwa: 1. Metode analisis (SSA) dapat menentukan hampir keseluruhan unsur logam. 2. Metode analisis (SSA) dapat menentukan logam dalam skala kualitatif karena lampunya 1 (satu) untuk setiap 1 logam. 3. Analisis unsur logam langsung dapat ditentukan walau sampel dalam bentuk campuran. 4. Analisis unsur logam di dapat hasil kuantitatif. 5. Analisis dapat diulangi beberapa kali, tetapi datanya sama (Zul Alfian, 2004). Universitas Sumatera Utara BAB 3 BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1. Bahan-bahan Penelitian Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: - Sampel air muara suangai Asahan - HNO3(p) p.a E. Merck - Larutan induk logam Fe 1000 mg/L p.a E. Merck - Larutan induk logam Ni 1000 mg/L p.a E. Merck - Larutan induk logam Mg 1000 mg/L p.a E. Merck - Akuades 3.2. Alat-alat Penelitian Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: - Spektrofotometer Serapan Atom Shimadzu AA 6300 - Labu takar Pyrex - Pipet volume Pyrex - Gelas beaker Pyrex - Kertas saring Whatman - pH meter Walklab - Hot Plate Cimarec - Water Sampler Lamnot - Botol alkohol - Botol akuades - Bola Karet - Corong Universitas Sumatera Utara 3.3. Prosedur Penelitian 3.3.1. Persiapan Sampel Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi sampling untuk pengambilan sampel air adalah “PurposiveComposite Sampling”.Di ambil pada 3 (tiga) stasiun pengamatan. Pada masing-masing stasiun dilakukan pengambilan sampel pada permukaan air dan pada kedalaman 9 meter kemudian kedua sampel digabungkan menjadi satu. Sampel diambil dengan menggunakan alat khusus yaitu water sampler. Alat tersebut diturunkan kedasar perairan kedalaman ± 9 m, dengan gigi-gigi katup yang dibiarkan terbuka. Setelah alat mencapai dasar, maka pemberat dilepaskan yang menyebabkan katup akan menutup rapat, sehingga sampel yang sudah terperangkap tidak akan terlepas lagi. Kemudian alat tersebut ditarik keatas permukaan. Sampel air yang diperoleh di tuang ke botol alkohol. Kemudian botol alkohol ditutup dan diberi label. Selanjutnya sampel dibawa ke Laboratorium USU Medan. 3.3.2. Tahap Destruksi Sampel Tahap destruksi sampel yang digunakan berupa destruksi basah.Sebanyak 100 mL sampel dimasukkan ke dalam gelas beaker. Ditambahkan 5 mLHNO3(p) kemudian dipanaskan hingga larutan hampir kering. Ditambahkan 50 mL akuades kemudian dimasukkan kedalam labu takar 100 mL melalui kertas saring, lalu diencerkan dengan larutan pengencer sampai garis batas dan di aduk hingga homogen. Kemudian ditentukan kadar unsur Fe, Ni dan Mg dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada masing- masing λspesifik 248,3 nm pada besi (Fe), λspesifik232,0 nm pada nikel (Ni), dan λspesifik 285,2 nm pada magnesium (Mg). 3.3.3. Pembuatan Larutan Standar Logam Besi (Fe) 3.3.3.1. Larutan Standar Logam Besi (Fe) 100 mg/ L Sebanyak 10 mL larutan induk logam besi 1000 mg/L dimasukkan ke dalam labu takar 100 mL lalu diencerkan dengan larutan pengencer sampai garis batas dan di aduk hingga homogen. 3.3.3.2. Larutan Standar Logam Besi (Fe) 10 mg/L Universitas Sumatera Utara Sebanyak 10 mL larutan standar logam besi 100 mg/L dimasukkan ke dalam labu takar 100 mL lalu diencerkan dengan larutan pengencer sampai garis batas dan di aduk hingga homogen. 3.3.3.3. Larutan Standar Logam Besi (Fe) 1 mg/L Sebanyak 10 mL larutan standar logam besi 10 mg/L dimasukkan kedalam labu takar 100 mL lalu diencerkan dengan larutan pengencer sampai garis batas dan di aduk hingga homogen. 3.3.3.4. Larutan Seri Standar Logam Besi (Fe) 0,0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; dan 2,5 mg/L Sebanyak 0,0; 25; 50; 75; 100; dan 125 mL larutan standar besi 1 mg/L dimasukkan kedalam labu takar 50 mL lalu diencerkan dengan larutan pengencer sampai garis batas dan di aduk hingga homogen. 3.3.3.5. Pembuatan Kurva Standar Besi (Fe) Larutan blanko diukur absorbansinya dengan menggunakan Spektofotometer Serapan Atom pada λspesifik 248,3 nm. Perlakuan dilakukan sebanyak 3 kali. Dilakukan hal yang sama untuk larutan seri standar besi 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; dan 2,5 mg/L. 3.3.4. Pembuatan Larutan Standar Logam Nikel (Ni) 3.3.4.1. Larutan Standar Logam Nikel (Ni) 100 mg/ L Sebanyak 10 mL larutan induk logam nikel 1000 mg/L dimasukkan ke dalam labu takar 100 mL lalu diencerkan dengan larutan pengencer sampai garis batas dan di aduk hingga homogen. Universitas Sumatera Utara 3.3.4.2. Larutan Standar Logam Nikel (Ni) 10 mg/L Sebanyak 10 mL larutan standar logam nikel 100 mg/L dimasukkan kedalam labu takar 100 mL lalu diencerkan dengan larutan pengencer sampai garis batas dan di aduk hingga homogen. 3.3.4.3. Larutan Standar Logam Nikel (Ni) 1 mg/L Sebanyak 10 mL larutan standar logam nikel 10 mg/L dimasukkan kedalam labu takar 100 mL lalu diencerkan dengan larutan pengencer sampai garis batas dan di aduk hingga homogen. 3.3.4.4. Larutan Seri Standar Logam Nikel (Ni) 0,00; 0,02; 0,04; 0,06; 0,08; dan 0,10 mg/L Sebanyak 0,0; 1,0; 2,0; 3,0; 4,0; 5,0 mL larutan standar nikel 1 mg/L dimasukkan kedalam labu takar 50 mL lalu diencerkan dengan larutan pengencer sampai garis batas dan di aduk hingga homogen. 3.3.4.5. Pembuatan Kurva Standar Nikel(Ni) Larutan blanko diukur absorbansinya dengan menggunakan Spektofotometer Serapan Atom pada λspesifik232,0 nm. Perlakuan dilakukan sebanyak 3 kali. Dilakukan hal yang sama untuk larutan seri standar nikel 0,02; 0,04; 0,06; 0,08; dan 0,10 mg/L. 3.3.5. Pembuatan Larutan Standar Logam Magnesium (Mg) 3.3.5.1. Larutan Standar Logam Magnesium (Mg) 100 mg/ L Sebanyak 10 mL larutan induk logam magnesium 1000 mg/L dimasukkan ke dalam labu takar 100 mL lalu diencerkan dengan larutan pengencer sampai garis batas dan di aduk hingga homogen. Universitas Sumatera Utara 3.3.5.2. Larutan Standar Logam Magnesium (Mg) 10 mg/L Sebanyak 10 mL larutan standar logam magnesium 100 mg/L dimasukkan kedalam labu takar 100 mL lalu diencerkan dengan larutan pengencer sampai garis batas dan di aduk hingga V 0,0995 0,0990 0,0987 0,0990 Desa I 0,0647 0,0638 0,0634 0,0639 Surbakti II 0,0755 0,0751 0,0747 0,0751 III 0,0861 0,0857 0,0853 0,0857 IV 0,0932 0,0928 0,0931 0,0930 V 0,0944 0,0939 0,0934 0,0939 Desa I 0,0275 0,0271 0,0267 0,0271 Ndokum II 0,0347 0,0338 0,0343 0,0342 siroga III 0,0468 0,0463 0,0459 0,0463 IV 0,0526 0,0522 0,0518 0,0522 V 0,0608 0,0601 0,0596 0,0601 Konsentrasi Ion Seng (Zn2+) dalam sampel dapat diukur dengan mensubstitusikan nilai Y (absorbansi) ion Seng (Zn2+) ke persamaan: Y = 0,2138 X + 0,0148 Tabel 4.19 Analisis Data Statistik Penentuan Konsentrasi Ion Seng (Zn2+) Pada Air Minum dari Desa Sukatendel No Xi 1 0,2571 2 0,2950 3 0,3352 4 0,3593 5 0,3632 Ƹ 1,6098 (Xi – X)2 41,9904x10-4 7,2361x10-4 1,7689x10-4 13,9876x10-4 17,0569x10-4 82,0399x10-4 X = Ƹ Xi = 1,6098 5 = 0,3219 SD = �Ƹ(−−1)2 = �82,0359−9110−4 = 0,0452 Konsentrasi Ion Seng (Zn2+) yang diperoleh pada air minum dari desa Sukatendel adalah = X ± SD = 0,3219 ± 0,0452 mg/L. Dengan cara yang sama dapat ditentukan konsentrasi Ion Seng (Zn2+) pada air minum dari desa Surbakti dan juga desa Ndokum Siroga. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini, Tabel 4.20 Analisis Data Statistik Penentuan Konsentrasi Ion Seng (Zn2+) Pada Air Minum dari Desa Surbakti No Xi (Xi – X)2 1 0,2118 62,8849x10-4 2 0,2601 9,6100x10-4 3 0,3058 2,1609x10-4 4 0,3373 21,3444x10-4 5 0,3408 24,7009x10-4 Ƹ 1,4558 120,7011x10-4 X = Ƹ Xi = 1,4558 5 = 0,2911 SD = �Ƹ(−−1)2 = �120 ,7011 5−1 10 −4 = 0,0549 Konsentrasi Ion Seng (Zn2+) yang diperoleh pada air minum dari desa Surbakti adalah = X ± SD = 0,2911 ± 0,0549 mg/L Tabel 4.21 Analisis Data Statistik Penentuan Konsentrasi Ion Seng (Zn2+) Pada Air Minum dari Desa Ndokum Siroga No Xi (Xi – X)2 1 0,0503 56,1001x10-4 2 0,0836 17,3056x10-4 3 0,1358 1,1025x10-4 4 0,1613 13,0321x10-4 5 0,1954 49,2804x10-4 Ƹ 0,6264 136,8207x10-4 X = Ƹ Xi = 0,6264 5 = 0,1252 SD = �Ƹ(−−1)2 = �136 ,8207 5−1 10 −4 = 0,0584 Konsentrasi Ion Seng (Zn2+) yang diperoleh pada air minum dari desa Ndokum Siroga adalah = X ± SD = 0,1252 ± 0,0584 mg/L. 4.2 Pembahasan Dari hasil penelitian diperoleh kadar ion besi (Fe3+), kadmium (Cd2+), dan seng (Zn2+) pada air minum desa Sukatendel, desa Surbakti, dan desa Ndokum Siroga adalah sebagai berikut : Tabel 4.22 Data Hasil penelitian kadar ion besi (Fe3+), kadmium (Cd2+), dan seng (Zn2+) pada air minum desa Sukatendel, desa Surbakti, dan desa Ndokum Siroga Sampel Air Desa Sukatendel Desa Surbakti Desa Ndokum Siroga Ion Besi (Fe3+) (mg/L) 0,2987 0,2599 0,1847 Ion kadmium (Cd2+) (mg/L) 0,0031 0,0028 0,0026 Ion seng (Zn2+) (mg/L) 0,3219 0,2911 0,1252 Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kadar ion besi (Fe3+), kadmium (Cd2+), dan seng (Zn2+) pada desa Sukatendel lebih tinggi dibandingkan dengan kadar logam pada desa Surbakti dan juga desa Ndokum Siroga. Pada desa Sukatendel diperoleh kadar ion besi (Fe3+) sebesar 0,2987 mg/L, kadmium (Cd2+) sebesar 0,0031 mg/L, dan seng (Zn2+) sebesar 0,3219 mg/L, sedangkan pada desa Surbakti diperoleh kadar ion besi (Fe3+) sebesar 0,2599 mg/L, kadmium (Cd2+) sebesar 0,0028 mg/L, seng (Zn2+) sebesar 0,2911 mg/L, dan pada desa Ndokum Siroga diperoleh kadar ion besi (Fe3+) sebesar 0,1874 mg/L, kadmium (Cd2+) sebesar 0,0026 mg/L, dan seng (Zn2+) sebesar 0,1252 mg/L. Desa Sukatendel memiliki kadar ion besi (Fe3+), kadmium (Cd2+), dan seng (Zn2+) yang lebih tinggi dibandingkan dengan desa Surbakti dan desa Ndokum Siroga. Hal ini dapat disebabkan karena jarak desa Sukatendel yang lebih dekat dengan puncak Gunung Sinabung dibandingkan dengan desa Surbakti dan desa Ndokum Siroga yaitu desa Sukatendel memiliki jarak 6 km dari puncak Gunung Sinabung, desa Surbakti memiliki jarak 7 km, dan desa Ndokum Siroga memiliki jarak yang paling jauh yaitu 8 km dari puncak Gunung Sinabung, sehingga material – material yang dikeluarkan akibat letusan Gunung Sinabung yaitu abu dan pasir halus yang tersebar melalui pergerakan angin/udara lebih banyak jatuh ke arah desa Sukatendel dan juga air limpahan lahar dingin yang mengalir ke dalam aliran sungai Lau Borus yang berada di sebelah utara desa Sukatendel sehingga menyebabkan kadar ion besi (Fe3+), kadmium (Cd2+), dan seng (Zn2+) pada air desa Sukatendel lebih tinggi. Pada desa Surbakti dan desa Ndokum Siroga diperoleh kadar ion besi (Fe3+), kadmium (Cd2+), dan seng (Zn2+) yang lebih rendah karena hanya abu dan pasir halus yang tersebar melalui pergerakan angin/udara yang sampai ke daerah tersebut, sedangkan air limpahan lahar dingin jatuh ke dalam aliran sungai Lau Genuhen yang berada di sebelah selatan desa Torong kecamatan Simpang Empat sehingga tidak masuk ke desa Surbakti dan Ndokum Siroga sehingga kadar ion besi (Fe3+), kadmium (Cd2+), dan seng (Zn2+) pada desa Surbakti dan desa Ndokum Siroga lebih rendah. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa air minum dari desa Sukatendel mengandung kadar ion besi (Fe3+) dan seng (Zn2+) yang masih memenuhi persyaratan kualitas air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan ditinjau dari kadar maksimum besi dan seng, dan kadar ion kadmium (Cd2+) pada desa Sukatendel telah melebihi persyaratan kualitas air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan ditinjau dari kadar maksimal kadmium, sedangkan air minum dari desa Surbakti dan juga desa Ndokum Siroga mengandung kadar ion besi (Fe3+), kadmium (Cd2+), dan seng (Zn2+) yang masih memenuhi persyaratan kualitas air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan yaitu PERMENKES RI nomor 492/MenKes/per/VI/2010, dimana menurut Peraturan Menteri Kesehatan kadar maksimum yang di perbolehkan untuk besi adalah sebesar 0,3 mg/L, kadmium 0,003 mg/L, dan seng 3,0 mg/L. BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian pada desa Sukatendel diperoleh kadar ion besi (Fe3+) sebesar 0,2987 mg/L, kadmium (Cd2+) sebesar 0,0031 mg/L, dan seng (Zn2+) 0,3219 mg/L, pada desa Surbakti diperoleh kadar ion besi (Fe3+) sebesar 0,2599 mg/L, kadmium (Cd2+) 0,0028 mg/L, seng (Zn2+) 0,2911 mg/L, dan pada desa Ndokum Siroga diperoleh kadar ion besi (Fe3+) sebesar 0,1874 mg/L, kadmium (Cd2+) 0,0026 mg/L, dan seng (Zn2+) sebesar 0,1252 mg/L. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa air minum pada desa Sukatendel mengandung kadar ion besi (Fe3+), seng (Zn2+) yang memenuhi persyaratan kualitas air minum menurut PERMENKES RI nomor 492/MenKes/per/VI/2010 ditinjau dari kadar besi dan seng, dan mengandung kadar ion kadmium (Cd2+) yang melebihi persyaratan kualitas air minum menurut PERMENKES RI nomor 492/MenKes/per/VI/2010 ditinjau dari kadar kadmium, sedangkan air minum desa Surbakti dan desa Ndokum Siroga mengandung kadar ion besi (Fe3+), seng (Zn2+), dan kadmium (Cd2+) yang masih memenuhi persyaratan air minum menurut PERMENKES RI nomor 492/MenKes/per/VI/2010 ditinjau dari kadar besi, kadmium, dan seng. 5.2 Saran Sebaiknya peneliti selanjutnya melakukan penelitian dengan menggunakan metode Inductively Coupled Plasma (ICP) untuk membandingkan hasil yang diperoleh dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). DAFTAR PUSTAKA Agusnar, H. 2007. “Kimia Lingkungan”. USU Press. Medan. Azwar, A. 1996. “Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan”. PT Mutiara Sumber Widya. Jakarta. Chandra, B. 2005. “Pengantar Kesehatan Lingkungan”. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Darmono, B. 1995. “Logam Dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup”. UI Press. Jakarta. Effendi, H. 2003. “Telaah Kualitas Air Bagi Pengolahan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan”. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-undergraduate-25534308321029%20Bab%201.pdf. Diakses tanggal 19 Oktober 2014. Pukul 11:05 WIB. Hartuti, E. R. 2009. “Buku Pintar Gempa”. Diva Press. Yogyakarta. Khopkar, S. M. 2008. “Konsep Dasar Kimia Analitik”. UI Press. Jakarta. “Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia”,Nomor 492/MENKES/SK/2010 tanggal 19 April 2010. Palar, H. 2004. “Pencemaran Dan Toksikologi Logam Berat”. Cetakan 2. Rineka Cipta. Jakarta Rohman, A. 2007. “Kimia Farmasi Analisis”. Cetakan 1. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Slamet, J.S. 2009. “Kesehatan Lingkungan”. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. ”Standard Methods For the Examination of Water and Watewater ”. 1899. Fifteenth Edition. American Public Health Association 1015 Fiffteen Street NW Washington, DC 20005. Sutrisno, C,T. 2004. “Teknologi Penyediaan Air Bersih”. PT Rineka Cipta. Jakarta. Wardhana, W. A. 2004. “Dampak Pencemaran Lingkungan”. Andi. Yogyakarta. Widowati, W. Astiana Sastiono. Rymond Jusuf Rumampuk. 2008. “Efek Toksik Logam”. Andi. Yogyakarta.
Penentuan Kadar Ion Zinkum (Zn2+), Kadmium (Cd2+) Dan Natrium (Na+) Dari Air Muara Sungai Asahan Tanjung Balai Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Penentuan Kadar Ion Zinkum (Zn2+), Kadmium (Cd2+) Dan Natrium (Na+) Dari Air Muara Sungai Asahan Tanjung Balai Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Gratis