Feedback

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Intensitas Nyeri Pada Penderita Nyeri Punggung Bawah Dan Nyeri Kepala Primer

Informasi dokumen
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA NYERI PUNGGUNG BAWAH DAN NYERI KEPALA PRIMER TESIS SARI THERESIA BUKIT 087112007 PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK SPESIALIS ILMU PENYAKIT SARAF FAKULTAS KEDOKTERAN USU / RSUP.H. ADAM MALIK MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA NYERI PUNGGUNG BAWAH DAN NYERI KEPALA PRIMER TESIS Untuk Memperoleh Gelar Magister Kedokteran Klinik Spesialis Saraf Pada Program Studi Magister Kedokteran Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Oleh SARI THERESIA BUKIT 087112007 PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK SPESIALIS ILMU PENYAKIT SARAF FAKULTAS KEDOKTERAN USU / RSUP.H. ADAM MALIK MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis : HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA NYERI NYERI PUNGGUNG BAWAH DAN NYERI KEPALA PRIMER Nama Mahasiswa : Sari Theresia Bukit Nomor Induk Mahasiswa : 087112007 Program Magister : Magister Kedokteran Klinik Konsentrasi : Ilmu Penyakit Saraf Menyetujui Komisi Pembimbing Prof. DR. dr. H. Hasan Sjahrir, SpS(K) Ketua Ketua Program Studi Dr. Yuneldi Anwar, SpS(K) Ketua TKP PPDS I dr. Zainuddin Amir, Sp.P(K) Universitas Sumatera Utara Tanggal lulus : 14 Juni 2011 Telah diuji pada Tanggal: 14 Juni 2011 PANITIA PENGUJI TESIS 1. Prof. DR. Dr. Hasan Sjahrir, SpS(K) 2. Prof. Dr. Darulkutni Nasution, SpS(K) 3. Dr. Darlan Djali Chan, SpS 4. Dr. Yuneldi Anwar, SpS(K) 5. Dr. Rusli Dhanu, SpS(K) 6. Dr. Kiking Ritarwan, MKT, SpS(K) 7. Dr. Aldy S. Rambe, SpS(K) 8. Dr. Puji Pinta O. Sinurat, SpS 9. Dr. Khairul P. Surbakti, SpS 10. Dr. Cut Aria Arina, SpS 11. Dr. Kiki M. Iqbal, SpS 12. Dr. Alfansuri Kadri, SpS 13. Dr. Dina Listyaningrum, SpS, Msi. Med 14. Dr. Aida Fitri, SpS Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA NYERI PUNGGUNG BAWAH DAN NYERI KEPALA PRIMER TESIS Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah dituliskan atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Medan, 14 Juni 2011 SARI THERESIA BUKIT Universitas Sumatera Utara UCAPAN TERIMA KASIH Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala berkah, rahmat dan kasihNya yang telah memberikan kesempatan untuk menyelesaikan penulisan tesis ini. Tulisan ini dibuat untuk memenuhi persyaratan dan merupakan salah satu tugas akhir dalam program pendidikan spesialis di Bidang Ilmu Penyakit Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara / Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan. Dengan segala keterbatasan, penulis menyadari dalam penelitian dan penulisan tesis ini masih dijumpai banyak kekurangan, oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan masukan yang berharga dari semua pihak untuk kebaikan dimasa yang akan datang. Pada kesempatan ini perkenankan penulis menyatakan penghargaan dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya, kepada : Yang terhormat Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. DR. Dr. H. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), Sp.A(K), atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik Spesialis Ilmu Penyakit Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Yang terhormat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Gontar Alamsyah Siregar, Sp.PD(KGEH), atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik Spesialis Ilmu Penyakit Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Yang terhormat Prof. DR. dr. Hasan Sjahrir, Sp.S(K) (Ketua Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran USU saat penulis diterima sebagai PPDS), yang telah menerima saya untuk menjadi peserta didik serta memberikan bimbingan selama mengikuti Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik Spesialis Ilmu Penyakit Saraf ini. Universitas Sumatera Utara Yang terhormat Ketua Departemen / SMF Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dr. Rusli Dhanu, Sp.S(K), yang telah memberikan kesempatan, kepercayaan serta bimbingan selama mengikuti Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik Spesialis Ilmu Penyakit Saraf ini. Yang terhormat Ketua Program Studi Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Dr. Yuneldi Anwar, Sp.S(K) yang telah memberikan kesempatan serta bimbingan dan arahan dalam menjalani Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik Spesialis Ilmu Penyakit Saraf ini. Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada Dr. Rusli Dhanu, Sp.S(K) dan Prof. DR. Dr. Hasan Sjahrir, Sp.S(K), selaku pembimbing yang dengan sepenuh hati telah mendorong, membimbing dan mengarahkan penulis mulai dari perencanaan, pembuatan dan penyelesaian tesis ini. Kepada guru-guru penulis: Prof. Dr. H. Darulkutni Nasution, Sp.S(K); Dr. Darlan Djali Chan, Sp.S; Dr. Kiking Ritarwan, MKT, Sp.S(K); Dr. Aldy S. Rambe, Sp.S(K); Dr. Irsan NHN. Lubis, Sp.S; Dr. Puji Pinta O. Sinurat, Sp.S; Dr. Khairul P. Surbakti, Sp.S; Dr. Iskandar Nasution, Sp.S; Dr. Cut Aria Arina, Sp.S; Dr. Irwansyah, Sp.S; Dr. Kiki M. Iqbal, Sp.S; dr Alfansuri Kadri, Sp.S; dr Dina Listyaningsum, Sp.S, M.Si. Med; dr Aida Fitri, Sp.S dan lain-lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, baik di Departemen Neurologi maupun Departemen / SMF lainnya di lingkungan FK – USU / RSUP. H. Adam Malik Medan, terima kasih yang setulus-tulusnya penulis sampaikan atas segala bimbingan dan didikan yang telah penulis terima. Kepada Drs. Abdul Jalil A. A, M.Kes, selaku pembimbing statistik yang telah banyak membimbing, membantu dan meluangkan waktunya dalam pembuatan tesis ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya. Universitas Sumatera Utara Direktur RSUP. H. Adam Malik Medan, yang telah memberikan kesempatan, fasilitas dan suasana kerja yang baik sehingga penulis dapat mengikuti Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik. Ucapan terima kasih penulis kepada seluruh teman sejawat peserta PPDS-I Departemen Neurologi FK-USU / RSUP. H. Adam Malik Medan, yang banyak memberikan masukan berharga kepada penulis melalui diskusidiskusi dalam berbagai pertemuan formal maupun informal, serta selalu memberikan dorongan-dorongan yang membangkitkan semangat kepada penulis menyelesaikan Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik Spesialis Ilmu Penyakit Saraf. Ucapan terima kasih penulis kepada para perawat dan pegawai di berbagai tempat dimana penulis pernah bertugas selama menjalani Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik ini, serta berbagai pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah banyak membantu penulis dalam menjalani Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik Spesialis Ilmu Penyakit Saraf. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pasien nyeri punggung bawah dan nyeri kepala primer yang telah bersedia berpartisipasi secara sukarela dalam penelitian ini. Ucapan terima kasih kepada kedua orang tua yang sangat penulis hormati dan sayangi, Hubertus Sama Bukit dan Mariati Sembiring, yang selalu memberikan dorongan, semangat dan nasehat serta doa restu kepada penulis sejak lahir hingga saat ini. Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada yang terhormat tante-tante saya, Roslina Sembiring; drg. Martha Sembiring, Sp. Ort; Dra. Kristina Sembiring, dan kepada kakek saya Drs. Wara Sinuhaji beserta nek karo Rosa Sinuhaji atas nasehat, doa, dan dorongannya selama penulis menyelesaikan pendidikan ini. Kepada abang dan kakak saya, Darsah Bukit, BA; Editha Hariani Sembiring; Rahmawati Bukit; dr. Irwansyah beserta seluruh keluarga yang senantiasa membantu, memberi dorongan, pengertian, kasih sayang dan doa dalam menyelesaikan pendidikan ini, penulis haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Universitas Sumatera Utara Kepada semua rekan dan sahabat yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu yang telah membantu saya sekecil apapun, saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga Tuhan melimpahkan rahmat dan kasihnya kepada kita semua. Akhirnya penulis mengharapkan semoga penelitian dan tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. Penulis Dr. Sari Theresia Bukit Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Latar Belakang: Gangguan tidur merupakan keluhan yang paling sering ditemukan pada penderita nyeri punggung bawah dan nyeri kepala primer. Peningkatan intensitas nyeri dapat mengakibatkan peningkatan gangguan tidur, seperti memburuknya kualitas tidur. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan intensitas nyeri pada penderita nyeri punggung bawah dan nyeri kepala primer. Metode: Studi observasional dengan metode pengumpulan data secara cross sectional, di Poliklinik Neurologi RSUP H. Adam Malik Medan. Setiap pasien dinilai kualitas tidurnya berdasarkan Pittsburgh Sleep Quality Index, dan intensitas nyeri berdasarkan Visual Analog Scale. Hasil: Terdapat 23 pasien nyeri punggung bawah dan nyeri kepala primer, dimana persentase penderita nyeri punggung bawah dan nyeri kepala primer lebih banyak pada wanita (65,2%) dibandingkan pria (34,8%). Penyebab nyeri punggung bawah yang terbanyak adalah spondylosis lumbalis (87%), sedangkan nyeri kepala primer yang terbanyak adalah chronic tension type headache (78,3%). Uji Gamma menunjukkan hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan intensitas nyeri pada penderita nyeri punggung bawah (r= 0,906; p= 0,006) dan ditemukan hubungan yang tidak signifikan antara kualitas tidur dengan intensitas nyeri pada penderita nyeri kepala primer (r= 0,684; p= 0,059). Kesimpulan: Peningkatan intensitas nyeri pada penderita nyeri punggung bawah dan nyeri kepala primer dapat mengakibatkan kualitas tidur yang semakin memburuk. Kata Kunci: kualitas tidur, intensitas nyeri, nyeri punggung bawah, nyeri kepala primer. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Background: Sleep disturbances are the most common complaint of low back pain and primary headache patients. Increasing of pain intensity could have impact on increasing sleep disturbances, such as poor quality of sleep. Objective: To find out the correlation between quality of sleep and pain intensity in low back pain and primary headache patients. Methods: This cross sectional study observed patients at Polyclinic of Neurology RSUP H. Adam Malik Medan. Sleep quality of every patient was assessed using Pittsburgh Sleep Quality Index, and pain intensity using Visual Analog Scale. Results: There were 23 patients who suffered from low back pain and primary headache, where the percentage of low back pain and primary headache mostly found in women (65,2%) than in men (34,8%). The most common etiology of low back pain were spondylosis lumbalis (87%), while in primary headache were chronic tension type headache. Gamma test showed significant between quality of sleep and pain intensity in low back pain (r= 0,906; p= 0,006) and non-significant between quality of sleep and pain intensity in primary headache patients (r= 0,684; p= 0,059). Conclusions: Increasing pain intensity in low back pain and primary headache patients had an impact on the worsening of sleep quality. Key word: quality of sleep, pain intensity, low back pain, primary headache Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI HALAMAN Lembar Pengesahan Tesis . ii Ucapan Terima Kasih . v Abstrak. ix Abstract. x Daftar Isi . xi Daftar Singkatan . xiv Daftar Gambar . xv Daftar Tabel . xvi BAB I. PENDAHULUAN. 1 I.1. Latar Belakang . 1 I.2. Perumusan Masalah. 5 1.3. Tujuan Penelitian. 5 1.4. Hipotesis. 6 1.5. Manfaat Penelitian. 6 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA . 7 II.1. Nyeri Punggung Bawah. 7 II.1.1. Defenisi . 7 II.1.2. Epidemiologi . 8 II.1.3. Faktor Resiko. 8 II.1.4. Etiologi . 9 II.1.5. Patofisiologi. 10 II.2. Nyeri Kepala. 11 II.2.1. Defenisi . 11 II.2.2. Epidemiologi . 12 II.2.3. Klasifikasi Nyeri Kepala. 12 II.2.4. Klasifikasi Nyeri Kepala Primer . 13 II.2.5. Patofisiologi Nyeri Kepala Primer. 14 II.3. Tidur . 17 II.3.1. Defenisi . 17 II.3.2. Arsitektur Tidur. 17 II.3.3. Siklus Tidur . 18 II.3.4. Kebutuhan Tidur . 19 II.3.5. Gangguan Tidur . 19 II.3.6. Siklus Tidur Bangun. 20 II.4. Tidur dan Nyeri Punggung Bawah. 22 II.5. Tidur dan Nyeri Kepala Primer . 24 II.6. Kerangka Teori. 26 II.7. Kerangka Konsepsional . 27 BAB III. METODE PENELITIAN. 28 III.1. Tempat dan Waktu . 28 III.2. Subjek Penelitian. 28 III.2.1. Populasi Sasaran. 28 III.2.2. Populasi Terjangkau . 28 Universitas Sumatera Utara III.2.3. Besar Sampel . 28 III.2.4. Kriteria Inklusi . 29 III.2.5. Kriteria Eksklusi . 29 III.3. Batasan Operasional . 30 III.4. Instrumen Penelitian. 31 III.5. Rancangan Penelitian . 34 III.6. Pelaksanaan Penelitian . 34 III.6.1. Pengambilan Sampel . 34 III.6.2. Kerangka Operasional . 35 III.7. Variabel yang Diamati . 36 III.8. Analisa Statistik . 36 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 37 IV.1. Hasil Penelitian . 37 IV.1.1. Karakteristik Subjek Penelitian. 37 IV.1.1.1. Karakteristik Penderita Nyeri Punggung Bawah. 37 IV.1.1.2. Karakteristik Penderita Nyeri Kepala Primer . 38 IV.1.2. Penyebab Nyeri Punggung Bawah dan Nyeri Kepala Primer . 42 IV.1.3. Intesitas nyeri pada nyeri punggung bawah dan nyeri kepala primer. 42 IV.1.3.1. Intensitas nyeri pada nyeri punggung bawah. 42 IV.1.3.2. Intensitas nyeri pada nyeri kepala primer . 44 IV.1.4. Komponen kualitas tidur (PSQI) pada nyeri punggung bawah dan nyeri kepala primer . 46 IV.1.4.1. Komponen kualitas tidur pada nyeri punggung bawah. 46 IV.1.4.2. Komponen kualitas tidur pada nyeri kepala primer . 49 IV.1.5. Hubungan Kualitas Tidur dengan Intensitas Nyeri pada Penderita Nyeri Punggung Bawah Test, and Hamilton Depression Scale. Results: In Digit span test, the mean of digit forward was 5,80±1,32 and digit backward was 4,08±1,24 while in the Rey complex figure test the mean of copy score was 32,00±3,06 and short term memory score was 14,89±4,89 Most of the patients were suffering from mild depression (N=29, Mean=10,59±4,28). Conclusions: In Digit span test, the patients were having more difficulties in doing the digit backward test compared to the digit forward test. In the Rey complex figure test, the copy score was higher than the short term memory score. Most of the patients were suffering from mild depression. Keywords: memory disturbance, chronic primary headache PENDAHULUAN Nyeri kepala merupakan keluhan yang paling sering dijumpai pada populasi orang 1 dewasa di Amerika Utara. Adanya nyeri kepala merupakan isyarat awal adanya gangguan stabilitas otak terutama reaksi elektrokimiawi dari neurotransmitter, 254 pembengkakan pembuluh darah otak dan peregangan serabut saraf menunjukkan alarm 2 bahwa ada suatu gangguan. Di mana tension-type headache merupakan nyeri kepala yang paling banyak diderita. Sementara migraine merupakan nyeri kepala tersering sesudah tension-type headache. Majalah Kedokteran Nusantara Volume 40 y No. 4Sumatera y Desember 2007 Universitas Utara Irina Kemala Nasution dkk. Prevalensinya 11% di USA dan 15% di 1 Kanada. Tipe migraine yang paling sering ada 2 yakni classic migraine dan common migraine. Serangan kedua tipe migraine tersebut mungkin terlibat dalam proses yang 3 menyebabkan gangguan fungsi otak. F Le Pira et al menyatakan bahwa perubahan neuropsychological hanya pada beberapa tes. Pada pasien migraine tanpa aura menunjukkan perubahan verbal performance 4 dan atensi . Wray, Mijovic-Prelec (1995) menunjukkan bahwa penderita migraine lebih 5 baik pada proses visual “low level”. Zeitlin & Oddy (1984) menemukan pada sekelompok pasien dengan migraine yang berat secara significant menunjukkan hasil tes 4 memori dan proses informasi yang buruk. Ardila & Sanchez dengan 20 pasien classic migraine dijumpai gangguan kognitif.4 Ai (1992) memberikan neuropsychologic battery pada pasien-pasien classic dan common migraine dan dia menemukan perubahan yang significant dibanding dengan kontrol, dan perubahan ini semakin buruk 4 dengan lamanya penyakit ini. Dari hal-hal tersebut di atas maka ingin diketahui apakah ada gangguan memori pada penderita nyeri kepala primer kronik di Bagian Rawat Jalan Neurologi RS.H.Adam Malik Medan. METODOLOGI Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan disain deskriptif analitik yang mengambil data dari pasien yang berobat jalan di Poliklinik Sefalgia Bagian Neurologi RSUP.H.Adam Malik Medan, mulai tanggal 27 Desember 2006 sampai 31 Maret 2007. Besar sampel yang dipakai dalam penelitian ini 35 orang. Pengambilan sampel penelitian dengan metode konsekutif sesuai dengan kriteria inklusi: Penderita nyeri kepala primer yang telah dikonfiramsi sesuai kriteria IHS edisi 2. Nyeri kepala primer sudah diderita >3 bulan. Sedangkan kriteria eksklusinya: Penderita nyeri kepala sekunder, penderita afasia, penderita yang tidak bisa berbahasa Indonesia, dan penyakit yang mempengaruhi gangguan memori. Kriteria chronic migraine ialah sakit kepala yang terjadi 15 hari dalam 1 bulan selama lebih dari 3 bulan dan tidak adanya 6 penggunaan obat berlebihan , sedangkan Gangguan Memori pada Penderita Nyeri Kepala chronic tension type headache merupakan nyeri kepala yang berasal dari episodic tension type headache, dengan serangan tiap hari atau serangan episodik nyeri kepala yang lebih sering yang berlangsung beberapa menit sampai beberapa hari. Nyeri kepala bersifat bilateral, menekan atau mengikat dalam kualitas dan intensitas ringan atau sedang, dan nyeri kepala tidak bertambah berat dengan aktivitas fisik yang rutin. Kemungkinan terdapat mual, fotofobia/fonofobia ringan. Nyeri kepala timbul ≥ 15 hari/bulan, 6 berlangsung > 3 bulan (≥ 180 hari/tahun) , dan chronic cluster yakni serangan nyeri kepala cluster terjadi lebih dari 1 tahun tanpa remisi atau disertai remisi-remisi yang 6 berlangsung kurang dari 1 bulan. Sedangkan gangguan memori adalah penurunan kemampuan penamaan (naming) dan kecepatan mencari kembali informasi yang telah 8 tersimpan dalam memori . Dimana untuk mengukur gangguan memori digunakan beberapa tes yakni Digit span, yang terbagi atas digit forward dengan skor tertinggi 8 dan digit backward dengan skor tertinggi 7 10, Ray Osterrierh Complex Figure Test: suatu skala untuk mengukur memori non-verbal jangka pendek dan jangka panjang, dengan nilai tertinggi 4 36 , dan yang terakhir Hamilton Rating Scale for Depression yakni suatu skala untuk mengukur derajat depresi yang terdiri dari 21 pertanyaan dengan interpretasi skor 0-6: normal, 7-17: depresi ringan, 18-24: depresi sedang dan skor > 10,12 24: depresi berat . Data yang terkumpul secara deskriptif disajikan dalam bentuk tabel dengan menyertakan nilai rerata dan simpangan deviasinya. Pengolahan data penelitian dilakukan secara elektronik menggunakan perangkat SPSS versi 10.0. HASIL PENELITIAN Dari hasil penelitian ini didapatkan sampel 35 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pada Tabel 1 memperlihatkan distribusi penderita nyeri kepala primer kronik dengan jenis kelamin wanita menempati porsi terbanyak, dan kelompok umur terbanyak ialah 41-50 tahun. Tabel ini juga menunjukkan sebagian besar penderita nyeri kepala primer kronik bersuku bangsa Batak, dan pendidikan terakhir penderita terbanyak adalah SLTP. Majalah Kedokteran Nusantara Volume 40 y No. 4 y Desember 2007 255 Universitas Sumatera Utara Karangan Asli Tabel 1. Karakteristik penderita nyeri kepala primer kronik Karakteristik Jumlah Jenis Kelamin Wanita Pria 26 9 Kelompok Umur ≤ 40 tahun 41-50 tahun 51-60 tahun > 60 tahun 6 17 10 2 Suku Bangsa Batak Jawa Melayu Aceh 19 7 3 6 Pendidikan SD SLTP SLTA Perguruan Tinggi 6 16 11 2 Tabel 2. Gambaran tes neuropsychological pada penderita nyeri kepala primer kronik Digit forward Digit backward Rey (copy) Rey (STM) Hamilton Rerata SD 5,80 4,08 32,00 14,89 11,14 1,32 1,24 3,06 4,89 4,28 Sedangkan pada Tabel 2 menunjukkan pada tes digit forward dijumpai nilai rerata yakni 5,80 dengan SD 1,32, dan pada tes digit backward dijumpai nilai rerata 4,08 dengan SD 1,24. Pada tabel yang sama dapat dilihat pada tes Rey Complex figure (copy) nilai rerata 32.00 dengan SD 3,06, sedang pada STM (short term memory) dijumpai nilai rerata 14,89 dengan SD 4,89. Selanjutnya tabel ini juga menunjukkan hasil tes Hamilton yakni dengan rerata 11,14 dan SD 4,28. DISKUSI Pada Tabel 1 memperlihatkan distribusi penderita nyeri kepala primer kronik dengan jenis kelamin wanita menempati porsi 256 terbanyak, Ada sekitar 28 juta penderita migren di Amerika Serikat, dimana 2/3 nya adalah wanita. Berdasarkan perpustakaan negara barat, prevalensi migren pada orang dewasa adalah 10-12% setahun, pria 6% dan 2 wanita 15-18%. Tabel 1 juga menampilkan bahwa kelompok umur terbanyak ialah 41-50 tahun. Tabel ini juga menunjukkan sebagian besar penderita nyeri kepala primer kronik bersuku bangsa Batak, dan pendidikan terakhir penderita terbanyak adalah SLTP. Tetapi tidak dijelaskan lebih lanjut dalam penelitian ini. Sedangkan pada Tabel 2 menunjukkan pada tes digit forward dijumpai nilai rerata yakni 5,80 dengan SD 1,32, dan pada tes digit backward dijumpai nilai rerata 4,08 dengan Majalah Kedokteran Nusantara Volume 40 y No. 4Sumatera y Desember 2007 Universitas Utara Irina Kemala Nasution dkk. SD 1,24. Ini sesuai dengan teori bahwa. Backward digit span lebih sulit,dan hasilnya tergantung dari strategi visualisasi atau pengkodean dari pasien untuk mengatasi 9 angka yang terlupa. Pada tabel yang sama dapat dilihat pada tes Rey Complex figure (copy) nilai rerata 32.00 dengan SD 3,06, sedang pada STM (short term memory) dijumpai nilai rerata 14,89 dengan SD 4,89. Rey Complex Figure Test digunakan untuk mengukur memori non4 verbal jangka pendek dan jangka panjang. . Tes ini berguna untuk mengukur kemampuan visuospatial constructional dan memori visual daripada otak. Hal ini serupa dengan yang dikatakan oleh F Le Pira et al terhadap 30 orang dimana subjek menunjukkan kesulitan pada tugas verbal dan non verbal. Gangguan memori baik pada visuospatial maupun tes verbal cognitive mungkin tergantung pada mekanisme recall. Penjelasan yang mungkin adalah adanya disfungsi dari hemisfer kanan: proses global berkurang, memori visual, dan 4 perubahan atensi. Selanjutnya Tabel 2 ini juga menunjukkan hasil tes Hamilton yakni dengan rerata 11,14 dan SD 4,28. Hamilton Rating Scale for Depression merupakan suatu skala untuk 10,12 mengukur derajat depresi . Tapi seberapa jauh depresi ini menyebabkan terjadinya gangguan memori tidak dibahas dalam penelitian ini. Keterbatasan penelitian ini adalah jumlah sampel yang sedikit serta waktu penelitian yang singkat. KESIMPULAN DAN SARAN Pada tes Digit Span, pasien lebih sulit study. J Headache Pain 12:347-53 Varol, S., Akil, E., Cevik, M.U., Celepholu, T., Yucel, Y., Tanriverdi, M.H. 2013. Investigation of Mean Platelet Volume and Platelet Count in The Blood of patients with Migraine. Dicle University Faculty of Universitas Sumatera Utara Medicine. Departement of Neurology. Diyarbakir. Turkey. TJN 19;3:91-2. Yeung, A. 2006. What is connection between hypertension, headache and migraine?. Canadian Hypertension Society. Bulletin 87;1-8 Wirawan. I.,K.,A., Ariawati, K., Subanada. I.,B. 2012. Prevalence and Hematology Profiles of Anemia in Patients with Acute Lower Respiratory Infection. Vol 43: 2. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 1 LEMBAR PENJELASAN KEPADA SUBJEK PENELITIAN Bapak/Ibu Yth, Perkenalkan nama saya dr Adikia Andreas Sitepu, saat ini saya sedang menjalani pendidikan di bagian Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran USU. Bapak/Ibu yang terhormat, disini saya sedang melakukan penelitian yang berjudul “HUBUNGAN TEKANAN DARAH, KADAR HEMOGLOBIN DAN KADAR TROMBOSIT DENGAN NYERI KEPALA PRIMER.” Sebelumnya izinkan saya menjelaskan kepada bapak/ibu tekanan darah, hemoglobin, dan keping darah yang akan berkaitan dengan penelitian saya ini. Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah terhadap pembuluh darah. Dimana terdapat beberapa jenis tekanan darah yakni tekanan darah normal berkisar tekanan sistoliknya 120-140 mmHg dan tekanan diastoliknya 80-90 mmHg, tekanan darah rendah berkisar nilai rendah 90/60 mmHg, tekanan darah tinggi berkisar tekanan sistoliknya 140 mmHg atau lebih tinggi manakala tekanan diastoliknya 90 mmHg atau lebih tinggi. Hemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai tempat mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur. Apabila kadar hemoglobin dalam darah rendah dikenal dengan istilah anemia dan sebaliknya ditemukan kadar hemoglobin dalam darah tinggi pada orang yang tinggal didaerah dataran tinggi. Trombosit atau keping darah adalah bagian dari darah yang berperan dalam proses pembekuan darah. Jika jumlah trombosit atau keping darah terlalu rendah maka akan terjadi perdarahan yang berlebihan, sebaliknya jika jumlah keping darah terlalu tinggi dapat terbentuk pembekuan darah yang dapat menghambat pembuluh darah. Universitas Sumatera Utara Nyeri kepala merupakan salah satu gejala yang paling sering ditemui pada kejadian umum dan kejadian klinis penyakit syaraf. Terdapat berbagai hal yang dapat mempengaruhi timbulnya nyeri kepala. Dalam penelitian saya mengambil mengenai tekanan darah, kadar hemoglobin dan kadar keping – keping darah. Dimana suatu keadaan seseorang yang memiliki tekanan darah yang rendah dan tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan suatu nyeri kepala. Pada kadar hemoglobin yang rendah atau sering disebut dengan anemia/kurang darah, dapat menyebabkan nyeri kepala yang diakibatkan oleh kurangnya suplai darah. Sebaliknya jika kadar hemoglobin yang tinggi terjadi penurunan penghantaran oksigen ke jaringan sehingga dapat menyebabkan nyeri kepala. Begitu juga halnya dengan kadar keping – keping darah, jika kadar keping – keping darah rendah dan tinggi dapat menyebabkan nyeri kepala. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan antara tekanan darah, kadar hemoglobin dan trombosit dengan nyeri kepala primer. Sementara manfaat dari penelitian ini adalah dengan hasil yang diperoleh dapat dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan nyeri kepala primer. Bapak/Ibu Yth. Bapak/Ibu/Keluarga Bapak/Ibu akan dijadikan sukarelawan dalam penelitian ini. Untuk lebih jelasnya, prosedur penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Pada saat berobat ke rumah sakit, Bapak/Ibu/keluarga akan menjalani pemeriksaan seluruh tubuh seperti tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, pemeriksaan anggota gerak dan dilakukan pemindai kepala. 2. Kemudian Bapak/Ibu/Keluarga Bapak/Ibu diwawancara mengenai nyeri kepala yang biasanya Bapak/Ibu/Keluarga alami. Kemudian Bapak/Ibu/Keluarga Bapak/Ibu akan dilakukan pemeriksaan darah seperti kadar hemoglobin dan kadar keping – keping darah. Universitas Sumatera Utara Pada lazimnya, penelitian ini tidak akan menimbulkan dampak yang berbahaya kepada Bapak/Ibu sekalian. Namun bila terjadi hal – hal yang tidak diinginkan selam penelitian ini berlangsung, bapak/ibu dapat langsung menghubungi dr Adikia Andreas Sitepu (085372724809) untuk mendapatkan pertolongan. Untuk penelitian ini, Bapak/Ibu/Keluarga tidak dikenakan biaya apapun, karena biaya sepenuhnya akan ditanggung oleh peneliti yaitu saya. Saya menjamin kerahasian data Bapak/Ibu/Keluarga Bapak/Ibu dalam penelitian ini. Bila masih ada hal – hal yang belum jelas menyangkut penelitian ini, setiap saat dapat ditanyakan kepada saya : dr Adikia Andreas Sitepu. Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini, diharapkan Bapak/Ibu/Keluarga Bapak/Ibu bersedia mengisi lembar persetujuan turut serta terhadap Bapak/Ibu/Keluarga Bapak/Ibu dalam penelitian yang telah disiapkan. Akhirnya saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu/Keluarga Bapak/Ibu atas partisipasinya dalam penelitian ini. Medan, April 2014 Peneliti (dr Adikia Andreas Sitepu) Universitas Sumatera Utara Lampiran 2 SURAT PERSETUJUAN IKUT DALAM PENELITIAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Jenis kelamin Umur Alamat : : : : Setelah mendapat keterangan secara terperinci dan jelas mengenai penelitian yang berjudul, “HUBUNGAN TEKANAN DARAH, KADAR HEMOGLOBIN DAN KADAR TROMBOSIT DENGAN NYERI KEPALA PRIMER” dan setelah mendapat kesempatan mengajukan pertanyaan mengenai gejala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian tersebut, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan saya ikut dalam penelitian tersebut. Yang memberikan penjelasan Medan,.2012 Yang membuat pernyataan persetujuan dr Adikia Andreas Sitepu . Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 3 LEMBAR PENGUMPUL DATA PENELITIAN I. Karakteristik Responden 1. Nama : 2. Jenis Kelamin : Pria 3. Umur : 4. Suku Bangsa : 5. Pendidikan : Buta Huruf Akademi Wanita SD SLTP SLTA Perguruan Tinggi 6. Bahasa yang biasa dipergunakan : Bahasa Indonesia : Ya 7. Alamat : Tidak Universitas Sumatera Utara Lampiran 4 Pertanyaan yang termasuk dalam kuesioner sesuai dengan HIS Classification (Kuesioner yang diadaptasi dari HO K-H & Ong BK-C) 1. Apakah anda pernah menderita sakit kepala ? a. Ya b. Tidak 2. Apakah anda menderita sakit kepala hari ini ? a. Ya b. Tidak 3. Pertama kali timbul pada umur berapa :. . . . .tahun 4. Sejak itu (pertama kali timbul sakit kepala) sudah berapa kali mengalami sakit kepala : a. 1 -4kali b. 5-9kali c.> 10 kali 5. Berapa hari sakit kepala timbul selama satu tahun lalu : . . .hari/ tahun a. < 180 hari ( 15 hari/ bulan) 6. Berapa lama nyeri kepala timbul : a. Beberapa detik b. < 30 menit c. 30 menit - 24 iam d. 24 jam - 72 jam e. > 72 jam 7. Dimana lokasi nyeri kepala ? a. Leher dan tengkuk (occipital). b. Bitemporal b. Bifrontal. d. Sebelah kepala. e. Seluruh kepala/puncak kepala. 8. Bagaimana sifat nyeri ? a. Berdenyut b. Diikat / berat c. Tajam / tikam / tusuk jarum. 9. Selama serangan nyeri kepala apakah anda mengalami . a. Mual b. Muntah Universitas Sumatera Utara c. Phonopobia d. Photopobia 10. Yang sering menimbulkan nyeri kepala . Emosi Ya / tidak Keletihan fisik Ya / Tidak Kurang tidur Ya / Tidak Perubahan lingkungan Ya / Tidak Prementruasi / menstruasi (haid) Ya / Tidak Penyakit , Ya / Tidak Makanan / minuman mis . Ya / Tidak Dan lain-lain . Ya / Tidak 1 1. Apakah nyeri bertambah berat bila : . Aktifitas fisik Ya / Tidak . Menaiki tangga Ya / Tidak 12. Bagaimana derajat nyeri kepala : a. Ringan : Nyeri kepala tidak mengganggu aktifitas sehari-hari b. Sedang : Nyeri kepala mengganggu aktifitas sehari-hari (masih bekerja tapi terganggu) c. Berat : Nyeri kepala dan perlu istirahat (tidak dapat bekerja) 13. Pada.saat nyeri kepala timbul apakah ada tanda muncul serangan sesaatberupa : Kilatan cahaya / bintik buta (blind spot) / garis berwama pada penglihatan Ya / Tidak Universitas Sumatera Utara Vertigo (rasa berputar) dan / atau pandangan ganda Kelemahan / kebas sebelah badan atau muka dan lain-lain Sebutkan Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak III. Pemeriksaan Fisik Kesadaran : . TD : . Nadi : . Pernafasan : . Temp : . IV. Diagnosa Nyeri kepala : V. Pemeriksaan Penunjang : 1. Kadar Hemoglobin = gr/% 2. Kadar Trombosit = gr/% Universitas Sumatera Utara
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Intensitas Nyeri Pada Penderita Nyeri Punggung Bawah Dan Nyeri Kepala Primer Arsitektur Tidur Siklus Tidur Definisi Epidemiologi Klasifikasi Nyeri Kepala Klasifikasi Nyeri Kepala Primer Epidemiologi Faktor Resiko Etiologi Patofisiologi Karakteristik Subjek Penelitian 1. Karakteristik Penderita Nyeri Punggung Bawah Kebutuhan Tidur Gangguan Tidur Siklus Tidur Bangun KERANGKA TEORI KERANGKA KONSEPSIONAL KESIMPULAN KESIMPULAN DAN SARAN Komponen Kualitas Tidur PSQI pada nyeri punggung bawah dan nyeri kepala primer METODE PENELITIAN Hubungan Kualitas Tidur Dengan Intensitas Nyeri Pada Penderita Nyeri Punggung Bawah Dan Nyeri Kepala Primer Patofisiologi Nyeri Kepala Primer Penyebab Nyeri Punggung Bawah dan Nyeri Kepala Primer Intensitas nyeri VAS pada nyeri punggung bawah dan nyeri kepala primer Perumusan Masalah Hipotesis Manfaat Penelitian Tidur dan Nyeri Punggung Bawah Tidur dan Nyeri Kepala Primer
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Intensitas Nyeri Pada Penderita Nyeri Punggung Bawah Dan Nyeri Kepala Primer

Gratis