Pengaruh Komunikasi Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Kabupaten Asahan.

 2  111  91  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

   

  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara variabel Komunikasi dengan Efektivitas Kerja sebesar 95,4% dengan RSquare 91% dan sisanya 9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara variabel Komunikasi dengan Efektivitas Kerja sebesar 95,4% dengan RSquare 91% dan sisanya 9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Pemerintah Kabupaten Asahan bagian Kependudukan dan Catatan Sipil berdasarkan penetapan peraturan Daerah Kabupaten Asahan nomor 6 tahun 2008tentang pembentukan dan susunan organisasi dinas-dinas daerah Kabupaten Asahan, memiliki tugas yang berkaitan dengan pelayanan dibidang Kependudukan danCatatan Sipil dan memiliki tujuan terciptannya pelayanan yang prima, efektif dan efisien. 8 orang pegawai kurang setuju dengan pernyataan bahwa media komunikasi yang mereka gunakan dapat diandalkan, 10 orang pegawaimenyatakan kurang setuju dengan pernyataan bahwa media yang mereka gunakan dapat digunakan sewaktu-waktu, dan 9 orang pegawai menyatakan kurang setuju     dengan pernyataan bahwa mereka mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari volume yang telah ditentukan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis

2.1.1 Pengertian Komunikasi

  Wursanto (2005 : 55) menjelaskan perbedaan antara komunikasi dengan komunikasi organisasi, yaitukomunikasi adalah aktivitas yang berlaku dalam proses pertukaran pesan yang bermakna melalui seseorang atau sekumpulan orang dengan pihak lain yangmenerima semua tindakan dan ujaran, sedangkan komunikasi organisasi merupakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang atau sekumpulan orang untuk memenuhikeperluan organisasi baik pada tingkat internal atau eksternal dan lingkungan yang kompleks. 2.1.2 Tujuan Komunikasi Tujuan komunikasi adalah sebagai saluran untuk melakukan dan menerima pengaruh mekanisme perubahan, alat untuk mendorong atau mempertinggi motivasiperantara dan sebagai sarana yang memungkinkan suatu organisasi mencapai tujuanya.

6. Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepengirim

  Setelah menerima pesan, penerima akan memberi tanggapan dengan cara mengirim sinyal atau umpan balik terhadap pengirim pesan. Sinyal yangdiberikan beranekaragam, hal ini tergantung dari pasar yang diterima.

2.1.4 Bentuk Komunikasi

  Komunikasi Diagonal (Diagonal Communication)Komunikasi diagonal terjadi pada tingaktan organisasi yang berbeda, yaitu dapat berlangsung dari seorang pimpinan dengan karyawanya atau     pimpinan yang lebih rendah (bawahan) dengan pimpinan yang lebih tinggi yang hanya merupakan hubumgan kerja. Media yang dipergunakan ialahekspresi, gerak isyarat, gerak dan posisi badan, yang disebut bahsa badan (language body) yang menyatakan sikap dan perasaan seseorang.

2.1.5 Unsur-Unsur Komunikasi

  Untukmelaksanakan komunikasi yang efektif terdapat dua faktor yang penting dalam diri komunikator yang harus diperhatikan, yaitu daya tarikkomunikator (source attractiveness) dan kredibilitas sumber atau kepercayaan akomunikan kepada komunikator. Media antar peribadi     Media yang dapat digunakan untuk hubungan perorangan (antar pribadi) ialah sebagaimana media komunikasi seperti telepon, suratkabar, majalah, filim, fax, radio, email dan sebgainya.

2.1.6 Pengelolaan Komunikasi

  Penanganan Pesan-Pesan rutinVolume pesan-pesan (tertulis) pada umumnya dalam organisasi besar lebih banyak daripada dalam organisasi bersekala kecil, tetapi semuaorganisasi memusatkan perhatianya pada bagaimana memaksimumkan     manfaat (benefit) dan kegiatan komunikasi dengan biaya (cost) tertentu. Dalam hal ini seorang pimpinan mempunyai tangungjawab khusus untuk membuat setiap orang dalam organisasi tahu apa yang harus dilakukan dan paham akan kebutuhan dan tujuan organisasi secarakeseluruhan, sehingga ia dapat meghindari dirinya dari kesalahan member instruksi.

2.1.7 Penanganan Krisis Komunikasi

  Pabundu(2006:16) berpendapat bahwa efektivitas kerja adalah suatu keadaan yang menunjukan tingkat keberhasilan kegiatan manajemen dalam mencapai tujuanmanajemen yang efektif disertai dengan manajemen yang efisien. Secara luas, komunikasi yang efektif akan manimbulkan lima hal yaitu, pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang semakin baik dan     tindakan.

2.2 Penelitian Terdahulu

  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan, yang terbukti bahwa komunikasi berpengaruh positif dansignifikan serta dapat memprediksi, variabel dependen (kinerja karyawan) secara parsial melalui uji t dengan tingkat signifikan jauh dibawah 5% dan nilai t hitung > ttabel pada taraf signifikansi 5%. R square sebesar 0,318 menunjukan bahwa 31,8% kinerja karyawan (variabel dependen) dapat dijelaskan oleh komunikasi (variabel     independen), sedangkan sisanya 68,2% dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang digunakan.

2.3 Kerangka Konseptual

  Komunikasi yang baik akan terjadi     apabila terdapat tujuan komunikasi yang terarah, media komunikasi yang optimal, pengelolaan komunikasi yang lancar, serta adanya umpan balik (feedback). Tujuan komunikasi yang terarah maksudnya adanya pengertian yang sama ketika sipengirim pesan penyampaikan maksudnya kepada sipenerima pesan sehinggaapa yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik.

2.4. Hipotesis

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah “ Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektifitas kerja Pegawai pada Pemda Kabupaten Asahan Bagian Kependudukan Dan Catatan Sipil.”    

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1. Jenis dan Sumber Penelitian

  Jenis Penelitian Secara eksplanasi (penjelasan) penelitian dapat dikaji menurut tingkatannya yang didasarkan kepada tujuan dan objek-objeknya ; yaitu ada yang bertujuanmempelajari, mendeskripsikan, mendeteksi (mengungkapkan), dan ada pula yang menyelidiki hubungan kausalitas. 3.1.2 Sumber Data 3.1.2.1 Data Primer Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung di lokasi penelitian .melalui kuesioner dan wawancara kepada responden 3.1.2.2 Data Sekunder Data sekunder, yaitu data yang digunakan untuk melengkapi data primer yang meliputi : 1.

3.5 Skala Pengukuran Variabel

      5 Sangat Tidak Setuju Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel Menurut Sugiyono (2008:115) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakterisrik tertentuyang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan.

3.6. Populasi dan Sampel

  KoesionerYaitu pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan yang tersusun secara sistematis untuk diisi oleh pegawai secara objektif. Studi DokumentasiStudi dokumentasi, yaitu memperoleh data dengan cara mengumpulkan data dan informasi dari buku-buku, jurnal, internet dan skripsi yang berhubungandengan masalah yang diteliti.

3.8.1 Uji Validitas

  Valid berarti pertanyaan tersebut dapat digunakan untuk mengukurapa yang seharusnya diukur, dan jika digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2008:455). Uji validitas di lakukan pada Pemda Kotamadya Tanjung Balai bagianKependudukan dan Catatan Sipil yang berjumlah 30 orang.

3.8.2 Uji Reliabilitas

  Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan (kuesioner) menunjukkan konsistensi dalam mengukur gejala yangsama (Sugiyono, 2008:456). Butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan menggunakanprogram SPSS versi 17.00 for windows dengan kriteria sebagai berikut: Jika r alpha positif atau > r tabel , maka pernyataan reliabel.

3.9 Teknik Analisis Data

  Analisis Deskriptif Metode analisis deskriptif merupakan metode yang digunakan yaitu dengan cara mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menginterpretasikan datasehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai fakta-fakta, masalah serta hubungan antar fenomena yang diteliti. Analisis Regresi Linier SederhanaMetode regresi linier sederhana digunakan karena jumlah variabel bebas dan variabel terikatnya tidak lebih dari satu dan untuk melihat bagaimana     pengaruh komunikasi terhadap efektivitas kerja pegawai yang dapat dirumuskan sebagai berikut : Y= a + bX Dimana :Y = efektivitas kerja a = kostantab = koefisien regresiX = komunikasic.

2 Jika R semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa

  Hal ini berarti model yang digunakansemakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti 2 terhadap variabel terikat. Adapun Uji–t menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:H : b 1 = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas yaitu (komunikasi) terhadap variabel terikat yaitu (efektivitas kerja)H a : b 1 ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas yaitu (komunikasi) terhadap variabel terikat yaitu (efektivitas kerja).

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  Kepala dinas mampunyai tugas untuk membantu Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah merumuskan kebijakan yang akan ditetapkan Kepala Dinasdalam bidang kependudukan dan Catatan Sipil di didaerah dan merumuskan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kepala Daereh dan pelaksanannya. Sekretaris mempunyai tugas sebagai unsur pembantu untuk melaksanakan sebahagian tugas dan fungsi Kepala Dinas kependudukan dan Catatan sipil dalammengkoordinasikan pelaksanaan pembinaan administrasi yang meliputi pembinaan ketatausahaan, ketatalaksanaan dan hukum, kerumahtanggaan,hubungan masyarakat, perlengkapan, kepegawaian, pengumpulan data statistic bahan perumusan rencana dan program, keuangan serta pemberian pelayananteknis administrasi kepada kepala Dinas kependudukan dan catatan sipil.

i. Mangadakan perlengkapan dan perbekalan dinas

  Melaksanakan sebahagian tugas sekretaris yang berkaitan dengan penyusunan anggaran belanja langsung dan tidak langsung penbukuan dan verifikasi sertapenyusunan anggran belanja lansung dan tidak langsung. Malaksanakan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan sipil sesuai dengan APBD yang telahditetapkan.

e. Melaksanakan penyususnan laporan bulanan keuangan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)

    f. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

1. Melaksanakan sebahagian tugas kesekretariatan yang berkaitan dengan pengumpulan data statistic bahan rencana dan program

  Melaksanakan penyiapan bahan penyusunan data statistic dan analisa perencanaan dalam rangka penyusunan program kerja Kepala DinasKependudukan dan catatn sipil  d. Sebagai unsure pelaksana sebahagian tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Bidang Bina Pendaftaran yang berkaitan dengan Mutasipenduduk, Identitas Penduduk dan kerja sama kependudukan.

e. Mengkoordinasikan pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan mutasi penduduk

  Menyelenggarakan penyerasian dan harmonisasi kebijakan dan kependudukan antar dan dengan lembaga pemerintahan dan nonpemerintahaan pada skala Kabupaten. Mengkoordinasikan pelaksanaan pemeliharaan dan pemanfaatan arsip sebagai dokumen akta kelahiran dan kematian yang telah diterbitkan.

2. Kepala Seksi Kelahiran dan Kematian memiliki fungsi:

  Melaksanakan pencatatan, pemeriksaan, penelitian berkas pendaftaran akta perkawinan, akta perceraian, akta pengkuan dan pengesahan anak,pengangkatan anak dan laporan perkawinan, perceraian, pengakuan dan pengesahan anak pengangkatan anak bagi WNI di Luar Negeri. Pengumpulan, pengolahan data dan penerbitan akta perkawinan, perceraian, pengakuan dan pengesahan anak, pengangkatan anak dan laporanperkawinan, perceraian, pengakuan dan pengesahan anak, pengangkatan anak bagi WNI di Luar Negeri.

c. Menerbitkan surat keterangan perkawinan, perceraian, pengakuan dan pengesahan anak, pengangkatan anak

  Melaksanakan pemeliharaan dan pemanfaatan arsip sebagai dokumen akta pengakuan dan pengesahan anak yang telah di terbitkan. Unsur pelaksana sebahagian tugas kepala Dinas kepndudukan dan catatan sipil di bidang data dan informasi yang berkaitan dengan penyusunan aplikasi,pengolahan data statistic dan dukungan taktis.

2. Kepala Bidang Pengolahan Data dan Informasi mempunyai fungsi:

  Mengkoordinasikan pelaksanaan pengolahan data dan statistik jumlah penduduk dan jumlah kepala kelurga. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengolahan data dan statistik jumlah kartu keluarga, kartu tanda penduduk dan surat keterangan pindah/mandah yangtelah diterbitkan.

2. Kepala seksi penyusunan aplikasi mempunyai fungsi: a. Melaksanakan penyusunan dan aplikasi data kependudukan dan catatn sipil

  Unsur pelaksana sebahagian tugas kepala bidang pengolahan data dan informasi yang berkaitan dengan pengolahan data dan statistic. Melaksanakan pengolahan data dan statistik jumlah akta kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, pengakuan anak dan pengesahan anak yang telahditerbitkan.

d. Melaksanakan dukungan teknis tugas-tugas pencatatan kewarganegaraan

  Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Penduduk 1. Unsur pelaksana sebahagian kepala dinas kependudukan dan catatan sipil di bidang pengawasan dan pengendalian penduduk yang berkaitan denganpenertiban, pengusutan dan penyuluhan.

2. Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Penduduk mempunyai fungsi:

  Mengkoordinasikan pelaksanaan pengusutan dan penyalahgunaan berkas persyratan penerbitan akta kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian,pengakuan anak dan pengesahan anak. Mengkoordinasikan pelaksanaan penyuluhan tentang pentingnnya dan kegunaan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk, surat keterangan pindah /mandah sebagai dokumen kependudukan.

1. Unsur pelaksana sebahagian tugas kepala bidang pengawasan dan pengendalian penduduk yang berkaitan dengan penertiban

2. Kepala Seksi Penertiban mempunyai fungsi: a. Menertibkan penyelenggaraan administrasi kependudukan dan catatan sipil

  Unsur pelaksana sebahgian tugas kepala bidang pengawasan dan pengendalian penduduk yang berkaitan dengan pengusutan. Unsur pelaksana sebahagian tugas kepala bidang pengawasan dan pengendalian penduduk yang berkaitan dengan penyuluhan.

4.2 Hasil Penelitian

  Butir Instrumen Hasil suatu pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, artinyamempunyai konsistensi pengukuran yang baik, dan suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel. Hal ini menunjukkan bahwa masa kerja yang lama dapat membuat pegawai akan semakinmenguasai dan mengerti tentang pekerjaan maupun peraturan yang ada di perusahaan, dengan demikian kinerja pegawai semakin baik dan tujuan organisasi dapat tercapai.

11. Pada pertanyaan 11 dari 96 responden 42,7% kurang setuju pekerjaan yang

  Pada pertanyaan keempatbelas dari 96 responden 46,9% kurang setuju bahwa mereka mampu menyelesaikan pekerjaan dengan target yang telah ditentukan. Pada pertanyaan kesembilanbelas dari 96 responden 40,6% menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa jika terjadi kesalahan dalam melakukan proses datamereka dapat mempertanggung jawabkan hal tersebut kapada semua pihak yang terkait.

4.3 Analisis Regresi Linear Sederhana

  Tabel 4.12 Metode Enter Tabel 4.12 menjelaskan bahwa pada variabel enter/ removed terlihat bahwa variabel yang dimasukkan (entered) adalah komunikasi (X). Dependent Variable: efektivitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS versi 17,00 (Juni 2011)     Sebelum nilai a (konstanta), nilai b dimasukkan ke dalam persamaan, terlebih dahulu dilakukan analisis determinan dan uji t dari hasil pengolahan regresilinear sederhana.

4.4 Uji Signifikan Parsial (Uji-t)

  t tabel diperoleh dengan derajat bebas = n-k n = jumlah sampelk = Jumlah variabel yang digunakan df = derajat bebas = 30-2 = 28maka nilai t tabel pada α 5% dan derajat kebebasan (df)=28 adalah 2,052 c. Nilai signifikan (0,000) di bawah (lebih kecil dari) 0,05 dan nilai t hitung30.741 > t tabel 2,052 artinya H ditolak, Maksudnya variabel komunikasi (X) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja (Y).

4.5 Koefisien Determinan (R )

2 R ) pada intinya mengukur proporsi atau persentase

  Koefisien Determinan ( sumbangan variabel bebas yaitu variabel Komunikasi (X), terhadap variasi naikturunnya variabel terikat atau Efektivitas Kerja (Y) secara bersama-sama, dimana:2 1 . R Square sebesar 0,910 yang artinya bahwa pengaruh variabel Komunikasi terhadap Efektivitas Kerja pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan SipilPemerintah Kota Kabupaten Asahan sebesar 91 % dan sisanya 9 % dapat dijelaskan oleh faktor- faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

c. Standard Error of Estimate artinya mengukur variasi dari nilai yang

  Nilai Standard Error of Estimate 1.36149. Semakin kecil Standard Error of Estimate berarti model semakin baik .

4.6 Pembahasan

  Sistem komunikasi yang efektif dimaksudkan agar organisasi memperoleh tenaga kerja yang berkualitas dan mampumerealisasikan tujuan perusahaan, sehingga diharapkan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan yang telah di tetapkan organisasi. Menanggapi fenomena yang terjadi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil harus melakukan evaluasi terhadap kinerja pegawai yang terlibat didalamnyakhususnya mengenai sistem komunikasi yang ada karena pengaruhnya sangat besar terhadap efektivitas kerja dan berdampak pada nama baik (goodwill) organisasi yangbersangkutan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Penelitian ini menunjukan karakteristik responden yaitu mayoritas karyawan pelakasana pada Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah KotaKabupaten Asahan berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 52 orang atau55% , dan berusia berkisar antara 20-30 tahun yaitu sebanyak 52 orang atau54,16%, dan masa kerja 11-20 tahun sebanyak 40 orang atau 41,65%), dan dengan latar belakang pendidikan pegawai mayoritas SLTA sebanyak 42orang atau 43,75%. Berdasarkan koefisien determinasi (R²) maka variabel efektivitas kerja padaDinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Kabupaten Asahan dapat dijelaskan oleh variabel komunikasi sebesar 0,910 atau 91% dansisanya sebesar 9% dapat dijelaskan oleh faktor- faktor lain yang tidak     diteliti dalam penelitian ini misalnya faktor lingkungan kerja dan latar belakang pendidikan pegawai.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan saran atau masukan agar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Kabupaten Asahanharus lebih meningkatkan dan memperbaiki sistem komunikasi yang ada, perlu melakukan evaluasi terhadap sistem komunikasi dan harus sering melakukaninteraksi antara atasan dengan bawahan agar efektivitas kerja pegawai menjadi lebih baik lagi dan tujuan organisasi dapat tercapai dengan maksimal dan sesuai denganharapan bersama.    

DAFTAR PUSTAKA

  Komunikasi Perkantoran, cetakan Pertama, Media Wacana, Yogyakarta. Analisis Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.

DAFTAR LAMPIRAN

1. Kuesioner Penelitian

A. Umum

  Responden yang terhormat ,Pertanyaan yang ada dalam kuesioner ini hanya semata – mata untuk data penelitian dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP EFEKTIVITAS KEJA PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL PEMERINTAH KABUPATEN ASAHAN” Pada program Sarjana Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU). Informasi ini merupakan bantuan yang sangat berarti dalam penyelesaian data peneltian.

B. Identitas Responden

  Umur : Tahun 2. Pendidikan Terakhir : 4.

C. Keterangan

Sangat Tidak Setuju (STS) = 1Tidak Setuju (TS) = 2Kurang Setuju (KS) = 3 Setuju (S) = 4Sangat Setuju (SS) = 5    

1. Komunikasi

  Bpk/Ibu dapat melaksanakan pekerjaan dengan maksimal jika pesan yang diperoleh diterima dengan baik. Media komunikasi media komunikasi yang tersedia dapat 4.diandalkan, seperti komputer 5.

1. Pekerjaan yang Bpk/Ibu kerjakan

  terselesaikan dengan tepat waktu 2 Pekerjaan yang Bpk/Ibu kerjakan sudah maksimal 3 Bpk/Ibu sering lembur Agar pekerjaan terselesaikan dengan tepat waktu. Bpk/Ibu mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target yang telah ditetapkanBpk/Ibu mampu menyelesaikan pekerjaan 5.lebih dari volume yang ditentukan 6.

3. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Reliability Case Processing Summary

  Deviation N 19 Item Statistics .919 Cronbach'sAlpha N of Items Reliability Statistics .0Total 30 100.0 a. 30 VAR00007 4.1333 .62881    Item-Total Statistics VAR00012 72.0667 63.926 .487 .917 Mean Variance Std.

4. Analisis Regresi Linier Sederhana

  Predictors: (Constant), komunikasi b. Dependent Variable: efektivitas    a Residuals Statistics Maximum Mean Std.

a. Dependent Variable: efektivitas

 
Pengaruh Komunikasi Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Kabupaten Asahan. Analisis Regresi Linear Sederhana Uji Signifikan Parsial Uji-t Uji t dilakukan untuk menguji setiap variabel bebas X apakah Gambaran Umum perusahaan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Koefisien Determinan R Pembahasan Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Metode Pengumpulan Data Teknik Analisis Data Penanganan Krisis Komunikasi Efektivitas Kerja Penanganan Pesan-Pesan rutin Pengelolaan Komunikasi Penelitian Terdahulu Kerangka Konseptual Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan. Pengirim mengubah ide manjadi suatu pesan. Pengirim menyampaikan pesan Penerima menerima pesan Penerima menafsirkan pesan Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik Skala Pengukuran Variabel Populasi dan Sampel a. Sampel Tempat dan Waktu Penelitian Batasan operasional Operasionalisasi Variabel Tujuan Komunikasi Bentuk Komunikasi Unsur-Unsur Komunikasi Menurut Effendy 2006:10 komunikasi meliputi lima unsur sehingga dapat
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Komunikasi Terhadap Efektivitas Kerj..

Gratis

Feedback