Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan Daerah dan Aksesibilitas Laporan Keuangan Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Pemerintah Kabupaten Samosir

 13  139  109  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

KATA PENGANTAR

  Medan, Juli 2011Penulis(MARJUKI SAGALA)NIM: 090522014 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris apakah penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan memiliki pengaruhpositif dalam peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan secara parsial maupun secara bersama-samaberpengaruh positif terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG …………………………………… 1 B. PERUMUSAN MASALAH……………………………… 4 C. TUJUAN PENELITIAN…………………………………. 5 D. MANFAAT PENELITIAN……………………………… 5 I TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis…………………………………………. 6

  Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan KeuanganDaerah…………………………………………………….. Kerangka Konseptual dan Hipotesis……………………...

BAB II I METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian…………………………… 15 B. Teknik Penentuan Populasi dan Sampel………………… 15 C. Teknik Pengumpulan Data………………………………

  Uji Parsial dengan T-test………………………………… 29 29 a. Pengujian Validitas dan Reliabilitas……………………… 23 3.

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data ……………………………………………

  Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan KeuanganDaerah (Y)……………………………………………… 31 1. Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan KeuanganDaerah…………………………………………………….

DAFTAR LAMPIRAN

  88Lampiran 4 Kuesioner……………………………………………………… 90 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris apakah penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan memiliki pengaruhpositif dalam peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan secara parsial maupun secara bersama-samaberpengaruh positif terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejak berakhirnya kekuasaan rezim orde baru, perhatian masyarakat Indonesia

  Pemberian kewenangan tersebut diikuti dengan penyerahan dan pengalihan pendanaan yang bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan mendayagunakanpotensi keuangan yang dimiliki oleh daerah bersangkutan dan dana perimbangan yang bersumber dari pemerintah pusat. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan membuat skripsi dengan judul : “Pengaruh Penyajian LaporanKeuangan Daerah dan Aksesibilitas Laporan Keuangan Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah pada Pemerintah KabupatenSamosir”.

B. Perumusan Masalah

  Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan berpengaruh terhadaptransparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah pada pemerintah kabupaten Samosir? Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan terhadap transparansidan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah pada pemerintah kabupaten Samosir.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis

1. Laporan Keuangan Daerah

  Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 pasal 1 ayat 6 Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasukdidalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. Tujuan utama laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, arus kas, dan kinerja keuangansuatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya.

2. Aksesibilitas Laporan Keuangan

  33 Tahun 2004 ( pasal 102 ayat 3) disebutkan bahwa:Informasi yang berkaitan dengan sistem informasi keuangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mencakup :a) APBD dan laporan realisasi APBD propinsi, kabupaten, dan kota, b) neraca daerah, c) laporan arus kas, d) cacatan atas laporan keuangan daerah, e) dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan, f) laporan keuangan perusahaan daerah, g) data yang berkaitan dengan kenutuhan fiskal dan kapasitas fiskal daerah. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, pasal 1 ayat 2, yang dimaksud dengan informasi publik adalah informasi yangdihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim dan/atau diterima oleh badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/ataupenyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang berkaitan dengan kepentingan publik.

3. Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Reformasi di Indonesia tidak terlepas dari semangat penegakan demokrasi

  33 Tahun 2004 (pasal 103) yang menyatakan bahwa informasi yang termuat dalam sistem informasi keuangan daerah sebagaimanayang dimaksudkan dalam pasal 101 merupakan data terbuka yang dapat diketahui, diakses dan diperoleh masyarakat. Maka dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah adalah pertanggungjawaban pemerintah daerahyang berkenaan dengan pengelolaan keuangan daerah kepada masyarakat secara terbuka dan jujur melalui media berupa penyajian laporan keuangan yang dapatdiakses oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan anggapan bahwa masyarakat berhak mengetahui informasi tersebut.

1. Kerangka Konseptual

  Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasikan sebagai masalahpenting (Sumarni 2006: 27). Dengandemikian, laporan keuangan pemerintah tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari masing-masing kelompok pengguna.

2. Hipotesis Penelitian

  Berdasarkan kerangka berpikir diatas, dapat ditarik hipotesis penelitian bahwa:H1 : Penyajian laporan keuangan daerah berpengaruh positif terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan laporan keuangan daerah. H3 : Penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan secara simultan berpengaruh terhadap transparansi dan akuntabilitaspengelolaan keuangan daerah.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan sejak bulan Pebruari 2011 dan direncanakan berakhir

B. Teknik Penentuan Populasi dan Sampel

  Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untukdipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiono, 2007:115). Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 67 SKPD yang berfungsi sebagai entitasakuntansi yang terlibat dalam proses pengelolaan keuangan daerah mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pertanggungjawaban hinggatahap pelaporan di lingkungan pemerintahan kabupaten Samosir.

D. Defenisi Operasional

  informasi yang disajikan dalam laporan keuangan kabupaten Samosir dapat diuji, dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh yang berbeda,hasilnya tetap menunjukkan simpulan yang tidak berbed jauh, 7. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antaraPemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah pasal 103 informasi yang dimuat dalamSistem Informasi Keuangan Daerah merupakan data yang terbuka yang dapat diketahui, diakses, dan diperoleh masyarakat.

E. Analisis Data

1. Pengujian Validitas dan Reliabilitas

  Reliabilitas Reliabilitas (keandalan) merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk-konstrukpertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam suatu Langkah-langkah melakukan uji reliabilitas terhadap suatu konstruk variabel sama dengan pada saat melakukan uji validitas. Pengujian normalitas yang didasarkan pada uji statistik dapat dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smimov bertujuan untuk membantu peneliti menentukan apakahsampel yang dipilih berasal dari populasi yang terdistribusi secara normal.

3. Uji Asumsi Klasik

  Jikanilai Durbin Watson hitung mendekati atau di sekitar angka 2 maka model nilai Y,akibat perubahan X e = Kesalahan residual (error term) 2 X (arah garis regresi yang menyatakan perubahan nilai Y, akibat perubahan 2 = koefisien regresi X 2 b 1 Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear berganda. Regresi ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel penyajianlaporan keuangan dan variabel aksesibilitas laporan keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah .

2 Koefisien Determinasi (R ) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar

  Nilai dari uji t dapat dilihat dari p-value (pada kolom sig.) pada variabel independen, jika p-valuelebih kecil dari level of significant yang ditentukan,atau t-hitung (pada kolom t) lebih besar dari t-tabel (dihitung dari two-tailed α = 5% df-k, k merupakan jumlah variabel independen). Uji inidilakukan melaui uji statistik dengan langkah-langkah sebagai berikut : Ho : b 1 =b 2 =0, artinya secara bersama-sama atau (serentak) variabel independen tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data

1. Sejarah Singkat Kabupaten Samosir

  Selanjutnya, walaupun sudah dimekarkan dengan terbentuknya Kabupaten Dairi,Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Tapanuli Utara yang terdiri dari 27Kecamatan dan 971 Desa masih dirasakan sangat luas, bahkan masih ada wilayah desa yang harus dijangkau dalam waktu tempuh lebih dari satu hari yang berdampakpada lambatnya laju pertumbuhan pembangunan. Maka pada tanggal 20 Juni 2002, DPRD Kabupaten Toba Samosir menggelarRapat Paripurna Khusus dalam rangka pembahasan dan menyikapi usulPembentukan Kabupaten Samosir dan dengan berbagai pertimbangan serta latar belakang pemikiran masyarakat, melalui musyawarah mufakat ditetapkan KeputusanDPRD Kabupaten Toba Samosir Nomor 4 Tahun 2002 tentang PembentukanPemekaran Kabupaten Toba Samosir untuk Pembentukan Kabupaten Samosir sekaligus merekomendasikan dan mengusulkannya ke Pemerintah Atasan.

2. Validitas

  Uji validitas dimaksudkan untuk menguji kabsahan dan kehandalan butir-butir kuisioner yang digunkan dalam penelitian. Pengujian validitas dilakukan dengan criteria sebagai berikut :1) jika r hitung positif dan r hitung tabel maka pertanyaan dinyatakan valid, ˃ r 2) jika r hitung negatif dan r hitung tabel maka pertanyaan dinyatakan tidak ˂ r valid.

a. Penyajian Laporan Keuangan Daerah

  Berdasarkan perbandingan antara r hitung dan r tabel maka dapat dinyatakan bahwa terdapat 3butir pertanyaan yang valid yaitu butir 1,2, dan 3. Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Setelah dilakukan pengukuran dengan cara mengoreksi skor pada setiap butir pertanyaan, maka hasil ujinya disajikan pada tabel 4.3 di bawah ini.

3. Reliabilitas

  Koefisien reliabilitas instrument dimaksudkan untuk melihat konsistensi jawaban butir-butir pertanyaan yang diberikan oleh responden. Pada tabel 4.4 dapat dilihatbahwa nilai Cronbach’s Alpha untuk variabel penyajian Laporan Keuangan (X1),Variabel Aksesibilitas Laporan Keuangan (X2) dan variabel Transparansi danAkuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah (Y) lebih besar dari 0,60 yang berarti bahwa instrument yang terdapat pada ketiga variabel tersebut dinyatakanreliabel.

B. Deskripsi Data Secara Statistik

1. Tingkat Respon Tingkat respon merupakan proporsi dari sampel yang melengkapi kuesioner

Berdasarkan hasil jawaban kuesioner yang diterima dari responden maka diperoleh hasil sebagai berikut :Tabel 4.5 Tingkat Respon Keseluruhan Keterangan TotalKuesioner yang dikirim 56 Kuesioner yang kembali 56 Total kuesioner yang dapat digunakan 56(100%) Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0 PekerjaaanFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid kepala SKPD 5 8.9 8.9 8.9 sekretaris 12 21.4 21.4 30.4 kepala bidang 6 10.7 10.7 41.1 kepala seksi 12 21.4 21.4 62.5 staf 21 37.5 37.5 100.0 Total56 100.0 100.0 Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa dari 56 orang responden yang mengisi kuesioner terdiri dari 5 orang (8,9 %) sebagai Kepala SKPD, 12orang (12,4%) sebagai Sekretaris, 6 orang (10,7%) sebagai Kepala Bidang, 12 orang (21,4%) sebagai Kepala Seksi dan 21 orang (37,5%) sebagai Staf diLingkungan Pemerintahan Kabupaten Samosir.

2. Penyajian Laporan Keuangan Daerah (X1)

Sebaran data berdasarkan hasil survei kuesioner terhadap 56 orang responden, maka dapat dilihat frekuensi jawaban responden tentang penyajian laporankeuangan daerah pada tabel-tabel di berikut : Tabel 4.7 50.0 setuju 14.3 14.3 16.1 ragu-ragu 19 33.9 33.9 20 1.8 tidak setuju 35.7 35.7 85.7 sangat setuju 8 14.3 14.3 100.0 Total56 100.0 100.0 Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0Pada tabel 4.8 dapat diketahui bahwa dari 56 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan kedua (laporan keuangan kabupaten 8 1.8 Penyajian Laporan Keuangan Daerah (P1)Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid ragu-ragu 41.1 11 19.6 19.6 19.6 setuju 23 41.1 60.7 sangat setuju 1.8 22 39.3 39.3 100.0 Total56 100.0 100.0 Sumber : diolah dengan alat bantu SPSS 17.0Pada tabel 4.7 dapat diketahui bahwa dari 56 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan pertama (laporan keuangan kabupaten Samosir mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna mengoreksi ekspektasi mereka di masa lalu), tidak ada responden yang menjawab tidak setujudan sangat tidak setuju, 11 orang (19,6%) dari jumlah responden menjawab ragu- ragu, 23 orang (41,1%) dari responden menjawab setuju, dan 22 orang (39,3%)dari responden menjawab sangat setuju. Tabel 4.8 Penyajian Laporan Keuangan Daerah (P2)Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid sangat tidak setuju 1 Samosir dapat membantu pengguna memprediksi masa yang akan datang Tabel 4.9 Penyajian Laporan Keuangan Daerah (P3)Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid tidak setuju 2 3.6 3.6 3.6 ragu-ragu 9 16.1 16.1 19.6 setuju 23 41.1 41.1 60.7 sangat setuju 22 39.3 39.3 100.0 Total56 100.0 100.0 Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0Pada tabel 4.9 dapat diketahui bahwa dari 56 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan ketiga (laporan keuangan kabupaten Samosir selalu disajikan tepat waktu sehingga dapat berpengaruh dan berguna dalam pengambilan keputusan ), tidak ada responden yang menjawab sangat tidaksetuju, 2 orang (3,6%) menjawab tidak setuju, 9 orang (16,1%) dari jumlah responden menjawab ragu-ragu, 23 orang (41,1%) dari responden menjawabsetuju, dan 22 orang (39,3%) dari responden menjawab sangat setuju. Tabel 4.10 Penyajian Laporan Keuangan Daerah (P5)Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid sangat tidak setuju 32.1 32.1 100.0 Total56 100.0 100.0 18 67.9 sangat setuju 42.9 42.9 24 25.0 setuju 23.2 23.2 13 1.8 ragu-ragu 1.8 1.8 1 Tabel 4.11 Penyajian Laporan Keuangan Daerah (P4)Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid tidak setuju 10.7 1 1.8 1.8 1.8 ragu-ragu 6 10.7 12.5 setuju Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0Berdasarkan tabel 4.10 diatas dapat diketahui bahwa dari 56 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan keempat (informasi akuntansipemerintah kabupaten Samosir disajikan selengkap mungkin yang mencakup semua informasi akuntansi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan ),tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju, 1 orang (1,8%) dari jumlah responden menjawab tidak setuju, 6 orang (10,7%) menjawab ragu-ragu,37 orang (66,1%) dari responden menjawab setuju, dan 12 orang (21,4%) dari responden menjawab sangat setuju. 37 66.1 66.1 78.6 sangat setuju 12 21.4 21.4 100.0 Total56 100.0 100.0 Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0 Berdasarkan tabel 4.11 diatas dapat diketahui bahwa dari 56 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan kelima (informasi yangdiungkapkan dalam laporan keuangan kabupaten Samosir bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujurdan dapat diverifikasi ), 1 orang (1,8%) dari jumlah responden menjawab sangat tidak setuju, 13 orang (23,2%) dari responden menjawab ragu-ragu, 24 orang(42,9%) dari responden menjawab setuju dan 18 orang (32,1%) dari responden menjawab sangat setuju. Tabel 4.12 Penyajian Laporan Keuangan Daerah (P6)Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid ragu-ragu 6 10.7 10.7 10.7 setuju 31 55.4 55.4 66.1 sangat setuju 19 33.9 33.9 100.0 Total56 100.0 100.0 Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0Berdasarkan tabel 4.12 diatas dapat diketahui bahwa dari 56 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan keenam (informasi yang termuatdalam laporan keuangan kabupaten Samosir akan lebih berguna karena dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau laporankeuangan entitas pelaporan lain pada umumnya), tidak ada responden yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju, 6 orang (10,7%) dari jumlahresponden menjawab ragu-ragu, 31 orang (55,4%) dari responden menjawab setuju, dan 19 orang (33,9%) dari responden menjawab sangat setuju. Tabel 4.13 Penyajian Laporan Keuangan Daerah (P7)Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid ragu-ragu 9 16.1 16.1 16.1 setuju 23 41.1 41.1 57.1 sangat setuju 24 42.9 42.9 100.0 Total56 100.0 100.0 Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0Pada tabel 4.13 dapat diketahui bahwa dari 56 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan ketujuh (informasi yang disajikan dalamlaporan keuangan kabupaten Samosir dapat dipahami oleh pengguna karena dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas kemampuanpengguna ), tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju dan tidak setuju, 9 orang (16,1%) dari jumlah responden menjawab ragu-ragu, 23 orang(41,1%) dari responden menjawab setuju, dan 24 orang (42,9%) dari responden menjawab sangat setuju.

3. Aksesibilitas Laporan Keuangan (X2)

Sebaran data dari 56 orang responden, maka dapat dilihat frekuensi jawaban responden tentang aksesilbilitas laporan keuangan pada tabel-tabel di bawah ini. Tabel 4.14 Aksesibilitas Laporan Keuangan (P1)Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid sangat tidak setuju 2 3.6 3.6 3.6 tidak setuju 16 28.6 28.6 32.1 ragu-ragu 22 39.3 39.3 71.4 setuju 15 26.8 26.8 98.2 sangat setuju 1 1.8 1.8 100.0 Total56 100.0 100.0 Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0Berdasarkan tabel 4.14 diatas bisa terlihat bahwa dari 56 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan pertama (laporan keuangantahunan pemerintah kabupaten Samosir selalu dipublikasikan secara terbuka melalui media massa agar bisa diketahui publik), 2 orang (3,6%) dari respondenmenjawab sangat tidak setuju, 16 orang (28,6%) responden menjawab tidak setuju, 22 orang (39,3%) responden menjawab ragu-ragu dan 15 orang (26,8%)responden menjawab setuju dan 1 orang (1,8%) menjawab sangat setuju. Tabel 4.15 Aksesibilitas Laporan Keuangan (P2)Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid tidak setuju 10 17.9 17.9 17.9 ragu-ragu 27 48.2 48.2 66.1 setuju 16 28.6 28.6 94.6 sangat setuju 3 5.4 5.4 100.0 Total56 100.0 100.0 Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0 Berdasarkan tabel 4.15 diatas bisa terlihat bahwa dari 56 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan kedua (pemerintah kabupatenSamosir telah menyediakan fasilitas kepada masyarakat sebagai stakeholder untuk mengakses laporan keuangan melalui internet), 10 orang (17,9%) dari respondenmenjawab tidak setuju, 27 orang (48,2%) responden menjawab ragu-ragu, 16 orang (28,6%) menjawab setuju, 3 orang (5,4%) responden menjawab sangatsetuju. Tabel 4.16 Aksesibilitas Laporan Keuangan (P3)Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid ragu-ragu 6 10.7 10.7 10.7 setuju 36 64.3 64.3 75.0 sangat setuju 14 25.0 25.0 100.0 Total56 100.0 100.0 Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0Berdasarkan tabel 4.16 diatas bisa terlihat bahwa dari 56 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan ketiga (pemerintah kabupaten Samosir memberikan kemudahan untuk mendapatkan informasi tentang laporan keuangan), 6 orang (10,7%) dari responden menjawab ragu-ragu, 36 orang(64,3%) responden menjawab setuju dan 14 orang (25%) responden menjawab sangat setuju.

4. Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah (Y)

  Dalam menguji normalitas data maka ada dua cara yang dapat digunakan yaitu : Gambar 4.1 Hitogram dengan Kurva Normal Pada gambar 4.1 diatas kurva transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah memiliki bentuk kurva yang cenderung ditengah tidak condongke kiri maupun ke kanan. (2-tiled) untuk variabel penyajian laporan keuangan daerah, aksesibilitas laporan keuangan dan transparansi dan akuntabilitas pengelolaankeuangan daerah lebih besar atau sama dengan 5% (0,05) yaitu 0,134, 0,329 dan0,399.

D. Pengujian Asumsi Klasik

1. Uji Heteroskesdastisitas

Heteroskesdastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan denganpengmatan yang lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi Gambar 4.3 Diagram Scatterplot Berdasarkan grafik Scatterplot penelitian ini terlihat titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di bawah maupun di atas angka 0 sumbu Y, hal ini

2. Uji Autokorelasi

  Dependent Variable: Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0 Tabel 4.26 meunjukkan nilai durbin Watson 1,757 yang berada di sekitar angka 2 maka dapat dikatakan bahwa model regresi terbebas dari asumsi klasik autokorelasi. Regresi ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel penyajianlaporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

a. All requested variables entered

Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0 b Berdasarkan tabel 4.27 variables entered removed analisis staitstik deskriptif yaitu sebagai berikut :1) variabel yang dimasukkan kedalam persamaan adalah variabel independen yaitu Penyajian Laporan Keuangan Daerah (X1) dan Aksesibilitas Laporan Keuangan (X2),2) tidak ada variabel dependen yang dikeluarkan (removed), 3) metode yang digunakan untuk memasukkan data yaitu metode enter.

2 Koefisien determinasi (R ) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar

  Dependent Variable: Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0Hasil regresi secara keseluruhan menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,394 yang berarti bahwa korelasi/hubungan antara variabel penyajianlaporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan dengan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah sebesar 39,4%. Sedangkan nilai R Squareatau koefisien determinasi sebesar 0,155 yang berarti bahwa variabel dependen(transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah) mampu dijelaskan oleh variabel independen (penyajian laporan keuangan dan aksesibilitas laporankeuangan) sebesar 15,5 % dan sisanya sebesar 84,5 % dapat dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian ini.

b. Uji Parsial dengan T-Test

  Konstanta (a) = 15,876, menunjukkan harga konstan, dimana jika tidak ada variabel penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporankeuangan yang mempengaruhi transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, maka nilai transparansi dan akuntabilitas pengelolaankeuangan daerah (Y) adalah sebesar 15,876. Koefisien regresi variabel aksesibilitas laporan keuangan (X 2 ) = 0,542, menunjukkan setiap kenaikan 1 satuan variabel aksesibilitas laporan keuangan (X 2 ) akan mendorong peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah sebesar 0,542 satuan dengan anggapan bahwa variabel transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangandaerah (X 1 ) adalah tetap/konstan.

4. Standar error (е) menunjukkan tingkat kesalahan pengganggu

  2) Variabel aksesibilitas laporan keuangan (X ) 2 Berdasarkan tabel 4.29 diatas dapat dilihat bahwa variabel aksesibilitas laporan keuangan memiliki t hitung sebesar 2,519 dengan signifikan sebesar 0,015 yang lebih kecil dari 0,05, artinya signifikan. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan aksesibilitaslaporan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan adalah terbukti.

c. Uji Simultan dengan F-Test

  Tabel 4.30 Hasil Uji FbANOVA Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.a 1 Regression 66.915 2 33.458 4.871 .011 Residual 364.06753 6.869 Total 430.982 55 a. Dependent Variable: Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Sumber : hasil pengolahan SPSS 17.0Berdasarkan tabel 4.30 diatas dapat dilihat bahwa dalam pengujian menunjukkan hasil f hitung sebesar 4,871 dengan signifikan 0,011 yang lebihkecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

F. Pembahasan Hasil Penelitian

  Hasil uji simultan atas variabel penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan menunjukkan bahwa secara bersama-sama atauserempak kedua variabel tersebut memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil pengujian regresi, diketahui bahwa pengaruh penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangandaerah baik secara individu maupun secara bersama-sama atau serempak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitaspengelolaan keuangan daerah.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Kesimpulan dari pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai

  Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan daerah dan aksesibilitas laporan keuangan secara individu maupun secarabersama-sama atau serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Berdasarkan jawaban responden bahwa masih terdapat kelemahan dalam hal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah pada pemerintahkabupaten Samosir.

B. Saran

  Mengingat pentingnya informasi yangdisampaikan dalam laporan keuangan maka pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah kabupaten Samosir harus mampu menyajikan laporan keuangan yangandal, relevan dan lengkap sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan serta Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka pemerintah daerah khususnya permerintah kabupaten Samosir diharapkan untuk memperhatikan beberapa halberikut : 1. Penyajian laporan keuangan secara lengkap dan mudah diakses oleh semua pihak yang berkepentingan, memungkinkan kontrol dan pengawasan terhadappengelolaan keuangan serta semua sumber daya yang menjadi kewenangan pemerintah daerah bisa berjalan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

  “Pengaruh Penyajian Neraca Daerah dan Aksesibilitas Laporan Keuangan Daerah Terhadap Transparansi dan AkuntabilitasPengelolaan Keuangan Daerah”, Jurnal Akuntansi Pemerintahan, volume 2, Nomor 1, Universitas Gajah Mada, hal 56. Saufi, Iqbal Nasution, 2010, “Pengaruh Penyajian Neraca SKPD dan Aksesibilitas Laporan Keuangan SKPD Terhadap Transparansi dan AkuntabilitasPengelolaan Keuangan SKPD di Pemerintahan Propinsi Sumatera Utara ”, Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

58 Missing

  Dependent Variable: Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daeraha Collinearity Diagnostics Variance Proportions Penyajian AksesibilitasLaporan Laporan Model Dimension Eigenvalue Condition Index (Constant) Keuangan Keuangan 1 1 2.971 1.000 .00 .00 .00 2 .023 11.267 .01 .25 .613 .005 23.650 .99 .74 .39 a. Petunjuk Pengisian Cara pengisian kuesioner ini adalah dengan memilih salah satu jawaban yang sesuai menurut Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk masing-masingpertanyaan yang tersedia pada lembaran daftar kuesioner.

6 Keuangan Pemkab Samosir dapat diuji, dan

apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh yang berbeda, hasilnya tetapmenunjukkan simpulan yang tidak berbeda jauhInformasi yang disajikan dalam laporan 7 keuangan kabupaten Samosir dapat dipahami oleh pengguna karena dinyatakan dalambentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas kemampuan pengguna. Sumber : Hanim, 2009 No Aksesibilitas Laporan Keuangan SS S RR TS STS Laporan Keuangan Pemkab Samosir 1 dipublikasikan secara terbuka melalui media massaPemerintah kabupaten Samosir memberikan 2 kemudahan dalam memperoleh informasi tentang laporan keuanganMasyarakat dapat mengakses Laporan 3 Keuangan Pemkab Samosir melalui internet Sumber : Nasution, 2010 No Transparansi dan Akuntabilitas SS S RR TS STS Pengelolaan Keuangan Daerah Pembuatan Laporan Keuangan Pemkab 1 Samosir sudah memenuhi standar etika dan nilai-nilai yang berlaku, artinya sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi yang benarmaupun nilai-nilai yang berlaku di stakeholders Laporan Keuangan Pemkab Samosir telah 2 memenuhi sasaran kebijakan yang diambil, dan sudah sesuai dengan visi dan misiorganisasi, serta standar yang berlakuLaporan Keuangan Pemkab Samosir telah 3 memenuhi standar, serta pertanggungjawaban yang jelas jika standar tersebut tidak terpenuhiLaporan Keuangan Pemkab Samosir 4 memenuhi konsistensi maupun kelayakan dari target operasional yang telah ditetapkanmaupun prioritas dalam mencapai targetPenyebarluasan laporan Keuangan Pemkab 5 Samosir telah disampaikan melalui media massa, media nirmassa, maupun media komunikasi personal No Transparansi dan Akuntabilitas SS S RR TS STS Pengelolaan Keuangan Daerah Terdapat akurasi dan kelengkapan informasi 6 yang berhubungan dengan penyusunanLaporan Keuangan Pemkab SamosirAda ketersediaan system informasi manajemen 7 dan monitoring hasil yang telah dicapai olehPemkab SamosirPenyampaian Laporan Keuangan Pemkab

8 Samosir telah melalui kerja sama dengan

media massa dan lembaga non pemerintahanSumber : Hanim, 2009

TERIMA KASIH

Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan Daerah dan Aksesibilitas Laporan Keuangan Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Pemerintah Kabupaten Samosir Aksesibilitas Laporan Keuangan Tinjauan Teoritis 1. Laporan Keuangan Daerah Aksesibilitas Laporan Keuangan X2 Pembahasan Hasil Penelitian ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengujian Hipotesis ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penyajian Laporan Keuangan Daerah Aksesibilitas Laporan Keuangan Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Penyajian Laporan Keuangan Daerah X1 Teknik Pengumpulan Data Defenisi Operasional Tempat dan Waktu Penelitian Teknik Penentuan Populasi dan Sampel Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Y Uji Heteroskesdastisitas Uji Autokorelasi Uji Koefisien Determinasi Uji Parsial dengan T-Test Uji Simultan dengan F-Test
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan Daerah da..

Gratis

Feedback