EVALUASI PENGGUNAAN DAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID Evaluasi Penggunaan Dan Efektivitas Pemberian Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid Di Instalasi Rawat Inap RSUD Sukoharjo Pada Periode 1 Oktober – 31 Desember 2015.

12 

Full text

(1)

EVALUASI PENGGUNAAN DAN EFEKTIVITAS

PEMBERIAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID

DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SUKOHARJO PADA

PERIODE 1 OKTOBER

31 DESEMBER 2015

SKRIPSI

Oleh :

AAN WAHYU WIDODO

K 100130028

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

SURAKARTA

(2)

ii

JUDUL

EVALUASI PENGGUNAAN DAN EFEKTIVITAS

PEMBERIAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID

DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SUKOHARJO PADA

PERIODE 1 OKTOBER

31 DESEMBER 2015

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mencapai

derajat Sarjana Farmasi (S. Farm) pada Fakultas Farmasi

Universitas Muhammadiyah Surkarta

di Surakarta

Oleh :

AAN WAHYU WIDODO

K 100130028

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

SURAKARTA

(3)

iii

PENGESAHAN SKRIPSI

Berjudul :

EVALUASI PENGGUNAAN DAN EFEKTIFITAS PEMBERIAN

ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI

RAWAT INAP RSUD SUKOHARJO PADA PERIODE 1

OKTOBER

31 DESEMBER 2015

Oleh :

AAN WAHYU WIDODO

K 100130028

Dipertahankan di hadapan Panitia Penguji Skripsi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pada tanggal : 15 Desember 2016

Mengetahui, Fakultas Farmasi

Universitas Muhammadiyah Surakarta Dekan,

Azis Saifudin, Ph.D., Apt Pembimbing

(Dra. Nurul Mutmainah, M. Si., Apt.) Penguji :

(4)

iv

DEKLARASI

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Saya bersedia dan sanggup menerima sanksi sesuai peraturan yang berlaku apabila terbukti melakukan tindakan pemalsuan data dan plagiasi.

Sukoharjo, 22 Januari 2017 Peneliti

(5)

v

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT Maha Pengasih dan Maha penyayang, yang senantiasa memberikan petunjuk sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Evaluasi penggunaan dan efektifitas antibiotik pada pasien demam tifoid di instalasi rawat inap RSUD Sukoharjo pada periode 1 Oktober – 31 Desember 2015”, sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) pada Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Terima kasih tidak lupa penulis sampaikan kepada:

1. Bapak Azis Saifudin, Ph.D., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi UMS. 2. Ibu Dra. Nurul Mutmainah, M. Si., Apt. selaku dosen pembimbing. 3. Ibu Anita Sukmawati, Ph.D., Apt., selaku pembimbing akademik.

4. Bapak/Ibu dosen serta seluruh staf Fakultas Farmasi yang telah membantu jalannya penelitian ini.

5. Bapak/Ibu Direktur RSUD Sukoharjo dan seluruh staf yang telah membantu jalannya penelitian ini.

6. Bapak Kuwat Widodo dan Ibu Winarni selaku orang tua. 7. Adik tercinta Azizar Muhammad Satrio Widodo

8. Teman dan sahabat yang senantiasa memberi dukungan dalam penyusunan skripsi ini.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Sukoharjo, 22 Januari 2017

(6)

vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan Penelitian ... 2

D. Tinjauan Pustaka ... 3

1. Demam tifoid ... 3

a. Antibiotik pada demam tifoid ... 4

(7)

vii

c. Efektivitas antibiotik ... 6

d. Penyesuaian dosis antibiotik ... 6

E. Keterangan Empiris ... 7

BAB IIMETODE PENELITIAN ... 8

A. Kategori Penelitian ... 8

B. Definisi Operasional Penelitian... 8

C. Alat dan Bahan ... 8

D. Subyek Penelitian ... 9

E. Teknik Sampling ... 9

F. Tempat Penelitian... 9

G. Jalannya Penelitian ... 10

H. Analisis Data ... 10

BAB IIIHASIL DAN PEMBAHASAN ... 13

A. Karakteristik Pasien ... 13

B. Karakteristik Pasien Berdasarkan Gejala ... 15

C. Karakteristik Obat Antibiotik ... 16

D. Penggunaan Obat Lain ... 17

E. Evaluasi Penggunaan Antibiotik ... 19

F. Efektifitas Penggunaan Antibiotik ... 23

G. Kelemahan penelitian ... 25

BAB IVKESIMPULAN DAN SARAN ... 26

A. Kesimpulan ... 26

B. Saran ... 26

DAFTAR PUSTAKA ... 27

(8)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Pedoman penggunaan antibiotik menurut Clinical Pathways ... 5

Tabel 2. Antibiotik yang disesuaikan dosisnya dengan fungsi ginjal menurun ... 7

Tabel 3. Jumlah pasien demam tifoid di RSUD Sukoharjo ... 13

Tabel 4. Distribusi pasien demam tifoid di RSUD Sukoharjo ... 14

Tabel 5. Gejala pasien demam tifoid di RSUD Sukoharjo ... 15

Tabel 6. Jenis antibiotik yang digunakan pasien ... 16

Tabel 7. Lama pemakaian antibiotik di RSUD Sukoharjo ... 17

Tabel 8. Obat lain yang diberikan kepada pasien demam tifoid ... 17

Tabel 9. Ketepatan pasien berdasarkan Clinical Pathways ... 19

Tabel 10. Kontraindikasi antibiotik pada pasien demam tifoid ... 20

Tabel 11. Ketepatan obat pasien demam tifoid di RSUD Sukoharjo ... 20

Tabel 12. Ketepatan dosis pasien demam tifoid di RSUD Sukoharjo ... 22

(9)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Data perhitungan dosis antibiotik ... 29

Lampiran 2. Data rekam medik pasien demam tifoid di RSUD Sukoharjo ... 39

Lampiran 3. Ketepatan dosis berdasarkan besaran dosis yang diberikan ... 42

Lampiran 4. Penilaian efektifitas antibiotik di RSUD Sukoharjo ... 43

Lampiran 5. Surat Ethical Clearance penelitian ... 45

Lampiran 6. Surat permohonan izin penelitian direktur RSUD Sukoharjo ... 44

Lampiran 7. Surat ijin badan penanaman modal dan pelayanan perizinan ... 45

Lampiran 8. Surat keterangan selesai penelitian di RSUD Sukoharjo... 46

(10)

x

Depkes RI = Departemen Kesehatan Republik Indonesia

DF = Demam Tifoid

DM = Diabetes Mellitus

GG = Glyceryl Guaiacolate

H2-RA = H2-Reseptor Antagonis IHD = Ischemic Heart Disease

I.M = Intra Muskular

Inj. = Injeksi

IONI = Informatorium Obat Nasional Indonesia

I.V = Intra Vena

Kemenkes RI = Kementrian Kesehatan Republik Indonesia KgBB = Kilogram Berat Badan

MDR = Multidrugs Resistance

NA = Not Available

NaCl DS = Natrium Klorida Dextrose

P.O = Peroral

S.Typhi = Salmonella Typhi

(11)

xi ABSTRAK

Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang menyerang usus halus dengan gejala demam selama satu minggu atau lebih yang disertai gangguan pada saluran pencernaan. Demam tifoid dapat diterapi menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tepat dan rasional memberikan dampak efektif dari segi biaya, peningkatan efek klinis, meminimalkan toksisitas obat dan meminimalkan terjadinya resistensi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi serta menilai efektifitas penggunaan antibiotik yang diberikan kepada penderita demam tifoid di Instalasi Rawat Inap RSUD Sukoharjo pada periode 1 Oktober – 31 Desember 2015.

Penelitian ini dilakukan dengan metode noneksperimental dengan pengambilan data retrospektif dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan gambaran mengenai adanya ketepatan pemberian antibiotik pada pasien demam tifoid dengan melihat Clinical Pathways RSUD Sukoharjo (2015) untuk melihat ketepatan indikasi, ketepatan pasien, ketepatan obat, dan ketepatan dosis serta menilai efektifitas pemberian antibiotik.

Hasil dari penelitian ini antibiotik yang digunakan Cefotaxime (50%), Ceftriaxone (15%), Cefazoline (10%), Ceftazidime, Ciprofloxacin dan Azithromicin masing-masing (2,5%) serta antibiotik kombinasi (12,5%). Tingkat ketepatan indikasi dan pasien adalah 100%, kesesuaian tepat obat 75%, serta kesesuaian tepat dosis 35%. Penilaian efektifitas penggunaan antibiotik didapatkan hasil 100% terapinya efektif menggunakan antibiotik.

(12)

xii

ABSTRACT

Typhoid fever is a systemic infection caused by Salmonella typhi that attacks small intestine with symptoms of fever that last for a week or more and accompanied by gastrointestinal disease. Typhoid fever can be treated with antibiotics. The use of appropriate and rational antibiotics provide an effective impact in terms of cost, increase clinical efficacy, minimize drug toxicity and the occurrence potential bacterial resistance. The purpose of this study is to evaluate and assess the effectiveness of antibiotics given to typhoid fever patients in the RSUD Sukoharjo on 1st October to 31st December 2015.

This research was conducted by non-experimental method with retrospective data collecting. Data obtained were analyzed using descriptive statistic. The result will show accuracy of antibiotic therapy for typhoid fever patients based on the Clinical Pathways RS X (2015) to see the precision of indication that were given, the patient, medication and precision dose also the effectivity of antibiotics used in this therapy.

The results of this study, the prevalence use of the following antibiotics are Cefotaxime antibiotic (50%), Ceftriaxone (15%), Cefazoline (10%), ceftazidime, ciprofloxacin and Azithromicin (2.5%) respectively and combinations of antibiotic (12.5%). The rate of precise use of antibiotic based on indication and patient is 100%, precise medicine given is 75%, and precise dose given is 35%. Evaluation results of antibiotic efficacy in typhoid fever patient is 100%.

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (12 pages)