Formulasi tablet hisap ekstrak etanol gambir (uncaria gambir roxb) dengan variasi konsentrasi polyvinyil pyrrolidone (PVP) sebagai peningkat dan pengaruhya terhadap kadar CD4 dalam darah

Gratis

5
30
113
2 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI

KONSENTRASI POLYVINYLPIRROLIDONE (PVP) SEBAGAI PENGIKAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KADAR CD4 DALAM DARAH

  NAMA : NAILUL HANA NIM : 106102003383JUDUL : FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) DENGAN VARIASI Disetujui Oleh: Pembimbing I Pembimbing IIDrs. NIP: 1956010619851010001 LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI Skripsi dengan judul FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL GAMBIR (Uncariagambir Roxb) DENGAN VARIASI KONSENTRASI POLYVINYL PYRROLIDONE (PVP) SEBAGAI PENGIKAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KADAR CD4 DALAM DARAH Telah disetujui, diperiksa dan dipertahankan dihadapan tim penguji oleh Nailul Hana NIM: 106102003383 Menyetujui, Pembimbing: ........................

BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA LAIN

  Formula C dengan konsentrasi PVP sebesar 10% memilikimutu fisik tablet lebih baik dibandingkan kedua formula lainnya, dengan 2 nilai kekerasan 16,9 kg/cm , waktu hancur 35,67 menit dan merupakan formula yang paling disukai oleh panelis dalam uji kesukaan terhadap rasadan aroma tablet. Uji statistik terhadap %CD4 dan jumlah mutlak CD4 panelis yang mengkonsumsi tablet hisap selama 5 hari berturut-turutmenunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna (p>0,05)antara data sebelum dan sesudah perlakuan.

RATE THE INFLUENCE OF CD4 IN BLOOD

KATA PENGANTAR

  Selesainya penelitian dan penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, maka dalam kesempatan ini perkenankanlah penulismenyampaikan ucapan terimakasih yang tulus dan sebesar-besarnya, khusunya kepada: 1. Penulis meyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan karena tiada gading yang tak retak oleh karena itu penulis mengharapkansaran dan kritik yang bersifat membangun untuk lebih menyempurnakan skripsi ini serta memperbaiki kemampuan penulis dalam kesempatanlainnya.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh ekstrak gambir sebagai imunomodulator Dari pemanfaatan bahan berkhasiat dalam tanaman, seiring dengan perkembangan zaman perlu dilakukan pula pengembangan dan modifikasibentuk tanaman berkhasiat yang dikemas menjadi berbagai bentuk sediaan yang lebih modern dan beragam, seperti pil, tablet, kapsul, krim dansuppositoria dengan tujuan agar lebih menarik dan juga lebih tepat sasaran dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan ekstrak air gambir yang dimaserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan diformulasi menjadi sediaan tablethisap dengan rasa dan aroma yang dapat diterima oleh masyarakat.

1.2. Perumusan Masalah

  Apakah ekstrak tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb) dapat dibuat dalam sediaan tablet hisap dengan menggunakan polyvinylpyrrolidone 2. Memperoleh suatu formulasi tablet hisap dari ekstrak etanol gambir(Uncaria gambir Roxb) dengan menggunakan PVP sebagai pengikat 2.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tanaman Gambir

  2.1.1 Klasifikasi Ilmiah Tanaman gambir diklasifikasikan ke dalam :Kingdom : PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : MagnoliopsidaSub Kelas : AsteridaeOrdo : RubialesFamilia : RubiaceaeGenus : UncariaSpesies : Uncaria gambir Roxb. Di Kalimantan, sering dikenaldengan nama kelare (Dayak) atau abi (Kayan), sedangkan di Sulawesi disebut dengan gambere (Sangir); gambele (Gorontalo); gambere 2.1.3 Deskripsi Gambir Gambir merupakan salah satu tumbuhan jenis perdu, memanjat, batang bulat, tidak berambut, memiliki kait di antara dua tangkai daunyang berhadapan, kecil, pipih, daun penumpu agak besar, bulat.

2.1.5 Efek Farmakologis

  Secara ilmiahBeberapa penelitian menyimpulkan bahwa gambir dapat digunakan sebagai astringen dan hemostatik yang menghambat pertumbuhanbakteri. Gambir banyak dipakai sebagai penahan rasa sakit, seperti diare, sakit gigi, gusi bengkak, tersengat lebah atau serangga, suaraparau atau sariawan mulut, tertusuk duri, dan luka luar lainnya.

2.2. Simplisia

  Simplisia adalah bahan alam yang digunakan sebagai obat dan belum mengalami pengolahan apapun juga, dan kecuali dinyatakan lain,berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisiapelikan atau mineral adalah simplisia yang berupa bahan pelikan atau mineral yang belum diolah dengan cara sederhana dan belum berupabahan kimia murni (Depkes RI, 1979).

2.3. Ekstrak dan Ekstraksi

  Ekstrak adalah sediaan kering, kental atau cair yang diperoleh dengan mengekstraksi senyawa aktif dari simplisia nabati atau simplisiahewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukansedemikian hingga memenuhi baku yang telah ditetapkan (Depkes RI,1995). Kadar sari larut etanolPenetapan kadar sari larut etanol dilakukan untuk mengetahui kandungan terendah zat yang larut dalam etanol tetapi kemungkinan Pengertian ekstraksi adalah kegiatan penarikan kandungan kimia yang dapat larut sehingga terpisah dari bahan yang tidak dapat larutdengan pelarut cair.

2.4. Metode Ekstraksi

  Umumnya dilakukan pengulangan proses pada residu pertama sampai 3-5 kalisehingga dapat termasuk proses ekstraksi sempurna.2) Sokhletasi Sokhletasi adalah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya dilakukan dengan alat khusus sehingga terjadiekstraksi berkelanjutan dengan jumlah pelarut yang relatif konstan dengan adanya pendingin balik. 3) DigestiDigesti adalah maserasi kinetik (dengan pengadukan kontinyu) pada temperatur yang lebih tinggi dari temperatur ruangan, secara o o umum dilakukan pada temperatur 40 -50 C.4) Infus Infus adalah ekstraksi dengan pelarut air pada temperatur penangas air (bejana infus tercelup dalan penangas air mendidih), temperatur o o 5) Dekok o Dekok adalah infus ada waktu yang lebih lama (≥30 C) dan temperatur sampai titik didih air (Depkes RI, 2002).

2.5.2 Bahan Tambahan

  Bahan tambahan atau bahan pembantu tabletasi dapat diartikan sebagai zat-zat yang memungkinkan suatu obat atau bahan obat yangmemiliki beberapa sifat khusus untuk dibuat menjadi suatu sediaan yang cocok satu sama lain yang dapat memperbaiki sediaan obat, denganmempertimbangkan efek obat, kinerja obat, organoleptis, sifat kimia obat, dan kemungkinan pengembangan jenis sediaan lain. PengharumPengharum adalah bahan yang digunakan untuk menutupi aroma tidak enak dari bahan lain dalam sediaan dan menutupinya dengan aromalain.

2.5.3 Monografi Bahan

  Polyvinylpyrrolidone (PVP)Sinonim : kollidon, plasdone, povidone, 1-vinyl-2-pyrrolidinone polymer, polyvidone, poly[1-(2-oxo-1-pyrrolidinyl)ethylene]Rumus Molekul : (C 6 H 9 NO) n Rumus Bangun :Bobot molekul : 2500 – 3.000.000Pemerian : serbuk putih atau krem putih, berbau atau hampir tidak berbau, bersifat higroskopis, inertKelarutan : larut dalam asam, dalam kloroform, dalam etanol, dalam keton, dalam metanol, dan dalam air. Mengandung setara dengan tidak kurang dari 6,8% dantidak lebih dari 8,3% MgOSinonim : asam oktadekanoat, garam magnesiumPemerian : serbuk halus, putih dan voluminus, tidak berasa, bau lemah khas, mudah melekat di kulit, bebas dari butiranKelarutan : tidak larut dalam air, dalam etanol, dan dalam eterRumus Kimia : Mg(C 35 O 2 ) 2 Kegunaan : pengisi, lubrikan g.

2 Rumus bangun :

Kegunaan : aerosol, adsorben, anticaking agent, disintegran, peningkat viskositas, glidant (0,1 – 0,5 %) (Wade, 1994).

2.5.4 Metode Pembuatan

  Selain ekonomis, laju pelepasan bahan aktif dari sediaan tabletcetak langsung umumnya lebih cepat karena pada saat hancur, bahan aktif akan langsung dibebaskan dari massa tablet dalam bentuk partikel bebaskarena tidak berada dalam granul (Ansel, 1989) Keuntungan utama dari proses cetak langsung adalah bahwa bahan obat yang peka lembab, panas, dan stabilitasnya terganggu akibat operasigranulasi, akan dapat dibuat menjadi tablet. Syarat keseragaman bobot menurut Farmakope Indonesia Jilid IIIadalah bila bobot rata-rata lebih dari 300 mg, jika ditimbang satu per satu tidak lebih dari 2 buah tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang5% dari bobot rata-ratanya, dan tidak ada satu pun tablet yang bobotnya menyimpang lebih dari 10% dari bobot rata-ratanya.

2.5. Sistem Imun

  Gabungan sel, molekul dan jaringan yang berperan dalamresistensi terhadap infeksi disebut sistem imun dan reaksi yang dikoordinasi sel – sel dan molekul – molekul terhadap mikroba dan bahanlainnya disebut respon imun (Baratawidjaja et al.., 2009). Keuntungan imunitas aktif adalah imunitas bersifat jangka panjang berdasarkan memori kontak dengan antigen pertama kali dankemampuan merespon lebih cepat dan lebih banyak ketika terjadi kontak berikutnya dengan antigen yang sama.

2.5.1 Cluster of Differentiation

  Peran CD4 dalam sistem imun spesifik humoral adalah merangsang sel B (Limfosit B) untukmenghasilkan antibodi dan mengatur produksi antibodi, sedangkan dalam sistem imun seluler berfungsi dalam mengatur CD8 dan NK untukmembunuh sel sasaran yang terkena infeksi virus. CD4pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusiamenunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh Analisa CD4 dipengaruhi oleh tiga parameter, yaitu % limfosit, %CD4, dan jumlah mutlak CD4.

2.5.3 Kontrol Pembanding

  IM membantu memperbaiki daya tahan tubuh atau respon imun tubuh, juga digunakan sebagai terapi pendamping untuk infeksi yang akutdan kronis, terutama untuk infeksi saluran pernafasan & genitalia seperti kandidiasis dan vaginitis. Mekanisme Echinaceae yang bekerja dengan cara menginduksi sitokin, sedangkan Zn picolinate mengaktivasi membran sel imun padasaat proses transkripsi, sehingga kombinasi Echinacea dan Zn picolinate Telah terbukti bahwa Echinacea merupakan imunostimulan non spesifik, dengan kata lain Echinacea tidak mempunyai hubungan antigenikdengan patogen-patogen spesifik.

BAB II I KERANGKA KERJA KONSEP Gambir sebagai obat Katekin gambir diketahui

tradisional memiliki efek imunomodulatorPenyiapan simplisia Uji parameter spesifikEkstrak kental Uji parameter non spesifikEkstrak kering Formula tablet hisap :Ekstrak gambir, PVP,Sukralosa, Laktosa, MgStearat, Talk, Aerosil Evaluasi granul :Kompresibilitas, Evaluasi tablet :distribusi ukuran friabilitas,ujipertikel, laju alir, Mixing organoleptik,sudut henti, kadar keseragamanair bobot,keseragaman kandungan, Pencetakan tablet waktu hancurUji kesukaan Uji CD4

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

  Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmaseutika ProgramStudi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas IslamNegeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Laboratorium Farmasi Angkatan LautJakarta, Laboratorium Makmal Terpadu Fakultas Kedokteran UniversitasIndonesia, dan Laboratorium Sediaan Padat Fakultas Farmasi UniversitasPancasila. Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei sampai bulan Agustus 2010.

4.2.1 Alat Penelitian

Alat yang digunakan adalah alat pencetak tablet, desikator, hardness tester , friabilator, moisture content balance, sieving analyzer, neraca analitik, jangka sorong, rotary evaporator, erlenmeyer, stop watch, cawan porselen, corong, statif, krus platina, penggiling (blender), batangpengaduk, kapas steril, oven, vortex, lemari pendingin, Sysmex Pouch100i, FACSCalibur, serta peralatan steril yang lazim digunakan di laboratorium.

4.2.2 Bahan Penelitian Simplisia

  Simplisia yang digunakan adalah bongkahan gambir yang merupakan ekstrak air daun dan ranting dari tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb) Bahan Kimia dan Pereaksi Bahan pelarut untuk ekstraksi adalah etanol 70%. Bahan untuk penapisan fitokimia adalah ammonia (10%, 25%), kloroform,HCl (1%, 1:10), pereaksi Dragendorff, pereaksi Mayer, aquadest, lempeng magnesium, HCl pekat, butanol, larutan besi (III) klorida (FeCl ) 1%, 3 pereaksi Stiasny, NaOH 1 N, eter, asam asetat anhidrat, H 2 SO 4 pekat, pereaksi Libermann-Burchard, petroleum eter.

4.3 Prosedur Penelitian

4.3.1 Penyiapan Bahan yang Digunakan

  Sampel yang digunakan adalah Gambir (Uncaria gambir Roxb) yang diambil dari tanaman gambir, yang terdapat di daerah Padang,Sumatera Barat. Daun dan ranting dikumpulkan dan dibersihkan dari kotoran yang melekat dengan air bersih mengalir, lalu ditiriskan agarterbebas dari sisa air cucian kemudian dikeringkan pada suhu kamar.

4.3.2 Pembuatan Ekstrak Etanol Gambir

  Susut Pengeringan dan Kadar AirEkstrak atau simplisia ditimbang dengan seksama sebanyak 1 gram sampai 2 gram dan dimasukkan ke dalam botol timbang dangkal o bertutup yang sebelumnya telah dipanaskan pada suhu 105 C selama 30 menit dan telah ditara. Kadar abu tidak larut asam: Abu yang diperoleh pada penetapan kadar abu, didihkan dengan 25 ml HCl encer selama 5 menit,dikumpulkan bagian yang tidak larut dalam asam, disaring melalui krus kaca masir atau kertas saring bebas abu, cuci dengan air panas,dipijarkan hingga bobot tetap dan ditimbang.

4.3.4 Identifikasi Serbuk Gambir

  Pada 2 mg serbuk daun gambir ditambahkan 5 tetes asam sulfat P; terjadi warna coklat merahb. Pada 2 mg serbuk daun gambir ditambahkan 5 tetes asam sulfat 10 N; terjadi warna coklat mudac.

4.3.5 Penapisan Fitokimia (Farnsworth, 1966)

  Identifikasi Golongan SaponinSebanyak 10 ml larutan percobaan yang diperoleh dari percobaan b(identifikasi golongan flavonoid), dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan dikocok secara vertikal selama 10 detik, kemudian dibiarkanselama 10 menit. Identifikasi Golongan KumarinSebanyak 2 gram sampel dimasukkan ke dalam tabung reaksi (volume 20 ml), ditambahkan 10 ml pelarut kloroform dan dipasang corong(yang diberi lapisan kapas yang telah dibasahi dengan air) pada mulut tabung, dipanaskan selama 10 menit di atas penangas air dandidinginkan lalu disaring dengan kertas saring.

4 OH) 10%. Lalu diamati di bawah sinar lampu

  Sudut henti (Voight, 1994; Aulton, 1988)Dihitung diameter dan tinggi kerucut yang terbentuk pada gundukan granul pada uji laju alir, kemudian dicari besar sudut henti denganrumus : tan α = 2hd dimana : h = tinggi kerucut gundukan granuld = diameter gundukan granul o Syarat : 25 – 30 4.4.2 Evaluasi Tablet a. Keseragaman bobot (Depkes RI, 1979) Masing-masing ditimbang sebanyak 20 tablet yang diambil secara acak, kemudian dihitung bobot rata-rata tiap tabletSyarat : bila bobot rata-rata lebih dari 300 mg, jika ditimbang satu per satu tidak lebih dari 2 buah tablet yang masing-masing bobotnyamenyimpang 5% dari bobot rata-ratanya, dan tidak ada satu pun tablet yang bobotnya menyimpang lebih dari 10% dari bobot rata-ratanya.

2 Syarat : 10 – 0 kg/cm

  4.5 Uji Kesukaan Uji kesukaan dilakukan terhadap ketiga formula tablet hisap pada 20 orang responden dewasa baik laki-laki maupun perempuan yang diminta untukmemberikan penilaian dalam hal rasa dan aroma tablet hisap. Penilaian dilakukan dengan cara mengisi kuesioner untuk mengetahui tingkatkesukaan terhadap rasa dan aroma dari masing-masing formula tablet hisap dengan mengikuti instruksi yang terdapat pada kuesioner.

4.7 Analisa Data

  Pada analisa data ini, ditentukan terlebih dahulu homogenitas sampel dannormalitas data dari setiap variabel dan dilanjutkan dengan uji parametrik anova satu arah dengan taraf signifikansi 95% jika data terdistribusinormal dan homogen. Jika data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen maka dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

5.1.1 Penapisan Fitokimia Gambir Tabel 5. Hasil Penapisan Serbuk & Ekstrak Etanol Gambir Golongan Penapisan Serbuk Penapisan Ekstrak (-) = tidak ada

5.1.2 Karakterisasi Ekstrak

  Hasil Karakterisasi Ekstrak (Anonim, 1994; Anonim, 1989) Jenis Karakterisasi Hasil Persyaratan Ekstrak kental gambir Ekstrak kental Spesifik : Roxb ) gambir Roxb) b. Hasil Evaluasi Granul FormulaJenis Evaluasi PersyaratanA B C Laju alir 12,7 9,6 13,06 > 10 gr/dt(gr/detik) oo Sudut diam ( ) 29,2 16,11 25,9 20 – 40Kadar air (%) 4,51 4,11 4,5 2 – 5 %Kompresibilitas 12 13 11,9 5-15 : sangat baik(%) Tabel 8.

5.1.5 Uji Kesukaan

  1 STS N S 2 TS S N 3 N S SS 4 TS N S 5 TS S S Tabel 10. Hasil Uji Kesukaan Terhadap Rasa Tablet RespondenFormula A 5% Formula B 8% Formula C 10% 7 TS S S 8 SS S TS 9 N S TS 10 N S TS 11 TS N SS 12 STS TS S 13 TS N SS 6 TS S TS 14 TS S N 15 TS S N 16 N S S 17 TS S N 18 N S SS 19 S S N 20 N S SSS : 1 SS : - SS : 4S : 1 S : 15 S : 7 Jumlah N : 6 N : 4 N : 5TS : 10 TS : 1 TS : 4STS : 2 STS : - STS : - Keterangan : SS : Sangat Suka S : SukaN : NetralTS : Tidak SukaSTS : Sangat Tidak Suka Tabel 11.

5.1.6 Uji CD4

  5 31 27.81 24 Kontrol (+) 25.50 27 Kontrol (-) 26.02 6 37 37.94 Tabel 12. Persentase CD4 dalam Limfosit Relawan % CD4 dalam LimfositSebelum Sesudah 1 29.07 4 36 32.31 3 30 29.9 2 31 27.97 32 Tabel 13.

5.2 Pembahasan

  Metode maserasi dipilih karena dapat memisahkan zat-zat aktif yang terdapat dalam serbuk gambir secara sempurna sehingga diperoleh senyawa-senyawa yang terkandung di dalam tanaman, selain itu penggunaan metode ini didasarkan pada keuntungan yang diberikan yaitu dari segi efisiensi waktu,pengerjaan dan peralatan sederhana (Depkes RI, 2000). Setiap kelompok, kecuali kelompok negatif, diberikantablet dengan aturan pakai 4 kali sehari untuk tablet uji dan 1 kali sehari untuk Dari analisa statistik yang dilakukan terhadap % CD4 dalam limfosit, diketahui bahwa hasil uji T test menunjukkan bahwa data kadar CD4 dalamlimfosit tidak berbeda secara bermakna antara sebelum dengan sesudah perlakuan (p>0,025).

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

  Ekstrak etanol gambir (Uncaria gambir Roxb) dapat dibuat dalam bentuk sediaan tablet hisap dengan menggunakanpolyvinylpyrrolidone (PVP) sebagai pengikat dengan variasi konsentrasi 5%, 8%, dan 10%. Formulasi tablet hisap ekstrak etanol gambir pada dosis 2000 mg/hari dapat mempengaruhi jumlah mutlak CD4 dan persentaseCD4 dalam darah.

DAFTAR PUSTAKA

  Diambil dari : http://www.jk- Adimunca, Cornelis dan Olwin Nainggolan. Direktorat JendralPengawasan Obat dan Makanan, Jakarta : 115-117 Departemen Kesehatan RI.

III. Universitas Indonesia, Jakarta

  Uji Kesukaan Saudara/i akan diberi satu persatu sample tablet hisap dari ekstrak gambir untuk dicicipi rasanya dan dicium aromanya. Begitu juga jika dibandingkanantara formula B terhadap formula A dan C, serta antara formula C terhadap formula A dan B.

2 Asymp. Sig. .001

  Jika dibandingkan antara formula Adengan formula B dan formula C, ternyata ada perbedaan secara bermakana, hal ini dapat terlihat dari nilai signifikansinya ρ ≤ 0,05. Akantetapi jika dibandingkan antara formula B terhadap formula A dan C, serta antara formula C terhadap formula A dan B, diketahui bahwa tidak adaperbedaan secara bermakna, terlihat dari nilai signifikannya > 0,05.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisa kadar gula dalam darah dengan menggunakan Spektrofotometer Microlab 300
3
62
44
Uji efek ekstrak etanol bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap penurunan kadar gula darah pada tikus putih jantan
7
54
98
Uji efek hipoglikkemik ekstrak etanol gambir (uncaria gambir, roxb) pada tikus putih jantan dengan metode induksi aloksan dan toleransi glukosa
1
11
136
Perbandingan aktivitas dan mekanisme penghambatan antibakteri ekstrak air dengan ekstrak etil asetat gambir (uncario gambir roxb) terhadap bakteri staphylococcus epiderwidis, streptococcus mutans dan streptococeus pyogenes
4
30
100
Formulasi tablet hisap ekstrak etanol gambir (uncaria gambir roxb) dengan variasi konsentrasi polyvinyil pyrrolidone (PVP) sebagai peningkat dan pengaruhya terhadap kadar CD4 dalam darah
5
30
113
Efek pemberian ekstrak nigella sativa terhadap kadar glukosa darah dan kolesterol pada tikus diabetes mellitus yang diinduksi dengan streptozotocin
3
7
62
Uji efek analgetik dan antiinflamasi ekstrak kering air gambir secara in vivo
1
15
154
Uji toksisitas akut campuran ekstrak etanol daun sirih (piper batle L). dan ekstrak kering gambir (uncaria gambir R.) terhadap mencit putih jantan
1
6
145
Formulasi tablet hisap minyak Atsiri Kemangi (Ocimum americanum L.) sebagai antiplak gigi
6
28
74
Uji efek penurunan glukosa darah ekstrak etanol ganggang (Gracilaria verrucosa) dan (Kappaphycus alvarezii) dengan metode toleransi glukosa oral dan metode induksi aloksan
0
11
135
Uji aktivitas ekstrak Etanol 70% daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) terhadap penurunan kadar asam urat dalam darah tikus putih jantan yang diinduksi dengan Kafeina
1
40
73
Pengaruh konsentrasi pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata Linn) dengan metode peredaman radikal bebas DPPH
5
30
63
Proses ekstraksi dan aplikasi ekstrak gambir kering berkadar tanin tinggi (>60) untuk penyamakan kulit, pewarna tekstil dan pewarna kayu
0
0
6
Pengaruh uncaria gambir roxb terhadap ulkus gaster dan kadar malondialdehid hewan coba yang diinduksi etanol
0
0
10
Formulasi Tablet Salut Selaput Katekin dari Ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb.)
0
0
7
Show more