Perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif teknik think pair share dan teknik think pair squre

Gratis

0
4
174
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  i Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan taufik dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikanpenyusunan skripsi ini. Siswa MA An-nida khususnya kelas X-B dan X-D yang telah berpartisipasi dan banyak membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

11. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang diajarkan dengan Pembelajaran Kooperatif Teknik Think Pair Share dan Teknik Think Pair Square. Analisis data menggunakan uji-t dan diperoleh nilai t hitung sebesar 1,22 tabel sebesar 2,02, maka pada taraf signifikan α 0,05 dan diperoleh t t hitung < t tabel , sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Share dan teknik Think Pair Square, dengan nilairata-rata (mean) N-gain kelas X.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tinggi rendahnya martabat suatu bangsa diukur dengan tinggi

  20 tahun 2004 bab 1 pasal 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar danproses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan 3 dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-Share yang dikembangkan oleh Frang Lyman dan teknik Think-Pair-Square oleh Spencer Kagan inimengajarkan siswa untuk lebih mandiri dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan sehingga dapat membangkitkan rasa percaya diri siswa, di manasiswa juga dapat bekerja sama dengan orang lain dalam kelompok kecil yang heterogen.

B. Identifikasi Masalah

  Strategi pembelajaran yang sering digunakan guru untuk menyampaikan materi pelajaran tidak bervariasi. Pembelajaran kooperatif yang baik berpengaruh pada hasil belajar siswa.

C. Pembatasan Masalah

Dari berbagai permasalahan yang telah diidentifikasi di atas, maka penulis membatasi permasalahan skripsi ini sebagai berikut:

1. Pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Share dan teknik Think Pair Square yang dikembangkan oleh Prof. Frank Lyman dan Kagan

  2. 1 sampai C 4 yang Hasil belajar siswa dibatasi pada aspek kognitif dari C diambil dari instrument penelitian yang dibuat oleh penulis setelah siswadiberikan pembelajaran dengan teknik Think Pair Share dan teknik Think Pair Square.

D. Perumusan Masalah

  Dari uraian identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, maka permasalahan dapat dirumuskan: Apakah terdapat perbedaan hasil belajarbiologi antara siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Share dan teknik Think Pair Square? Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Share dan teknik Think Pair Square.

2. Manfaat penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pembaca, agar pembaca dapat memilah-milah model pembelajaran yang cocok diterapkan dalampembelajaran di sekolah.

BAB II DESKRIPSI TEORETIS, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) 1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Sebelum membahas pengertian pembelajaran kooperatif, berikut akan dipaparkan mengenai alasan penggunaan pembelajaran kooperatif. Slavin yang dikutip oleh Wina Sanjaya memberikan alasan dianjurkannya

  Kompetitive learning, lingkup ini memungkinkan siswa untuk berkompetisi satu sama lain sehingga nantinya akan ditemukan siswa yangunggul dan siswa yang tidak unggul dan akan diketahui pula siapa yang terbaik. Dengan demikian pembelajaran kooperatif membuat siswa bukan hanya belajar dan menerima apa yang disajikanoleh guru dalam proses pembelajaran, melainkan siswa juga dituntut untuk belajar dalam kelompoknya dengan cara belajar dari siswa lainnya, dansekaligus mempunyai kesempatan untuk membelajarkan siswa yang lain.

2. Unsur-unsur dalam Pembelajaran Kooperatif

  Menurut Lungren, unsur-unsur dasar yang perlu untuk ditanamkan kepada siswa agar pembelajaran kooperatif dapat berjalan lebih efektif 9 adalah sebagai berikut: a. 3 11Dari beberapa unsur tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan kerjasama antar siswa dan salingketergantungan dalam struktur pencapaian tugas, tujuan, dan penghargaan.

3. Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif

  Karena itu, guru harus dapat menciptakan kondisi yang mampu memberikan kesempatan yang merata kepada anggota kelompok untukmemberikan pendapat, menyampaikan ringkasan, mempertahankan pendapat, atau pun memberikan jalan keluar jika diskusi mengalamikemacetan. Strategi ini mengajarkan kepada peserta didik untuk saling memberi informasi, saling mengajar jika ada anggota kelompok yang belum mampu, dan saling menghargai pendapat anggotanya.

4. Peran Guru dalam Pembelajaran Kooperatif

  Jadi, dalam pembelajarandengan Cooperative learning peranan guru sangat kompleks, di samping sebagai seorang fasilitator guru juga berperan sebagai manager dan 12 konsultan dalam memberdayakan kerja kelompok siswa. Dengan demikian pengetahuan tidak ditransfer atau dipindahkan begitu saja dariotak seorang guru kepada peserta didiknya, namun peserta didiklah yang12 harus mengartikan apa yang telah diajarkan dengan menyesuaikan Khoirul Anam, Implementasi cooperative learning dalam pembelajaran geografi,adaptasi model jigsaw dan field study, (Buletin pelangi pendidikan, Volume 3 No.2, 2000) 13terhadap pengalaman mereka atau konstruksi yang telah mereka miliki sebelumnya.

5. Keunggulan dan kekurangan pembelajaran kooperatif

  Siswa dapatberpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan, karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawabkelompoknya.7) Dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi13 dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata (riil). Oleh karena itu, jika tanpa peer teaching yangefektif, maka dibandingkan dengan pengajaran langsung dari guru, bisa terjadi cara belajar yang demikian apa yang seharusnyadipelajari dan dipahami tidak pernah dicapai oleh siswa.

3) Penilaian diberikan didasarkan kepada hasil kerja kelompok

  Dan hal ini tidak mungkin dapat tercapai hanya dengan satu kali atau sekali-sekali penerapan.5) Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan kemampuan yang sangat penting untuk siswa, akan tetapi banyak aktivitas dalamkehidupan yang hanya didasarkan kepada kemampuan individual. Dari uraian mengenai keunggulan dan kelamahan pembelajaran kooperatif tersebut, maka dapat dianalisis bahwa dengan menggunakanmodel pembelajaran kooperatif, dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan interaksi antara guru dengan siswa, antara siswa dengansiswa lainnya, bersifat multi arah, serta sangat komunikatif.

6. Konstruktivisme Dalam Pembelajaran IPA

  Konstruktivisme ini yang menjadi landasan terhadapberbagai seruan dan kecenderungan yang muncul dalam dunia pembelajaran, seperti perlunya siswa berpartisipasi aktif dalam prosespembelajaran, perlunya siswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan pengetahuannya sendiri, perlunya siswamengembangkan kemampuan belajar mandiri serta perlunya guru berperan sebagai fasilitator, mediator dan manager dalam proses pembelajaran. Kelas akan menjadi hidup dan suasana kelas konstruktivisme akan mendapatkan lahan yang subur apabila guru menerima dengan dadaterbuka dan memberikan tempat terhadap munculnya pikiran siswa, rasa ingin tahu, keinginan meneliti, dialog guru-siswa dan siswa-siswa, sertakeberanian mempersoalkan sesuatu yang belum jelas.

B. Teknik-teknik Pembelajaran kooperatif

  Kompetensi alternatif yang signifikan bagi pembelajaran aktif yang didesain untuk dan sesuai bagi suatu topik tertentu. Selanjutnya mengenai pengertian dan langkah-langkah dari teknik think pair share dan teknik think pair square, berikut penjelasannya: 1617 Syukur Ghazali,...., h.

1. Teknik Think Pair Share a. Pengertian Think Pair Share

18 Share. Think-Pair-Share adalah sebuah strategi sederhana untuk

  Berikutnya adalah tahapan yang terakhir yaitu [“share”], setiap pasangan yang terpilih bertugas untuk mengemukakan hasil diskusinyakepada teman kelasnya sebagai kesempurnaan dari keseluruhan prosedur pembelajaran yang telah dilaksanakan. Denganasumsi bahwa semua resitasi atau diskusi membutuhkan pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan, dan prosedur yangdigunakan dalam think-pair-share dapat memberi siswa lebih banyak waktu berpikir, untuk merespon dan saling membantu.

22 James L. Cooper & Pamela Robinson, Getting Started: Informal Small-Group

  18 20Menurut Tom Creed, sebagaimana yang dikutip oleh Vera Apnia Handayani bahwa think pair share memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 23 1) Keadaan saling tergantung positif.2) Siswa dapat belajar dari temannya.3) Siswa bertanggung jawab secara individu.4) Siswa dapat bertanggung jawab terhadap temannya dan berbagi ide. Siswa juga wajib membagi idenya kepada pasangan lainatau ke seluruh kelompok.5) Adanya partisipasi yang sama.6) Tiap siswa dalam kelompok memiliki kesempatan yang sama untuk berbagi.

b. Langkah-langkah Think Pair Share

Prosedur pelaksanaan teknik Think Pair Share sangat sederhana yaitu setelah mengajukan sebuah pertanyaan, beritahu muriduntuk memikirkannya secara diam, sebagai variasinya siswa boleh menulisnya secara diam (tergantung kompleksitasnya seorang gurudalam memberi waktu antara 10 detik-5 menit) kemudian murid berpasangan untuk membandingkan jawaban masing-masing dan padatahap akhir guru memanggil siswa secara acak untuk memberikan kesimpulan tentang diskusi mereka. 24 Langkah-langkah dasar dalam 23 Vera Apnia Handayani, upaya meningkatkan hasil belajar kimia siswa dengan metodepembelajaran kooperatif teknik Think Pair Share (TPS) pada konsep hidrokarbon, (Jakarta:Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan IPA-Fakultas Ilmu Tarbiyah & Keguruan-UIN Syarif Hidayatullah, 2009), Skripsi24 Susan ledlow,….h. 1 21 Think Pair Share memiliki banyak persepsi, beberapa diantaranya adalah: 25 Menurut Deborah Allen & Kimberly Tanner:

1) Berikan sebuah pertanyaan tentang sebuah topik

  4)Undang salah satu pasangan untuk membaginya kepada semua siswa di kelas, kemudian tanyakan apakah ada pasangan lain yangmemiliki jawaban berbeda. 5)Tuliskan dan siapkan kesimpulan akhir dari semua respon yang ada.

26 Menurut Trianto:

  Langkah 1: Berpikir (Thinking)Guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran, dan meminta siswa menggunakan waktubeberapa menit untuk berpikir sendiri jawaban atau masalah. Langkah 2: Berpasangan (Pairing)Selanjutnya guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka peroleh.

25 Deborah Allen & Kimberly Tanner, Approaches in Cell Biology Teaching, (Cell Biol

  61 22Langkah 3: Berbagi (Sharing) Pada langkah akhir, guru meminta pasangan-pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah mereka bicarakan. Hal iniefektif untuk berkeliling ruangan dari pasangan ke pasangan dan melanjutkan sampai sekitar sebagian pasangan mendapat kesempatanuntuk melaporkan.

27 Menurut Yustini Yusuf:

  Guru meminta siswa berpasangan dengan siswa yang lain untuk mendiskusikan apa yang telah diperkirakannya, disinipasangan akan memberikan berbagai jawaban dan berbagai ide jika persoalan khusus telah diidentifikasi. Guru meminta kepada pasangan untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang hal yang telah mereka bicarakan, dilakukanbergiliran pasangan demi pasangan sampai lebih kurang seperempat pasangan yang ada di kelas mendapatkan kesempatanuntuk melaporkannya.

27 Yustini Yusuf & Mariani Natalina, Upaya peningkatan hasil belajar biologi melalui

  pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktur di kelas 1.7 SLTPN 20 Pekanbaru, jurnalbiogenesis vol. 9 233) PairSiswa berpasangan untuk mendiskusikan jawaban yang telah diperoleh dari proses ”think”.4) Share Pasangan yang terpilih berbagi jawaban dengan teman sekelas.

2. Teknik Think Pair Square a. Pengertian Think Pair Square

  Teknik pembelajaran yang menekankan kepada peserta didik agar dapat mengutarakan pendapatnya secara individual bukan hanyateknik Think-Pair-Share, namun ada pula teknik lain yaitu teknik Think-Pair-Square yang merupakan variasi dari teknik Think-Pair- Share dimana siswa dalam pasangannya mendiskusikan jawabannya 28 dengan kelompok berempat daripada dengan kelas. Think Pair Square merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif dan juga merupakan modifikasi dari model Think Pair Share yang dikembangkan oleh Lyman.

b. Langkah-langkah (tahapan) Think Pair Square

  Dalam penerapanpembelajaran kooperatif (Cooperative learning) teknik Think Pair Square pada kelas X-B ini terlebih dahulu diawali dengan pemberian pertanyaan oleh guru kepada seluruh siswa yang ada dalam LembarKerja Siswa (LKS) yang kemudian masing-masing siswa diinstruksikan supaya berpikir secara mandiri [ “think”], berpikir dalam mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. Berikut ini tahapan dalam melaksanakan teknik Think Pair Square yang dilakukan dalam proses pembelajaran di sekolah menurut 33 Anita Lie sebagaimana yang telah dikutip oleh Juliah Dayrini: 1)Guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan memberikan tugas kepada semua kelompok.

2. THINK Siswa A, B, C dan D secara individu mengerjakan soal yang telah diberikan

  Masuk ke tahap selanjutnya yaitu tahap Square di mana setiap kelompok pair bergabung dengan kelompok pairlainnya sehingga dibentuk kelompok yang terdiri dari empat sampai enam orang untuk mengerjakan permasalahan yang sama seperti pada tahapan-tahapan selanjutnya. 28Penulis menyimpulkan bahwa langkah-langkah teknik think pair square sebagai berikut: 2)Think Siswa diwajibkan memikirkan jawaban secara individual terhadap pertanyaan yang diajukan oleh guru.3) PairSiswa berpasangan untuk mendiskusikan jawaban yang telah diperoleh dari proses ”think”.

C. Hasil belajar 1. Pengertian Hasil Belajar

  Definisi lain oleh beliau mengenai hasil belajar adalah terbentuknya konsep yaitu kategori yang kita berikan pada stimulus yang ada dilingkungan, yang menyediakan skema yang terorganisasi untuk mengasimilasi stimulus-stimulus baru dan menentukan hubungan di dalamdan di antara kategori-kategori. Beberapa pengertian tentang hasil belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli di atas, dapat memberi gambaran bahwa hasil belajarmerupakan produk yang telah dicapai oleh siswa dalam bentuk perubahan- perubahan pada diri siswa yang diharapkan terjadi setelah proses belajar.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

  Sebagaimana yang telah dipaparkan olehZikri Neni Iska, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil 40 belajar antara lain: a. 2) Psikologi, yang terdiri dari bakat, minat, kecerdasan, motivasi dan kemampuan kognisi.

1) Lingkungan, yang terdiri dari alam dan sosial

  2)Instrumental, yang terdiri dari kurikulum, guru, sarana prasarana, administrasi dan manajemen. Faktor-faktor tersebut berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung dalam proses dan hasil belajar yang dicapai siswa.

3. Pengukuran Hasil Belajar

  Hasil Belajar Proses (Normatif/Afektif)Hasil belajar proses berkaitan dengan sikap dan nilai, berorientasi pada penguasaan dan pemilikan kecakapan proses atau metode. Ketiga ranah tersebut merupakan objek penilaian hasil belajar dan di antara ketiga ranah tersebut, ranah kognitiflah yang palingbanyak dinilai karena berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menguasai materi-materi pelajaran.

D. Hasil Penelitian Yang Relevan

  Hal ini berarti bahwa pembelajaran dengan menggunakan teknik Think Pair Share memberikan kontribusi yang baikterhadap hasil belajar siswa karena menurut penjelasan dari peneliti, bahwa dengan penerapan teknik ini siswa memiliki apresiasi positif atas metode yang 43 digunakan. Berdasarkan penelitian-penelitian di atas, penggunaan pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Share dan teknik Think Pair Square membawapengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar.

E. Kerangka Pikir

  Siswa akan dapat termotivasi untuk belajar bila seorang guru menerapkan model pembelajaran yang tepat, inovatif, dan mampumeningkatkan keaktifan serta hasil belajar siswa sehingga tujuan pembelajaran akan dapat tercapai sesuai dengan kompetensi yang menjadiacuan pembelajaran. Dalam sejarah pendidikan dunia telah banyak dikenal para ilmuwan atau ahli pendidikan yang sangat berperan mencetuskan ide-ideyang terkait dengan pembelajaran aktif yang sangat bermanfaat terutam bagi peserta didik karena guru berusaha mengajak siswa aktif berpikirmandiri, maka siswa tidak merasa menjadi obyek pendidikan melainkan menjadi subyek pendidikan.

F. Perumusan Hipotesis

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober s/d desember 2009 pada

  Bertolak dari masalah dan kerangka pikir maka hipotesis penelitian ini adalah: Terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yangmenggunakan pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-Share dan teknik Think Pair Square. semester ganjil (I) tahun ajaran 2009/2010 yang bertempat di MadrasahAliyah Annida Bekasi kelas XB dan XD dengan alamat Jl.

B. Metode Penelitian

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen atau eksperimen semu. Penelitian ini melibatkan dua macam perlakuan dengan membuat kelompok A (siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-Share) dankelompok B (siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-Square).

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

  Populasi merupakan keseluruhan individu yang dijadikan penelitian, atau suatu kumpulan menyeluruh dari suatu objek yangmerupakan perhatian penelitian. Sedangkanpopulasi terjangkaunya yaitu seluruh siswa kelas X (sepuluh) dari Madrasah Aliyah tersebut.

2. Sampel

  Sampel merupakan representatif dari populasi yang diteliti (bagian populasi namun dapat mewakili populasi yang ada) atau sejumlah individuyang dijadikan objek ataupun subjek dalam penelitian yang akan dilakukan. Penentuan sampel ditentukan secara Purposive Sampling yakni pengambilan sampel yang didasarkan atas adanya tujuan tertentu, dalamhal ini berdasarkan rata-rata hasil belajar yang seimbang artinya pada dua kelas yang menjadi eksperimen tidak terdapat perbedaan hasil belajar yangsangat menonjol.

D. Variabel Penelitian

  Variabel terikat (Y) adalah hasil belajar biologi siswa. Variabel bebas (X) adalah pengajaran dengan menggunakan teknik Think- Pair-Share dan teknik Think-Pair-Square.

E. Teknik Pengumpulan Data

  Melakukan observasi untuk menentukan kelas-kelas yang akan dijadikan kelas-kelas eksperimen yaitu yang akan diberi perlakuan teknik Think- Pair-Share dan yang akan diberi perlakuan teknik Think-Pair-Square. Menilai hasil tes yang diperoleh dari kedua kelompok perlakuan, yaitu kelompok yang diajar dengan menggunakan teknik Think-Pair-Share dankelompok yang diajar menggunakan teknik Think-Pair-Square, untuk selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis dan dipersiapkan untukmembuat laporan penelitian.

F. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang akan digunakan adalah tes hasil belajar biologi siswa, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur sejauh mana siswa menguasaimateri yang telah diberikan. Hasil uji validitas dari 40 soal yang dibuat, hanya 19 soal yang valid, dan 6 soal hasil analisis dosen dengan tujuan untuk mencapai indikator-indikator yang ada pada materi tersebut.

4. Daya pembeda

  Daya pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan 4 siswa yang bodoh (berkemampuan rendah). Dari hasil perhitungan diperoleh hasil daya pembeda terbesar 1,00 termasuk dalam kategori baiksekali.

G. Teknik Analisis Data 1. Analisis Data Kuantitatif a. N-Gain

  Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar evaluasi pendidikan, (Jakarta: PT. Bumi aksara, 2008), h. 2115 Nengsih Juanengsih, Penerapan Model Pembelajaran Konstruktivisme MelaluiPendekatan Induktif Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Biologi Siswa, (Jakarta: ProsidingSeminar Internasional Pendidikan IPA Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007), h.

2. Uji Prasyarat Analisis dan Uji Hipotesis

  Setelah dilakukan perhitungan normalitas dan homogenitas, maka dilakukan analisis data untuk menguji hipotesis yangtelah diajukan, uji ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara siswa yang diberi perlakuan teknik Think-Pair- Share dengan perlakuan teknik Think-Pair-Square. Jika data yang diperoleh normal dan homogen, maka digunakan uji parametrik (uji-t) dan jika data yang diperoleh tidak normal, maka digunakan uji non parametrikyaitu uji wilcoxon.

H. Hipotesis Statistik

Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan pembelajaran pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-Sharedan yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Square maka diajukan hipotesis statistik yang dirumuskan sebagai berikut: H : µA = µBH a : µA > µBKeterangan:Ho : Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan pembelajaran pembelajaran kooperatif teknik Think- Pair-Share dan teknik Think Pair Square. Ha : Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-Share dan teknik Think Pair Square µA : Rata-rata skor hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-ShareµB : Rata-rata skor hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-Square.

1. Hasil Pretest Kelompok Think Pair Share dan Think Pair Square

  Hasil Penelitian 1 X min Think Pair ShareThink Pair Square Tabel 4.1 Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data Hasil Pretest No Pemusatan dan Penyebaran Kelas Share dan Think Pair Square dari penelitian ini disajikan pada tabel dibawah ini. Hasil Posttest Kelompok Think Pair Share dan Think Pair Square Hasil yang diperoleh pada posttest oleh siswa kelompok Think Pair Share dan Think Pair Square dari penelitian ini disajikan pada tabel di bawah ini.

B. Pengujian Prasyarat Analisis Data

  Adapun hipotesis yang dirumuskan yaitu:H o : data berdistribusi normalH a : data tidak berdistribusi normal Berdasarkan perhitungan uji normalitas pretest kelas think pair share diperoleh L hitung sebesar 0,1563 dengan jumlah sampel 22 siswa dan 1 tabel sebesar 0,190. Pengujian Hipotesis Dari kedua tabel prasyarat analisis data tersebut dapat dikatakan bahwa kedua sampel dalam keadaan normal dan homogen, sehinggaperhitungan analisis data dapat dilakukan dengan menggunakan rumus uji t, berikut data dan hasil perhitungan dengan uji t : Tabel 4.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

  Selanjutnya pembelajaran kooperatif menggunakan teknik think pair square, sesuai yang telah dijelaskan di bab II bahwa pelaksanaan teknik ini hampir sama dengan teknik think pair share, siswa dibagi beberapa kelompok yang terdiri dari 2 orang yang saling berpasangan, sehingga siswa lebih fokusdan mudah terkontrol saat pelaksanaan pembelajaran. Selain hal itu, berdasarkan pengamatan penulis, tidak nyatanya perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajarankooperatif teknik Think Pair Share dengan yang diajar menggunakan teknik Think Pair Square adalah keduanya memiliki teknik yang dalam tahapan- tahapannya tidak jauh berbeda atau hampir sama.

21 Richard M. Felder & Rebecca Brent, Cooperative Learning, (*P.A. Mabrouk, ed.

  Active Learning: Models from the Analytical Sciences, ACS Symposium Series 970, Chapter 4, pp. Washington, DC: American Chemical Siciety, 2007), h.

4. Keterbatasan Penelitian

  Keterbatasan pada penelitian ini yaitu tidak dilengkapi dengan instrument lain seperti lembar observasi dan angket. Kesimpulan Berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh dan pengujian statistik yang dilakukan memberikan kesimpulan bahwa, tidak terdapatperbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan pembelajaran teknik Think Pair Share dan siswa yang diajarkan denganpembelajaran teknik Think Pair Square dalam pelajaran biologi dan nilai t hitung <t tabel yaitu 1,22 < 2,02.

B. Saran

  Guru diharapkan mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk memilih metode ataupun teknik pembelajaran yang tepat dan sesuaidengan materi yang akan diajarkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah pembelajaran teknik think pair share dan teknik think pair square dapatditerapkan serta memberikan hasil dan perbedaan yang lebih baik lagi pada topik maupun mata pelajaran yang lain dan meningkatkan motivasibelajar yang lebih baik lagi bagi siswa.

DAFTAR PUSTAKA

  81, 2000Dayrini, Juliah, perbandingan hasil belajar matematika siswa antara yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Square dengan yang menggunakan metode discovery learning, Jakarta:UIN Jakarta, 2008. c) Mengarahkan kepada c) Melaksanakan tahap masing-masing pasangan Squaring kelompok.untuk mempresentasikan Masing-masing pada kelompok berempat pasangan secarabergiliran 81mempresentasikan hasil diskusinyakepada kepada kelompok berempat Kegiatan penutup 2) mengevaluasi Siswa menerima 10 menitGuru kontribusi dari masing- masukan dari guru danmasing kelompok merangkum akhir dari terhadap kerja kelas secara materi bersama gurukeseluruhan dan memberikan rangkumanakhir dari materi.

PETA KONSEP MATERI JAMUR

  Part 3 Diskusikan jawabanmu secara berpasangan yang diikuti dengan menuliskan jawaban hasil diskusi pada lembar jawaban yang telah disediakan Part 4 Setiap pasangan yang terpilih mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas 91 Lembar Kerja Siswa (LKS)Kelompok Eksperimen Dengan Pembelajaran Kooperatif Teknik Think Pair Square (Hari ke-1) Part 1 Question for all: Dalam kehidupan sehari-hari kita sangat akrab dengan organisme yang bernama jamur. Contoh & Divisi Cara hidup Reproduksi Keterangan peranan Zigomycota Ascomycota Basidiomycota 93 DeuteromycotaChytridiomcota Part 2 Berpikirlah sejenak secara mandiri dan gunakan buku referensi yang kalian miliki dalam memperoleh jawaban atas pertanyaan tersebut Part 3 Diskusikan jawabanmu secara berpasangan yang diikuti dengan menuliskan jawaban hasil diskusi pada lembar jawaban yang telah disediakan Part 4 Diskusikan kembali hasil diskusi berpasangan kepada kelompok berempat.

KUNCI JAWABAN 1

  A A 25. C 4.

REKAPITULASI ANALISIS BUTIR SOAL

  Tidak bersekat dan berinti banyak d. Apabila sporangium akan membentuk spora dan dinding sporangium yang telah masak sobek atau pecah, kemudian spora yang berwarnahitam tersebar dan pada tempat yang cocok tumbuh menjadi miselium baru.

4. Perhatikan gambar Rhizopus berikut:

  Hasil pengamatan dari proses peragian ketan yang dimasukkan dalam kantong plastik yang tertutup rapat sebagai berikut:1) Kantong mengembang karena berisi gas2) Ada bau alkohol3) Ketan menjadi lembek atau berair Pernyataan yang dapat diambil dari data tersebut adalah .... Subjek X X ² frek % A A 1 24 576 1 4,54 2 28 784 1 4,54 3 32 1024 2 9,09 4 36 1296 4 18,18 5 40 1600 6 27,27 6 44 1936 3 13,64 7 48 2304 2 9,09 8 52 2704 2 9,09 9 56 3136 1 4,54Jumlah 360 15360 NA=22 Perhitungan Kelas dan Interval Kelas Hasil Pretes kelompok Think Pair ShareRentang skor yaitu diperoleh dari selisih nilai terbesar dengan nilai terkecil R = 56 Banyak Kelas IntervalK = 1 + 3,3 log NKeterangan:K = Banyaknya Kelas IntervalN = Jumlah Siswa Maka,K = 1 + 3,3 log 22= 1 + 3,3 .

22 Median (Me)

  1   2 . N  Fkb Me  I   i   Fi  Keterangan: Me = Median I = Batas bawah kelas median N = Jumlah siswa dalam kelompok Fkb = Frekuensi kumulatif di bawah kelas median Fi = Frekuensi kelas mediani = Panjang kelas interval Maka, 1   2 .

2 S = (7,89)

  Subjek X X ² frek % B B 1 64 4096 2 9,09 2 68 4624 2 9,09 3 72 5184 4 18,18 4 76 5776 5 22,73 5 80 6400 3 13,64 6 84 7056 3 13,64 7 88 7744 2 9,09 8 92 8464 1 4,54Jumlah 624 49344 NA=22 Perhitungan Kelas dan Interval Kelas Hasil Pretes kelompok Think Pair ShareRentang skor yaitu diperoleh dari selisih nilai terbesar dengan nilai terkecil R = 92 Banyak Kelas IntervalK = 1 + 3,3 log NKeterangan:K = Banyaknya Kelas IntervalN = Jumlah Siswa Maka,K = 1 + 3,3 log 22= 1 + 3,3 . N  Fkb Me  I   i   Fi  Keterangan: Me = Median I = Batas bawah kelas median N = Jumlah siswa dalam kelompok Fkb = Frekuensi kumulatif di bawah kelas median Fi = Frekuensi kelas mediani = Panjang kelas interval Maka, 1  2 .

2 S = (7,54)

  = 56,85 139Lampiran 20 Data Hasil Tes Kemampuan Awal (Pretes), Perhitungan Banyak danThink Pair Square Panjang Kelas Interval Kelompok Data Tes Kemampuan Awal (Pretes) Kelompok Think Pair SquareNo.  Me  I   i   Fi  Keterangan: Me = Median I = Batas bawah kelas median N = Jumlah siswa dalam kelompok Fkb = Frekuensi kumulatif di bawah kelas median Fi = Frekuensi kelas mediani = Panjang kelas interval 1   2 .

2 S = (9,00) = 81

  Subjek Y Y ² frek % B B 1 60 3600 2 8,33 2 68 4624 5 20,83 3 72 5184 5 20,83 4 76 5776 6 25,00 5 80 6400 3 12,50 6 84 7056 1 4,17 7 88 7744 2 8,33Jumlah 528 40384 NA=24 Perhitungan Kelas dan Interval Kelas Hasil Pretes kelompok Think Pair SquareRentang skor yaitu diperoleh dari selisih nilai terbesar dengan nilai terkecil R = 88 Banyak Kelas IntervalK = 1 + 3,3 log NKeterangan:K = Banyaknya Kelas IntervalN = Jumlah Siswa Maka,K = 1 + 3,3 log 24= 1 + 3,3 .  Me  I   i   Fi  Keterangan: Me = Median I = Batas bawah kelas median N = Jumlah siswa dalam kelompok Fkb = Frekuensi kumulatif di bawah kelas median Fi = Frekuensi kelas mediani = Panjang kelas interval Maka, 1   2 .

2 S = (6,48)

  = 41,99 145Lampiran 24 Perhitungan Uji Normalitas Data Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang diteliti berdistribusi normal atau tidak, uji normalitas yang digunakan adalah uji liliefors. Data diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar (kolom X) b.

1. Uji Normalitas Kelompok Think Pair Share a

Hasil Tes Kemampuan Awal (Pretes) Siswa Kelompok Think Pair Share Kerja Uji Normalitas Data Hasil Pretes Kelompok Think Pair Sharex i No X F FX x² Fx² F Z İ Z F(Z ) S(Z )A kum t i i X̄)(X- S(Z )i 1 24 1 24 -16,36 267,65 267,65 1 -2,12 0,4830 0,0170 0,0454 0,0284 2 28 1 28 -12,36 152,77 152,77 2 -1,60 0,4452 0,0548 0,0909 0,0361 3 32 2 64 -8,36 69,89 139,78 4 -1,08 0,3599 0,1401 0,1818 0,0417 4 36 4 144 -4,36 19,01 76,04 8 -0,56 0,2123 0,2877 0,3636 0,0759 5 40 6 240 -0,36 0,13 0,78 14 -0,05 0,0199 0,4801 0,6364 0,1563 6 44 3 132 3,64 13,25 39,75 17 0,47 0,1808 0,6808 0,7727 0,0919 7 48 2 96 7,64 58,37 116,74 19 0,99 0,3389 0,8389 0,8636 0,0247 8 52 2 104 11,64 135,49 270,98 21 1,51 0,4345 0,9345 0,9545 0,0200 9 56 1 56 15,64 244,61 244,61 22 2,03 0,4788 0,9788 1,000 0,0212 888 1309,1 146 Dengan 4 76 5 380 -0,91 0,83 4,15 13 0,12 0,0478 0,4522 0,5909 0,1387 5 80 3 240 3,09 9,55 28,65 16 0,41 0,1591 0,6591 0,7273 0,0682 6 84 3 252 7,09 50,27 150,81 19 0,94 0,3264 0,8264 0,8636 0,0372 7 88 2 176 11,09 122,99 245,98 21 1,47 0,4292 0,9292 0,9545 0,0253 8 92 1 92 15,09 227,71 227,71 22 2,01 0,4778 0,9778 1,000 0,0222 1692 1245,9 N FX 3   dan, N FxSD2  = 221692 22 1245 9 , = 76,91 = 7,52S 2 = (7,52) 2 72 4 288 -4,91 24,12 96,48 8 0,65 0,2472 0,2528 0,3636 0,1108 68 2 136 -8,91 79,39 158,78 4 1,18 0,3810 0,119 0,1818 0,0628 Dengan = 59,44L hitung yang terbesar = 0,1563L N FX   dan,N Fx SD2  = 22888 22 1309 1 , = 40,36 = 7,71S 2 = (7,71) 2 tabel 2 = 0,190 (diperoleh dari harga kritis uji liliefors untuk N=22, namun karena N=22 tidak terdapat dalam tabel maka digunakan N yang terdekatyaitu N=20 dan taraf signifikan α = 0,05)Dengan demikian L hitung < L tabel , maka sampel berasal dari kelompok yang berdistribusi normalb. Hasil Tes Kemampuan Akhir (Postes) Siswa Kelompok Think Pair ShareKerja Uji Normalitas Data Hasil Postes Kelompok Think Pair ShareNo X A F FX x x² Fx² Fkum ZİZt F(Z i ) S(Z i ) F(Zi )- (X- X̄) S(Z i ) 1 64 2 128 -12,91 166,67 333,34 2 -1,72 0,4573 0,0427 0,0909 0,0482 = 56,55 147 L hitung yang terbesar = 0,1387L = 0,190 (diperoleh dari harga kritis uji liliefors untuk N=22, namun tabel karena N=22 tidak terdapat dalam tabel maka digunakan N yang terdekat yaitu N=20 dan taraf signifikan α = 0,05)Dengan demikian L hitung < L tabel , maka sampel berasal dari kelompok yang berdistribusi normal

2. Uji Normalitas Kelompok Think Pair Square a

Hasil Tes Kemampuan Awal (Pretes) Siswa Kelompok Think Pair Square Kerja Uji Normalitas Data Hasil Pretes KelompokThink Pair Square x i No X F FX x² Fx² F Zİ Z F(Z ) S(Z )A kum t i i (X- X̄)S(Z )i 1 20 1 20 -19,83 393,23 393,23 1 -2,23 0,4871 0,0129 0,0417 0,0288 2 24 1 24 -15,83 250,59 250,59 2 -1,78 0,4625 0,0375 0,0833 0,4580 3 28 2 56 -11,83 139,95 279,90 4 -1,33 0,4082 0,0918 0,1667 0,0749 4 32 2 64 -7,83 61,31 122,62 6 -0,88 0,3106 0,1894 0,2500 0,0606 5 36 3 108 -3,83 14,67 44,01 9 -0,43 0,1664 0,3336 0,3750 0,0414 6 40 3 120 0,17 0,03 0,09 12 0,02 0,0080 0,5080 0,5000 0,0080 7 44 7 308 4,17 17,39 121,73 19 0,47 0,1808 0,6808 0,7917 0,1109 8 48 2 96 8,17 66,75 133,50 21 0,92 0,3212 0,8212 0,8750 0,0539 9 52 2 104 12,17 148,11 296,22 23 1,37 0,4147 0,9147 0,9583 0,0436 10 56 1 56 16,17 261,47 261,47 24 1,82 0,4656 0,9656 1,000 0,0344 956 1903,362 FXFx  Dengan   dan, SD N N 956 1903 , 36 = 24 24= 39,83 = 8,90 2

2 S = (8,90)

= 79,21L hitung yang terbesar = 0,1109L tabel = 0,173 (diperoleh dari harga kritis uji liliefors untuk N=24, namun karena N=24 tidak terdapat dalam tabel maka digunakan N yang terdekatyaitu N=25 dan taraf signifikan α = 0,05)Dengan demikian L hitung < L tabel , maka sampel berasal dari kelompok yang berdistribusi normal 148 b. Hasil Tes Kemampuan Akhir (Postes) Siswa Kelompok Think Pair Square Kerja Uji Normalitas Data Hasil Postes Kelompok Think Pair Squarex i No X F FX x² Fx² F Zİ Z F(Z ) S(Z )A kum t i i (X- X̄)S(Z )i 1 60 2 120 -14 196 392 2 -1,97 0,4758 0,0242 0,0833 0,0591 2 68 5 340 -6 36 180 7 -0,84 0,2996 0,2004 0,2917 0,0913 3 72 5 360 -2 4 20 12 -0,28 0,1103 0,3897 0,5000 0,1103 4 76 6 456 2 4 24 18 0,28 0,1103 0,6103 0,7500 0,1397 5 80 3 240 6 36 108 21 0,84 0,2996 0,7996 0,8750 0,0754 6 84 1 84 10 100 100 22 1,40 0,4192 0,9192 0,9167 0,0025 7 88 2 176 14 196 392 24 1,97 0,4758 0,9758 1,000 0,0242 1776 12162 FXFx    Dengan dan,  SD N N 1776 1216=  24 24= 74 = 7,12 2

2 S = (7,1)

  = 50,69L yang terbesar = 0,1397 hitung L tabel = 0,173 (diperoleh dari harga kritis uji liliefors untuk N=24, namun karena N=24 tidak terdapat dalam tabel maka digunakan N yang terdekatyaitu N=25 dan taraf signifikan α = 0,05)Dengan demikian L hitung < L tabel , maka sampel berasal dari kelompok yang berdistribusi normal 149Lampiran 25 Perhitungan Uji Homogenitas Data Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan antar dua keadaan atau populasi. Rumusan Hipotesis Statistik H o : µA = µBH : µA > µB a Keterangan:Ho : Hipotesis nihilHa : Hipotesis alternativeµA : Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-ShareµB : Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif teknik Think-Pair-Square.

1 N = Jumlah sampel pada kelas Think Pair Square

                    Setelah diperoleh nilai-nilai tersebut masukkan ke dalam rumus:    28944  905 46 ,30288 29382 54 , 2 22 927 33 ,905 46 , 17 ,  30288  2 927 33 , 28944 28016 67 , 24 820   2   2 2 2 2  N dXdX x 34 54 ,36  t   1   2 1 2 1 2  N dXdX x 24672400 22646416 d. Langkah perhitungan t o , maka:Untuk memperoleh harga t 2 ,M 2 1 , ∑X 1 , maka terlebih dahulu mencari nilai M o 2 – 2) dan taraf signifikansi α 0,05.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh model cooperative learning teknik think-pair-share terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep sistem peredaran darah : kuasi eksperimen di smp pgri 2 ciputat
0
11
202
Upaya meningkatkan hasil belajar IPS melalui pendekatan pembelajaran kooperatif model think, pair and share siswa kelas IV MI Jam’iyatul Muta’allimin Teluknaga- Tangerang
1
8
113
Perbandingan hasil belajar biologi dengan menggunakan metode pembelajaran cooperative learning tipe group investigation (GI) dan think pair share (TPS)
1
5
152
Peningkatan hasil belajar PKn melalui pendekatan Think-Pair-Share
0
9
153
Penerapan model pembelajaran cooperative teknik think pair square (Tps) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih kelas VIII H di Mts pembangunan uin Jakarta
0
14
161
Perbedaan hasil belajar biologi siswa menggunakan model Rotating Trio Exchange (RTE) dengan Think Pair Share (TPS) pada konsep virus
1
7
181
Peningkatan Hasil Belajar Ips Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Thinks Pair Share Pada Siswa Kelas V Mi Manba’ul Falah Kabupaten Bogor
0
8
129
PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SQUARE DAN THINK PAIR SHARE Perbedaan Hasil Belajar Biologi Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Square Dan Think Pair Share Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukodono Sragen Tahu
0
1
15
PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SQUARE DAN THINK PAIR SHARE Perbedaan Hasil Belajar Biologi Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Square Dan Think Pair Share Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukodono Sragen Tahu
0
1
11
PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPA-BIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK PAIR Perbedaan Hasil Belajar IPA-Biologi Dengan Menggunakan Model Pembelajaran TPS (Think Pair Share) Dan Model Pembelajaran Jigsaw Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kartasu
0
2
14
PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPA-BIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK PAIR Perbedaan Hasil Belajar IPA-Biologi Dengan Menggunakan Model Pembelajaran TPS (Think Pair Share) Dan Model Pembelajaran Jigsaw Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kartasu
0
2
14
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS ANTARA SISWA YANG DIBERI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SQUARE DENGAN THINK-PAIR-SHARE.
0
2
24
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE DENGAN MEDIA CHARTA UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMP MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA.
0
1
17
PENGARUHPENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK THINK PAIR SHARE (TPS)TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI.
0
1
39
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE
0
0
16
Show more