Prevalensi insomnia pada mahasiswa FKIK UIN angkatan 2011 pada tahun 2012

Gratis

1
15
56
2 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Laporan penelitian ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di UIN SyarifHidayatullah Jakarta.

2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan karya asli saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerimasanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

KATA PENGANTAR

  Pd, dan keluarga besar saya serta sahabat saya PSPD 2009 yang telah memberi kasih sayang, dan dorongan baik moril maupun materil yang tidak bisa sayasebutkan satu persatu. Prevalensi insomnia pada mahasiswa FKIK UIN angkatan 2011 pada tahun 2012Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi insomnia pada mahasiswaFKIK UIN angkatan 2011 pada tahun 2012.

BAB I PENDAHULUAN

  1.1 Latar Belakang MasalahTidur merupakan suatu fenomena umum dimana terjadi keadaan kehilangan kesadaran yang bersifat sementara dan merupakan suatu keadaan fisiologik aktif yang ditandai dengan adanyafluktuasi yang dinamik pada parameter susunan saraf pusat, hemodinamik, ventilasi dan metabolik. (1996) diHawai meneliti insomnia berdasarkan usia dan jenis kelamin dimana prevalensi tertinggi pada usia 20-35 tahun dengan persentase 26.7% (pria) dan 44.1% (wanita), McKinlay et al., (2002)di Swedia dimana prevalensi insomnia pada pria (25.4%), wanita (36%) dengan kisaran usia20-45 tahun.

I. 2 Perumusan Masalah

  Dari uraian diatas dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :Berapa prevalensi insomnia pada mahasiswa FKIK UIN ? Faktor-faktor risiko apa sajakah yang melatar belakangi munculnya insomnia di kalangan 2.mahasiswa FKIK UIN ?

1.3 Tujuan Penelitian

  Penelitian bertujuan untuk : 1. Mengetahui prevalensi insomnia di FKIK UIN Jakarta 2.

1.4 Manfaat Penelitian

  Sebagai bahan masukan bagi tenaga kesehatan agar memiliki pemahaman mengenai penyakit insomnia di kalangan mahasiswa kedokteran,sehingga dapat memberikan edukasiyang baik. Untuk melengkapi sumber data bagi institusi perguruan tinggi yang merupakan lembaga yang menyelenggarakan pendidikan penelitian dan pengabdian masyarakat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tidur

2.1.1 Fisiologi Tidur

  Setiap malam, seseorang mengalami dua tipetidur yang saling bergantian, tidur dengan pergerakan mata tidak cepat (Non- Rapid Eye Movement, NREM) dan tidur dengan pergerakan mata yang cepat (Rapid Eye Movement,1,2,3-5 REM). Tidur NREM disebut tidur ortodoks karena terjadi penurunan aktivitas sel-sel otak pada gambaran EEG, sedangakan tidur REM disebut tidur disebut juga tidur paradoks karenagambaran EEG pada stadium ini sama dengan keadaan jaga.

5 Dalam semalam terjadi 4 hingga 6 siklus tidur

  Sistem limbik sebagai pusat emosi juga berhubungan dengan keadaan terjaga dan bangun, mungkin berhubungan dengan ansietas dan 2 depresi yang dapat mengganggu tidur. Insomnia psikofisiologis merpakan salah satu penyebab insomnia kronis yang sering,misalnya mula-mula pasien mengalami stres akut yang mengakibatkan insomnia yang cenderung bersifat sementara pada kebanyakan orang.

2.4.5 Insomnia Berasosiasi Dengan Penyakit Medis Keluhan gangguan tidur atau sulit tidur sangat umum dijumpai pada penderita kelainan medik

  Pasien dengan 8 nyeri kronis dapat mengalami sulit jatuh tidur dan kesulitan mempertahankan tidur. Kesulitan ini dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, diantaranya gangguan pada mekanisme tidur, imunitas, akibat dari nyeri kronis, mual,muntah, gangguan mental seperti ansietas atau depresi atau efek samping pengobatan(penyinaran, kemoterapi, steroid).pendek nafas atau sesak nafas di malam hari sering 8 mengganggu tidur.

2.5 Faktor Risiko Insomnia

2.5.1 Jenis kelamin

2.5.2 Merokok dan alkoholisme

  Nikotindigolongkan dalam bentuk zat stimulan yang dapat menstimulus otak, karena stimulan merupakan zat yang memberi efek menyegarkan, sehingga perokok dapat merasa tenang dan Alkohol terutama dalam bentuk etanol telah mengambil tempat penting dalam sejarah umat manusia paling sedikit selama 8000 tahun. Akantetapi, alkohol juga dikenal sebagai obat yang paling banyak disalahgunakan di dunia, suatu alasan yang tepat atas kerugian besar yang mesti ditanggung masyarakat dan dunia medis(Masters, 2002).

2.5.3 Depresi dan ansietas

  Menurut Kaplan, depresi merupakan salah satu gangguan mood yang ditandai oleh hilangnya 1 ekspresi dari isi emosional saat itu Neurotransmiter yang terkait dengan patologi depresi adalah serotonin dan epineprin. Neuron-neuron ini mengirimkan serabut-serabutnya menuju ke atas menuju sebagianbesar system limbik otak,thalamus,dan korteks serebri.selain itu,neuron penghasil serotonin yang terletak di pertengahan nukleus raphe pada bagian bawah pons dan medulla ,mengirimkan 4 serabut-serabut ke sejumlah besar area system limbik dan beberapa area lain di otak.

2.5.4 Konsumsi kopi

  Mobilisasi kalsium intrasellular dan inhibisi phosphodiesterase khusus hanya berlaku pada konsentrasi kafein yang sangat tinggi dan tidak fisiologis. Walaupun mekanisme utama kafein adalah antagonisme reseptor adenosine, hal ini akan menjurus ke efeksekunder dari berbagai jenis neurotransmitter seperti norepinefrin, dopamine, asetilkolin, 13 glutamate dan GABA sehingga akan mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh yang berbeda.

2.6 Kerangka Teori

Jenis kelamin Konsumsi kopi Roko dan alkohol Dpresi dan ansietasWanita Efek stimulant nikotin serotonin Adenosindan efek depresi ssp Sintesis serotonin InsomniaGambar 2 : Kerangka Teori

2.7 Kerangka Konsep

Gambar 3: Kerangka KonsepFaktor risiko Usia Jenis kelamindepresi ansietas Konsumsi kopialkoholisme merokok Insomnia

2.8 DEFINISI OPERASIONAL

  Wanita 2 Merokok Responden yang Peneliti Kuesioner Kuesioner Nominal 1. Tidak tidakkonsumsi alkohol 4 Kopi Responden yang Peneliti Kuesioner Kuesioner Nominal 1 Konsumsi kopimengkonsumsi 2 Tidak kopi atau tidakkonsumsi kopi 5 Depresi Responden yang Peneliti Kuesioner Kuesioner Nominal 1.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah mahasiswa atau mahasiswa FKIK UINSyarif Hidayatullah angkatan 2011 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan system pencuplikan konsekutif dimana setiap mahasiwaatau mahasiswi yang memenuhi kriteria penelitian dimasukan dalam penelitian,sehingga jumlah sampel yang dipelukan terpenuhi.

2 Sampel : n= (Zα

  2 d n : Jumlah sampelZ α : Di tentukan oleh kepercayaan terhadap alfa = 0,05; Z α = 1,96P : Proporsi outcome of interest = 10% = 0,1 q : 1 2 n = (1, 96) .0, 1 . 0, 9 = 138 2 (0, 05)Berdasarkan rumus besar sampel di atas, maka jumlah sampel minimum yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 138 + 10% = 160 responden.

2 Zα + Zβ +

N1=N2= P1 Ket:N : Besar Sample : Deviat Baku AlfaZα : Deviat baku BetaZβ P2 : Proporsi insomnia berdasarkan kepustakaan. Q2 : 1-P2P1 : Proporsi pada kelompok yang nilainya merupakan judgement penelitiQ1 : 1-P1P : Proporsi totalQ : 1-PKesalahan tipe 1 ditetapkan sebes ar 5%, sehingga Zα = 1,64Kesalahan tipe 2 ditetapkan sebesar 20%, sehingga Zβ = 0.84P2 = 0.1 (berdasarkan kepustakaan)Q2 = 1 2 1.64 � � + 0.84 � + �

0.2 N1=N2=

= 48 Pada penelitian ini, pengambilan sampel secara acak sederhana (stratified random 17 sampling)

3.4 Kriteria Penelitian

  3.3.1 Kriteria Inklusi : kriteria inklusi adalah individu mahasiswa atau mahasiswi FKIK angkatan 2011 yang masih aktif, dan bersedia untukikut dalam penelitian yang sebelumnya telah menandatangani informed concent. 3.4.2 Kriteria Ekslusi : Kriteria ekslusi adalah mahasiswa FKIK UIN angkatan 2011 yang sedang dalam masa cuti dan tidak bersedia ikut serta dalam penelitian ini.

3.5 Identifikasi variabel

  : Insomnia 1. Variabel Terikat :Jenis kelamin, Merokok, Konsumsi alkohol, Konsumsi kopi,Depresi, Ansietas.

3.6 Instrumen Penelitian

Penelitian ini menggunakan formulir pernyataan kejadian menjadi responden (informed concent) dan kuesioner wawancara terstruktur mengenai prevalensi insomnia dikalangan mahasiswa ataumahasiswi beserta factor risiko yang melatarelakangi terjadinya insomnia. Alat ukur yang digunakan adalah Insomnia Severity Index (ISI), The Centre for Epidemiologic Studies Depression Scale (CES-D), Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRSA)

3.7 ALUR PENELITIAN

3.8 Metode Pengolahan Data

Tidak Insomniainsomnia Analisis data Setelah pengumpulan data segera diperiksa hasil data yang terkumpul untuk melihat kelengkapan isian kuesioner. Apabila data yang kurang lengkap segera dilengkapi, kemudian diolah dengantahapan sebagai berikut yaitu :

a. Pengkodean (Coding)

  Mengklasifikasikan jawaban responden dan melakukan pengkodean dan dipindah kelembar koding. Pengkodean untuk setiap variabel Meneliti setiap kuosioner tentang kelengkapan, kejelasan, dan kesesuaian antara satu dengan yang lain.

c. Tabulasi (Tabulating)

  Kerahasiaan informasirepondendijamin oleh peneliti dan hanya kelompok data tertentusaja yang akan dilaporkan sebagai hasil penelitianApabila responden bersedia maka responden diminta untukmenandatangani surat perjanjian yang telah dibaca dan dipahami. Kerahasiaan informasi resoonden dijamin oleh peneliti, dan hanya kelompok data tertentu saja yang akan dilaporkan sebagai hasil penelitian.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari

The Centre for Epidemiologic Studies Depression Scale (CES-D), Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRSA) Data yang diperoleh antara lain jenis kelamin, usia,riwayat merokok,riwayat konsumsi kopi,riwayat konsumsi alkohol indeks severitas insomnia, skala depresi,dan skala kecemasanresponden ,yang selanjutnya diolah dan disajikan sebagai berikut :

4.1. Distribusi Responden Berdasarkan Usia

  Hubungan antara Merokok dengan Insomnia Distribusi responden menurut riwayat merokok dengan insomnia dapat dilihat pada tabel 4.4 Tabel 4.4 Hubungan antara riwayat merokok dengan insomnia Insomia Tidak Insomnia Insomnia PMerokok N (%) N (%) Ya 2 (2,1) 4 (4,2) 0,339Tidak 46 (47,9) 44 (45,8) Ket: * Analisis FisherBerdasarkan tabel 4.4 diketahui bahwa terdapat 2 orang merokok (2,1%) yang tidak mengalami insomnia, dan 4 orang merokok ( 4,2%) yang mengalami insomnia. Pada penelitian kali ini p>0,05 sehingga bisa disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara merokok dengan insomnia.berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh punjabi dankawan-kawan di tahun 2006 (dalam Sanchi, 2009) yang meneliti efek nikotin pada pola tidur seseorang.

4.4 Hubungan antara konsumsi alkohol dengan Insomnia

  Alkohol didistribusikan ke jaringan tubuh dan dimetabolisasi menjadi asetaldehida, asam asetat, dan akhirnya karbon dioksida. Metabolismetersebut terjadi di hati, ginjal, paru-paru dan otot.

4.5 Hubungan antara Konsumsi Kopi dengan Insomnia

  Distribusi responden menurutriwayat konsumsi kopi dengan insomnia dapat dilihat pada tabel 4.6 Tabel 4.6 Hubungan antara konsumsi kopi dengan insomnia Insomia Tidak Insomnia Insomnia pKonsumsi kopi N (%) N (%) Ya 37 (38,5) 29 (30,2) 0,078Tidak 11 (11,5) 19 (19,8) Ket: * Analisis Chi SquareBerdasarkan tabel 4.6 diketahui bahwa 37 orang mengkonsumsi kopi (38,5%) yang tidak mengalami insomnia, dan 29 orang mengkonsumsi kopi ( 30,2%) yang mengalami insomnia. Sedangkan diketahui 11 orang tidak mengkonsumsi kopi (11,5%) yang tidak mengalami insomnia, dan 19 orang tidak mengkonsumsi kopi (19,8%) yang mengalami insomnia.

4.6 Hubungan antara Depresi dengan Insomnia

  Sedangkan diketahui 32 orang tidak mengalami depresi (33,3%) yang tidak mengalami insomnia, dan 42 orang tidak mengalami depresi (43,8%) yang mengalami insomnia. Neuron-neuron ini mengirimkan serabut-serabutnya menuju ke atas menuju sebagian besar sistem limbik otak,thalamus,dan korteks serebri.selain itu,neuron penghasil serotonin yang terletak di pertengahan nukleus raph padabagian bawah pons dan medula ,mengirimkan serabut-serabut ke sejumlah besar area sistem 4 limbik dan beberapa area lain di otak.

4.7 Hubungan antara Ansietas dengan Insomnia

  Distribusi responden menurut riwayat ansietas dengan insomnia dapat dilihat pada tabel 4.8 Tabel 4.8 Hubungan antara ansietas dengan insomnia InsomiaOdd Ratio Ansietas Tidak Insomnia Insomnia PN (%) N (%) Ya 28 (29,2) 6 (6,3) 0,000* 9,8 3,499-27,451 Tidak 20 (20,8)42 (43,8) Ket: * Analisis Chi SquareBerdasarkan tabel 4.8 diketahui bahwa 28 orang yang mengalami ansietas (29,2%) tidak mengalami insomnia, dan 6 orang yang mengalami ansietas ( 6,3%) mengalami insomnia. Sedangkan diketahui 20 orang yang tidak mengalami ansietas (20,8%) yang tidak mengalami insomnia, dan 42 orang tidak mengalami ansietas (43,8,%) mengalami insomnia.

4.8 Keterbatasan penelitian

  kerangka konsep yang digunakan dalam penelitian ini hanya menghubungkan variabel- variabel yang diduga berpengaruh dengan variabel dependen, sehingga masih ada variabel-variabel lain yang ada di dalam kerangka teori yang belum masuk dalam kerangka konsep yang diduga berpengaruh dengan variabel depende BAB V . KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Prevalensi Insomnia pada mahasiswa FKIK UIN angkatan 2011 pada tahun 2012 adalah 49,4% Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian insomnia adalah jenis kelamin,konsumsi kopi,depresi,dan ansietas Faktor risiko yang tidak mempengaruhi kejadian insomnia adalah merokok,dan konsumsi alkohol 5.2 Saran 1.

DAFTAR PUSTAKA 1

  Disorder Sleep in the Elderly dalam Principles of Geriatric Medicine and Gerontology. Prevalence and treatment of insomnia in general practice.

1. Saya telah mendapat penjelasan segala sesuatu mengenai penelitian: PREVALENSI

  Setelah saya memahami penjelasan tersebut, dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun bersedia ikut serta dalam penelitian dengan kondisi :a). Data yang diperoleh dari penelitian ini akan dijaga kerahasiaannya dan hanya dipergunakan untuk kepentingan ilmiahb).

INDEKS SEVERITAS INSOMNIA

  4 3 Sangat tidak puas Lampiran 2 Berilah jawaban pada setiap pertanyaan ini dengan melingkari angka yang paling menggambarkan pola tidur anda pada minggu terakhir. Saya mempunyai kesulitan untuk berkonsentrasi dengan apa yang sedang saya kerjakan 3 2 1 4.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Prevalensi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015
17
105
67
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PEREMPUAN PEROKOK DALAM FILM BUTTERFLY (Studi pada mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malangsemester V angkatan tahun 2007)
0
7
2
Hubungan riwayat Miopia pada keluarga dengan kejadian Miopia pada mahasiswa PSPD UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2011
0
7
47
Prevalensi Migrain Pada Mahasiswa FKIK UIN Angkatan 2011 dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya Tahun 2012
2
25
60
Prevalensi insomnia pada mahasiswa FKIK UIN angkatan 2011 pada tahun 2012
1
15
56
Prevalensi Otomikosis pada Mahasiswi PSPD FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Faktor yang Mempengaruhi
1
25
58
Pengaruh tingkat intensitas belajar terhadap terjadinya stres pada mahasiswa PSPD 2011 FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
0
5
58
Perbedaan tingkat kecemasan antara mahasiswa kedokteran laki-laki dan perempuan angkatan 2011 FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam menghadapi ujian OSCE
2
11
63
Gambaran kadar Malodialdehid (MDA) dalam urin perokok dan bukan perokok pada mahasiswa FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Tahun 2013
3
22
48
Prevalensi Migrain Pada Mahasiswa FKIK UIN Angkatan 2011 dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya Tahun 2012
0
32
0
Pengaruh pemahaman fiqh muamalat mahasiswa terhadap keputusan membeli produk fashion palsu (study pada mahasiswa angkatan 2011 & 2012 prodi muamalat fakultas syariah dan hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
0
22
0
Pengaruh pemahaman fiqh muamalat mahasiswa terhadap keputusan membeli produk fashion palsu : study pada mahasiswa angkatan 2011 & 2012 prodi muamalat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
0
7
103
PERILAKU HIDUP SEHAT (Studi pada mahasiswa FISIP Universitas Lampung angkatan 2011)
4
17
71
Prevalensi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015
0
0
20
Prevalensi rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun ajaran 2014/2015
0
0
9
Show more