Gambaran Glasgow Coma Scale Pada Pasien Trauma Kapitis Di RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2009

Gratis

0
34
63
2 years ago
Preview
Full text

GAMBARAN GLASGOW COMA SCALE PADA PASIEN TRAUMA KAPITIS DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN PADA TAHUN 2009 Oleh : KAMAL KHARRAZI ILYAS 070100123

  Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui gambaran Glasgow Coma Scale pada pasien trauma kapitis dengan cara melihat skor GCS yang tercantum pada rekam medis pasien Dari 303 sampel yang dianalisis, didapati gambaran terbanyak skor GCS adalah skor GCS 15 yaitu 120 (39.6%) sampel yang diikuti oleh skor GCS 14 yaitu47 (15.5%) sampel. Gambaran GCS pada pasien trauma kapitis pada penelitian ini rata-rata memiliki skor GCS 15 dan 14, yang di klasifikasikan sebagai trauma kapitis ringan.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010

  Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui gambaran Glasgow Coma Scale pada pasien trauma kapitis dengan cara melihat skor GCS yang tercantum pada rekam medis pasien Dari 303 sampel yang dianalisis, didapati gambaran terbanyak skor GCS adalah skor GCS 15 yaitu 120 (39.6%) sampel yang diikuti oleh skor GCS 14 yaitu47 (15.5%) sampel. Gambaran GCS pada pasien trauma kapitis pada penelitian ini rata-rata memiliki skor GCS 15 dan 14, yang di klasifikasikan sebagai trauma kapitis ringan.

KATA PENGANTAR

  Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui gambaran Glasgow Coma Scale pada pasien trauma kapitis dengan cara melihat skor GCS yang tercantum pada rekam medis pasien Dari 303 sampel yang dianalisis, didapati gambaran terbanyak skor GCS adalah skor GCS 15 yaitu 120 (39.6%) sampel yang diikuti oleh skor GCS 14 yaitu47 (15.5%) sampel. Gambaran GCS pada pasien trauma kapitis pada penelitian ini rata-rata memiliki skor GCS 15 dan 14, yang di klasifikasikan sebagai trauma kapitis ringan.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Berdasarkan nilai Glasgow Coma Scale, cedera kepala dapat dibagi atas : Cedera kepala ringan yang dinyatakan dengan GCS 14-15, cedera kepala sedang yangdinyatakan dengan GCS 9-13, dan cedera kepala berat yang dinyatakan dengan GCS ≤ 8 ( Japardi, 2004 ). Kelemahan dalam penentuan skor GCS terdapat pada waktu penilaian awal yang tidak tepat, komponen GCS yang jarang diperhatikan sehingga menyebabkan Penentuan Glasgow Coma Ccale secara cepat dan tepat sangat membantu dalam menentukan keparahan dari Traumatic Brain Injury dan menentukan tindakan lebihlanjut terhadap pasien.

1.4. Manfaat Penelitian

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk : b. Sebagai sarana informasi tambahan mengenai jenis-jenis trauma kapitis yang sering terjadi.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

  Definisi Trauma Kapitis Trauma kapitis adalah trauma mekanik terhadap kepala baik secara langsung ataupun tidak langsung yang menyebabkan gangguan fungsi neurologi yaitu gangguan fisik,kognitif, fungsi psikososial baik temporer maupun permanen ( PERDOSSI, 2006 dalam Asrini, 2008 ). Selanjutnya CSS keluar dari sistem ventrikel dan masuk ke dalam ruang subaraknoid yang berada di seluruh permukaan otak dan medula spinalis.

2.3. Fisiologi

  Ruang intra kranial adalah suatu ruangan kaku yang terisi penuh sesuai kapasitasnya dengan unsur yang tidak dapat ditekan, yaitu : otak ( 1400 g), cairan serebrospinal (sekitar 75 ml), dan darah (sekitar 75 ml). Peningkatan volume pada salah satu dari ketiga unsur utama ini mengakibatkan desakan ruang yang ditempati oleh unsurlainnya dan menaikkan tekanan intra kranial (Lombardo,2003 ).

2.4. Patofisiologi Trauma Kapitis

2.5. Klasifikasi Trauma Kapitis Berdasarkan ATLS (2004) cedera kepala diklasifikasikan dalam berbagai aspek

  Pada trauma kapitis, dapat timbul suatu lesi yang bisa berupa perdarahan pada permukaan otak yang berbentuk titik-titik besar dan kecil, tanpa kerusakan padaduramater, dan dinamakan lesi kontusio. Penderita yang mampu membuka kedua matanya secara spontan, mematuhi perintah, dan berorientasi mempunyai nilai GCS total sebesar 15,sementara pada penderita yang keseluruhan otot ekstrimitasnya flaksid dan tidak Traumatic Brain Injury yaitu : Tabel 2.1.

2.6. Pemeriksaan Awal pada Trauma Kapitis

  GCS merupakan sistem skoring yang didasari pada tiga pengukuran, yaitu : pembukaan mata, respon motorik, dan respon verbal. Skor dari masing-masing Fungsi utama dari GCS bukan sekedar merupakan interpretasi pada satu kali pengukuran, tetapi skala ini menyediakan penilaian objektif terhadap tingkatkesadaran dan dengan melakukan pengulangan dalam penilaian dapat dinilai apakah terjadi perkembangan ke arah yang lebih baik atau lebih buruk.

2.7. Glasgow Coma Scale sebagai Indikator Dini dalam Cedera Kepala

  Glasgow Coma Scale (GCS) diciptakan oleh Jennet dan Teasdale pada tahun 1974 (Jennet dan Teasdale, 1974 dalam Sastrodiningrat, 2007 ). GCS juga merupakan faktor prediksi yang kuat dalam menentukan prognosa ( Albericodkk, 1987 dalam Sastrodiningrat, 2007).

2.8. Prosedur Imaging dalam Diagnosa Trauma Kapitis

  Suatu CT scan yang normal pada waktu masuk dirawat pada penderita-penderita cedera kepala berat berhubungan dengan mortalitas yang lebihrendah dan penyembuhan fungsional yang lebih baik bila dibandingkan dengan penderita-penderita yang mempunyai CT scan abno rmal. Ditemukan bahwa penderita dengan lesi yang luas pada hemisfer, atau terdapat lesi batang otak pada pemeriksaan MRI, mempunyaiprognosa yang buruk untuk pemulihan kesadaran, walaupun hasil pemeriksaan CT Scan awal normal dan tekanan intrakranial terkontrol baik (Wilberger dkk., 1983 dalam Sastrodiningrat, 2007).

2.9. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prognosis Cedera Kepala

  Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh MRC CRASH Trial Collaborators(2008), Umur yang tua, Glasgow Coma Scale yang rendah, pupil tidak reaktif, dan terdapatnya cedera ekstrakranial mayor merupakan prediksi buruknya prognosis. Adapun ditemukannya angka mortalitas yang lebih rendah padaGCS 3 dibandingkan dengan GCS 4 mungkin disebabkan skor pasien yang di sedasi dianggap sebagai 3.

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASONAL

3.1. Kerangka Konsep

  Pada penelitian ini, kerangka konsep tentang gambaran Glasgow Coma Scale pada trauma kapitis dapat dijabarkan sebagai berikut: Eye opening Glasgow ComaTrauma Motor responseKapitis Scale Verbal response Gambar 3.1. Kerangka konsep gambaran Glasgow Coma Scale pada trauma kapitis.

3.2. Definisi Operasional

  Glasgow Coma Scale Definisi : Glasgow Coma Scale adalah skala yang digunakan untuk pengukuran derajat kesadaran ataupun pada penelitian ini digunakan untuk menilai beratnyacedera kepala. Hasil : Kategori trauma kapitis yaitu trauma kapitis ringan (skor GCS 14-15), trauma kapitis sedang (skor GCS 9-13), dan trauma kapitis berat ( skor GCS 3-8).

BAB 4 METODE PENELITIAN

  Metode Pengumpulan Data Data diperoleh dengan melihat kartu status atau rekam medik pasien trauma kapitis yang di rawat inap pada tahun 2009 yang berasal dari Bagian Ilmu Penyakit SarafFK-USU/ RSUP H. Data yang dicatat ke dalam lembaran pencatatan adalah nomor rekam medis, nama pasien, tanggal lahir atau umur pasien, jenis kelamin pasien, skor GCS, dan kategorikeparahan trauma kapitis yang tercantum pada rekam medis.

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

  Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini berlangsung di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik yang beralamat di Jalan Bunga Lau no. Adam Malik juga sebagai pusat rujukan wilayahPembangunan A yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat dan Riau.

5.1.4. Distribusi Sampel Berdasarkan Umur

  Distribusi Sampel Berdasarkan Kelompok Umur Umur rata-rata sampel yang menderita trauma kapitis pada penelitian ini adalah 27,84(SD 15,44) tahun, dimana umur sampel yang paling tua adalah 90 tahun dan yang paling muda adalah 2 tahun. Gambaran Glasgow Coma Scale Skor GCS Jumlah Persentase 3 7 2.3 4 1 0.3 5 5 1.7 6 8 2.6 7 11 3.6 8 13 4.3 9 8 2.6 10 30 9.9 11 8 2.6 12 22 7.3 13 23 7.6 14 47 15.5 15 120 39.6 Total 303 100Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat gambaran terbanyak skor GCS adalah skorGCS 15 yaitu 120 (39.6%) sampel yang diikuti oleh skor GCS 14 yaitu 47 (15.5%) sampel.

5.2. Pembahasan

  Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Bruns and Hauser (2003) yang menyatakan bahwarasio laki-laki dibandingkan dengan perempuan dalam mengalami trauma kapitis adalah 1.5 : 1 bahkan dapat mencapai 2.8 : 1. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Bruns dan Hauser (2003) yang menyatakan bahwa insidensi trauma kapitis yang palingsering terjadi adalah trauma kapitis ringan.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

  Kelompok umur sampel yang paling sering mengalami trauma kapitis adalah kelompok umur 11-20 tahun yaitu sebanyak 94 (31%) sampel. Diharapkan data pasien yang berada di bagian rekam medis disesuaikan dengan data yang terdapat di komputer agar dapat memperlengkap data.

DAFTAR PUSTAKA

  Peranan Post Traumatic Amnesia (PTA) dan Parameter Laboratorium sebagai Prediktor Terhadap Outcome pada Penderita Trauma Kapitis Akut Ringan – Sedang. The Epidemiology of Traumatic Brain Injury : A Review.

20 Nov 10 ]

  Profil Cedera Akibat Jatuh, Kecelakaan Lalu Lintas dan TerlukaBenda Tajam/Tumpul pada Masyarakat Indonesia. The Use Of Glasgow Coma Scale in Injury Assesment : A Critical Review.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Nama : Kamal Kharrazi IlyasTempat/ Tanggal Lahir : Medan/ 24 Februari 1991Agama : IslamRiwayat Pendidikan : 1. SMP Harapan 2 Medan 3.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (63 Halaman)
Gratis