Akuntansi Aktiva Tetap Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Studi Kasus PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

Gratis

109
437
80
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Alhamdulilah, puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsiini yang berjudul “Akuntansi Aktiva Tetap dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Studi Kasus PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara”. Medan, Februari 2011PenulisDevi SyafitraNIM : 080522153 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kebijakan terhadap aktiva tetap yang diterapan oleh PT PLN (Persero) Wilayah SumateraUtara, seperti cara perolehan aktiva tetap, pengeluaran setelah perolehan aktiva tetap, metode penyusutan aktiva tetap, penarikan aktiva tetap, serta penyajian dan pengaruhnyaterhadap laporan keuangan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ………………………………

  68 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kebijakan terhadap aktiva tetap yang diterapan oleh PT PLN (Persero) Wilayah SumateraUtara, seperti cara perolehan aktiva tetap, pengeluaran setelah perolehan aktiva tetap, metode penyusutan aktiva tetap, penarikan aktiva tetap, serta penyajian dan pengaruhnyaterhadap laporan keuangan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dandata sekunder yang didapat penulis dari hasil wawancara langsung dengan staf dan supervisor bagian akuntansi PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.

BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan dalam kegiatan operasionalnya memerlukan faktor-faktor

  Uniknya pencatatan Akuntansi Indonesia menganut sistem akuntansi konvesional Semua aktiva tetap yang dipergunakan dalam perusahaan baik yang masih baru maupun yang lama memerlukan biaya perawatan dan pemeliharaan agar kegunaan aktivatetap tersebut sesuai dengan yang direncanakan perusahaan. Mengingat pentingnya peranan aktiva tetap dalam mencapai tujuan perusahaan dan nilainya yang cukup materil maka sangat dibutuhkan suatu kebijakan terhadap aktiva tetapyang meliputi penetapan harga perolehan, metode penyusutan, pengelompokan biaya, pelepasan aktiva tetap serta bagaimana aktiva tetap tersebut berpengaruh dalam laporankeuangan perusahaan tersebut sehingga penyajiannya di neraca telah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

II. Perumusan Masalah

  Bagaimana akuntansi aktiva tetap dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara? Apakah penerapan kebijakan akuntansi aktiva tetap PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara sudah diterapkan dengan baik?

3. Apakah penyajian laporan keuangan di PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku?

III. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah akuntansi aktiva tetap dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan pada PT PLN (Persero) Wilayah SumateraUtara telah diterapkan dengan baik dan benar sesuai dengan SAK. Bagi peneliti: memperoleh dan memberikan tambahan pengetahuan tentang penerapan aktiva tetap dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan.

IV. Kerangka Konseptual

Untuk meneyelesaikan masalah yang tertuang dalam skripsi ini, penulis akan menguraikan alur berfikir penulis dalam permasalahan sebagai berikut :

PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA

  Perolehan Aktiva TetapPengeluaran terhadap Aktiva Tetap Penyusutan Aktiva TetapPenarikan Aktiva Tetap Pengaruh Aktiva Tetap dalam LaporanKeuangan sesuai SAK Gambar 1.1 Kerangka Konseptual akuntansi aktiva tetap yaitu pemilihan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi, peraturan dan prosedur yang diterapkan oleh perusahaan untuk menentukan : a. Penyajian Aktiva Tetap dalam Laporan KeuanganSehingga kebijakan ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yaitu PSAK No.16.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian dan Penggolongan Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan aktiva operasional yang digunakan oleh perusahaan dalam

  Menurut PSAK No.16 (2004:5) aktiva tetap adalah : “Aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakandalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan, dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun”. Untuk mengetahuipengertian yang jelas mengenai aktiva tetap, maka ada beberapa defenisi aktiva tetap yang dikemukakan oleh beberapa ahli dibidang akuntansi maupun lembaga profesi akuntansiseperti yang diuraikan di bawah ini : Menurut Mulyadi (2002:179) aktiva tetap adalah “kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun, dan diperolehperusahaan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali”.

1. Dari sudut pandang substansinya aktiva tetap dapat dibagi :

a. Aktiva Berwujud (Tangible Assets)

Aktiva berwujud adalah aktiva yang dimiliki oleh perusahaan yang berwujud, atau ada secara fisikserta tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai bagian dari operasinormal.Aktiva tetap berwujud dibagi menjadi lima bagian, antara lain : 1) Tanah 2) Bangunan3) Kendaraan 4) Mesin5) Peralatan

6) Inventaris

b. Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Assets)

Aktiva Tidak Berwujud merupakan aktiva jangka panjang yang tidak eksis secara fisik yang bermanfaat bagi perusahaan dan tidak untuk dijual. Aktiva tidakberwujud terdiri dari :1) Paten2) Hak Cipta dan Merek Dagang3) Goodwill

2. Dari sudut pandang disusutkan atau tidak disusutkan :

  Depreciated plant assets yaitu aktiva tetap yang disusutkan seperti bangunan, peralatan, mesin, inventaris fan lain-lainb. Undepreciated plant assets, aktiva yang tidak disusutkan seperti tanah.

B. Akuntansi Perolehan Aktiva Tetap

  Pertukaran Pertukaran adalah perolehan aktiva tetap dengan menyerahkan aktiva tetap yang dimiliki untuk dipertukarkan dengan aktiva tetap yang baru (baru disini bukan berartisenantiasa belum pernah dipakai). Biaya pos semacam ini diukur padanilai wajar yang dilepaskan atau diperoleh, yang mana yang lebih andal, ekuivalen dengan nilai wajar aktiva yang dilepaskan setelah disesuaikan dengan jumlah setiap kas atausetara kas yang ditransfer.

4. Sewa guna usaha / leasing

  Membuat sendiri Untuk memperoleh aktiva tetap perusahaan dapat mengambil suatu kebijakan atas pertimbangan sendiri utnuk membuat aktiva tetap yang akan digunakan dengan beberapaalasan seperti yang diungkapkan oleh Smith & Skousen yaitu (2003 : 447) “Untuk menghemat biaya konstruksi, menggunakan fasilitas yang menganggur, untuk mencapaikualitas konstruksi yang lebih tinggi”. Apabila harga pokok dari aktiva tetap yang dibangun sendiri lebih dari tinggi dari Jika aktiva tetap diperoleh sebagai sumbangan atau pemberian maka tidak ada harga perolehan sebagai basis penilaiannya, atau aktiva tetap dicatat dengan harga pasarnyayang wajar.

D. Pengeluaran terhadap Aktiva Tetap

  Pengeluaran-pengeluaran untukpenambahan aktiva tetap ini merupakan pengeluaran modal untuk penambahan aktiva tetap ini merupakan pengeluaran modal yang merupakan penambahan harga perolehanaktiva tetap dan nilainya akan disusutkan sepanjang umur ekonomisnya. Pengganitan maksudnya adalahnpengeluaran yang dilakukan untuk mengganti aktiva tetap atau suatu bagian dari aktiva tetap dengan unit yang baru yang sama tipenya.

E. Penarikan Aktiva Tetap

  Membuang aktiva tetapDalam hal ini perkiraan aktiva tetap dan akumulasi penyusutan harus dihapuskan dengan mengkreditkan perkiraan aktiva tetap yang bersangkutan sebesar hargaperolehannya dan mendebet akumulasi penyusutan sampai saat penyingkirannya. Kerusakan akibat bencana alam (Force Majeur)Jurnal : Beban Penyusutan Aktiva Tetap xxxAkumulasi Penyusutan Aktiva Tetap xxx (untuk mencatat beban penyusutan aktiva tetap yang hilang/rusak sampai tanggal kehilangan/kerusakan aktiva tetap)Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap xxxRugi Kehilangan Aktiva Tetap xxx Aktiva Tetapxxx (untuk mencatat penghapusan aktiva tetap yang hilang/rusak) 5.

F. Pengertian Laporan Keuangan

  Jadi untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan sertahasil-hasil yang telah dicapai hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan tersebut perlu adanya laporan keuangan perusahaan. Jadi laporan keuangan inilah yang menjadi bahan informasi bagi pihak bank sebagai salah satu bahan dalam proses pengambilan keputusan kredit, disamping adanyadata yang bersifat non keuangan sebagai informasi yang dibutuhkan bank selaku debitur.

G. Penyajian dan Pengaruh Aktiva Tetap dalam Laporan Keuangan

  Aktiva tetap perusahaan disajikan dalam laporan keuangan pada komponen neraca dan berada pada sisi debit neraca. “ Di neraca yang hanya mencantumkan nilai buku saja atau nilai cost aktiva tetap masing-masing dan kemudian dikurangi akumulasi Penyusutan secara global 2.

H. Tinjauan Penelitian Terdahulu

  Kebijakan perusahaan untuk masalah penghentian aktiva tetap termasuk carapenghentian, pengalokasian biaya yang terjadi pada saat penghentian, dan lain-lain sudah cukup baik. Pada dasarnya, proses pengakuan awal yang dilakukan oleh perusahaan terhadapbus-busnya sudah memadai, namun proses pencatatan dan perlakuanakuntansi selama penggunaan aktiva tetap yang belum sempurnamenimbulkan kesulitan dalam hal pengukuran nilai aktiva tetap dalamlaporan keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang berbentuk deskriptif, yaitu

  Jenis Data Jenis data yang dikumpulkan penulis adalah data sekunder, yang merupakan data yang telah terdokumentasi yang diperoleh dari perusahaan. Teknik kepustakaan, dalam hal ini penulis membaca dan mempelajari dan mengumpulkan data sekunder mengenai teori-teori, konsep dasar akuntansikhususnya yang berhubungan dengan aktiva tetap.

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Data Penelitian

1. Gambaran Umum Perusahaan

a. Sejarah Ringkas Perusahaan

  Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, statusPerusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum ListrikNegara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejaktahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi PerusahaanPerseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.

b. Struktur Organisasi 1) Manager

Mempunyai tugas, wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut: a) Menjaga nama baik PT PLN (Persero) Cabang Lubuk Pakam; b) Memimpin, mengurus dan mengelolah cabang Lubuk Pakam sesuai dengan tugfas pokoknya dengan senantiasa berusaha meningkatkan dayaguna dan hasil guna dari wilayah; c) Mengusulkan dan melaksanakan tecana kerjadan anggaran yang ditetapkan Direksi PLN;d) Melaksanakan kebijakan umum dalam pengurus cabang Lubuk Pakam yang telah digariskan oleh Direksi;e) Menetapkan kebijaksanaan dibudang perencanaan, pembangunan dan

2) Asman ( Asisten Manager) Teknik

  Bertanggung jawab atas tersusunnya strategi, standarisasi dan penerapan system pengelolaan jaringan distribusi dan pembangkit serta penerapanmanajemen lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan serta upaya pencapaian sasaran dan ketersediaan kerangka acuan pelaksanaan kerja, untukmendukung upaya pengasuhan tenaga listrik yang efektif, efesien dengan tingkat mutu dan keandalan yang baik. a) Menyusun dan membina penerapan systempengelolaan jaringan distribusi dan pembangkit;b) Menyusun rencana kegiatan konstruksi dan administrasi pekerjaan serta membina penerapannya;c) Menyusun kebijakan dan membina penerapan manajemen lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan;d) Membuat usulan RKAP yang terkait dengan bidangnya; e) Menyusun dan mengelolammanajeman mutu; f) Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik; g) Menyusunlaporan keuangan manajeman di bidangnya.

3) Asman (Asisten Manager) Pengukuran dan Proteksi

  Bertanggung jawab atas penyediaan tenaga listrik beserta kebutuhan investasinya. Merencankan pengembangan system pembangkit, transmisi,gardu induk, dan distribusi sesuai dengan standar, menciptakan kerangka pelaksanaan kerja sehingga dapat mendukung upaya pengusahaan tenaga listrikyang efektif dan efesien dengan tingkat mutu serta keandalan yang baik dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

4) Asman (Asisten Manager) Niaga dan Pelayanan

  Bertanggung jawab atas upaya pencapaian target pendapatan dari penjualan tenaga listri, pengembangan pemasaran yang berorientasi kepadakebutuhan pelanggan dan transaksi pembelian tenaga listrik yang memberikan nilai tambah bagi Perusahaan, serta ketersediaan standar pelaksanaan kerja dantercapaianya interaksi kerja yang baik antar unit-unit pelaksana. Asman (Asisten Manager) Keuangan Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan anggaran dan keuangn unit sesuai dengan prisnsip-prinsip manajemen keuangan yang baik,pengelolaan pajak dan asuransi yang efektif serta penyajian laporan keuangan dan akuntansi yang akurat dan tepat waktu.

5.1 SPV (Supervisor) Anggaran dan Pendanaan

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan anggaran unit sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen, keuangan yang baik sertamenerapkan tata kelola perusahaan yang baik. a) Menyusun RKAP bersama bidang lain; b) Menyusun cash budget untuk seluruh aktivitas (cash in dan cash out);c) Menetapkan dan melaksanakan pengendalian SKKO dan SKKO; d) Memantau realisasi cash budget (anggaran tunai); e) Mengevaluasi dan mengusulkan penetapan anggaran tunai unit-unit; f) Memantau dan mengendalikan cash in dan cash out; g) Memantau dan mengendalikan anggaran investasi dan operasi dengan material PDP dan pemeliharaan;h) Mengevaluasi perubahan alokasi pos anggaran; i) Mengevaluasi dan mengajukan revisi anggaran;j) mengevaluasi resiko yang timbul dari suatu aktivitas (Risk Management); k) Membuat laporan konsolidasi realisasi cash budget;

5.2 SPV (Supervisor) Pendapatan

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik, pengelolaan pajak danasuransi sesuai ketentuan yang berlaku serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik;a) Melaksanakan pengelolaan administrasi transfer pendapat; b) Mengajukan permintaan droping anggaran tunai ke PLN Pusat; c) Membuat perencanaan aliran kas pembiayaan AO/AI; d) Melaksanakan droping kas pembiayaan ke unit (Imprest); e) Melaksanakan pengendalian kas pembiayaan unit; f) Melaksanakan rekonsiliasi kas, bank dan pendapatan; g) Meneliti kelengkapan dokumen pendukung pembayaran; h) Melaksanakan pembayaran atas transaksi sesuai batas kewenangan yang diberikan;i) Melakukan rekonsiliasi piutang pegawai; j) Memantau dan mengendalikan biaya operasional PPJJk) Melaksanakan ketentuan pembayaran pajak-pajak serta asuransi; l) Memantau dan mengevaluasi Revenue Protection;m) Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan transfer pendapatan bank receipt;n) Membuat laporan perpajakan; o) Membuat laporan sesuai dengan bidang tugasnya;

5.3 SPV (Supervisor) Akuntansi

  Bertangung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan akuntasi unit sesuaai dengan standar akuntasi keuangan, serta penyajian laporankeuangan Standar Akuntasi Keuangan, serta penyajian laporan keuanganStandar Akuntasi yang akurat dan tepat waktu serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Asman (Asisten Manager) SDM Bertanggung jawab atas penyelnggaraan pengelolaan manajemen SumberDaya Manusia dan organisasi, administrasi kepegawaian dan hubungan industrial, pengelolaan administrasi kesekretariatan, kominukasi masyarakatdan hukum dan pengelolaan keamanan, sarana dan kelancaran kerja organisasi.

2. Akuntansi Aktiva Tetap pada PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

  Pengertian aktiva tetap menurut PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara pada prinsipnya sama dengan pengertian yang terdapat pada Standar Akuntansi Keuangan 1. Dimiliki tidak sebagai investasi dan tidak untuk dijual; 4.

1. Aktiva Tetap Menurut Fungsi

  PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara membagi aktiva tetapnya menurut fungsinya dengan tujuan mempermudah dalam hal pencatatannya selainitu juga sebagai alat kontrol terhadap setiap fungsi atau bagian yang ada, sebab banyak sekali jenis aktiva tetap yang dimiliki dan setiap fungsi membutuhkanaktiva tetap seperti material cadang yang sama. Pembagian ini diperlukan demi pengambilan keputusan yang tepat oleh pimpinan.

2. Aktiva tetap Menurut Jenis

Pembagian aktiva tetap menurut jenis ini bertujuan sama dengan pembagian aktiva tetap menurut fungsinya untuk mengetahui secarakeseluruhan jumlah aktiva tetap guna memperoleh gambaran yang jelas tentang aktiva tetap yang dimilki. Aktiva tetap menurut jenisnya terdiri atas : 01 Tanah 02 Bangunan dan Kelengkapan Halaman 12 Jaringan Distribusi 13 Gardu Distribusi 14 Perlengkapan Lain-Lain Distribusi 15 Perlengkapan Pengolahan Data 17 Perlengkapan Telekomunasi 18 Perlengkapan Umum 19 Kendaraan Bermotor

b. Perolehan Aktiva Tetap

  Nilai perolehannyaadalah sebesar jumlah nilai perolehan semula seperti yang telah tercatat dalam perusahaan satuan PLN yang menyerahkan beserta akumulasipenyusutannya dan biaya-biaya sehubungan dengan pemindahan aktiva tetap tersebut, misalnya biaya pengangkutan dan biaya pembongkaran tidakmenambah nilai, tetapi biaya tersebut bibebankan sebagai biaya operasi. nilai perolehan aktiva tersebut adalah menurut harga pasar yang layak untuk Dalam perhitungan penyusutan aktiva tetap PT PLN (Persero) Wilayah SumateraUtara menggunakan metode garis lurus yang diatur dalam SK No.054/DIRJ1988 dan telah dilaksanakan secara konsisten dari tahun ke tahun.

f. Penyajian Aktiva Tetap dalam Laporan Keuangan

g. Pengaruh Aktiva Tetap terhadap Laporan Keuangan

  Laporan Keuangan dapat dikatakan wajar jika laporan keuangan dapat menggambarkan posisi keuangan yang wajar, tidak menyesatkan dan tidak Dalam hal pencatatanya sehubungan perolehan aktiva tetap, PT PLN telah mengikuti pedoman atau standar yang ada yaitu aktiva tetap yang dibeli secara tunaidicatat sebesar harga perolehan, yakni harga beli ditambah dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dampai aktiva tersebut siap utnuk dioperasikan / dipakai. Nilai perolehan aktiva tetap yang diterima dari satuan PLN Lain adalah sebesar jumlah nilai perolehan semula seperti yang telah tercatat dalam perusahaan satuan PLN yangmenyerahkan beserta akumulasi penyusutannya dan biaya-biaya sehubungan dengan pemindahan aktiva tetap tersebut.

2. Membeli dengan angsuran

  1.650.000 Kas Rp.6.650.000 Jika aktiva tetap diperoleh sebagai sumbangan atau pemberian maka tidak ada harga perolehan sebagai basis penilaiannya, atau aktiva tetapdicatat dengan harga pasarnya yang wajar. Contoh :Pada tanggal 21 Maret 2009, diperoleh Tanah dan Bangunan dari sumbangan dengan nilai Rp.90.000.000,- dan Rp.50.000.000,- maka ayat jurnalnyaadalah : Tabel 4.4 Jurnal Pemberian / Hibah Tgl.

B. Analisa Hasil Penelitian

  Dalam hal pencatatanya sehubungan perolehan aktiva tetap, perusahaan ini telah mengikuti pedoman atau standar yang ada yaitu aktiva tetap yang dibeli secara tunaidicatat sebesar harga perolehan, yakni harga beli ditambah dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dampai aktiva tersebut siap utnuk dioperasikan / dipakai. Nilai perolehan aktiva tetap yang diterima dari satuan PLN Lain adalah sebesar jumlah nilai perolehan semula seperti yang telah tercatat dalam perusahaan satuan PLN yangmenyerahkan beserta akumulasi penyusutannya dan biaya-biaya sehubungan dengan pemindahan aktiva tetap tersebut.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Setelah penulis megnanalis dan mengevalusi hasil penelitian pada PT. PT.PLN

A. Kesimpulan

  PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara menggolongan aktiva tetapnya kedalam dua bahagian besar yakni aktiva tetap menurut fungsi dan aktiva tetapjenisnya. Penyajian perkiraan aktiva tetap dalam neraca sudah sesuai dengan SAK walaupun perusahaan tidak merinci aktiva tetap menurut jenisnya, namun penjelasan aktivatetap dalam laporan neraca dapat dilihat dalam lampiran laporan keuangan perusahaan.

B. Saran

  Penggolongan aktiva tetap yang tetap dan sistematis akan memudahkan pencatatan dan pengawasan aktiva tetap. Penulis dalam hal menentukan metode penyusutan yang akan dipakai, hendaknya perusahaan mempertimbangkan faktor-faktor lain selain faktor kesederhanaan dankemudahan, seperti faktor ketepatan dan keakuratan supaya beban penyusutan yang tercantum dalam laporan keuangan mencerminkan keadaan yang sebenarnya,sehingga tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.

DAFTAR PUSTAKA

  Buku Petunjuk Teknis Penulisan Proposal dan Penulisan Skripsi, Medan Mulyadi, 2002. dan Fred K.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (80 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Sistem Akuntansi Aktiva Tetap Pada PT. PLN (Persero) UPT Medan
12
120
64
Akuntansi Aktiva Tetap Pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
0
41
52
Peranan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan Efektifitas Pengendalian Intern Pada Aktiva Tetap PT PLN ( PERSERO ) Wilayah Sumatera Utara Area Medan
4
72
52
Sistem Informasi Akuntansi Aktiva Tetap Pada PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara
45
281
58
Analisa Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap Pada PT. PLN (Persero) Udiklat Tuntungan
33
155
56
Analisis Laporan Keuangan Melalui Aspek Ratio Financial Pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan.
4
73
91
Akuntansi Aktiva Tetap Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Studi Kasus PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara
109
437
80
Akuntansi Aktiva Tetap Di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
0
17
47
Akuntansi Piutang pada PT. PLN (Persero) Wilayah II Sumatera Utara
0
23
92
Pengaruh Perspektif Pengukuran dalam Tingkat Harga Umum atas Laporan Keuangan terhadap Kinerja Keuangan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara
0
22
93
Perlakuan Akuntansi Aktiva Tetap pada PT. PLN (Persero) Pikitring Suar Meda
0
32
67
Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap Pada PT. PLN (Persero) Cabang Medan
1
26
126
Sistem Akuntansi Aktiva Tetap Pada PT PLN Persero Pembangkitan Sumatera Bagian Utara
14
103
57
Prosedur Penghentian Aktiva Tetap Menjadi Aktiva Tetap Tidak Beroperasi Pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jabar Dan Banten UPJ Bandung Utara
1
3
1
BAB II PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA A. Sejarah Ringkas - Sistem Informasi Akuntansi Aktiva Tetap Pada PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara
1
1
17
Show more