Perlindungan Hukum Pemegang Saham Minoritas Perusahaan Anak Dalam Perusahan Kelompok Dengan Induk Perusahaan BUMN (PERSERO)

 9  67  104  2017-01-18 05:19:22 Laporkan dokumen yang dilanggar

PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM MINORITAS PERUSAHAAN ANAK DALAM PERUSAHAN KELOMPOK DENGAN INDUK PERUSAHAAN BUMN (PERSERO) S K R I P S I

  Hum) ABSTRAK Pemegang saham minoritas dalam perusahaaan anak berada dalam posisi lemah, karena besarnya kekuatan perusahaan induk Persero sebagai pemegang sahammayoritas. Status dan kedudukan hukum perusahaan anak dari Persero tidaklah sama dengan induknya yang berrstatus BUMN (Persero) melainkan berstatus P.

DENGAN INDUK PERUSAHAAN BUMN (PERSERO)

  Status dan kedudukan hukum perusahaan anak dari Persero tidaklah sama dengan induknya yang berrstatus BUMN (Persero) melainkan berstatus P. Dibuatnya suatu peraturan khusus mengenai perusahaan kelompok baik bagi pihak swasta maupun BUMN, yang mengatur mengenai hak dan kewajiban dariperusahaan induk dan perusahaan anak.

KATA PENGANTAR

  Kedua orangtua yang sangat dihormati yang senantiasa membimbing, memperhatikan dan menyediakan segala apa yang diperlukan dalam segala halsampai saat ini. Dibuatnya suatu peraturan khusus mengenai perusahaan kelompok baik bagi pihak swasta maupun BUMN, yang mengatur mengenai hak dan kewajiban dariperusahaan induk dan perusahaan anak.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin cepat dan masyarakat yang semakin

  kritis yang sangat berpengaruh kepada dunia bisnis dan sekaligus suatu tantangan yang berat dalam mengelola perusahaan. Pada awalnya pengelola perusahaan hanyadituntut untuk memuaskan kepentingan pemilik/Pemegang Saham berupa pembagian laba, tetapi perkembangan dan kemajuan teknologi telah menyadarkan berbagai pihakbahwa ada kepentingan yang terganggu sebagai dampak langsung dari tindakan perusahaan, sehingga hal ini menuntut adanya perhatian dari pengurus perusahaan.

1 Lihat konsideran huruf a dan b, UU No. 9 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara

  BUMN yang mayoritas atau bahkan seratus persen sahamnya dimiliki oleh pemerintah diharapkan mampu menjadi penggerak (powerhouse) perekonomianIndonesia dan sebagai sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kenyataannya BUMN belum dapat menyediakan barang dan jasa yang bermutu tinggi bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau, juga belum mampuberkompetisi dalam persaingan bisnis secara global, serta adanya keterbatasan sumber daya.

6 Tahun 2003 tentang BUMN

  45 Tahun 2005 tentang Pendirian,Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran BUMN, dalam Pasal 1 angka 1 yang menyatakan bahwa Perusahaan Perseroan untuk selanjutnya disebut Persero adalahBUMN yang berbentuk Perseroan Terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruhnya atau paling sedikit 51% (limapuluh satu persen) sahamnya dimiliki oleh 8 Negara Republik Indonesia yang tujuan utamanya mengejar keuntungan. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 pada prinsipnya tidak berbeda, hanya dalam hal misi, maksud dan tujuan serta ditegaskannya pelaksanaan prinsip-prinsip good corporate governance (tata kelola perusahaan yang baik) sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 5 ayat (3) Undang-Undang BUMN tersebut kepada Direksi BUMN yang berbeda antara PT swasta dengan BUMN.

11 Persero Terbuka

B. Perumusan Masalah

  Bagaimanakah status dan kedudukan hukum perusahaan anak dalam perusahaan kelompok dengan induk perusahaan BUMN (persero) ? Bagaimanakah praktik perlindungan hukum pemegang saham minoritas pada perusahaan anak dalam perusahaan kelompok dengan induk perusahaan BUMN(Persero) ?

I. Tujuan Penulisan

  Adapun yang menjadi tujuan utama penulisan ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui status dan kedudukan hukum perusahaan anak dalam perusahaan kelompok dengan induk perusahaan BUMN (persero).

II. Manfaat Penulisan

  Secara teoritis, hasil penelitian ini merupakan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan hukum, khususnya dalam bidang yang berkaitan denganpermasalahan Undang-undang Nomor 19 tahun 2003 Tentang BUMN. Secara praktis, bahwa penelitian ini adalah sebagai sumbangan pemikiran bagi ilmu pengetahuan dalam bidang hukum, bagi praktisi hukum, terutama untukDireksi Badan Usaha Milik Negara dalam pelaksanaan pekerjaan dan jabatannya untuk mengelola dan mengamankan aset perusahaan, penelitian ini diharapkandapat berguna sebagai dasar hukum bagi pemerintah, penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

D. Keaslian Penulisan

Dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan yang di peroleh selama masa perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, di angkatlah suatumateri yaitu mengenai “Perlindungan Hukum Pemegang Saham Minoritas Perusahaan Anak Dalam Perusahaan Kelompok Dengan Induk Perusahaan BUMN (Persero)” . Dalam proses pengajuan judul skripsi ini harus di daftarkan terlebih dahulu kebagian hukum perdata dan telah di periksa dan disahkan oleh Ketua DepartemenHukum Keperdataan atas dasar pemeriksaan tersebut di yakini bahwa judul yang di angkat termasuk pembahasan yang ada di dalamnya belum pernah ada penulisan

E. Tinjauan kepustakaan

  19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara dalam Pasal 1 angka 1 disebutkan bahwa : ”Badan usaha Milik Negara, yang selanjutnya disebut BUMN, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melaluipenyertaan langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan”. Namun untuk Perusahaan Jawatan (Perjan), berdasarkan Pasal 93 ayat (1) undang-undang BUMN yang pada intinya dalamwaktu 2 tahun sejak berlakunya UU ini, BUMN yang berbentuk Perusahaan Jawatan (Perjan), harus telah diubah bentuknya menjadi Perum atau Persero.

F. Metode Penulisan

  Sudah merupakan ketentuan dalam hal ini penyusunan serta penulisan suatu karangan ilmiah atau skripsi haruslah berdasarkan pada data yang di peroleh secaraobjektif dan berarti pula harus di pertanggung jawabkan secara ilmiah. Jenis penelitian atau metode pendekatan yang dilakukan adalah metode penelitian hukum normatif (yuridis-normatif) atau disebut penelitian hukum yang 12 dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka.

12 Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat, (Jakarta : Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, 2003), hal. 13 – 14

  Bahan primer yaitu peraturan perundang-undangan yang erat kaitannya dengan BUMN yang terdiri dari : a) peraturan dasar (UUD Negara RepublikIndonesia 1945) dan b) peraturan perundang-undangan berupa undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan presiden, peraturan daerah dan peraturan ataukeputusan menteri. 2) Penelitian Lapangan (Field Research).13 Bahan Hukum Primer yakni : 1) norma-norma dasar Pancasila; 2) peraturan dasar : Batang Tubuh UUD 1945 atau TAP MPR; 3) peraturan perundang-undangan; 4) bahan hukum yang tidak dikodifikasi misalnya Hukum Adat; 5) yurispridensi; dan 6) traktat Bahan Hukum Sekunder yakni : 1)Rancangan Undang-Undang; 2) hasil karya ilmiah para sarjana dan 3) hasil-hasil penelitian.

G. Sistematika Penulisan

  Dalam penulisan suatu karya ilmiah khususnya skripsi, sistematika penulisan merupakan suatu bagian yang sangat penting, karena dengan adanya sistematikapenulisan ini maka pembahasannya akan dapat di arahkan untuk menjawab masalah-masalah dan membuktikan kebenaran hipotesanya. Kemudian agar memudahkan isi dari skripsi ini, maka sistematika disusun secara menyeluruh mengikat kerangka dasarnya yang di bagi dalam beberapa bab sertasub bab secara berurutan, yang masing-masing bab itu akan menantang pemecahan permasalahan dalam pembahasannya dan kita lihat sebagai berikut.

BAB II PERSEROAN TERBATAS SEBAGAI BADAN USAHA MILIK NEGARA A. Pengertian Perseroan Terbatas Perseroan Terbatas, yang selanjutnya disebut Perseroan, adalah badan hukum

  Adapun pengurus (direksi) dan pengawas (komisaris) yang merupakan satu kesatuan pengurusan dan pengawasan terhadap perseroan dan tanggung jawabnyaterbatas pada tugasnya, yang harus sesuai dengan anggaran dasar atau keputusan RUPS. Rapat Umum Pemegang Saham, yang selanjutnya disebut RUPS, adalahOrgan Perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam Undang-Undang inidan/atau anggaran dasar.

17 Agus Budiarto, Kedudukan Hukum Dan Tanggung Jawab Pendiri Perseroan Terbatas, (Jakarta: Ghalia Indonesia, Anggota IKAPI, 2002), hal. 25-26

  Perseroan Terbuka adalah Perseroan Publik atau Perseroan yang melakukan penawaran umum saham, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang pasar modal sedangkan Perseroan Publik adalah Perseroan yang memenuhi kriteria jumlah pemegang saham dan modal disetor sesuai dengan ketentuanperaturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan lain yang telah ada yangmengakibatkan aktiva dan pasiva dari Perseroan yang menggabungkan diri beralih karena hukum kepada Perseroan yang menerima penggabungan dan selanjutnyastatus badan hukum Perseroan yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.

20 Lihat pasal 1 angka 3 dan 4 undang-undang nomor 40 tahun 07 tentang Perseroan

  Sedangkan Pemisahan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh Perseroan untuk memisahkan usaha yangmengakibatkan seluruh aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada duaPerseroan atau lebih atau sebagian aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada satu Perseroan atau lebih. Akta pendirian Perseroan yang telah disahkan dan akta perubahan anggaran dasar yang telah disetujui dan atau diberitahukan kepada Menteri dicatat dalam daftarPerseroan dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia dilakukan oleh Menteri.

B. Proses Berdirinya Perseroan Terbatas

  Berdasarkan undang-undang tersebut, mendirikan suatu perusahaan yang berbentuk PT, diperlukan suatu proses 26 atau tahap-tahap yang harus ditempuh. Apabila semua tahapan tersebut telah dilalui, artinya telah dipenuhi sesuai dengan ketentuan persyaratan yang berlaku, maka barulah suatu perusahaan berdiridan memperoleh status sebagai badan hukum yang sah.

27 Notaris

  Para pesero diwajibkan mendaftarkan akta itu seluruhnya beserta pengesahan yang diperolehnya dalam register umum yang disediakan untuk ini dikepaniteraan Pengadilan Negeriyang mana dalam daerah hukumnya perseroan itu mempunyai tempat kedudukannya, sedangkan mereka diwajibkan pula mengumumkannya dalam Berita Acara. Dalam prakteknya penandatanganan Akte Pendirian Perseroan Terbatas dilaksanakan dengan terlebih dahulu Notaris yang bersangkutan mengecek namaPerseroan Terbatas yang diajukan melalui sistem administrasi badan hukum atauSisminbakum, setelah dilakukan disetujui korektor barulah Akta Pendirian Perseroan Terbatas tersebut dapat ditandatangani oleh para penghadap dan notaris.

34 I.G.Widjaya, Hukum Perusahaan Perseroan Terbatas, Op. cit., hal. 16

  Pengesahan diberikan dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari setelah permohonan diterima terhitung sejak permohonan yang diajukan dinyatakan telahmemenuhi syarat dan kelengkapan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sistem Administrasi Badan Hukum atau Sisminbakum merupakan situs resmi yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Administrasi Badan Hukum Umum (AHU)Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang dapat diakses pada http: www.sisminbakum.com.

39 Umum

37 Pelaksanaan secara manual juga ini menimbulkan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di

  Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas, dengan pertimbangan bahwa untuk memenuhi ketentuan Pasal 3 Peraturan Menteri Hukum dan Hak AsasiManusia Republik Indonesia Nomor M.837-KP.04.11 Tahun 2006 tentang pendelegasian wewenang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RepublikIndonesia dalam memberikan pengesahan badan hukum perseroan terbatas kepadaKepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di seluruh Indonesia. Adapun tata cara permohonan dan pengesahan Akta Pendirian perseroan terbatas berstatus badan hukum adalah sebagai berikut,1) Permohonan pengesahan akta pendirian perseroan terbatas atau persetujuan akta perubahan anggaran dasar perseroan diajukan oleh Notaris kepada Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia R.

40 Hukum Umum

  Pemeriksaan terhadap ketentuan mengenai nama, tempat kedudukan dan alamat lengkap perseroan terbatas, jangka waktu, maksud dan tujuan serta kegiatanusaha, dan modal perseroan terbatas menjadi kewenangan dan tanggung jawab 43 Lihat, Pasal 6 ayat (1) Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R. 2006 Tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan Dan Pengesahan Akta Pendirian Persetujuan, Penyampaian Laporan, Dan Pemberitahuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas.45 Hal ini dapat dilaksanakan mengingat seluruh proses pembuatan dilakukan secara on line melalui jaringan internet yang dapat diakses oleh setiap Notaris yang mengikuti SISMINBAKUM.46 Lihat, Pasal 6 ayat (2) dan (3) Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.

C. Pengertian Badan Usaha Milik Negara

  Berdasarkan penjelasan dari Departemen Keuangan dan "suasanakebatinan" UUKN di DPR dijelaskan sebagai berikut: Pertama, pengertian BUMN (Pasal 1 angka 5 UUKN) adalah PerusahaanNegara yaitu badan usaha atau seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh 48 pemerintah pusat, penjelasannya adalah sebagai berikut: a. Dari defenisi BUMN tersebut secara sederhana dan ringkas dapat diartikan bahwa BUMN adalah merupakan suatu badan usaha yang melakukan kegiatan usaha,yang modalnya paling sedikit 51% (limapuluh satu persen) dimiliki oleh rtegara, yang didirikan dengan maksud dan tujuan komersial dan tujuan sosial serta untukmendukung perekonomian nasional.

50 A. Ridwan Halim, menurut kutipan Jujur Hutabarat, Tesis, Analisis Yuridis Terhadap

  Menurut Polak, suatu perusahaan dianggap ada apabila pihak yang berkepentingan dan terang-terangan serta dalam kedudukan tertentu untuk mendapatkan laba bagi 51 dirinya. Dari pengertian badan usaha sebagaimanadijelaskan di atas maka secara sederhana BUMN dapat didefenisikan sebagai badan usaha atau badan yang melakukan kegiatan usaha yang dimi:iki oleh Negara.

D. Perseroan Terbatas Sebagai Salah Satu BUMN

  Pada dasamya PT Persero memiliki kesamaan dalam bentuk dan kedudukannya dengan PT yang diatur dalam KUHDagang dan UU No. Melalui Peraturan Pemerintahini diharapkan pokok-pokok pengertian dan tata cara pengendalian BUMN (PTPersero) dapat ditegaskan secara lebih terperinci dan memberi pengarahan yang lebih jelas bagi para pengelola BUMN (PT Persero) walaupun dinyatakan bahwa perananpembangunan (agent of development) BUMN (PT Persero) menonjol namun sulit untuk diterangkan bagaimana kita melihat peranan BUMN dapat berkembang tanpamengernbangkan peranan usaha bisnisnya.

53 Abdulkadir Muhmmad, Hukum Perseroan

  Pada masa-masa sebelum kebijaksanaan deregulasi diutarakan, BUMN yang menjalankan fungsi dan misi agen pembangunan lazimnya memperoleh fasilitas-fasilitas penunjang baikberupa subsidi dalam anggaran, bunga kredit, pajak, bea masuk dan sebagainya maupun dukungan kemudahan lainnya yang memungkinkan hal tersebut menjalaukanfungsi peranannya. Dengan posisi seperti ini maka para pengelola BUMN dituntut bertindak lebih bijaksana dan penuh perhitungan agar mampu memadukankedua kutub kegiatan tersebut dalam suatu harmoni yang sehat sehingga mampu menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka dengan baik.

E. Organ-Organ Dalam Badan Usaha Milik Negara

  Ketentuan Pasal 1 angka 13 menyatakan bahwa Rapat Umum PemegangSaham, yang selanjutnya disebut RUPS, adalah organ perseroan yang memegang kekuasaan tertinggi dalam perseroan dan memegang segala wewenang yang tidakdiserahkan kepada Direksi dan Komisaris. Sesuai ketentuanPasal 14 Undang-Undang ini adalah "Menteri bertindak selaku RUPS dalam hal seluruh saham Persero dimiliki oleh negara dan bertindak selaku pemegang saham Masing-masing organ BUMN tesebut memiliki fungsi, tugas dan wewenang seperti diatur dalam Undang-Undang BUMN dan anggaran dasar masing-masingBUMN yang bersangkutan.

a. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

  Oleh karena itu, DewanKomisaris yang bertanggung jawab kepada RUPS, dalam persero bertanggung jawab kepada Menteri BUMN selaku pemimpin rapat umum pemegang saham Hal inisecara tegas dinyatakan dalam ketentuan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang BUMN yang berbunyi sebagai berikut:"(1) Menteri bertindak selaku RUPS dalam hal seluruh saham Persero dimiliki oleh negara dan bertindak selaku pemegang saham pada Persero dan perseroan terbatasdalam hal tidak seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. Ada pandangan bahwa antara Perseroan dengan Direksi terjalin hubungankepercayaan (fiduciary relationship) yang pada gilirannya telah melahirkan prinsip fiduciary duty bagi Direksi yang mengandung prinsip yang merujuk kepada Sebagai salah satu organ perseroan, Direksi memiliki kemandirian, dan berdasarkan sifat kemandirian inilah Direksi dalam melaksanakan tugasnya berhakmenolak keputusan RUPS yang bertentangan dengan kepentigan perseroan.

BAB II I PERUSAHAAN ANAK DAN PERUSAHAAN KELOMPOK A. Pengertian Perusahaan Kelompok Di Indonesia istilah perusahaan kelompok lebih dikenal dengan konglomerasi. Kata konglomerasi berasal dari kalimat bahasa inggris yaitu conglomerate. Menurut Black Law Dictionary pengertian conglomerate berarti "a corporation that owns

  Dari pengertian antara perusahaan anak dan cabang maka dapat disimpulkan bahwa meski keduanya merupakan suatu kesatuan ekonomi, namun perusahaan anakmerupakan unit perusahaan yang terpisah dan mandiri secara yuridis dari perusahaan induk, sedangkan cabang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatuperusahaan. Perusahaan mandiri calon perusahaan induk ini dapatberupa : 1) Dibentuk perusahaan baru2) Diambil salah satu perusahaan dari perusahaan yang sudah ada tetapi masih dalam kepemilikan yang sama atau berhubungan 3) Di akuisisi perusahaan yang lain yang sudah terlebih dahulu ada, tetapi dengan kepemilikan yang berlainan dan mempunyai keterkaitan satu samalain.

65 Munir Fuady, Hukum Perusahaan, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, hal. 84-88

  Apabila dilihat dari faktor sejauh mana perusahaan induk ikut terlibat dalam pengambilan keputusan oleh anak perusahaan, maka perusahaan induk dapat dibagidalam kategori : a) Perusahaan induk investasiDalam hal ini, tujuan dari perusahaan induk investasi memiliki saham pada perusahaan anak semata-mata hanya untuk investasi, tanpa perlumencampuri soal manajemen dari perusahaan anak. Yang dimaksud dengan nationalmultinational enterprises ialah perusahaan yang mempunyai satu parent company yang berkedudukan di satu Negara yang beroperasi di Negara lain melalui perusahaan anak dan cabang-cabang..

B. Jenis Perusahaan Kelompok

  Perusahaan kelompok horisontalDalam perusahaan kelompok horisontal, perusahaan-perusahaan yang terkait di dalam perusahaan kelompok itu ialah perusahaan-perusahaan yang masing-masingbergerak dalam bidang-bidang usaha yang beragam. Yang dimaksud dengan perusahaan kelompok kombinasi ialah di mana jika dilihat darijenis usaha perusahaan anaknya terkait dalam suatu mata rantai produksi (hulu ke hilir) dengan perusahaan induk, dan ada juga anak perusahaan yang bidangbisnisnya lepas satu sama lain yang tidak terkait dengan perusahaan induk.

C. Pembentukan Perusahaan Kelompok

  Contohnya perusahaan A berfusi pada perusahaan B, Dalam halini salah satu perusahaan yang berfusi membeli perusahaan lainnya dengan pembayaran tunai atau dengan saham-saham yang perusahaan tersebut keluarkan danperusahaanyang diambil alih memperoleh saham dari perusahaan yang mengambil alih. M Gartman, dapat terjadi apabila perusahaan A tidak mengambil alih saham-saham perusahaan B melainkankcdua pihak secara bersama-sama mendirikan suatu perusahaan baru C menjadi perusahaan induk, dan selanjutnya perusahaan ini mengambil alih saham dariperusahaan A .dan perusahaan B terhadap penerbitan saham dari C atau terhadap pembayaran kontan.

2. Joint venture

  Dalam hal kaitannya dengan joint venture dan pembentukan perusahaan kelompok, jika bentuk dari pelaksanaaan dari joint venture tersebut ialah membentukperusahaan baru, maka salah Satu mitra dalam joint venture yang dalam perusahaan yang terbentuk tersebut menjadi mayoritas pemegang saham terhadap mitra lainnyamaka perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan anak dari mitra yang memiliki saham mayoritas. 27 Tahun 1998, yang dimaksud dengan pengambilalihan ialah suatu86 Ibid Perubahan-perubahan yang terjadi setelah perusahaan melakukan akuisisi biasanya adalah pada kinerja perusahaan dan penampilan finansial perusahaan yangpraktis membesar dan meningkat, serta kondisi dan posisi keuangan yang mengalami perubahan.

D. Hubungan Perusahaan Kelompok Dengan Pihak Ketiga

  Pada dasarnya perusahaan-perusahaan dalam kelompok tidak ada urusannya dengan hak dan kewajiban87 http://skripsi.blog.dada.net/post/620069/ diakses pada tanggal 18 Juni 2009 di dalam konsern berdasarkan hubungan hukum antara salah satu perusahaan atau 88 kelompok dengan pihak luar atau pihak ke tiga . Akan tetapi kita tidak dapat menyangkal adanya fakta bahwa nilai hukum dari prinsip di atas dapat disimpangi oleh suatu kenyataan bahwa perusahaan-perusahaandi dalam perusahaan kelompok bukan merupakan suatu kesatuan yang merdeka atau bebas dalam arti ekonomi melainkan merupakan bagian dari kesatuan keseluruhanekonomi yang mencakup semua kelompok dalam perusahaan kelompok.

89 Emmy Pangaribuan, Op.cit, hal. 21

BAB IV PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SAHAM MINORITAS PERUSAHAAN ANAK DALAM PERUSAHAAN KELOMPOK DENGAN INDUK PERUSAHAAN BUMN A. Perlindungan Atas Kepentingan Saham Minoritas Menurut Mohr, kasus-kasus yang dapat merugikan pemegang saham

  Di dalam hubungan-hubungan.perusahaan kelompok bukan mustahil bahwa kegiatan yang mendatangkan keuntungan dari perusahaan anak diambil dan diberikan kepada anak perusahaanyang lain atau sumber-sumber keuangan dari perusahaan anak dipakai untuk menopang perusahaan anak yang lain yang berada dalm kegiatan yang tidakmenguntungkan. Pihak tertentu yang sebenarnya dalam struktur kedudukannya kuat secara yuridis, misalnya para pemegang saham tetapi karena ikatan financial yang lemahantara yang bersangkutan dengan perusahaan, misalnya karena sahamnya minoritas, maka konsekuensinya posisi yang bersangkutan juga akhirnya menjadi lemah.

90 Lihat pasal 62 ayat (1) Undang-undang Perseroan Terbatas Nomor 40 tahun 2007

  Dalam hal inipun, jika dilanggar oleh Apabila ada pihak pemegang saham yang tidak setuju dengan merger, padahalRUPS dengan suara mayoritas tertentu telah memutuskan untuk merger, padahalRUPS dengan suara mayoritas tertentu telah memutuskan untuk merger, maka kepada pihak yang kalah suara ini oleh hukum diberikan suatu hak khusus yang disebut appraisal rights. Yang dimaksud dengan appraisal rights adalah hak dari pemegang saham minoritas yang tidak setuju dengan merger atau tindakan korporat lainnya, untukmenjual saham yang dipegangnya itu kepada perusahaan yang bersangkutan, mana pihak perusahaan yang mengisukan saham tersebut wajib membeli kembali saham-sahamnya itu dengan harga yang pantas.

B. Peran Perusahaan Induk Persero Terhadap Perusahaan Anak

  Turut serta membuat kebijakan umum dari perusahaan anak dengan memberikan persetujuan RKAP (Rancangan Kerja dan Anggaran Perusahaan)yang dibuat oleh Direksi perusahaan anak melalui RUPS. Pembinaan ini dilakukan dalam bentuk konsultasi dari pengurus perusahaan induk kepada perusahaananak, sampai dengan training atau pelatihan kerja bersama antar karyawan dalam perusahaan kelompok.

91 Hasil wawancara dengan Staff legal PT. Wijaya Karya pada tanggal 25 maret 2009 di

  Selain itu campur tangan perusahaan induk ke dalam rapat Direksi perusahaan anak melanggar prinsip kemandirian sebagaimanadiamanatkan dalam Pasal 3 Keputusan Menteri BUMN KEP-117/M-MBU/2002 Tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance Pada BUMN, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingandan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan PeraturanPerundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. Apabila perusahaan induk dapat turut campur dan mengendalikan mayoritas suara dalam rapat Direksi dan Komisaris dari perusahaan anak berarti perusahaan induk telah, memberikan tekanan kepada Direksi atau Komisaris perusahaan anak yangmenyebabkan tidak terciptanya prinsip korporasi yang sehat.

C. Praktek Perlindungan Hukum Pemegang Saham Minoritas

  Antara pemegang saham minoritas dan perusahaan induk sebagai pemegang saham mayoritas pada perusahaan anak tidak memiliki perjanjia nantar pemegang saham yang mengatur ketentuan tata Cara mengcluarkan suara dalam RUPS, ataupun pemenuhan kuorum dalam melaksanakan RUPSdi luar Anggaran Dasar (shareholder agreement atau voting agreement). Kepemilikan saham oleh karyawan dimaksudkan untuk menimbulkan rasa "sense of belonging" bagi karyawan sendiri terhadap perusahaan tersebut, sehingga menimbulkan semangat sosial dan kekeluargaan yang diharapkan akan meningkalkan Perusahaan induk yang niengadakan suatu proyek, yang mana membutuhkan jasa dare perusahaan anak karena usaha dari perusahaan anak terkait dengan proyektersebut, ternyata tidak serta merta mengajak perusahaan anak ke dalam proyek tersebut.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan. Dari uraian yang telah ditulis, maka penulis dapat menarik, kesimpulan sebagai

  Hal ini dikarenakan karena kepemilikan modal yang dimiliki oleh anak perusahaan tidak berasal dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara secaralangsung melainkan dari aset kekayaan milik Persero sebagai perusahaan induk yang disertakan ke dalam perusahaan anak. Perlindungan hukum pemegang saham minoritas perusahaan kelompok dengan induk perusahaan berdasarkan Undang-undang dapat dilihat dari aspekKetentuan perlindungan pemegang saham yang terdapat di dalam AnggaranDasar perusahaan anak merupakan penegasan ulang yang terdapat di dalamUndang-undang Tentang Perseroan Terbatas.

B. Saran

  Dibuatnya suatu peraturan khusus mengenai perusahaan kelompok baik bagi pihak swasta maupun BUMN, yang mengatur mengenai hak dan kewajiban dariperusahaan induk dan perusahaan anak. agar timbul komitmen yang kuat bagi para pengurus dan pemegang saham, baik di perusahaan induk maupunperusahaan anak, untuk melaksanakan prinsip-prinsip yang terkandung dalam good corporate governance, yaitu transparansi, kemandirian, akuntabilitas, kewajaran (fairness), dan pertanggungjawaban, agar dapat menguntungkan seluruh stakeholders dari perusahaan kelompok.

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku-buku Atmasamita, Romli, Pengantar Hukum Kejahatan Bisnis, (Bogor: Kencana, 2003)

  Indradewa, Jusuf L., Aspek Hukum dan Hakikat Keuangan Negara dalam Kaitannya dengan Pengelolaan BUMN, Seminar sehari: Reposisi Keuangan Negara: Pengelolaan Pertanggung Jawaban dan Pemerikasaan BUMN Menuju GoodGovernance, (Jakarta: Hotel Borobudur, 20 Februari 2003) Moeljono, Djokosantoso, Good Corporate culture sebagai inti good corporate governance (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2005). Rusli, Hardijan, Perseroan Terbatas dan Aspek Hukumnya, (Jakarta: Pustaka SinarHarahap, 1997) Sembiring, Sentosa, Hukum Perusahaan tentang Perseroan Terbatas, (Bandung: Nuansa Aulia, 2006).

B. Peraturan Perundang-Undangan

  Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara.

C. Website

http://www.bumn-ri/Directory.html, 18 Maret 2009
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Perlindungan Hukum Pemegang Saham Minoritas P..

Gratis

Feedback