Feedback

Kebijakan Politik Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono Mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) Tahun 2004 - 2009 (Studi Analisis Mengenai TKI Yang Bekerja di Malaysia)

Informasi dokumen
SKRIPSI KEBIJAKAN POLITIK PEMERINTAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENGENAI HAK ASASI MANUSIA (HAM) Tahun 2004 - 2009 (Studi Analisis Mengenai TKI Yang Bekerja di Malaysia) Disusun Oleh : Desi Auliani Hasibuan 070906068 Dosen Pembimbing : DR. Warjio, MA Dosen Pembaca : Drs. Tony Situmorang, Msi DEPARTEMEN ILMU POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara KEBIJAKAN POLITIK PEMERINTAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENGENAI HAK ASASI MANUSIA (HAM) Tahun 2004 – 2009 (Studi Analisis Mengenai TKI Yang Bekerja di Malaysia) DESI AULIANI HASIBUAN Departemen Ilmu Politik, FISIP USU Abstrak Skripsi saya ini berjudul “ Kebijakan Politik Pemerintah Susilo bambang Yudhoyono Mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) Tahun 2004 – 2009( Studi Analisis Mengenai TKI di Malaysia ). Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah menganalisis dan mendekripsikan Kebijakan Politik SBY Mengenai Hak Asasi Manusia terhadap tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia, serta memahami apakah kebijakan dalam penelitian ini terealisasi atau tidak. Data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah bersumber dari buku – buku, surat kabar, majalah, perundang – undangan, serta internet dan diskusi dengan para teman – teman satu angkatan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah deskripsi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan Pergeseran struktur ekonomi ini akan disusul dengan perubahan komposisi tenaga kerja. Baik pergeseran struktur ekonomi maupun perubahan komposisi tenaga kerja ini akan berlangsung dalam suatu proses pergeseran nilai. Keterkaitan tenga kerja sangat brkaitan dengan kebijakan (politik) pemerintah untuk memberdayakan dan mendorong kapasitas tenaga kerja yang mampu diandalkan secara pengetahuan dan ketrampilan. Ini memang sangat berhubungan dengan kemampuan pemerintah dalam menyusun rencana-rencana dan kebijakan yang lebih berpihak pada publik, terutama tenaga kerja. Kata Kunci : Kebijakan, Tenaga Kerja, dan Pemerintahan Universitas Sumatera Utara Lembar Persembahan Karya tulis ini saya persembahkan kepada orang tua saya yang selalu mencurahkan kasih sayangnya dalam mendidik dan membesarkan saya, sehingga saya mampu menyelesaikan study pada Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara sesuai dengan harapan dan cita-cita beliau yang merupakan bekal bagi saya dalam mengarungi hidup di masa mendatang. Karya tulis ini juga saya persembahkan kepada Insan yang dipilih oleh Allah SWT untuk mendampingi saya dalam mengarungi hidup di masa depan, Ricky Nugraha Irsha, semoga kami dapat menjalani hidup sesuai dengan amanah yang telah diberikan kepada kami. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Segala puji hanya bagi Allah SWT, dengan rahmat dan kurniaNya saya dapat menyelesaikan skripsi dengan judul : Kebijakan Politik pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono mengenai Hak Asasi manusia (HAM) Priode 2004 – 2009 (Studi Analisis TKI yang Bekerja di Malaysia).Skripsi ini diajukan guna memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan Srata 1 (S1) Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Skripsi ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh penulis terhadap Kebijakan Politik Pemerintahan SBY Terhadap Tenaga Kerja Indonesia Yang bekerja di Malaysia. Keterkaitan Penulis untuk membahas penelitiannya adalah karena banyaknya konflik terhadap tenaga kerja Indonesia yang bermasalah di Negara Malaysia. Penulis menyadari bahwa Skripsi ini belumlah sempurna, oleh karena itu dengan kerendahan hati mohon kritik dan saran yang sifatnya membangun intelektualitas untuk perbaikan skripsi ini, sehingga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dalam menyelesaikan skripsi ini, saya mendapat banyak bantuan moril maupun materil dari berbagai pihak. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Dra. T. Irmayani, M.Si. sebagai Ketua Departemen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Drs. P. Antonius Sitepu, M.Si. sebagai Sekretaris Departemen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara . 4. Bapak Dr.Warjio,SS,MA sebagai dosen wali selama saya menjalankan perkuliahan sekaligus sebagai pembimbing saya yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan Universitas Sumatera Utara dorongan, saran-saran yang baik, dan bimbingan kepada saya selama menyelesaikan skripsi ini. 5. Bapak Drs. Tony P. Situmorang, M.Si. sebagai dosen pembaca bagi skripsi saya yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan saran-saran maupun kritikan yang membangun bagi penulisan skripsi saya ini. 6. Seluruh staf pengajar dan pegawai Departemen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, khususnya para staf pengajar Departemen Ilmu Politik yang telah memberikan bimbingan dan pengajaran selama saya menjalankan perkuliahan. 7. Kedua orang tua tercinta, Ayahanda Abdul Halim Hasibuan dan Ibunda Dhamewaty Harahap yang telah memberikan motivasi, doa, materi, dan tenaga selama masa perkuliahan hingga selesainya skripsi ini, khususnya Ayahanda yang telah rela meluangkan waktu kerjanya untuk mendampingi saya pada saat melaksanakan penelitian lapangan. Saya persembahkan skripsi ini untuk Ayah dan ibu tercinta. 8. Kepada abang pertama saya M.Abdi Sastra Negara Hasibuan, ST, Abang kedua sata M. Ikhsan Kurnia Putra Hasibuan, ST beserta istri Riska Aulia dan keponakan2 kecil bou Ecy Nur Azizah Aqla Hasibuan (Aqla), Sanika Afnan Hulwa Hasibuan ( Afna) kakakkakak saya Halidayantie Hasibuan (Kak Anti) serta Agusrina Hasibuan (Kak Ina ) yang selama memberikan motivasi dan doa bagi saya dalam menyelesaikan skripsi ini. Kepada teman – teman SMA saya Dedean, Niswa, Radya, Winda, yang juga ikut memberikan motivasi dan penghiburan kepada saya selama menyelesaikan skripsi ini. 9. Teman-teman yang sangat membantu,Pipin , Elisabeth, Roma, Ika, Maria, Christy, Ruth , Eka, Maharani, Risky, Yossy, Jenius, Rahmat Hidayat, dan seluruh teman-teman dari Universitas Sumatera Utara Departemen Ilmu Politik stambuk 2007 yang telah membantu saya dalam menyelesaikan skripsi ini dengan memberikan motivasi dan penghiburan kepada saya. 10. Kepada Abang – abang dan teman – teman di tongkrongan anak Mipa ( bang Gabe, jaja, si Blink Andre,si khairul, mitro, frans,indah, dan terspesial Ricky Nugraha Irsha yang ikut memberikan dorongan semangat kepada saya selama menyelesaikan skripsi ini serta menjadikan motivasi hidup saya. Dengan kerendahan hati saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini karena keterbatasan kemampuan yang saya miliki. Namun saya berharap skripsi ini tetap dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca mengenai hubungan Kebijakan Pemerintah. Medan, Juli 2011. Penulis Desi Auliani Hasibuan Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI BAB I (PENDAHULUAN) 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Perumusan masalah .6 1.3 Tujuan Penelitian .6 1.4 Manfaat Penelitian .6 1.5 Kerangka Teori .7 1.5.1 Hukum Kebijakan Politik Pengupahan .7 1.5.2 Sejarah Hak Asasi Manusia .9 1.5.3 Perlindungan Hak Asasi Manusia Berdasarkan Fungsi Hukum .11 1.6 Metode Penelitian .16 1.6.1 Metode Pendekatan .16 1.6.2 Jenis penelitian .16 1.6.3 Teknik pengumpian Data .17 1.6.4 Teknik Analisis Data 17 1.7 SISTEMATIKA PENULISAN .18 BAB II (TINJAUAN PUSTAKA) 2.1 Teori dan Konsep Kebijakan Negara .19 2.1.1 Pengertian Krbijakan . .19 2.1.2 Sifat Masalah Publik .20 Universitas Sumatera Utara 2.1.3 Proses Publik Sebagai Proses Menemukan Masalah Pemerintah 21 2.2 Teori Kebijakan politik 22 2.2.1 Pengertian Kebijakan Politik dan Implementasi .23 2.2.2 Pengesahan Kebijakan Politik Pemerintah .23 2.2.3 Implementasi Kebijakan Publik 24 2.2.4 Ciri – Ciri Kebijakan Politik Pemerintah .26 2.2.5 Teori kelembagaan 26 2.2.6 Proses Kebijakan Politik .27 2.2.7 Evaluasi Implementasi kebijakan Politik .28 2.3 Kebijakan Pemerintah SBY Mengenai Masalah Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia 30 2.3.1 Sejarah Tenaga Kerja Indonesia Menjadi Buruh Migran di Malaysia 30 2.3.2 Arti Penting Buruh Migran Bagi Indonesia .33 a. Pada Tingkat Individu .33 b. Pada Tingkat Keluarga .34 c. Pada Tingkat Masyarakat .35 d. Pada Tingkat Daerah .36 e. Pada Tingkat Nasional .36 Universitas Sumatera Utara 2.3.3 Moratorium atau Penghentian Sementara TKI ke Malaysia Sebagai Kebijakan Luar Negeri Indonesia 37 2.3.4 Peran Perwakilan Diplomatik Masalah Buruh di Malaysia .45 2.3.5 Kebijakan Malaysia Terhadap Buruh Migran Indonesia .46 2.3.6 Nasib Pembantu Rumah Tangga Indonesia / TKI di Malaysia .50 BAB III (ANALISIS DATA) 3.1 Proses – Proses Berlangsunganya Tenaga Kerja Indonesia Ke Malaysia .56 3.1.1 Keadaan Kependudukan dan Ketenagakerjaan di Indonesia .56 3.1.2 Keadaan Pembangunan Industry di Malaysia .59 3.1.3 Alasan Menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia .61 3.2 Hal – Hal Yang Menyebabkan Kekerasan Terhadap Tenaga Kerja di Malaysia 66 3.2.1 Sistem Pengamanan / Perlindungan Yang Kurang Efektif .66 a. Sistem Komunikasi Yang Kurang .67 b. Koordinasi Yang Kurang Terbuka .68 3.3 Kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Mengenai Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia .69 3.3.1 Lima Kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono .69 1. Penempatan TKI .70 Universitas Sumatera Utara 2. Perlindungan TKI .71 3. Pemberantasan Calo dan Sponsor TKI .71 4. Lembaga Penempatan Program 71 5. Dukungan Lembaga Perbankan 71 3.3.2 Diplomasi Pemerintah Republik Indonesia Terhadap Malaysia .71 3.3.3 Pemerintah SBY Tidak Inovatif .72 3.4 Pernyataan Sikap Politik .73 3.4.1 Terhadap Malaysia: Hentikan Perbudakan dan Diskriminasi Hukum .73 3.4.2 Terhadap Pemerintah Indonesia : Lindungi TKI, Jangan Hanya Sekedar Jadi Ajang Tebar Pesona Politik 74 3.4.3 Solusi Legislasi .75 3.4.4 Tujuh Poin Penangan TKI di Malaysia 76 BAB IV (KESIMPULAN DAN SARAN) 4.1 Kesimpulan 78 4.2 Saran .84 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR TABLE : Universitas Sumatera Utara Table 1 : Alasan Migran Paling Utama Meninggalkan Kampung Halaman 61 Table 2 : Alasan Menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia .61 Table3 : Yang Mendorong ke Malaysia 61 Universitas Sumatera Utara KEBIJAKAN POLITIK PEMERINTAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENGENAI HAK ASASI MANUSIA (HAM) Tahun 2004 – 2009 (Studi Analisis Mengenai TKI Yang Bekerja di Malaysia) DESI AULIANI HASIBUAN Departemen Ilmu Politik, FISIP USU Abstrak Skripsi saya ini berjudul “ Kebijakan Politik Pemerintah Susilo bambang Yudhoyono Mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) Tahun 2004 – 2009( Studi Analisis Mengenai TKI di Malaysia ). Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah menganalisis dan mendekripsikan Kebijakan Politik SBY Mengenai Hak Asasi Manusia terhadap tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia, serta memahami apakah kebijakan dalam penelitian ini terealisasi atau tidak. Data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah bersumber dari buku – buku, surat kabar, majalah, perundang – undangan, serta internet dan diskusi dengan para teman – teman satu angkatan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah deskripsi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan Pergeseran struktur ekonomi ini akan disusul dengan perubahan komposisi tenaga kerja. Baik pergeseran struktur ekonomi maupun perubahan komposisi tenaga kerja ini akan berlangsung dalam suatu proses pergeseran nilai. Keterkaitan tenga kerja sangat brkaitan dengan kebijakan (politik) pemerintah untuk memberdayakan dan mendorong kapasitas tenaga kerja yang mampu diandalkan secara pengetahuan dan ketrampilan. Ini memang sangat berhubungan dengan kemampuan pemerintah dalam menyusun rencana-rencana dan kebijakan yang lebih berpihak pada publik, terutama tenaga kerja. Kata Kunci : Kebijakan, Tenaga Kerja, dan Pemerintahan Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tenaga kerja adalah pelaku pembangunan dan pelaku ekonomi baik secara individu maupun secara kelompok, sehingga mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam aktivitas perekonomian nasional, yaitu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Di Indonesia, tenaga kerja sebagai salah satu penggerak tata kehidupan ekonomi dan merupakan sumber daya yang jumlahnya cukup melimpah. Indikasi ini bisa dilihat pada masih tingginya jumlah pengangguran di Indonesia serta rendahnya atau minimnya kesempatan kerja yang disediakan. Pada sisi lain seperti yang dikemukakan Satjipto Rahardjo bahwa untuk menggambarkan masyarakat Indonesia tidak ada yang lebih bagus dan tepat selain dengan mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sedang berubah secara cepat dan cukup mendasar. Indonesia adalah masyarakat yang tengah mengalami transformasi struktural yaitu dari masyarakat yang berbasis pertanian ke basis industri. Perubahan tersebut mengalami akselerasi, yaitu sejak penggunaan teknologi makin menjadi modus andalan untuk menyelesaikan permasalahan, 1 sehingga mobilitas tenaga kerja tidak hanya perpindahan dari desa ke kota saja dan hal ini bisa dimengerti karena pertumbuhan industri lebih kuat berada diperkotaan dan semakin dirasakan penghasilan yang didapat lebih memadai sehingga lebih lanjut menunjukkan adanya tenaga kerja telah melintas ke antar negara. Banyak hal yang mempengaruhi terjadinya migrasi antar negara, namun faktor ekonomi tetap tampak dominan. Kondisi perekonomian yang kurang menarik di Indonesia sendiri membuat masyarakatnya yang cukup besar dan yang tampak lebih menarik di negara seberang Malaysia telah menjadi pemicu terjadinya mobilitas tenaga 1 Satjipto Rahardjo, Pendayagunaan Sosiologi Hukum untuk Memahami Proses-proses dalam Konteks Pembangunan dan Globalisasi, Jurnal Hukum, No. 7 Vol. 4 Tahun 1997, hal. 2. Universitas Sumatera Utara kerja secara internasional. Pendapatan yang meningkat di negara seberang Malaysia memungkinkan penduduk di Indonesia untuk pergi melintas batas negara, informasi yang sudah mendunia dan kemudahan transportasi juga berperan meningkatkan mobilitas tenaga kerja secara internasional. 2 Aspek politik ketenagakerjaan, 3 harus selaras dengan perkembangan ketenagakerjaan saat ini yang sudah sedemikian pesat, sehingga substansi kajian politik ketenagakerjaan tidak hanya meliputi hubungan kerja kerja semata, akan tetapi telah bergeser menjadi hubungan hukum politik antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah yang substansi kajian tidak hanya mengatur hubungan hukum dalam hubungan kerja (during employment), tetapi setelah hubungan kerja (post employment). Konsepsi ketenagakerjaan inilah yang dijadikan acuan untuk mengkaji perangkat hukum yang ada sekarang, apakah sudah meliputi bidang - bidang tersebut atau belum. Kaitannya dengan hal ini, Lalu Husni mengemukakan sebagai berikut : Pasal 1 butir 1 Undang-undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa: “ketenagakerjaan adalah segala hal ihwal menyangkut tenaga kerja baik sebelum, pada saat dan sesudah melakukan pekerjaan”. “Bidang hukum ketenagakerjaan sebelum hubungan kerja adalah bidang hukum yang berkenaan dengan kegiatan mempersiapkan calon tenaga kerja sehingga memiliki keterampilan yang cukup untuk memasuki dunia kerja, termasuk upaya untuk memperoleh lowongan pekerjaan baik di dalam maupun di luar negeri dan mekanisme yang harus dilalui oleh tenaga kerja sebelum mendapatkan pekerjaan”. 4 2 Aris Ananta, Liberalisasi ekspor dan impor Tenaga Kerja suatu pemikiran awal, Pusat Penelitian Kependudukan UGM, 1996, hal. 245. 3 Pasal 1 butir 1 Undang-undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa “ketenagakerjaan adalah segala hal ihwal menyangkut tenaga kerja baik sebelum, pada saat dan sesudah melakukan pekerjaan”. 4 Lalu Husni, Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2000,hal 54 Universitas Sumatera Utara Aspek perlindungan terhadap penempatan tenaga kerja di Malaysia sangat terkait pada sistem pengelolaan dan pengaturan yang dilakukan berbagai pihak yang terlibat pada pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Malaysia . Untuk langkah penempatan tenaga kerja di Malaysia, Pemerintah Indonesia telah menetapkan mekanisme melalui tiga fase tanggung jawab penempatan yakni fase pra penempatan, selama penempatan dan purna penempatan. Pengaturan tentang penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri adalah Undang-undang No. 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Di Luar Negeri. Pada konsideran menimbang huruf c, d dan e, disebutkan bahwa tenaga kerja Indonesia di luar negeri sering dijadikan obyek perdagangan manusia, termasuk perbudakan dan III.3. Teknik Analisa Data Analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar 51 . Penelitian ini bersifat deskriptif-eksploratif dengan pendekatan kualitatif karena mencoba mengeksplorasi dan mengelompokkan fakta yang ada dalam suatu kesimpulan. Data yang diperoleh akan dikumpulkan untuk kemudian dianalisis, disusun, diperinci secara sistematis dan selanjutnya diinterpretasikan sesuai dengan tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Hal ini dilakukan untuk mendeskripsikan secara umum dan kualitatif tentang masalah-masalah dalam topik penelitian ini. Selain itu, hal ini juga bertujaun agar penelitian ini nantinya menghasilkan gambaran yang jelas tentang penelitian ini. 51 Hasan, Iqbal. 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Ilmu Pengetahuan dan Aplikasinya. Jakarta. Ghalia Indonesia. h. 97. Universitas Sumatera Utara Data-data yang telah diperoleh tersebut kemudian dianalisis berdasarkan daya nalar dan pola pikir peneliti dalam menghubungkan fakta-fakta informasi. Pada akhirnya data-data tersebut akan mengahasilkan kesimpulan yang menunjukkan hasil akhir dari penelitian ini. Universitas Sumatera Utara BAB III DESKRIPTIF FAKTOR PENDORONG KEBIJAKAN PRIVATISASI BUMN III. 1. Pendirian BUMN (Perusahaan Negara) di Indonesia Didalam alinea ke-empat UUD 1945, disebutkan bahwa ada 4 tujuan utama dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni: “.(1)melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; (2)untuk memajukan kesejahteraan umum; (3)mencerdaskan kehidupan bangsa; dan (4)ikut melaksanakan ketertiban dunia bedasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,.” Pendirian dan pengembangan BUMN merupakan salah satu upaya negara untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, khususnya berkaitan dengan elemen “memajukan kesejahteraan umum” dan “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Amanat inilah yang menjadi landasan awal bagi negara untuk mengadakan unitunit usaha yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum dapat dipenuhi secara mandiri oleh rakyatnya/swasta. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, hampir seluruh sektor usaha yang penting bagi masyarakat belum dapat berkembang sendiri tanpa adanya keterlibatan langsung pemerintah. Oleh karena itu, dilakukanlah nasionalisasi perusahaan-perusahaan ex-Belanda, yang sektor usahanya sangat beragam, seperti perkebunan, perdagangan, konstruksi, asuransi, dan perbankan. Diantaranya adalah KLM yang Universitas Sumatera Utara dinasionalisasikan menjadi Garuda Indonesia Arways, Batavie Verkeers Mij dan Deli Spoorweg Mij dinasionalisasikan menjadi Djawatan Kereta Api (DKA) untuk sektor transportasi. Sedangkan untuk komunikasi, pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap Post, Telegraph en Dienst menjadi Jawatan Pos, Telegraph dan Telepon. Secara politik-ekonomi, pendirian BUMN di Indonesia mempunyai tiga alasan pokok 52, yaitu : 1. Sebagai wadah bisnis aset asing yang dinasionalisasi. Alasan ini terjadi di tahun 1950-an, ketika pemerintah menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing. 2. Membangun industri yang diperlukan masyarakat, namun masyarakat sendiri (atau swasta) tidak mampu memasukinya, baik karena alasan investasi yang sangat besar maupun resiko usaha yang sangat besar. 3. Membangun industri yang sangat strategis karena berkenaan dengan keamanan negara. Oleh karena itu, pemerintah membangun industri persenjataan Pindad, bahan peledak Dahana, percetakan uang Peruri, hingga pengelolaan stok pangan Bulog. Kebijakan menyangkut pengaturan perusahaan negara (BUMN) sebelumnya diatur melalui Undang-Undang Nomor 19 Prp 1960 tentang Perusahaan Negara yang kemudian ditegaskan dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1969 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang 52 Riant Nugroho dan Randy R. W. 2008. Manajemen Privatisasi BUMN. Jakarta : PT Elex Media Komputindo. h. xiv Universitas Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 1969. Berdasarkan beberapa peraturan menyangkut perusahaan negara tersebut BUMN dibedakan menjadi Perjan (perusahaan jawatan), Perum (perusahaan Umum) dan Perseroan Terbatas. Dikarenakan terdapat banyak kendala serta hambatan yang dihadapi pemerintah dalam menjalankan perusahaan negara, maka pemerintah menimbang perlu diperbaruinya aturan-aturan menyangkut BUMN agar dapat berkompetisi dan mengikuti perkembangan dunia usaha yang pesat. Berdasarkan hal tersebut kemudian pemerintah menetapkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara sebagai pengganti Undang-Undang terkait perusahaan negara sebelumnya, dimana dalam UU No 19 Tahun 2003 ini perusahaan negara (BUMN) dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu Perum dan Persero, serta menghapuskan perusahaan negara yang berbentuk Perjan karena dianggap tidak sesuai lagi dengan kondisi perekonomian yang dihadapi. Dibawah ini adalah peraturan-peraturan yang berhubungan dengan BUMN di Indonesia sejak awal pendirian BUMN itu sendiri sampai sekarang, yaitu : 1) Peraturan dan Ketentuan Terkait Tentang Nasionalisasi Perusahaanperusahaan Belanda di Indonesia a. Undang-undang Nomor 86 tahun 1958 Tentang Nasionalisasi Perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia; b. Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1959 Tentang Tugas Kewajiban Panitia Penetapan Ganti Kerugian Perusahaan- Universitas Sumatera Utara Perusahaan Milik Belanda Yang Dikenakan Nasionalisasi dan Cara Mengajukan Permintaan Ganti Kerugian; c. Undang-undang Nomor 19 tahun 1960 Tentang Perusahaan Negara. 2) Peraturan dan Ketentuan Terkait Dengan Bentuk Usaha Negara a. Instruksi Presiden Nomor 17 tahun 1967 Tentang Pengarahan dan Penyederhanaan Perusahaan Negara ke dalam Tiga Bentuk Usaha Negara; b. Undang-undang Nomor 9 tahun 1969 Tentang Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 1969 (Lembaran Negara tahun 1969 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2890) Tentang Bentuk-bentuk Usaha Negara menjadi Undang-undang; c. Undang-undang Nomor 19 tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara. 3) Peraturan dan Ketentuan Terkait Dengan Tingkat Kesehatan BUMN a. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 740/KMK.00/1989 Tentang Peningkatan Efisiensi dan Produktifitas BUMN; b. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 826/KMK.013/1992 Tentang Perubahan Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN; c. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 198/KMK.016/1998 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN; Universitas Sumatera Utara d. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN/Kepala Badan Pembinaan BUMN Nomor 215/M- BUMN/1999 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan/Penilaian Tingkat Kinerja BUMN; e. Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-100/MBU/2002 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. 4) Peraturan dan Ketentuan Terkait Dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) & Rencana Jangka Panjang (RJP) BUMN a. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 196/KMK.016/1998 Tentang Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan BUMN; b. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 197/KMK.016/1998 Tentang Rencana Jangka Panjang BUMN; c. Keputusan Menteri Negara PBUMN Nomor 169/M-PBUMN/1999 Tentang Rencana Jangka Panjang BUMN; d. Keputusan Menteri Negara PBUMN Nomor 210/M-PBUMN/1999 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan BUMN; e. Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-101/MBU/2002 Tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan BUMN; f. Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-102/MBU/2002 Tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. 5) Peraturan dan Ketentuan Terkait Dengan Komite Audit BUMN a. Keputusan Menteri Negara PBUMN Nomor 133/M-PBUMN/1999 tanggal 8 Maret 1999 Tentang Pembentukan Komite Audit bagi BUMN; Universitas Sumatera Utara b. Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-103/MBU/2002 Tentang Pembentukan Komite Audit bagi BUMN; c. Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-05/MBU/2006 Tentang Komite Audit BUMN. 6) Peraturan dan Ketentuan Terkait Dengan Pelepasan Aktiva Tetap BUMN a. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 89/KMK.013/1991 Tentang Pedoman Pemindahtanganan Aktiva Tetap Badan Usaha Milik Negara; b. Instruksi Menteri Negara BUMN Nomor 01-MBUMN/2002 Tentang Pedoman Kebijakan Pelepasan Aktiva Tetap BUMN; c. Instruksi Menteri BUMN Nomor 02/M.MBU/2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pemindahtanganan Aktiva Tetap Berupa Rumah Dinas BUMN. 7) Peraturan dan Ketentuan Terkait Dengan Sinergi BUMN Instruksi Menteri BUMN Nomor 109/MBU/2002 Tentang Sinergi Antar BUMN. 8) Peraturan dan Ketentuan Terkait Dengan Kemitraan dengan Usaha Kecil dan Bina lingkungan Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP-236/MBU/2003 Tentang Program Kemitraan BUMN Dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Universitas Sumatera Utara 9) Peraturan dan Ketentuan Terkait Dengan Restrukturisasi Hutang Usaha Kecil dan Menengah Keputusan Menteri BUMN Nomor 576/MBU/2002 Tentang Tindak Lanjut Keputusan Presiden Nomor 56 tahun 2002 Tentang Restrukturisasi Hutang Usaha Kecil dan Menengah. 10) Peraturan dan Ketentuan Terkait Dengan Penilaian Calon Anggota Direksi BUMN a. Keputusan Menteri Keuangan Nomor Indonesia di Selat Malaka. Universitas Sumatera Utara Namun, mengingat kurang memadainya infrastruktur (kondisi pelabuhan, fasilitas, birokrasi Indonesia tumpang tidih, pelayanan dan mahalnya biaya di pelabuhan) dan tidak didukung oleh kecanggihan teknologi Indonesia, maka peneliti memberi beberapa saran berdasarkan hasil penelitian ini, antara lain : 1. Bangsa Indonesia masih perlu dibingkai dan dilandasi oleh ideologi yang kuat. Agar bisa melandasi visi dan strategi pengelolaan seluruh unsur-unsur strategis Indonesia yang bersifat implementatif. 2. Dengan memiliki ideologi yang kuat inilah seharusnya menjadi titik awal pemikiran untuk selanjutnya diterjemahkan sebagai ketegasan secara konsisten, sistematis dan terukur. Sehingga diperoleh bentuk strategi dasar guna mempertahankan suatu ruang wilayah. Strategi dasar tersebut harus mampu memberikan gambaran nyata bentuk rancangan strategi pertahanan yang dimaksud, sehingga benar-benar dapat diaplikasikan terutama bila pilar politik dan ekonomi negara serta komponen bangsa lainnya dapat memiliki pemahaman tentang bagaimana pertahanan ruang laut Indonesia diselenggarakan. 3. Indonesia sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia, sistem pengangkutan laut yang efesien dan terkelola dengan baik merupakan faktor yang penting dalam persaingan ekonomi serta integritas nasional. Indonesia memerlukan sektor pelabuhan yang berkembang dengan baik dan dikelola secara efisien. Daya saing produsen baik dalam pasar nasional maupun internasional, efisiensi Universitas Sumatera Utara distribusi internal dan yang lebih umum, kepaduan dan integritas ekonomi nasional sangat dipengaruhi oleh kinerja sektor pelabuhan. 4. Meskipun pelabuhan nyata-nyata memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian nasional, Indonesia tidak memiliki sistem pelabuhan dengan kinerja yang baik menurut sudut pandang para penggunanya. Pelabuhan tidak lagi menjadi wadah untuk mendongkrak kemajuan di bidang ekonomi maupun politis Indonesia dan kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Indonesia. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Buku : Bakry, Umar Suryadi. 1987. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Jayabaya: University Press. Bungin, Burhan. 2003. Analisa Data Penelitian Kualitatif, Pemahaman Filosofis dan Metodologis Kearah Penguasaan Modal Aplikasi. Jakarta: PT Raja GrafindoPersada. Daldjoeni, N. 1991. Dasar-Dasar Geografi Politik. Bandung: Citra Aditya Bakti. Dam, Syamsumar. 2010. Politik Kelautan. Jakarta: Bumi Aksara. Danusaputro, M. 1980. Tata Lautan Nusantara: Dalam Hukum dan Sejarahnya. Bandung: Binacipta. Deliarnov. 2005. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Deliarnov. 2006. Ekonomi Politik. Pekanbaru: Erlangga. Diantha, I Made Pasek. 2002. Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia, Berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB 1982 Denpasar: Mandar Maju. Erani Yustika, Ahmad. 2009. Ekonomi: Politik Kajian Teoritis Analisis Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Finnemore, M. 1996. National Interest in International Society (terj). London: Cornell University Press. Harsawaskita, A. 2007. Great Power Politics. Bandung: Graha Ilmu. Kusumaatmadja, Mochtar. 1978. Bunga Rampai Hukum Laut. Bandung : Binacipta. Morgenthau, H. J. 1951. In Defense of the National Interest: A Critical Examination of American Foreign Policy (terj). New York: University Press of America. Muhjiddin, Atje Misbach. 1993. Status Hukum Perairan Kepulauan Indonesia dan Hak Lintas Kapal Asing. Bandung: Alumni. Mulyadi. S. 2005. Ekonomi Kelautan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Nazir, Moh. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: PT Ghalia Indonesia. Universitas Sumatera Utara Pandoyo, S. Toto. 1985. Wawasan Nusantara dan Implementasinya Dalam UUD 1945 Serta Pembangunan Nasional, Jakarta: Bina Aksara. Plano, C. Jack. 1992. The International relation Dictionary (terj), Santa Barbara: California Press. Rudy, T. 2002. Study Strategis dalam transformasi sistem Internasional Pasca Perang dingin. Bandung: Refika Aditama. Setyanta, Kurniawan. 2012. Kegagalan Formulasi kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia dan Lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia Tahun 2002 dalam persfektif Geopolitik Negara Kepulauan. Jakarta: PPS Universitas Indonesia. Sumarsono, S. dkk. 2001. Pendidikan Kewarganegaraan, Gramedia Pustaka Utama. Walton, Dale. 2007. Geopolitics and the Great Powers in the Twenty-First Century: Multipolarity and the Revolution in Strategic Perspective, London: Routledge. Jurnal : Dam, Syamsumar : Masalah Negara Kepulauan di Asia Tenggara, dalam Jurnal MIMK No. 10, LRKN-LIPI, Jakarta, 1981. Djalal, Hasjim. Persoalan Selat Malaka – Singapura, Jurnal Negarawan no.01 Agustus 2006. Rosalind, Mauludina. “Pengaturan Kerjasama, dan Tantangan Diplomasi Indonesia di Selat Malaka”. Jurnal Diplomasi. Edisi 2 No. 4 Tahun 2010. Solvay Gerke & Hans-Dieter Evers. “Selat Malaka: Jalur Sempit Perdagangan Dunia”. Jurnal Akademika. Edisi 81(1) Tahun 2011. Tumbelaka, R. Mengantisipasi kemungkinan Terorisme Maritim sebaga Kuda Troya Intervensi Asing di Selat Malaka, Jurnal Intelijen CSICI no. 36. 2011. 1998.“The Importance Of TheStraitsOf Malacca And Singapore”. Singapore Journal of International & Camparative Law. Ed 2 pp 301 – 322. Universitas Sumatera Utara Surat Kabar dan Tesis : Bakrie, Connie Rahakundini. Maritime Security & Safety di Selat Malaka Harian Seputar Indonesia, 3 November 2010. Monika, Fika. ASPEK GEOSTRATEGIS SELAT MALAKA DALAM KONTEKS KETAHANAN NASIONAL INDONESIA ABAD 21, FISIP UNIVERSITAS INDONESIA, 2011. Selat Malaka Makin Dangkal, Banjarmasin Post 2003. Tempo, Edisi 26 Februari – 4 Maret 2007 dalam tulisan Pemanfaatan di Selat Malaka. Website : ASI Global Response, Final Piracy Report 2010, available at www.asiglobalresponse.com, diakses pada 22 April 2014 pkl 12:32. Bakrie, Conni Rahakundini. Maritime Security & Safety di Selat Malaka, dalam www. Uni Sosial Demokrat - Keadilan Sosial.html. diakses pada 2 April 2014 pkl 11.52. Djalal, Hasjim. 2006. Persoalan Selat Malaka. Dalam// www. setneg. go. Id / index. php? option= com_ content & task = view & id=22&Itemid=33 di akses pada 26 Oktober 2013. Ekonomi di Singapura dalam, http://hedisasrawan.blogspot.com/2012/09/singapura-artikel-lengkap.html, diakses pada 26 Mei 2014 pkl 17:05. Geopolitik Indonesia, Malaysia, Singapura, dalam http://nurlaili-azizahfisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-80848A Geopolitik%20dan%20GeostrategiGEOPOLITIK%20INDONESIA,%20 MALAYSIA,%20DAN%20SINGAPURA%20%28week%2013%29.html, diakses pada 2 April 2014 pkl 14:15. Geopilitik dan Geostrategi Singapura dalam, http://nhytatakky.wordpress.com/2011/05/06/geopolitik-geostrategisingapura/, diakses pada 26 Mei 2014 pkl. 16:20. IMB Annual Piracy Report. [Online] Available at www.icc-ccs.org, diakses pada 22 April 2014 pkl 13:00. IMO Reports on Acts of Piracy and Armed Robbery Against Ships, [Online] Available at www.imo.org, diakses pada 22 April 2014 pkl 13:25. Universitas Sumatera Utara Indonesia sebagai Negara Kepulauan, dalam http://perairanindonesia.com/, diakses pada 10 Juni 2014, pkl 16:23. Johan, J. Brandon. Reducing Piracy in Southeast Asia, www.asiafoundation.org, diakses pada 22 April 2014 pkl 09:43. Kerjasama Ekonomi Internasional Dengan Modus Segitiga Pertumbuhan, dalam http :// kerjasama-ekonomi-internasional-dengan.html, diakses pada 2 April 2014 pkl 10:00. Keberadaan Singapura Sebagai Negara Pantai, dalam www.setneg.go.id, diakses pada 27 Oktober 2013 pkl 15:42 Manajemen Pelabuhan: Harus Ada Transformasi dalam, http://transportasiindonesia.com/manajemen_pelabuhan_harus_ada_transformasi_berita240. html, diakses pada 26 Mei 2014 pkl. 16:25. Operasi Pelabuhan Singapura, dalam Singapore remains world's busiest port". China View, Xinhua News Agency. 2006-01-12, diakses pada 2 April 2014 pkl 11:20. Pertahanan Laut Selat Malaka Oleh Indonesia, http://analisisalutsista.blogspot.com/2011_01_18_archive.html, pada 12 Maret 2014 pkl 13:15. dalam diakses Port Of Singapore dalam, http://www.maritimeworld.web.id/2013/12/10Pelabuhan-Kontainer-Terbesar-Di-Dunia.html, diakses pada 26 Mei 2014 pkl. 16:00. Selat Malaka Potensi Yang Di Abaikan, dalam http://thestoryofwardana.wordpress.com/2013/07/08/repost-selat-malakapotensi-yang-diabaikan/, diakses pada 2 April 2014 pkl 14:25. Selat Malaka Rawan Konflik Energi Antar Negara. dalam http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1240195400/11996/Selat-MalakaRawan-Konflik-Energi-Antar-Negara, diakses pada 26 November 2013 pkl 11:43. Situs Kementrian Luar Negeri, http://www.deplu.go.id/Pages/IFP.aspx?P=Bilateral&l=id, diakses pada 22 April 2014 pkl 09:15. Transit minyak di Selat Malaka, dalam http.www.eia.doe.gov/emeu/cabs/choke.html. diakses pada 12 Februari 2014 pkl 11:20. Universitas Sumatera Utara “worldOilTransitChokepoint,”http://www.eia.doe.gov/cabs/Wolrd Oil Transit Chokepoints/Background.html. diakses pada 12 Februari 2014 pkl 11:30. Universitas Sumatera Utara
Kebijakan Politik Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono Mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) Tahun 2004 - 2009 (Studi Analisis Mengenai TKI Yang Bekerja di Malaysia) Arti Penting Buruh Migran Bagi Indonesia Ciri-ciri Kebijakan Politik Pemerintah Teori Kelembagaan Institutionalism Theory HAL – HAL YANG MENYEBABKAN KEKERASAN TERHADAP TKI DI MALAYSIA Kebijakan Malaysia terhadap Buruh Migran KSIMPULAN KESIMPULAN DAN SARAN Nasib Pembantu Rumah Tangga Indonesia TKI di Malaysia Pengesahan Kebijakan Politik Pemerintah Implementasi Kebijakan Politik Peran Perwakilan Diplomatik Masalah buruh migran di Malaysia Perlindungan Hak Asasi Manusia Berdasarkan Fungsi Hukum Proses Kebijakan Politik Evaluasi Implementasi Kebijakan Politik. Proses Politik Sebagai Proses Menemukan Masalah Pemerintah Sejarah Hak Asasi Mausia Sejarah Tenega kerja Indonesia menjadi Buruh Migran di Malaysia Sifat masalah Publik Teori dan Konsep kebijakan Negara 1 Pengertian Kebijakan SOLUSI LEGISLASI TUJUH POIN PENANGANAN TKI DI MALAYSIA
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Kebijakan Politik Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono Mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) Tahun 2004 - 2009 (Studi Analisis Mengenai TKI Yang Bekerja di Malaysia)

Gratis