Feedback

Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) PT Perkebunan IX (1984-1996)

Informasi dokumen
PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) PT. PERKEBUNAN IX (1984-1996) Skripsi Oleh : Dedi Surya Darma 060706025 PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH DEPARTEMEN SEJARAH FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 1 Universitas Sumatera Utara PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) PT. PERKEBUNAN IX (1984-1996) Skripsi Sarjana Dikerjakan Oleh : Nama : Dedi Surya Darma NIM : 060706025 Pembimbing, Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si. NIP. 19670908 199303 2 002 PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH DEPARTEMEN SEJARAH FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 2 Universitas Sumatera Utara Lembar Persetujuan Ujian Skripsi PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) PT. PERKEBUNAN IX (1984-1996) Yang Diajukan Oleh : Nama : Dedi Surya Darma NIM : 060706025 Telah Disetujui Untuk Diajukan Dalam Ujian Skripsi Oleh : Pembimbing Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si. NIP. 19670908 199303 2 002 Tanggal, Ketua Departemen Drs. Edi Sumarno, M.Hum. NIP. 19650922 198903 1 001 Tanggal, PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH DEPARTEMEN SEJARAH FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 3 Universitas Sumatera Utara Lembar Pengesahan Pembimbing Skripsi PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) PT. PERKEBUNAN IX (1984-1996) Skripsi Sarjana Dikerjakan Oleh : Dedi Surya Darma 060706025 Pembimbing Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si. NIP. 19670908 199303 2 002 Skripsi Ini Diajukan Kepada Panitia Ujian Fakultas Sastra USU Medan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Ujian Sarjana Sastra Dalam Bidang Ilmu Sejarah DEPARTEMEN ILMU SEJARAH FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 4 Universitas Sumatera Utara Lembar Persetujuan Ketua Jurusan Disetujui Oleh : FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN DEPARTEMEN SEJARAH Ketua Departemen, Drs. Edi Sumarno, M.Hum. NIP. 19650922 198903 1 001 Medan, Januari 2011 5 Universitas Sumatera Utara Lembar Pengesahan Skripsi Oleh Dekan dan Panitia Ujian PENGESAHAN : Diterima Oleh : Panitian Ujian Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Ujian Sarjana Sastra Dalam Bidang Ilmu Sejarah Pada Fakultas Sastra USU Medan Pada Hari Tanggal : : : Fakultas Sastra USU Dekan, Dr. Syahron Lubis, M.A. NIP : 19511013 197603 1 001 Panitia Ujian : No. Nama 1. . Tanda Tangan 2. . ( . ) 3. . 4. . 5. . ( . ) ( ) ( ) ( ) 6 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Skripsi ini dibuat untuk memenuhi syarat kelulusan sarjana pada Program Studi Ilmu Sejarah di Universitas Sumatera Utara. Meski didasari hanya untuk memenuhi kewajiban tugas akhir seorang mahasiswa sejarah, namun perjalanan sejak skripsi ini muncul pertama kali sebagai ide sampai selesai ditulis merupakan proses yang sama pentingnya dengan saat duduk di dalam ruangan kelas untuk mengikuti kuliah. Perjalanan ini yang telah memberi pelajaran bahwa sesuatu itu menjadi lebih berharga dan berguna jika kita menganggapnya berarti. Apa yang tertulis di dalam skripsi ini tidak sepenuhnya baik karena tidak ada karya yang sempurna. Penulis sangat berterima kasih kepada pembimbing dan penguji skripsi ini. Juga kepada orang-orang yang telah meluangkan waktunya dalam membantu penulis mengumpulkan data dan memahami apa yang sebenarnya ditulis. Semoga skripsi ini memberi manfaat dan menjadi berkah bagi kita semua. Medan, Januari 2011 Dedi Surya Darma i Universitas Sumatera Utara UCAPAN TERIMA KASIH Penulis bersyukur kepada Allah SWT yang telah memudahkan usaha penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis juga mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Selama penulisan skripsi ini penulis telah banyak mendapatkan masukkan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini juga penulis berterima kasih kepada : 1. Kedua orang tua yang senantiasa memberikan dukungan moril, materil dan tak pernah berhenti melimpahkan kasih sayang, cinta, semangat, do’a serta perhatiannya selama ini kepada penulis. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada abang dan adik yang terus bertanya kepada penulis kapan penulis menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih telah terus bertanya. 2. Dekan Fakultas Sastra, Bapak Dr. Syahron Lubis, M.A. yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat menjalani ujian meja hijau agar mendapatkan gelar kesarjanaan. 3. Ketua Departemen Sejarah, Bapak Drs. Edi Soemarno, M.Hum. yang telah memberikan banyak bantuan, kemudahan serta pengalaman selama penulis mengenyam bangku perkuliahan. Terima kasih juga kepada Sekretaris Departemen Sejarah, Ibu Dra. Nurhabsyah, M.Si. yang terus memacu semangat penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. 4. Ibu Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si. selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan masukan ilmu dalam proses penulisan skripsi ini. Tanpa kontribusi ibu dan dorongan semangat bagi penulis mungkin skripsi ini tidak akan pernah selesai ditulis. ii Universitas Sumatera Utara 5. Bapak Drs. Indera Afkhar, M.Hum (Alm.) selaku dosen wali penulis yang telah banyak memberikan nasehat terhadap penulis selama duduk di bangku perkuliahan. Selamat jalan bapak! Semoga Allah memberikan tempat yang mulia di sisi-Nya. 6. Kepada seluruh staf pengajar di Departemen Sejarah penulis sampaikan ucapan terima kasih atas ilmu pengetahuan yang telah kalian diberikan selama ini. Ilmu yang telah diberikan sangat bermanfaat bagi penulis. 7. Seluruh Staff dan Pegawai pada Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) PT. Perkebunan Nusantara II yang telah membantu penulis dalam memberi informasi dan data yang diperlukan oleh penulis. 8. Kepada Bang Ampera Wira yang telah banyak membantu penulis selama menjalani perkuliahan. 9. Terima kasih banyak juga penulis sampaikan kepada teman-teman sejarah Stambuk 2006 yang telah menemani penulis kuliah. 10. Kepada para sahabat penulis Uchi, Icha, Herry, Ones, Kariani, Fadiah dan Dedi yang selalu memberikan dorongan untuk segera menyelesaikan skripsi ini dan juga membantu penulis dalam melakukan penelitian. 11. Terakhir penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang nama-namanya tidak sempat dan tidak dapat disebutkan satu persatu di dalam lembaran ini. iii Universitas Sumatera Utara Semoga apa yang telah diberikan kepada penulis mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga kita semua selalu berada dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. Amin ! Medan, Januari 2011 Dedi Surya Darma iv Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX merupakan bagian dari proyek pemerintah dalam upaya mencapai swasembada gula nasional. Pabrik yang didirikan berdasarkan tender internasional ini dalam perjalanannya telah menorehkan banyak kisah. Kebijakan pemerintah dibidang pergulaan benar-benar mempengaruhi semua sektor yang terkait dengan Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX. Namun campur tangan pemerintah ini tidak mengurangi kinerja Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX itu sendiri. Pabrik ini pernah mengalami masa kejayaannya, sama halnya dengan Pabrik Gula Sei Semayang PT. Perkebunan IX, dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Utara. Berbagai upaya dilakukan untuk terus mengembangkan kualitas dan kuantitas dari pabrik itu sendiri. Dari peningkatan mutu bahan baku, karena tidak mungkin lagi melakukan ekstensifikasi lahan, peningkatan profesionalitas kinerja karyawan, hingga pengolahan limbah sisa produksi pengolahan tebu. Pabrik yang dibangun di areal bekas penanaman tembakau ini secara lumrah terus mengalami pasang surut. Meskipun kita tahu dewasa ini lahan perkebunan yang seyogyanya dimiliki oleh PT. Perkebunan cukup banyak yang dialihfungsikan ataupun diambil hak penggunaannya secara sepihak oleh masyarakat. Hal di atas menjadi salah satu tujuan penulisan skripsi ini di mana penulis ingin mengulas keberadaan Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX. Selain itu skripsi ini juga diupayakan dapat memberikan kontribusi positif bagi Pabrik Gula Kwala Madu itu sendiri. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif di mana penulis mengumpulkan berbagai data dan informasi baik primer ataupun skunder. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif di mana penulis menceritakan secara kronologis mulai dari sebelum Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX dibangun sampai peleburan PT. Perkebunan IX dan PT. Perkebunan II menjadi PT. Perkebunan Nusantara II. v Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . i UCAPAN TERIMA KASIH . ii ABSTRAK . v DAFTAR ISI . vi DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR . x BAB I PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah . 1 1.2 Rumusan Masalah . 4 1.3 Tujuan dan Manfaat . 4 1.4 Tinjauan Pustaka . 5 1.5 Metode Penelitian . 8 BAB II PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) SEBELUM TAHUN 1984 . 10 2.1 Latar Belakang Berdirinya PGKM . 10 2.1.1 Kebijakan Pemerintah . 13 2.1.2 Tujuan Pendirian PGKM . 16 2.2 Persiapan Produksi Perdana PGKM . 16 2.2.1 Dana . 17 2.2.2 Lokasi . 17 2.2.3 Bahan Baku . 20 vi Universitas Sumatera Utara 2.2.4 Pembagian Keuntungan Diawal Produksi . 23 BAB III PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) TAHUN 1984-1996 . 24 3.1 Manajemen PGKM PT. Perkebunan IX . 24 3.1.1 Struktur Organisasi . 24 3.1.2 Tugas dan Tanggung Jawab . 27 3.2 Hasil Produksi PGKM . 34 3.3 Pengembangan Sumber Daya PGKM . 37 3.3.1 Lahan Perkebunan Tebu . 37 3.3.2 Bahan Baku . 38 3.3.3 Modal . 40 3.3.4 Tenaga Kerja . 41 3.4 Langkah-Langkah Kebijakan . 47 BAB IV DAMPAK PELEBURAN PTP IX DAN PTP II TERHADAP MANAJEMEN PGKM . 49 4.1 Struktur Organisasi PGKM . 50 4.2 Sumber Daya Manusia PGKM . 51 BAB V KESIMPULAN . 52 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN vii Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Perkembangan Areal Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) . 13 Tabel 2.2 Impor Gula Indonesia . 14 Tabel 2.3 Komposisi Kandungan Zat yang Terkandung dalam Batang Tebu . 20 Tabel 3.1 Produksi Gula dan Tetes Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX Tahun 1984 – 1993 . 35 Tabel 3.2 Areal Perkebunan Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX . 38 Tabel 3.3 Jumlah Tenaga Kerja Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX Tahun 1988 – 1992 . 42 Tabel 3.4 Tingkat Upah Karyawan Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX . 45 viii Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Layout Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX . 18 Gambar 2.2 Diagram Alir Pengolahan Tebu Menjadi Gula . 22 Gambar 3.1 Struktur Organisasi Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX . 26 ix Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX merupakan bagian dari proyek pemerintah dalam upaya mencapai swasembada gula nasional. Pabrik yang didirikan berdasarkan tender internasional ini dalam perjalanannya telah menorehkan banyak kisah. Kebijakan pemerintah dibidang pergulaan benar-benar mempengaruhi semua sektor yang terkait dengan Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX. Namun campur tangan pemerintah ini tidak mengurangi kinerja Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX itu sendiri. Pabrik ini pernah mengalami masa kejayaannya, sama halnya dengan Pabrik Gula Sei Semayang PT. Perkebunan IX, dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Utara. Berbagai upaya dilakukan untuk terus mengembangkan kualitas dan kuantitas dari pabrik itu sendiri. Dari peningkatan mutu bahan baku, karena tidak mungkin lagi melakukan ekstensifikasi lahan, peningkatan profesionalitas kinerja karyawan, hingga pengolahan limbah sisa produksi pengolahan tebu. Pabrik yang dibangun di areal bekas penanaman tembakau ini secara lumrah terus mengalami pasang surut. Meskipun kita tahu dewasa ini lahan perkebunan yang seyogyanya dimiliki oleh PT. Perkebunan cukup banyak yang dialihfungsikan ataupun diambil hak penggunaannya secara sepihak oleh masyarakat. Hal di atas menjadi salah satu tujuan penulisan skripsi ini di mana penulis ingin mengulas keberadaan Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX. Selain itu skripsi ini juga diupayakan dapat memberikan kontribusi positif bagi Pabrik Gula Kwala Madu itu sendiri. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif di mana penulis mengumpulkan berbagai data dan informasi baik primer ataupun skunder. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif di mana penulis menceritakan secara kronologis mulai dari sebelum Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX dibangun sampai peleburan PT. Perkebunan IX dan PT. Perkebunan II menjadi PT. Perkebunan Nusantara II. v Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pabrik Gula Kwala Madu atau sering disebut orang dengan istilah PGKM merupakan satu dari dua pabrik gula yang saat ini dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara II (PTPN II). Di Sumatera Utara, PT. Perkebunan Negara II merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Negara di bidang perkebunan yang sampai saat ini masih memproduksi gula pasir sebagai salah satu komoditinya. Pabrik Gula Kwala Madu awalnya merupakan salah satu dari unit produksi PT. Perkebunan IX (PTP IX). Selain Pabrik Gula Kwala Madu, PT. Perkebunan IX juga memiliki pabrik gula lain yang juga memproduksi gula pasir yaitu Pabrik Gula Sei Semayang (PGSS) yang terletak di Kabupaten Deli Serdang. Pabrik Gula Sei Semayang dalam pendiriannya lebih cepat setahun dari Pabrik Gula Kwala Madu. Oleh sebab itu ketika Pabrik Gula Kwala Madu selesai dibangun pabrik ini dinamakan Pabrik Gula Sei Semayang II (PGSS II). Namun karena letaknya bukan di wilayah Kabupaten Deli Serdang melainkan di Kabupaten Langkat dan atas permintaan dari masyarakat sekitar maka Pabrik Gula Sei Semayang II (PGSS II) kemudian diubah namanya menjadi Pabrik Gula Kwala Madu. Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan IX merupakan proyek pemerintah dalam upaya mencapai swasembada gula pasca diberlakukannya sistem Tebu Rakyat 1 Universitas Sumatera Utara Intensifikasi (TRI) tahun 1975. 1 Tujuan utama dari sistem Tebu Rakyat Intensifikasi tersebut adalah: 1. Mengalihkan pengusahaan tebu yang semula berada di tangan pabrik gula dengan sistem sewa, ke tangan petani yang harus mengusahakan sendiri tanaman tebu di atas lahannya. 2. Memperbaiki penghasilan petani tebu dengan meningkatkan produktifitas melalui pengelolaan usaha tani yang lebih intensif. 3. Menjamin peningkatan dan kemantapan produksi gula. Di Sumatera Utara, program Tebu Rakyat Intensifikasi mulai diterapkan sekitar tahun 1986, yaitu di Kabupaten Langkat dan meluas di Kabupaten Deli Serdang sekitar tahun 1988. Dalam program ini, pemerintah mengalihkan sistem penyewaan itu diteliti faktor-faktor penyebab yang berpengaruh terhadap penyimpangan mutu tersebut dengan melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang bersangkutan, khususnya pihak-pihak yang berperan penting dalam sistem manajemen kualitas. Selanjutnya akan diperoleh informasi yakni berupa frekuensi dan urutan pentingnya masalah-masalah atau penyebab-penyebab dari masalah yang ada dan diinterpretasikan ke dalam model diagram sebab-akibat atau diagram tulang ikan (fishbone diagram), untuk mencari akar persoalan dari masalah penyimpangan mutu tersebut. Prosedur Penelitian Dalam tahap ini dilakukan pengolahan data yang diperoleh dengan tahapan sebagai berikut : 1. Melakukan tahap pengumpulan data yang sudah tersedia dari lapangan yang relevan dengan penelitian. 2. Menganalisis data mutu gula yang diperoleh menggunakan control chart (diagram kontrol) untuk mengetahui apakah karakteristik mutu berada dalam batas kontrol kendali atau tidak (ada tidaknya penyimpangan mutu gula) dari periode 2008 sampai 2010 pada bulan Maret. 3. Menentukan hubungan antara karakteristik mutu dan rendemen produksi gula terhadap standar mutu nasional. 4. Menghitung nilai rata-rata, besar jenis butir (BJB), kadar air, polarisasi dan rendemen produksi dari periode 2008 sampai 2010 pada bulan Maret untuk mengetahui konsistensi mutu gula serta rendemen produksi. Universitas Sumatera Utara 5. Melakukan evaluasi terhadap data kualitas gula yang mengalami penyimpangan terhadap standar mutu nasional. 6. Memformulasikan masalah/faktor-faktor penyebab utama yang menyebabkan penyimpangan tersebut dan menentukan ruang lingkup permasalahan dengan cara melakukan wawancara dengan pihak-pihak terkait, khususnya pihak-pihak yang berperan langsung dalam sistem manajemen mutu produksi. 7. Mentransformasikan masalah atau faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyimpangan mutu gula tersebut ke dalam suatu model diagram tulang ikan (fishbone diagram). Parameter Parameter yang diamati : 1. Karakteristik mutu gula - Besar jenis butir (BJB) - Kadar air - Polarisasi 2. Rendemen gula kristal putih Universitas Sumatera Utara HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Singkat PG. Kwala Madu Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) merupakan salah satu dari enam pabrik gula pertama yang dibangun di luar pulau Jawa dari delapan belas pabrik gula yang direncanakan oleh pemerintah di era tahun delapan puluhan. Pabrik gula ini merupakan kelanjutan dari Pabrik Gula Sei Semayang I. Secara singkat dapat diuraikan bahwa pembangunan dan penyelesaian pabrik ini dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan, yaitu: - Mulai dibangun : 6 Januari 1982 - Selesai dibangun : 2 Januari 1984 - Gilingan percobaan : 20 Januari 1984 - Gilingan komersil 1 : 24 Januari 1984 - Suplai bahan oleh : Hitachi Zosen-Jepang - Pembangunan oleh : PT. Indomarine PT. Gruno Nasional - Perakitan bahan oleh : PT. Indomarine - Pengawasan pembanguan : Joint Sugar Project Unit (JSPU) - Project manager : Malikoes Soesilo, Bsc - Resident engineer : Walsen Napitupulu Pada tanggal 14 Februari 1996 melalui peraturan pemerintah tentang peleburan 26 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi 14 BUMN diberi nama Perusahaan Terbatas (Persero) Perkebunan Nusantara atau disingkat PTPN. Sehingga sejak tanggal 1 Maret 1996 PTP IX bergabung dengan PTP II dan diberi nama PT. Perkebunan Nusantara II. Universitas Sumatera Utara Lokasi Pabrik Pabrik Gula Kwala Madu berlokasi di Kwala Begumit Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat kira-kira 36 km dari kota Medan. Secara geografis terletak pada elevasi antara 9 – 125 m diatas permukaan laut. Luas areal penanaman tebu ± 6300 Ha, dimana areal perkebunan meliputi : - Kebun Kwala Madu : 1.602,50 Ha - Kwala Binge : 1.238,20 Ha - Tandem Hilir - Tandem : 680,49 Ha - Tanjung Jati : 563,00 Ha - Areal tebu rakyat intensifikasi (TRI) : : 820,60 Ha 462,80 Ha Lokasi pabrik secara langsung berbatasan dengan wilayah sebagai berikut: a. Sebelah utara berbatasan dengan desa Kwala Begumit kecamatan Stabat b. Sebelah timur berbatasan dengan desa Sidomulyo kecamatan Binjai c. Sebelah selatan berbatasan dengan desa Sidomulyo dan Sendangrejo kecamatan Binjai d. Sebelah barat berbatasan dengan desa Sambirejo kecamatan Binjai Kapasitas giling pabrik adalah sekitar 3600 sampai 4000 ton/hari. Hasil produksi dalam sehari sebanyak ± 250 ton. Pada bagian pemasaran PGKM tidak langsung menjual gula kepada konsumen, namun hanya sebagai distributor atau penyalur gula. Gula disalurkan kepada konsumen berdasarkan pesanan dari kantor direksi. Biasanya konsumen melakukan kontrak jual beli dengan kantor direksi, setelah terjadi kesepakatan maka kantor direksi mengeluarkan DO (delivery order) pesanan ke PGKM. Universitas Sumatera Utara Analisa Data dari Control Chart I-MR Dari pengamatan yang dilakukan di PG Kwala Madu, yakni berupa BJB, polarisasi, kadar air dan rendemen gula mulai dari periode Maret 2008 sampai 2010 selanjutnya dianalisa dengan menggunakan control chart. Oleh karena data variabel tersebut berasal dari suatu proses yang bersifat homogen, maka sesuai dengan pernyataan Gaspersz (2001), control chart yang sangat sesuai untuk digunakan adalah control chart I-MR. Dimana control chart I-MR tersebut dibuat dengan bantuan software minitab 14. Berat jenis butir 1. Periode Maret 2008 1 1.20 I ndiv idua l V a lue U C L= 1.1466 1.05 _ X= 0.8970 0.90 0.75 LC L= 0.6474 0.60 1 4 7 10 13 16 19 22 25 O bse r v a t ion U C L= 0.3066 M ov ing Ra nge 0.3 0.2 __ M R= 0.0938 0.1 0.0 LC L= 0 1 4 7 10 13 16 19 22 25 O bse r v a t ion Gambar 3. Control chart I-MR BJB periode Maret 2008 Dari control chart I di atas tampak bahwa sampel ke-12 berada di luar batas pengendali atas, yang artinya BJB pada sampel tersebut tidak terkendali secara statistik, sedangkan sampel lainnya mayoritas berada di sekitar garis pusat. Universitas Sumatera Utara Pada control chart MR di atas tampak bahwa semua sampel berada dalam batas pengendalian statistik (in statistical control), namun perubahan yang terjadi dalam ukuran variasi yaitu selisih antar sampel yang satu dengan yang sebelumnya masih terlalu tinggi dan penyebarannya cenderung tidak beraturan, sehingga dapat disimpulkan bahwa meskipun BJB pada periode ini terkendali secara statistik dan menunjukkan kondisi sistem yang stabil (konsisten) namun tingkat homogenitas BJB yang dihasilkan pada periode ini masih rendah. Sehingga masih perlu dilakukan peningkatan dan pengawasan proses secara ketat agar menghasilkan mutu yang variabilitasnya kecil. Selanjutnya apabila sampel yang diambil pada bulan Maret 2008 ini dibandingkan dengan standar mutu nasional dan standar mutu oleh PGKM yang menentukan bahwa BJB optimum pada gula kristal putih adalah 0,8 - 1,2 mm, maka ada sebanyak 74,07 % sampel yang memenuhi kedua standar tersebut. 2. Periode Maret 2009 I ndiv idua l V a lue U C L= 1.0507 1.0 _ X= 0.9167 0.9 0.8 LC L= 0.7827 1 4 7 10 13 16 19 22 25 O bse r v a t ion U C L= 0.1646 M ov ing Ra nge 0.16 0.12 0.08 __ M R= 0.0504 0.04 LC L= 0 0.00 1 4 7 10 13 16 19 22 25 O bse r v a t ion Gambar 4. Control chart I-MR BJB periode Maret 2009 Universitas Sumatera Utara Dari control chart I di atas tampak bahwa semua sampel berada dalam batas pengendalian statistik (in statistical control), yang berarti BJB periode Maret 2009 ini terkendali secara statistik dan masih menunjukkan kondisi sistem yang stabil walaupun terdapat kecenderungan terjadinya kenaikan BJB secara terus-menerus dan diantaranya terdapat sampel-sampel yang berada tepat di batas pengendali atas seperti sampel ke-4 dan 5. Begitu juga control chart MR, tampak bahwa semua sampel berada dalam batas pengendalian statistik (in statistical control), sama seperti analisis BJB periode Maret 2008, perubahan yang terjadi dalam ukuran variasi yaitu selisih antar sampel yang satu dengan yang sebelumnya masih terlalu tinggi dan penyebarannya cenderung tidak beraturan, sehingga dapat disimpulkan bahwa meskipun BJB pada periode ini terkendali secara statistik dan menunjukkan kondisi sistem yang stabil (konsisten) namun tingkat homogenitas BJB yang dihasilkan pada periode ini masih rendah. Sehingga masih perlu dilakukan peningkatan dan pengawasan proses pengolahan secara ketat agar menghasilkan mutu yang variabilitasnya kecil. Selanjutnya apabila sampel yang diambil pada bulan Maret 2009 ini dibandingkan dengan standar mutu nasional dan standar mutu oleh PGKM yang menentukan bahwa BJB optimum pada gula kristal putih adalah 0,8 – 1,2 mm, maka ada sebanyak 96,30 % sampel yang memenuhi kedua standar tersebut dan berarti dari segi kesesuaian terhadap standar-standar tersebut, BJB pada periode ini sudah lebih baik dari tahun sebelumnya. Universitas Sumatera Utara 3. Periode Maret 2010 1 1 I ndiv idua l V a lue 1.0 U C L= 0.9824 0.9 _ X= 0.8689 0.8 LC L= 0.7553 1 4 7 10 13 16 19 22 25 O bse r v a t ion 0.16 M ov ing Ra nge U C L= 0.1395 0.12 setSize(400,230); setLocation(300,200); show(); } public void actionPerformed(ActionEvent ae) { Object obj = ae.getSource(); if(obj == bKembali) { setVisible(false); UsulanProses up = new UsulanProses(); } } public void terima_id(String id) { id_kendaraan = id; tampil(id_kendaraan); } public void tampil(String id) { try { Class.forName("sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver"); Connection con = DriverManager.getConnection("jdbc:odbc:MyDataSource", "sa", "1234"); Statement stat3 = con.createStatement(); Ariyanto : Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Bahan Baku Dengan Metodologi Berorientasi Objek Pada Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan Nusantara II, 2007. USU Repository © 2009 ResultSet res3 = stat3.executeQuery("select * from kuitansi where id_kendaraan = '" + id_kendaraan.trim() + "'"); if(res3.next()) { lno_kui.setText("No. Kuitansi : " + res3.getString(1)); lid_kend.setText("ID Kendaraan : " + res3.getString(2)); lpemasok.setText("Pemasok : " + res3.getString(3)); lbrt.setText("Berat Bahan Baku : " + res3.getString(4)); lbiaya.setText("Biaya Bahan Baku : " + res3.getString(5)); ltgl.setText("Tanggal : " + res3.getString(6)); } } catch(Exception e) {System.out.println(e + " e2");} } public static void main(String [] args) { Kuitansi kui = new Kuitansi(); } } import javax.swing.*; import java.awt.*; import java.awt.event.*; public class PenerimaanBahanBaku extends JFrame implements ActionListener { public PenerimaanBahanBaku() { PeriksaPassword pp = new PeriksaPassword(); } public void actionPerformed(ActionEvent ae) { } public static void main(String [] args) { PenerimaanBahanBaku pbb = new PenerimaanBahanBaku(); } } import javax.swing.*; import java.awt.*; Ariyanto : Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Bahan Baku Dengan Metodologi Berorientasi Objek Pada Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan Nusantara II, 2007. USU Repository © 2009 import java.awt.event.*; class PeriksaPassword extends JFrame implements ActionListener { JPanel panel; JLabel lPwd; JTextField tPwd; JButton bMasuk, bBatal; public PeriksaPassword() { super("Menu Utama"); panel = new JPanel(); lPwd = new JLabel("Password"); lPwd.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,50)) ; lPwd.setBounds(210,50,400,40); TextField tPwd = new TextField(); tPwd.setEchoChar('*'); tPwd.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,50)) ; tPwd.setBounds(230,150,150,40); bMasuk = new JButton("Masuk"); bMasuk.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,30)) ; bMasuk.setBounds(150,230,150,35); bMasuk.addActionListener(this); bBatal = new JButton("Batal"); bBatal.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,30)) ; bBatal.setBounds(360,230,159,35); bBatal.addActionListener(this); getContentPane().add(panel); panel.add(lPwd); panel.add(tPwd); panel.add(bMasuk); panel.add(bBatal); panel.setLayout(null); setLocation(50,50); setSize (640,480); Ariyanto : Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Bahan Baku Dengan Metodologi Berorientasi Objek Pada Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan Nusantara II, 2007. USU Repository © 2009 show(); } public void actionPerformed(ActionEvent ae) { Object obj = ae.getSource(); if(obj == bMasuk) { String pwd = tPwd.getText(); if(pwd.trim().equals("1234")) { setVisible(false); UsulanProses up = new UsulanProses(); } else { lPwd.setText("Password Salah"); } } else { System.exit(0); } } public static void main(String [] args) { PeriksaPassword pp = new PeriksaPassword(); } } import javax.swing.*; import java.awt.*; import java.awt.event.*; public class StatusPenerimaan extends JFrame implements ActionListener { JPanel panel; JRadioButton rPemasok, rBahan; ButtonGroup bg; JButton bMasuk, bKembali; public StatusPenerimaan() { super("Status Penerimaan"); Ariyanto : Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Bahan Baku Dengan Metodologi Berorientasi Objek Pada Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan Nusantara II, 2007. USU Repository © 2009 panel = new JPanel(); rPemasok = new JRadioButton("Data Pemasok"); rPemasok.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,20)) ; rBahan = new JRadioButton("Data Bahan Baku dan Biaya"); rBahan.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,20)) ; bg = new ButtonGroup(); bMasuk = new JButton("Masuk"); bMasuk.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,20)) ; bMasuk.addActionListener(this); bKembali = new JButton("Kembali"); bKembali.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,20)) ; bKembali.addActionListener(this); bg.add(rPemasok); bg.add(rBahan); getContentPane().add(panel); panel.add(rPemasok); panel.add(rBahan); panel.add(bMasuk); panel.add(bKembali); panel.setLayout(null); rPemasok.setBounds(180,25,200,25); rBahan.setBounds(180,80,280,25); bMasuk.setBounds(80,170,120,25); bKembali.setBounds(280,170,120,25); setSize(450,300); setLocation(150,150); show(); } public void actionPerformed(ActionEvent ae) { Object obj = ae.getSource(); if(obj == bMasuk) { setVisible(false); if(rPemasok.isSelected()) { Ariyanto : Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Bahan Baku Dengan Metodologi Berorientasi Objek Pada Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan Nusantara II, 2007. USU Repository © 2009 DataPemasok dp = new DataPemasok(); } else { DataBahanBaku dbb = new DataBahanBaku(); } } else { setVisible(false); UsulanProses up = new UsulanProses(); } } public static void main(String [] args) { StatusPenerimaan sp = new StatusPenerimaan(); } } import javax.swing.*; import java.awt.*; public class Table extends JFrame { JTable table; JPanel panel; JScrollPane scrollArea; public Table() { table = new JTable(101,3); scrollArea = new JScrollPane(); scrollArea.getViewport().add(table); scrollArea.setPreferredSize(new Dimension(300,300)); panel = new JPanel(); getContentPane().add(panel); panel.add(scrollArea); setSize(200,200); show(); } public static void main(String [] args) { Table t = new Table(); Ariyanto : Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Bahan Baku Dengan Metodologi Berorientasi Objek Pada Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan Nusantara II, 2007. USU Repository © 2009 } } /* create table employee ( EmpCode int IDENTITY(100,1), EmpName char(25) not null, DeptName char(25) not null ) */ import javax.swing.*; import java.awt.*; import java.awt.event.*; import java.sql.*; import java.util.*; class TerimaBahanBaku extends JFrame implements ActionListener { JPanel panel; JLabel lId; JTextField tId; JButton bOk, bReset, bKembali; String id_kendaraan; public TerimaBahanBaku() { super("Terima Bahan Baku"); lId = new JLabel("ID : "); lId.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,20)) ; tId = new JTextField(20); //tId.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,20)) ; bOk = new JButton("OK"); bOk.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,20)) ; bReset = new JButton("Reset"); bReset.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,20)) ; Ariyanto : Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Bahan Baku Dengan Metodologi Berorientasi Objek Pada Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan Nusantara II, 2007. USU Repository © 2009 bKembali = new JButton("Kembali"); bKembali.setFont(new Font("Times New Roman", Font.BOLD | Font.ITALIC,20)) ; bOk.addActionListener(this); bReset.addActionListener(this); bKembali.addActionListener(this); panel = new JPanel(); getContentPane().add(panel); panel.add(lId); panel.add(tId); panel.add(bOk); panel.add(bReset); panel.add(bKembali); panel.setLayout(null); lId.setBounds(50,30,50,25); tId.setBounds(95,30,100,25); bReset.setBounds(30,150,120,25); bOk.setBounds(170,150,120,25); bKembali.setBounds(310,150,120,25); setSize(450,300); setLocation(150,150); show(); } public void actionPerformed(ActionEvent ae) { Object obj = ae.getSource(); if(obj == bOk) { id_kendaraan = tId.getText(); check_id(id_kendaraan); } else if(obj == bReset) { tId.setText(""); } else { setVisible(false); UsulanProses up = new UsulanProses(); } } public void check_id(String id) Ariyanto : Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Bahan Baku Dengan Metodologi Berorientasi Objek Pada Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan Nusantara II, 2007. USU Repository © 2009 { try { Class.forName("sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver"); Connection con = DriverManager.getConnection("jdbc:odbc:MyDataSource", "sa", "1234"); Statement stat = con.createStatement(); ResultSet res = stat.executeQuery("select * from Registrasi_Kendaraan where ID_Kendaraan = '" + id.trim() + "'"); if(res.next()) { setVisible(false); BeratKendaraanPengangkut bkp = new BeratKendaraanPengangkut(); bkp.kirim_id(id_kendaraan); } else { tId.setText(""); lId.setText("ID Kendaraan Salah"); } } catch(Exception e) {System.out.println(e);} } public static void main(String [] args) { TerimaBahanBaku tbb = new TerimaBahanBaku(); } } Ariyanto : Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Bahan Baku Dengan Metodologi Berorientasi Objek Pada Pabrik Gula Kwala Madu PT. Perkebunan Nusantara II, 2007. USU Repository © 2009
Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) PT Perkebunan IX (1984-1996)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) PT Perkebunan IX (1984-1996)

Gratis