Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) PT Perkebunan IX (1984-1996)

 2  36  84  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) PT. PERKEBUNAN IX (1984-1996) Skripsi Oleh : Dedi Surya Darma 060706025 PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH DEPARTEMEN SEJARAH FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  Meski didasari hanya untuk memenuhi kewajibantugas akhir seorang mahasiswa sejarah, namun perjalanan sejak skripsi ini muncul pertama kali sebagai ide sampai selesai ditulis merupakan proses yang sama pentingnya dengan saatduduk di dalam ruangan kelas untuk mengikuti kuliah. Juga kepada orang-orang yang telah meluangkan waktunya dalam membantu penulis mengumpulkan data dan memahami apa yang sebenarnya ditulis.

DEPARTEMEN ILMU SEJARAH FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  Meski didasari hanya untuk memenuhi kewajibantugas akhir seorang mahasiswa sejarah, namun perjalanan sejak skripsi ini muncul pertama kali sebagai ide sampai selesai ditulis merupakan proses yang sama pentingnya dengan saatduduk di dalam ruangan kelas untuk mengikuti kuliah. Juga kepada orang-orang yang telah meluangkan waktunya dalam membantu penulis mengumpulkan data dan memahami apa yang sebenarnya ditulis.

UCAPAN TERIMA KASIH

  Sedangkan analisis yang digunakan adalahanalisis deskriptif di mana penulis menceritakan secara kronologis mulai dari sebelum Pabrik Gula Kwala Madu PT. Sedangkan analisis yang digunakan adalahanalisis deskriptif di mana penulis menceritakan secara kronologis mulai dari sebelum Pabrik Gula Kwala Madu PT.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Pabrik Gula Kwala Madu atau sering disebut orang dengan istilah PGKM merupakan satu dari dua pabrik gula yang saat ini dimiliki oleh PT. Perkebunan IX juga memiliki pabrik gula lain yang juga memproduksi gula pasir yaitu Pabrik GulaSei Semayang (PGSS) yang terletak di Kabupaten Deli Serdang.

1 Intensifikasi (TRI) tahun 975. Tujuan utama dari sistem Tebu Rakyat Intensifikasi

  Perkebunan IX mengalami perkembangan sejak didirikan tahun 1984 sampai tahun 1996 atau justru mengalami kemunduran, dan faktor-faktor lain yang menarik untuk melakukanpenelitian dari sudut pandang kesejarahan terhadap Pabrik Gula Kwala Madu PT. Oleh sebab itu, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disebutkan di atas maka judul skripsi yang penulis susun adalah Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) PT.

1.2 Rumusan Masalah

  Oleh sebabitu, permasalahan-permasalahan yang akan dibahas di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apa yang melatarbelakangi berdirinya Pabrik Gula Kwala Madu PT.

1.3 Tujuan dan Manfaat

  Memberikan informasi kepada masyarakat tentang keberadaan Pabrik Gula Kwala Madu PT. Sebagai referensi bagi peneliti lain dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan Pabrik Gula Kwala Madu PT.

1.4 Tinjauan Pustaka

  Sedikit banyaknya pemahaman ini membantu penulis dalam masalah yang terdapat di dalam kualitas dan kuantitas produksi gula pasir karena tebu merupakanbahan utama untuk menghasilkan gula pasir seperti yang diproduksi oleh Pabrik Gula Kwala Madu PT. Menurut penulis hal ini dapat digunakan sebagai bahan pembanding dalam penelitian Buku yang ditulis oleh Beddu Amang yang berjudul Kebijaksanaan Pemasaran Gula Di Indonesia dapat dijadikan panduan bagi penulis dalam menelaah pengaruh kebijakan gula nasional terhadap industri gula di Indonesia khususnya pada masa Orde Baru.

1.5 Metode Penelitian

  Metode disini dapat dibedakan dari metodologi, sebab metodologi adalah science of methods, 5 yakni ilmu yang membicarakan jalan. Sejumlahsistematika penulisan yang terangkum di dalam metode sejarah sangat membantu setiap peneliti di dalam merekonstruksi kejadian pada masa yang telah lalu.

5 Dudung Abdurrahman, Metode Penelitian Sejarah, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999, hal. 43

  Sumber-sumber yang dimaksud diantaranya berupa buku-buku, arsip,data-data resmi yang dikeluarkan oleh Pabrik Gula Kwala Madu PT. Metode ini terdiri dari dua jenis yaitu kritik intern yang merupakan penyeleksian terhadap isi dan kritik ekstern yang merupakan penyeleksian terhadapbahan.67 Hugiono dan Poerwantana, Pengantar Ilmu Sejarah, Jakarta: Rineka Cipta, 1992, hal.

8 Dudung Abdurrahman, Ibid., hal. 67

BAB II PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) SEBELUM TAHUN 1984

2.1 Latar Belakang Berdirinya PGKM

  Gula yang dalam hal ini adalah gula pasir merupakan suatu komoditi strategis yang memiliki kedudukan unik yang berbeda dengan komoditi strategis lain sepertiberas. Keadaan ini menyebabkanusaha meningkatkan produksi beras dan gula secara bersama-sama sering dihadapkan Uraian di atas menjadi faktor yang melatarbelakangi pendirian pabrik gula di luar Pulau Jawa di mana Pabrik Gula Kwala Madu PT.

2.1.1 Kebijakan Pemerintah

  Tabel 2.2 berikut menerangkan angka impor gula Indonesia dari tahun 1982 hingga 1989: Hal inilah yang mendasari dibangunnya Pabrik Gula Kwala Madu PT. Jika dilihat dari jumlah dana yang dihabiskan hanya untuk pembangunan Pabrik Gula Kwala Madu PT.

2.1.2 Tujuan Pendirian PGKM

  Pabrik Gula Kwala Madu PT. Beberapa hal yang disebutkan di atas tentu menyadarkan kita betapa buruknya pun suatu proyek pemerintah di mata kita namun di sisi lain masih memiliki efekpositif yang terkadang tidak terbesit di dalam nalar kita.

2.2 Persiapan Produksi Perdana PGKM

  Pabrik mengarah ke jalan utama dan sumber air (sungai) berada ± 8 Km di belakang17 Jalan utama yang dimaksud merupakan jalan yang menghubungkan antara Medan dengan Pangkalan Berandan. Bahan baku merupakan bahan yang terlibat langsung dalam proses produksi atau dengan kata lain bahan yang digunakan langsung sebagai bahan utama dalamproses produksi.

2.2.4 Pembagian Keuntungan Diawal Produksi

  Perkebunan IX tidak sepenuhnya memiliki keuntungan yang diperoleh dari produksi gula di PabrikGula Kwala Madu. Oleh sebab itu keuntungan di awalproduksi lebih diutamakan untuk pembayaran kredit yang sebelumnya digunakan untuk biaya pembangunan Pabrik Gula Kwala Madu.

BAB II I PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) TAHUN 1984 – 1996

3.1 Manajemen PGKM PT. Perkebunan IX

  Pada dasarnya pengertian dari manajemen itu adalah kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dengan mengkordinir sejumlah manusia. Kegiatan manajemen ini dilakukan untuk mengatur dan mengkombinasi faktor-faktor produksi yang dalam kehidupan sehari-hari sering dinyatakan sebagai uang, mesin,bahan, dan manusia yang kemudian digunakan untuk meningkatkan kegunaan suatu barang atau jasa secara efisien.

3.1.1 Struktur Organisasi

  Jika dilihat dari sudut pimpinan maka tipe organisasi yang digunakan Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) PT. Perkebunan IX dapatdilihat pada Gambar 3.1 berikut: GAMBAR 3.1 Struktur Organisasi Pabrik Gula Kwala Madu PT.

3.1.2 Tugas dan Tanggung Jawab

  Mencatat jumlah tebu yang ditebang dan yang diangkut di sektor masing- masing. Bertanggung jawab penuh atas kelancaran proses terutama produksi gula yang dihasilkan dan menekan kehilangan gula yang sekecil-kecilnya.

3.2 Hasil Produksi PGKM

  Produksi ini lebih sedikit dari Pabrik Gula SeiSemayang PT. Perkebunan IX yang mampu menggiling tebu 4500 ton per hari.

19 Sacharosa merupakan salah satu zat yang terkandung dalam batang tebu. Besarnya

  Berbagai macam limbah pabrik hasil sisa pengolahan tebu menjadi gula yang dimiliki oleh Pabrik Gula Kwala Madu PT. Jumlah ampas tebu yang dihasilkan dari Pabrik Gula Kwala Madu PT.

3.3 Pengembangan Sumber Daya PGKM

  Faktor ini tentu menjadi hal yang diperhitungkan dalam pengembangan pabrik itu sendiridari berbagai sumber daya yang dimilikinya. Oleh sebab itu penanganan yang profesional terhadap pengembangan sumber daya yang dimiliki oleh Pabrik GulaKwala Madu PT.

3.3.1 Lahan Perkebunan Tebu

  Perkebunan IX juga mendapatkan pasokan bahan baku dari Tebu Rakyat Bebas dan Tebu Rakyat Intensifikasi yang dimiliki oleh masyarakat. Perkebunan IX mengolah tebu dari areal perkebunan berikut: TABEL 3.2 Areal Perkebunan Pabrik Gula Kwala Madu PT.

3.3.3 Modal

3.3.4 Tenaga Kerja

  Perkebunan IX serta perubahan status Pabrik Gula KwalaMadu dari proyek menjadi unit usaha pada PT. Perkebunan IX dibagi menjadi dua golongan, yaitu pegawai staf dan pegawai non staf (terdiri dari pegawaibulanan, karyawan harian tetap, musiman dan lepas).

BENGKEL TEHNIK

  Karyawan Harian Tetap 160 162 100 65 57 91 91 91 90 90 Karyawan Musiman 61 56 31 34 33 30 27 29 29 29 Karyawan Lepas 59 - - - - - 48 15 TANAMAN Pegawai Staf 19 16 16 22 21 20 21 23 22 22 Pegawai Bulanan 98 96 134 128 123 111 113 120 120 120 4. Karyawan Harian Tetap 437 430 448 451 448 386 391 361 359 359 Karyawan Musiman 39 40 41 40 40 36 30 29 28 28 Karyawan Lepas 1488 1240 1692 1141 352 236 482 132 475 250KEAMANANPegawai Staf 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pegawai Bulanan 13 15 16 15 15 17 18 18 18 18 5.

8 Karyawan Lepas - - -

  Perkebunan IX Keterangan: DMG : Dalam Masa GilingLMG : Luar Masa Giling Berdasarkan jenis pekerjaan yang ditanggungnya di Pabrik Gula Kwala Madu berlaku dua macam jam kerja yaitu jam kerja pegawai kantor/umum dan jam kerjapegawai pabrik. Pegawai non sfat, karyawan harian tetap, musiman dan karyawan lepas, sistem upah diatur oleh Pabrik Gula Kwala Madu berdasarkan Syarat-syaratKerja Umum (SKU) serta Perjanjian Perburuhan antara Departemen Pertanian, Departemen Tenaga Kerja, dan Buruh.

21 Manajemen Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) PT. Perkebunan IX Medan

  Perkebunan IX Sumber: Manajemen Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) 2. 1.850,- Selain upah standar karyawan yang tertera di atas, bila karyawan bekerja di luar jam kerja yang telah ditentukan maka karyawan tersebut akan mendapatkan upahlembur yang sesuai dengan Perjanjian Perburuhan Pasal IX yang mengatur upah lembur sebagai berikut: 1.

3.4 Langkah-Langkah Kebijakan

  Hal ini dilakukan agar kestabilan harga serta ketersediaan gula dipasaran tetap terjaga mengingat spekulasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab masih kerap terjadi bahkan sampai sekarang. Begitu juga mengenai ekspor dan impor gula yang dilakukan masih tetap di bawah pengawasan pemerintah langsung yang dalam hal ini ditunjuk Bulog sebagai wakilpemerintah untuk menanganinya.

BAB IV DAMPAK PELEBURAN PTP IX DAN PTP II TERHADAP MANAJEMEN PGKM Peleburan PT. Perkebunan IX dan PT. Perkebunan II menjadi PT. Perkebunan Nusantara II diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1996. Dalam bab ini penulis membahas tentang dampak peleburan tersebut terhadap Pabrik Gula Kwala Madu. Namun perlu diketahui karena peleburan tersebut terjadi pada tahun 1996 sedangkan penulis

  membatasi pembahasan tentang Pabrik Gula Kwala Madu hanya sampai tahun 1996 maka tidak banyak hal yang dapat dilihat dari dampak peleburan tersebut. Artinya penulis tidakmungkin mengulas tentang semua sisi yang berkorelasi langsung ataupun tidak langsung dengan Pabrik Gula Kwala Madu itu sendiri.

4.1 Struktur Organisasi PGKM Struktur organisasi menjadi bagian utama dalam birokrasi perusahaan

  Organisasi yang baik tentu berpengaruh terhadap kinerja perusahaan selain dari Penyebutan nama yang dimaksud yaitu jika pada saat sebelum peleburan pimpinan pabrik disebut administrateur maka setelah peleburan, pimpinan pabrikdisebut menejer. Mengenai tugas dan tanggung jawab yang dimiliki oleh masing-masing bagian masih seperti pada saat sebelum terjadi peleburan.

4.2 Sumber Daya Manusia PGKM

  Bagaimana porsi yang digunakan untuk posisi-posisi karyawan yang ada di PabrikGula Kwala Madu. Kecuali karyawan musiman yang kita tahu hanyadirekrut pada saat musim giling berlangsung di Pabrik Gula Kwala Madu.

BAB V KESIMPULAN Swasembada gula yang ingin dicapai pada dekade 80-an merupakan upaya untuk

  Pabrik Gula Kwala Madu merupakan pabrik gula kedua setelah Pabrik Gula Sei Semayang di mana kedua pabrik ini di bawah naungan PT. Pabrik yang dibangun pada tahun 1982 dan memulai produksi perdananya pada tahun 1984 telah banyak memberikan kontribusi dalam pemenuhan konsumsi gula nasional pada umumnya dan konsumsi gula Sumatera Utara pada khususnya.

DAFTAR PUSTAKA

  Bahwa pabrik gula Kwala Madu yang telah selesai pembangunannya dan telah berproduksi secara komersil, perludiubah statusnya dari proyek menjadi unit usaha pada Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT. Bahwa pabrik gula Kwala Madu yang pada saat ini dikelola oleh Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT.

c. Bahwa penambahan penyertaan modal Negara tersebut pada huruf b perlu ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah

  Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1969 tentang Perusahaan Perseroan (Lembaran Negara Tahun 1969 Nomor 21,Tambahan Lembaran Negara Nomor 2894) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1972(Lembaran Negara Tahun 1972 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2987). Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1973 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Negara Perkebunan IX Menjadi PerusahaanPerseroan (PERSERO) (Lembaran Negara Tahun 1973 Nomor 54).

6. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1983 tentang Tata Cara Pembinaan dan Pengawasan Perusahaan Jawatan (PERJAN)

Perusahaan Umum (PERUM), dan Perusahaan Perseroan (PERSERO) (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 3, TambahanLembaran Negara Nomor 3246) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1983 (LembaranNegara Tahun 1983 Nomor 37). MEMUTUSKAN : Menetapkan :PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT. PERKEBUNAN IX

  Perkebunan IX sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dilakukanmenurut ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Dagang (Staatsblad Tahun 1847 Nomor 23) sebagaimana telah beberapa kali diubah,terakhir dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1971 dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1969 sebagiamana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1972. BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 4 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini diatur oleh Menteri Pertanian dan Menteri Keuangan,baik secara bersama maupun sendiri-sendiri sesuai dengan bidang tugasnya masing- masing.

PRESIDEN REPUBLIK

  Bahwa dalam rangka lebih meningkatkan efisiensi dan efektivitas Badan-badan Usaha Milik Negara di lingkungan Departemen Pertanian, dipandang perlu melakukan peleburan Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Perkebunan II danPerusahaan Perseroan (PERSERO) PT Perkebunan IX yang masing-masing didirikan berdasarkan Peraturan PemerintahNomor 28 Tahun 1975 dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1973 dalam satu Perusahaan Perseroan (PERSERO). Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1983 tentang Tata Cara Pembinaan dan Pengawasan Perusahaan Jawatan (PERJAN),Perusahaan Umum (PERUM) dan Perusahaan Perseroan (PERSERO) (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 3,Tambahan Lembaran Negara Nomor 3246) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1983(Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 37).

NUSANTARA II

  BAB IV PELAKSANAAN PELEBURAN DAN PENDIRIAN PERSERO Pasal 4 Pelaksanaan peleburan Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Perkebunan II dan Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Perkebunan IX sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dilakukan oleh Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 5 Pelaksanaan pendirian PERSERO sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dilakukan menurut ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Dagang (Staatsblad Tahun 1847 Nomor 23) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 4Tahun 1971 dengan memperhatikan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1969 sebagaimana telah diubah dengan PeraturanPemerintah Nomor 24 Tahun 1972 dan peraturan perundang- undangan lainnya yang berlaku.

Pasal 1 dikuasakan kepada Menteri Keuangan

  BAB V KETENTUAN PENUTUP Pasal 7(1) Terhitung mulai saat berdirinya PERSERO, maka Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1975 dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1973 dinyatakan tidak berlaku.(2) Semua peraturan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah tersebut dalam ayat (1) dinyatakan masih berlaku sepanjangtidak bertentangan dengan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan Peraturan Pemerintah ini. Pasal 8 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini diatur oleh Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri sesuai denganbidang tugasnya masing-masing.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) PT Perkebunan I..

Gratis

Feedback