Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Medis Pada RSUD dr. RM. Djoelham Binjai

 1  29  102  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

SKRIPSI PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel stress kerja mempengaruhi kepuasan kerja danuntuk mengetahui indikator variabel stress kerja yang dominan dalam mempengaruhi kepuasan kerja. Berdasarkan uji t diketahui bahwa konflik kerja dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan sedangkanwaktu kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai medis di RSUD dr.

KATA PENGANTAR

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel stress kerja mempengaruhi kepuasan kerja danuntuk mengetahui indikator variabel stress kerja yang dominan dalam mempengaruhi kepuasan kerja. Berdasarkan uji t diketahui bahwa konflik kerja dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan sedangkanwaktu kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai medis di RSUD dr.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Beberapaaspek yang berhubungan dengan beban kerja tersebut adalah jumlah pasien yang harus dirawatnya, kapasitas kerjanya sesuai dengan pendidikan yang di peroleh,shift yang di gunakan untuk mengerjakan tugasnya yang sesuai dengan jam kerja yang berlangsung setiap hari, serta kelengkapan fasilitas yang dapat membantu . Namun dengan banyaknya pasien yang masuk dan rawat inap dengan berbagai jenis penyakit yang memerlukan tindakan medis yang cepat dan tepat menambahbeban kerja pegawai yang pada akhirnya menurunkan gairah kerja mereka.

1.2 Perumusan Masalah

  Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka perumusan masalah yang dijadikan objek penelitian adalah sebagai berikut : “Apakah stres kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai medis pada RSUD dr. Mengetahui indikator variabel yang paling dominan diantara konflik kerja, beban kerja, dan waktu kerja yang mempengaruhipeningkatan kepuasan kerja pada RSUD dr.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis

2.1.1. Stres Kerja

A. Pengertian Stres

  Sedangkan menurut Robbins (2003:376) stres menunjukkan suatu kondisi dinamika yang di dalamnya seorang individu dikonfrontasikan dengansuatu peluang, kendala, atau tuntutan yang dikaitkan dengan apa yang diinginkan dan yang hasilnya dipersepsikan sebagai tidak pasti dan penting. Wijono (2010 :122) menyatakan bahwa stres kerja dapat disimpulkan sebagai suatu kondisi dari hasil penghayatan subjektif individu yang dapat berupainteraksi antara individu dan lingkungan kerja yang dapat mengancam dan memberikan tekanan secara psikologis, fisiologis, dan sikap individu.

D. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Stres Kerja

  Menurut Ivancevich (2009:306) terdapat lima bentuk kondisi kerja yang dapat menghasilkan stres pada pegawai yaitu : 1. Tekanan dan sikap pimpinan yang kurang adil dan wajar.

E. Dampak Stres Kerja Terhadap Pegawai dan Perusahaan

  Frustasi adalah keadaan emosional,ketegangan pikiran, dan perilaku yang tidak terkendalikan dari seseorang, bertindak aneh-aneh yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain. Ketidakpuasan kerja dapat dihubungkan dengan sejumlah hasil disfungsional, termasuk perputaran pegawai (turn over),absen yang meningkat, dan kinerja pekerjaan yang menurun.

F. Memanajemen dan Mengelola Stres Kerja Pegawai

  Organisasi yang ingin menantang pegawainya dan tetap kompetitif dalam lingkungan yang berubah cepat, tidak akan pernah terbebas dari stres. Waktu libur adalah investasi yang berharga ketika hal inimemungkinkan pegawai melakukan pendekatan pada tugas mereka dengan tenaga yang diperbarui dan perspektif yang segar saat mereka kembali bekerja.

2.1.2. Kepuasan Kerja

A. Pengertian Kepuasan Kerja Pegawai

  Hal tersebut dihasilkan dari persepsimereka mengenai pekerjaan mereka dan tingkat kesesuaian antara individu dan organisasi Pengertian kepuasan kerja yang diungkapkan Hasibuan (2006:202) adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaan yang dicerminkanoleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Menurut Hoppecl dalam Waluyo (2009:179) kepuasan kerja merupakan penilaian dari pekerja yaitu seberapa jauh pekerjaan secara keseluruhanmemuaskan kebutuhannya.

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja

  Mullin dalam Wijono (2010:106) menjelaskan tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja meliputi faktor-faktor budaya, pribadi,sosial, organisasi dan lingkungan. Faktor organisasi diantaranya sifat dan ukuran, struktur formal, kebijakan-kebijakan personalia dan prosedur-prosedur, relasipegawai, sifat pekerjaan, tekonologi dan organisasi kerja, supervisor dan gaya kepemimpinan, sistem manajemen, dankondisi-kondisi kerja.

C. Indikator-Indikator Kepuasan Kerja

  Menurut Ivancevich (2009:90) sejumlah indikator yang dihubungkan dengan kepuasan kerja yaitu : 1. Imbalan, yaitu jumlah pembayaran yang diterima dan tingkat kesesuaian anatara pembayaran tersebut dengan pekerjaan yang dilakukan.

2.1.3. Hubungan Stres Kerja Dengan Kepuasan Kerja

  Kepuasan kerja biasanya didasarkan pada persepsi pegawai terhadap karakteristik pekerjaan dalam suatu waktu, ganjaran yang memuaskan,hubungan baik dengan rekan kerja. Ketidakpuasan kerja menunjukkan sejumlah hasil disfungsional, termasuk perputaran pegawai, absen yang meningkat, dan kinerja yang menurun.

2.2 Penelitian Terdahulu

  Wahyuddin dan Susanto (2007) dalam penelitiannya yang berjudul“Pengaruh Stres, Konflik dan Hukuman Disiplin Terhadap Produktivitas KerjaPegawai di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Samarinda KalimantanTimur” menyatakan bahwa variabel Stres, Konflik, dan Hukuman Disiplin berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai dan dari hasilanalisis data, variabel stres yang paling dominan dalam mempengaruhi tingkat produktivitas kerja pegawai. Nippon Indosari Corpindo, Cikarang Bekasi)” menyatakan bahwa stresor kerja berpengaruh langsung dan bersifat positif terhadap tingkatstres kerja pegawai secara signifikan, sedangkan stres kerja tersebut secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai.

2.3 Kerangka Konseptual

  MenurutIvancevich (2009 : 306 ) kondisi kerja yang berhubungan dengan stres antara lain: tekanan dari manajer di depan rekan kerja untuk bekerja lebih keras, lebih cepat dan lebih lama, hubungan yang buruk dengan rekan kerja, kekerasan ataukecelakaan di tempat kerja, diminta untuk melakukan pekerjaan dimana pegawai tidak memiliki keterampilan dan kompetensi yang diperlukan, dan melakukanpresentasi yang sangat penting dihadapan suatu kelompok. Sedangkan menurutHasibuan (2006:204) faktor-faktor yang menyebabkan stres kerja antara lain: beban kerja yang sulit dan berlebihan, tekanan dan sikap pemimpin yang kurangadil dan wajar, waktu dan peralatan kerja yang kurang memadai, konflik antara pribadi dengan pimpinan atau kelompok kerja, balas jasa yang terlalu rendah,masalah-masalah keluarga seperti anak, istri, mertua dan lain-lain.

2.4 Hipotesis

  Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, oleh karena itu jawaban yang diberikan masih berdasarkan pada teori Berdasarkan kerangka konseptual diatas penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut :“ Stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja Pegawai Medis RSUD dr. Djoelham Kota Binjai.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Pada tingkat eksplanasi penelitian termasuk kedalam penelitian asosiatif, yakni penelitian yang menghubungkan dua variabel atau lebih untuk melihat pengaruh,yaitu stres kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Adapun yang menjadi variabelindependen atau variabel bebas dari penelitian ini yaitu stres kerja yang terdiri dari subvariabel berupa konflik kerja (X1), bebankerja(X2), dan waktu kerja(X3).

3.4 Definisi Operasional Variabel

  Pada penelitian ini yang menjadiobjek penelitian adalah stres kerja sebagai variabel bebas dan prestasi kerja sebagai variabel terikat. Konflik Kerja (X1)Konflik kerja adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota atau kelompok dalam organisasi yang timbul karena mereka harus menggunakansumber daya secara bersama-sama, mempunyai status, tujuan, nilai-nilai, dan persepsi yang berbeda.

3.5 Skala Pengukuran Variabel

  Skala pengukuran masing-masing variabel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala Likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukursikap, pendapat dan persepsi seorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2006:86). Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai dasar dalam menyusun item-item instrument yang dapat berupapernyataan atau pertanyaan (Sugiyono, 2006:98)Skala Likert menggunakan lima tingkat jawaban yaitu : Tabel 3.2 Instrumen Skala Likert No.

3.6 Populasi Dan Sampel

a. Populasi

b. Sampel

  Prosedur penarikan sampel pada penelitianini dengan menggunakan rumus Slovin (Ginting dan Situmorang, 2008:132), yaitu: n฀ Dimana : n = Jumlah SampelN = Jumlah Populasi e = Taraf Kesalahan Maka jumlah sampel yang diperoleh adalah : n = = = 79,8 Melalui rumus Slovin maka didapat jumlah sampel sebesar 79,8 yang dibulatkan menjadi 80 orang. Kriteria pegawai yang dipilih untuk dijadikansampel dalam penelitian ini adalah pegawai medis yang terdiri dari pegawai medis perawatan dan pegawai medis non perawatan (penunjang medis) yang sudahbekerja lebih dari tiga tahun pada RSUD dr.

3.7 Metode Pengumpulan Data

  Wawancara (Interview) Wawancara langsung dengan pimpinan maupun pegawai untuk berbagai hal yang berkaitan dengan penelitian. Studi Dokumentasi yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari buku- buku, majalah, jurnal, dan dokumen lain yang berhubungan denganmasalah yang diteliti.

3.8 Uji Validitas Dan Reliabilitas

  Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah datayang didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan (kuesioner). Metode yang digunakan adalah dengan membandingkanantara nilai korelasi atau r hitung dari variabel penelitian dengan nilai r tabel.

3.9 Metode Analisis Data

  Uji Asumsi KlasikSebelum melakukan analisis regresi, agar diperoleh perkiraan yang tidak bias dan demi efisiensi maka dilakukan pengujian asumsi klasik yang harusdipenuhi yaitu: 1) Uji NormalitasTujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi data mengikuti atau mendekati distribusi normal. Heteroskedastisitas diuji dengan menggunakan uji Park dengan pengambilan keputusan jika Artinya variabel independen yang satu dengan yang lain dalam model regresi berganda tidak saling berhubungan secara sempurna ataumendekati sempurna.

2 X : Waktu Kerja

  Uji Signifikan Parsial (Uji-t)Uji-t bertujuan untuk melihat secara parsial apakah ada pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Hal ini berarti bila R =0 menunjukkan tidak adanya 2 pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan bila R mendekati satu menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variabelbebas terhadap variabel terikat.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1 Sejarah Ringkas dan Perkembangan RSUD Dr. R. M. Djoelham

  Namun dengan kondisi luas bangunan yang tidak begitu besar, pasang-surutnya perlawanan terhadap penjajahan tidak mengubah kondisi dan fungsi rumah sakityang pada masa itu hanya memiliki satu gedung dengan fasilitas peralatan medis yang sederhana sekali. MM melanjutkan pengembangan yang telah terbina dan terlaksana pada periodesebelumnya dan penataan manajemen yang berkiualitas dan peningkatan kualitas SDM rumah sakit.

4.1.2 Visi, Misi, Moto, Tugas Pokok Dan Fungsi Badan Pengelola RSUD dr. R. M. Djoelham Kota Binjai

  Kuesioner berisikan 20 pernyataan yang terdiri dari 4 butir untuk variabel konflik kerja (X Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai medis pada RSUD dr. ),5 butir untuk variabel waktu kerja (X 2 ), 6 butir untuk variabel beban kerja (X 1 5.

4.2 Analisis Deskriptif Penelitian

Djoelham Kota Binjai dan yang menjadi sampel adalah sebanyak 80 orang pegawai medis.

4.2.1 Analisis Deskriptif Responden

  Penelitian ini dilakukan penulis kepada 80 orang responden, demografi yang disajikan oleh penulis menurut usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerjadan status pernikahan dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut : Usia seorang pegawai sangat menentukan kinerja secara keseluruhan.pegawai dengan usia yang relatif masih muda akan mampunyai kemampuan fisik yang lebih baik daripada pegawai yang lebih tua. Tanggung jawab dari pegawai dengan tingkat pendidikan yang tinggi biasanya juga jauh lebih tinggi karena mereka lebihdipercaya untuk menangani tingkat pekerjaan yang dianggap tidak mampu dikerjakan oleh pegawai yang kurang pengalaman, apalagi yang berpendidikantidak terlalu tinggi.

4.2.2 Analisis Deskriptif Variabel

  Kuesioner yang dilakukan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Skala Likert untuk menanyakan tanggapan responden terhadapvariabel konflik kerja (X 1 ), beban kerja (X 2 ), waktu kerja (X 3 ), dan variabel kepuasan kerja (Y). Pada pertanyaan butir 2 (Tunjangan yang Bapak/Ibu terima sudah sesuai untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak) sebanyak 5 (6,3%)responden menjawab setuju, sebanyak 35(343,8%) responden menjawab kurang setuju, sebanyak 24 (30,0%) menjawab tidak setuju dan sisanyasebanyak 16 (20,0%) responden menjawab sangat tidak setuju, dan tidak ada responden yang menjawab sangat setuju.

4.3. Uji Asumsi Klasik

4.3.1 Uji Normalitas

  Datayang baik adalah data yang mempunyai pola seperti distribusi normal, yakni distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan. Ujinormalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan grafik dan pendekatan Kolmogorov-Smirnov.

a. Pendekatan Grafik

  Berdasarkan Gambar 4.1 dapat dilihat titik-titik mengikuti data di sepanjang garis diagonal, hal ini berarti data berdistribusi normal. Sumber : Hasil pengolahan SPSS 17.0 for Windows (Juni, 2011) Gambar 4.1 Pengujian Normalitas P-P Plot Namun untuk lebih memastikan data di sepanjang garis diagonal berdistribusi normal atau tidak, maka dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov.

b. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov

  Pada uji ini keputusan yang diambil adalah apabila sig > 0,05 maka distribusi data bersifat normal dan apabila sig < 0,05 maka distribusi data tidaknormal. (2-tailed) sebesar 0,840 yang lebih besar dari 0,05 (0,840 > 0,05) yang berarti bahwa variabel residual berdistribusi normal.

b. Calculated from data

Sumber : Hasil pengolahan SPSS 17.0 for Windows (Juni, 2011)

4.3.2 Uji Heteroskedastisitas

  Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas yang dapat diuji dengan menggunakan pendekatan grafik danpendekatan statistik. Gambar 4.2 memperlihatkan titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu yang jelas serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y.

a. Dependent Variable: absut

  Sumber : Hasil pengolahan SPSS 17.0 for Windows ( Juni , 2011) Pada Tabel 4.10 menunjukkan tidak ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen absolut Ut (abSut). Jadi dapat disimpulkan model ini tidak msengarah adanya heteroskedastisitas, sehingga layak dipakai untuk memprediksi variabel kepuasankerja (Y) berdasarkan masukan variabel independennya, yaitu konflik kerja (X ), 1 beban kerja (X 2 ), dan waktu kerja (X 3 ).

4.3.3 Uji Multikolinearitas

  Multikolinieritas berarti adanya hubungan linier yang sempurna atau pasti di antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dari model regresi untukmendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) dengan membandingkansebagai berikut: a. VIF < 5 maka tidak terdapat multikolinearitas b.

a. Dependent Variable: kepuasan

  Sumber : Hasil pengolahan SPSS 17.0 for Windows (Juni, 2011) Pada Tabel 4.11 memperlihatkan nilai Tolerance > 0,1 dan VIF < 5 pada semua variabel independent, yaitu konflik kerja (X ), beban kerja (X ) dan waktu 1 2 kerja, dengan demikian data tidak terkena multikolinearitas. Hal ini berarti pada variabel independent, yaitu konflik kerja, beban kerja dan waktu kerja tidakterdapat hubungan linear sempurna atau pasti, diantara beberapa atau semua variabel sehingga model regresi layak digunakan.

4.3.4 Analisis Regresi Linear Berganda

2

1. Koefisien Determinan (R )

  Determinan (R ) atau R - Square digunakan untuk melihat berapa besar variabel independent mampu menjelaskan variabel dependent. Dengan kata lain, koefisien determinan digunakan untuk mengukur kemampuan variabel konflik kerja (X 1 ), beban kerja (X 2 ), dan waktu kerja menjelaskan Tabel 4.13 Goodness of Fit Model Summary Std.

a. Predictors: (Constant), waktu, konflik, beban

  R = 0,597 berarti hubungan antara variabel konflik kerja, beban kerja dan waktu kerja terhadap variabel kepuasan kerja sebesar 59,7 %. Adjusted R Square sebesar 0,331 yang berarti 33,1 % kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh konflik kerja, beban kerja, dan waktu kerja.

2. Uji secara simultan / serempak (Uji F)

  Model Hipotesis : H : b1=b2=b3=0 o Tidak terdapat pengaruh variabel konflik kerja, beban kerja, dan waktu kerja secara bersama-sama terhadap kepuasn kerja pegawai pada RSUD dr. H a : b1 ≠b2≠b3≠0 Terdapat pengaruh variabel konflik kerja, beban kerja, dan waktu kerja secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja pegawai pada RSUD dr.

3. Uji Secara Parsial (Uji t)

  Variabel beban kerja berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,019) dibawah (lebihkecil dari) 0,05 dan nilai t hitung (-2,400) < t tabel(0,67761) artinya jika variabel beban kerja meningkat sebesar satu satuan (unit) maka kepuasan kerja (Y) akanmenurun sebesar 0,235 satuan (unit) c. Variabel waktu kerja berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja (Y) hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,217) di atas (lebihbesar dari) 0,05 dan nilai t hitung (1,244) < t tabel artinya walaupun ditingkatkan variabel waktu kerja sebesar satu satuan maka kepuasan kerja tidak tidak akanmengalami peningkatan atau penurunan.

d. Berdasarkan hasil output tersebut maka rumus persamaan regresinya adalah

Y = a + b X + b X + b X +e 1 1 2 2 3

3 Y = 25,158 – 0,527X 1 – 0, 25X

  2 + 0,122X 3 + e Penyisipan faktor error (e) dalam model mewakili himpunan pengaruh dari variabel-variabel yang diabaikan. Dimungkinkan pengaruh semua variabeltersebut sangat kecil sehingga faktor error digunakan untuk mewakili kesalahan- kesalahan dalam pengukuran, pencatatan, pengumpulan maupun pengolahan data.

4.4 Pembahasan

  Djoelham Binjai, berdasarkanpengamatan yang dilakukan terlihat bahwa waktu kerja yang dimiliki oleh setiap pegawai sudah ditetapkan sejak awal dan sudah terjadwal sehinggakemungkinan penambahan jam kerja atau pengurangan jam kerja sangat kecil, pengaturan jam kerja pada pegawai rumah sakit ini dilakukan dengan sistemshif dengan tiga kali perputaran shift perharinya. Bagi pegawai yang mendapat shift pagi tentu saja tidak akan mendapatkan shift malam begitu jugasebaliknya sehingga dengan adanya system shif secara berganti-ganti ini tidak mempengaruhi kepuasan kerja pegawai medis secara signifikan karena jamkerja yang dimiliki setiap pegawai sama dengan jumlah jam kerja yang dimiliki pegawai lain di instansi pemerintahan lainnya.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Berdasarkan uji t diketahui bahwa konflik kerja dan beban kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai pada RSUD dr. Binjai lebih menerapkan sistem manajemen yang baik dan melakukan perubahan secara berkalasehingga rumah sakit dapat beroperasi secara efektif dan efisien dan mampu bertahan di tengah pertumbuhan rumah sakit milik swasta yang begitu pesat.

Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Medis Pada RSUD dr. RM. Djoelham Binjai Analisis Deskriptif Penelitian ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil output tersebut maka rumus persamaan regresinya adalah Y = a + b Pembahasan Dampak Stres Kerja Terhadap Pegawai dan Perusahaan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Gambaran Umum Perusahaan .1 Sejarah Ringkas dan Perkembangan RSUD Dr. R. M. Djoelham Gejala Stres Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Stres Kerja Jenis Penelitian Tempat Dan Waktu Penelitian Batasan Operasional Definisi Operasional Variabel Konflik Kerja Tabel 4.6 Beban Kerja Tabel 4.7 Metode Analisis Data METODE PENELITIAN Metode Pengumpulan Data Uji Validitas Dan Reliabilitas Pendekatan statistik Tabel 4.11 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Penelitian Terdahulu Kerangka Konseptual Pengertian Stres Pengertian Stres Kerja. Skala Pengukuran Variabel Populasi Dan Sampel a. Populasi Sampel Uji Asumsi Klasik 1 Uji Normalitas Pendekatan Grafik Pendekatan Kolmogorov-Smirnov Pendekatan Grafik
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja..

Gratis

Feedback