Pengendalian Serangan Colletotrichum sp. Pada Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Menggunakan Isolat Bakteri Kitinolitik

 13  85  73  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

PENGENDALIAN SERANGAN Colletotrichum sp. PADA TANAMAN KAKAO ( Theobroma cacao L.) MENGGUNAKAN

  PADA TANAMAN KAKAO ( Theobroma cacao L.) MENGGUNAKAN ISOLAT BAKTERI KITINOLITIK TESISDiajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains dalam Program Studi Magister Ilmu Biologi pada Program Pascasarjana Fakultas MIPA Universitas Sumatera UtaraOleh SRI WAHYUNI 097030008/BIOPROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 PENGESAHAN TESISJudul Tesis : PENGENDALIAN SERANGAN Colletotrichum sp. PADA TANAMAN KAKAO ( Theobroma cacao L.) MENGGUNAKAN ISOLAT BAKTERI KITINOLITIK TESISDengan ini saya nyatakan bahwa saya mengakui semua karya tesis ini adalah hasil kerja saya sendiri kecuali kutipan dan ringkasan yang tiap satunya telah di jelaskan sumbernyadengan benar.

PANITIA PENGUJI TESIS

  PADA TANAMAN KAKAO ( Theobroma cacao L.) MENGGUNAKAN ISOLAT BAKTERI KITINOLITIK TESISDengan ini saya nyatakan bahwa saya mengakui semua karya tesis ini adalah hasil kerja saya sendiri kecuali kutipan dan ringkasan yang tiap satunya telah di jelaskan sumbernyadengan benar. Dengan Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif ini, Universitas Sumatera Utara berhak menyimpan, mengalih media, memformat,mengelola dalam bentuk data-base, merawat dan mempublikasikan Tesis saya tanpa meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis dansebagai pemegang dan tau sebagai pemilik hak cipta.

KATA PENGANTAR

  P yang selalu bersemangat memotivasi serta dukungan yang selalu diberikan kepada penulis, teman Melva, Rika, Nani, Leli, Rahayu, Afifah, Yuni Lubis, Rida) yang selalu memotivasi penulis agar bersemangat serta semua pihak yang terlibat langsung maupun yang tidaklangsung yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas dukungan, perhatian, dan bantuannya kepada penulis. Dalam penelitian ini penggunaan isolat bakteri kitinolitik bertujuan untuk menghambat perkembangan penyakit antraknosa yangditunjukkan dari pengujian antagonis yang di uji pada media agar dengan 2% koloidal kitin sebagai sumber karbon.

DATA PENDIDIKAN

DAFTAR ISI

  pada Tanaman Kakao 14 4.2 Kemampuan Bakteri Kitinolitik dalam Menghambat Serangan 17 4.1 Gejala Penyakit Antraknosa pada Daun Tanaman Kakao 17 16 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 3.8 Analisis Data 16 3.7 Pengamatan Luas Serangan 40 DAFTAR TABEL Nomor Judul HalamanTabel 1 Kemampuan Bakteri Kitinolitik dalam Menghambat 21 Colletotrichum sp. pada 28 perlakuan bakteri kitinolitik untuk setiap pengamatan DAFTAR GAMBARNomor Judul Halaman Gambar Colletotrichum 1 Gejala Penyakit Antraknosa yang Terserang sp.

10 Hasil Reisolasi Perlakuan Bakteri Kitinolitik

  Pengendalian hayati terhadap Colletotrichum dengan menggunakan isolat bakteri dan jamur telah banyak dilaporkan, akan tetapi penggunaan isolat bakteri kitinolitik untukmengontrol antraknosa belum banyak dilaporkan. Dalam penelitian ini penggunaan isolat bakteri kitinolitik bertujuan untuk menghambat perkembangan penyakit antraknosa yangditunjukkan dari pengujian antagonis yang di uji pada media agar dengan 2% koloidal kitin sebagai sumber karbon.

1.1 Latar Belakang

  Serangan jamur terjadi pada waktu tanaman membentuk daun muda selama musimhujan dan penularan jamur ini berlangsung dengan perantaraan spora yang dibawa oleh et al angin dan air hujan terutama pada malam hari dan cuaca yang lembab (Wahyudi ., 2008). strain PSJN mampu menekan pertumbuhan Botrytris cinerea et al Pseudomonas fluoresen (Barka ., 2002), t dapat mengendalikan Ralstonia solanacearum penyakit lincat yang disebabkan oleh pada tembakau (Heru, Bacillus mycoides Bacillus pumilis 2006), dan menekan penyakit bercak daun Cercospora et al Bacillus cereus pada tanaman gula bit (Bargabus ., 2004), BT8 dan BP24 mampu mengendalikan penyakit pada beberapa tanaman tomat, kentang dan pecan (Backman,1997).

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penyakit Antraknosa pada Tanaman Kakao

  Colletotrichum Di Indonesia penyakit kakao yang disebabkan oleh jamur sudah lama dikenal, penyakit ini tersebar di semua negara penghasil kakao dan dikenal sebagaiantraknosa. Faktorlingkungan yang kurang menguntungkan seperti peneduh yang kurang, kesuburan tanah yang rendah, atau cabang yang menjadi lemah karena adanya kanker batang.

2.2 Penyakit Penting Lainnya pada Tanaman Kakao

  busuk buah yaitu Gejala kanker diawali dengan adanya bagian Penyakit jamur akar (Root fungus) disebabkan oleh jamur akar putih Rigidoporus lignosus Ganoderma philippii Phellinus noxius , jamur akar merah dan jamur akar coklat . Pembukaan lahan yang tidak sempurna, karena banyak tunggul dan sisa-sisa akar sakit dari tanaman sebelumnya tertinggal di dalam tanah akan menjadi sumber penyakit.

2.3 Kitin dan Bakteri Kitinolitik

  Mikroorganisme yangmemproduksi kitinase telah dilaporkan sebagai agen biokontrol untuk berbagai jenis jamur et al antara lain Bacillus cereus penyakit tanaman (Chernin ., 1995), UW85, yang telah terbukti menjadi agen biokontrol yang dapat mengendalikan Phytophthora pada penyakit damping offB. Menurut Oku (1994),peranan kitinase dalam pertahanan tanaman terhadap serangan patogen terjadi melalui dua cara, yaitu: (i) menghambat pertumbuhan cendawan dengan secara langsungmenghidrolisis dinding miselia cendawan dan (ii) melalui pengelupasan elisitor endogen oleh aktivitas kitinase yang kemudian memicu reaksi ketahanan sistemik ( systemic acquired resistance ) pada inang.

2.4 Potensi Bakteri Kitinolitik sebagai Pengendali Hayati

  Pengendalian hayati khususnya pada penyakit tumbuhan dengan menggunakan mikroorganisme telah dimulai sejak lebih dari 70 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun1920 sampai 1930 ketika pertama kali diperkenalkan antibiotik yang dihasilkan et al mikroorganisme tanah (Khalid ., 2004). Bakteri ini sering digunakan sebagai agen pengendali hayati karena di dasarkan atas kemampuan mikroorganisme menghasilkan kitinase dan dalam kontrol fungi patogenenzim kitinase berperan sebagai mikoparasitisme yang dapat melisiskan sel jamur.

BAB 3 BAHAN DAN METODE

  3.1 Waktu dan Tempat Percobaan dilaksanakan dari bulan Maret sampai Juni 2011 di LaboratoriumMikrobiologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Rumah KacaDepartemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Bahan-bahan yang digunakan antara lain koleksi isolat bakteri kitinolitik diLaboratorium Mikrobiologi Universitas Sumatera Utara berasal dari Bangka (BK15, Colletotrichum BK13, BK17), Langkat (LK08) serta Karo (KR05), isolat jamur sp., medium nutrient agar (NA), medium potato dextrose agar (PDA), koloidal kitin (MGMC),kloroks 1%, alkohol 95%, akuades, 99% etanol, 3,125% NaOCl, sukrosa 0,05%, larutan garam, agar, NaCl 0.9%.

3.6 Perbanyakan Suspensi Bakteri dan Jamur Pembuatan suspensi bakteri dilakukan menurut metode Bressan & Borges (2003)

  Colletotrichum yang terbentuk diambil dengan cara sebagai berikut: biakan murni konidia sp., ditetesi dengan aquadest steril sebanyak 10 ml kemudian dikikis dengan jarum kaitsehingga konidia yang ada terlepas dalam aquadest steril. Campuran ini disaring dengan kain muslin sehingga potongan-potongan miselium dan bagian yang kasar dari media akantertinggal dan hanya konidia saja yang dapat lewat.

3.7 Pengamatan Intensitas Serangan

  Anak daun yang diamati adalah yang berda di bagian tengah. Skala bercak terdiri dari :Skala 0 = tidak ada bercak pada daunSkala 1 = terdapat bercak daun 1/16 bagianSkala 2 = terdapat bercak daun 1/8 bagianSkala 3 = terdapat bercak daun ¼ bagianSkala 4 = terdapat bercak daun ½ bagian Skala 5 = terdapat bercak pada seluruh permukaan daun.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gejala penyakit antraknosa pada daun tanaman kakao

  Menurut Boyce (1961), ciri khas penyakit daun adalahterbentuknya daerah mati pada daun (nekrotik) dengan ukuran yang bervariasi mulai dari yang kecil sampai yang besar, bulat sampai bersiku atau tak beraturan, jaringan yang matitidak menyeluruh kecuali apabila sejumlah bercak saling menyatu dan membentuk bercak yang luas sehingga jaringan daun mati. Hal tersebut diduga karena terjadinya interaksi hiperparasit antara isolat Colletotrichum bakteri kitinolitik dan jamur sp., dimana keberadaan kitin pada dinding sel jamur yang merupakan nutrisi, isolat bakteri kitinolitik mengalami pertumbuhan yangbegitu cepat dan melakukan kolonisasi terhadap hifa jamur dan menghasilkan enzim litik berupa kitinase yang mampu menempel kuat pada hifa Colletotrichum sp.

4.5 Reisolasi Colletotrichum sp. dan Bakteri Kitinolitik pada tanaman kakao

  memiliki ciri yang sama dengan patogen yang ditemukan di lapangan, hal ini sesuai dengan prosedur postulat Kochyang digunakan untuk mencari bukti bahwa suatu penyakit disebabkan oleh jasad renik tertentu (Pelczar & Chan, 1986). Hasil reisolasi perlakuan bakteri kitinolitikDari hasil reisolasi kelima perlakuan terlihat bahwa suspensi bakteri kitinolitik yang disemprot pada daun tanaman kakao mampu mengurangi aktivitas patogen Colletotrichumet al sp.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  1. in vitro menunjukkan semua isolat bakteri kitinolitik mampu Hasil ujiColletotrichum menghambat pertumbuhan sp.

2. Isolat bakteri kitinolitik yang diuji menyebabkan kerusakan hifa Colletotrichum sp

  in vivo 3. menunjukkan semua isolat bakteri kitinolitik yang diuji Hasil uji mampu menekan perkembangan penyakit antraknosa pada tanaman kakao, danIsolat LK08 adalah isolat bakteri kitinolitik terbaik yang mampu menurunkan intensitas dan luas serangan.

5.2 Saran

  Perlu adanya penelitian dan perhatian lebih lanjut terhadap isolat kitinolitik potensial sehingga bisa digunakan untuk agen pengendali hayati dalam Colletotrichum menghambat serangan patogen sp. Aktivitas enzim kitinase pada kacang Sclerotium rolfsii tanah yang sehat dan yang terinfeksi .

1. Alur Kerja Antagonisme In Vitro

Colletotrichum Biakan Jamur spDiinokulasikan pada mediaMGMC Pada jarak 3,5 cm dari tempat Inokulum bakteri. Sebanyak 10 µl suspensi bakteri kitinolitik diteteskan cakramstandard OxoidDiinkubasi pada suhu 30 C dan dilakukan pengamatan selamalima hari Hasil Pengamatan

2. Pengamatan abnormalitas miselium Colletotrichum sp. Setelah uji antagonis

Biakan Jamur Colletotrichum spDipotong ujung miseliumColletotrichum sp. Pada mediaMGMC berbentuk block squareDiletakkan pada objek glassDiamati pertumbuhan miselium Colletotrichum sp.yang abnormal Hasil Pengamatan
Pengendalian Serangan Colletotrichum sp. Pada Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Menggunakan Isolat Bakteri Kitinolitik Alur Kerja Antagonisme In Vitro Pengamatan abnormalitas miselium Pembuatan Suspensi Bakteri Kitinolitik Pembuatan Suspensi Jamur Pengujian in vivo bakteri kitinolitik terhadap tanaman kakao Uji Patogenisitas Intensitas Serangan Minggu 1 Luas Serangan Minggu 1 Perlakuan Intensitas Serangan Minggu 2 Perlakuan Kemampuan Bakteri Kitinolitik dalam Menghambat Serangan Latar Belakang KESIMPULAN DAN SARAN Luas Serangan Minggu 2 Intensitas Serangan Minggu 3 Luas Serangan Minggu 3 Pengamatan struktur hifa abnormal Pengamatan Struktur Hifa Fungi Abnormal Perbanyakan Suspensi Bakteri dan Jamur Penilaian Efektifitas Bakteri Kitinolitik terhadap Penyakit Antraknosa pada Tanaman Kakao Penyakit Penting Lainnya pada Tanaman Kakao Kitin dan Bakteri Kitinolitik Potensi Bakteri Kitinolitik sebagai Pengendali Hayati Reisolasi HASIL DAN PEMBAHASAN Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Isolasi Jamur Uji Antagonisme Bakteri Kitinolitik In vitro
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengendalian Serangan Colletotrichum sp. Pada..

Gratis

Feedback