Feedback

Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban dan Suburban

Informasi dokumen
PERBEDAAN GANGGUAN TIDUR PADA REMAJA URBAN DAN SUBURBAN TESIS NUR’AINI 087103002/IKA PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIS - SPESIALIS ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PERBEDAAN GANGGUAN TIDUR PADA REMAJA URBAN DAN SUBURBAN TESIS Untuk memperoleh gelar Magister Kedokteran Klinik di Bidang Ilmu Kesehatan Anak / M. Ked (Ped) Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara NUR’AINI 087103002/IKA PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK – SPESIALIS ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis : Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban dan Suburban Nama : Nur’aini Nomor Induk Mahasiswa : 087103002 Program Magister : Magister Kedokteran Klinik Konsentrasi : Kesehatan Anak Menyetujui, Komisi Pembimbing Ketua Dr. Sri Sofyani, SpA(K) Anggota Dr. Supriatmo, SpA(K) Ketua Program Studi Ketua TKP PPDS dr. Melda Deliana, SpA(K) dr. H. Zainuddin Amir, SpP(K) Tanggal lulus: 25 Agustus 2011 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN PERBEDAAN GANGGUAN TIDUR PADA REMAJA URBAN DAN SUBURBAN TESIS Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Medan, 25 Agustus 2011 Nur’aini Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada Tanggal : 25 Agustus 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : dr. Sri Sofyani, SpA(K) Anggota : dr. Supriatmo, SpA(K) Elvi Andriani Yusuf, MSi (Psi) . . dr. Tiangsa Sembiring, SpA(K) . . dr. Yazid Dimyati, SpA(K) Tanggal lulus: 25 Agustus 2011 Universitas Sumatera Utara UCAPAN TERIMA KASIH Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, karunia dan kasihNya kepada penulis, hingga tesis ini dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Tesis ini dibuat sebagai tugas akhir, sekaligus untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan pada Magister Kedokteran Klinik Konsentrasi Ilmu Kesehatan Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara / RSUP H. Adam Malik Medan. Penulis menyadari penelitian dan penulisan tesis ini masih jauh dari kesempurnaan sebagaimana yang diharapkan. Kekurangan dan kelemahan menjadi pelajaran berharga bagi penulis, oleh karena itu segala masukan, saran yang berharga serta kritik yang konstruktif dari semua pihak akan diterima dengan lapang dada dan kerendahan hati, demi perbaikan tesis ini ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang. Pada kesempatan ini, perkenankanlah penulis menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Pembimbing utama dr. Sri Sofyani, SpA(K), dan Pembimbing II dr. Supriatmo, SpA(K), yang telah bersusah payah di sela-sela kesibukan waktunya memberikan bimbingan, arahan, saran dan Universitas Sumatera Utara kritik berharga mulai dari tahap awal penelitian hingga penyelesaian penulisan tesis ini. 2. Team penguji Ibu Elvi Andriani Yusuf, Msi(Psi), dr. Tiangsa Sembiring, SpA(K) dan dr. Yazid Dimyati SpA(K), yang juga telah banyak memberi masukan, arahan, saran dan kritik berharga dan konstruktif selama proses penelitian dan penulisan tesis ini berlangsung. 3. Prof. dr. H. Munar Lubis, SpA(K), selaku Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan dr. Siska Mayasari Lubis, M.Ked (Ped) SpA, selaku Sekretaris Departeman Ilmu Kesehatan Anak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian tesis ini. 4. Prof. dr. H. Chairuddin P Lubis, DTM&H, Sp.A(K), yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 5. Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc(CTM), SpA(K), dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Prof. dr. Gontar A. Siregar, SpPD, KGEH, yang juga telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 6. dr. Melda Deliana, SpA(K), selaku Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Universitas Sumatera Utara Utara dan dr. Beby Sofyani M.Ked (Ped), SpA yang telah memberikan banyak bantuan dan pengarahan selama masa penelitian hingga penyelesaian penulisan tesis ini. 7. Seluruh Staf Pengajar di Departemen Ilmu kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara / RSUP H. Adam Malik Medan, yang telah mendidik penulis dalam perkuliahan dan juga telah memberikan sumbangan pemikiran selama masa penelitian dan penyelesaian penulisan tesis ini berlangsung. 8. Para kepala sekolah dan guru-guru Sekolah Menengah Pertama (SMP), meliputi SMP yang di suburban yaitu SMP 31 Lau Chi kecamatan Medan Tuntungan dan SMP di urban yaitu SMP GPKI dan SMP Syafiyyatul Amaliyah di kecamatan Medan Baru yang telah memberikan izin dan fasilitas pada penelitian ini sehingga dapat terlaksana dengan baik. 9. Teman-teman PPDS periode 2008 yang tidak mungkin dapat saya lupakan yang telah membantu saya dalam pendidikan, penelitian dan penyelesaian tesis ini, Linawati, Arida Muriani Lubis, Winra Pratita, Masitha Sri Wahyuni, Hafaz Z.A, Marlisye Marpaung, Merina Daulay, Hendri Wijaya, Mars Nasrah Abdullah, Sriyanti Harahap , Ifo Fauziah Sihite, Windya Sari Nasution, dan Ade Amelia yang selama dua setengah tahun bersama-sama dalam suka dan duka serta teman sejawat PPDS DIKA dan semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam terlaksananya penelitian serta penulisan tesis ini. Universitas Sumatera Utara 10. Pemerintah Aceh Tamiang dan segenap jajarannya, yang telah memberikan bantuan dalam penelitian dan penyelesaian tesis ini. 11. Kepada Yayasan Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Nanggro Aceh Darussallam, yang telah memberikan bantuan dalam penelitian dan penyelesaian tesis ini. 12. Kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan dalam terlaksananya penelitian serta penulisan tesis ini. Teristimewa untuk suami tercinta Erie Widyanto, ST, terima kasih atas doa, pengertian, dukungan dan pengorbanan tanpa kenal lelah yang telah diberikan selama penulis menempuh pendidikan. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, rezeki, dan karunia Nya buat kita semua. Kepada yang tercinta orangtua Alm Usman Simangunsong dan Upik Panjaitan serta kakak dan adik – adik Dra Nur’aisyah, Nurhafni SE, Sri Ramadhani Amd, Ivana US Amd dan M. Ridwan Syahputra serta mertua tercinta Drs Huddy Sumantri dan Rury Siti Siswati dan adik- adik yang selalu mendoakan, memberikan dorongan, bantuan moril dan materil selama penulis mengikuti pendidikan ini. Terima kasih atas doa, pengertian, dan dukungan selama penulis menyelesaikan pendidikan ini. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kasih sayang dan karuniaNya kepada kita semua dan segala budi baik yang telah Universitas Sumatera Utara diberikan mendapat balasan yang setimpal dari Allah Yang Maha Kuasa. Akhirnya penulis menyadari bahwa penulisan tesis ini masih sangat banyak kelemahan dan kekurangan, izinkanlah penulis mohon maaf yang setulus-tulusnya atas kesalahan dan kekurangan, semoga segala bantuan, dorongan, bimbingan yang diberikan kiranya mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT, dan penulis berharap semoga penelitian dan tulisan ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. Amin. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Medan, 25 Agustus 2011 Penulis Nur’aini Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Lembaran Persetujuan Lembaran Pernyataan Ucapan Terima Kasih Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Singkatan Daftar Lambang Abstrak Halaman iii iv vi xi xiii xiv xv xvi xvii BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah 1.3. Hipotesis 1.4. Tujuan Penelitian 1.5. Manfaat Penelitian 1 4 4 4 4 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pola Tidur Normal Pada Remaja 2.2. Remaja 2.3. Gangguan Tidur 2.3.1. Defenisi Gangguan Tidur 2.3.2. Epidemiologi Gangguan Tidur 2.3.3. Klasifikasi Gangguan Tidur 2.3.4. Etiologi dan Faktor Risiko 2.3.5. Dampak Gangguan Tidur pada Remaja 2.3.6. Diagnosis 2.3.7. Tatalaksana 2.4. Pengertian Urban dan Suburban 2.5. Kerangka Konsep BAB 3. METODOLOGI 3.1. Desain Penelitian 3.2. Tempat dan Waktu Penelitian 3.3. Populasi dan Sampel 3.4. Besar Sampel 3.5. Kriteria Inklusi dan Eksklusi 3.5.1. Kriteria Inklusi 3.5.2. Kriteria Eksklusi 3.6. Persetujuan / Informed Consent 3.7. Etika Penelitian 3.8. Alat ukur 6 7 8 8 9 10 12 13 16 17 19 20 20 20 21 22 22 22 22 22 Universitas Sumatera Utara 3.9. Cara Kerja dan Alur Penelitian 3.9.1. Cara Kerja 3.9.2. Alur Penelitian 3.10. Identifikasi Variabel 3.11. Definisi Operasional 3.12. Pengolahan dan Analisis Data 23 24 24 25 32 BAB 4. HASIL 4.1. Hasil Penelitian 33 BAB 5. PEMBAHASAN 5.1. Pembahasan 39 BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Penelitian 6.2. Saran 43 43 RINGKASAN 44 SUMMARY 45 DAFTAR PUSTAKA 46 LAMPIRAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Komite Etik Fakultas Kedokteran Jadwal Penelitian Personil Penelitian Perkiraan Biaya Lembar Penjelasan Persetujuan Setelah Penjelasan Lembaran Kuisioner Skala Gangguan Tidur Riwayat Hidup Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 4.1. Karakteristik sampel penelitian 35 Tabel 4.2. Kategori klinis tidur urban dan suburban 35 Tabel 4.3. Jenis gangguan tidur pada urban dan suburban 36 Tabel 4.4. Faktor yang mempengaruhi gangguan tidur urban dan 37 suburban Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Kerangka konseptual 19 Gambar 4.1. Profil penelitian 34 Universitas Sumatera Utara DAFTAR SINGKATAN SDSC FK-USU PPDGJ III : Sleep Disturbance Scale for Children : Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara : Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa Edisi ke-3 GPKI : Gereja Kristen Protestan Indonesia REM : Rapid Eye Movement NREM : Non-rapid Eye Movement WHO : Word Health Organization SMU : Sekolah Menengah Umum SMP : Sekolah Menengah Pertama SPSS : Statistical Package for Social Sciense DSM IV-TR : Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fourth Edition, Text Revision Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMBANG   n1 n2 P P1 P2 Q Q1 Q2 Z Z P > < ≥ ≤ : : : : : : : : : : : : : : : : : Kesalahan tipe I Kesalahan tipe II Jumlah subjek / sampel urban (kelompok I) Jumlah subjek/ sampel suburban (kelompok II) Proporsi Proporsi gangguan tidur kelompok I Proporsi gangguan tidur kelompok II 1–P 1 – P1 1 – P2 Deviat baku normal untuk  Deviat baku normal untuk  Tingkat kemaknaan Lebih besar dari Lebih kecil dari Lebih besar atau sama dengan dari Lebih kecil atau sama dengan dari Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Latar Belakang: Gangguan tidur merupakan masalah yang banyak dialami oleh remaja yang dipengaruhi berbagai faktor baik medis maupun non-medis. Perbedaan tingkat sosial ekonomi keluarga, gaya hidup, dan lingkungan urban dan suburban dapat mempengaruhi pola tidur pada remaja. Proses modrenisasi di urban dimana media tehnologi informasi semakin berkembang, dan kurangnya pemantaun orangtua terhadap remaja mengakibatkan terjadinya perubahan pola tidur pada remaja, sehingga terjadi gangguan tidur. Gangguan tidur dapat mengganggu pertumbuhan fisik, emosional, kognitif, dan perkembangan sosial. Masih terbatasnya penelitian mengenai gangguan tidur pada remaja. Tujuan: Mengetahui perbedaan gangguan tidur pada remaja urban dan suburban serta faktor yang paling mempengaruhinya. Metode: Suatu penelitian cross sectional dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2010 di SMP Syaffiyatul Amaliyah dan GPKI (Gereja Protestan Kristen Indonesia) Kecamatan Medan Baru sebagai daerah urban dan SMPN 31 Lau chih Kecamatan Tuntungan sebagai daerah suburban di Medan, Propinsi Sumatera Utara. Sampel dipilih secara consecutive sampling yaitu remaja SMP usia 12 sampai 15 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan dalam penelitian. Gangguan tidur pada remaja dinilai dengan menggunakan SDSC (Sleep Disturbances Scale for Children) dan kuesioner faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan tidur. Analisis yang digunakan adalah uji t independen dan uji kai-kuadrat. Hasil: Sebanyak masing - masing 350 remaja urban dan suburban yang mengikuti penelitian dengan rentang usia 12 sampai 15 tahun. Pada penelitian ini didapati remaja yang mengalami gangguan tidur di urban 133(38%), borderline 182 (52%), normal atau tidak mengalami gangguan tidur 35 (10%) dan suburban 132 (37,7%), borderline 180 (51.4%), normal 38 (10.9%) dengan (P 0.195) Faktor yang paling mempengaruhi terjadinya gangguan tidur di urban dan suburban adalah suara bising yang berasal dari lingkungan (P 0.001) dan minum minuman yang mengandung kafein (P 0.001). Berdasarkan kuesioner SDSC adanya perbedaan dari jenis gangguan tidur antara urban dan suburban. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan gangguan tidur antara remaja urban dan suburban tetapi berdasarkan SDSC didapati perbedaan jenis gangguan tidur antara urban dan suburban. Faktor yang paling mempengaruhi terjadinya gangguan tidur urban dan suburban adalah suara bising dan kafein. Kata kunci: Remaja, urban, suburban, gangguan tidur, kuesioner gangguan tidur. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Background: Sleep disturbances commonly occur in adolescents. Disparities of family’s socioeconomic levels, life style, and urban-suburban environment have an influence on the sleep pattern of adolescents. The modernization process in urban environment is marked by the development of information technology media and lack of parental monitoring in adolescents resulted in the incident of sleep disturbances among them. Sleep disturbances can affect physical growth, emotional, cognitive, and social development. This study was conducted considering limited studies on sleep disturbances in adolescents. Objective: To determine the differences on sleep disturbances in urban and suburban adolescents and to find out the most influencing factors in the incident of sleep disturbance. Methods: A cross-sectional study was conducted on the 12 to 15 years junior high school students in urban (n=350) and suburban (n=350) environments in the city of Medan, Sumatera Utara, who met the inclusion and exclusion criteria. The screening test for sleep disturbances screening using SDSC (Sleep Disturbances Scale for Children) was done from May to June 2010. SDSC was a set questionaire filled out by the parents based on what they remember about their children’s sleep pattern for the last 6 months. The data obtained were analyzed through the independent t-test and chi square tests. Results: Urban adolescents experienced sleep disturbances were 133 (38%), borderline 182 (52%) and normal 35 (10%), while for the suburban adolescents 132 (37,7%), 180 (51,4%), 38 (10,9%) respectively (P 0.192). The most influencing factor of sleep disturbances in urban and suburban were noisy that come from the near environment (P 0.001) and drink that contain caffeine (P 0.001). Based on questionaires SDSC differences of types of sleep disordesr among urban and suburban. Conclusion: There were no differences in sleep disturbances between the urban and sub-urban adolescents but based on the SDSC were found diffrentences of types of sleep disorders among urban and suburban. The most influencing factor in the incident of sleep disturbances for the urban and sub-urban was noisy and caffeine. Keywords:adolescents,urban,sub-urban,Sleep Disorders Questionnaire Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Latar Belakang: Gangguan tidur merupakan masalah yang banyak dialami oleh remaja yang dipengaruhi berbagai faktor baik medis maupun non-medis. Perbedaan tingkat sosial ekonomi keluarga, gaya hidup, dan lingkungan urban dan suburban dapat mempengaruhi pola tidur pada remaja. Proses modrenisasi di urban dimana media tehnologi informasi semakin berkembang, dan kurangnya pemantaun orangtua terhadap remaja mengakibatkan terjadinya perubahan pola tidur pada remaja, sehingga terjadi gangguan tidur. Gangguan tidur dapat mengganggu pertumbuhan fisik, emosional, kognitif, dan perkembangan sosial. Masih terbatasnya penelitian mengenai gangguan tidur pada remaja. Tujuan: Mengetahui perbedaan gangguan tidur pada remaja urban dan suburban serta faktor yang paling mempengaruhinya. Metode: Suatu penelitian cross sectional dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2010 di SMP Syaffiyatul Amaliyah dan GPKI (Gereja Protestan Kristen Indonesia) Kecamatan Medan Baru sebagai daerah urban dan SMPN 31 Lau chih Kecamatan Tuntungan sebagai daerah suburban di Medan, Propinsi Sumatera Utara. Sampel dipilih secara consecutive sampling yaitu remaja SMP usia 12 sampai 15 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan dalam penelitian. Gangguan tidur pada remaja dinilai dengan menggunakan SDSC (Sleep Disturbances Scale for Children) dan kuesioner faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan tidur. Analisis yang digunakan adalah uji t independen dan uji kai-kuadrat. Hasil: Sebanyak masing - masing 350 remaja urban dan suburban yang mengikuti penelitian dengan rentang usia 12 sampai 15 tahun. Pada penelitian ini didapati remaja yang mengalami gangguan tidur di urban 133(38%), borderline 182 (52%), normal atau tidak mengalami gangguan tidur 35 (10%) dan suburban 132 (37,7%), borderline 180 (51.4%), normal 38 (10.9%) dengan (P 0.195) Faktor yang paling mempengaruhi terjadinya gangguan tidur di urban dan suburban adalah suara bising yang berasal dari lingkungan (P 0.001) dan minum minuman yang mengandung kafein (P 0.001). Berdasarkan kuesioner SDSC adanya perbedaan dari jenis gangguan tidur antara urban dan suburban. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan gangguan berlebih Garam mempunyai sifat menahan air. Konsumsi garam yang berlebihan dengan sendirinya akan menaikkan tekanan darah. Sebaiknya hindari pemakaian garam yang berlebihan atau makanan yang diasinkan. Gunakan garam seperlunya saja. c. Kurang olahraga Olahraga isotonik, seperti bersepeda, jogging dan aerobik yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Universitas Sumatera Utara Orang yang kurang aktif berolahraga pada umumnya cenderung mengalami kegemukan. Olahraga juga dapat mengurangi atau mencegah obesitas serta mengurangi asupan garam ke dalam tubuh. Garam akan keluar dari tubuh bersama keringat. d. Merokok dan konsumsi alkohol Hipertensi juga dirangsang oleh adanya nikotin dalam batang rokok yang dihisap seseorang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nikotin dapat meningkatkan penggumpalan darah dalam pembuluh darah. Selain itu, nikotin juga dapat menyebabkan terjadinya pengapuran pada dinding pembuluh darah. Efek dari konsumsi alkohol juga merangsang hipetensi karena adanya peningkatan sintesis katekolamin yang dalam jumlah besar dapat memicu kenaikan tekanan darah. 2.4. Patofisiologi Dimulai dengan atherosclerosis, gangguan struktur anatomi pembuluh darah perifer yang berlanjut dengan kekakuan pembuluh darah. Kekakuan pembuluh darah disertai dengan penyempitan dan kemungkinan pembesaran plaque yang mennghambat gangguan peredaran darah perifer. Kekakuan dan kelambanan aliran darah menyebabkan beban jantung bertambah berat yang akhirnya dikompensasi dengan peningkatan upaya pemompaan jantung yang memberikan gambaran peningkatan tekanan darah dalam sistem sirkulasi (Bustan, 2007). Universitas Sumatera Utara 2.5. Klasifikasi Menurut The Seventh Report of The Joint National Committee on Prevention (JNC 7) klasifikasi tekanan darah pada orang dewasa terbagi menjadi kelompok normal, prehipertensi, hipertensi derajat satu dan dua. Tabel 1. Klasifikasi tekanan darah JNC 7 Klasifikasi tekanan darah Normal TDS (mmHg) TDD (mmHg)
Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban dan Suburban Dampak Gangguan Tidur pada Remaja Diagnosis Defenisi Gangguan Tidur Epidemiologi Gangguan Tidur Klasifikasi Gangguan Tidur Desain Tempat dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Besar Sampel Kriteria Inklusi dan eksklusi PersetujuanInformed Consent Etika Penelitian Alat Ukur Cara Kerja dan Alur Penelitian Etiologi dan Faktor Risiko HASIL PENELITIAN Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban dan Suburban Identifikasi variabel Variabel bebas subjek penelitian Definisi Operasional dan Identifikasi Variabel PEMBAHASAN Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban dan Suburban Pola Tidur Normal pada Remaja Remaja Pengertian urban suburban Tata Laksana Gangguan tidur Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban Dan Suburban
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban dan Suburban

Gratis