Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban dan Suburban

 0  64  76  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen
PERBEDAAN GANGGUAN TIDUR PADA REMAJA URBAN DAN SUBURBAN TESIS NUR’AINI 087103002/IKA PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIS - SPESIALIS ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PERBEDAAN GANGGUAN TIDUR PADA REMAJA URBAN DAN SUBURBAN TESIS Untuk memperoleh gelar Magister Kedokteran Klinik di Bidang Ilmu Kesehatan Anak / M. Ked (Ped) Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara NUR’AINI 087103002/IKA PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK – SPESIALIS ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis : Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban dan Suburban Nama : Nur’aini Nomor Induk Mahasiswa : 087103002 Program Magister : Magister Kedokteran Klinik Konsentrasi : Kesehatan Anak Menyetujui, Komisi Pembimbing Ketua Dr. Sri Sofyani, SpA(K) Anggota Dr. Supriatmo, SpA(K) Ketua Program Studi Ketua TKP PPDS dr. Melda Deliana, SpA(K) dr. H. Zainuddin Amir, SpP(K) Tanggal lulus: 25 Agustus 2011 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN PERBEDAAN GANGGUAN TIDUR PADA REMAJA URBAN DAN SUBURBAN TESIS Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Medan, 25 Agustus 2011 Nur’aini Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada Tanggal : 25 Agustus 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : dr. Sri Sofyani, SpA(K) Anggota : dr. Supriatmo, SpA(K) Elvi Andriani Yusuf, MSi (Psi) . . dr. Tiangsa Sembiring, SpA(K) . . dr. Yazid Dimyati, SpA(K) Tanggal lulus: 25 Agustus 2011 Universitas Sumatera Utara UCAPAN TERIMA KASIH Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, karunia dan kasihNya kepada penulis, hingga tesis ini dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Tesis ini dibuat sebagai tugas akhir, sekaligus untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan pada Magister Kedokteran Klinik Konsentrasi Ilmu Kesehatan Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara / RSUP H. Adam Malik Medan. Penulis menyadari penelitian dan penulisan tesis ini masih jauh dari kesempurnaan sebagaimana yang diharapkan. Kekurangan dan kelemahan menjadi pelajaran berharga bagi penulis, oleh karena itu segala masukan, saran yang berharga serta kritik yang konstruktif dari semua pihak akan diterima dengan lapang dada dan kerendahan hati, demi perbaikan tesis ini ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang. Pada kesempatan ini, perkenankanlah penulis menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Pembimbing utama dr. Sri Sofyani, SpA(K), dan Pembimbing II dr. Supriatmo, SpA(K), yang telah bersusah payah di sela-sela kesibukan waktunya memberikan bimbingan, arahan, saran dan Universitas Sumatera Utara kritik berharga mulai dari tahap awal penelitian hingga penyelesaian penulisan tesis ini. 2. Team penguji Ibu Elvi Andriani Yusuf, Msi(Psi), dr. Tiangsa Sembiring, SpA(K) dan dr. Yazid Dimyati SpA(K), yang juga telah banyak memberi masukan, arahan, saran dan kritik berharga dan konstruktif selama proses penelitian dan penulisan tesis ini berlangsung. 3. Prof. dr. H. Munar Lubis, SpA(K), selaku Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan dr. Siska Mayasari Lubis, M.Ked (Ped) SpA, selaku Sekretaris Departeman Ilmu Kesehatan Anak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian tesis ini. 4. Prof. dr. H. Chairuddin P Lubis, DTM&H, Sp.A(K), yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 5. Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc(CTM), SpA(K), dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Prof. dr. Gontar A. Siregar, SpPD, KGEH, yang juga telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 6. dr. Melda Deliana, SpA(K), selaku Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Universitas Sumatera Utara Utara dan dr. Beby Sofyani M.Ked (Ped), SpA yang telah memberikan banyak bantuan dan pengarahan selama masa penelitian hingga penyelesaian penulisan tesis ini. 7. Seluruh Staf Pengajar di Departemen Ilmu kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara / RSUP H. Adam Malik Medan, yang telah mendidik penulis dalam perkuliahan dan juga telah memberikan sumbangan pemikiran selama masa penelitian dan penyelesaian penulisan tesis ini berlangsung. 8. Para kepala sekolah dan guru-guru Sekolah Menengah Pertama (SMP), meliputi SMP yang di suburban yaitu SMP 31 Lau Chi kecamatan Medan Tuntungan dan SMP di urban yaitu SMP GPKI dan SMP Syafiyyatul Amaliyah di kecamatan Medan Baru yang telah memberikan izin dan fasilitas pada penelitian ini sehingga dapat terlaksana dengan baik. 9. Teman-teman PPDS periode 2008 yang tidak mungkin dapat saya lupakan yang telah membantu saya dalam pendidikan, penelitian dan penyelesaian tesis ini, Linawati, Arida Muriani Lubis, Winra Pratita, Masitha Sri Wahyuni, Hafaz Z.A, Marlisye Marpaung, Merina Daulay, Hendri Wijaya, Mars Nasrah Abdullah, Sriyanti Harahap , Ifo Fauziah Sihite, Windya Sari Nasution, dan Ade Amelia yang selama dua setengah tahun bersama-sama dalam suka dan duka serta teman sejawat PPDS DIKA dan semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam terlaksananya penelitian serta penulisan tesis ini. Universitas Sumatera Utara 10. Pemerintah Aceh Tamiang dan segenap jajarannya, yang telah memberikan bantuan dalam penelitian dan penyelesaian tesis ini. 11. Kepada Yayasan Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Nanggro Aceh Darussallam, yang telah memberikan bantuan dalam penelitian dan penyelesaian tesis ini. 12. Kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan dalam terlaksananya penelitian serta penulisan tesis ini. Teristimewa untuk suami tercinta Erie Widyanto, ST, terima kasih atas doa, pengertian, dukungan dan pengorbanan tanpa kenal lelah yang telah diberikan selama penulis menempuh pendidikan. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, rezeki, dan karunia Nya buat kita semua. Kepada yang tercinta orangtua Alm Usman Simangunsong dan Upik Panjaitan serta kakak dan adik – adik Dra Nur’aisyah, Nurhafni SE, Sri Ramadhani Amd, Ivana US Amd dan M. Ridwan Syahputra serta mertua tercinta Drs Huddy Sumantri dan Rury Siti Siswati dan adik- adik yang selalu mendoakan, memberikan dorongan, bantuan moril dan materil selama penulis mengikuti pendidikan ini. Terima kasih atas doa, pengertian, dan dukungan selama penulis menyelesaikan pendidikan ini. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kasih sayang dan karuniaNya kepada kita semua dan segala budi baik yang telah Universitas Sumatera Utara diberikan mendapat balasan yang setimpal dari Allah Yang Maha Kuasa. Akhirnya penulis menyadari bahwa penulisan tesis ini masih sangat banyak kelemahan dan kekurangan, izinkanlah penulis mohon maaf yang setulus-tulusnya atas kesalahan dan kekurangan, semoga segala bantuan, dorongan, bimbingan yang diberikan kiranya mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT, dan penulis berharap semoga penelitian dan tulisan ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. Amin. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Medan, 25 Agustus 2011 Penulis Nur’aini Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Lembaran Persetujuan Lembaran Pernyataan Ucapan Terima Kasih Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Singkatan Daftar Lambang Abstrak Halaman iii iv vi xi xiii xiv xv xvi xvii BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah 1.3. Hipotesis 1.4. Tujuan Penelitian 1.5. Manfaat Penelitian 1 4 4 4 4 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pola Tidur Normal Pada Remaja 2.2. Remaja 2.3. Gangguan Tidur 2.3.1. Defenisi Gangguan Tidur 2.3.2. Epidemiologi Gangguan Tidur 2.3.3. Klasifikasi Gangguan Tidur 2.3.4. Etiologi dan Faktor Risiko 2.3.5. Dampak Gangguan Tidur pada Remaja 2.3.6. Diagnosis 2.3.7. Tatalaksana 2.4. Pengertian Urban dan Suburban 2.5. Kerangka Konsep BAB 3. METODOLOGI 3.1. Desain Penelitian 3.2. Tempat dan Waktu Penelitian 3.3. Populasi dan Sampel 3.4. Besar Sampel 3.5. Kriteria Inklusi dan Eksklusi 3.5.1. Kriteria Inklusi 3.5.2. Kriteria Eksklusi 3.6. Persetujuan / Informed Consent 3.7. Etika Penelitian 3.8. Alat ukur 6 7 8 8 9 10 12 13 16 17 19 20 20 20 21 22 22 22 22 22 Universitas Sumatera Utara 3.9. Cara Kerja dan Alur Penelitian 3.9.1. Cara Kerja 3.9.2. Alur Penelitian 3.10. Identifikasi Variabel 3.11. Definisi Operasional 3.12. Pengolahan dan Analisis Data 23 24 24 25 32 BAB 4. HASIL 4.1. Hasil Penelitian 33 BAB 5. PEMBAHASAN 5.1. Pembahasan 39 BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Penelitian 6.2. Saran 43 43 RINGKASAN 44 SUMMARY 45 DAFTAR PUSTAKA 46 LAMPIRAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Komite Etik Fakultas Kedokteran Jadwal Penelitian Personil Penelitian Perkiraan Biaya Lembar Penjelasan Persetujuan Setelah Penjelasan Lembaran Kuisioner Skala Gangguan Tidur Riwayat Hidup Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 4.1. Karakteristik sampel penelitian 35 Tabel 4.2. Kategori klinis tidur urban dan suburban 35 Tabel 4.3. Jenis gangguan tidur pada urban dan suburban 36 Tabel 4.4. Faktor yang mempengaruhi gangguan tidur urban dan 37 suburban Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Kerangka konseptual 19 Gambar 4.1. Profil penelitian 34 Universitas Sumatera Utara DAFTAR SINGKATAN SDSC FK-USU PPDGJ III : Sleep Disturbance Scale for Children : Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara : Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa Edisi ke-3 GPKI : Gereja Kristen Protestan Indonesia REM : Rapid Eye Movement NREM : Non-rapid Eye Movement WHO : Word Health Organization SMU : Sekolah Menengah Umum SMP : Sekolah Menengah Pertama SPSS : Statistical Package for Social Sciense DSM IV-TR : Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fourth Edition, Text Revision Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMBANG   n1 n2 P P1 P2 Q Q1 Q2 Z Z P > < ≥ ≤ : : : : : : : : : : : : : : : : : Kesalahan tipe I Kesalahan tipe II Jumlah subjek / sampel urban (kelompok I) Jumlah subjek/ sampel suburban (kelompok II) Proporsi Proporsi gangguan tidur kelompok I Proporsi gangguan tidur kelompok II 1–P 1 – P1 1 – P2 Deviat baku normal untuk  Deviat baku normal untuk  Tingkat kemaknaan Lebih besar dari Lebih kecil dari Lebih besar atau sama dengan dari Lebih kecil atau sama dengan dari Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Latar Belakang: Gangguan tidur merupakan masalah yang banyak dialami oleh remaja yang dipengaruhi berbagai faktor baik medis maupun non-medis. Perbedaan tingkat sosial ekonomi keluarga, gaya hidup, dan lingkungan urban dan suburban dapat mempengaruhi pola tidur pada remaja. Proses modrenisasi di urban dimana media tehnologi informasi semakin berkembang, dan kurangnya pemantaun orangtua terhadap remaja mengakibatkan terjadinya perubahan pola tidur pada remaja, sehingga terjadi gangguan tidur. Gangguan tidur dapat mengganggu pertumbuhan fisik, emosional, kognitif, dan perkembangan sosial. Masih terbatasnya penelitian mengenai gangguan tidur pada remaja. Tujuan: Mengetahui perbedaan gangguan tidur pada remaja urban dan suburban serta faktor yang paling mempengaruhinya. Metode: Suatu penelitian cross sectional dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2010 di SMP Syaffiyatul Amaliyah dan GPKI (Gereja Protestan Kristen Indonesia) Kecamatan Medan Baru sebagai daerah urban dan SMPN 31 Lau chih Kecamatan Tuntungan sebagai daerah suburban di Medan, Propinsi Sumatera Utara. Sampel dipilih secara consecutive sampling yaitu remaja SMP usia 12 sampai 15 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan dalam penelitian. Gangguan tidur pada remaja dinilai dengan menggunakan SDSC (Sleep Disturbances Scale for Children) dan kuesioner faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan tidur. Analisis yang digunakan adalah uji t independen dan uji kai-kuadrat. Hasil: Sebanyak masing - masing 350 remaja urban dan suburban yang mengikuti penelitian dengan rentang usia 12 sampai 15 tahun. Pada penelitian ini didapati remaja yang mengalami gangguan tidur di urban 133(38%), borderline 182 (52%), normal atau tidak mengalami gangguan tidur 35 (10%) dan suburban 132 (37,7%), borderline 180 (51.4%), normal 38 (10.9%) dengan (P 0.195) Faktor yang paling mempengaruhi terjadinya gangguan tidur di urban dan suburban adalah suara bising yang berasal dari lingkungan (P 0.001) dan minum minuman yang mengandung kafein (P 0.001). Berdasarkan kuesioner SDSC adanya perbedaan dari jenis gangguan tidur antara urban dan suburban. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan gangguan tidur antara remaja urban dan suburban tetapi berdasarkan SDSC didapati perbedaan jenis gangguan tidur antara urban dan suburban. Faktor yang paling mempengaruhi terjadinya gangguan tidur urban dan suburban adalah suara bising dan kafein. Kata kunci: Remaja, urban, suburban, gangguan tidur, kuesioner gangguan tidur. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Background: Sleep disturbances commonly occur in adolescents. Disparities of family’s socioeconomic levels, life style, and urban-suburban environment have an influence on the sleep pattern of adolescents. The modernization process in urban environment is marked by the development of information technology media and lack of parental monitoring in adolescents resulted in the incident of sleep disturbances among them. Sleep disturbances can affect physical growth, emotional, cognitive, and social development. This study was conducted considering limited studies on sleep disturbances in adolescents. Objective: To determine the differences on sleep disturbances in urban and suburban adolescents and to find out the most influencing factors in the incident of sleep disturbance. Methods: A cross-sectional study was conducted on the 12 to 15 years junior high school students in urban (n=350) and suburban (n=350) environments in the city of Medan, Sumatera Utara, who met the inclusion and exclusion criteria. The screening test for sleep disturbances screening using SDSC (Sleep Disturbances Scale for Children) was done from May to June 2010. SDSC was a set questionaire filled out by the parents based on what they remember about their children’s sleep pattern for the last 6 months. The data obtained were analyzed through the independent t-test and chi square tests. Results: Urban adolescents experienced sleep disturbances were 133 (38%), borderline 182 (52%) and normal 35 (10%), while for the suburban adolescents 132 (37,7%), 180 (51,4%), 38 (10,9%) respectively (P 0.192). The most influencing factor of sleep disturbances in urban and suburban were noisy that come from the near environment (P 0.001) and drink that contain caffeine (P 0.001). Based on questionaires SDSC differences of types of sleep disordesr among urban and suburban. Conclusion: There were no differences in sleep disturbances between the urban and sub-urban adolescents but based on the SDSC were found diffrentences of types of sleep disorders among urban and suburban. The most influencing factor in the incident of sleep disturbances for the urban and sub-urban was noisy and caffeine. Keywords:adolescents,urban,sub-urban,Sleep Disorders Questionnaire Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Latar Belakang: Gangguan tidur merupakan masalah yang banyak dialami oleh remaja yang dipengaruhi berbagai faktor baik medis maupun non-medis. Perbedaan tingkat sosial ekonomi keluarga, gaya hidup, dan lingkungan urban dan suburban dapat mempengaruhi pola tidur pada remaja. Proses modrenisasi di urban dimana media tehnologi informasi semakin berkembang, dan kurangnya pemantaun orangtua terhadap remaja mengakibatkan terjadinya perubahan pola tidur pada remaja, sehingga terjadi gangguan tidur. Gangguan tidur dapat mengganggu pertumbuhan fisik, emosional, kognitif, dan perkembangan sosial. Masih terbatasnya penelitian mengenai gangguan tidur pada remaja. Tujuan: Mengetahui perbedaan gangguan tidur pada remaja urban dan suburban serta faktor yang paling mempengaruhinya. Metode: Suatu penelitian cross sectional dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2010 di SMP Syaffiyatul Amaliyah dan GPKI (Gereja Protestan Kristen Indonesia) Kecamatan Medan Baru sebagai daerah urban dan SMPN 31 Lau chih Kecamatan Tuntungan sebagai daerah suburban di Medan, Propinsi Sumatera Utara. Sampel dipilih secara consecutive sampling yaitu remaja SMP usia 12 sampai 15 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan dalam penelitian. Gangguan tidur pada remaja dinilai dengan menggunakan SDSC (Sleep Disturbances Scale for Children) dan kuesioner faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan tidur. Analisis yang digunakan adalah uji t independen dan uji kai-kuadrat. Hasil: Sebanyak masing - masing 350 remaja urban dan suburban yang mengikuti penelitian dengan rentang usia 12 sampai 15 tahun. Pada penelitian ini didapati remaja yang mengalami gangguan tidur di urban 133(38%), borderline 182 (52%), normal atau tidak mengalami gangguan tidur 35 (10%) dan suburban 132 (37,7%), borderline 180 (51.4%), normal 38 (10.9%) dengan (P 0.195) Faktor yang paling mempengaruhi terjadinya gangguan tidur di urban dan suburban adalah suara bising yang berasal dari lingkungan (P 0.001) dan minum minuman yang mengandung kafein (P 0.001). Berdasarkan kuesioner SDSC adanya perbedaan dari jenis gangguan tidur antara urban dan suburban. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan gangguan berlebih Garam mempunyai sifat menahan air. Konsumsi garam yang berlebihan dengan sendirinya akan menaikkan tekanan darah. Sebaiknya hindari pemakaian garam yang berlebihan atau makanan yang diasinkan. Gunakan garam seperlunya saja. c. Kurang olahraga Olahraga isotonik, seperti bersepeda, jogging dan aerobik yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Universitas Sumatera Utara Orang yang kurang aktif berolahraga pada umumnya cenderung mengalami kegemukan. Olahraga juga dapat mengurangi atau mencegah obesitas serta mengurangi asupan garam ke dalam tubuh. Garam akan keluar dari tubuh bersama keringat. d. Merokok dan konsumsi alkohol Hipertensi juga dirangsang oleh adanya nikotin dalam batang rokok yang dihisap seseorang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nikotin dapat meningkatkan penggumpalan darah dalam pembuluh darah. Selain itu, nikotin juga dapat menyebabkan terjadinya pengapuran pada dinding pembuluh darah. Efek dari konsumsi alkohol juga merangsang hipetensi karena adanya peningkatan sintesis katekolamin yang dalam jumlah besar dapat memicu kenaikan tekanan darah. 2.4. Patofisiologi Dimulai dengan atherosclerosis, gangguan struktur anatomi pembuluh darah perifer yang berlanjut dengan kekakuan pembuluh darah. Kekakuan pembuluh darah disertai dengan penyempitan dan kemungkinan pembesaran plaque yang mennghambat gangguan peredaran darah perifer. Kekakuan dan kelambanan aliran darah menyebabkan beban jantung bertambah berat yang akhirnya dikompensasi dengan peningkatan upaya pemompaan jantung yang memberikan gambaran peningkatan tekanan darah dalam sistem sirkulasi (Bustan, 2007). Universitas Sumatera Utara 2.5. Klasifikasi Menurut The Seventh Report of The Joint National Committee on Prevention (JNC 7) klasifikasi tekanan darah pada orang dewasa terbagi menjadi kelompok normal, prehipertensi, hipertensi derajat satu dan dua. Tabel 1. Klasifikasi tekanan darah JNC 7 Klasifikasi tekanan darah Normal TDS (mmHg) TDD (mmHg) <120 dan <80 Prehipertensi 120-139 atau 80-89 Hipertensi derajat I 140-159 atau 90-99 Hipertensi derajat II ≥160 atau ≥100 3. Kualitas Tidur pada Penderita Hipertensi Menurut Buysse et al (2000), kualitas tidur dapat dinilai dengan melihat masa laten tidur, lama waktu tidur, efisiensi kebiasaan tidur, gangguan tidur, penggunaan obat tidur, gangguan di siang hari, dan kualitas tidur umum. Menurut Javaheri (2008) dalam Deshinta (2009), kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan meningkatnya resiko hipertensi, dan dengan demikian akan meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular. Begitu juga sebaliknya, orang yang menderita hipertensi akan memiliki resiko mendapatkan kualitas tidur yang buruk. Hal ini akan memperburuk keadaan si penderita (Potter & Perry, 2005). Penderita hipertensi biasanya memerlukan waktu yang lebih lama untuk mulai tertidur (Mansoor, 2002) tidak seperti orang normal yang biasanya tertidur dalam waktu, 20 menit (Schachter, 2008). Selain itu, gejala-gejala yang biasa dialami penderita hipertensi seperti pusing, rasa tidak nyaman, sulit bernafas, Universitas Sumatera Utara sukar tidur dan mudah lelah dapat membangunkan penderita dari tidurnya sehingga penderita tidak mendapatkan tidur yang cukup yang natinya akan berdampak pada aktivitas di keesokan harinya (Bastaman, 1988; Potter & Perry, 2005). 4. Faktor-Faktor Gangguan Tidur pada Penderita Hipertensi Gangguan tidur dapat disebabkan oleh beberapa faktor (Potter & Perry, 2005) diantaranya adalah: 4.1. Faktor Fisik Keadaan sakit menjadikan seseorang kurang tidur, bahkan tidak bisa tidur. Setiap penyakit yang menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan fisik, atau masalah suasana hati, seperti kecemasan atau depresi dapat menyebabkan masalah tidur. Penderita hipertensi pada umumnya mengalami nyeri, selain itu penderita juga mudah lelah, merasa tidak nyaman, sulit bernafas, sukar tidur (Dalimartha dkk, 2008). Gejala-gejala tersebut dapat mengganggu tidur seseorang. Pusing. Seseorang yang sering mengalami pusing melaporkan sering terbangun pada malam hari karena sakit kepala. Hal ini juga sering terjadi pada pasien dengan hipertensi. (Guyton & Hall, 1997). Hal ini sejalan dengan Albertie (2006) yang menyatakan bahwa pusing akan menyebabkan gangguan tidur dan apabila pusing semakin parah maka akan semakin parah juga tingkat gangguan tidurnya. Selain itu Rains (2006) juga menambahkan bahwa pusing dapat menyebabkan seseorang terbangun dari tidurnya sehingga total jam tidur menjadi berkurang. Universitas Sumatera Utara Rasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman merupakan penyebab utama kesulitan untuk tidur atau sering terbangun pada malam hari (Potter & Perrry, 2001). Berdasarkan penelitian Lee et al (2008), rasa tidak nyaman merupakan salah satu faktor terjadinya gangguan tidur dimana seseorang akan merasa gelisah dan sulit untuk mendapatkan tidur yang nyenyak. Sulit bernafas. Menurut Boynton (2003), kesulitan bernafas dapat menyebabkan seseorang sering terbangun dari tidurnya di malam hari. Japardi (2002) menambahkan, kadang-kadang ada kesulitan untuk jatuh tertidur lagi ketika sudah terbangun akibat kesulitan bernafas dan ini dapat menyebabkan nyeri kepala dan perasaan tidak enak ketika bangun di pagi hari. Sukar tidur. Martin (2000) menyatakan bahwa kesulitan tidur dapat menyebabkan berbagai gangguan tidur dan ia juga menambahkan bahwa orang yang kesulitan tidur biasanya tidak mendapatkan tidur yang cukup sehingga akan mempengaruhi aktivitasnya di pagi hari. Mudah lelah. Kelelahan dapat menyebabkan gangguan tidur, dimana biasanya seseorang yang kelelahan akan merasa seolah-olah mereka bangun ketika tidur dan biasanya tidak mendapatkan tidur yang dalam (Shapiro et al, 1993). 4.2. Faktor Lingkungan Menurut Potter & Perry (2005) keadaan lingkungan dapat mempengaruhi kemampuan untuk tertidur dan tetap tertidur di antaranya adalah suara/ kebisingan, suhu ruangan, dan pencahayaan. Keadaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seseorang dapat mempercepat terjadinya proses tidur. Universitas Sumatera Utara Suara bising. Kebisingan dapat menyebabkan tertundanya tidur dan juga dapat membangunkan seseorang dari tidur (Hanning, 2009). WHO (2004) juga menyatakan hal yang sama namun WHO menambahkan bahwa sebagian besar orang tidak mengeluhkan kurang tidur karena kebisingan tetapi memiliki tidur yang non-restoratif, mengalami kelelahan dan atau sakit kepala pada saat bangun pagi dan kantuk yang berlebihan di siang hari. Sorot lampu ruangan yang terlalu terang. Menurut Lee (1997), sorot lampu yang terlalu terang dapat menyebabkan gangguan tidur dan dapat menghambat sekresi melatonin pada tubuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pergeseran sistem sirkadian, dimana jadwal tidur maju secara bertahap (Sack et al, 2007). Suhu ruangan. Suhu ruangan yang terlalu panas/ terlalu dingin seringkali menyebabkan seseorang gelisah (Potter & Perry, 2005). Keadaan ini akan mengganggu tidur seseorang, Lee (1997) juga menyatakan hal serupa, bahwa seseorang akan mengalami gangguan tidur apabila tidur di ruangan yang terlalu panas ataupun terlalu dingin. Universitas Sumatera Utara BAB 3 KERANGKA PENELITIAN 1. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas tidur dan faktor-faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi. Adapun aspek kualitas tidur yang diidentifikasi adalah waktu latensi tidur, frekuensi terbangun, lama tidur semalam, kepuasan tidur, kedalaman tidur, rasa lemah/ lelah saat bangun tidur, dan perasaan tidak segar saat bangun di pagi hari (Buysse et al, 2000); sedangkan faktor-faktor gangguan tidur meliputi aspek fisik yaitu pusing, rasa tidak nyaman, sulit bernafas, sukar tidur, mudah lelah dan aspek lingkungan yaitu suara, cahaya dan suhu, yang dapat digambarkan pada skema di bawah ini: Gambar 2. Kualitas tidur dan faktor-faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi Faktor-faktor gangguan tidur Kualitas tidur - Masa latensi tidur Frekuensi terbangun Lama tidur semalam Kepuasan tidur Kedalaman tidur Rasa lemah/ lelah saat bangun tidur Perasaan tidak segar saat bangun tidur di pagi hari Fisik - Pusing - Rasa tidak nyaman - Sulit bernafas - Sukar tidur - Mudah lelah Lingkungan - Suara - Cahaya - Suhu Universitas Sumatera Utara 2. Defenisi Operasional Variabel Penelitian Kualitas tidur adalah kepuasan individu terhadap tidur, yang meliputi waktu latensi tidur waktu yang dibutuhkan untuk jatuh tertidur, lama waktu tidur yaitu yaitu total waktu yang dibutuhkan untuk tidur dalam satu malam, frekuensi terbangun yaitu banyaknya waktu terbangun yang dialami dalam satu malam, kepuasan tidur yaitu perasaan cukup atau terpenuhi kebutuhan tidur seseorang dalam satu malam, rasa lemah/ lelah saat bangun tidur, perasaan tidak segar saat bangun tidur di pagi hari, yang diukur dengan menggunakan kuesioner kualitas tidur. Faktor-faktor gangguan tidur merupakan hal-hal yang membuat individu merasa terganggu saat tidur yang Lippincott Williams & wilkins; 2006 Universitas Sumatera Utara   LAMPIRAN 1. Jadwal Penelitian Kegiatan/ Waktu November 2009 Desember 2009 Januari 2010 Februari 2010 Persiapan Pelaksanaan Penyusunan Laporan Pengiriman Laporan 2. Personil penelitian 1. Ketua Penelitian Nama : dr. Lina Waty Jabatan : Peserta PPDS Ilmu Kesehatan Anak FK-USU/ RSHAM 2. Anggota Penelitian 1. Prof. dr. Bistok Saing, SpA(K) 2. dr. Supriatmo, Sp.A(K) 3. dr. Yazid Dimyati, Sp.A 4. dr. Johannes H Saing SpA 5. dr. Naomi Riahta 3. Perkiraan biaya 1. Akomodasi dan Transportasi 2. Penyusunan dan penggandaan hasil 3. Seminar hasil penelitian Jumlah : Rp. 5.000.000 : Rp. 3.000.000 : Rp. 2.000.000 : Rp. 10.000.000 Universitas Sumatera Utara 4 Lembar Penjelasan Kepada Yth Bapak/ Ibu Sebelumnya kami ingin memperkenalkan diri, nama saya dokter , bertugas di Divisi Neurologi Departemen Ilmu kesehatan Anak FK USU/ RSUP H. Adam Malik Medan. Bersama ini kami ingin menyampaikan kepada Bapak/ Ibu bahwa Divisi Neurologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUSU-RSHAM Medan, bermaksud mengadakan penelitian mengenai migren, karena migren penting dan sering pada remaja serta penyebab umum ketidakhadiran remaja di sekolah. Selain itu migren juga berhubungan dengan terjadinya gangguan tidur pada remaja, gangguan tidur akan menyebabkan remaja mengalami defisit kognitif serta penampilan sosial. Tetapi penelitian mengenai hubungan hal ini masih sangat sedikit, oleh karena itu kami akan meneliti hubungan antara migren dan gangguan tidur pada remaja. Jika Bapak/ Ibu bersedia maka kami mengharapkan bapak/ibu menandatangani lembar persetujuan setelah penjelasan. Demikianlah kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Bapak/ Ibu dapat menghubungi peneliti setiap waktu bila ingin menanyakan masalah kesehatan putra / putri anda atau masalah lain seputar penelitian ini yang belum Anda pahami melalui: Dr. Lina Waty Divisi Neurologi - Dep. Ilmu Kesehatan Anak FKUSU-RS H.Adam Malik Jl. Bunga Lau No. 17 Medan Telp. 8365663 Atau Kompleks Asia Mega Mas BB no 33 Medan Hand Phone : 061 76875899 Universitas Sumatera Utara 5. Lembar Persetujuan Setelah Penjelasan Penelitian Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Umur : Pekerjaan : Alamat : Orang tua dari : Telah menerima dan mengerti penjelasan dokter tentang penelitan “Hubungan migren terhadap terjadinya gangguan tidur pada remaja “. Dengan kesadaran serta kerelaan sendiri saya bersedia menjadi peserta penelitian tersebut. Demikianlah surat persetujuan ini saya perbuat tanpa paksaan siapapun. Medan, Universitas Sumatera Utara Lampiran Divisi Neurologi Dept. Ilmu Kesehatan Anak FK USU – RSHAM Medan KUESIONER PENELITIAN Pencatat : Tanggal : 1. Nama Anak : 2. Tanggal Lahir : bulan 3. Jenis Kelamin : 1. Laki-laki 4. Urutan anak dalam keluarga: 5. Jumlah bersaudara: 6. Alamat : Umur ( ) tahun , ( ) 2. Perempuan 7. Nama SMP/SMA : 8. Kelas : 9. Orangtua : Ayah Ibu Nama : Umur(tahun) : Agama : 10. Mengalami nyeri kepala : Ya( ) Tidak ( ) JIka mengalami nyeri kepala, jawablah pertanyaan dibawah dan pilih yang sesuai dengan memberI tanda benar A Lokasi nyeri kepala: ( ) Sebelah kepala saja ( ) Dua sisi kepala ( ) Seluruh kepala B. Sifat nyeri : ( ) Berdenyut ( ) Tidak berdenyut C. Lama nyeri dalam sekali serangan: ( ) < 1 jam ( ) ≥ 1 jam D. Frekuensi serangan: ______kali dalam sehari ______hari dalam sebulan ______bulan dalam setahun E. Nyeri kepala telah dialami selama_______tahun_________bulan_______hari Universitas Sumatera Utara Ya F. Dicetuskan oleh stres/makanan ( ) /menstruasi G. Nyeri bertambah jika belajar ( ) H. Disertai rasa mual ( ) I. Disertai muntah J. Sebelum nyeri, tidak tahan cahaya terang atau suara yang keras ( ) K. Disertai hidung tersumbat atau berair ( ) L. Disertai mata merah atau berair ( ) M. Disertai kelopak mata yang bengkak ( ) N. Disertai keringat pada dahi atau wajah( ) O. Merasa kurang istirahat ( ) Tidak ( ) ( ( ) ) ( ( ( ( ( ( ) ) ) ) ) ) 11. Apakah anak anda pernah mengalami trauma atau cedera pada kepala? ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ______________________ 12. Tulislah gangguan psikologik, psikiatri, gangguan emosi dan tingkah laku pada anak anda jika ada. ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ _________________________________ 13. Jika anak anda mengalami masalah kesehatan dalam jangka panjang, tulislah 3 masalah yang anda anggap penting, ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ Universitas Sumatera Utara 6.KUESIONER EVALUASI TIDUR PADA ANAK40 Petunjuk: Jawablah setiap pertanyaan dengan menulis atau memilih jawaban yang paling tepat. Hal ini akan membantu dalam mengetahui keluarga dan anak anda. Nama anak : Apakah pendapat anda mengenai tidur anak anda? ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ _________________________________ Apa yang telah anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut? ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ RIWAYAT TIDUR Jadwal tidur hari biasa Jumlah tidur anak selama 24 jam(tambahkan tidur siang dan malam hari):__jam__menit Jam berapa anak biasanya tidur malam hari ____:______ Jam berapa anak biasanya bangun pagi hari ____:_______ Jadwal tidur saat liburan (akhir minggu/ malam minggu) Jumlah tidur anak selama 24 jam(tambahkan tidur siang dan malam hari):__jam__menit Jam berapa anak biasanya tidur malam hari ____:______ Jam berapa anak biasanya bangun pagi hari ____:_______ Jadwal tidur siang Berapa hari dalam seminggu anak tidur siang 4 5 Jika tidur siang, jadwal tidur siang : Dari pukul ___:___ sampai pukul ___:___ 0 1 Tidur secara umum Apakah anak memiliki jadwal tidur rutin yang teratur? Apakah anak tidur sendiri dikamar? Apakah anak tidur sendiri di satu tempat tidur? Apakah orangtua datang ketika anak sudah tertidur ? Ya Ya Ya Ya 2 3 Tidak Tidak Tidak Tidak Universitas Sumatera Utara Untuk pertanyaan dibawah, berilah tanda lingkar pada pilihan yang sesuai Masalah tidur sekarang Insomnia Lama waktu anak untuk tertidur : (0) ≤ 30 menit (1) > 30 menit Anak sering menolak tidur ( takut untuk tidur ) (0) Tidak (1) Ya Jadwal tidur setiaphari berubah-ubah: (0) Tidak (1) Ya Sering terbangun tiba – tiba setelah tertidur dan sulit untuk tertidur kembali (0) Tidak (1) Ya Keterangan untuk pertanyaan dibawah: 0= Tidak pernah 1= Tidak sering ( < 1 hari dalam seminggu) 2= kadangkadang ( 1 sampai 2 hari dalam seminggu) 3= sering (3 sampai 5 hari dalam seminggu) 4= sangat sering ( 6 sampai 7 hari dalam seminggu) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Sleep apnoe Sulit bernafas ketika tidur Henti nafas ketika tidur Mengorok Merasa lemah atau kehilangan kontrol terhadap otot tubuh, sangat emosi Restlessness Tidur tidak nyaman, resah Parasomnia Berkeringat ketika tidur Mimpi buruk Berjalan saat tidur Mengingau Menjerit ketika tidur Terjaga semalaman Sulit menetap di tempat tidurnya Menggelutuk gigi Rasa tidak nyaman pada kaki, Ngompol Melihat gambaran menakutkan Sebelum 0 0 0 0 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 0 1 2 3 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Universitas Sumatera Utara 17 18 19 20 21 22 tertidur atau terbangun Narkolepsi Tidak dapat bergerak ketika tertidur atau 0 saat akan terbangun Menendang saat tidur 0 Excessive daytime sleepiness Sulit bangun pagi hari 0 Tertidur di kelas 0 Tidur siang setelah pulang sekolah 0 Mengantuk disiang hari 0 1 2 3 4 1 2 3 4 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Tulislah nama obat yang sekarang ini digunakan anak: Nama obat Dosis Seberapa sering? ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ___________________________________________________________ ____________________________________________ Penampilan sekolah Penampilan sekolah sekarang (jika usia sekolah) Kelas______________________________________________________ ___________ Pernahkah anak tidak naik kelas? Pernah Tidak pernah Apakah anak anda ikut dalam kelas pendidikan khusus? Ya Tidak Berapa hari anak absen sekolah dalam 1 tahun ini?_____________________________ Berapa hari anak absen sekolah tahun lalu?________________________________ Prestasi anak tahun ini : Sangat bagus Bagus Cukup Kurang Jelek Prestasi anak tahun lalu : Sangat bagus Bagus Cukup Kurang Jelek Universitas Sumatera Utara
Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban dan Suburban Dampak Gangguan Tidur pada Remaja Diagnosis Defenisi Gangguan Tidur Epidemiologi Gangguan Tidur Klasifikasi Gangguan Tidur Desain Tempat dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Besar Sampel Kriteria Inklusi dan eksklusi PersetujuanInformed Consent Etika Penelitian Alat Ukur Cara Kerja dan Alur Penelitian Etiologi dan Faktor Risiko HASIL PENELITIAN Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban dan Suburban Identifikasi variabel Variabel bebas subjek penelitian Definisi Operasional dan Identifikasi Variabel PEMBAHASAN Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban dan Suburban Pola Tidur Normal pada Remaja Remaja Pengertian urban suburban Tata Laksana Gangguan tidur Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban Dan Suburban
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Perbedaan Gangguan Tidur Pada Remaja Urban da..

Gratis

Feedback