Feedback

Keefektifan penggunaan media audio visual dalam Microsoft powerpoint sebagai media pembelajaran bahasa Prancis SMA N 1 Petarukan Pemalang kelas X untuk memperkaya kosakata

 2  35  113  2017-04-28 08:51:59 Report infringing document
Informasi dokumen
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MICROSOFT POWER POINT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA PERANCIS SMA N 1 PETARUKAN PEMALANG KELAS X UNTUK MEMPERKAYA KOSAKATA SKRIPSI Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Skripsi untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Oleh Ayu Wulansari 2301405048 Pendidikan Bahasa Prancis JURUSAN BAHASA DAN SASTRA ASING FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011 ii PERNYATAAN Dengan ini, saya : Nama : Ayu Wulansari NIM : 2301405048 Prodi/ Jurusan : Pendidikan Bahasa Prancis/ Bahasa dan Sastra Asing Fakultas : Bahasa dan Seni Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi berjudul “Keefektifan penggunaan media audio visual dalam Microsoft powerpoint sebagai media pembelajaran bahasa Prancis SMA N 1 Petarukan Pemalang kelas X untuk memperkaya kosakata” yang saya tulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Bahasa Prancis, benar-benar merupakan karya saya sendiri, yang saya hasilkan setelah melalui proses penelitian, bimbingan, diskusi, dan pemaparan ujian. Semua kutipan baik langsung maupun tidak langsung, maupun sumber lainnya, telah disertai keterangan mengenai identitas sumbernya dengan cara yang sebagaimana lazim dalam penulisan karya ilmiah. Dengan demikian, walaupun tim penguji dan pembimbing penulisan skripsi ini membubuhkan tanda tangan sebagai keabsahannya, seluruh isi karya ilmiah ini tetap menjadi tanggung jawab saya sendiri. Jika kemudian ditemukan kesalahan, saya bersedia menerima akibatnya. Demikian, harap pernyataan ini dapat digunakan seperlunya. Semarang, Oktober 2011 Yang membuat pernyataan Ayu Wulansari 2301405048 ii iii HALAMAN PENGESAHAN Skripsi ini telah diuji dan dipertahankan di hadapan panitia ujian skripsi Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang pada: Hari : Tanggal : Oktober 2011 Panitia Ujian Ketua Sekretaris Prof. Dr. Agus Nuryatin, M. Hum. NIP. 196008031989011001 Dra. Diah Vitri W. DEA NIP. 196508271989012001 Penguji I Ahmad Yulianto, M.Pd NIP. 197307252006041001 NIP1911NINI911123319919859558tdkg Penguji II/Pembimbing II Penguji III/Pembimbing I M. Syaefudin, M.Pd Tri Eko Agustiningrum, M.Pd NIP. 197810072005011004 NIP.198008152003122001 iii iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO If people are trying to bring you DOWN, It only means that you are above them.. Maka sesu gguh ya bersa a kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan),tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhan- ulah e gkau berharap (Q“. Al I syirah: 6-8).  PERSEMBAHAN : Babeh, Nyak, Mb Nuk, Mb Nik, De Aci, Akang serta keluarga besarku. iv v KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulisan skripsi yang berjudul “Keefektifan penggunaan media audio visual dalam Microsoft powerpoint sebagai media pembelajaran bahasa Prancis SMA N 1 Petarukan Pemalang kelas X untuk memperkaya kosakata” berhasil diselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun dan diajukan dalam rangka penyelesaian studi strata I untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Jurusan Bahasa dan Sastra Asing, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Penyusunan skripsi ini tentunya tidak lepas dari bantuan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tri Eko Agustiningrum, M.Pd (Pembimbing I) dan Mohamad Syaefudin, M.Pd (Pembimbing II) yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan masukan, arahan, motivasi dan bimbingan dengan penuh kesabaran kepada penulis dari awal sampai terselesaikannya skripsi ini. Tak lupa penulis sampaikan terima kasih kepada : 1. Prof. Dr. Agus Nuryatin, M. Hum, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, yang telah memberi kesempatan untuk mengadakan penelitian ini. 2. Dra. Diah Vitri Widayanti, DEA selaku ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Asing yang telah memberikan izin dan arahan dalam penyusunan skripsi ini. 3. Bapak dan Ibu dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Asing yang telah memberikan bekal ilmu kepada penulis. 4. Wahjoe Djoko Soesilo, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMA N 1 Petarukan Pemalang, Waka Kurikulum, TU, dan Ibu Ana Mufidah, S.Pd ( Guru Bahasa Prancis), siswa kelas X6, dan pihak lain SMA N 1 Petarukan Pemalang yang telah memberikan kesempatan untuk mengadakan penelitian ini. v vi 5. Kedua orang tuaku tercinta, babeh Roy dan Nyak sayang yang selalu mengiringi langkahku dengan berlimpah cinta, kasih sayang dan do‟a. Kakakkakakku tersayang, mba Menuk dan mba Menik terima kasih atas do‟a, semangat dan cinta yang selalu diberikan. Adikku yang cantik, de Aci terima kasih dukungannya. Akangku yang telah menemaniku dalam suka dan duka dengan do‟a, cinta dan semangatnya, merci beaucoup mon cher. Keluarga besarku, terima kasih atas do‟a dan dukungan selama ini. 6. Semua sahabat-sahabat terbaikku, mes amis angkatan 2005 dan 2004, rekanrekan angkatan 2006 dan 2007 yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, tetap semangat. Teman-teman kos kawula alit, kos kinanthi 1d, kos 45 dan kos cumi terimakasih atas canda tawa yang telah kita lalui bersama. 7. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Semoga segala bantuan, motivasi, dan pengorbanan yang telah diberikan kepada penulis menjadi amal dan mendapatkan balasan dari Allah S.W.T. Amin. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak yang membaca. Semarang, Penulis vi Oktober 2011 vii ABSTRAK Wulansari, Ayu. 2011. Skripsi. Keefektifan penggunaan media audio visual dalam Microsoft powerpoint sebagai media pembelajaran bahasa Prancis SMA N 1 Petarukan Pemalang kelas X untuk memperkaya kosakata. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Tri Eko Agustiningrum, S.Pd, M.Pd, II: Mohammad Syaefudin, S.Pd, M.Pd. Kata kunci : Kosakata, Media audio visual dalam Microsoft powerpoint. Untuk mempelajari bahasa asing, kosakata merupakan aspek penting yang harus dikuasai oleh pembelajar. Tanpa penguasaan kosakata, pembelajar tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Bagi siswa SMA, bahasa Prancis sangat sulit karena kurangnya penguasaan kosakata yang dimiliki siswa. Karena kesulitan-kesulitan tersebut siswa memerlukan teknik yang menarik agar mudah dikuasai dan diingat. Salah satu usaha yang diduga dapat mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan media audio visual dalam Microsoft powerpoint. Materi yang terdapat dalam media disesuaikan dengan buku pegangan dan peta materi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuasi eksperimental dengan metode one group pretest-posttest design. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas, yaitu media audio visual dalam Microsoft powerpoint dan variabel terikat, yaitu pengayaan kosakata pada siswa. Responden dalam penelitian ini sebanyak 40 orang, yaitu siswa kelas X6 yang terpilih secara acak. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dan metode tes. Metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data mengenai daftar nama siswa, sedangkan metode tes untuk mengetes responden pada awal pertemuan (pretest) dan posttest pada siswa setelah diberi perlakuan menggunakan media audio visual dalam Microsoft powerpoint. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstruk. Guna menguji reliabilitas tes dalam penelitian ini digunakan rumus KR-20. Untuk menguji hipotesis digunakan rumus t-test. Hasil analisis menunjukan bahwa penerapan media audio visual dalam Microsoft powerpoint untuk pembelajaran kosakata pada siswa kelas X SMA N 1 Petarukan Pemalang mempunyai pengaruh positif yaitu dapat memperkaya kosakata siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang dicapai responden pada pretest dan posttest. Pada pretest rata-rata nilai yang dicapai siswa yaitu 65 dengan nilai tertinggi 75 dan nilai terendah 58. Sedangkan pada posttest rata-rata nilai siswa yaitu 75 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 65. Berdasarkan pada standar kriteria penilaian di SMA nilai 75 termasuk dalam kategori baik. Dari perhitungan pada pretest dan posttest dengan menggunakan rumus t-test diperoleh hasil thitung=7, 0212 dari ttabel=2,02. Jadi thitung>ttabel sehingga hipotesis “pembelajaran dengan menggunakan media audio visual dalam Microsoft powerpoint efektif dalam memperkaya kosakata pada siswa kelas X SMA N 1 Petarukan Pemalang” diterima. vii viii RÉSUMÉ Wulansari, Ayu. 2011. L’efficacité de l’utilisation ‘média audio visuel en microsoft powerpoint’ comme un média de l’apprentissage aux lycée classe X SMA N 1 Petarukan Pemalang pour enrichir le vocabulaire. Mémoire. Département des langues et des littératures étrangères, du programme de l‟enseignement du français, de la Faculté des Langues et des Arts de l‟Université d‟État de Semarang. Directeurs I: Tri Eko Agustiningrum, S.Pd, M.Pd, II: Mohammad Syaefudin, S.Pd, M.Pd. Mots clés : vocabulaire, média audio visuel en microsoft powerpoint. I. L‟introduction Pour apprendre une langue étrangère, on doit maîtriser tout d‟abord le vocabulaire parce qu‟il nous supporte de se communiquer. Le vocabulaire est important dans l‟enseignement du français parcequ‟on ne peut pas construire des phrases sans mots. La maîtrise du vocabulaire est un des aspects le plus important dans l‟enseignement du français parce qu‟on peut bien comprendre ou construire des phrases grâce à cet aspect. La qualité de la compétence de la langue d‟une personne est dépendu de la qualité du vocabulaire (Tarigan 1993:2). En réalité, les lycéens ont encore des difficultés d‟utiliser le vocabulaire pour la construction, alors ils ont peur de s‟exprimer. C‟est pourquoi, il est important de trouver un moyen pour résoudre ce problème. Le professeur du français doit trouver un moyen afin que les apprenants n‟oublient pas facilement le vocabulaire. Dans ce mémoire, nous utilisons le média d‟audio visuel en „microsoft powerpoint‟ pour que (1) Il facilite les lycéens à mémoriser le vocabulaire ; (2) le temps soit éfficace ; (3) le matière soit viii ix présentable plusieurs fois ; (4) le matière soit renouveller à la prochaine selon les besoins. L‟objectif majeur de ce mémoire est d‟aider les lycéens à apprendre facilement le vocabulaire en utilisant Microsoft Powerpoint. Pour réaliser cet objectif, j‟ai conduit une recherche expérimentale. J‟ai commencé à tester la compétence des lycéens avant l‟enseignement (pré-test), puis j‟ai fait le traitement. Ensuite, j‟ai donné le test final (post-test). J‟ai noté les réponses et les ai calculées statistiquement. Pour répondre à la deuxième question, j‟ai analysé les erreurs et enfin, j‟ai tiré la conclusion. Nous commencerons par l‟explication du média d‟audio visuel en „microsoft powerpoint’ et en suivant le processus de l‟application du média d‟audio visuel en „microsoft powerpoint’. J‟ai fini par tirer la conclusion. II. La Théorie A. Le média d‟audio visuel en „microsoft powerpoint‟ Hamalik (1994:12) dit que le media d‟apprentissage est le moyen, le méthode et le technique qui sont utilisés pour communiquer éfficacement et l‟interaction directe entre le professeur et les lycéens dans le processus de l‟enseignement. Les avantages du média d‟audio visuel pour les lycéens sont (1) les lycéens peuvent memoriser le vocabulaire facilement ; (2) les lycéens sont intéressés de bien faire attention au cours ; (3) Ce média peut susciter l‟esprit d‟étudiants ; (4) Les lycéens peut répéter le matière appris ; (5) Ce média peut activer la réaction ix x des lycéens ; (6) Ce média donne les stimulants pour les lycéens (Sudjana et Rivai 2009:2). Les contenus de ce média sont l‟objet dans la classe, les noms du jours, les mois de l‟année, les noms du cours, l‟article défini et indéfini puis les exemples de l‟utilisation d‟article défini et indéfini. Ces matières sont adaptées à la cartographie du matière classe X qui sont liés avec le vocabulaire. Les matières sont (1) Objet dans la classe, tel que un livre, une table, un chaise, un/e professeur, un/e élève, un sac à dos, un effaceur, un crayon, une gomme, un stylo, une règle, une porte, une fenêtre, un cahier, un examen, un tableau noir, une affiche un poster, un téle, une salle de classe, des devoirs, une trousse, un pupitre, une craie, un ordinateur ; (2) Les jours de la semaine; (3) Les mois de l‟année ; (4) Les noms du cours, tel que L‟histoire, La géographie, La politics, L‟economie, L‟art, La chimie, La biologie, Les mathématique, L‟informatique, Le français ; (5) L‟article défini, indéfini et les exemples de l‟utilisation d‟article défini et indéfini. B. La démarche ( Pratique en classe) Le chercheur a suivi les étapes suivantes : 1. La première séance Le chercheur commence à tester la compétence des lycéens avant l‟enseignement (pré-test). x xi 2. La deuxième et troisième séance - D'abord le chercheur expose le média audio visuel en microsoft powerpoint puis explique les matières dans ce média. - Le chercheur montre aux lycéens le vidéo „noms dans la classe‟ et les lycéens doivent faire attention au vidéo. - Les lycéens identifient les vocabulaires - Le chercheur encourage les lycéens à citer les objets ayant prèsentés dans le vidéo sous forme de texte et des images sans son. En outre, les étudiants sont obligés de l'écrire correctement. - Ensuite, le chercheur montre aux lycéens le vidéo „ les noms du jours, les mois de l‟année et les noms du cours‟. Le chercheur les explique et les lycéens les identifient. - Le chercheur montre aux lycéens le vidéo „article défini et indéfini. - Le chercheur donne aux lycéens les exemples d‟utilisation ces articles dans la phrase. - Les lycéens font une phrase comme l‟exemple en utilisant le vocabulaire qui est acquis. En utilisant ce média, les lycéens semblent intéressés à suivre le traitement et les lycéens sont motivé parce qu‟ils travaillent en s‟amusants. xi xii - La quatrième séance Après les traitements, le chercheur donne le test final (post-test) pour déterminer les competences des lycéens. Ce test est le même que le test initial (pré-test). III. Méthodologie de la Recherche Cette recherche a utilisé la méthode one group pré test and post test design. La variable indépendante de cette recherche était le média audio visuel en microsoft power point. La variable dépendante de cette recherche était le vocabulaire des lycéens. La population de cette recherche était tous les lycéens de SMA N 1 Petarukan Pemalang de la première classe. Ils étaient 40 personnes. Pour collecter les données, j‟ai utilisé deux méthodes : la méthode de documentation et la méthode de test. La méthode de documentation a été utilisée pour connaître les noms et les nombres de la population. La méthode de test a été utilisé pour obtenir les donnés sur la compétence de vocabulaire. La validité de cette recherche est celle du contenu. La formule t-test a été utilisée pour assurer la fiabilité de résultats. IV. Analyses de la Recherche Basé sur l‟analyse, la note supérieure du pré test obtenue par les répondants est de 75 et la note inferieure est de 58. La moyenne de la compétence de vocabulaire, est de 65. La note supérieure du post test est de 100 et la note inferieure est de 65. La note moyenne de la compétence de prononciation, est de xii xiii 75. Le résultat du tcalcul est plus grand que le résultat de ttable (tcalcul = 7,0212 > ttable = 2,02. Cela veut dire que la compétence de vocabulaire augmente. Cela montre que l‟enseignement de vocabulaire avec le média audio visuel en microsoft powerpoint est efficace. L‟analyse critique sur les réponses contenant des erreurs montre qu‟au prétest beaucoup des lycéens ont des fautes d‟identifier les vocabulaires. Au post-test il n‟y avait que quelques élèves qui ont fait encore ces fautes. Les fautes commisses par les élèves étaient celle d‟ajustment à l‟article défini et indéfini dans un objet pluriel. V. Conclusion D‟après l‟analyse expliquée à la section précédente, les débutants ou les lycéens peuvent enrichir leur compétence du vocabulaire par le média audio visuel en microsoft powerpoint. Si les lycéens le comprennent bien et le pratiquent souvent, ils pourront enrichir leur vocabulaire. D‟ailleurs ils sont motivés parce qu‟ils travaillent en s‟amusant. xiii xiv DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................... i HALAMAN PERNYATAAN........................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN............................................................................ iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN...................................................................... iv KATA PENGANTAR......................................................................................... v ABSTRAK.......................................................................................................... vii RÉSUMÉ............................................................................................................ viii DAFTAR ISI..................................................................................................... xvii DAFTAR TABEL.............................................................................................. xx DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................... xxi BAB 1 : PENDAHULUAN............................................................................... 1 1.1 Latar Belakang............................................................................................. 1 1.2 Perumusan Masalah...................................................................................... 5 1.3 Pembatasan Masalah...................................................................................... 5 1.4 Tujuan Penelitian…………………………………………………………… 6 1.5 Manfaat Penelitian........................................................................................ 6 1.6 Sistematika Penulisan Skripsi....................................................................... 7 BAB 2 : LANDASAN TEORI.......................................................................... 8 2.1 Pembelajaran Bahasa Prancis di SMA.......................................................... 8 2.2 Peta Materi pembelajaran bahasa Prancis kelas X………………................. 12 2.3 Media Pembelajaran...................................................................................... 15 2.4 Pembelajaran media Audio Visual dalam Microsoft Powerpoint………….. 16 xiv xv 2.4.1 Fungsi Media Audio Visual…………………………………………….... 19 2.4.2 Isi Media Audio Visual dalam Microsoft Powerpoint…………………… 20 2.5 Kerangka berpikir........................................................................................... 22 2.6 Hipotesis…………......................................................................................... 23 BAB 3 : METODE PENELITIAN.................................................................... 24 3.1 Jenis Penelitian............................................................................................. 24 3.2 Populasi dan Sampel..................................................................................... 24 3.3 Pendekatan penelitian................................................................................... 25 3.4 Metode Pengumpulan Data.......................................................................... 26 3.5 Instrumen…………....................................................................................... 26 3.6 Penskoran…………………………………………………………………… 32 3.7 Metode Analisis Data………………………………………………………. 34 BAB 4 : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……………………. 35 4.1 Hasil Penelitian.............................................................................................. 35 4.2 Pembahasan.................................................................................................... 41 BAB 5 : SIMPULAN DAN SARAN................................................................. 45 5.1 Simpulan........................................................................................................ 45 5.2 Saran.............................................................................................................. 45 DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 47 LAMPIRAN....................................................................................................... 49 xv xvi DAFTAR TABEL 2.1 Tabel Peta Materi…..................................................................................... 12 2.2 Tabel article défini dan indéfini…………………………………………… 13 2.3 Tabel Vocabulaire........................................................................................ 14 3.1 Tabel kisi-kisi instrumen untuk Tes………………………………………. 27 3.2 Kisi-Kisi Instrumen Perlakuan..................................................................... 28 3.3 Data Uji Coba............................................................................................... 29 3.4 Kriteria Penilaian.......................................................................................... 33 4.1 Nilai Pre-Test Siswa..................................................................................... 35 4.2 Prosentase Hasil Penelitian Pada Pre-Test................................................... 36 4.3 Nilai Post-Test Siswa................................................................................... 37 4.4 Prosentase Hasil Penelitian Pada Post-Test................................................. 38 4.5 Nilai Pre-Test dan Nilai Post-Test Siswa..................................................... 39 xvi xvii DAFTAR LAMPIRAN 1. Daftar Nama Responden 2. Daftar Kosakata yang terdapat dalam Media 3. Instrumen Pengukuran 4. Kunci Jawaban Instrumen Pengukuran 5. Lembar Penilaian Instrumen Pengukuran 6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Perlakuan 7. Tabel Persiapan Mencari Reliabilitas Instrumen Rumus KR-20 8. Perhitungan Reliabilitas Rumus KR-20 9. Tabel Persiapan Perhitungan Uji Hipotesis Rumus T-test 10. Perhitungan Uji Hipotesis Rumus T-test 11. Media Audio Visual dalam Microsoft powerpoint xvii 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya maka semakin penting peran komunikasi antaranggota masyarakat. Hal ini merupakan salah satu penyebab pentingnya mempelajari bahasa asing. Pada umumnya, bahasa asing pertama yang dipelajari siswa sekolah menengah adalah bahasa Inggris. Selain bahasa Inggris ada pula bahasa asing lain yang dipelajari oleh siswa antara lain bahasa Prancis. Mempelajari bahsa asing berarti mempelajari semua aspek bahasa yang satu dengan yang lainnya yang merupakan satu kesatuan. Untuk dapat menguasai bahasa asing, dalam hal ini adalah bahasa Prancis dengan baik, maka seorang pembelajar harus menguasai unsur-unsur bahasa yang meliputi tata bunyi, kosakata, dan struktur. Tiap bahasa mempunyai aturan sendiri yang menyangkut hal bunyi dan urutannya, kata dan pembentukannya, kalimat dan susunannya. Perbedaan ini biasanya menyebabkan kesukaran-kesukaran dalam mempelajari, memahami, dan menguasai bahasa lain. Tarigan (1958:2) mengatakan bahwa pada prinsipnya, tujuan paling utama pembelajaran bahasa adalah agar siswa terampil berbahasa. Kualitas ketrampilan berbahasa seseorang jelas tergantung pada kuantitas dan kualitas kosakata yang dimilikinya. Semakin kaya kosakata yang dimiliki seseorang, maka akan semakin besar pula kemungkinan seseorang untuk terampil berbahasa. 1 2 Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), dituntut pembelajar untuk aktif, sedangkan guru mengarahkan pembelajarnya dan guru bertindak sebagai fasilitator. Tujuan pembelajaran bahasa Prancis, menurut KBK adalah agar pembelajar mampu mengidentifikasi bunyi, kata, frasa atau kalimat yang diucapkan atau yang diperdengarkan (Depdiknas 2003:1). Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan berbagai macam cara pengajaran. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran sebagai sumber belajar. Media pembelajaran adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar (Hamalik 1992:6). Untuk mencapai hasil yang diharapkan dalam pembelajaran bahasa asing, guru harus mempunyai kualifikasi umum, yaitu mampu memilih dan menetapkan metode, teknik dan pendekatan dalam menyampaikan materi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Sehubungan dengan hal itu perlu dilakukan pemilihan metode serta media pembelajaran bahasa asing yang berupa alat – alat dan perlengkapan pendidikan (Hamalik 1985:23). Dengan adanya media pembelajaran, penyampaian materi akan lebih mudah dan tepat sasaran, misalnya untuk pembelajaran bahasa Prancis, media audio visual dapat dimanfaatkan. Media audio visual adalah suatu alat peraga yang bersifat dapat didengar dan dilihat http://www.bahtera.org/kateglo/media audio visual). Adanya unsur (dalam audio memungkinkan siswa untuk dapat menerima pesan pembelajaran melalui pendengaran, sedangkan unsur visual memungkinkan penciptaan pesan belajar melalui bentuk visualisasi. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran bahasa 3 sebaiknya memanfaatkan media audio visual untuk menunjang hasil pembelajaran. Sebagai salah satu institusi/lembaga proses pembelajaran bahasa, SMA N 1 Petarukan merupakan salah satu SMA negeri di kota Pemalang yang selalu membuka kelas jurusan bahasa asing sejak kurikulum jurusan Bahasa diberlakukan di SMA dan merupakan salah satu SMA negeri kota Pemalang yang selalu berada pada posisi 10 besar (dalam http://www.pemalangkab.go.id). SMA N 1 Petarukan pemalang memiliki kelengkapan fasilitas yang memadai. Laboratorium komputer dan laboratorium bahasa sudah dilengkapi dengan peralatan berupa: unit komputer lengkap dengan LCD dan layar, televisi, tape-radio, dan VCD player. Namun dari hasil wawancara dengan guru bahasa Prancis SMA N 1 Petarukan, dapat disimpulkan bahwa khusus untuk pelajaran bahasa Prancis, guru jarang memanfaatkan laboratorium komputer sebagai media pembelajaran. Guru lebih sering mengajar di kelas dan kadang-kadang menggunakan ruang laboratorium bahasa. Selain itu perbendaharaan kata para pembelajar masih kurang dan kesulitan dalam mengidentifikasi kosakata bahasa Prancis dengan benar. Untuk itu, penulis ingin mengoptimalkan pemanfaatan piranti media dalam hal ini audio visual, yaitu dengan menggunakan media audio visual dalam Microsoft powerpoint sebagai media pembelajaran bahasa Prancis. Dengan menggunakan media audio visual dalam Microsoft powerpoint ini, tampilan gambar akan tampak seperti nyata sehingga akan dapat menarik perhatian siswa. Selain itu, dalam 4 penyajian gambar melalui media ini diperkirakan dapat menarik siswa untuk mempelajari kosakata karena ada permainan huruf, warna dan animasi, baik animasi teks maupun animasi gambar atau foto. Dalam media tersebut berisi materi yang sesuai dengan peta materi bahasa Prancis kelas X di sekolah SMA N 1 Petarukan. Siswa kelas X bahasa yang akan menjadi responden dalam penelitian ini. Untuk mengetahui keefektifan media, siswa akan diberi pretest untuk mengetahui kemampuan awal. Setelah itu, siswa akan diberi pembelajaran dengan media audio visual dalam Microsoft powerpoint. Kemudian pada pertemuan akhir siswa akan diberi posttest; tes yang sama, sehingga akan diketahui keefektifan media tersebut dari hasil tes. Berdasarkan latar belakang di atas, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui keefektifan sebuah media pembelajaran untuk memperkaya kosakata bahasa prancis siswa jurusan bahasa. Oleh karena itu, dalam hal ini penulis tertarik melakukan penelitian dengan menggunakan media pembelajaran audio visual Microsoft Powerpoint sebagai media pembelajaran Bahasa Prancis kelas X di SMA N 1 Petarukan Pemalang. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah yang diajukan adalah sebagai berikut: 5 Bagaimana keefektifan penggunaan media audio visual dalam Microsoft powerpoint sebagai media pembelajaran bahasa perancis dasar SMA N 1 Petarukan Pemalang kelas X untuk memperkaya kosakata ? 1.3 Pembatasan Masalah Materi berupa audio visual dalam penelitian ini merupakan materi yang diunduh (download) dari situs www.imagiers.net, www.savevid.com dan www.françaisefaçile.com. Kosakata yang dimaksud dalam penelitian ini adalah materi-materi di bawah ini : jenis-jenis benda yang terdapat di ruangan kelas (objet dans la classe), L‟aritcle defini et indefini, hari, bulan (Le jour, le mois) dan nama mata pelajaran dalam bahasa Prancis (noms de matières) Materi tersebut terdapat dalam peta materi bahasa Prancis kelas X di SMA N 1 Petarukan Pemalang. Pelafalan dalam penelitian ini melingkupi materi-materi yang telah diberikan dalam pembelajaran dengan menggunakan media audio visual dalam microsoft powerpoint. Dalam hal ini, siswa diberikan latihan-latihan berupa kata benda-kata benda yang telah diajarkan. 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui keefektifan penggunaan media audio visual dalam Microsoft powerpoint sebagai media 6 pembelajaran bahasa Perancis SMA N 1 Petarukan Pemalang kelas X dalam hal memperkaya kosakata. 1.5 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat: 1. Untuk menambah cara pengajaran guru dengan memanfaatkan media audio visual dalam Microsoft powerpoint. 2. Sebagai masukan bagi sekolah tempat penelitian tentang perlunya pengoptimalan piranti media audio visual dalam Microsoft powerpoint sebagai sarana pembelajaran bahasa Prancis. 1.6 Sistematika Penulisan Skripsi Secara garis besar skripsi ini terdiri dari tiga bagian, yakni bagian awal, bagian inti dan bagian akhir. Bab I berisi pendahuluan yang berisi latar belakang, permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi. Bab II berisi landasan teori yang menyajikan uraian tentang keefektifan media dalam pembelajaran. Bab III berisi metode penelitian yang berisi tentang variabel penelitian, populasi dan sampel, metode pengumpulan data, instrumen penelitian (validitas dan reliabilitas) dan metode analisis data. Bab IV berisi hasil penelitian dan pembahasan penelitian. Bab V merupakan bab terakhir yang berisi simpulan dan saran. 7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pembelajaran bahasa Prancis di SMA Penelitian ini mengacu pada kurikulum dan silabus yang digunakan pada tahun ajaran 2009/2010. Hal ini dikarenakan materi yang akan diteskan dalam penelitian ini adalah materi yang didasarkan pada silabus mata pelajaran bahasa Prancis pada tahun tersebut atau dengan kata lain berupa materi yang sudah didapatkan siswa sebelumnya. Berdasarkan kurikulum tersebut, mata pelajaran bahasa Prancis merupakan mata pelajaran pilihan di SMA yang berfungsi sebagai alat pengembangan diri siswa dalam bidang komunikasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya. Dengan demikian mereka dapat tumbuh berkembang dan menjadi warga negara yang cerdas, terampil dan berkepribadian Indonesia serta siap mengambil bagian dalam pembangunan nasional (Depdiknas 2003:1). Pembelajaran bahasa Prancis di SMA memiliki tujuan dasar, yaitu agar para siswa terampil mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis dengan baik. Selain itu, program pembelajaran bahasa Prancis juga ditujukan agar siswa terampil dalam hal: (1) berbicara secara sederhana tetapi efektif dalam berbagai konteks untuk menyampaikan informasi, pikiran dan perasaan, serta menjalin hubungan sosial dalam bentuk kegiatan yang beragam, interaktif dan menyenangkan, (2) menafsirkan isi berbagai bentuk teks tulis pendek sederhana dan merespon dalam 7 8 bentuk kegiatan yang beragam, interaktif dan menyenangkan, (3) menulis kreatif meskipun pendek sederhana berbagai bentuk teks untuk menyampaikan informasi, mengungkapkan pikiran dan perasaan, (4) menghayati dan menghargai karya sastra, (5) kemampuan berdiskusi dan menganalisis teks secara kritis (Depdiknas 2003:2). Agar dapat menggunakan bahasa dengan baik, maka penguasaan unsur-unsur bahasa seseorang harus baik pula. Pada pembelajaran bahasa Prancis di SMA, aspek mata pelajaran bahasa Prancis meliputi unsur-unsur bahasa seperti kosakata, tata bahasa, lafal serta ejaan yang ditujukan untuk mendukung penguasaan dan pengembangan keempat kemampuan berbahasa (Depdiknas 2003:4). Dalam semua jenis pembelajaran, ingatan selalu berperan sebab dalam pembelajaran terdapat suatu kegiatan menyimpan informasi yang kelak akan dipanggil kembali apabila diperlukan. Seseorang yang sudah menguasai bahasa adalah orang yang telah menyimpan banyak informasi tentang bahasa itu, baik tentang hakikat bahasa atau struktur dan sistemnya. Di dalam ingatannya telah ada gambaran tentang apa yang dinamakan bahasa, bagaimana bentuk bahasa serta cara kerjanya. Apabila ia belajar satu bahasa lagi, yang berarti suatu materi yang serupa, ia mungkin sekali menghadapi kendala yang dalam pembelajaran bahasa biasa disebut interferensi, yakni kekacauan penyimpanan informasi lain yang baru masuk (Su‟udi 1990:38). Ada tiga aspek bahasa yang memerlukan ingatan yang baik bila seseorang ingin menguasai bahasa itu. Walaupun ketiga aspek itu mewujudkan satu kebulatan yaitu bahasa, tidak berarti bahwa seseorang yang menguasai aspek satu, juga 9 menguasai kedua aspek yang lain. Pembelajaran salah satu aspek juga tidak selalu melalui proses yang sama dengan pembelajaran yang lain. Pembelajaran ketiga aspek tersebut adalah pembelajaran bunyi ujaran, pembelajaran kosakata, dan pembelajaran tata bahasa (Taylor dalam Su‟udi 1990:39). 1. Pembelajaran bunyi ujaran Untuk dapat mengucapkan bunyi ujaran secara tepat, mula-mula bunyi tersebut harus didengarkan dan diuraikan dengan benar. Sebuah “suara” dalam bahasa asing merupakan suatu satuan yang unsur-unsurnya tak dikenali. Untuk dapat menangkap unsur bunyi tadi, diperlukan telinga yang dapat yang baik, yakni telinga yang dapat menangkap dan menahan bunyi tadi dalam IJPe (Ingatan Jangka Pendek) selama lebih dari beberapa detik. Apabila hal ini berhasil dilakukan, barulah ada kemungkinan untuk dapat menirukannya dengan tepat (Su‟udi 1990:39). 2. Pembelajaran kosakata Pembelajaran kosakata bahasa asing berarti menghubungkan sebuah kata asing dengan sebuah konsep atau dengan sebuah kata dalam bahasa ibu. Tidak ada atau hampir tidak ada kaidah yang mengatur kedua macam hubungan tersebut. Jadi satu-satunya cara untuk menyimpan kosakata baru dalm IJPa (Ingatan Jangka Panjang) adalah dengan cara menghafal. Memang ada kalanya kosakata asing tidak dipelajari dengan menghafal semata-mata. Pada bahasa yang serumpun terdapat sejumlah kata seasal yang mudah diingat karena kemiripannya (Su‟udi 1990:40). Kata perancis voyage atau oncle dan 10 kata inggris voyage atau uncle merupakan contoh kata seasal yang bernilai positif sebab bentuknya mirip dan artinya sama. 3. Pembelajaran tata bahasa Pembelajaran tata bahasa berarti mempelajari bagaimana menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat. Dalam mempelajari kaidah bahasa, IJPa memegang peran utama. Hal ini tidak berarti bahwa semua kaidah harus dikuasai dengan cara menghafal. Peran penting IJPa terletak pada fungsinya sebagai tempat penyimpanan data. Data ini harus tersimpan dengan baik agar data yang sejenis dapat dibandingkan dan dianalisis. Dengan kata lain, informasi tentang tata bahasa yang telah ada di IJPa merupakan data yang dapat dipakai untuk penarikan kesimpulan secara induktif (Su‟udi 1990:39-40) Proses pembelajaran bahasa hendaknya mendayagunakan berbagai jenis media dan sumber belajar, hal ini agar komunikasi guru dengan siswa tidak mengalami hambatan dan siswa tidak salah dalam menafsirkan pesan yang dikomunikasikan oleh guru. Jadi jelaslah bahwa dalam proses pembelajaran selain komponen tujuan, bahan, metode dan penilaian, media perlu mendapat perhatian, mengingat siswa merupakan individu yang unik dan heterogen dengan berbagai perbedaan latar belakang. 2.2. Peta Materi Pembelajaran Bahasa Prancis Kelas X Penelitian ini mengacu pada peta materi pembelajaran bahasa Prancis kelas X semester 2. Tema materi kelas X semester 2 yaitu Kehidupan Sekolah. Adapun materi tersebut dibagi menjadi dua bagian, yaitu savoir-faire 11 (keterampilan) dan Grammaire (tata bahasa). Savoir-faire (keterampilan) dibagi menjadi beberapa jenis dan grammaire (tata bahasa) dibagi menjadi dua, yaitu l’article défini et indéfini dan vocabulaire (kosakata); objet dans la classe, les jours et les mois, les noms de matières. Hal ini dijelaskan dalam tabel 2.1. berikut ini. Semester 2 Kehidupan sekolah Mendengarkan Percakapan singkat sederhana tentang kehidupan sekolah Teks lisan singkat sederhana tentang kehidupan sekolah yang memuat kosakata, pola kalimat, dan ungkapan komunikatif sesuai tema Berbicara Kalimat tanya (interrogation) Kalimat berita / pernyataan yang menggunakan kosakata, pola kalimat dan ungkapan komunikatif sesuai tema 12 Membaca Teks percakapan singkat, sederhana tentang kehidupan sekolah Teks paparan singkat yang memuat kosakata, pola kalimat dan ungkapan komunikatif sesuai tema Menulis Teks paparan singkat sederhana tentang kehidupan sekolah yang menggunakan kosakata, pola kalimat dan ungkapan komunikatif sesuai tema Savoir-faire Demander etdire les objets qu‟on trouve dans la classe. Qu‟est-ce que c‟est? C‟est un livre Savoir les matières ce qu‟on apprend au lycé. J‟ai le cours d‟histoire Grammaire Verbes: aller, prendre, detester, aimer+verbe, aimer+nom Préposition: près. À, à côte de Les article défini et indéfini Interrogation: comment, qu‟est-ce que c‟est Vocabulaire Les jours de la semaine: lundi, mardi, mercredi, jeudi, vendredi, samedi, dimanche Les mois de l‟année: janvier-décembre Objet dans la classe: chaise, table, livre etc Noms de matières: le français, les mathématiques, l‟histoire etc Salle de professeur, classe, bibliothèque Berdasarkan peta materi di atas, materi yang diberikan dalam penelitian ini, yaitu tentang benda-benda yang terdapat di ruangan kelas, nama hari, bulan dan article défini, indéfini. Tabel 2.2. l’article défini, indéfini Article Masculin et Féminin pluriel Masculin Féminin Singulier singulier indéfini Un Une des Défini Le La des 13 Tabel 2.3 vocabulaire Objet dans la classe Les jours, les mois Un livre, une table, un chaise, un/e Les jours de la semaine: lundi, mardi, professeur, un/e élève, un sac à dos, mercredi, jeudi, vendredi, samedi, un effaceur, un crayon, une gomme, dimanche un stylo, une règle, une porte, une Les mois de l‟année: janvier, février, fenêtre, un cahier, un examen, un mars, avril, mai, juin, juillet, aôut, tableau noir, une affiche un poster, un septembre, octobre, novembre, téle, une salle de classe, des devoirs, desembre. une trousse, un pupitre, une craie, un Les noms du cours: L‟histoire, La géographie, La politics, L‟economie, ordinateur L‟art, La chimie, La biologie, Les mathématique, L‟informatique, Le français Contoh penerapan materi: Qu’est-ce que c’est? C’est un livre C’est le livre de Sita J’ai un stylo Le stylo est rouge J’ai une belle professeur Elle est professeur du français. Elle s’appelle madame Ayu En vendredi, les élèves etudient dans un laboratoire. Le laboratoire à côté de bibliothèque 2.3 Media Pembelajaran Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar 14 terjadi. Media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar (Briggs dalam Hamalik 1992:6) 1. Peranan media yaitu: a. Mengatasi perbedaan pengalaman pribadi peserta didik. Misalnya, peserta didik yang bertempat tinggal di daerah pegunungan yang belum pernah melihat laut dapat digunakan media film, video kaset. b. Mengatasi batas-batas ruang kelas. c. Mengatasi kesulitan apabila suatu benda secara langsung tidak dapat diamati karena terlalu kecil. d. Mengatasi gerak benda secara cepat atau terlalu lambat, sedangkan proses gerakan itu menjadi pusat perhatian peserta didik. e. Mengatasi hal-hal yang terlalu kompleks dapat dipisahkan menjadi bagian demi bagian untuk diamati secara terpisah. f. Membangkitkan minat belajar yang baru dan membangkitkan motivasi kegiatan belajar peserta didik. (Rohani 1997 :7) 2. Fungsi media yaitu : (1)Membangkitkan motivasi belajar, (2) mengulang apa yang dipelajari, (3) menyediakan stimulus belajar, (4) mengaktifkan respon peserta didik, (5) memberikan balikan dengan segera, dan 15 (6) menggalakkan latihan yang serasi. (Rowntree dalam Rohani 1997 :7-8) Dari uraian tersebut, media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media audio visual yang menggunakan Microsoft power point. 2.4 Pembelajaran Media Audio Visual dalam Microsoft Power Point Penelitian ini memanfaatkan program Microsoft powerpoint yang berisi video materi-materi yang telah diunduh dari internet. Menurut Kadir (2004:2) Microsoft power point dirancang khusus untuk presentasi, baik yang diselenggarakan oleh perusahaan, pemerintahan, pendidikan, dengan berbagai fitur menu yang mampu menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik. Power point menawarkan beberapa kemudahan membuat bahan presentasi. Pada halaman presentasi (slide) dapat disisipkan teks, gambar, foto, suara dan film. Sebenarnya ada 2 media yang digunakan dalam penelitian ini, yakni audio visual dan power point. Audio visual yang dimaksud adalah video pembelajaran berisi materi-materi yang akan dipelajari, sedangkan power point digunakan sebagai wadah untuk mempresentasikan video pembelajaran tersebut. Kedua media digabungkan dengan menggunakan menu hyperlink dalam Microsoft power point sehingga menjadi media audio visual dalam Microsoft power point. Hal itu bertujuan untuk mengumpulkan materi-materi yang berupa audio visual tersebut ke dalam satu kesatuan wadah yaitu Microsoft power point. Setelah semua materi selesai diberikan, siswa dapat meng-copy media tersebut 16 sehingga dapat dipelajari kembali di rumah. Selain itu, dengan memasukkan audio visual ke Microsoft power point, tampilan media akan lebih menarik dengan adanya menu-menu materi yang akan dipelajari. Berikut ini contoh gambar media audio visual yang ditempatkam dalam tampilan Microsoft power point: Slide di atas adalah media audio visual dengan tampilan Microsoft power point yang berisi menu-menu materi berupa video pembelajaran. Dengan mengklik salah satu menu, misal menu l‟article défini et indéfini, maka akan muncul video pembelajaran materi tersebut. Dalam konteks sebagai media pembelajaran, media proyeksi slide difungsikan untuk mempresentasikan pesan pembelajaran. Untuk itu presentasi dengan media proyeksi slide harus dapat memenuhi nilai dan manfaat media pembelajaran yang baik (Sudjana dan Rivai 2009:2), yaitu: 17 a. pengajaran yang menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. b. bahan pengajaran akan lebih jelas sehinngga dapat lebih dapat dipahami oleh para siswa. c. metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan. d. siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati. Dalam penggunaan media power point ini terdapat kelebihan dan kekurangan. Menurut Santosa (2004:28), penggunaan media ini memiliki kelebihan sebagai berikut: a. keterangan dapat ditulis dan dilengkapi gambar; b. gambar yang menyertai dapat bergerak; c. dapat dilengkapi dengan efek suara; d. dapat dihubungkan dengan LCD sehingga lebih menarik untuk pembelajaran kelas besar; Namun menurut Santosa (2004:28), slide memiliki kelemahan yakni : 1. dalam pembuatan media dibutuhkan waktu yang lama karena dirancang untuk menarik pembelajar; 2. pendidik harus memiliki kemampuan untuk mengoperasikan program tersebut agar tidak mengalami kesulitan; 18 3. dalam pelaksanaannya membutuhkan biaya yang mahal; Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa media audio visual dalam Microsoft power point dapat digabungkan menjadi satu media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran. 2.4.1 Fungsi Media Audio Visual Menurut Arsyad (2005:16) mengutip pendapat Levied dan Lentz (1982) mengemukakan empat fungsi pembelajaran khususnya media audio visual, yakni: 1. Fungsi atensi Fungsi atensi media audio visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian pembelajar untuk berkonsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai materi teks pelajaran. 2. Fungsi afektif Fungsi afektif media audio visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan pembelajar ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap pembelajar. 3. Fungsi kognitif Fungsi kognitif media visual dapat terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual/gambar 19 memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung di dalam gambar. 4. Fungsi kompensatoris Fungsi kompensatoris media audio visual terlihat dari hasil penelitian bahwa media audio visual memberikan konteks untuk memahami teks membantu pembelajar yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasi informasi dalam teks dan mengingat kembali. 2.4.2 Isi Media audio visual dalam Microsoft powerpoint Media audio visual dalam Microsoft powerpoint pada penelitian ini sesuai dengan kurikulum SMA kls X semester 2: 1. jenis-jenis benda yang terdapat di ruangan kelas (objet dans la classe) 2. L‟aritcle défini et indéfini 3. hari, bulan (Le jour, le mois) 4. noms de cours Pada materi : a. jenis-jenis benda yang terdapat di ruangan kelas (objet dans la classe) Siswa akan diperlihatkan video materi tentang jenis-jenis kata benda yang terdapat di dalam kelas. Materi berupa gambar, tulisan dan suara. Kemudian siswa mengidentifikasi kosakata-kosakata tersebut. Setelah itu siswa menghafalkan kosakata-kosakata yang telah dipelajari tersebut. 20 b. L‟article défini et indéfini Siswa akan diperlihatkan video materi tersebut dan penjelasannya beserta contohnya. Materi berupa gambar, tulisan dan suara. Kemudian siswa mencari contoh lain article tersebut dari contoh yang telah dipaparkan. c. Hari, bulan (Le jour, le mois) Siswa akan diperlihatkan video materi tersebut yang berupa gambar, tulisan, dan suara. Kemudian siswa mengidentifikasinya. Setelah itu siswa menghafalkannya. d. Noms de Cours Siswa akan diperlihatkan materi nama mata pelajaran dalam bahasa Prancis. Materi berupa video. Cara pembuatan media audio visual dalam Microsoft powerpoint : 1. Menyiapkan materi-materi yang akan dimasukkan dalam media tersebut yaitu dengan cara browsing di internet. Materi tersebut berupa audio visual. 2. Memasukkan materi-materi tersebut dalam Microsoft powerpoint dengan menggunakan hyperlink. Alasan penulis menawarkan media tersebut, yaitu : 1. Memudahkan siswa untuk mengingat kosakata. 2. Membangkitkan motivasi belajar siswa 21 3. Materi dapat dipaparkan berulang 4. Menyediakan stimulus belajar 5. Mengaktifkan respon siswa. 6. Dapat diperbarui menurut kebutuhan. 2.5 Kerangka Berfikir Media Audio Visual dalam microsoft powerpoint akan membantu memperkaya kosakata siswa, karena media ini dapat meningkatkan minat belajar siswa sehingga siswa dapat belajar dengan cara yang menyenangkan. Siswa belajar kosakata dengan gambar yang bergerak berikut suara. Dengan media ini, siswa akan lebih tertarik untuk memperhatikan pembelajaran dan akan memudahkan siswa dalam mengingat kosakata yang telah dipelajari. Dengan demikian, diharapkan proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik dan mendapat hasil yang baik pula. Berdasarkan kerangka berfikir di atas, dapat diajukan hipotesis bahwa media audio visual dalam microsoft powerpoint dapat memperkaya kosakata. 2.6 Hipotesis Media Audio Visual dalam Microsoft Powerpoint sebagai pembelajaran bahasa prancis SMA akan efektif untuk memperkaya kosakata. 22 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis penelitian Penelitian ini meggunakan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dari penelitian ini media audio visual dalam microsoft powerpoint dan variabel terikatnya adalah pengayaan kosakata. 3.2`Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 1 Petarukan Pemalang, yaitu siswa kelas X.6 sebanyak 40 siswa. 3.2.2 Sampel Penelitian ini menggunakan teknik quota random sampling dalam mengambil sampel. Dalam penelitian ini ditetapkan satu kelas yang menjadi sampel. Setelah diacak, kelas X6 keluar menjadi sampel. 3.3 Pendekatan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode one group pretest-posttest design. Dalam desain ini tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah eksperimen. Tes yang dilakukan sebelum eksperimen (01) disebut pre-test dan observasi sesudah eksperimen (02) disebut post-test. Perbedaan antara 01 dan 02 yakni 02 – 01 diasumsikan merupakan efek dari treatment atau eksperimen. 22 23 Adapun langkah-langkah dalam metode ini adalah: (1) Pertemuan awal, responden diberi tes untuk mengukur kemampuan awal kosakata yang telah dimiliki siswa. (2) Setelah diberi tes awal (pretest) para siswa diberi pembelajaran selama dua kali dengan menggunakan media audio visual dalam powerpoint (3) Pada akhir pertemuan mereka diberi tes akhir (posttest) untuk mengetahui kemampuan kosakata dan pelafalan para siswa setelah diberi pembelajaran menggunakan media audio visual dalam powerpoint 3.4 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dan tes. Berikut ini dibahas satu per satu penggunaan metode tersebut. 3.4.1. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data mengenai nama dan jumlah siswa yang menjadi responden penelitian. 3.4.2. Metode Tes Metode tes diberikan untuk mengetes responden. Metode tes diberikan kepada siswa pada awal pertemuan (pretest) dan pada akhir pertemuan (posttest) setelah diberi pembelajaran dengan menggunakan media audio visual dalam power point. 3.5. Instrumen Adapun langkah yang ditempuh untuk memperoleh data dengan metode ini adalah : 24 3.5.1 Pemilihan Instrumen Penelitian ini menggunakan bentuk tes pilihan ganda dan tes isian singkat. Tes yang dimaksud adalah tes mengukur kemampuan kosakata yang telah dikuasai. 3.5.2 Penyusunan Instrumen Instrumen dibuat untuk mengukur kemampuan kosakata yang telah dikuasai siswa dan kemampuan melafalkan suatu benda dalam bahasa Prancis. Materi yang diujikan dalam penelitian ini adalah materi tentang kehidupan sekolah yang mengacu pada peta materi pembelajaran Bahasa Perancis kelas X semester 2. Materi tersebut tertuang dalam kisi-kisi sebagai berikut: Tabel 3.1. kisi-kisi instrumen untuk Tes Variabel Memperkaya kosakata Sub variabel Indikator No butir soal 1. kosakata Mengidentifikasi (Objet dans la classe, kosakata dari gambar. le jour, le mois, les noms de matieres) Mengidentifikasi kosakata dari singkat. I = 1, 4, 6, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 24 dialog I = 2, 3, 5, 9, 24, 25 Mengidentifikasi kosakata dari kalimat. 2. article indéfini défini, I = 8, 15, 16, 17, Mengisi isian rumpang 18, 19, 20, 21, 22, dengan menggunakan 23 25 article défini, indéfini. 3. kosakata dan II= 1-10 article défini, Mengisi isian rumpang indéfini benda dan articlenya III = 1 – 10 Tabel 3.2. kisi-kisi instrumen untuk Perlakuan Berikut materi-materi yang terdapat di dalam media dan materi tersebut disesuaikan dengan peta materi SMA kelas X 1. Variabel Sub variabel indikator Vocabulaire Noms Nama-nama benda di dalam kelas, nama hari dan bulan, nama mata pelajaran. Grammaire Article défini, indéfini, aplikasi 2. 3.5.3 Validitas Penelitian ini menggunakan validitas isi (content validity) karena penyusunan instrumen disesuaikan dengan materi yang diajarkan pada kelas X. Isi yang dimaksud adalah tentang kehidupan sekolah. 26 3.5.4 Reliabilitas Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik ( Arikunto 2006 :178 ). Untuk mengetahui keterandalan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini digunakan rumus K-R 20 karena menggunakan penskoran 1 dan 0. Tes diujikan satu kali pada siswa. Rumusnya adalah sebagai berikut : r11 = Keterangan : r11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir soal atau butir pertanyaan m = skor rata-rata Vt = varians total ( Arikunto 2006 : 189 ) Setelah dilakukan uji coba instrumen diperoleh data sebagai berikut : Tabel 3.3 Data uji coba instrument Nama Skor Nilai Rio 33 73,33 Don 13 28,89 27 Get 33 73,33 Bag 31 68,89 And 15 33,33 Jumlah 125 277,77 Setelah dilakukan uji coba instrumen dengan rumus K-R 20 menghasilkan r11 = 0,911, rtab untuk N = 5 taraf kepercayaan 95% adalah 0,878. Hal ini berarti bahwa r yang dihasilkan atau rhit lebih besar dari rtabel (0,911>0,878). Dengan demikian, soal yang diuji cobakan dinyatakan reliabel. a. Design Penelitian O O X1 X2 Gambar 1 Skema Rancangan Perlakuan pada Kelompok Eksperimen Keterangan: O = Pretest, untuk mengetahui kemampuan awal siswa X1 = treatment 1 X2 = treatment 2 O = Posttest, untuk mengetahui penguasaan kosakata setelah diberi treatment. b. Langkah Penelitian Penelitian ini menggunakan metode one group pretest-posttest design. (1) Pertemuan Pertama 28 Sebelum melaksanakan pembelajaran menggunakan media audio visual dalam power point, responden diberi tes untuk mengukur kemampuan kosakata yang dimiliki siswa. (2) Pertemuan Kedua dan Ketiga Pemberian pembelajaran menggunakan media audio visual dalam power point. Adapun langkah-langkah pembelajaran, yaitu: - mula-mula peneliti menjelaskan materi yang akan disampaikan yaitu jenis kata benda yang terdapat di ruangan kelas. Kemudian peneliti memperlihatkan kepada siswa, video pembelajaran yang berupa gambar, suara dan tulisan tentang kosakata yang terdapat di ruangan kelas dan siswa mengidentifikasi kosakata tersebut. - Peneliti memancing siswa untuk menyebutkan nama benda yang terpapar di video pembelajaran ke dalam bahasa Prancis, video tersebut berupa gambar tanpa tulisan dan suara. Selain itu siswa juga diminta untuk menuliskan kosakata tersebut dalam bahasa Prancis dengan benar. Kemudian peneliti memaparkan video materi-materi selanjutnya yaitu, nama-nama hari, nama-nama bulan dan namanama mata pelajaran dan siswa mengidentifikasinya. 29 - Setelah itu peneliti menjelaskan materi selanjutnya yaitu article défini dan indéfini. - Peneliti tersebut yang memperlihatkan berupa video gambar,tulisan pembelajaran dan suara. materi Saat memperlihatkan video, peneliti juga menjelaskan penggunaan article tersebut dalam kalimat. - Peneliti memberi contoh penerapan article ke dalam kalimat dengan menggunakan kosakata yang dipelajari pada pertemuan kedua. Misal: J‟ai un stylo C‟est le stylo de Wulan (3) Pertemuan Akhir ( keempat ) Setelah diberi pembelajaran menggunakan media audio visual dalam power point, responden diberi tes akhir (posttest) untuk mengetahui kemampuan penguasaan kosakata siswa tentang benda-benda yang terdapat di ruangan kelas. Pada pertemuan ini, siswa diberi tes yang sama dengan soal pada saat pretest. 3.6 Penskoran Penskoran yang digunakan dalam penelitian ini adalah cara pemberian skor. Menurut Valette (1975:81) rentangan skor 0-1 adalah untuk jawaban benar/ salah. 30 Jika skor telah ditentukan, kemudian dilakukan penilaian untuk mengetahui hasil tes responden. Skor dihitung dari jumlah jawaban benar yang diperoleh responden, kemudian dihitung nilai yang diperoleh responden dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: S : nilai yang dicari R : skor mentah yang diperoleh responden N : skor maksimal ideal dari tes SM : standar mark (besarnya skala penilaian yang dikehendaki 100) (Purwanto 1986:130) Setelah diketahui nilai yang diperoleh siswa, nilai tersebut dimasukkan dalam kriteria penilaian yang berlaku di SMA sebagai berikut: Nilai Kriteria 100 Parfait 90-99 Très bien 70-89 Bien 60-69 Assez bien
Keefektifan penggunaan media audio visual dalam Microsoft powerpoint sebagai media pembelajaran bahasa Prancis SMA N 1 Petarukan Pemalang kelas X untuk memperkaya kosakata Le média d‟audio visuel en „microsoft powerpoint‟ La démarche Pratique en classe L‟introduction Keefektifan penggunaan media audio visual dalam Microsoft powerpoint sebagai media pembelajaran bahasa Prancis SMA N 1 Petarukan Pemalang kelas X untuk memperkaya kosakata
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

Keefektifan penggunaan media audio visual dalam Microsoft powerpoint sebagai media pembelajaran bahasa Prancis SMA N 1 Petarukan Pemalang kelas X untuk memperkaya kosakata

Gratis