Tata Cara Pengisian Dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak Bumi Dan Bangunan Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai

Gratis

26
320
61
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktik KerjaLapangan Mandiri (PKLM) ini. Penulisan ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan .

2. Bapak Drs. Alwi Hashim Batubara, M.Si Selaku Ketua Program Studi

  T selalu Kepala SeksiEkstensifikasi pada Kantor Pelayanana Pajak Pratama Binjai yang telah memberikan data dan informasi kepada penulis . Seluruh staf pegawai di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara I.

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ……….…………………………………………… 1 A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)…………1 B. Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)..…. 5 C. Uraian Teoritis ……………………..……………………………….8 D. Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) ………11 E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) …….…………12 F. Metode Pengumpulan Data Praktik Kerja Lapangan Mandiri

  Pendaftaran Objek Pajak dan Subjek Pajak Bumi dan Bangunan…. Hak dan Kewajiban Wajib Pajak dalam mengisi Surat Pemberitahuan Objek Pajak …………………………………………………………34 F.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………………….. 50 A. Kesimpulan ………………………………………………………… 50 B. Saran …………………………..……………………………………. 51 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Praktik Kerja Mandiri (PKLM) Pajak Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan adalah sebagai Kontribusi Wajib Pajak kepada Kas Negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang

  Surat pemberitahuan objek pajak adalah surat yang digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan data subjek dan objek Pajak Bumi dan Bangunanperdesaan dan perkotaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Melihat dari cara mendaftarkan objek Pajak Bumi dan Bangunan tersebut maka penulis mencoba membahas maupun meneliti dan menuangkannya dalamLaporan Praktek Kerja Lapangan Mandiri dengan judul “ Tata Cara Pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak Bumi dan Bangunan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai ’’.

2. Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

1.1 Bagi Mahasiswa a

  Meningkatkan Profesionalisme , memperluas wawasan dan memantapkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalammenerapkan ilmu khususnya di bidang Perpajakan c. Mempromosikan Image Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai kepada masyarakat khususnya sivitas akademika Fakultas IlmuSosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara.

3.3 Bagi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai a

  Untuk meningkatkan hubungan kerjasama antara pihak ProgramStudi Diploma III Administrasi Perpajakan dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai . Membuka interaksi anatara dosen dan instansi pemerintah khususnya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai .

C. Uraian Teoritis

  Adriani yang telah diterjemahkan oleh R. H dalam buku Pengantar ilmu hukum pajak dalamWaluyo (2008:2) pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat di paksakan) yang terutang oleh wajib pajak membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengantidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugasnegara yang menyelenggarakan pemerintahan.

2.1 Asas Domisili (asas Tempat Tinggal)

  Negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasilan WajibPajak yang bertempat tinggal di wilayahnya, baik penghasilan yang 2.2 Asas Sumber Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal Wajib Pajak. 2.3 Asas Kebangsaan Pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara, misalnya pajak bangsa asing di Indonesia dikenakan pada setiaporang yang bukan berkebangsaan Indonesia yang bertempat tinggal di Indonesia Asas ini berlaku untuk Wajib Pajak Luar NegeriWaluyo (2008:2).

3. Sistem Pemungutan Pajak

  3.1 Official assessment system,yaitu suatu sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak. 3.2 Self assesment system,yaitu suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada wajib pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang.

4. Pajak Bumi dan Bangunan

  Pada tanggal 27 Desember 1985 diterbitkan Undang-UndangNomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan yang mulai berlaku 1 Januari 1986. Menurut Mardiasmo (2009:311) Pajak Bumi dan Bangunan adalah Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya.

4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 Tentang Pajak Bumi dan

  Bangunan sebagaimana telah di ubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009. Undang-Undang Nomor 74 tahun 2011 Pasal 34 ayat (1) tentang Ketentuan Pembetulan Surat ketetapan Pajak Bumi dan Bangunan .

D. Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan Mandiri(PKLM)

  Tata cara Pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak Bumi dan Bangunan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai. Kendala-kendala dalam Pengisian Surat Pemberitahuan Objek Pajak .

E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

  Observasi Lapangan Pada bagian ini penulis observasi lapangan di Kantor Pelayanan PajakPratama Binjai , mengenai Tata Cara Pengisian dan Pelaporan SuratPemberitahuan Objek Pajak . Pengumpulan Data Pengimpulan data mengenai Tata Cara Pengisian dan Pelaporan SuratPemberitahuan Objek Pajak melalui: 4.1 Data Primer atau wawancaraKegiatan mengumpulkan dan mencari data dengan melakukan wawancara yang bersumber dari pihak yang memahami tentangTata Cara Pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai.

5. Analisa dan Evaluasi

Setelah data yang diperlukan terkumpul secara lengkap maka penulis melakukan analisa dan evaluasi terhadap data atau keteranganmengenai Tata Cara Pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP).

F. Metode Pengumpulan Data Praktik Kerja Lapangan Mandiri(PKLM)

  Daftar pertanyaan (interview Guide)Yaitu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada pegawai yang dianggap mampu memberikan masukan data primer daninformasi tentang Tata Cara Pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak(SPOP). Daftar Dokumentasi (Optinal Guide) Yaitu dengan pengumpulan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan Tata Cara Pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahuan ObjekPajak (SPOP) pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai.

G. Sistematika Penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM)

  BAB III GAMBARAN DATA PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Pada bab ini penulis akan menjelaskan tentang data pelaksanaan Tata Cara Pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) yang ada di wilayah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai. BAB IV ANALISA DAN EVALUASI Pada bab ini penulis akan membandingkan penerapan teori yang ada dengan data yang diperoleh di lapangan, yaitu mengenai TataCara Pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahun Objek Pajak(SPOP) yang ada di wilayah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini merupakan penutupan dari bab-bab sebelumnya yang

  Sejarah Singkat Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai Sebelum disebut Kantor Pelayanan Pajak (KPP), kantor ini bernama Kantor Inspeksi Pajak (KIP). Pada bulan Juni 1976, Kantor Inspeksi Pajak diubah menjadi Kantor Pelayanan Pajak yang saat itu dibagi menjadi 2 (dua) yaitu KPPMedan Utara dan KPP Medan Selatan.

2. KPP Medan Timur

  KPP Petisah Dengan adanya Keputusan Menteri Republik Indonesia Nomor535/KMK.01/2001 tentang “Kordinator Pelaksana Direktorat Jenderal Pajak”, telah diadakan reorganisasi Direktorat Jendral Pajak, yang didalam keputusantersebut telah berubahnya sebagian garis instruksi, dan juga terbentuknya Kantor- Kantor Pelayanan Pajak dan Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan. Integritas,yaitu menjalankan tugas dan pekerjaan selalu memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral, yang diterjemahkan denganbertindak jujur, konsisten dan menepati janji, agar para wajib pajak tidak merasa kecewa dengan apa yang telah diberikan oleh pihakDirektorat Jenderal Pajak.

B. Kedudukan, Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai

1. Kedudukan

  KPP Pratama Binjai adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor 2. Tugas Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tanggal Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai mempunyai tugas melaksanakanpenyuluhan, pelayanan, dan pengawasan Wajib Pajak di bidang PPh, PPN, PPnBM, PBB dan Pajak Tidak langsung lainnya dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Struktur Organisasi

  Seksi Pengolahan Data dan Informasi Seksi Pengolahan Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data, penyajian informasiperpajakan, perekaman dokumen perpajakan, urusan tata usaha penerimaan perpajakan, pengalokasian Pajak Bumi, pelayanandukungan teknis komputer, pemantauan aplikasi e-SPT dan e-Filling, pelaksanaan i-SISMIOP dan SIG, serta penyiapan laporan kinerja. Seksi Pemeriksaan dan Kepatuhan Internal Seksi Pemeriksaan dan Kepatuhan Internal mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana pemeriksaan, pengawasanpelaksanaan aturan pemeriksaan, penerbitan dan penyaluran SuratPerintah Pemeriksaan Pajak serta administrasi pemeriksaan perpajakan lainnya, pemantauan pengendalian intern, pengelolaan risiko,kepatuhan terhadap kode etik dan disiplin, dan tindak lanjut hasil pengawasan, serta penyusunan rekomendasi perbaikan proses bisnis.

i. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkanperaturan perundang-undangan yang berlaku.

C. Mandat yang Dibebankan

  Objek dan Subjek Pajak Bumi dan Bangunan Objek Pajak Bumi dan Bangunan adalah Bumi/atau bangunan, Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Jalan lingkungan yang terletak dalam suatu komplek bangunan seperti hotel, pabrik,dan emplasemennya dan lain-lain yang merupakan satukesatuan dengan komplek bangunan tersebut Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibdah, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan nasional, yangtidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan.

B. Pendataan Objek dan Subjek Pajak Bumi dan Bangunan

  Pendataan objek dan subjek pajak Bumi dan Bangunan dilakukan oleh fiskus mengingat besarnya jumlah objek pajak dan beragamnya tingkatpendidikan dan pengetahuan wajib pajak, maka belum seluruhnya wajib pajak Oleh karena itu untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wajib pajak maka Direktorat Jenderal Pajak mengadakan kegiatan pendataanobjek dan subjek pajak atau bekerja sama dengan pihak lain/pihak ketiga yang telah ditentukan oleh pihak Kantor Pelayanan Pajak Pratama tersebut. Pendataan dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama dengan menuangkan hasilnya dalam formulir surat pemberitahuan objek pajak (SPOP).

1. Pendataan dengan Cara Penyampaian dan Pemantauan Pengembalian SPOP/LSPOP

  Para petugas pajak yang ditugaskan untuk melaksanakan pendataan dengan cara ini mendatangi desa/kelurahan-kelurahan yang akandilakukan pendataan sambil membawa formulir SPOP/LSPOP, kemudian dengan bantuan aparat desa/kelurahan formulirSPOP/LSPOP tersebut disebarkan kepada subjek pajak yang ada di desa/kelurahan-kelurahan tersebut. Indentifikasi Objek Pajak Pendataan dengan alternatif ini dapat dilaksanakan pada daerah/wilayah yang sudah mempunyai peta garis/peta foto yang dapatmenentukan posisi relatif objek pajak tetapi tidak mempunyai data administrasi pembukuan Pajak Bumi dan Bangunan.

4. Pengukuran Bidang Objek Pajak

Pendataan dengan alternatif ini dapat dilakukan pada daerah/wilayah yang hanya mempunyai sket peta desa/kelurahan-kelurahan dan/ataupeta garis/peta foto tetapi belum dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif objek pajak.

C. Pendaftaran Objek Pajak dan Subjek Pajak Bumi dan Bangunan

  Tepat waktu, maksudnya surat pemberitahuan objek pajak yang sudah diisi olehh wajib pajak dengan jelas, benar dan lengkap sertaditandatangani harus dikembalikan ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama tersebut diatas selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggalditerimanya Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) oleh wajib pajak. Pengembalian Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) oleh wajib pajak ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama dapat dilaksanakan dengancara menyerahkan secara langsung ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama atau mengirimkannya melalui kantor pos tercatat.

1. Mengisi Surat Permohonan 2

  Mengisi Blanko SPOP beserta LSPOP 3. Melampirkan Fotocopy identitas Wajib Pajak, Bukti kepemilikan, dan Nomor Pokok Wajib Pajak.

D. Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP)

  Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) adalah surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk melaporkan data objek pajak yang akan dipakai sebagaidasar untuk menghitung pajak Bumi dan Bangunan yang terutang menurut ketentuan Undang-Undang. Menyampaikan kembali Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) yang telah diisi wajib pajak kepada Kantor Pelayanan Pajak Pratamaatau tempat lain yang ditunjuk selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah pembetulan surat pemberitahuan objek pajak diterima .

4. Melaporkan Perubahan data objek pajak/wajib pajak kepada Kantor

Pelayanan Pajak Pratama atau tempat lain yang ditunjuk dengan cara mengisi surat pemberitahuan objek pajak sebagai perbaikan/pembetulan surat pemberitahuan objek pajak sebelumnya .

F. Sanksi-Sanksi

  Sanksi Administrasi Dalam hal Subjek Pajak tidak menyampaikan kembali SuratPemberitahuan Objek Pajak pada waktunya dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan dalam Surat Teguran, maka akanditerbitkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 25 % dari PBB yang terutang . Barang siapa karena kealapannya tidak mengembalikan SuratPemberitahuan Objek Pajak atau tidak mengembalikan SuratPemberitahuan Objek Pajak tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan/atau melampirkan keterangan yang tidak benar sehingga menimbulkankerugian bagi negara, dipidana dengan pidana kurungan selama-lamanya 6(enam) bulan atau denda setinggi-tingginya 2(dua) kali lipat pajak yang terutang .

BAB IV ANALISA DAN EVALUASI A. Tata cara Pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak Dalam tatacara pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak

  (SPOP), ada hal yang harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum PengisianSPOP/LSPOP dilakukan . Hal tersebut adalah Pendaftaran Objek Pajak dan Subjek Pajak Baru .

1. Pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP)

  Benar, maksudnya agar data yang dilaporkan/dituliskan harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya seperti luas tanah dan/ataubangunan, tahun dan/atau harga perolehan, letak tanah dan/atau bangunan serta peruntukkan atau penggunaannya yang dilaporkandan/atau dituliskan dalam Surat Pemberitahuan Objek Pajak harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dalam hal berkas permohonan pendaftaran dan formulir SPOP/LSPOP sudah diisi dengan lengkap, Petugas Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) Berdasarkan Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP.533/PJ/2000 yaituBlanko SPOP terdiri dari Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) dan Lampiran Surat Pemberitahuan Objek Pajak (LSPOP).

1. Lembar Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP)

  Tabel 2 : Lembar SPOP Data Diisi Wajib Diisi PetugasPajak Pajak  Jenis Transaksi - NOP -  - NOP BERSAMA  - Tamabahan Untuk Data Baru   - Zona Nilai Tanah  - Data Bangunan  - Pernyataan Subjek Pajak  - Identitas Pendata  NOP adalah nilai Identifikasi Objek Pajak yang mempunyaiKarakteristik Unik, Permanen, standar dengan satuan Blok dalam satu wilayah Administrasi Pemerintah desa/kelurahanyang berlaku secara Nasional. ZNT (Zona Nilai Pajak) adalah Zona Geografis yang terdiri dari sekelompok Objek Pajak yang mempunyai Nilai IndikasiRata-Rata (NIR) sama yang dibatasi oleh batas penguasaan/pemilikan subjek pajak dalam satu wilayahAdministrasi Pemerintahan desa/kelurahan.

2. Lembar Lampiran Surat Pemeberitahuan Objek Pajak (LSPOP)

  Mengingat besarnya jumlah Objek Pajak dan beragamnya tingkat pendidikan dan pengetahuan Subjek Pajak, maka belum seluruhSubjek Pajak dapat melaksanakan kewajiban mereka untuk mendaftarkan Objek Pajak yang dikuasai/dimiliki/dimanfaatkannya. Mengadakan Pendataan Objek dan Subjek PajakPendataan Objek dan Subjek Pajak Bumi dan Bangunan dilakukan oleh fiskus mengingat besarnya jumlah Objek Pajak dan beragamnyatingkat pendidikan dan pengetahuan Wajib Pajak, maka belum seluruhnya Wajib Pajak dapat melaksanakan kewajibannya untukmendaftarkan Objek Pajak yang dikuasai/dimiliki/dimanfaatkannya.

2. Setelah Formulir SPOP/LSPOP diterima oleh Kantor Pelayanan

  Pajak Pratama Binjai dan dilakukan perekaman, tetapi terdapat ketidakcocokan data isi formulir SPOP/LSPOP dengan keadaansebenarnya di lapangan. Maka upaya yang dapat dilakukan adalahKantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai akan menerbitkan SKP sebesar selisih pajak terhutang ditambah denda Administrasi 25%dari selisih pajak terhutang.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan uraian-uraian yang dikemukakan pada bab-bab sebelumnya

  dan data diperoleh dari hasil riset pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai, terdapat beberpa kendala yang diperoleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjaidalam melaksanakan Pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak(SPOP), antara lain sebagai berikut : 1. Dalam pengisian dan pelaporan surat pemberitahuan objek pajak, yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah pendaftaran objek dan subjekpajak baru.

3. Surat Pemberitahuan Objek Pajak yang terdiri dari 2 lembar yaitu SPOP dan LSPOP yang diisi oleh subjek pajak dan petugas pajak

  Subjek Pajak cukup mengisikan Objek Pajak, identitas Subjek pajak untuk data tanah sedangkan data bangunan seperti luas bangunan,tahun bangunan dan harga jual bangunan . Upaya dan cara mengatasi hambatan dan kendala di lapangan ketika pengisian surat pemberitahuan objek p ajak dapat dilakukan dengansosialisasi kepada Wajib Pajak PBB.

B. Saran

  Dari Laporan Tugas Akhir ini, penulis memberikan saran yang nantinya dapat menjadi masukan yang bermanfaat bagi Kantor Pelayanan Pajak PratamaBinjai dalam upaya peningkatan pendaftaran objek dan subjek pajak serta peningkatan pemahaman subjek pajak dalam pengisian dan pelaporan suratpemberitahuan objek pajak. Pendataan Objek Pajak agar dilakukan secara perencanaan sehinggaSurat Pemberitahuan Objek Pajak dapat di hitung.

DAFTAR PUSTAKA

  Darwin, 2009 Pajak Bumi dan Bangunan dalam Tataran Praktik Mitra WacanaMedia, Jakarta Waluyo. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-533/PJ/2000, tentang Petunjuk Pelaksanaan Pendaftaran Objek dan Subjek baru Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Tata Cara Pengisian dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan Pada Dinas Pendapatan Kota Medan
5
94
49
Tata Cara Pengisian Dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak Bumi Dan Bangunan Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai
26
320
61
Tata Cara Pelaporan Dan Penyetoran Pajak Penghasilan Pasal 25 Orang Pribadi Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai
2
53
69
Tata Cara Pelaporan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 23 Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan
0
31
71
Mekanisme Pengisian Dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pematang Siantar
0
37
64
Mekanisme Pendataan Objek Pajak Bumi Dan Bangunan Pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pematang Siantar
1
87
58
Tata Cara Penagihan Utang Pajak Dengan Surat Paksa Kepada Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai
3
81
79
Proses Administrasi Penyampaian Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia
0
44
40
Pelaksanaan Pendataan Objek Pajak Bumi dan Bangunan Dengan Cara Verifikasi Objek Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah
1
48
59
Tata Cara Pembayaran Dan Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Kota
1
48
59
Prosedur Penagihan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai (KPP. Pratama Binjai)
4
60
75
Tata Cara Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat
0
64
59
Tinjauan Atas Prosedur Penyelesaian Mutasi Objek Dan Subjek Pajak Bumi Dan Bangunan Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cimahi
1
15
48
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Praktik Kerja Mandiri (PKLM) - Tata Cara Pengisian Dan Pelaporan Surat Pemberitahuan Objek Pajak Bumi Dan Bangunan Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai
0
0
16
Tata Cara Pelaporan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 23 Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan
0
0
15
Show more