PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP SIKAP TENTANG KORUPSI PADA MAHASISWA

Gratis

10
129
124
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP SIKAP TENTANG KORUPSI PADA MAHASISWA SKRIPSI

Oleh: Moch Bachruddin

PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP SIKAP TENTANG KORUPSI PADA MAHASISWA SKRIPSI Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Oleh: Moch Bachruddin

  201110230311146 201110230311146 LEMBAR PENGESAHANJudul Skripsi : Pengaruh Big Five Personality Terhadap Sikap Tentang Korupsi Pada Mahasiswa 1. Skripsi ini telah diuji oleh dewan penguji pada tanggal Dewan Penguji :Ketua Penguji : Dra.

SURAT PERNYATAAN

  Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Moch BachruddinNIM : 201110230311146 Fakultas : PsikologiPerguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang Menyatakan bahwa skripsi/ karya ilmiah yang berjudul :Pengaruh Big Five Personality Terhadap Sikap Tentang Korupsi Pada Mahasiswa 1. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia mendapat sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

DAFTAR ISI

  1 Intisari ........................................................................................................................ 15Simpulan dan Implikasi ...................................................................................

DAFTAR TABEL

Daftar Lampiran

  Data Kasar Skala Sikap Korupsi (Try Out) ................................... Hasil Validitas Dan Reliabilitas Sikap Korupsi (Try Out) ............

Mochammadbachrudin13@gmail.com

Kata Kunci : Sikap, Korupsi, Big Five Personality

  Dalam penelitian ini terdapathubungan yang signifikan antara tipe kepribadian ekstrovert cenderung memiliki respon atau menanggapi untuk melakukan korupsi lebih tinggi karena cenderung memiliki rasamalu yang rendah, banyak bicara dan kecenderungan untuk mencoba hal baru serta berani mengambil resiko. Pada penelitian yang dilakukan Zainal abidin (2014) kepada penghunilapas yang tidak terlibat kasus korupsi dengan profesi sebelum masuk lapas antara lain PNS (46 %), pegawai BUMN (11%), dan lain-lain seperti politisi, pengusaha, karyawansebanyak (43%) didapatkan hasil sebagai berikut : No.

Sikap Korupsi

  Berbuat curang yaitu perbuatan yang dilakukan individu untuk mendapat keuntungan pribadi dengan membenarkan segala caraDari beberapa pendapat tentang definisi sikap terhadap korupsi dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan respon terhadap stimulus yang dapat berubah akibat adanyapengaruh lingkungan. Maka sikap korupsi dapatdiartikan sebagai kecenderungan untuk memberikan suatu respon yang diwujudkan melalui persepsi dan pemahaman terhadap korupsi yang dicirikan menjadi beberapabentuk, yaitu fraud (penggelapan), penipuan, penghianatan, dilakukan secara rahasia, penyuapan, meminta imbalan (timbal balik).

Big Five Personality

  Extraversion adalah dimensi kepribadian yang cenderung memiliki ambisi dankemampuan bersosialisasi, individu yang memiliki skor tinggi digambarkan dengan orang yang suka bersosialisaisi, aktif bicara, agresif, enerjik, antusias, asertif, danoptimistik. Conscientiousness (kesadaran) adalah dimensi kepribadian yang ditandai oleh ciriseperti : efisien, organized, dapat dipercaya, terencana, cermat, bertanggungjawab, berorientasi pada prestasi, produktif, mampu menunda kepuasan untuk mendapatkansesuatu yang lebih baik dimasa depan.

Pengaruh Kepribadian Big Five Personality Terhadap Sikap Tentang Korupsi

  Sikap korupsi ditinjau dari big five personality bahwasanya orang yang memiliki skor tinggi pada faktor kepribadian opennes to experience (keterbukaan dan pengalaman)cenderung memiliki sikap kemampuan menyerap ide-ide, pendekatan-pendekatan, dan percobaan-percobaan baru. Extraversion adalah dimensi kepribadian yang cenderung memiliki ambisi dankemampuan bersosialisasi, individu yang memiliki skor tinggi pada kepribadian ini memiliki kecenderungan untuk melakukan korupsi dikarenakan mempunyai sikap yangmudah bersosialisasi dengan lingkungan, karena lingkungan yang membentuk sikap dari individu maka tidak menutup kemungkinan individu yang memiliki skor tinggipada faktor kepribadian ini akan melakukan korupsi.

Neuroticism dengan skor tinggi pada faktor ini maka dicirikan memiliki sikap sering

  Dari gambaran yang ada, individu yang memiliki skor tinggi pada faktor kepribadian ini memiliki kecenderunganmenghindari sikap korupsi karena ada sifat yang menggambarkan individu dengan kepribadian ini cenderung penakut dan kurang percaya dengan orang lain. Dari penjelasan diatas dapat dibuat kerangka pemikiran sebagai berikut : Openness to experience dengan ciri-ciricenderung memiliki sikap kemampuan menyerap ide-ide,pendekatan-pendekatan, dan percobaan-percobaan baru.

Neuroticism dicirikan memiliki sikap

Hipotesa

sering mengasihani diri sendiri, pencemas, kurang mempercayai oranglain, depresif, kurang mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial Berdasarkan uraian mengenai sikap korupsi ditinjau dari big five personality, secara rinci hipotesis dari penelitian ini adalah bahwa ada pengaruh dengan rincian sebagaiberikut : METODE PENELITIAN Rancangan PenelitianPenelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimen dikarenakan analisa menekankan pada data-data numerical (angka) yang dioalah dengan metode statistikadan penelitian ini tidak menggunakan treatment atau eksperimental (Azwar, 2012).Peneltian inii bersifat korelasional kausalitas yang bertujuan untuk mengetahui kuat lemah hubungan disebabkan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Subjek Penelitian

Variabel dan Instrumen Penelitian

  Terdapat dua variabel yang akan diteliti, yaitu variabel terikat adalah sikap korupsi dan variabel bebas berupa big five personality. Big five personality adalah kelompokkepribadian yang terdiri dari lima macam yaitu: Neuroticism (N), Extraversion (E),Openness to Experience (O), Agreeableness (A), Conscientiousness (C)Metode pengumpulan data untuk mengukur variabel terikatnya yaitu sikap korupsi, peneliti akan menggunakan skala Likert yang dibuat sendiri sejumlah 49 item untukmengetahui kecenderungan perilaku korupsi yang dilakukan oleh remaja.

Tabel 1. Uji Validitas Skala Korupsi

  No Aspek No. Dari hasil penelitian uji validitas skalaSikap Korupsi aitem yang gugur yaitu no 1,8,12,14,24,25,26,31,40,49,50.

Tabel 2. Rangkuman Reliabilitas Skala Korupsi No Aspek Alpha Keterangan

0.615 Reliabel 1 Bribery 2 Nepotisme 0.597 Kurang Reliabel 3 Berbuat curang 0.608 Reliabel0.643 Reliabel 4 Extortion 5 Fraud 0,626 Reliabel (penggelapan)0,936 Reliabel 6 Skala Sikap Korupsi secara keseluruhan Tabel 3. Indeks Validitas Alat ukur Jumlah Item yang Jumlah item valid Indeks validitas diujikanSkala Korupsi 60 49 0,308 – 0,653

Tabel 4. Indeks Reliabilitas

Skala Korupsi 0,936 Skala Big Five 0,940

  Alat Ukur Alpha Dari uji reliabilitas pada skala Sikap Korupsi di atas, diketahui pada aspek pertama memiliki alpha sebesar 0.615, aspek kedua memiliki alpha sebesar 0.597, aspek ketigamemiliki alpha 0.608, aspek keempat alpha sebesar 0,643, aspek kelima alpha sebesar 0,626 dan reliabilitas skala Sikap Korupsi keseluruhan menunjukkan alpha sebesar0.936. Untuk skala Big Five Personality tidak memerlukan tryout dikarenakan peneliti menggunakan skala Big Five Inventory yang disusun ulang oleh Annisa Yunita (2012)dengan reliabilita sebesar 0.940 sejumlah 41 aitem dan tidak perlu dilakukan modifikasi karena karakteristik subjek penelitian peneliti sebelumnya sama dengan subjekpenelitian yang digunakan peneliti saat ini.

Prosedur Penelitian

  Selanjutnyamenggunakan analisis secara kuantitatif yaitu memasukkan angka dan perhitungan dalam metode statistik, Secara spesifik, digunakan multiple regression untuk memiliki karakteristik yang sama dengan sampel penelitian untuk mengetahui validitas dan reliabilitas alat ukur yang digunakan. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan penelitian dimana peneliti menyebarkan skala yang telah di try out dan telah melewati proses penghilangan aitem aitem yang tidakvalid pada tanggal Tahap berikutnya adalah pelaksanaan penelitian dengan menyebarkan skala, penyebaran skala dilakukan pada tanggal 16 Maret sampai 27Maret 2015 dengan cara peneliti mendatangi subjek atau mahasiswa yang sedang berkumpul untuk mengisi skala yang sudah ada.

Tabel 5. Pengaruh Openess to experience terhadap sikap tentang korupsi Koefisien korelasi R R Square Signifikansi

  Angka R Square diatas sebesar 0,028 yang berarti sumbangan efektif Openess toexperience sebesar 2,8% dapat mempengaruhi sikap tentang korupsi individu,sedangkan sisanya (100% - 2,8% = 97,2%) dipengaruhi oleh hal lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Angka R Square diatas sebesar 0,017 yang berarti sumbangan efektif extraversion sebesar 1,7% dapat mempengaruhi sikap tentang korupsi individu, sedangkan sisanya(100% - 1,7% = 98,3%) dipengaruhi oleh hal lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

Tabel 7. Pengaruh Koefisien korelasi R R Square Signifikansi

  Berdasarkan pada tabel 7 menjelaskan bahwa korelasi antara Agreeableness dengan sikap tentang korupsi adalah -0,336 dengan tingkat siginfikansi 0,000, karena jauhdibawah 0,05 maka korelasi antara Agreeableness dengan sikap tentang korupsi jelas, arah hubungan negatif menjelaskan ada hubungan negatif dari Agreeableness dengansikap tentang korupsi, dimana semakin tinggi skor trait tersebut maka semakin rendah sikap tentang korupsi yang ada pada individu. Angka R Square diatas sebesar 0,113 yang berarti sumbangan efektif agreeableness terhadap sikap tentang korupsi sebesar 11,3%, sedangkan sisanya (100% - 11,3% =88,7%) dipengaruhi oleh hal lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

Tabel 8. Pengaruh Concientiousness terhadap sikap tentang korupsi Koefisien korelasi R R Square Signifikansi

  Berdasarkan pada tabel 8 menjelaskan bahwa korelasi antara Concientiousness dengan sikap tentang korupsi adalah -0,232 dengan tingkat siginfikansi 0,000, karena jauhdibawah 0,05 maka korelasi antara Concientiousness dengan sikap tentang korupsi jelas, arah hubungan negatif menjelaskan ada hubungan negatif dari Concientiousnessdengan sikap tentang korupsi, dimana semakin tinggi skor trait tersebut maka semakin rendah sikap tentang korupsi yang ada pada individu. Angka R Square diatas sebesar 0,054 yang berarti sumbangan efektif concientiousness sebesar 5,4% dapat mempengaruhi sikap tentang korupsi individu, sedangkan sisanya(100% - 5,4% = 94,6%) dipengaruhi oleh hal lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

Tabel 9. Pengaruh Neuroticism terhadap sikap tentang korupsi Koefisien korelasi R R Square Signifikansi

  Sedangkan hasil extraversion yang menunjukkan adanya hubungan negatif dengan sikap korupsi hal ini selaras dengan penjelasan dalam McShane & Von Glinov (2010)dengan ciri individu yang memiliki skor extraversion tinggi dicirikan dengan mudah bergaul atau beradaptasi, menurut Matsuba (dalam Fauzia & Frieda, 2014). Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai bahan evaluasi bagi semua individu serta perusahaan atau instansi untuk mengetahui kecenderungan sikap korupsi yang ada padaindividu dilihat dari Big Five Personality dan menciptakan langkah preventif untuk meminimalisir terjadinya korupsi yang dilakukan individu.

DAFTAR PUSTAKA

  Identitas moral ditinjau dari school attachment dan perbedaan jenis sekolah pada siswa sekolah dasar. Menghadapi krisis identitas nasional kaum muda indonesia dengan sikap anti plagiat.

Cross-cultural research. November 42(4)

  Kecenderungan perilaku kerja kontraproduktif ditinjau dari bigfive personality pada pegawai negeri sipil dinas kebudayaan dan pariwisata provinsi jawa tengah di Semarang. Hubungan antara the big fivepersonality dengan sikap terhadap seks pranikah pada remaja.

Blue Print Skala Korupsi

Aspek Kognitif Afektif Konatif Tota lF UF F UF F U Indikator Bribery 2 2 2 2 2 2 12 Nepotisme 2 2 2 2 2 2 12 Berbuat 2 2 2 2 2 2 12 curangexortion 2 2 2 2 2 2 12 Fraud 2 2 2 2 2 2 12 (penggelapan) Bribery 2 2 2 2 2 2 12 Item Skala Sikap Korupsi Aspek Sikap kognitif afektif konatif Totalindikator f uf F uf f uf Bribery 1, 31 16,46 17,47 2,32 3,33 18,48 12 Nepotisme 19,49 4,34 5,50 20,35 6,36 21,51 12 Berbuat 7,37 22,52 8,53 23,38 24,39 9,54 12 curangexortion 25,55 10,40 11,41 26,56 27,57 12,42 12 Fraud 13,43 28,58 29,59 14,44 15,45 30,60 12 (penggelapan) Lampiran 2 Skala UntukTry Out

No Pernyataan STS TS S S S

  6 Jika saya sebagai saudara pejabat, saya bersedia jika diminta untuk menjadi salah satu pejabat penting tanpa melalui tes.7 bagi saya mencontek ketika ujian adalah hal yang biasa 8 saya bangga ketika berhasil mengerjakan tugas sekalipun denganmencontoh tugas teman 9 seharusnya saya berusaha untuk tidak mencontek sekalipun saya tidakbisa mengerjakan 10 Menurut saya, adanya pemerasan yang dilakukan pejabat di Indonesia ini sangat merugikan rakyat jelata. 21 Saya menolak jika kasus pengangkatan sanak saudara sebagai pejabat pemerintahan merupakan hal yang lumrah di Indonesia.22 bagi saya pantang untuk mencontoh atau mengcopypaste tugas ketika saya tidak bisa mengerjakannya23 saya malu ketika tidak bisa mengerjakan ujian lalu saya mencontek teman24 saya akan melakukan apapun supaya tugas saya cepat selesai 25 Menurut saya, pemerasan sudah biasa terjadi di kalangan remaja.

Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary

N %Valid 52 100,0 a Cases Excluded ,0Total 52 100,0

Reliability Statistics

  Cronbach's Cronbach's N of ItemsAlpha Alpha Based on StandardizedItems ,935 ,936 Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of ItemsMinimum Item Means 1,895 1,365 2,327 ,962 1,704 ,041 49 Item-Total StatisticsScale Mean if Scale Variance Corrected Item- Squared Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Multiple Alpha if ItemCorrelation Deleted VAR00002 90,87 399,923 ,316 . Deviation N of Items92,85 413,544 20,336 VAR00060 91,31 395,511 ,527 .

Scale Statistics

LAMPIRAN 5 Instrumen Penelitian SKALA 1 No Pernyataan STS TS S SS 1.

Saya mengetahui bahwa budaya “ salam tempel “ itu salah dan tidak dapat dibenarkan

  Saya tidak akan membantu teman saya yang mencoba untuk merayu dosen agar mendapatkan nilai yang sempurna 4. Saya nyaman dengan apa yang dikatakan orang lain mengenai budaya salam tempel yang banyak terjadi pada saat ini.

SKALA 2

  Korupsi 340 340N agreeableness 340 340 a Variables Entered/Removed Model Variables Variables MethodEntered Removed b 1 agreeableness . Dependent Variable: Korupsi a ANOVA Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.b Regression 12304,032 1 12304,032 43,015 ,000 Total 108986,106 339 a.

Residuals Statistics a

  Deleted Residual -2,549 2,176 -,001 1,004 340 Charts [DataSet1]Descriptive Statistics Korupsi 96,83 17,930 340 openess 27,96 3,292 340 Korupsi openessKorupsi 1,000 -,168 Pearson Correlation openess -,168 1,000Korupsi . Dependent Variable: Korupsi aANOVA Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.b 1 Regression 3073,575 1 3073,575 9,809 ,002 Residual 105912,530 338 313,351Total 108986,106 339 a.

Variables Entered/Removed a

  Dependent Variable: Korupsi a ANOVA Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.b Regression 877,843 1 877,843 2,745 ,099 Total 108986,106 339 a. Error Beta (Constant) 86,652 6,220 13,932 ,000 1 neuroticism ,533 ,322 ,090 1,657 ,099 a Model Correlations Collinearity StatisticsZero-order Partial Part Tolerance VIF(Constant) 1 neuroticism ,090 ,090 ,090 1,000 1,000 a Collinearity Diagnostics Model Dimension Eigenvalue Condition Index Variance Proportions(Constant) neuroticism 1 1,988 1,000 ,01 ,01 1 2 ,012 12,747 ,99 ,99a.

Kepada Yth. Responden Di Tempat

  Kuisionerini berisikan kesesuaian atau ketidaksesuaian anda dengan pernyataan yang ada, oleh sebab itu dimohon untuk tidak ragu dalam menjawab dan dimohon memilih sesuaidengan kondisi anda yang sebenarnya. Penyusunan skripsi ini bergantung dari data yang anda isi, maka saya sangat berharap anda memastikan seluruh pernyataan telah terisitanpa ada yang terlewati.

Dokumen baru

Tags

Pengaruh Dimensi Big Five Personality Terhadap Kecenderungan Pembelian Impulsif Big Five Personality Dimensions Big Five Personality

Dokumen yang terkait

PENGARUH TERPAAN PEMBERITAAN KASUS KORUPSI ANAS URBANINGRUM DITELEVISI TERHADAP PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PARTAI DEMOKRAT (Study Pada Mahasiswa Anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kordinator Komisariat Universitas Muhammadiyah Malang)
2
25
22
PENGARUH RESILIENSI TERHADAP DISTRES PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA
1
11
69
PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP SIKAP TENTANG KORUPSI PADA MAHASISWA
10
129
124
SIKAP MAHASISWA TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL
1
14
69
“PENGARUH TIPE KEPRIBADIAN THE BIG FIVE DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA”
1
15
89
PERBEDAAN VIRGINITY VALUE DITINJAU DARI BIG FIVE PERSONALITY
0
18
9
MINAT TERHADAP JENIS WISATA DITINJAU DARI THE BIG FIVE PERSONALITY
0
5
19
PENGARUH KEPRIBADIAN (BIG FIVE PERSONALITY) TERHADAP MULTITASKING
1
39
66
PERILAKU KONSUMTIF DITINJAU DARI BIG FIVE PERSONALITY PADA REMAJA
9
38
25
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG MEREK SEPEDA MOTOR SUZUKI TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS LAMPUNG TAHUN 2012
0
6
65
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP SIKAP IBU TENTANG INISIASI MENYUSU DINI
2
5
13
PENGARUH KARAKTERISTIK WIRAUSAHA DAN SIKAP WIRAUSAHA TERHADAP PERILAKU KEWIRAUSAHAAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWA WIRAUSAHA POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA )
0
0
9
PENGARUH PENYULUHAN METODE CERAMAH TENTANG BAHAYA ROKOK TERHADAP PERUBAHAN SIKAP PEROKOK AKTIF
0
0
6
PENGARUH KOMITMEN PROFESIONAL DAN SOSIALISASI ANTISIPATIF TERHADAP SIKAP MAHASISWA AKUNTANSI ATAS AKUNTABILITAS SOSIAL PERUSAHAAN
0
1
21
BIG FIVE INVENTORY (Versi Indonesia)
0
1
277
Show more