Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Rumah Sakit Malahayati Medan

Gratis

37
236
123
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  89 ABSTRAK “Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja KaryawanPada Rumah Sakit Malahayati Medan” Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada Rumah Sakit MalahayatiMedan. Jenis penelitian adalah eksplanatori dan penelitian ini juga merupakan kuesioner dan wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari internet, buku,dan jurnal.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu upaya mencegah dan mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerjadengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakaan danpenyakit akibat kerja. Secara garis besar bahaya yang dihadapi dalam rumah sakit atau instansi kesehatan dapat digolongkan dalam :bahaya kebakaran dan ledakan dari zat/bahan yang mudah terbakar atau meledak,bahan beracun, korosif dan kaustik, bahaya radiasi, luka bakar, syokakibat aliran listrik, luka sayat akibat alat gelas yang pecah dan benda tajam , bahaya infeksi dari kuman, virus atau parasit.

1.4 Manfaat Penelitian

  Bagi Akademis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya penelitian mengenaiantara Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Bagi Praktis, penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dan informasibagi masyarakat pada umumnya serta RS atau instansi yang bersangkutan secara khusus.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis

2.1.1 Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

  Sutrisno(2010) menyatakan keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, tempat kerja, dan lingkungannya,serta cara-cara karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Yusra (2008) Keselamatan dan kesehatan kerja (K3), adalah suatu sistemprogram yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan (preventif) timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalamlingkungan kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dan tindakan antisipatif bilaterjadi hal yang demikian.

2.1.2 Tujuan dan Manfaat Keselamatan dan Kesehatan Kerja

  Tujuan utama dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah sedapat mungkin memberikan jaminan kondisi kerja yang aman dan sehat kepada setiapkaryawan dan untuk melindungi sumber daya manusianya. Husni (2005) menyatakan bahwa, tujuan kesehatan kerja adalah: a) meningkatkan danmemelihara derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi-tingginya baik fisik, mental, maupun sosial; b) mencegah dan melindungi tenaga kerja dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kondisi lingkungan kerja; c) menyesuaikan tenaga kerja dengan pekerjaan atau pekerjaan dengan tenaga kerja; d)meningkatkan kinerja".

4. Tingkat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung lebih rendah karena menurunnya pengajuan klaim

  Rivai (2004) Tujuan dan manfaat dari kesehatan dan keselamatan kerja ini tidak dapatterwujud dan dirasakan manfaatnya, jika hanya bertopang pada peran tenaga kerja saja tetapi juga perlu peran dari pimpinan. Menurut Mathis and Jackson (2003) tanggung jawab umum perusahaan yang terdiri dari unit sumber daya manusia dan manajer dapat dilihat pada Tabel2.1 berikut ini: Tabel 2.1 Tanggung Jawab Umum Perusahaan Yang Terdiri Dari Unit Sumber Daya Manusia Dan Manajer Sumber : Mathis dan Jackson, 2003.

1. Apa pun bentuknya berbagai ketentuan formal itu harus ditaati oleh semua organisasi

  Mutlak perlunya pengecekan oleh instansi pemerintah yang secara fungsional bertanggung jawab untuk itu antara lain dengan inspeksi untukmenjamin ditaatinya berbagai ketentuan lain dengan inspeksi untuk menjamin ditaatinya berbagai ketentuan formal oleh semua organisasi. Pengenaan sanksi yang keras kepada organisasi yang melalaikan kewajibannya menciptakan dan memelihara Keselamatan dan KesehatanKerja.

5. Melibatkan serikat pekerja dalam semua proses penciptaan dan pemeliharaan kesehatan dan keselamatan kerja

Sistem imbalan yang efektif termasuk perlindungan karyawan ditempatnya sangat penting, tetapi perlindungan terhadap karyawan juga tidak kalahpentingnya.

2.1.3 Ruang Lingkup Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit

  Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1) Kesehatan Kerja Menurut WHO / ILO (1995) Kesehatan kerja bertujuan untuk peningkatan dan pemeliharaan derajat kesehatan fisik, mental, dan sosial yang setinggi-tingginya bagipekerja di semua jenis pekerjaan, pencegahan terhadap gangguan kesehatan pekerja yang disebabkan oleh kondisi pekerjaan; perlindungankesehatan; dan penempatan serta pemeliharaan pekerja dalam suatu lingkungan kerja yang disesuaikan dengan kondisi fisiologi danpsikologisnya. Pengawasan pelaksanaan Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja di rumah sakit dibedakan dalam dua macam, yakni pengawasaninternal, yang dilakukan oleh pimpinan langsung rumah sakit yang bersangkutan, dan pengawasan eksternal, yang dilakukan oleh Menterikesehatan dan Dinas Kesehatan setempat, sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing.

a. Sistem Manajemen K3 RS

  Tujuan dari SMK3 RS adalah menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat supaya tenaga kerja produktif disamping dalam rangka akreditasi rumah(Anticipation, Recognition, Evaluation dan Control) dari metode kerja, pekerjaan dan lingkungan kerja. e) Sumberdaya yang harus didukung oleh manajemen puncak f) Kajian risiko (risk assessment) secara kualitatif dan kuantitatif h) Monitoring dan evaluasi secara internal dan eksternal secara berkala.2) Perencanaan penerapan sistem manajemen K3 dengan sasaran yang jelas dan dapatdiukur.

c) Menentukan tujuan (sasaran dan jangka waktu pencapaian)

  d) Indikator kinerja yang harus diukur sebagai dasar penilaian kinerja K3 dan sekaligus merupakan informasi mengenai keberhasilanpencapaian SMK3 RS.dicatat serta dilaporkan.3) Pengorganisasian Pelaksanaan K3 di RS sangat tergantung dari rasa tanggung jawabmanajemen dan petugas, terhadap tugas dan kewajiban masing-masing serta kerja sama dalam pelaksanaan K3. 3) Membuat program K3 RS b) Fungsi unit pelaksana K3 RS 1) Mengumpulkan dan mengolah seluruh data dan informasi sertapermasalahan yang berhubungan dengan K3.

2.1.5 Struktur Organisasi K3 di Rumah Sakit

  Berdasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 432 tahun 2007 bahwa Organisasi K3 berada 1 tingkat di bawah direktur, bukan kerjarangkap dan merupakan unit organisasi yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur RS. Nama organisasinya adalah unit pelaksana K3 RS, yang dibantu oleh unit K3 yang beranggotakanseluruh unit kerja di RS.

a. Unit pelaksana K3 RS beranggotakan unsur-unsur dari petugas dan jajaran direksi RS. Akan sangat efektif bila ada yang berlatarbelakang pendidikan K3

  Unit pelaksana K3 RS terdiri dari sekurang-kurangnya ketua, sekretaris dan anggota. Sedang sekretaris unit pelaksana K3 RS adalah seorang tenaga profesional K3 RS, yaitu manajer K3 RS atau ahli K3 (berlatarbelakang pendidikan K3).

2.1.6 Konsep Kinerja

  Pencapaian tujuan organisasi menjadi kurang efektif apabila banyak pegawainya yang tidak memiliki kinerja atau berprestasi dan hal ini akan menimbulkanpemborosan bagi organisasi. Untuk mengetahui konsep dasar mengenai kinerja atau prestasi kerja pegawai maka perlu diuraikan konsep pengertian dan manfaat penilaian kinerjaatau prestasi kerja, metode dan ukuran yang digunakan, permasalahan dan faktor- faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja atau prestasi kerja serta efektifitaspenilaian kinerja atau prestasi kerja dalam rangka meningkatkan motivasi kerja pegawai.

2.1.7 Pengertian dan Manfaat Penilaian Kinerja

  Selanjutnya Pasolong (2007:176) mengatakan kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh pegawai atau sekelompok pegawai dalam suatuorganisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggungjawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggarhukum dan sesuai dengan moral dan etika. Hasil penilaian yang kemudian disampaikan kepadadua pihak yaitu kepada atasan lagsung pegawai yang menilai untuk diteliti, diubah atau disetujui dan kepada pegawai yang bersangkutan sendiri untukdibicarakan, baik yang menyangkut segi-segi penilaian yang bersifat positif maupun yang negatif.

2.1.10 Pengaruh Antara K3 dengan Kinerja Karyawan

  Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada dasarnya mencari dan mengungkapkan keselamatan dan secara optimal yang memungkinkan terjadinyakecelakaan dan meneliti apakah pengendalian kecelakaan sudah dilakukan Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif menuntut adanya komitmen perusahaan terhadap kondisi kerja yang aman. Hubungan K3 Terhadap Kinerja KaryawanBerdasarkan Gambar 2.2 dapat disimpulkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja hanya bertujuan meraih tingkat keselamatan dan kesehatan yangtinggi atau untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan Namun keselamatan dan kesehatan kerja juga memiliki tujuan yang lebih penting yaitu mewujudkan tenaga kerja yang sehat, selamat dan produktifsehingga dapat memiliki kinerja dan prestasi yang baik.

2.2 Penelitian Terdahulu

  Dewi (2006) dengan judul penelitian “Pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap kinerja karyawan pada PT. EcogreenOleochemical Medan Plan” variabel yang digunakan ialah kesehatan kerja, keselamatan kerja, dan kinerja karyawan dengan hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh positif dan signifikan antara keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 52,2% secara serentak maupun parsial.

2.3 Keselamatan dan kesehatan adalah aset yang tidak ternilai harganya yang

  Perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap karyawan ini bertujuan agar tidak terjadi kecelakaan ditempat kerja atau paling tidakmengurangi tingkat kecelakaan di tempat kerja, sehingga proses produksi dapat berjalan dengan semestinya. Hal ini diselenggarakanagar terwujud suatu kinerja yang optimal dan sesuai dengan peraturan perundang- undangan.

1 Kinerja Karyawan (Y)

Kesehatan Kerja (X 2 ) Sumber : (Ely Nurachma, 2007), WHO / ILO (1995), Pasolong (2007:176) (Data diolah). Gambar 2.2 Kerangka Konseptual

2.4 Hipotesis

Berdasarkan uraian pada landasan teori dan kerangka pemikiran maka hipotesa yang diajukan penulis adalah sebagai berikut : ”Keselamatan DanKesehatan Kerja Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kinerja Karyawan

BAB II I METODE PENELITIAN Jenis Penelitian

  Penelitian ini juga merupakan penelitian asosiatif, yakni penelitian yang menghubungkan dua atau lebih variabel bebas terhadap variabelterikat atau melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya. 3.2 Tempat dan Waktu PenelitianPenelitian dilakukan di RS Malahyati Medan dengan melibatkan perawat RS Malahayati Medan sebagai responden dan sumber informasi penelitian.

3.4 Definisi Operasional

  Variabel Terikat Y: Kinerja Karyawan adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh pegawai atau sekelompokpegawai dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel Variabel Definisi Variabel Indikator Variabel Skala Pengukuran 5. Bekerja sesuai dengan standar perusahaan Hasil kerja yang dapat dicapai oleh pegawai sesuai denganwewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam upayamencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidakmelanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika yang diukur untuk residen tertentu 3.

3.5 Skala Pengukuran Variabel

  Sistem pengolahan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan Skala Likert yaitu digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, danpersepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono tersedia, kemudian masing-masing jawaban diberi skor tertentu. Total skor inilahyang ditafsir sebagai posisi responden dalam Skala Likert.

3.6 Populasi dan Sampel

  Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling yaitu semua anggota populasi memperoleh kesempatan yang sama untuk dipilih secara random/acak sebagai bagian dari sampel dalam penelitian. Sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut: Nn = 2 (1 + Ne )Dimana : n = jumlah sampel N = ukuran populasie = batas kesalahan Dengan demikian, jumlah sampel yang diperoleh adalah : 101n= 21+101 (0,1) Pada penelitian ini jumlah sampel menjadi orang 51 dengan kriteria perawat RS Malahayati Medan .

3.7 Jenis dan Sumber Data

  Sementara uji reliabitasuntuk variabel Keselamtan kerja dengan 7 item pertanyaan dapat dilihat pada Tabel 3.4 Tabel 3.4 Hasil Uji Reliabilitas Untuk Variabel Keselamatan Kerja Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items,897 7 Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, (2013) Tabel 3.4 menunjukkan bahwa hasil dari uji reliabiltas pada variabel Keselamatan kerja untuk 7 item pertanyaan dinyatakan reliabel. Sementara uji reliabitas untukvariabel Kesehatan kerja dengan 7 item pertanyaan dapat dilihat pada Tabel 3.6 Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas Untuk Variabel Kesehatan KerjaReliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items,847 7 Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, (2013) Tabel 3.6 menunjukkan bahwa hasil dari uji reliabiltas pada variabel Kesehatan kerja untuk 7 item pertanyaan dinyatakan reliabel.

3.10 Teknik analisis data yang digunakan adalah:

  1. Analisis Deskriptif Suatu tekhnik menganalisis dimana data yang dikumpulkan,diklasifikasikan, dianalisis dan diinterpretasikan secara objektif sehingga memberikan informasi dan gambaran mengenai topik yangakan dibahas.

a. Uji Normalitas Data

  Pengujian ini dilakukan untuk melihat model regresi, apakah variabel dependen dan independen memiliki distribusi normal atautidak. Uji Multikolinieritas Uji ini digunakan untuk menguji apakah dalam model regresiditemukan adanya korelasi antar variabel bebas, jika terdapat terdapat korelasi antara variabel bebas maka dapat dikatakanterdapat masalah multikolinieritas.

3. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (keselamatan dan kesehatan kerja (K3))terhadap variabel terikat (kinerja karyawan).Persamaan regresi berganda yang digunakan adalah: Dimana: Y = Variabel Kinerja Karyawan a = Konstantab ...b2 = Koefisien Regresi 1 X 1 = Variabel Keselamatan Kerja X 2 = Variabel Kesehatan Kerja e = Standar Error

4. Uji Hipotesis

  H ; bi = 0 Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dansignifikan dari variabel bebas keselamatan kerja(X1) dan kesehatan kerja (X2) terhadap variabel terikat Kinerja Karyawan pada RSMalahayati Medan (Y). H : ba i ≠ 0 Artinya secara pasrial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas keselamatan kerja (X1) dankesehatan kerja (X2) terhadap variabel terikat Kinerja Karyawan pada RS Malahayati Medan (Y).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  Ada juga ide agar komplek dan bangunan tersebut dijual atau dikontrakkan kepada konsulat asing dan uangnyadimanfaatkan untuk membeli gedung lain yang lebih sederhana untuk kantor aceh sepakat. Setelah ditetapkan oleh Yayasan RS Malahayati, selanjutnya ditetapkan Direktur Rumah Sakit makastruktur organisasi RS Malahayati yang sudah ditetapkan tersebut akan dilakukan sosialisasi kepada seluruh staf RS Malahayati sehingga dapat menjadi pedomanbagi seluruh staf dan tercapai kesamaan pandangan serta tindakan dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan.

1. Ka. Unit Ruangan Gawat Darurat

  Tugas umum : Menciptakan pola pelayanan keperawatan yang efektif dan efesien melaluifasilitas yang memenuhi standard. Tugas Umum : Mentaati dan melaksanakan semua ketentuan yang telah ditetapkanoleh Direksi dan Ka.

b. Tujuan Khusus :

  Mengarahkan fungsi manajemen dan pelayanan keperawatan intensive meliputi : melaksanakan pelayanan keperawatan kepada pasien selamadirawat di ICU, kegiatan pencatatan perkembangan pasien selama mendapat pelayanan keperawatan, dan kegiatan perencanaan dan 3. Tugas Umum : Mentaati dan melaksanakan semua ketentuan yang telah ditetapkanoleh Direktur dan Ka.

a. Tujuan Umum :

  Tugas : Menentukan kebijaksanaan pengelolaan diruang bersalin yang telahditetapkan, menentukan dan mengusulkan posisi jabatan dan jumlah tenaga di ruang bersalin, menggunakan sarana dan prasaranan diruangbersalin, melakukan penilaian prestasi kerja para staf sesuai dengan ketentuan. Tujuan khusus Mempersiapkantempat mandi dan pakaian bayi untuk yang barumelahirkan, mempersiapkan alat untuk menimbang berat badan bayi, mempersiakan alat untuk pengisapan lender, mempersiapkan alatuntuk mengikat tali pusat, mempersiapkan alat untuk mengetahui suhu badan dan mengetahui ada anus atau tidak, mempersiapakan suratketerangan lahir bayi, mempersiapkan bantalan stempel kaki bayi, dan memberikan kepada bayi tanda pengenal.

b. Tujuan Khusus:

  Mengarahkan fungsi menejemen dan pelayanan keperawatan di kamar bedah meliputi, membantu dokter dalam melaksanakan tindakanbedah, kegiatan perencanaan dan melaksanakan Asuhan keperawatan di kamar bedah, dan meningkatkan sumber daya manusia. S Islam Malahayati medan untuk dilakukan pemeriksaan Radiologi baikkonvensional fluorekopi maupun imaging lainnya yang pada akhirnya menghasilkan satu diagnose yang tepat dan cepat sertamengkoordinasi terapi dan proteksi radiasi, dan mengembangkan SDM dan peralatan yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

4.2.1 Analisa Deskriptif

a. Karakteristik Respon

  Data dideskripsikan, digambarkan, diuraikan, dengan menggunakanangka, mulai dari pengumpulan data, penanfsiran terhadap angka tersebut, serta penampilan dari hasil yang diteliti, dalam hal ini mengenai Keselamatan danKesehatan Kerja (variabel bebas) terrhadap Kinerja karyawan (variabel terikat) pada Rumah Sakit Malahayati Medan. Analisis deskriptif pada data penelitian ini dapat dilihatpada Tabel 4.1 Tabel 4.1Hasil Analisis Instrumen Metode Deskriptif Descriptive StatisticsN Minimum Maximum Mean Std.

51 Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, 2013

  Tabel 4.1 dapat dilihat bawa descriptive statistics dari variabel bebas, yang terdiri dari Kesehatan Kerja dan Keselamatan kerja dan variabel terikat terdiri atas Kinerja Karyawan menyatakan bahwa 1. Nilai paling besar (maksimum) adalah 35,00 terdapat pada ketiga variabel Keselamatan kerja, Kesehatan kerja dan Kinerja karyawandengan nilai sebesar 32,2745; dan nilai tengah (mean) tertinggi terdapat pada variabel Kesehatan kerja sebesar 33,0000.

a. Karateristik Berdasarkan Jenis Kelamin Responden

  Malahayati, 2013 (Data Diolah) Tabel 4.2 menunjukkan bahwa mayoritas responden yang menjawab pernyataan mengenai pengaruh Keselamatan kerja dan Kesehatan kerja terhadap Kinerja karyawan adalah perempuan, dengan nilai persentase sebesar 70,59 %. Hal ini menyatakan bahwa perawat pada Rumah Sakit Malahayati cenderung lebih banyak wanita.

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Responden

  Malahayati, 2013 (Data Diolah) Tabel 4.3 menujukkan bahwa mayoritas responden yang menjawab pernyataan mengenai mengenai pengaruh Keselamatan kerja dan Kesehatan kerja terhadap Kinerja karyawan adalah karyawan yang berusia 21 – 30 tahun, dengan nilai persentase sebesar 54,90 %. Hal ini menyatakan bahwa perawat yang bekerjapada Rumah Sakit Malahayati memiliki usua rata-rata antara 26 sampai 34 tahun.

c. Karateristik Responden Berdasarkan Status Responden

  Malahayati, 2013 (Data Diolah) Tabel 4.4 menunjukkan bahwa mayoritas responden yang menjawab pernyataan mengenai mengenai pengaruh Keselamatan kerja dan Kesehatan kerja terhadap Kinerja karyawan adalah karyawan yang sudah berkeluarga, dengan nilai persentase sebesar 60,78 %. Hal ini menyatakan bahwa perawat yang bekerja padaRumah Sakit tersebut memiliki latar belakang status yang sudah berkeluarga.

d. Karateristik Berdasarkan Lama Bekerja Responden

Tabel 4.5 Lama Bekerja Responden Masa Kerja Frekuensi Persentase (%) < 5 Tahun 8 9,3 5 – 10 Tahun17 19,77 > 10 Tahun38 44,19 Jumlah Sumber: RS. Malahayati, 2013 (Data Diolah) Tabel 4.5 menyatakan bahwa mayoritas responden yang menjawab pernyataan mengenai mengenai pengaruh Keselamatan kerja dan Kesehatan kerja terhadap Kinerja karyawan adalah karyawan yang sudah bekerja > 10 tahun,

b. Tabulasi Responden Terhadap Variabel Penelitian

  Perawat yang memiliki lama kerja > 10 tahun lebih banyak dari pada yang baru bekerja < 5 tahun. Lama kerja seorangperawat dapat menentukan persepsi seorang karyawan dalam menjawab pernyataan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerjakaryawan di Rumah Sakit Malahayati, Medan.

1) Karakteristik Lama kerja Terhadap Variabel Keselamatan Kerja

Tabel 4.6 Hasil Analisis Karakteristik Lama Kerja Terhadap Variabel Keselamatan Kerja CrosstabKslamatan_K 30,00 31,00 32,00 33,00 34,00 35,00 Total Lama_Kerja < 5 Tahun Count 3 2 1 2 8 % within 30,0% 20,0% ,0% ,0% 8,3% 50,0% 15,7%Kslamatan_K > 10 Tahun Count 3 3 4 6 8 1 25 % within 30,0% 30,0% 57,1% 75,0% 66,7% 25,0% 49,0%Kslamatan_K 5 – 10 Tahun Count 4 5 3 2 3 1 18 % within 40,0% 50,0% 42,9% 25,0% 25,0% 25,0% 35,3%Kslamatan_K Total Count 10 10 7 8 12 4 51 % within 100,0 100,0 100,0% 100,0% 100,0% 100,0 100,0Kslamatan_K % % % % Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, (2013) Tabel 4.6 menunjukkan bahwa perawat yang bekerja < 5 tahun telah menjawab pernyataan mengenai variabel Keselamatan kerja dengan nilai sebesar 15,7%; perawat yang telah bekerja 5 – 10 tahun menjawab sebesar 35,3%, , dan perawat yang telah bekerja > 10 tahun menjawab sebesar 49,9%. Pernyataan darivariabel Keselamatan kerja tersebut adalah mengenai program keselamatan kerja, pengetahuan mengenai peralatan kesehatan, peralatan pelindung, perhatianperusahaan terhadap keselamatan, merasa aman dan nyaman menggunakan pelindung, adanya sanksi yang berat terhadap pelanggar keselamatan, danpetunjuk peralatan mudah di mengerti 2) Karakteristik Lama kerja Terhadap Variabel Kesehatan Kerja Tabel 4.7 Hasil Analisis Karakteristik Lama Kerja Terhadap Variabel Kesehatan KerjaCrosstab Kshatan_K 28,00 31,00 33,00 34,00 35,00 TotalLama_Kerja < 5 Tahun Count 1 2 3 2 8 % within Kshatan_K 25,0% 40,0% 14,3% 16,7% ,0% 15,7%> 10 Tahun Count 2 9 7 7 25 % within Kshatan_K ,0% 40,0% 42,9% 58,3% 77,8% 49,0%5 – 10 Tahun Count 3 1 9 3 2 18 % within Kshatan_K 75,0% 20,0% 42,9% 25,0% 22,2% 35,3%Total Count 4 5 21 12 9 51 % within Kshatan_K 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, (2013) Tabel 4.7 menunjukkan bahwa perawat yang bekerja < 5 tahun telah menjawab pernyataan mengenai variabel Kesehatan kerja dengan nilai sebesar 15,7%; perawat yang telah bekerja 5 – 10 tahun menjawab sebesar 35,3%, dan Tabel 4.8 Hasil Analisis Karakteristik Lama Kerja Terhadap Variabel Kinerja Karyawan Crosstab Kinerja_karyawan 28,00 29,00 30,00 31,00 32,00 33,00 34,00 35,00 TotalLama_Kerja < 5 Tahun Count 1 2 2 3 8 % within 50,0% 40,0% ,0% ,0% ,0% 66,7% 23,1% ,0% 15,7Kinerja_karya % wan> 10 Tahun Count 1 1 4 5 1 7 6 25 % within ,0% 20,0% 50,0% 50,0% 62,5% 33,3% 53,8% 60,0% 49,0Kinerja_karya % wan5 – 10 Count 1 2 1 4 3 3 4 18 Tahun % within 50,0% 40,0% 50,0% 50,0% 37,5% ,0% 23,1% 40,0% 35,3Kinerja_karya % wanTotal Count 2 5 2 8 8 3 13 10 51 % within 100,0 100,0 100,0 100,0% 100,0 100,0 100,0 100,0 100,Kinerja_karya % % % % % % % 0% wan Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, (2013) Tabel 4.8 menunjukkan bahwa perawat yang bekerja < 5 tahun telah menjawab pernyataan mengenai variabel Kinerja karyawan dengan nilai sebesar 15,7%; perawat yang telah bekerja 5 – 10 tahun menjawab sebesar 35,3%, dan perawat yang telah bekerja > 10 tahun menjawab sebesar 49,9%. Pernyataan dari variabel Kinerja karyawan tersebut adalah mengenai berkerja sesuai dengan standar perusahaan, mampu mengerjakan semua tugas yang diberikan, hasil kerjaakurat, pencapaian mutu hasil kerja dibandingkan dengan standard yang ditetapkan, ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan, bekerja dengan cepat dan

4.2.2 Uji Asumsi Klasik

Uji Asumsi Klasik pada penelitian ini terdiri dari uji Normalitas, Heteroskedastisitas dan Multikolinearitas.

a. Uji Normalitas

  Gambar kurvanormal P-P Plot berikut ini dapat disimpulkan bahwa data penelitian mempunyai distribusi normal, karena sebaran data yang ada menyebar kesemua daerah kurvanormal. Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, 2013 Gambar 4.1 Grafik Distribusi Normal Uji Normalitas scatter plot pada Gambar 4.1 dapat dilihat bahwa titik-titik mengikuti data di sepanjang garis diagonal hal ini berarti data berdistribusinormal.

b. Calculated from data

  Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, (2013) Data pada Tabel 4.9 Nilai Asymp. Sis (2-tailed) pada penelitian ini adalah 0,304; lebih besar dari 0,05 ( 0,304 > 0,05), artinya variabel residual berdistribusinormal.

b. Uji Heteroskedastisitas

  Heteroskedastisitas terjadi karena perubahan situasi yang tidak tergambarkan dalam spesifikasi model regresi, dengan kata lainheteroskedastisitas terjadi jika residual tidak memiliki varian yang konstan. Heteroskedastisitas dapat diketahui dengan melakukan dua pendekatan yakni pendekatan statistik (uji glesjer) dan pendekatan grafik.

b. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka mengalami gangguan heteroskedastisitas

Hasil Analisis Instrumen Heteroskedastisitas Pendekatan Statistik (Uji Glesjer)a CoefficientsModel Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error Beta T Sig.1 (Constant) 1,109 2,174 ,510 ,612 Kslamatan_ -,105 ,068 -,244 -1,536 ,131k Ksehatan_k ,106 ,062 ,272 1,712 ,093

a. Dependent Variable: absut

  Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, 2013 Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa data pada penelitian ini hasil uji signifikan variabel Keseslamatan kerja adalah sebesar 0,131 dan hasil uji signifikan pada variabel Kesehatan kerja adalah sebesar 0,093. Hasil analisis instrumen heteroskedastisitas pada penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masingvariable dependent menunjukkan nilai lebih besar dari 5%, sehingga dapatdisimpulkan bahwa data pada penelitian ini tidak terdapat adanya heteroskedastisitas dalam model regresi.

c. Uji Multikolinearitas

  e VIF 1 (Const 2,021 4,493 ,450 ,655ant) Kslama ,121 ,141 ,094 ,855 ,397 ,770 1,298tan_k Ksehat ,805 ,128 ,693 6,289 ,000 ,770 1,298an_k Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, 2013 Tabel 4.11 menunjukkan tidak adanya masalah multikolinearitas, dimana hasil uji Variance Inflation Factor (VIF) pada Keselamatan kerja dan Kesehatan kerja masing-masing menunjukkan nilai kurang dari lima (VIF < 5). Nilai Tolerance pada variabel Keselamatan kerja dan Kesehatan kerja sebesar 0,770.

4.2.3 Analisis Regresi Linear Berganda

  Teknik analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linear berganda, yang digunakan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa 2 besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, antara pengaruh Keselamatan dan Kesehatan kerja terhadap Kinerja Karyawan. Hasil analisisregresi linear berganda ini dapat dilihat pada Tabel 4.12 Tabel 4.12Hasil Analisis Instrumen Regresi Linear Berganda Variables Entered/Removed bModel Variables Entered Variables Removed Method 1 Ksehatan_k, Kslamatan_ka .

1 X

1,dan 2 = Koefisien regresi X 1 = Keselamatan kerja X 2 = Kesehatan kerja e = standar error 2 X

4.2.4 Pengujian Hipotesis

a. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Uji – F dilakukan untuk menguji variabel X1, dan X2 (Keselamatan kerja, dan Kesehatan kerja) mempunyai pengaruh secara bersama-sama atauserentak terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y) pada RS Islam Malahayati. Langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut: 2) Mencari nilai tabel dengan cara menentukan tingkat kesalahan (α)dan menentukan derajat kebebasan 3) Menentukan kriteria pengambilan keputusan

4) Mencari nilai thitung dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS

  Dependent Variable: Kinerja_k Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, 2013 Tabel 4.13 menunjukkan nilai F hitungsebesar 29,485 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 sedangkan F tabel sebesar 4,03 dengan taraf signifikansi 0,05 (5%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa F hitung > F tabel (29,485 > 4,03), sedangkan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05.

2 Koefisien determinasi (R ) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar

  Koefisienbdeterminasi, dalam output SPSS terletak pada tabel Model Summary dan tertulisR square berkisar nol sampai satu. Nilai hubungan antar variabel dapat dilihatpada Tabel 4.14 Tabel 4.14Tabel Hubungan Antar Variabel Nilai Interpretasi 0,0 - 0,19 Sangat Tidak Erat 0,2 - 0,39 Tidak Erat0,4 - 0,59 Cukup Erat 0,6 - 0,79 Erat0,8 -0,99 Sangat Erat Sumber: Situmorang(2008:113) Tabel 4.14 menjelaskan mengenai tipe hubungan antar variabel, semakin besar nilai R berarti hubungan semakin erat.

a. Predictors: (Constant), Ksehatan_k, Kslamatan_k

  Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, 2013 Tabel 4.15 menunjukkan bahwa R adalah sebesar 0,742 berarti keterkaitan (relation) antara variabel Keselamatan kerja dan Kesehatan kerja terhadap Kinerja karyawan pada Rumah Sakit Malahayati adalah erat. Hal ini juga menyatakan bahwa kemampuan variabel Keselamatan dan Kesehatan kerja menjelaskanvariabel Kinerja karyawan pada Rumah Sakit Malahayati adalah sebesar 0,533 atau 53,3%.

b. Uji Signifikansi Parsial (Uji t)

  Pengujian dilakukan untuk mengetahui mengenai variabel bebasdengan variabel terikat mempunyai pengaruh yang positif atau tidak. Nilai t hitung selanjutnya akan dibandingkan dengan tabel dengan tingkat kesalahan(alpha) 5% dan derajat kebebasan (df) = (n-k).

1) Menentukan model hipotesis untuk H atau H

  H : bi ≠ 0, artinya terdapat hubungan yang signifikan antaravariabel X dengan variabel Y.2) Tingkat kesalahan (α) = 5% dan derajat kebebasan (df) = (n-k)n = jumlah sampel, n = 51 k = jumlah variabel yang digunakan, k = 3maka, derajat bebas = n-k = 51 – 2 =48 nilai t tabel 0,05(48) = 1,6772Nilai t hitung untuk variabel konstanta yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 4.16. Error Beta T Sig.1 (Constant) 2,021 4,493 ,450 ,655 Kslamatan_k ,121 ,141 ,094 ,855 ,397 Ksehatan_k ,805 ,128 ,693 6,289 ,000 Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, (2013) a) Nilai t hitung pada variabel Keselamatan kerja adalah 0,855 dan nilai t tabel adalah 1,6772 sehingga t hitung < t tabel (0,855 < 1,6772).

b) Nilai t hitung pada variabel Kesehatan kerja adalah 6,289 dan nilai

  Tingkat signifikansi pada variabel Serikat Pekerja yaitu 0,000, lebih kecildari 0,05 (0,000 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel Kesehatan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadapvariabel Kinerja karyawan Karyawan pada RS Malahayati.

4.2. Pembahasan

  Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukan Yuli(2005) bahwa perhatian yang khusus kepada keselamatan dan kesehatan kerja akan selaras dengan fungsi manajemen sumber daya manusia yaitu:mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan sikap karyawan agar mereka tetap loyal dan bekerja secara produktif untukmenunjang tujuan perusahaan.2. Penerapan program-program yang berkaitan dengan kesehatan kerja sudah mampu dilaksanakan oleh karyawan dalam kegiatan danaktivitas melayani pasien, sehingga mampu terciptanya dan terlaksananya kesehatan kerja dan mampu menunjang kinerja karyawan dengan baik.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 5.1. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian yang telah

  Keselamatan dan Kesehatan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada RS Malahayati Medan, berdasarkan ujiserempak atau simultan (uji F). Keselamatan dan kesehatan kerja memiliki kaitan yang erat terhadap kinerja karyawan pada RS Malahayati Medan, berdasarkan Berdasarkan2 koefisien determinan (R ).

5.2. Saran

  Sebaiknya pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja harusnya lebih ditingkatkan dan ditegakan oleh manajemen Rumah Sakit 2. Penerapak K3 dilaksanakan dengan baik agar berbagai berbagai kasus- kasus kecelakaan kerja dapat diminimalisasi, produktivitas pekerja dapatditingkatkan dan pada akhirnya dapat meningkatkan profit bagi rumah sakit.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Rumah Sakit Islam Malahayati Medan
21
198
138
Pengaruh Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktifitas Kerja Karyawan
3
74
136
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Pada Kebun TG. Pagar Marbau
1
53
138
Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Coca Cola Amatil Indonesia
7
95
127
Pengaruh Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Waskita Karya Medan
11
149
138
Pengaruh Kompensasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.Bhanda GharaReksa(Persero)Cabang Medan
7
97
110
Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Rumah Sakit Malahayati Medan
37
236
123
Pengaruh Desain Pekerjaan Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Islam Malahayati Medan
13
99
114
Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Adhi Karya Kawasan Medan (Plant Patumbak).
9
110
75
Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Rumah Sakit Islam Malahayati Medan
2
51
116
Pengaruh Jaminan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. PERTAMINA Unit Pemasaran - 1 Medan
1
32
117
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Ecogreen Oleochemicals Medan Plant
1
51
109
BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 3.1 Rumah Sakit Islam Malahayati Medan 3.1.1 Sejarah Singkat Rumah Sakit Islam Malahayati Medan - Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Rumah Sakit Islam Malahayati Medan
0
1
72
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Rumah Sakit Islam Malahayati Medan
0
0
34
Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Rumah Sakit Islam Malahayati Medan
1
1
13
Show more