Profil Tingkat Kedisiplinan Siswa MI Sirajul Falah Dalam Belajar Matematika

Gratis

0
10
91
2 years ago
Preview
Full text

SURAT KETERANGAN

  Bogor Nama tersebut diatas telah melaksanakan penelitian pada MadrasahIbtidaiyah Sirajul Falah 01 yang dilaksanakan pada tanggal 08 Mei 2007 sampai dengan tanggal 08 Juni 2007 untuk keperluan skripsi dengan judul “ PROFIL TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA MI SIRAJUL FALAH DALAM BELAJAR MATEMATIKA “ . Teknik analisis yang digunakan dengan menggunakan uji prosentasi F yaitu X 100 % , setelah data terkumpulkan dan dianalisa , maka dapat diambil P N kesimpulan bahwa sebagian siswa kelas V MI Sirajul Falah dalam belajarMatematika 60,85% (Enam Puluh Koma Delapan Puluh Lima Persen) menyatakan positif dan 33,1% (Tiga Puluh Tiga Koma Satu) menyatakan negatif.

KATA PENGANTAR

  Pimpinan dan para staf Perpustakaan Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN SyarifHidayatullah Jakarta yang telah memberikan fasilitas kepada penulis untuk mengadakan penelitian kepustakaan. Atas semua bantuan yang telah diberikan, penulis senantiasa berdo’a semoga kebaikan yang telah diberikan dapat bernilai ibadah dan dibalas oleh Allah SWT,penulis juga berharap semoga skripsi ini bermanfaat untuk kita semua, amin.

NIP.150 293 238 NIP. 150 288 775

7 8

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan bagi kehidupan umat manusia di muka bumi ini termasuk bangsa Indonesia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat, tanpa

  Jikakeadaan ini dibiarkan dalam waktu yang panjang, tentu akan berpengaruh bagi prestasi belajar siswa baik pada pelajaran matematika maupun pada pelajaran lainnya. Keadaandemikian ini bila dilakukan secara terus-menerus dan teratur maka akan membentuk disiplin diri pada anak, orang tua merupakan panutan dan pembimbing anak itu akandicontoh oleh anaknya, maka untuk membentuk disiplin anak, haruslah didahului dengan disiplin orang tua.

5 Sujono,Pengajaran Matematika Untuk Tingkat Menengah,(Jakarta:P2L PTK),1998,h.8

  Untuk menunjang dan melengkapi materi pelajaran yang diajarkan guru di sekolah, biasanya guru memberikan tugas yang harus diselesaikan di rumah. Dengan adanya tugas matematika yangdiberikan guru kepada siswa diharapkan anak mengulang materi pelajaran yang diberikan di sekolah.

6 Budiono,Kemampuan Matematika Dan IPA Anak Indonesia Sangat Rendah,(Kompas:Pers.08/12/00)

11 12Berangkat dari permasalahan diatas, diasumsikan bahwa faktor dominan yang menentukan tercapainya prestasi belajar seorang siswa pada dasarnya adalah disiplindalam belajar. Dari uraian diatas maka penulis akan mengangkat permasalahan tersebut dalam sebuah skripsi dengan judul “Profil Tingkat Kedisiplinan Siswa MISirajul Falah Dalam Belajar Matematika”

B. Identifikasi Masalah

  4) Apakah anak yang disiplin memiliki prestasi belajar yang baik ?5) Mengapa disiplin belajar sangat penting dikuasai siswa MI Sirajul Falah ? 6) Apakah anak yang tidak disiplin memiliki prestasi belajar yang baik ?7) Bagaimana peningkatan hasil disiplin dalam belajar matematika siswa MI Sirajul Falah?

8) Apakah lingkungan keluarga selalu menerapkan disiplin ?

  Tujuan PenelitianBerdasarkan Problematika yang telah dirumuskan maka kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi mengenai profil Madrasah dan tingkatkedisiplinan siswa MI Sirajul Falah dalam belajar matematika. Bagi sekolah : hasil dari penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik pada sekolah itu sendiri dan sekolah lain pada umumnya dalam rangkaperbaikan dan peningkatan mutu belajar.

2. Bagi pembaca : penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai satu kajian yang menarik yang perlu diteliti lebih lanjut dan lebih mendalam

13

BAB II KERANGKA TEORI A. DESKRIPSI TEORI

1. Definisi Disiplin

  Menurut kamus bahasa Indonesia,”Disiplin berarti latihan batin dan 8 watak dengan maksud segala perbuatannya selalu mentaati tata tertib.” Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan dan kepatuhanseseorang terhadap suatu aturan. Warsanto disiplin adalah” Cara dan gaya yang tertib dan teratur yang dikhasiatkan oleh pengadilan diri, sebagai penampakan dari kesadaran akankeyakinan identitas dan tujuan sebagai penampakan diri terhadap penghayatan 10 akan nilai-nilai tertentu yang telah membudaya dalam diri.

I. G.Warsanto, Dasar-Dasar Manajemen, ( Jakarta: Pustaka Dian, 1990, h.146

  Siagian membagi disiplin menjadi dua jenis yaitu “Disiplin yang 11 bersifat preventif dan disiplin yang bersifat korektif” Disiplin yang bersifat preventif adalah tindakan yang mendorong para pelajar untuk taat kepadaberbagai ketentuan yang berlaku dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Sedangkan disiplin yang bersifat korektif yaitu tindakan memperbaiki prilaku pelajar yangmelakukan pelanggaran atas ketentuan-ketentuan yang berlaku atau gagal dalam memenuhi standar yang telah ditetapkan Oleh sebab itu disiplin hendaklah dilatih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan tempat belajar atau masyarakat, tapi disiplin tidak bolehtergantung dari keadaan hidup tempatnya berkembang.

11 Sondang P.Siagian, Manajemen Sumber Daya Manusia, ( Jakarta: PT.Bumi Aksara, 2001)

4. Kegunaan Disiplin

  Tabrani Rusyan yang menyatakan bahwa disiplin adalah suatu perbuatan yang mentaati, mematuhi dan tertib akan aturan, norma dankaidah-kaidah yang berlaku baik dimasyarakat maupun ditempat bekerja atau 12 belajar. Kepatuhan dan ketaatan itu pada dasarnya sama dengan fungsi yang ada dalam kehidupan pribadi atau dalam kehidupan berumah tangga yaitu sebagaisalah satu alat untuk mencapai tujuan kelompok itu sendiri.

5. Beberapa Model Disiplin

a. Disiplin Pribadi

  Sikap disiplin ini harus dimulai daridisiplin terhadap diri sendiri atau yang kita namakan dengan disiplin pribadi Disiplin pribadi ini biasanya dilakukan kapan saja dan dimana saja. Ag dan Mas’ud, PKn (Jakarta:Direktoral Jenderal Kelembagaan Agama Isalam 2005, Cet-I), h.121 Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda yang akan menggantikan generasi tua harus membiasakan diri dengan sikap hidup disiplin, dari mulaihal-hal yang kecil hingga ke hal-hal yang lebih besar.

b. Disiplin Sosial

  Kekacauan dalam masyarakat akan terjadi, dan manusia yang satu dengan manusia yang lain tidak saling menghargai, yang kuat akan menjadi pemenang 15 bagi yang lemah. Seorang bintangpelajar adalah seorang siswa yang memiliki sikap dan prilaku disiplin dalam menekuni pelajarannya mereka sadar, bahwa tanpa disiplin maka prestasibelajar yang baik tidak akan tercapai.

e. Disiplin Kelompok Kedisiplinan mutlak diperlukan dalam kehidupan pribadi dan masyarakat

  Disiplin kelompok adalah orang-orang yang berkumpul dalam suatu tempat, tanpa disadari memiliki minat dan keinginan yang sama yang padaakhirnya mempunyai kesepakatan bersama. Disiplin kelompok akan terbentuk melalui suatu proses yang dimulai dari disiplin diri dan disiplin masyarakat.

17 Ibid, h.65

6. Pengembangan Sikap Disiplin

a) Pengembangan sikap hidup disiplin dilingkungan keluarga

  Berdisiplin dalam lingkungan keluarga berarti mentaati segala ketentuan yang berlaku dalam keluarga kita. Bila seorang ayah sebagaikepala rumah tangga tidak disiplin dalam menjalankan tugasnya, dan tanggung jawabnya, maka semua anggota keluarga akan merasakanakibatnya, begitu juga apabila ibu tidak berdisiplin dalam menjalankan fungsinya, semua anggota keluarga akan mendapatkan akibat buruknya.

b) Mengembangkan sikap hidup disiplin dilingkungan sekolah

  18 Bila murid disiplin dan mematuhi peraturan sekolah, maka kegiatan belajar mengajar juga akan berjalan dengan baik, sehingga fungsi pendidikan terpenuhi. Sikap disiplin pribadi,sosial, dan nasional dilingkungan sekolah dapat dikembangkan dengan membiasakan diri bersikap dan berprilaku sebagai berikut: 1.

c) Mengembangkan sikap hidup disiplin dilingkungan masyarakat

  Sebagai makhluk sosial kita harus selalu membiasakan dan mengembangkan sikap hidup disiplin dalam masyarakat. Sikap disiplin pribadi, sosial, dan nasional dalam lingkungan masyarakat dapat dikembangkan antara lain dengan membiasakan sikap danprilaku sebagai berikut: 1.

7. Pembelajaran Matematika

  Menurut Muhibbin Syah dalam bukunya Psikologi Belajar, mengemukakan bahwa belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakanunsur yang fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang 20 pendidikan. Sedangkan menurut Johnson dan Rising seperti yang dikutip olehSuherman, matematika adalah pola berfikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yangdidefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, reprentasinya dengan simbol dan 23 padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide dari pada mengenai bunyi.

23 Erman Suherman dan Udin S Winata Putra, Strategi Belajar Matematika Modul 1-9

  Bahwa matematika adalah cabang pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi, fakta-fakta kuantitatif, masalah ruang dan waktu sertapenalaran yang terorganisir secara sistimatik, logik, dan struktur dengan kata ketat. 63728 Herman Hudojo, Strategi Belajar Mengajar Matematika, (Malang:Malang IKIP Malang, 1990, Cet-II), h.19 Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak, yang tersusun dengan berstruktur secarahierakis, hubungan-hubungannya disusun secara logik, dan penalarannya deduktif.

8 Pembelajaran Matematika Untuk sekolah

  Ia ingin mengetahui lingkungannya, mengetahui tata kerjanya, bagi mana perasaan-perasaan dan Faktor intelektual dari siswa ialah kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan hidup dan dirinya sendiri dalam bentuk sesuatu representasi,khususnya melalui konsep dan berbagi lambang dan simbol (huruf, angka, kata dan gambar). Proses jalannya berfikir dari sisawa melaluipembentukan pengertian logis yang dimulai dengan menganalisis ciri-ciri sejumlah objek yang sejenis, kemudian membanding-bandingkan ciri-ciri manayang tidak sama, mana yang selalu ada atau tidak selalu ada, mana yang hakiki dan mana yang tidak.

30 Madrasah

B. KERANGKA BERFIKIR Manusia hidup tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan jasmani saja

  Pengalaman bangsa lain menunjukkan bahwa bangsa yang berhasil dalam pembangunannya adalah bangsa yang memiliki daya manusia yangberkualitas tinggi dan berdisiplin nasional. Belajar disini bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban saja, tetapi yang diharapkan adalah belajar yang baik dan disiplin.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini menggunakan

  Dimana peneliti dihadapkan langsung padaobjek penelitian dan memaparkan hasil temuan mulai dari sejarah berdirinya madrasah, profil guru, profil siswa serta kedisiplinan siswa Mi Sirajul Falahdalam belajar Matematika dengan memberikan angket kepada 60 siswa yang terdiri dari 20 soal. B Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian dilaksanakan di MI Sirajul Falah yang beralamat diJl.

C. Populasi dan Sampel

Populasi dalam hal ini adalah seluruh siswa MI Sirajul Falah yang berjumlah 459 siswa sedangkan sampel yaitu seluruh siswa kelas V MI SirajulFalah yang terdaftar di sekolah tersebut pada semester I Tahun Pelajaran 2006-2007 dari dua kelas berjumlah 60 orang. Tabel 3.1Sampel Penelitian

NO KELAS JUMLAH SAMPEL

  Sumber data : sunber data penelitian ini adalah profil sekolah, siswa, guru dan peneliti. AngketAngket digunakan untuk memperoleh informasi tentang disiplin siswa MI Sirajul Falah dalam belajar Matematika.

G. Teknik Analisis Data

Angket yang disebarkan kepada responden, setelah diisi kemudian dikumpulkan untuk diperiksa dan dikelompokan menurut jawaban masing-masingagar mudah mengolahnya. Adapun prosedur pengolahan data yang diperoleh dari penelitian, penulis menggunakan rumus prosentase sebagai berikut :P = % 100 x N F Keterangan : P = ProsentaseF = FrekuensiN = Jumlah Sampel 100 = Angka tetap 31

31 Drs. M. Ngalim Purwanto, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. PT. Remaja

Rosda karya Bandung, 2004), h238

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data

1. Sejarah Madrasah Sirajul Falah

  Lembaga pendidikan Sirajul Falah adalah lembaga pendidikan yang berdiri pada tahun 1952, lembaga ini didirikan oleh seorang tokoh Masyarakatyang bernama K. Menanamkan rasa percaya diri terhadap kelembagaan serta memberikan kepercayaan kepada masyarakat terhadap kelembagaandengan meningkatkan pelayanan kepada santri/peserta didik, yang pada akhirnya melalui peningkatan pelayanan tercipta sebuahkebersamaan masyarakat sehingga tercipta rasa khidmat dan takzim antara masyarakat dan kelembagaan.

2. Profil Guru

  Dulmukti L S I Bogor,17-01-1946 62 2 Marsan L S I Bogor,07-12-1967 41 3 Suherti P S I Bogor,16-04-1965 43 4 Rais Valid L S I Bogor,05-08-1964 44 46 MI Sirajul Falah 01 dan 02 memilki tenaga pendidik sebanyak 21 orang dengan kualifikasi jenjang pendidikan yang berbeda-beda, yang kesemuanyaitu adalah abituren Sirajul Falah. Adapun daftar tenaga pendidik MI SirajulFalah pada tahun 2007 sebagai berikut: 6 E.

3. Profil siswa

Keberadaan siswa MI Sirajul Falah 4 tahun terakhir sebagai berikut : Tahun Pelajaran 2003-2004 Tabel 4.2Profil Siswa MI Sirajul Falah Tahun 2003-2004 NO KELAS L P JUMLAH KETERANGAN 1 I 28 31 59 2 II 45 40 85 3 III 59 38 97 4 IV 36 48 84 5 V 44 33 77 6 VI 30 34 64 JUMLAH 242 224 466 Tahun Pelajaran 2004 – 2005 Tabel 4.3Profil Siswa MI Sirajul Falah Tahun 2004-2005 NO KELAS L P JUMLAH KETERANGAN 1 I 26 30 56 2 II 30 42 72 3 III 39 38 77 4 IV 59 43 102 5 V 40 37 77 6 VI 37 31 68 JUMLAH 231 221 452 Tahun Pelajaran 2005-2006 16 1 I 46 45 91 2 II 45 37 82 3 III 31 47 Tabel 4.5Profil Siswa MI Sirajul Falah Tahun 2006-2007 4 IV 34 28 62 5 V 44 44 88 6 VI 58 31 NO KELAS L P JUMLAH KETERANGAN Tahun Pelajaran 2006-2007 Tabel 4.4Profil Siswa MI Sirajul Falah Tahun 2005-2006 29 NO KELAS L P JUMLAH KETERANGAN 1 I 54 35 89 2 II 29 21 50 3 III 33 62 76 JUMLAH 229 193 422 4 IV 41 41 82 5 V 41 22 83 6 VI 31 45 89 JUMLAH 258 201 459Tahun demi tahun sistem pembelajaran di Sirajul Falah terus mengalami perubahan agar sesuai dengan kurikulum nasional, hingga kini dimana ilmupengetahuan umum lebih diutamakan seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Matematika, sains, dan teknologi informasi lebih ditekankankarena mata pelajaran ini dianggap lebih memiliki peranan dalam perkembangan dan kemajuan zaman.

a. Disiplin 1). Disiplin Belajar

  Pendidik memberi pengaruh melalui kewibawaannya dalam bentuk sikap, prilaku edukatif dan keilmuannyayang dialihkan kepada anak didik dengan metode yang tepat guna dan berhasil guna, sehingga mudah di terima, dipahami, dimengerti dandihayati serta dikembangkan oleh anak didik lebih lanjut. Namun dari gejala-gejala prilaku, bakat dan kemampuan murid, pendidik juga menerima pengaruh-pengaruh dari realitas kedirian anakdidik yang secara individual berbeda-beda, yang menjadi bahan masukan pengembangan pemikiran pendidik untuk lebih cermat dalam memilihbahan dan metode yang tepat sasaran, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

JENIS PELANGGARAN POIN PELANGGARAN

  1 KETERLAMBATAN 2. BUKU, MAJALAH, ATAU KASET ( CD ) TERLARANG 6.

a. Disiplin Belajar Matematika Kelas V MI Sirajul Falah

  Walaupun alat peraga yangdigunakan sangat sederhana akan tetapi semangat merka luar biasa. Selain belajar dengan alat peraga mereka juga bermain sambil belajar di lapangan.

TAHUN RATA-RATA

2003 - 2004 5,68 2004 - 2005 6,202005 - 2006 7,97 2006 - 2007 7,93

b. Disiplin Belajar Matematika kelas V MI Sirajul Falah pada Pokok Bahasan Bangun Ruang dan Operasi Hitung Bilangan Bulat

  Kegiatan belajar mengajar dimulai dengan peneliti memberikan materi tentang bangun datar dan dilanjutkan denganpraktek dengan media dilapangan, kemudian ditunjuk beberapa siswa untuk mengukur bangun datar berupa lempengan kramik didepan Hanya beberapa orang saja diantara mereka yang lengkap. Kegiatan pembelajaran siswa dalam belajar matematika berakhir pada juma’t 16 Mei 2007 siswa mengerjakan soal sebanyak10 soal yang dikerjakan selama 2 jam pelajaran, untuk mengetahui tingkat penguasaan materi yang telah diajarkan.

B. ANALISIS DATA

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di Madrasah IbtidaiyahSirajul Falah Kecamatan Parung Kabupaten Bogor tentang “Profil tingkat kedisiplinan siswa MI Sirajul Falah dalam belajar Matematika”. Berikut inipenulis sajikan pengolahan data yang ditafsirkan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan :

a. Disiplin siswa dalam pembelajaran matematik

  14 22 Pernyataan NO S KK J TP JMLMengulang pelajaran matematika di rumah Mengerjakan PR matematika di sekolah 1 22 17 14 7 6036,6% 28,3% 23,3% 11,6% 100% 2 3 16 12 14 18 6026,6% 20% 23,3% 30% 100% Orang tua mengajarkan matematika di rumah Berdasarkan nomor 2 Tabel 4.9, sebanyak 16 siswa atau (26,6%) responden menyatakan selalu mengerjakan PR di sekolah. Sebanyak 12 siswaatau (20%) responden menyatakan kadang-kadang mengerjakan PR di Berdasarkan nomor 3 Tabel 4.9,sebanyak 22 siswa atau (36,6%) responden menyatakan orang tua selalu mengajarkan matrematika.

b. Pandangan siswa terhadap belajar Matematika

  Sebanyak 8 siswa atau (13,3%) responden menyatakan pelajaran matematika tidak pernah membuat sulit. Sebanyak 18 Secara keseluruhan pandangan siswa terhadap belajar Matematika77,75% menyatakan selalu, 33,5% menyatakan kadang-kadang, 29% menyatakan jarang dan 32,5% menyatakan tidak pernah.

c. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran matematika

  Hasil dari penyebaran skala sikap dan skor tiap alternatif jawaban, selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.11 berikut ini : Tabel 4.11Keaktifan siswa terhadap pembelajaran matematika 20 Berdasarkan nomor 9 Tabel 4.11, sebanyak 21 siswa atau (35%) responden menyatakan selalu menjawab benar ketika guru memberikanpertanyaan. Sebanyak 18 siswa atau (30%) responden menyatakan Berdasarkan nomor 11 Tabel 4.11, sebanyak 20 siswa atau (33,3%) responden menyatakan selalu bertanya ketika pelajaran matematika sulitdimengerti.

d. Kesungguhan siswa dalam belajar matematika

  Sebanyak 9 siswa atau (15%) responden menyatakan kadang-kadang Berdasarkan nomor 16 Tabel 4.12, sebanyak 9 siswa atau (15%) responden menyatakan selalu mendapatkan nilai dibawah 5 pada pelajaranmatematika. Secara keseluruhan kesungguhan siswa dalam belajar matematika.69,75% menyatakan selalu, 32,5% menyatakan kadang-kadang, 41% menyatakan jarang, dan 31,75% menyatakan tidak pernah.

C. INTERPRESTASI DATA

Berdasarkan hasil uraian tabel 4.9, table 4.10, table 4.11, table 4.12, dan tabel 4.13 diatas, maka selanjutnya adalah menghitung frekuensi angket. Dari hasil perhitungan diatas, yang terdiri dari 20 item pernyataan memiliki frekuensi sebagai berikut : Tabel 4.14Angket disiplin siswa MI Sirajul Falah dalam belajar matematika

6 Matematika termasuk pelajaran yang sulit

7 4 7 9 40 15 Mengerjakan latihan matematika dengan senang hati 6010% 26,6% 25% 38,3% 100% 23 15 16 6 14 Akan menyerah,apabila dalam mengerjakan soal matematika mengalami jalan buntu 6043,3% 15% 30% 11,6% 100% 18 16 Siswa kelas lima mendapatkan nilai matematika dibawah 5 9 26 13 Merasa tertantang ketika mendapatkan soal matematika sulit 6025% 28,3% 15% 31,6% 100% 19 9 17 15 12 Matematika termasuk pelajaran yang tidak menyenangkan 6033,3% 23,3% 26,6% 16,6% 100% 10 16 6066,6% 15% 11,6% 6,6% 100% 22 9 6023,3% 28,3% 21,6% 26,6% 100% JUMLAH 1217 780 688 622 3347RATA-RATA 60,85% 39% 34,4% 33,1% 165% 6028,3% 36,6% 20% 15% 100% 9 12 22 17 6036,6% 21,6% 28,3% 13,3% 100% 8 17 13 22 19 Membawa peralatan penunjang ketika belajar matematika 16 20 13 17 14 18 Siswa kelas V kurang minat terhadap pelajaran matematika 6048,3% 25% 21,6% 5% 100% 3 13 15 29 17 Berusaha mendapatkan nilai tertinggi pada pelajaran matematika 6015% 36,6% 38,3% 10% 100% 6 23 14 11 Bertanya ketika pelajaran matematika sulit dimengerti No Pernyataan S KK J TP JML 19 20 25 5 Mengerjakan soal matematika dengan kemampuan sendiri 6018,3% 36,6% 30% 15% 100% 9 18 22 11 4 Merasa jemu belajar matematika ketika soalnya sulit 6036,6% 31,6% 23,3% 8,3% 100% 5 14 22 4 3 Orang tua mengajarkan matematika di rumah 6026,6% 20% 23,3% 30% 100% 18 14 12 16 2 Mengerjakan PR matematika di sekolah 6036,6% 28,3% 23,3% 11,6% 100% 7 14 17 22 1 Mengulang pelajaran matematika di rumah 11 6041,6% 33,3% 18,3% 6,6% 100% 6016,6% 30% 20% 33,3% 100% 23 20 12 18 10 10 Guru pelajaran matematika di kelas V tidak menyenangkan 6035% 30% 21,6% 13,3% 100% 8 13 18 21 9 Menjawab benar ketika guru melontarkan pertanyaan 6015% 30% 16,6% 38,3% 100% 10 7 18 9 8 Siswa selalu takut terhadap pelajaran matematika 6070% 23,3% 3,3% 3,3% 100% 2 2 14 42 7 Siswa belajar matematika dengan sungguh- sungguh 6011,6% 41,6% 33,3% 13,3% 100% 8 20 25

20 Matematika disekolah tidak perlu diberikan

Dari hasil penelitian yang dilihat dari jumlah siswa maka dapat di peroleh data tentang kedisiplinan adalah menurut table berikut ini : Persentase Kedisplinan Siswa Keterangan 60,85% Tinggi 39 % Sedang34,4 % Kurang33,1 % Rendah Dengan demikian nilai 60,85% adalah pernyataan positif siswa Mi SirajulFalah dalam belajar matematika, sedangkan nilai 33,1% adealah pernyataan negatif siswa Mi Sirajul Falah dalam belajar matematika.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasrkan hasil penelitian yang dilakukan penulis di MI Sirajul Falah

  maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa terhadap pelajaran matematika adalah tinggi. Hal ini didasarkan dari nilai persentase keseluruhanpenelitian yang mencapai 60,85% (Enam Puluh Koma Delapan Puluh Lima Persen) menyatakan positif dan 33,1% (Tiga Puluh Tiga Koma Satu) menyatakan negatif.

B. SARAN-SARAN

  Guru dan murid bekerjasama untuk meningkatkan kedisiplinan dalam proses belajar mengajar sehingga proses pembelajaran lebih efektif 3. Penelitian ini hanya mencakup hasil disiplin siswa kelas V MI SirajulFalah dalam belajar matematika dan penelitian ini dilakukan hanya dua kelas dengan jangkauan populasiyang kecil oleh sebab itu penelitianini kurang representatif.sehingga untuk untuk memperoleh hasil yang lebih representatif perlu diadakan penelitian lebih lanjut dengan jumlahpopulasi yang lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA

  Selalu NO ALTERENATIF JAWABAN F % NO ALTERENATIF JAWABAN F % Tabel 4.11.12Matematika termasuk pelajaran yang sulit JUMLAH 60 100 1033,323,326,616,6 16 14 20 d. Tidak pernah 6 10 JUMLAH 60 100 NO ALTERENATIF JAWABAN F % Tabel 4.13.18Siswa kelas V kurang minat terhadap pelajaran matematika 1623,328,321,626,6 13 17 14 d.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Sikap Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa kelas V MI Darul Huda Jatirejo
0
15
21
Analisis Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dalam Mengajukan Masalah Matematika Berdasarkan Kemampuan Matematika
0
4
4
Profil Aktifitas Belajar Anak Jalanan Di MI Tarbiyatul Islamiyah Jakarta
0
3
114
Efektifitas Peranan Guru Dalam Membentuk Akhlak Karimah Siswa Di MI Terpadu Nurul Falah Depok
0
11
77
Hubungan Antara Hasil Belajar IPA Dengan Sikap Siswa Tentang Alam Sekitar : sebuah eksperimen di MI Sirajul Falah Parung-Bogor
0
28
119
Penerapan Metode Mind Map Untuk Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ips (Penelitian Tindakan pada Siswa Kelas V MI Misbahul Falah Depok)
0
17
177
Profil Tingkat Kedisiplinan Siswa MI Sirajul Falah Dalam Belajar Matematika
0
10
91
Upaya guru dalam peningkatan hasil belajar PKn siswa melalui penerapan metode bermain peran di MI Sirajul Athfal 5 Depok: PTK di MI Sirajul Athfal 5 Kota Depok
0
10
106
Pengaruh Disiplin Belajar Siswa Terhadap Pembentukkan Perilaku Di MTS.Nurul Falah Serpong
1
19
84
Penimgkatan Hadil Belajar IPA Dengan Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Pada Konsep Konduktor Dan Isolator : penelitian tindakan kelas di MI Sirajul Falah Parung
0
19
104
Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik dalam Pembelajaran Matematika Terhadap Hasil Belajar Siswa : Studi Eksperiman pada Siswa Kelas V MI Al-Falah Kojan Warung Gantung Kalideres Jakarta Barat
0
12
0
Peningkatan Aktivitas Belajar Matematika Melalui Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Siswa Kelas IV MI Mathlaul Anwar
0
14
174
Meningkatkan Konsentrasi Siswa Dalam Belajar Matematika
1
10
10
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Tunggal Dalam Keluarga Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa
0
0
6
Perilaku Belajar Efektif Terhadap Kemampuan Kognitif Psikomotorik Siswa Dalam Pembelajaran Matematika
0
0
16
Show more