Pengaruh pendekatan accelerated learning terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep termodinamika

1
9
156
2 years ago
Preview
Full text
PENGARUH PENDEKATAN ACCELERATED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA PADA KONSEP TERMODINAMIKA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana pada Program Studi Pendidikan Fisika Oleh : YUYUM MUAWANAH NIM: 106016300672 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011 M/1432 H ABSTRACT YUYUM MUAWANAH, The Influence of Accelerated Learning Approach to the Result of Student Physics Study for Thermodynamic Concept. This research aim to know are there any influence of accelerated learning approach to the result of physics study. This research has done in SMAN 1 Sepatan, Tangerang. Methode of this research is quasi experiment, with 78 students on 11th grade from two different classes as the samples. Technique sampling of this resesarch is purposive sampling. The first class being control class which has learn with expository approach, and the second class being an experimental which has learn with accelerated learning approach. The research instrumental is used are multiple choise tests with 20 questions and 5 alternative choise. The result from the calculation of “t” test (α = 0,05), obtained that score (6,55) > ttable (1,99). Finally, it can be concluded that accelerated learning approach can give a significant effect for student in the learning of thermodynamic concept. Key Word: Accelerated Learning Approach, Result Study. i ABSTRAK YUYUM MUAWANAH. Pengaruh Pendekatan Accelerated Learning Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa pada Konsep Termodinamika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan accelerated learning terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep termodinamika. Pengambilan data dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sepatan, Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan sampel 78 siswa kelas XI IPA yang diambil dari dua kelas yang berbeda. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kelas pertama menjadi kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan pendekatan ekspositori. Kelas kedua menjadi kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan pendekatan accelerated learning. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes pilihan ganda sebanyak 20 soal dengan 5 alternatif jawaban. Berdasarkan pengujian hipotesis statistik dengan uji-t diperoleh thitung (6,55) > ttabel (1,99). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan accelerated learning terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep termodinamika. Kata Kunci: Accelerated Learning, Hasil Belajar. ii KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Skripsi yang berjudul “Pengaruh Pendekatan Accelerated Learning terhadap Hasil Belajar Fisika pada Konsep Termodinamika” ini ditujukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Strata I (S1) pada Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terealisasi dengan baik tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak yang telah memberikan dukungan berupa moril maupun materil kepada penulis. Untuk itu, perkenankanlah pada kesempatan kali ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Prof. Dr. Dede Rosada, M.A., selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Baiq Hana Susanti, M.Sc., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Nengsih Juanengsih, M.Pd., selaku Sekertaris Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 4. Iwan Permana S., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Fisika Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 5. Dr. Zulfiani, M.Pd., selaku pembimbing I yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing, memberikan saran, serta nasehat yang berguna bagi penulis. iii 6. Kinkin Suartini, M.Pd., selaku pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing, memberikan saran, serta nasehat yang berguna bagi penulis. 7. Drs. H. Junaedi, M.M., selaku kepala sekolah SMA Negeri 1 Sepatan, Tangerang. 8. Rahma Aryanti, S.T., selaku guru fisika SMA Negeri 1 Sepatan, Tangerang. 9. Ayah dan Ibu terkasih, Asdi Mulyadi Sunata, S. Pd., dan Sumiati, yang telah melimpahkan segenap kasih sayang dan do’a tulus yang tak terhingga. 10. Kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu, terimakasih atas do’a dan dukungannya. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya penulis sendiri serta para pembaca sekalian. Jakarta, September 2011 Penulis iv DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK . i KATA PENGANTAR . iii DAFTAR ISI . v DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR . viii DAFTAR LAMPIRAN . ix BAB I BAB II PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Identifikasi Masalah . 5 C. Pembatasan Masalah . 5 D. Perumusan Masalah . 6 E. Tujuan Penelitian . 6 F. Manfaat Penelitian . 6 DESKRIPSI TEORETIS, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS A. Deskripsi teoretis . 7 1. Accelerated Learning . 7 2. Pendekatan Ekspositori . 15 3. Media Pembelajaran . 16 4. Hasil Belajar . 21 5. Termodinamika. . 29 B. Penelitian yang Relevan . 34 C. Kerangka Berpikir . 36 D. Hipotesis Penelitian . 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian . 39 v B. Desain Penelitian . 39 C. Tempat dan Waktu Penelitian. 40 D. Prosedur Penelitian . 40 E. Variabel Penelitian . 42 F. Populasi dan Sampel Penelitian. 43 G. Teknik Pengambilan Sampel . 43 H. Teknik Pengumpulan Data . 43 I. Instrumen Penelitian . 43 J. Teknik Uji Instrumen . 45 K. Teknik Analisis Data Tes . 48 L. Teknik Analisis Data Non Tes . 51 M. Hipotesis Statistik . 52 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian . 53 B. Pembahasan . 62 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan . 66 B. Saran . 66 DAFTAR PUSTAKA . 67 LAMPIRAN vi DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Desain Penelitian . 39 Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Penelitian . 44 Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Angket . 45 Tabel 4.1 Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data Hasil Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol . 54 Tabel 4.2 Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data Hasil Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol . 56 Tabel 4.3 Hasil Posttest untuk Setiap Indikator Pembelajaran pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol . 56 Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas data Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol . 58 Tabel 4.5 Hasil Uji Homogenitas data Pretest danPosttest . 59 Tabel 4.6 Hasil Uji Hipotesis . 60 Tabel 4.7 Rekapitulasi Hasil Angket . 61 vii DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Peta Konsep Termodinamika . 29 Gambar 2.2 Bagan Kerangka Berpikir . 37 Gambar 3.1 Bagan Alur Prosedur Penelitian . 41 Gambar 4.1 Diagram Batang Hasil Pretest Kelompok Eksperimen dan kelompok kontrol. 53 Gambar 4.2 Diagram Batang Hasil Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol . 55 Gambar 4.3 Grafik Persentase Respon Positif dan Negatif Siswa . 61 viii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 RPP Kelompok Eksperimen . 70 Lampiran 2 RPP Kelompok Kontrol . 85 Lampiran 3 LKS I . 101 Lampiran 4 LKS II . 104 Lampiran 5 LKS III . 107 Lampiran 6 Rekapitulasi Analisis Butir . 109 Lampiran 7 Soal Pretest dan Posttest dan Jawaban . 110 Lampiran 8 Rekapitilasi Hasil Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol dan eksperimen . 114 Lampiran 9 Penyebaran Data . 116 Lampiran 10 Perhitungan Uji Normalitas . 126 Lampiran 11 Perhitungan Uji Homogenitas . 128 Lampiran 12 Perhitungan Uji Hipotesis. 130 Lampiran 13 Angket . 132 Lampiran 14 Cuplikan Video “Kepercayaan Diri” . 133 Lampiran 15 Cuplikan Video “Mind Has Structure” . 134 ix 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan masih menjadi aspek utama dalam membangun sebuah bangsa. Karenanya, setiap saat perbaikan kualitas perlu terus dilakukan. Kualitas pendidikan yang baik tercermin dari generasi-generasi yang terlahir siap bersaing dalam dunia global seperti sekarang ini, berdaya guna, mandiri, serta mampu belajar bagaimana belajar. Fisika sebagai salah satu disiplin ilmu yang wajib dipelajari di era perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, masih mempunyai banyak kendala pada prosesnya. Sebagian besar siswa kurang berminat terhadap pelajaran ini dan mengalami banyak kesulitan. Alasannya beragam, mulai dari banyaknya formulasi yang membutuhkan perhitungan yang tidak mudah dan sebagian besar konsepnya abstrak, hingga pada proses pembelajaran yang berlangsung menjenuhkan. Ketidaktertarikan dan kesulitan belajar tersebut pada akhirnya menimbulkan hasil akhir belajar yang jauh dari memuaskan. Sebenarnya, betapa pun sulitnya pelajaran fisika atau pelajaran apa pun, jika disajikan dengan cara yang tepat kepada siswa akan membantu mengurangi kesulitan belajar tersebut. Jika hal ini dibiarkan, kesan klasik terhadap fisika sebagai pelajaran yang menakutkan, akan terus berlanjut. Padahal, fisika sangat penting untuk dipelajari sebab dasar dari teknologi adalah ilmu fisika. Ilmu fisika bisa dikatakan sebagai jantung kemajuan teknologi. Ia penting dalam perkembangan sains dan teknologi. Untuk itu, diperlukan pemahaman fisika yang cukup bagi generasigenerasi yang akan bergulat dengan kemajuan teknologi. Proses pembelajaran yang disajikan tidak lagi monoton dan memakan waktu yang lama. Tetapi, pembelajaran itu menjadi proses yang menyenangkan, cepat namun tetap berlangsung secara alami, dan yang terpenting memanusiakan siswa sebagaimana 1 2 seharusnya. Salah satu pembelajaran yang menyajikan proses pembelajaran seperti itu ialah accelerated learning. Accelerated learning (AL) adalah salah satu cara belajar alamiah yang diyakini mampu menghasilkan “tokoh orisinil” dalam menghadapi era sekarang ini. Karena accelerated learning pada intinya adalah filosofis pembelajaran dan kehidupan yang mengupayakan memanusiakan kembali proses belajar, serta menjadikan pengalaman bagi seluruh tubuh, pikiran, dan pribadi. Accelerated learning memiliki beberapa ciri khas yang membedakan dengan pembelajaran tradisional (konvensional). Ciri khas dari accelerated learning itu adalah: cenderung luwes, gembira, bekerja sama, multi indrawi, mementingkan aktivitas, melibatkan mental, emosional, dan fisik. Metode apapun yang digunakan asal dapat meningkatkan dan mempercepat pembelajaran dapat diterapkan dalam accelerated learning.1 Pembelajaran accelerated learning (pembelajaran yang dipercepat) adalah suatu pola yang digunakan dalam pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat menggugah kemampuan belajar peserta didik, membuat belajar lebih menyenangkan dan lebih cepat. Cepat, disini diartikan dapat mempercepat penguasaan dan pemahaman materi pelajaran yang dipelajari, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk belajar lebih cepat. Materi pelajaran yang sulit dibuat menjadi mudah, sederhana, sehingga tidak menjadi kejenuhan dalam belajar. Karena keberhasilan belajar tidak ditentukan atau diukur dari lamanya kita duduk untuk belajar tetapi ditentukan oleh kualitas cara belajar kita. Pembelajaran yang dirancang secara “fun” atau menyenangkan akan menimbulkan motivasi belajar peserta didik dan terus bertambah. Dengan demikian efektivitas belajar akan berjalan dengan baik. Bobbi DePorter menganggap accelerated learning (pembelajaran yang dipercepat) dapat memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal dan dibarengi kegembiraan. Cara ini menyatukan unsur-unsur yang sekilas tampak tidak mempunyai persamaan, 1 Shofiatul Azmi, Accelerated Learning dan Implementasinya di Indonesia, 2008, http://fkip.wisnuwardhana.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=26&Itemid=21, (diakses pada 20 Juli 2011) 3 misalnya hiburan, permainan, warna, cara bepikir positif, kebugaran fisik dan kesehatan emosional. Namun, semua unsur ini bekerja sama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang efektif.2 Accelerated learning berbeda dengan program akselerasi. Program akselerasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk melalui masa belajar di sekolah dengan waktu yang relatif lebih cepat. Hal ini dimungkinkan dalam suasana kelas yang menerapkan pembelajaran tuntas di mana siswa yang luar biasa cerdas dan mampu menyelesaikan kompetensi dasar jauh lebih cepat dengan nilai yang amat baik pula.3 Penggunaan accelerated learning tidak dikhususkan pada siswa-siswa cerdas saja. Melainkan dimungkinkan pada siswa dari berbagai tingkat kecerdasaan. Meskipun Program Akselerasi dan accelerated learning sama-sama bertujuan untuk mempercepat proses pembelajaran, namun pada prosesnya sama sekali berbeda. Accelerated learning menekankan penggalian potensi pada diri siswa dengan membiarkan siswa belajar dengan gaya belajar yang sesuai dengan dirinya. Selain metode pembelajaran, be high, mean while American Dollar rate and invest has positive proportioned to ward Gross Domestic Product, if the invest is raised and value of American Dollar rate strengthening of Rupiah rate, the Gross Domestic Product value will be as well. Keyword: Gross Domestic Product, Invest, certificate interest of Indonesian Bank and American Dollar rate. vii PENGARUH INVESTASI, TINGKAT SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA DAN KURS DOLLAR AMERIKA TERHADAP PENDAPATAN DOMESTIK BRUTO DI INDONESIA TAHUN 2000.1 – 2007.I2 P.HARI PRISTIAWAN ILMU EKONOMI, FAKULTAS EKONOMI, UNIVERSITAS JEMBER ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Pendapatan Domestik Bruto di Indonesia yang dipengaruhi oleh investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika terhadap variabel terikat yaitu Produk Domestik Bruto. Analisis data menunjukkan bahwa 78,9% naik turunnya Produk Domestik Bruto dipengaruhi variabel dalam model penelitian sedangkan 21,1% dipengaruhi faktor lain diluar model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika secara bersama-sama mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia. Secara teori hubungan tingkat suku bunga Sertifikat Bank terhadap Produk Domestik Bruto berbanding negatif, apabila tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia turun maka Produk Domestik Bruto akan naik sedangkan investasi dan kurs Dollar Amerika berbanding positif terhadap Produk Domestik Bruto, apabila investasi meningkat dan kurs Rupiah menguat terhadap Dollar Amerika maka Produk Domestik Bruto akan mengalami kenaikan. Kata Kunci: Produk Domestik Bruto, Investasi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika. viii KATA PENGANTAR Dengan ucapan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh Investasi, Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia dan Kurs Dollar Amerika terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia Tahun 2000.12007.12. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memeperoleh gelar sarjana (S1) Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Jember.Dalam penulisan skripsi ini penulis telah banyak mendapatkan bantuan dan motivasi dari berbagai pihak, maka selayaknya penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada yang terhormat : 1. Ibu Drs. Sri Utami,SU sebagai Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahannya dalam menyelesaikan skripsi ini. 2. Ibu Dr. Lilis Yuliati, SE, Msi, selaku Dosen Pembimbing II yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, saran, kritik dan pengarahan dengan penuh kesabaran dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. Bapak Dr. M Fathorrazi, SE, M.Si, selaku Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Jember. 4. Bapak Drs. P. Edi Suswandi, MP, selaku dosen wali yang telah membantu memberi pengarahan dan bimbingan kepada penulis selama studi. 5. Bapak Prof. Dr. H. Sarwedi, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Jember. 6. Seluruh Bapak dan Ibu dosen beserta staf karyawan di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Jember serta Ruang Baca Fakultas Ekonomi dan Perpustakaan Pusat. 7. Ayahku Haryono dan Ibundaku Suryanti terima kasih atas semua kasih sayang, bimbingan dan panjatan doanya yang tak pernah berhenti mengalir. ix 8. Kakakku Riana, Neti, Dewi serta adikku Indah tersayang terima kasih untuk do’a, dukungan, kasih sayang, kerja keras, kesabarannya selama ini. 9. Seluruh teman-teman Jurusan Ilmu Ekonomi dan studi pembangunan kelas A dan kelas B yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, terima kasih semuanya. 10. Ustadz Ainur Rofiq sebagai murobbi saya terima kasih sudah mengizinkan menempati Ma’hadnya.Bu Zahra, terima kasih sudah merawat saya dan memperhatikan makan dan minum saya dan memberi kasih sayang layaknya ibu saya sendiri. 11. Teman-teman ma’had adik Amin, mas Very, Lusi, Umyana, Rini, Qorik, Rintis, Mas Eko, Warisman, Ananta serta adik kecil Sibgo, Haqi, Meri keceriaan dan senda-guraumu membuat penulis tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP negeri 2 Jember kelas VIII E dengan 31 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes berupa tiga soal PISA konten Space and Shape unit Shape yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Soal PISA dan pendoman penskoran yang digunakan adalah sebagai berikut : AMATI GAMBAR BERIKUT 1. Mana diantara gambar-gambar diatas yang memiliki daerah terluas. Apa alasanmu? 2. Jelaskan cara untuk memperkirakan luas gambar C 3. Jelaskan cara untuk memperkirakan keliling gambar C Pedoman Penskoran: Soal 1 Skor Penuh (1) : Bentuk B, didukung dengan penalaran yang masuk akal. B merupakan daerah terluas karena dua bangun yang lain akan dimuat di dalamnya. B. karena tidak memiliki lekukan di dalamnya yang mengurangi luas daerahnya. Sedangkan A dan C memiliki Gap/celah. B, karena merupakan lingkaran penuh, sedangkan bangun yang lain seperti lingkaran dengan beberapa bagian yang hilang, sehingga mengurangi luasnya. B, karena tidak memiliki daerah terbuka Dll. Tidak ada Skor (0): B, tanpa disertai alasan yang masuk akal Jawaban lain yang kurang masuk akal. Soal 2: Skor Penuh (2): Dengan cara yang masuk akal. Menggambar petak-petak yang memuat bangun tersebut dan menghitung petak yang menutupi bangun tersebut. Jika lebih dari setengahnya, maka petak tersebut dihitung satu petak Memotong bentuk tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mengatur potongan-potongan tersebut menjadi bentuk persegi/persegi panjang kemudian menhitung sisi-sisinya lalu menentukan luasnya. Membangun bentuk 3D dengan alas berdasarkan bentuk tersebut, dan mengisinya dengan air. Hitung volume air yang digunakan dan kedalaman air pada model. Luas dapat ditentukan dengan volume air dibagi kedalaman air pada model Dengan membagi bangun ke dalam beberapa bentuk bangun datar beraturan. Kemudian dihitung luasnya dan dijumlahkan. Dan alasan-alasan lain yang masuk akal Skor sebagian (1) : Membuat lingkaran yang memuat bentuk tersebut, kemudian mengurangkan luas lingkaran dengan luas diluar bentuk tersebut dalam lingkaran. Namun siswa tidak menyebutkan bagaimana untuk mengetahui luas daerah diluar bentuk tersebut dalam lingkaran. Alasan-alasan lain yang masuk akal, namun kurang detail atau kurang jelas. Tidak ada Skor (0): Jawaban lain yang kurang masuk akal. Soal 3: Skor Penuh (1): Dengan cara yang masuk akal. Rentangkan seutas tali pada pinggir bentuk tersebut, kemudian mengukur panjang tali yang digunakan. Potong bentuk tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, gabungkan bagian-bagian tersebut hingga membentuk garis, lalu tentukan panjangnya. Dan alasan-alasan lain yang masuk akal Tidak ada Skor (0): Jawaban lain yang kurang masuk akal. Sumber : diadaptasi dari Take The Test Sample Questions From OECD’s PISA Assesment. Selanjutnya, skor siswa yang didapat akan dimasukkan dan diolah dengan program komputer Ministep (Winstep Rasch) untuk mengestimasi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space yang diberikan berdasarkan analisis model Rasch. Soal 1 dan 3 menggunakan penskoran model dikotomus (Benar/Salah), sedangkan soal 2 menggunakan penskoran model politomus (Partial Credit Model). Skor mentah tersebut dikonversi menjadi nilai logit. Semakin tinggi nilai logit siswa dan lebih dari 0.0 logit mengindikasikan kemampuan siswa yang semakin tinggi. Semakin tinggi nilai logit soal dan lebih dari 0.0 logit mengindikasikan semakin tinggi tingkat kesulitan soal. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara keseluruhan skor siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space berbeda-beda Pada tabel 1 menampilkan skor mentah yang diperoleh siswa. Soal 1 mampu dijawab dengan benar oleh 17 siswa, soal 2 terdapat 2 siswa yang mampu menjawab dengan skor penuh, dan 6 siswa mampu menjawab dengan skor 1, sedangkan soal 3 terdapat 5 siswa yang mampu menjawab dengan benar Tabel 1. Skor Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Konten Shape and Space NAMA SOAL NAMA NO SOAL NO (KODE SISWA) 1 2 3 (KODE SISWA) 1 2 3 1 01AT 1 0 1 17 17MW 1 0 0 2 02AO 0 0 0 18 18NA 0 0 0 3 03AN 0 0 0 19 19NR 1 0 0 NAMA SOAL NAMA NO SOAL NO (KODE SISWA) 1 2 3 (KODE SISWA) 1 2 3 4 04CA 0 0 0 20 20NA 1 2 0 5 05EA 1 0 0 21 21NS 0 0 0 6 06FY 1 1 1 22 22RR 0 0 1 7 07IN 1 1 0 23 23RF 0 0 0 8 08IE 1 0 0 24 24RA 0 0 0 9 09JN 1 1 0 25 25RW 0 0 0 10 10KH 1 1 1 26 26RL 0 0 0 11 11KT 1 0 0 27 27SA 0 0 0 12 12MI 1 1 0 28 28TA 1 2 0 13 13MA 0 0 0 29 29VT 0 0 1 14 14MR 1 1 0 30 30ZN 1 0 0 15 15MR 1 0 0 31 31PA 1 0 0 16 16MS 0 0 0 Selanjutnya skor siswa dengan pemodelan Rasch diolah dengan menggunakan program komputer ministep (Winstep Rasch). Berikut ditampilkan hasil statistic dari analisis model Rasch: Gambar 1. Tampilan Summary Statistics hasil pengolahan data ministep. Tampilan summary statistics diatas memberikan info tentang kualitas responden/siswa secara keseluruhan dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Dari tampilan hasil pengolahan diatas diperoleh Person measure = – 0.10 logit dengan tidak mengikutsertakan Extrem Person (Responden/siswa yang mempuyai skor 0) yang kurang dari logit 0,0. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa kurang dalam menyelesaikan soal PISA konten shape and space yang diberikan. Dengan mengikutsertakan siswa dengan ekstrem skor tentunya nilai person measure akan semakin kecil yaitu – 1.52 logit. Semakin tinggi nilai logit diatas 0.0 logit, semakin tinggi kemampuan siswa. Gambar 2. Tampilan Item Measure hasil pengolahan data ministep. Dari gambar 2, soal no 2 mempunyai nilai logit tertinggi yaitu +1.47 logit ini menunjukkan soal no 2 merupakan soal yang paling sulit dijawab oleh siswa, soal no 3 mempunyai nilai logit = 1.40 logit, dan soal no 1 mempunyai nilai logit = -2.87 logit. Soal 2 dan 3, nilai logit keduanya lebih dari 0.0 logit menunjukkan kedua soal ini merupakan kategori soal sulit. Dari tabel 1 menunjukkan untuk soal no 2 hanya terdapat 2 siswa yang mampu menjawab dengan skor penuh, dan 6 siswa mampu menjawab dengan skor 1. Untuk soal no 3 hanya 5 siswa yang mampu menjawab dengan benar. Sedangkan soal 1 mempunyai nilai -2.87 logit yang kurang dari 0.0 logit menunjukkan soal yang relatif mudah dikerjakan siswa, dari 31 siswa terdapat 17 siswa yang mampu menjawab dengan benar. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh simpulan sebagai berikut : (1) Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten shape and space berdasarkan analisis model Rasch masih kurang. Rata-rata nilai logit siswa - 1,52 logit yang kurang dari 0.0 logit. (2) Dari ketiga soal yang diujikan, dua soal dikategorikan sebagai soal sulit, dan 1 soal relatif mudah dikerjakan siswa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti mengemukakan saran-saran sebagai berikut : (1) Bagi pendidik, siswa hendaknya sering diberikan soal-soal non rutin atau soal-soal pemecahan masalah seperti soal-soal PISA dalam pembelajaran matematika dikelas, baik sebagai tugas maupun ulangan harian. Hal ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. (2) Bagi peneliti lain, penggunaan Item Respon Theory (IRT) dalam hal ini Rasch Model dapat dijadikan alternatif dalam pengolahan data penelitian kuantitatif untuk mengatasi kelamahan teori tes klasik, karena Rasch Model telah memenuhi lima prinsip model pengukuran. DAFTAR PUSTAKA Aini, R.N. & Siswono, T.Y.E. 2014. Analisis Pemahaman Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar Pada PISA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika MATHEdunesa, vol 2, no 3, hal.158-164 BSNP Depdiknas.2006. Standar Isi Mata Pelajaran Matematika SD/MI dan SMP/MTs (Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006). Jakarta: BSNP Depdiknas OECD. 2013. PISA 2012 Results in Focus. www.oecd.org OECD.2009. Take The Test Sample Questions From OECD’s PISA Assesment. www.oecd.org OECD.2015. PISA 2015 Draft Mathematics Framework. www.oecd.org Setiawan, H.,Dafik., dan Lestari, S.D.N. 2014. Soal Matematika Dalam PISA Kaitannya Dengan Literasi Matematika Dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Prosiding Seminar Nasional Matematika, Universitas Jember, 19 November 2014, hal.244-251. Shiel, G et al.2007. PISA mathematics: a teacher’s guide. Dublin :Department of Education and Science. Sulastri, R., et al.2014. Kemampuan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah Menyelesaikan Soal PISA Most Difficult Level. Jurnal Didaktik Matematika, Vol. 1, No. 2, September 2014, hal.13-21. Sumintono, B. & Widhiarso, W.2014. Aplikasi Model Rasch Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Cimahi:Trim Komunikata Publishing House Wardhani, Sri dan Rumiyati. 2011. Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika SMP: Belajar dari PISA dan TIMSS. Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (156 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh model problem based learning (PBL) terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep laju reaksi
7
54
177
Hubungan konsep diri dan hasil belajar fisika siswa melalui pembelajaran inkuiri pada konsep tekanan
2
9
339
Pengaruh pendekatan konsep terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep laju reaksi
0
5
198
Pengaruh pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) terhadap hasil belajar fisika siswa (quasi eksperimen di SMP al-Fath Cirendeu)
0
11
234
Implementasi model problem-based learning untuk meningkatkan hasil belajar fisika pada konsep optik geometri
1
44
146
Pengaruh pendekatan contextual teaching and learning (CTL) terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep bunyi
2
12
149
Pengaruh pendekatan contextual teaching and learning terhadap hasil belajar siswa kelas 5 pada sistem pernapasan manusia
0
32
151
Pengaruh model learning cycle 5e terhadap hasil belajar siswa pada konsep sistem ekskresi
10
128
269
Pengaruh model pembelajaran learning cycle terhadap hasil belajar fisika pada konsep massa jenis (penelitian di SMP Islam Ruhama Pisangan-ciputat)
2
10
73
Pengaruh metode pemebelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep getaran dan gelombang
0
17
140
Pengaruh model inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep listrik dinamis
1
11
68
Pengaruh pendekatan accelerated learning terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep termodinamika
1
9
156
Pengaruh model guided discovery learning terhadap hasil belajar siswa SMA pada konsep gerak melingkar beraturan
1
17
0
Pengaruh pendekatan konstruktivisme terhadap hasil belajar siswa pada konsep tekanan
0
3
129
Pengaruh pendekatan contextual teaching and learning (ctl) melalui metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa
0
13
195
Show more