Pola komunikasi antara guru dan murid dalam kegiatan ekstra kurikuler di Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Andalusia Mampang Prapatan Jakarta Selatan

Gratis

1
27
63
2 years ago
Preview
Full text
POLA KOMUNIKASI ANTARA GURU DAN MURID DALAM KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DI PANTI ASIHAN YATIM PIATU AL-ANDALUSIA MAMPANG PRAPATAN JAKARTA SELATAN Di susun oleh : Muhammad Haris 104051001793 Dosen Pembimbing : Drs. Masranam. MA PROGRAM STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2008 ABSTRAK Komunikasi merupakan bagian central dari segala sesuatu kegiatan yang dilakukan sehari-hari kepada masyarakat, mulai dari perkantoran, pendidikan, pergaulan, penjualan dan lain-lain. Banyak prorblema-problema yang menyangkut golongan akan dapat ditelusuri, dalam hal tersebut terdapat komunikasi yang buruk karena kemacetan dan hambatan-hambatan komunikasi atau karena tidak ada komunikasi sama sekali. Berhasil tidaknya interaksi antara manusia, adalah sebagai akibat langsung dari kesanggupan atau tidak sanggupan kita untuk berkomunikasi. Pola komunikasi antara guru dan murid merupakan sebuah komunikasi yang begitu penting dalam menyampaikan pesannya kepada anak didik tersebut. Banyak sekali fenomena-fenomena yang terjadi disuatu yayasan maupun disekolah mengenai anak didik dalam berfikir dan bertindak lain dengan yang diajarkan oleh gurunya. Bahwasanya tujuan pendidik dalam kegiatan belajar-mengajar adalah untuk dapat mencerdaskan dan meningkatkan kualitas anak didik mereka. Maka hal itu dipermasalahkan dalam proses berkomunikasi yang disampaikan kepada anak didik. Atas hal tersebut maka timbullah beberapa masalah yang diangkat oleh penulis. Pertama, Bagaimana pola komunikasi antara guru dan murid dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakulikler?. Kedua, Faktor apa saja yang mendukung pola komunikasi dalam penyampaian materi ektrakulikuler aplikasi komputer?. Ketiga, Hambatan-hambatan apa saja yang ditemui guru dalam pola komunikasi penyampaian materi ekstrakulikuler aplikasi komputer?. Dalam pelaksanaannya, pola komunikasi yang diterapkan dalam kegiatan tersebut memakai pola bintang, dan komunikasi yang diterapkan dalam proses belajar-mengajar adalah komunikasi kelompok dan interpersonal. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat beberapa faktor penghambat dan pendukung. Faktor penghambat yang terjadi diantaranya adalah, faktor bahasa, psikologi, status, lingkungan (ketika tedapat suara-suara bising), faktor kemampuan dasar (ketika murid tidak mempunyai basic/skills) dan faktor pendukung diantaranya kelengkapan unit belajar yang memadai, lingkungan (ketika tidak terjadi suara-suara bising), faktor kemampuan dasar (ketika murid mempunyai basic/skills). Metode yang digunakan penulis dalam mencari data yang diperlukan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara menjelaskan dan memaparkan bagaimana penerapan pola komunikasi yang dilakukan dalam kegiatan ekstrakulikuler aplikasi komputer di Panti Asuhan Al-Andalusia. Pola komunikasi yang terjadi dalam kegiatan ekstrakulikuler di Panti Asuhan Al-Andalusia sudah tercipta dengan cukup baik, hal ini terbukti dengan banyaknya murid-murid yang aktif dalam kegiatan tersebut. DAFTAR ISI ABSTRAK . i DAFTAR ISI. ii KATA PENGANTAR. v BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. 1 B. Pembatasan dan Perumusan Masalah. 5 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian . 6 D. Metodelogi Penelitian . 7 E. Tinjauan Pustaka . 8 F. Sistematika Penulisan . 9 BAB II TINJAUAN TEORI POLA KOMUNIKASI DALAM PENGAJARAN A. Ruang Lingkup Komunikasi . 11 1. Pengertian Komunikasi . 12 2. Macam-macam Bentuk dan Pola Komunikasi. 15 3. Unsur-unsur Komunikasi . 22 B. Program Ekstrakulikuler . 27 1. Pengertian Program Ekstrakulikuler . 27 2. Tujuan Ekstrakulikuler. 29 BAB III GAMBARAN UMUM PANTI ASUHAN AL-ANDALUSIA A. Sejarah Berdirinya. 32 B. Visi dan Misi . 34 C. Tujuan Didirikan Yayasan Al-Andalusia. 34 D. Program Kegiatan dan Sarana Prasarana Yayasan Al-Andalusia . 35 1. Program Kegiatan . 35 2. Sarana Prasarana . 36 3. Program Ekstrakulikuler Aplikasi Komputer. 36 E. Struktur Organisasi . 38 BAB IV POLA KOMUNIKASI GURU DAN MURID PADA KEGIATAN EKSTRAKULIKULER APLIKASI KOMPUTER A. Penerapan Pola Komunikasi antara Guru dan Murid dalam Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakulikuler Aplikasi Komputer . 39 B. Faktor Pendukung dalam Pelaksanaan Ekstrakulikuler Aplikasi Komputer . 45 C. Faktor Penghambat dalam Pelaksanaan Ekstrakulikuler Aplikasi Komputer . 49 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan . 53 B. Saran. 56 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi adalah hubungan kontak antar manusia baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak, komunikasi adalah bagian dari kehidupan itu sendiri, karena manusia melakukan komunikasi dalam pergaulan dan kehidupannya 1 . Dan pada umumnya komunikasi merupakan aktifitas dasar manusia, dengan berkomunikasi melakukan sesuatu hubungan, karena manusia adalah makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri-sendiri melainkan satu sama lain saling membutuhkan. Hubungan individu yang satu dengan yang lainnya dapat dilakukan dengan berkomunikasi. Dengan komunikasi, manusia mencoba mengekspresikan keinginannya dan dengan komunikasi itu pula manusia melaksanakan kewajibannya 2 . Berbicara tentang komunikasi, Hafied Cangara dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi membagi tipe-tipe komunikasi ke dalam empat macam tipe, 1 H.A.W. Widjaya, Ilmu Komunikasi Pengantar Studi, (Jakarta : PT : Rineka Cipta, 2000), cet. ke-2, h.26 2 Toto Tasmora, Komunikasi Dakwah, (Jakarta : Gaga Media Pratama, 1997). Cet ke-2, h.6 pertama komunikasi intrapersonal (diri sendiri), kedua komunikasi Interpersonal (antar pribadi), ketiga komunikasi publik atau bisa disebut juga komunikasi kelompok dan keempat komunikasi massa. Pada dasarnya terdapat perbedaan antara komunikasi massa dan komunikasi antar pribadi, komunikasi massa memakai saluran-saluran media massa, sedangkan komunikasi antar pribadi menggunakan saluran-saluran yang bersifat pribadi 3 Dalam komunikasi interpersonal (antar pribadi) merupakan komunikasi tatap muka antara dua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapi secara langsung pula. Dalam setiap peristiwa komunikasi tidak terlepas dari unsur-unsur komunikasi, A.W. Widjaya dalam bukunya Komunikasi dan Hubungan Masyarakat mengatakan bahwa unsur-unsur komunikasi terdiri atas sumber (orang, lembaga, buku, dokumen, dan lain sebagainya), komunikator (orang, kelompok, surat kabar, radio, TV, film dan lain-lain) pesan (bisa melalui lisan, tatap muka langsung), saluran media umum dan media massa (media umum seperti radio, OHP, dan lain-lain, sedangkan media massa seperti pers, radio, film, dan TV), komunikan (orang, kelompok atau negara), efek atau pengaruh (perbedaan antara apa yang dirasakan atau apa yang dipikirkan, dan dilakukan 3 Wiryanto, Teori Komunikasi Massa, (Jakarta : PT Grasindo, 2000). Cet ke-1., h.,13 oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan) 4 . Efek atau pengaruh inilah yang merupakan tolak ukur berhasil atau tidaknya suatu proses komunikasi. Proses belajar mengajar belakangan ini juga tidak terlepas dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah banyak membawa murid-murid dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Faktor komunikasi juga memberikan respon yang sangat positif bagi perkembangan proses belajarmengajar, karena melalui pola komunikasi yang baik akan mengarah pada bentuk komunikasi yang baik dan mendiptakan suatu komunikasiyang efektif bagi komunikator dan komunikan. Faktor komunikasi itu sangat mendukung dalam perkembangan proses belajar mengajar, dengan adanya komunikasi yang baik dan efektif maka akan menimbulkan hasil yang positif. Komunikasi yang baik antara guru dan murid maka akan terciptnya proses belajar mengajar yang efektif, dengan demikian diperlukan konsepsi pola komunikasi antara guru dan murid agar bisa proses belajar mengajar yang efektif. Pada umumnya proses belajar mengajar merupakan suatu komunikasi tatap muka dengan kelompok yang relatif kecil, meskipun komunikasi antara guru dan murid dalam kelas itu termasuk komunikasi kelompok, sang guru bisa mengubahnya menjadi komunikasi interpersonal dengan menggunakan metode komunikasi dua arah atau dialog dimana guru menjadi komunikator dan murid 4 A.W. Widjaya, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, (Jakarta : Bumi Aksara, 1997), Cet., ke-3., h.,13 menjadi komunikan. Terjadi komunikasi dua arah ini ialah apabila para pelajar bersifat responsif, mengetengahkan pendapat atau mengajukan pertanyaan diminta atau tidak diminta. Jika si murid pasif saja, atau hanya mendengarkan tanpa adanya gairah untuk mengekpresikan suatu pernyataan atau pertanyaan, maka meskipun komunikasi itu bersifat tatap muka, tetaplah berlangsung satu arah dan tidak efektif 5 . Pada pola komunikasi, terkadang guru (komunikator) tidak dapat menyampaikan pesannya dengan sukses karena siswa (komunikan) sulit memahami apa-apa yang disampaikan oleh guru, sulitnya komunikan memahami pesan disebabkan dari berbagai kendala yang terjadi dalam komunikasi. Kendala tersebut dapat dihilangkan atau setidaknya dapat diminimalisasi jika komunikator memiliki kepekaan dalam menganalisis reaksi komunikan yang diekspresikan tidak secara lisan, tetapi terpancar melalui bahasa tubuhnya. Yayasan Al-Andalusia merupakan salah satu lembaga yang mempunyai peran penting dan befungsi sebagai media dalam mengembangkan bakat-bakat anak-anak panti asuhan dalam hal ekstrakulikuler, terdapat beberapa bidang yaitu, muhadoroh, aplikasi komputer, pancak silat, marawis dan rebana. Akan tetapi penulis hanya terfokus pada kegiatan eksatrakulikuler aplikasi komputer, karena pada zaman era globalisasi sistem komputasi sudah banyak diterapkan dalam berbagai macam bidang. 5 Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek (Bandung : Pt. Remaja Rosdakarya, 2005), Cet., ke-19 h.101-102 Dengan latar belakang tersebut penulis terdorong untuk menelusuri kembali pola komunikasi antara guru dan murid dalam kegiatan ekstrakulikuler aplikasi komputer di Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Andalusia Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Melihat fenomena diatas cukup penting sekali pola komunikasi guru dalam suatu kegiatan belajar mengajar, karena itu menggugah penulis untuk menggangkat permasalahan dengan judul : “Pola Komunikasi Antara Guru dan Murid Dalam Kegiatan Ekstrakulikuler di Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Andalusia Mampang Prapatan Jakarta Selatan” B. Pembatasan dan Perumusan Masalah Terkait dengan bagaimana pola komunikasi antara guru dan murid dalam kegiatan ekstrakulikuler maka agar peneliti lebih fokus, peneliti membatasi permasalahan hanya pada pola komunikasi yang terjadi dalam kegiatan ekstrakulikuler Aplikasi Komputer. Untuk memperjelas permasalahan dan mempermudah mencari data, maka penulis merumuskan pada pembahasan skripsi ini, yaitu : 1. Bagaimana pola komunikasi antara guru dan murid dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler, Aplikasi Komputer? 2. Faktor apa saja yang mendukung Pola Komunikasi dalam penyampaian materi ekstra kurikuler, Aplikasi Komputer? 3. Hambatan-hambatan apa saja yang ditemui guru dalam Pola Komunikasi penyampaian materi ekstra kurikuler, Aplikasi Komputer? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan diatas, maka peneliti ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Pola komunikasi yang terjadi antara guru dan murid dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler, Aplikasi Komputer. 2. Faktor-faktor yang mendukung penerapan Pola Komunikasi dalam penyampaian materi ekstra kurikuler, Aplikasi Komputer. 3. Hambatan-hambatan yang ditemui guru dalam penyampaian materi ekstra kurikuler, Aplikasi Komputer yang berkaitan dengan masalah Pola Komunikasi yang digunakannya. Adapun penelitian ini diharapakan dapat bermanfaat: 1. Secara Akademis, dapat menambah khazanah kepustakaan tentang pola komunikasi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2. Secara Praktis, dapat dijadikan acuan oleh para instruktur yang menyampaikan materi ekstra kurikuler Aplikasi Komputer. D. Metodelogi Penelitian Untuk memperoleh data sesuai dengan apa yang diperlukan maka metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Metode Penelitian Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif, yaitu metode penelitian yang dihasilkan dari suatu data-data yang dikumpulkan dan berupaka kata-kata, dan merupakan suatu penelitian alamiah. Bogdan dan Taylor mendefinisikan metodelogi kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang atau perilaku yang dapat diamati 6 . 2. Subjek dan Obyek Penelitian Yang menjadi subjek penelitian ini adalah guru atau intstruktur yang mengajar pada bidang ekstrakulikuler aplikasi komputer di panti asuhan Al-Andalusia dengan jumlah guru sebanyak 2 orang dan jumlah murid sebanyak 58 orang. Sedangkan yang menjadi objek penelitian dalam skripsi ini adalah pola komunikasi yang digunakan dalam kegiatan ekstrakulikuler khususnya pada bidang aplikasi komputer. 3. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi Observasi merupakan salah satu cara penelitian pada ilmu-ilmu sosial, cara ini bisa hemat biaya dan dapat dilakukan oleh seorang individu dengan menggunakan mata sebagai alat melihat data serta menilai keadaan lingkungan yang dilihat. Observasi atau pengamatan langsung, 6 Lexi. J. Maleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 1999), cet. ke-10, h.3 mengamati dan mendengarkan dalam rangka memahami, mencari jawaban dan mencari bukti atas bagaimana pola komunikasi yang terjadi dalam kegiatan ekstrakulikuler Aplikasi Komputer di panti asuhan AlAndalusia. b. Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu untuk mendapatkan data yang konkret dari hasil pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. 7 Dalam wawancara ini dilakukan penulis untuk mengumpulkan data-data dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada guru ekstrakulikuler aplikasi komputer, tentang faktorfaktor pendukung maupun penghambat dalam pengajaran ekstra kurikuler Aplikasi Komputer. 4. Analisis Data Setelah data yang diperlukan terkumpul, langkah selanjutnya adalah menyusun data secara sistematis sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dalam melakukan analisis data penulis menggunakan metode deskriptif, yaitu teknik analisis data dimana penulis terlebih dahulu memaparkan semua data yang diperoleh mengenai kondisi panti asuhan Al- 7 Lexi. J. Maleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2001), cet. ke-15, h.3 Andalusia kemudian mendeskripsikan temuan-temuan yang ada dengan berpedoman pada sumber tertulis. E. Tinjauan Pustaka 1. Pola Komunikasi Dalam Pembinaan Keagamaan di Panti Sosial Bina Laras 04 Cipayung Jakarta Timur. Karya Asrul Muharram tahun 2007. penelitian ini menemukan pola komunikasi yang terjalin antara pembina (pengajar) dengan para peserta binaan di Panti Sosial Bina Laras 04 Cipayung Jakarta Timur. 2. Pola Komunikasi Da’i dan Mad’u di Majlis Dzikir Susilo Bambang Yudhoyono Narussalam. Karya Umar Kalake tahun 2007. Penelitian ini menemukan pola komunikasi antara da’i dan mad’u yang dilakukan di Majlis Susilo Bambang Yudhoyono Narussalam. Secara umum pembahasan pokok penelitian ini adalah sama yaitu mengenai hal pola komunikasi. Namun yang membedakan dalam penelitian ini adalah subjek, objek dan bagaimana cara penelitian itu dilakukan. Kelebihan penelitian ini adalah menerangkan bagaimana pola komunikasi yang terjadi dalam pelaksanaan tersebut secara garis koordinasi. F. Sistematika Penulisan Penyusunan dalam skripsi ini terdiri dalam lima Bab penyusunan sebagai berikut : Penyusunan dalam skripsi ini terdiri dalam lima Bab penyusunan sebagai berikut : BAB I : Pendahuluan Berisi kerangka umum penulisan skripsi, yaitu : Latar belakang masalah, Pembatasan dan perumusan masalah, Tujuan dan manfaat penelitian, Metodelogi penelitian dan Sistematika penulisan BAB II : Tinjauan Teori Pola Komunikasi Dalam Pengajaran, mengenai ruang kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (63 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Harga Diri Remaja Yatim Piatu
6
53
126
Pola komunikasi guru agama dalam pembinaan akhlak siswa negeri I Pasuruan
13
65
86
Komunikasi antara guru dan siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di SMAN 74 Jakarta
2
9
91
Bentuk komunikasi antara guru agama dan orangtua dalam membantu pembelajaran agama di SDI al Izhar pondok Labu
0
4
82
Pola komunikasi guru agama tehadap siswa dalam pembinaan ibadah di SMP al Syukro Ciputat
1
5
121
Korelasi minat belajar al-Qur'an Hadis dengan prestasi belajar siswa MTS al-Khairiyah Mampang Prapatan Jakarta Selatan
0
3
108
Korelasi antara pemahaman terhadap al-Quran dengan prestasi belajar siswa dalam bidang studi al-qur'an hadits di MTS al-Khairiyah kelas VII Mampang Jakarta Selatan
0
41
80
Hubungan antara efektivitas komunikasi kepala sekolah dengan peningkatan motivasi kerja guru di MA Darul Ma'arif Cipete Jakarta Selatan
0
7
72
Pola komunikasi pengurus Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) dalam kegiatan mentoring di SMA Negeri 5 Depok
0
9
130
Pola komunikasi antara guru dan murid dalam kegiatan ekstra kurikuler di Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Andalusia Mampang Prapatan Jakarta Selatan
1
27
63
Pola komunikasi guru dan murid dalam mengenalkan kalimat thayyibah pada paud amanah di Benda Tangerang
1
6
67
Komunikasi antarpribadi antara guru dan murid dalam memotivasi belajar di Sekolah Dasar Annajah Jakarta
15
80
92
Metode hipnoterapi pada penanganan anak phobia di Tranzcare Mampang Prapatan Jakarta Selatan
6
92
104
Pola komunikasi antara kiai dan santri dalam metode pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Ishlah Buncit Raya, Jakarta Selatan
1
9
105
Pola komunikasi guru dan murid pada lembaga bimbingan belajar Bintang Pelajaran
0
7
86
Show more