Strategi pengembangan wisata alam taman nasional Gunung Gede Pangrango Cibodas - Cianjur Jawa Barat

Gratis

4
65
106
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Sebagai mahluk ciptaan-Nya yang dhoif dan tak lepas dari kesalahan, penulis memohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan yang terdapatdalam skripsi ini. Para staff kantor dan karyawan Balai Taman Nasional gunung Gede Pangrango atas kerjasamanya dan telah membantu dalam penelitian.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Pengembangan usaha agrowisata membutuhkan manajemen yang prima, sementara agrowisata salah satu cabangkegiatan ekowisata yang saat ini menjadi alternatif pilihan bagi wisatawan dalam berwisata yaitu dengan memanfatkan usaha agro (agribisnis) sebagai obyek wisatadengan memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi, dan hubungan usaha di bidang pertanian, sedangkan Ekowisata merupakan kegiatan wisata yang menaruhbesar terhadap kelestarian sumberdaya pariwisata (Janianton, 2006:37). Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, melihat banyaknya potensi yang dimilikiTNGP serta wisatawan yang berkunjung baik dari Dalam Negeri dan Luar Negeri, penelitian ini akan mengangkat tiga pertanyaan yang berkaitan dengan TamanNasional Gunung Gede Pangrango yaitu : 1.

1.4. Manfaat Penelitian

  Memberikan masukan kepada pemerintah daerah khususnya Dinas Parawisata dan Departemen Kehutanan untuk dapat memperbaiki dan menambah fasilitassarana dan prasarana agar dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang pada akhirnya dapatmeningkatkan pendapatan Negara dan Daerah setempat. Dapat di jadikan bahan untuk penelitian selanjutnya serta untuk peneliti agar dapat membandingkan dengan teori dan juga menambah pengetahuan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori

2.1.1. Pariwisata dan Ekowisata

  Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkaitdi bidang tersebut, sedangkan kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaran pariwisata, ( Depar Postel, 1990 ). Hunziker dan Krapt (1989) dalam Khodyat (1996:3), merumuskan bahwa pariwisata keseluruhan fenomena (gejala) dan hubungan-hubungan yangditimbulkan oleh perjalanan dan persinggahan manusia diluar tempat tinggalnya, dengan maksud bukan tinggal menetap (ditempat yang disinggahinya) dan tidakberkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan yang menghasilkan upah.

2.1.2. Ekowisata

  Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang mengadopsi prinsip- prinsip pariwisata, yang membedakannya dengan wisata lain :a. Melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan, pengembangan, dan pengelolaan wisata serta memberikan sumbangan positif terhadapkesejahteraan mereka.

2.1.3. Obyek dan Daya Tarik Wisata

  Obyek dan daya tarik wisata ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang berwujud keindahan alam serta flora dan fauna. Obyek dan daya tarik wisata hasil karya manusia yang berwujud museum, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni budaya, wisata agro,wisata tirta, wisata buru, wisata petualangan alam, taman rekreasi dan tempat hiburan, (Depar Postel, 1990).

2.1.4. Kepariwisataan Alam

  Wisata alam adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela dan bersifat sementara untuk menikmati gejalakeunikan dan keindahan alam taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam. Berdasarkan PP No.18 Tahun 1994 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Zona Pemanfaatan Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman WisataAlam pada Bab I, Pasal I, parawisata alam didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata alam termasuk pengusahaan obyek dan dayatarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut.

2.1.5. Taman Wisata

  Taman wisata dapat berbentuk hutan alam ataupun hutan tanaman, faktor yang paling penting adalah daya tariknya untuk kebanyakan pengunjungbaik karena panoramanya, kesejukan udara atau keindahan yang lain, keragaman sarana untuk berbagai kebutuhan olahraga alam seperti hiking, camping, surfingatau water skiing dan lain-lain. Tingkat pembukaan wilayah terutama dibagian-bagian wilayah yang tidak rentan-ekologi dapat diperbesar agar dapat dijangkau oleh pengunjung yang inginmenikmati keindahan alamnya, untuk bagian wilayah yang akan dikembangkan untuk olah raga hiking atau mendaki gunung cukup dengan jalan-jalan setapak,lokasi untuk pelayanan camping perlu ditentukan wilayah yang dekat dengan sumber air dan tidak peka kebakaran.

2.1.6. Pengembangan Wisata Alam

  Pada dasarnya, pengembangan kepariwisataan di suatu tempat dimaksudkan untuk Menurut pendapat Sulthoni (2000:8), taman wisata adalah merupakan kawasan rekreasi yang terbuka untuk umum tanpa adanya persyaratan yang harusdipenuhi oleh para pengunjung dan diperuntukan semua umur. PerishableAtraksi alam tertentu hanya dapat dilihat dan dinikmati pada waktu-waktu tertentu saja dan tidak dapat terulang lagi atau dapat dinikmati kembalitetapi dalam jangka waktu yang panjang.

2.1.7. Manajemen Strategi

  Manajeman strategi didefinisikan sebagai sekumpulan keputusan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan(implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan, (Pearce dan Robinson dalam Atikah, 1997:20). Sedangkan menurutJauch dan Glueck (1988:6), merumuskan manajemen strategi adalah sejumlah Definisi lain mengartikan manajemen stratregi selalu berorientasi tindakan pergerakan sepanjang waktu dan kegiatan yang terus berjalan, meresponperubahan yang terjadi pada lingkungan bisnisnya, ( David, 2004:5 ).

2.1.7.1. Proses Manajemen Strategi

  Perumusan Strategi Dalam merumuskan suatu strategi diperlukan input berupa faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamanyang selanjutmya akan dirumuskan menggunakan matriks I-E (Internal- Eksternal ), matriks SWOT (Strength, Weakness, Opportunities dan Threats) serta QSPM ( Quantitave Strategic Planning Matriks ). Matriks I-E ( Internal – Eksternal ) Matriks I–E merupakan gabungan dari lingkungan internal dan eksternal yang berisikan sembilan sel lengkap dengan strateginya yang memperlihatkankombinasi dari matriks IFE dan EFE matriks I-E juga dapat digunakan untuk mengetahui posisi perusahaan dengan berdasarkan pada total skor internal daneksternal ( Wheelen dalam Rangkuti, 2000 :137 ).

2.1.7.8. Quantitave Strategic Planning Matiks ( QSPM )

  QSPM adalah alat yang memungkinkan penyusun strategi untuk mengevaluasi alternatif strategi secara obyektif, berdasarkan faktor internal daneksternal yang telah diidentifikasi sebelumnya. Tekhnik ini secara obyektif mengindikasikan alternatif strategi mana yang terbaik, QSPM merupakan tahap ketiga dalam merumuskan strategi yang akan menghasilkan skala prioritas yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan kemampuan dari suatu perusahaan, (David2004 :308).

2.2. Penelitian Terdahulu

  Widagti (2003), dalam penelitiannya dengan judul Pengembangan Wisata Alam Di Taman Wisata Alam Plawangan TurgoKaliurang –Yogyakarta, menganalisis lingkungan internal dan eksternal dalam Sedangkan Rahayu (2004), dengan judul Analisis Strategi PengembanganWisata Agro Taman Buah Mekarsari Bogor. Faktor strategi internal dan eksternal dalam matriks IFE dan EFE, dari kombinasi matriks EFE dan IFE dalam matriks IE memposisikan Taman Buah Mekarsari pada sel V pertahankan dan pelihara(hold and mainten).

2.3. Kerangka Pemikiran Konseptual

  Setelah mengetahui perumusan visi dan misinya, maka akan dilakukan analisa terhadaplingkungan internal dan eksternal yang telah diidentifikasi menjadi faktor-faktor peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. Setelah teridentifikasi akan dirumumuskan alternatif strategi dengan QSPM, penyusunstrategi untuk mengevaluasi alternatif strategi secara obyektif berdasarkan faktor internal dan eksternal yang telah diidentifikasi sebelumnya.

BAB II I METODE PENELITIAN Visi dan Misi Wisata Alam Taman Nasional Gn. Gede-Pangrango Analisis Faktor Eksternal dan Internal Perusahaan Faktor Eksternal Lingkungan umum :

  Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif, baik berupa data primer maupun sekunder yang diperoleh dari sumberinternal maupun eksternal perusahaan. b) Rencana-rencana pengembangan, kebijakan-kebijakan yang berlaku dalam pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango terutama yangberkaitan dengan pariwisata alam, kegiatan-kegiatan wisata alam yang dilaksanakan, permasalahan yang dihadapi dan solusi yang diupayakan.

3.4.1. Analisis Matriks EFE dan Matriks IFE

  Matriks EFE dapat membantu mengambil keputusan dalam meringkas dan mengevaluasi informasipolitik, ekonomi, sosisal, budaya, demografi, lingkungan dan teknologi (PEST). Sedangkan matriks IFE meringkas danmengevaluasi kekuatan dan kelemahan dalam berbagai bidang fungsional dari suatu usaha yang terdiri dari fungsi manajemen, keuangan, produksi, dan operasi,sumber daya manusia, pemasaran dan sistem informasi manajemen.

3.4.2. Analisis Matriks Internal – Eksternal ( Matriks I-E ) Matriks I-E merupakan perpaduan faktor strategis antara IFE dan EFE

  Matriks Internal – Eksternal (I-E)Sumber : Rangkuti (2000 :151) Matriks Internal dan Eksternal (I-E) dapat dibagi tiga bagian utama yang mempunyai implikasi strategi yang berbeda. Kedua, meliputi bagian sel III, V dan VIII strategi yang Ketiga, meliputi bagian sel VI, VII dan IX adalah bagian panen atau divestasi (harvest and divest ), ( David, 2002 : 196 ).

3.4.3. Analisis Matriks SWOT

  Matriks SWOT merupakan alat pencocokan yang penting guna membantu pengambil keputusan dalam mengembangkan suatu perusahaan dan terdapatempat tipe strategi : Strategi SO, Strategi WO, Strategi ST dan Strategi WT. Data dan informasi yang digunakan oleh masing-masing strategi ini diperoleh darimatriks IFE dan EFE.

3.4.4. Matriks Quantitave Strategic Planning ( QSPM )

  Matriks QSPM merupakan alat untuk mengevaluasi strategi berdasarkan alternatif secara obyektif yang didapat dari ananlisis SWOT berdasarkan padafaktor – faktor lingkungan internal dan eksternal yang dikenali sebelumnya. Memberikan bobot untuk setiap faktor eksternal dan internal, bobot ini identik dengan yang dipakai dalam matriks EFE dan IFE.

3.5. Definisi Operasional

  Wisata Alam adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan secara sukarela dan bersifat sementara untuk menikmati fenomena alam dan keindahan alam tamannasional, taman hutan raya. Manajemen strategi merupakan rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantanganlingkungan yang dirancang untuk tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat.

4.1. Sejarah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

  Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) sebagai kawasan pelestarian memiliki tugas dan fungsi utama didalam melindungi sistempenyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati dan menyediakan sumber daya alam hayati untuk pemanfaaatan secara berkelanjutan. Kawasan inimemiliki sumber daya hutan yang relatif masih terjaga dengan baik serta menjadi harapan dan benteng terakhir keberadaan hutan di Jawa Barat.

4.2. Keadaan Umum Kawasan

  Secara geogarafis TNGP terletak antara 106º 51' -107º 02' BT dan 60º 41'-6º51' LS dan secara administratif pemerintahan, wilayah TNGP mencakup 3 (tiga) kabupaten, yaitu: 1. Sebelah Barat : Wilayah Kabupaten Sukabumi dan Bogor.

4.2.1. Aksesibilitas

  Geologi dan Vulkanologi Gunung Gede dan Gunung Pangrango merupakan bagian rangkaian gunung berapi yang membujur dari Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara, terbentuk sebagaiakibat pergerakan lapisan kulit bumi secara terus menerus selama periode kuarter, sekitar 3 juta tahun lalu, dan dalam skala waktu geologi kedua gunung termasukkedalam golongan gunung muda. Jenis tanah yang mendominasi kawasan TNGP adalah latosol coklat, asosiasi andosol, coklat dan regosol, kompleks regosolkelabu dan litosol, abu pasir, tuf dan batuan vulkan intermedier sampai dengan basis.

4.2.3.3. Hidrologi

  Kawasan TNGP merupakan hulu dari DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum dan DAS Citanduy (Bogor). Data keadaan hidrologi kawasan TNGP pada Tabel 8.berikut.

4.3. Tipe Ekosistem dan Flora

  Ekosistem hutanSub Montana dan Montana memiliki keaneka ragaman hayati vegetasi yang tinggi dengan pohon-pohon besar, tinggi dan memiliki 3 strata tajuk. Vegetasi tipe ekosistem Sub Alpin memiliki strata tajuk sederhana dan yang pendek disusun oleh jenis-jenis pohon kecil (kerdil), dengan tumbuhan bawahyang tidak terlalu rapat.

4.4. Potensi Kawasan dan Sarana Pendukung

  Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) memiliki pesona dan rahasia alam yang menarik minat setiap orang untuk datang dan melihat dikarenakansumber daya alam yang khas dan unik baik itu berupa tumbuhan, satwa, ekosistem dan gejala alamnya yang masih utuh dan asli. Kekayaan dan suasana Obyek unik lainnya yang terdapat didalam kawasan ini adalah danau dan rawa pegunungan dengan lokasi antara lain Danau Situgunung di Sukabumi,Telaga Biru di Cibodas, Rawa Gayonggong dan Rawa Denok di Cibodas, dengan sumber air panas yang dijumpai dikawasan ini berlokasi di blok air panas (jalurpendakian pintu Cibodas) dan Rawa Denok.

4.5. Visi dan Misi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

  Pemantapan SDAHE secara optimal berbasis ekowisata dan jasa lingkungan yang menunjang PNBP dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Penguatan kelembagaan dan pengembangan kemitraan melalui kepedulian dan peran aktif masyarakat dibidang Konservasi SDHE.

4.6. Sumber Daya Manusia Dan Struktur Organisasi TNGP

  Kepala Balai : Mempunyai tugas pokok mengkoordinir penyusunan rencana, program dan evaluasi, pengelolaan taman nasional, pengawetan danpemanfaatan secara lestari taman nasional, perlindungan, pengamanan dan penanggulangan kebakaran taman nasional, promosi dan informasi, bina wisatadan cinta alam, serta penyuluhan konservasi sumber daya alam dan hayati dan ekosistemnya, kerjasama pengelolaan taman nasional, pelaksanaan urusan tatausaha dan rumah tangga. Pengumudi/ Juru Mudi Kapal mempunyai tugas mempersiapkan dan mengemudikan kendaraan dinas darat dan air sesuia kebutuhan dan keperluanserta mengamankan dan merawat kendaraan dinas darat dan air.

BAB V IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL

5.1. Identifikasi Faktor Internal

  Identifikasi faktor-faktor internal perlu dilakukan intuk mengetahui sisi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Taman Nasional Gunung Gede Pangrango( TNGP ). Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi Internalperusahaan yaitu sumberdaya manusia, pemasaran, produksi dan operasi, keuangan, penelitian dan pengembangan sistem informasi manajemen.

5.1.1. Sumber Daya Manusia

  Tetapi pada kondisidimasyrakat Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ( TNGP ) harus melakukan kegiatan promosi secara intensif, artinya masih banyak parapengunjung atau masyarakat sekitar kawasan yang tidak mengerti dengan hutan konservasi, sehingga perambahan hutan dan pencurian kayu masih sering terjadi,selain digunakan sebagai kegiatan berwisata, penelitian dan pendidikan lingkungan. Berbagai media informasi dapat digunakan untuk mempromosikankegiatan wisata yang berbasis lingkungan hidup dan pelestarian hutan, dan membuat paket wisata dan tiket terusan kepada perusahaan sejenis.

5.1.4. Penelitian Dan Pengembangan

  Pengelolaan yang baik akan mampu meningkatkan konsep wisata alam yang produktif dengan perkembangan industri. Untuk pengembanganekowisata ini memburuhkan sumber daya manusia yang berbekal pendidikan khusus, kemampuan pihak manajemen dalam menetapkan target sasaran danmenyediakan serta menyajikan paket-paket wisata sesuai dengan potensi yang dimiliki serta promosi yang terus menerus yang pada akhirnya masyarakat sadarakan hutan konservasi.

5.1.5. Keuangan

  Yang bertanggung jawab terhadap Sistem Akutansi Internal (SAI) menyangkut danaarus masuk dan keluar, dalam mengemban fungsi pelaporan keuangan maka pelaksanaan SAI didukung dengan sistem pelaporan secara manual yangmemberikan informasi keuangan dan fisik secara rinci, menurut komponen anggaran belanja masing-masing Mata Anggran Kegiatan (MAK) pada setiappenggunaan dan jenis kegiatan masuk kedalam Daftar Isian PenggunaanAnggraran (DIPA). Permasalahan tersebut tidak menghambat pengembangan wisata alam TNGP modal awal untuk operasional didapat darikunjungan wisata TNGP itu sendiri, dengan demikian sumber pemasukan TamanNasional Gunung Gede Pangrango dan negara Pendapatan Negara Bukan Pajak(PNBP) terbesar berasal dari penjualan tiket masuk kunjungan wisata alamTaman Nasional Gunung Gede pangrango.

5.1.6. Sistem Informasi Manajemen

  Wisata alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dalam kegiatan opersionalnya sudah didukung sistem informasi yang berbasis komputer. Sebagai sarana promosi, saat ini Wisata Alam TamanNasional Gunung Gede Pangrango mempunyai situs website di www.tngp.or.id dan E-mail: tngp @ tngp.or.id dan faximili 0263-0519415.

5.2. Identifikasi Faktor-FaktorEksternal

  Identifikasi faktor eksternal yang menggambarkan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk pengembangan Wisata Alam TamanNasional Gunung Gede Pangrango dan ancaman apa saja yang harus dihindari. Aspek-aspek faktoreksternal perusahaan dapat dikelompokan menjadi dua bagian utama, yaitu Lingkungan Umum dan Lingkungan Industri.

5.2.1. Lingkungan Umum

Lingkungan umum terdiri dari aspek politik dan keamanan, ekonomi, sosoial masyarakat, dan teknologi.

5.2.1.1. Politik

  Tantangan dan ancaman kelestarian kawasanWisata Alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango semakin berat, gejala ini terlihat dengan masih adanya gangguan terhadap kawasan Wisata Alam TamanNasional Gunung Gede Pangrango seperti, perambahan kawasan hutan, pengambilan kayu bakar, pengarangan, perburuan liar yang dilakukan olehmasyarakat sekitar kawasan wisata. Disaat musim liburan dan hari Raya tiba, dengan adanya kgiatan wisata alam ini sangat membatu dan mendapatkan pendapatan lebih bagimasyarakat sekitar kawasan Wisata Alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

5.2.1.4. Teknologi

  Pemanfaatan teknologi terhadap pengembangan wisata alam TNGP sudah mulai diterapkan, terutama untuk teknologi informasi dan pemetaan wilayahmenggunakan GPS, sistem pemesanan ijin masuk kawasan wisata (booking) bisa melalaui internet,mesin faximili dan telepon. Dengan pembaharuan teknologi, maka peluang untuk sarana promosi pengembangan TNGP akan mudahuntuk mencapai sasarannya.

5.2.2. Lingkungan Industri

Lingkungan industri terdiri dari aspek konsumen, pesaing, hambatan masuk bagi pendatang baru dan ancaman produk subsitusi.

5.2.2.1. Konsumen

  Pesaing Persaingan dalam usaha pariwisata berbentuk persaingan harga dan pengenalan produk baru, namun persaingan di sekitar kawasan Wisata TNGPseperti Kebun Raya Cibodas dan Bumi Perkemahan Mandalawangi tidak begitu signifikan. Dikarenakan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mempunyaiciri khas tersendiri dengan primadona pucak Gunung Gede Pangrango dan barbagai macam jenis tumbuhan dan faunanya.

5.2.2.4. Ancaman Produk Subsitusi

  Dalam kegiatan industri pariwisata terdapat perusahan-perusahaan pesaing dan usaha sejenis maupun produk subsitusi. Kegiatan agrowisata tidak hanya sebatas kegiatan pertanian yang menjual daya tarik akan keindahannya namun kegiatan seperti kegiatan pengenalanlingkungan dialam terbuka dan permainan outbond.

5.3. Identifikasi Kekuatan Dan Kelemahan, Serta Peluang dan Ancaman Perusahaan

  Identifikasi terhadap faktor internal dan eksternal perusahaan dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman perusahaan. Hasil identifikasi kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan ancaman digunakan untuk menyusun matrik IFE ( Internal Faktor Evaluation ) dan matriks EFE (External Faktor Evaluation ).

5.3.1. Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan

  Berdasarkan identifikasi dari kondisi internal Wisata Alam TamanNasional Gunung Gede Pangrango informasi mengenai kekuatan dan kelemahan yang dapat dilihat secara ringkas pada Tabel 11. Kekuatan Dan Kelemahan Wisata Alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

FAKTOR-FAKTOR STRATEGIS INTERNAL

  Sistem Pencatat Keuangan 5 Penyuluhan dan Pembinaan hutan 5. (Adanya variasi produk )Menawarkan Produk WisataLainnya,Yaitu Budidaya TanamanHias dan Tanaman Obat 9.

5.3.2. Identifikasi Peluang dan Ancaman

  Berdasarkan identifikasi dari kondisi eksternal Wisata Alam TamanNasional Gunung Gede Pangrango diperoleh mengenai peluang dan ancaman yang dapat dilihat pada Tabel 12. Kenaikan Harga Dasar Tarif dikawasan Wisata Telepon, Listrik dan BBM 3.

6.1. Tahap Pemasukan

  Setelah diketahui informasi dari hasil identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal serta pengamatan secara langsung maka diperoleh faktor-faktor kuncikekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang usaha. Berdasarkan informasi tersebut, maka dapat masukan kedalam matriks IFE dan EFE.

6.1.1. Matriks IFE ( Internal Faktor Evaluation )

  Setelah disebarkan kuisioner yang berisi faktor-faktor kekuatan dan kelemahan kepada sembilan orang responden yang memiliki kemampuan dan kapasitas dalam menyusun strategi serta dilakukanpembobotan dengan menggunakan metode Paired Comaprison maka diperoleh bobot dari masing-masing variabel internal. Kondisi Keuangan Perusahaan Total 1.000 2,931 Berdasarkan hasil perhitungan matriks IFE untuk Wisata Alam TamanNasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) yang menjadi kekuatan utama wisata alam ini adalah lokasi yang mudah di tempuh dengan total nilai 0.269, diikutipelayanan karyawan terhadap pengunjung dengan total nilai 0.268, dan tarif masuk kawasan wisata yang cukup murah ditambah asuransi jiwa dengan totalnilai 0.241.

6.1.2. Matriks EFE ( Eksternal Faktor Evaluation )

  Pada proses identifikasi terhadap factor-faktor strategis eksternal WisataAlam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango diperoleh peluang (Opportunities) dan ancaman (Threat) yang dihadapi perusahaan dan berpengaruh terhadap pengembangan usaha. Secara keseluruhan skor bobot yang dihasilkan pada matriks EFE menunjukan 2.546 diatas rata-rata ( 2.50 ) yang artinya bahwa Wisata AlamAtaman Nasional Gunung Gede Pangrango dapat memanfatkan peluang eksternal untuk mengurangi ancaman yang dihadapi.

6.2. Tahap Pemaduan

  Setelah faktor-faktor kritis diperoleh dari proses analisis matriks IFE yang memberikan gambaran tentang kekuatan dan kelemahan yang dimiliki dan matriksEFE yang menggambarkan tentang kondisi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh Wisata Alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dalam menjalankanoperasionalnya kemudian perusahaan dapat melakukan tahap pemaduan. Alat analisis yang digunakan adalam matriks I-E ( Internal dan Eksternal ) dan matriksSWOT ( Stenght, Weakness, Opportunities dan Threat ).

6.2.1. Matriks I-E ( Internal Eksternal) Perusahaan

  Matriks I-E ( Internal dan Eksternal )Penggunaan alat matriks I-E ( internal dan Eksternal ) dapat diketahui posisi perusahaan saat ini. Berdasarkan hasil yang diperoleh analisisi matriks IFEdan EFE, total skor bobot IFE sebesar 2.931 dan EFE sebesar 2.546 menempatkanWisata Alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango berada pada kuadran V maka, strategi yang dapat dilakasanakan pada sel V adalah Hold and Mantain(pertahankan dan pelihara), yaitu dengan melaksanakan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.

6.2.2. Matriks SWOT ( Strenght, Weakness, Opportunities, Threats )

  analisis ini menggunakan data yang telah diperoleh dari matriks IFE dan EFE. Meningkatkan pelayanan dan SDM baik dari segi keamanan dan 1.

6.2.3. Tahap Pemilihan Strategi

  Mengadakan kerjasama antar instansi pemerintah dan 6.165 perusahaan sejenis dalam kegiatan yang sifatnya 88 4 Meningkatkan pelayanan dan kulitas SDM baik dari segi 6.063 keamanan dan kenyamanan demi tercapainya tingkat kepuasankonsumen seperti menawarkan produk baru pada setiap produk wisata 5. Untuk mendukung pengembangan Wisata Alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada zona pemanfaatan, secara bertahap karena pembangunan sarana dan prasarana inidiatur dalam keputusan Menteri Kehutanan Nomor :167/kpts-II/94 tentang sarana dan prasarana pengusahaan pariwisata alam di kawasan pelestarian alam tetapi dibandingkansarana dan prasarana yang ada belum memadai.

BAB VI I KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan

  Kondisi Eksternal yang menjadi peluang adalah : dukungan dari pemerintah daerah setempat dan lembaga sosial, adanya kerjasama antar pesaing dikawasan wisata, perkembanganteknologi dan informasi, keberadaan pedagang jasa maupun barang disekitar kawasan wisata, tradisi dan budaya masyarakat sekitar, kondisi perekonomian yang baik dapat meningkatkan permintaanpengunjung terhadap rekreasi. Kekuatan dalam memanfaatkan peluang yang ada (SO) yaitu mengembangkan potensi yang dimiliki perusahaan dan tetap mempertahankankonsep wisata yang sudah ada, mengoptimalkan sistem informasi baik dalam opersasional maupun promosi, mengadakan kerjasama antar instansi pemerintah dan perusahaan sejenis dalam kegiatanyang sifatnya mempromosikan variasasi produk baru.

7.2. Saran

  Tetap menjaga kebersihan sarana dan prasarana seperti MCK, pagar pengaman, papan informasi, rambu-rambu/ papan petunjuk, shelter, pondok wisata, perlengkapan wisma tamu,mushola, camping ground dan mengembangkan konsep wisata yang sesuai dengan standard internasional namun tetap menjaga keutuhan kawasan TNGP sebagai daerah hutankonservasi dan pendidikan termasuk fasilitas akomodasi. Agar kawasan TNGP tetap terjaga keutuhannya, perlu komitmen bersamaantara pemerintah daerah setempat dan pengelola TNGP untuk duduk bersama membicarakan dan menjaga agar kawasan Wisata Alam ini perlu dijaga kelestariannyamelalui peran serta masyarakat dan penegakan hukum secara konsisten dan konsekuen.

2. Contoh :

  Jika Kemudahan Ditempuh /Aksesbilitas Lokasi (point 1) kurang penting daripada Pelayanan Karyawan (point B), maka nilai untuk kolom B pada baris 1 = 1 b. Jika Kemudahan Ditempuh /Aksesbilitas Lokasi (point 1) sama penting dengan Peran Litbang Dalam Pemgembangan Wisata (point C), maka nilai untuk kolom C pada baris 1 = 2 c.

B. PENENTUAN PERINGKAT ( RATING) FAKTOR STRATEGIS

  INTERNAL DAN EKSTERNAL TUJUAN : Untuk mengukur pengaruh masing-masing variabel dari faktor internal dan eksternal terhadap kondisi perusahaan dalam mengembangkan usahanya,digunakan skala 1,2,3, dan 4 yang menandakan seberapa efektif strategi perusahaan saat ini. 1) penilaian diberika dengan cara membandingkan faktor-faktor strategis yang terdapat pada tabel dengan rata-rata industri atau dengan pesaing utama.2).

2. Faktor Strategis Eksternal

  Mengadakan kerjasama antar instansi pemerintah, perusahaan sejenis dan kenyamanan demi tercapainya tingkat kepuasan konsumen seperti menawarkan produk baru pada setiap produk wisata Strateg 4 Meningkatkan pelayanan dan kulitas SDM baik dari segi keamanan sejenis dalam kegiatan yang sifatnya mempromosikan variasi produk baru. PETUNJUK PENILAIAN : Mendapatkan penilaian para responden tentang tingkat daya tarik faktor-faktor kunci terhadap alternatif-alternatif strategi yang ada, yang selanjutnya akandigunakan untuk menentukan strategi alternatif mana yang terbaik dan menjadi prioritas dalam pelaksanaanya.

PETUNJUK UMUM

  Seluruh definisi yang digunakan dalam kuisioner ini sepenuhnya menjadi hak responden, dalam pengertian bahwa responden dapat saja memilikipandangan yang berbeda suatu faktor di dalam kuisioner ini, dengan responden lainnya ataupun dengan penelitian. Faktor strategis internal dan faktor strategis eksternal merupakan sesuatu hal yang mempunyai dampak yang kuat dan langsung terhadap aktivitaspengembangan wisata alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

B. Faktor Strategis Ekternal

No Faktor Ekternal Peluang Ancaman Alasan Dukungan dari pemerintah 1 daerah setempat dan lembagasosial 2 wisataKondisi iklim dan cuaca yang 3 tidak dapat diprediksiKenaikan harga dasar tarif 4 telefon,listrik dan BBMTingkat jumlah pengunjung 5 ketika musim liburan dan HariRayaPertumbuhan tingkat penduduk 6 meningkat 7 Situasi politik dan keamananPerkembangan teknologi dan 8 informasiKeberadaan pedagang jasa 9 maupun barang di sekitarkawasan wisataTradisi dan budaya masyarakat 10 sekitarKondisi perekonomian yang lebih baik dapat meningkatkan 11 permintaan pengunjungterhadap rekreasi

OBYEK WISATA TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO

Pintu masuk Cibodas Rawa GayonggongPuncak Gunung Pangrango Air Terjun Ciwalen Air Terjun CibeuremAir Panas Rawa Denok Puncak dan Kawah Gunung Gede Kandang Badak Telaga Biru

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Strategi Pusat Koperasi Syariah Dalam Upaya Pengembangan Koperasi Primer Syariah : studi pada Pusat Koperasi Syariah Sakinah Cianjur Jawa Barat
11
108
118
Strategi pengembangan pembiayaan syari'ah dalam bidang agribisnis perikanan di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Cianjur
1
18
137
Motivasi kunjungan wisatawan taman nasional gunung gede pangrango di Cibodas
2
24
89
Keanekaragaman tumbuhan obat di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan di hutan terfragmentasi Kebun Raya Cibodas serta pemanfaatannya oleh masyarakat lokal
3
9
106
Strategi pengembangan wisata alam taman nasional Gunung Gede Pangrango Cibodas - Cianjur Jawa Barat
4
65
106
Strategi pengembangan usaha : studi kasus pada Diana Bakery Kota Bekasi, Jawa Barat
5
25
129
Strategi pengembangan kurikulum : di MTs Al-Munawwar Grogol Jakarta Barat
0
4
78
Keanekaragaman jenis tumbuhan obat di hutan taman nasional gunung gede pangrango
1
4
4
Peranan convervation international (CI) dalam pelestarian hutan konservasi di Provinsi Jawa Barat (studi kasus Taman Nasional Gunung Gede Pangrango)
0
27
120
Monitoring distribusi bantuan bencana alam di Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat
0
17
149
Peranan convervation international (CI) dalam pelestarian hutan konservasi di Provinsi Jawa Barat (studi kasus Taman Nasional Gunung Gede Pangrango)
2
11
120
Sistem informasi pemesanan paket outbound di alam wisata Cimahi
5
15
121
Analisis Kehadiran DPRD Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat
0
6
1
Aplikasi pengenalan cara bertahan hidup di alam bebas berbasis J2ME di Centre Adventure Training Cibodas
12
71
117
Desa wisata Ciwidey-Ciwidey Kabupaten Bandung Jawa Barat
1
13
147
Show more