Karakteristik Pasien Penderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012-2013

Gratis

5
102
60
2 years ago
Preview
Full text

KARAKTERISTIK PASIEN PENDERITA

  PD-KGEH ABSTRAKBenign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) adalah salah satu jenis vertigo vestibular tipe perifer yang paling sering dijumpai dan ditandai dengan serangan-serangan pusing berputar oleh karena perubahan posisi kepala terhadapgaya gravitasi tanpa adanya keterlibatan lesi di susunan saraf pusat. Kemudian, data dianalisis menggunakan studi analisis deskriptif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi BPPV meningkat dari21,2% pada tahun 2012 menjadi 78,8% pada tahun 2013.

TAHUN 2012-2013KARYA TULIS ILMIAH

  PD-KGEH ABSTRAKBenign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) adalah salah satu jenis vertigo vestibular tipe perifer yang paling sering dijumpai dan ditandai dengan serangan-serangan pusing berputar oleh karena perubahan posisi kepala terhadapgaya gravitasi tanpa adanya keterlibatan lesi di susunan saraf pusat. Kemudian, data dianalisis menggunakan studi analisis deskriptif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi BPPV meningkat dari21,2% pada tahun 2012 menjadi 78,8% pada tahun 2013.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikanpenyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini. Kepada seluruh pihak yang membantu baik secara moril maupun materil dalam proses penyusunan KTI ini at dan mengembangkan pengetahuan Cakupan belajar sepanjang hay , dalam Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) yang menjelaskan tentang 7 area kompetensi , telah memotivasi penulis untuk melaksanakan penelitian yang berjudul ” Karakteristik Pasien Penderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) di RSUP H.

DAFTAR LAMPIRAN

  LAMPIRAN 1 Daftar Riwayat Hidup LAMPIRAN 2 Surat Izin PenelitianLAMPIRAN 3 Data Induk LAMPIRAN 4 Output Data Hasil PenelitianLAMPIRAN 5 Lembar Ethical Clearence ABSTRAKBenign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) adalah salah satu jenis vertigo vestibular tipe perifer yang paling sering dijumpai dan ditandai dengan serangan-serangan pusing berputar oleh karena perubahan posisi kepala terhadapgaya gravitasi tanpa adanya keterlibatan lesi di susunan saraf pusat. Kemudian, data dianalisis menggunakan studi analisis deskriptif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi BPPV meningkat dari21,2% pada tahun 2012 menjadi 78,8% pada tahun 2013.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) adalah salah satu jenis vertigo vestibular tipe perifer yang paling sering dijumpai yang ditandai dengan serangan-serangan pusing berputar yang menghilang secara spontan. BPPV ini dapat terjadi pada semua kanalis Hingga saat ini, peneliti belum menemukan data terbaru yang menunjukkan angka prevalensi dan karakteristik pasien penderita BPPV di Indonesia, khususnyadi Medan.

1.4 Manfaat Penelitian

  Kepada peneliti 2. Kepada pihak institusi dan praktisi medis 3.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi dan Fisiologi Telinga

  Telinga merupakan salah satu pancaindra yang berfungsi sebagai alat pendengaran dan keseimbangan yang letaknya berada di lateral kepala. Gambar 2.2 Telinga Tengah (Netter, 2010)Telinga tengah berfungsi untuk menyalurkan suara dari udara dan memperkuat energi suara yang masuk sebelum menuju ke telinga dalam yang berisi 2.1.3 Telinga dalamTelinga dalam dibatasi oleh tulang temporal (pars petrosa) (Wibowo dan Paryana, 2007).

2.2 Fungsi Keseimbangan

  Di antara labirin tulang dan labirin membran ini terdapat suatucairan yang disebut perilimfa sedangkan di dalam labirin membran terdapat cairan yang disebut endolimfa (Bashiruddin et al., 2010). Didalam ampula terdapat reseptor krista ampularis yang terdiri dari sel-sel rambut sebagai reseptor keseimbangan dan sel sustentakularis yang dilapisi oleh suatusubstansi gelatin yang disebut kupula sebagai penutup ampula.

2.3 Vertigo

  Pusing yang dikeluhkan pasien seperti perasaan benda sekelilingberputar terhadapnya sekitar 21%, pusing ringan dan hilang timbul sekitar 29%, atau pusing dan menganggap dirinya berputar terhadap sekelilingnya sekitar 13%. Vertigo vestibular perifer yang paling sering 2.3.3 Gejala klinisJika fungsi keseimbangan terganggu, gejala yang paling sering dirasakan pasien yaitu perasaan berputar terhadap sekitar, perasaan seperti hendak terjatuh,pingsan, pandangan kabur, dan bingung.

2.4 Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

  BPPV adalah gangguan vestibuler dengan gejala pusing berputar yang tiba- tiba dan nistagmus yang dipicu oleh perubahan posisi kepala terhadap gaya gravitasitanpa adanya keterlibatan lesi di susunan saraf pusat (SSP) (Ropper dan Brown, 2005). 2.4.7 Gejala klinisGejala yang sering dikeluhkan pasien BPPV seperti vertigo yang timbul mendadak dan kadang disertai nistagmus karena perubahan posisi kepala misalnyamiring ke satu sisi saat berbaring, bangkit dari posisi tidur, perubahan posisi saat tidur, dan gerakan leher yang hiperekstensi.

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

  3.1 Kerangka Konsep Penelitian Kerangka konsep dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian 3.2 Definisi Operasional Cara pengukuran : ObservasiAlat ukur : Rekam medis Hasil ukur : PersentaseSkala ukur : Nominal Cara pengukuran : ObservasiAlat ukur : Rekam medisHasil ukur : 1. lebih dari 60 tahun Skala ukur : Ordinal : sifat jasmani yang membedakan dua makhluk yaitu laki-laki dan perempuan.

BAB 4 METODE PENELITIAN

  Pada penelitian ini dilakukan satukali pengamatan untuk dapat menggambarkan karakteristik pasien penderita BPPV di RSUP H. Adam Malik Medan yang merupakan rumah sakit pemerintah tipe A dan merupakan rumah sakit rujukan untukwilayah regional Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, dan Riau.

4.3 Populasi dan Sampel

  Adapun kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian ini adalah : Kriteria inklusi : Semua data rekam medis pasien yang didiagnosis BPPV. 4.4 Metode Pengumpulan Data Jenis data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data rekam medis pasien penderita BPPV pada bulan Januari 2012 sampai Desember2013.

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

  5.1.2 Deskripsi data penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang berasal dari rekam medis pasien yang menderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) di RSUP H. Jumlah data keseluruhan adalah 33 data rekam medis lengkap yang berisi data nomor rekam medis, nama pasien, jenis kelamin, usia, diagnosis, dan pekerjaan.

5.1.2.1 Prevalensi pasien BPPV

  Tabel 5.2 Distribusi pasien BPPV berdasarkan usia Kelompok Usia n % 0-20 tahun 2 6,121-40 tahun 3 9,141-60 tahun 17 51,5 >60 tahun 11 33,3 Total 33 100,0Berdasarkan tabel 5.2, didapati jumlah pasien BPPV pada rentang usia 0-20 tahun sebanyak 2 orang (6,1%), pada rentang usia 21-40 tahun sebanyak 3 orang (9,1%), pada rentang usia 41-60 tahun sebanyak 17 orang (51,5%), dan pada rentang usia >60 tahun sebanyak 11 orang (33,3%). Tabel 5.5 Distribusi pasien BPPV berdasarkan penyebab tersering Etiologi n % Idiopatik 15 45,5Trauma 3 9,1Hipertensi 13 39,4Penyakit telinga dalam 2 6,1 Total 33 100,0Berdasarkan tabel 5.5, didapati bahwa penyebab tersering pasien BPPV adalah idiopatik sebanyak 15 orang (45,5%), trauma kepala sebanyak 3 orang (9,1%),hipertensi sebanyak 13 orang (39,4%), dan penyakit telinga dalam sebanyak 2 orang (6,1%).

5.2 Pembahasan

  Menurut Katsarkas (1994) dalam penelitian yang dilakukan Pollak et al.(2005) terdapat hipotesis mengenai usia dalam kasus BPPV yang menyatakan bahwa semakin meningkatnya usia seseorang, proses degenerasi khususnya di urtikulussalah satunya oleh karena iskemik yang kronik menyebabkan terlepasnya otoconia dari organ otolith sebagai penyebab dari BPPV juga semakin meningkat. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Moon et al.(2006) yang menyatakan bahwa pasien BPPV 67,7% adalah wanita sedangkan32,3% adalah laki-laki.

5.2.3 Berdasarkan pekerjaan

  (2005) menyebutkan bahwa sekitar29% pasien menyatakan bahwa vertigo yang dialami menyulitkan pasien untuk bekerja dan 25% memiliki keterbatasan dalam melakukan kehidupan sosialnya. Dari data di atas, peneliti berasumsi bahwa PNS yang merupakan pekerjaan terbanyak pasien BPPV dikaitkan dengan hal tersebut yang menyatakan bahwakesulitan dalam melakukan pekerjaan sehingga kepedulian untuk langsung datang ke dokter untuk konsultasi kesehatannya juga lebih tinggi daripada pekerjaan lainnya,meskipun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa pekerjaan lain dapat menjadi pekerjaan terbanyak.

5.2.4 Berdasarkan penyebab tersering

  (2007)menyatakan bahwa secara teori hipertensi dapat menyebabkan BPPV dikaitkan dengan kerusakan pembuluh darah di telinga dalam yang memicu timbulnya keluhanBPPV ini. (2008) juga menyatakan bahwa hanya ditemukan 1 kasus BPPV yang disertai meinere diseasedan tidak dijumpai etiologi lain oleh karena etiologi BPPV lain seperti vestibular neuritis, vestibulobasillar insufficiency, dan lain-lain merupakan kasus yang jarangdijumpai dalam populasi dengan prevalensi yang sedikit.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

  6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, maka kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Diharapkan juga pada penelitian selanjutnya dapat memperluas topik pembahasan mengenai vertigo secara keseluruhan tidak hanya BPPV sajauntuk meningkatkan data epidemiologi di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Anggota Seksi Publikasi dan Dokumentasi Regional Medical Olympiad(RMO) tahun 2013 10. Anggota Seksi Konsumsi Scripta Research Festival (SRF) tahun 2014 Lampiran 2 Lampiran 3 Data Hasil PenelitianDaftar Pasien Penderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) Di RSUP H.

A. S. 2013 Perempuan

23. N. 2013 Perempuan

H. B. S. 2012 Perempuan

25. R. B. M. 2013 Perempuan

Lampiran 4 Hasil Analisis Data Tahun MasukFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 2012 7 21.2 21.2 21.2 Valid 2013 26 78.8 78.8 100.0 Total33 100.0 100.0Jenis Kelamin Frequency Percent Valid Percent Cumulative PercentLaki-laki 10 30.3 30.3 30.3 Valid Perempuan 23 69.7 69.7 100.0 Total33 100.0 100.0 UsiaFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 0-20 tahun 2 6.1 6.1 6.1 21-40 tahun 3 9.1 9.1 15.2 Valid 41-60 tahun 17 51.5 51.5 66.7 >60 tahun 11 33.3 33.3 100.0 Total33 100.0 100.0 PekerjaanFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Pelajar/Mahasiswa 2 6.1 6.1 6.1 Pensiunan 7 21.2 21.2 27.3 Wiraswasta 3 9.1 9.1 36.4 IRT 6 18.2 18.2 54.5 Valid Petani 3 9.1 9.1 63.6 PNS 11 33.3 33.3 97.0 Tidak Bekerja 1 3.0 3.0 100.0 Total33 100.0 100.0 EtiologiFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Idiopatik 15 45.5 45.5 45.5 Trauma 3 9.1 9.1 54.5 Valid Hipertensi 13 39.4 39.4 93.9 Penyakit telinga dalam 2 6.1 6.1 100.0 Total33 100.0 100.0 Lampiran 5

Dokumen baru

Download (60 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Karakteristik Sepsis Neonatorum di Unit Perinatologi RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012-2013
3
163
51
Karakteristik Pasien Penderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012-2013
5
102
60
Karakteristik Penderita Skabies di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2010-2012
1
71
78
Karakteristik Pasien Retinoblastoma Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2008-2011
1
57
61
Karakteristik Penderita Sinusitis di RSUP H. Adam Malik Medan pada Tahun 2011
3
51
55
Karakteristik Penderita Tumor Ganas Laring di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2010-2011
2
54
86
Karakteristik Penderita Tonsilitis Kronis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2007 - 2010
11
82
51
Karakteristik Penderita Tonsilitis Kronis Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2009
16
137
77
Karakteristik Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009
2
33
115
Karakteristik Penderita Meningitis Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2008.
4
75
142
Karakteristik Penderita Apendisitis di RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2009
9
87
42
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 - Karakteristik Pasien Penderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012-2013
0
1
19
Karakteristik Pasien Penderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012-2013
1
1
13
Karakteristik Sepsis Neonatorum di Unit Perinatologi RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012-2013
0
0
9
Karakteristik Penderita Tumor Ganas Laring di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2010-2011
0
0
14
Show more