HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU IPS DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 19 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2012/2013

Gratis

0
5
53
2 years ago
Preview
Full text
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU IPS DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 19 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2012/2013 Oleh MASGILANG PRAYUDI Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN Pada Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 ABSTRAK HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU IPS DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 19 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2012/2013 Oleh MASGILANG PRAYUDI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Persepsi Siswa Tentang Profesionalisme Guru IPS dengan Prestasi Belajar IPS pada Siswa Kelas VII di SMP Negeri 19 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode korelasi. Sampel berjumlah 45 siswa dari populasi 300 siswa dan diambil menggunakan teknik proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan yang positif, erat dan signifikan antara persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam menguasai bahan pelajaran dengan prestasi belajar siswa kelas VII, (2) Ada hubungan yang positif, erat dan signifikan antara persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam mengelola program pembelajaran dengan prestasi belajar siswa kelas VII, (3) Ada hubungan yang positif, erat dan signifikan antara persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam mengelola kelas dengan prestasi belajar siswa kelas VII, (4) Ada hubungan yang positif, erat dan signifikan antara persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam menggunakan media belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VII, berarti bahwa semakin baik persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS, maka semakin baik prestasi siswa. Kata Kunci : Persepsi, Profesionalisme, Prestasi DAFTAR ISI DAFTAR TABEL...................................................................................... Halaman vi DAFTAR GAMBAR.................................................................................. vii DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................. ix I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang............................................................................. B. Identifikasi Masalah.................................................................... C. Batasan Masalah.......................................................................... D. Rumusan Masalah....................................................................... E. Tujuan Penelitian......................................................................... F. Manfaat Penelitian....................................................................... G. Ruang Lingkup Penelitian........................................................... 1 6 7 8 8 9 10 II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS A. Tinjauan Pustaka......................................................................... 1. Pengertian Guru...................................................................... 2. Profesionalisme Guru............................................................. 3. Persepsi Siswa Tentang Profesionalisme Guru IPS................ 4. Kriteria Profesionalisme Guru................................................ 5. Pembelajaran IPS Terpadu..................................................... 6. Prestasi Belajar....................................................................... B. Kerangka Pikir............................................................................. C. Hipotesis....................................................................................... 11 11 12 13 15 24 25 27 28 III. METODE PENELITIAN A. Metodologi Penelitian................................................................. B. Populasi dan Sampel.................................................................... C. Definisi Operasional Variabel.................................................... D. Teknik Pengumpulan Data.......................................................... E. Uji Validitas dan Reliabilitas Intrumen.;..................................... F. Teknik Analisis Data.............................................................. 1. Uji Normalitas................................................................... 2. Uji Homogenitas.................................................................... G. Pengujian Hipotesis……………………………………….….. H. Kriteria Pengujian Hipotesis......................................................... 30 30 32 35 36 38 38 39 39 40 iv IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Tinjauan Umum SMP Negeri 19 Bandar Lampung.................... 1. Lokasi Penelitian.................................................................... 2. Kondisi SMP Negeri 19 Bandar Lampung............................. B. Deskripsi Data............................................................................. 1. Persepsi Siswa Tentang Profesionalisme Guru IPS dalam Menguasai Bahan Pelajaran.................................................. 2. Persepsi Siswa Tentang Profesionalisme Guru IPS dalam Mengelola Program Belajar Mengajar.................................. 3. Persepsi Siswa Tentang Profesionalisme Guru IPS dalam Mengelola Kelas ................................................................... 4. Persepsi Siswa Tentang Profesionalisme Guru IPS dalam Menggunakan Media Sumber ………................................... 5. Prestasi Belajar IPS................................................................ C. Pengujian Prasyaratan Analisis Data.......................................... 1. Hasil Uji Instrumen Penelitian................................................ 2. Uji Prasyarat Analisis............................................................. D. Pengujian Hipotesis..................................................................... E. Pembahasan................................................................................. 1. Hubungan Persepsi Siswa Tentang Profesionalisme Guru IPS dalam Menguasai Bahan Pelajaran dengan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII Semester Ganjil SMP Negeri 19 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2012/2013.................... 2. Hubungan Persepsi Siswa Tentang Profesionalisme Guru IPS dalam Mengelola Program Belajar Mengajar dengan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII Semester Ganjil SMP Negeri 19 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2012/2013............................................................................. 3. Hubungan Persepsi Siswa Tentang Profesionalisme Guru IPS dalam Mengelola Kelas dengan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII Semester Ganjil SMP Negeri 19 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2012/2013..................................... 4. Hubungan Persepsi Siswa Tentang Profesionalisme Guru IPS dalam Menggunakan Media Sumber Belajar dengan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII Semester Ganjil SMP Negeri 19 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2012/2013............................................................................. V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan.................................................................................. B. Saran............................................................................................ 42 42 45 51 51 53 54 56 57 58 58 60 63 69 69 72 75 78 83 84 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN v I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini pendidikan sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Banyak yang mengatakan bahwa pendidikan sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harus terpenuhi. Secara tidak langsung pendidikan sudah menjadi tolak ukur untuk kedudukan seseorang di masyarakat. Dari pendidikan dapat diperoleh ilmu pengetahuan, pengalaman dan etika di dalam kehidupan. Terdapat definisi yang menjelaskan bahwa pendidikan adalah proses di mana seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat. Proses sosial di mana orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah), sehingga dia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum (Fuad Ihsan, 2005:4). Menurut Fuad Ihsan (2005:5), pendidikan dapat diartikan sebagai: 1. Suatu proses pertumbuhan yang menyesuaikan dengan lingkungan; 2. Suatu pengarahan dan bimbingan yang diberikan kepada anak dalam pertumbuhannya; 3. Suatu usaha sadar untuk menciptakan suatu keadaaan atau situasi tertentu yang dikehendaki oleh masyarakat; 4. Suatu pembentukan keperibadian dan kemampuan anak dalam menuju kedewasaan. 2 Pengertian di atas memberikan pengetahuan akan sangat penting adanya pendidikan di Indonesia, karena pendidikan dapat mempersiapkan peserta didik melalui bimbingan dalam pengembangan potensi yang dimilikinya serta melatih peserta didik untuk dapat memiliki keterampilan guna meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) pada masing-masing daerah yang ada di Indonesia. Pendidikan memiliki kaitan yang erat dengan pendidik sebagai orang yang memberikan pendidikan dan anak didik/siswa yang mendapatkan pendidikan. Keterkaitan ini akan menghasilkan salah satu syarat dari pendidikan itu sendiri yaitu terdapat pendidik atau guru dan anak didik/siswa. Guru memiliki peran penting dalam proses pendidikan baik pendidikan formal maupun non formal. Guru dapat ditemui di manapun karena guru adalah orang yang harus digugu dan ditiru, dalam arti orang yang memilki karisma atau wibawa hingga perlu untuk ditiru dan diteladani. Seorang guru memiliki beberapa peranan yang sangat penting karena memiliki tanggungjawab yang tidak bisa digantikan oleh peralatan canggih apapun, dalam arti luas guru dapat ditemui sebagai orang yang dapat mengajarkan berbagai ilmu dalam kehidupan sehari-hari, namun dalam arti sempit guru biasa ditemui dalam bidang formal seperti sekolah. Dalam lembaga yang formal seperti sekolah guru biasanya mengajar pada suatu kelas. Guru yang dimaksud ialah guru pada lembaga pendidikan formal atau sekolah. Seperti dikutip dari buku Hamzah B. Uno (2011:15) yakni: Guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik, serta memiliki kemampuan merancang program pembelajaran serta mampu menata dan mengelola kelas agar peserta didik dapat belajar dan pada akhirnya 3 dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari proses pendidikan. Dari kutipan diatas dijelaskan bahwa guru mempunyai tanggung jawab penuh terhadap perkembangan peserta didiknya untuk mencapai kedewasaannya. Jadi seorang pendidik atau guru dituntut memiliki profesionalisme dalam mengerjakan tugasnya, hal ini dimaksudkan agar tujuan dari pendidikan yang diberikan dapat tercapai dengan maksimal. Menjadi seorang guru dalam sebuah lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab yang besar, karena guru dituntut untuk mendidik para peserta didik dengan berbagai karakter untuk mencapai prestasi belajar yang memuaskan. Guru merupakan suatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Hal ini sekaligus merupakan pengakuan terhadap profesi guru sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 39 ayat 2 yang berbunyi, “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik perguruan tinggi”. Jadi, guru ialah profesi yang sangat khusus oleh karena itu guru dituntut untuk memilki profesionalisme tinggi agar dapat menguasai bidangnya dan tidak mengalami hambatan dalam memberikan pendidikan. Menurut Nurfuadi (2012:1) “Profesionalisme merupakan sikap profesional yang berarti melakukan sesuatu 4 sebagai pekerjaan pokok sebagai profesi dan bukan sebagai pengisi waktu luang atau sebagai hobi”. Profesi guru bukanlah pekerjaan yang sangat mudah, di mana guru harus memahami posisinya sebagai pendidik yang memberikan pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa. Seharusnya guru sangat memahami pentingnya profesionalisme dibidangnya yang sangat mempengaruhi tujuan pendidikan, karena guru dapat dikatakan sebagai ujung tombak dari pendidikan nasional. Guru yang profesional diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan generasi anak bangsa yang bertaqwa, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki, etos, berbudi pekerti luhur dan berkepribadian sebagai guru yang profesional. Menurut Zainal Aqib dalam Kunandar (2011:63-65) dijelaskan bahwa terdapat kriteria kemampuan dasar profesionalisme guru: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Menguasai bahan Mengelola program belajar mengajar Mengelola kelas Menggunakan media sumber Menguasai landasan kependidikan Mengelola interaksi belajar mengajar Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran Mengenal fungsi dan program pelayanan BP Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah Memahami prinsip-prinsip dan mentafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran Dari kriteria kemampuan dasar profesionalisme guru diatas menjelaskan bahwa guru yang harus menguasai kemampuan tersebut agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Profesionalisme guru IPS dalam penelitian ini dibatasi ke dalam beberapa hal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa yang mengikuti mata pelajaran IPS. 5 Hubungan guru dengan siswa/anak didik di dalam proses belajar-mengajar merupakan faktor yang sangat menentukan. Bagaimanapun baiknya bahan pelajaran yang diberikan, bagaimanapun sempurnanya metode yang dipergunakan, namun jika hubungan guru-siswa merupakan hubungan yang tidak harmonis, maka dapat menciptakan suatu keluaran yang tidak diinginkan (Sardiman, 2005:145). Seorang guru menjadi faktor penghubung yang mempengaruhi siswa dalam proses belajar dan akan mempengaruhi prestasi belajar siswa yang akan dicapai siswa itu sendiri. Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai setelah melalui proses kegiatan belajar mengajar. Prestasi belajar dapat ditunjukkan melalui nilai yang diberikan oleh seorang guru dari sejumlah mata pelajaran yang telah dipelajari oleh peserta didik. Adapun yang dimaksud prestasi belajar di dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS yang telah dicapai siswa setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran. Prestasi belajar siswa ini dalam bentuk nilai UAS (Ujian Akhir Semester). Nilai UAS (Ujian Akhir Semester) pada mata pelajaran IPS yang diberikan oleh guru dalam bentuk angka dengan rentangan nilai dari 0-100, dan mengacu pada kebijakan sekolah mengenai kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk mata pelajaran IPS dengan nilai 70. Ketercapaian prestasi belajar siswa dibagi 2 kategori nilai: 70 : tuntas < 70 : tidak tuntas Sumber : Arsip Kebijakan Kurikulum SMP Negeri 19 Bandar Lampung (2012:15). Berdasarkan data nilai siswa kelas VII di SMP Negeri 19 Bandar Lampung yang diperoleh yaitu nilai ujian akhir semester (UAS) pada mata mata pelajaran IPS semester ganjil, seluruh siswa kelas VII tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1. 6 Tabel 1. Nilai UAS siswa kelas VII SMP Negeri 19 Bandar Lampung No 1 2 Kriteria Ketuntasan Mengajar Tuntas 70 Tidak tuntas <70 A 38 38 B 39 39 C 38 38 Kelas VII D E F 37 39 34 37 39 34 G 38 38 H 37 37 Jumlah % 300 300 100 100 Sumber : Data Statistik SMP Negeri 19 Bandar Lampung Tahun 2013 Dalam tabel dapat dilihat bahwa nilai semua siswa tidak ada yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Hal ini menunjukan bahwa dalam proses belajar mengajar pada mata perlajaran IPS di ujian akhir semester tahun pelajaran 2012/2013, seluruh siswa belum mencapai standar ketuntasan belajar yang telah ditetapkan. Berdasarkan penjabaran di atas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kemampuan dasar profesionalisme guru yang akan diteliti terdiri dari: 1. Menguasai bahan 2. Mengelola program belajar mengajar 3. Mengelola kelas 4. Menggunakan media sumber 5. Menguasai landasan kependidikan 7 6. Mengelola interaksi belajar mengajar 7. Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajran 8. Mengenal fungsi dan program pelayanan BP 9. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah 10. Memahami prinsip-prinsip dan mentafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran C. Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah dalam penelitian ini peneliti membatasi masalah pada kajian: 1. Persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS terpadu: a. Persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS terpadu dalam menguasai bahan pelajaran (X1) b. Persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS terpadu dalam mengelola program belajar mengajar (X2) c. Persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS terpadu dalam mengelola kelas (X3) d. Persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS terpadu dalam menggunakan media sumber (X4) 2. Prestasi belajar siswa (Y) 8 D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan diteliti adalah: 1. Apakah ada hubungan persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam menguasai bahan pelajaran dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung 2. Apakah ada hubungan persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam mengelola program belajar mengajar dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung 3. Apakah ada hubungan persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam mengelola kelas dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung 4. Apakah ada hubungan persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam menggunakan media sumber dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung E. Tujuan Penelitian Tujuan yang hendak dicapai adalah: 1. Untuk mengetahui hubungan persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam menguasai bahan pelajaran dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung 2. Untuk mengetahui hubungan persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam mengelola program belajar mengajar dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung 9 3. Untuk mengetahui hubungan persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam mengelola kelas dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung 4. Untuk mengetahui hubungan persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam menggunakan media sumber dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung F. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang hendak dicapai dari hasil penelitian ini: 1. Penelitian ini berguna bagi kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja guru. 2. Penelitian ini juga bermanfaat dalam rangka memperbaiki kegiatan pembelajaran sekolah yang bersangkutan. 3. Melalui penelitian ini diharapkan guru mampu meningkatkan kemampuan personal dan kualitas profesionalisme sebagai pendidik. 4. Bagi lembaga (instansi) yang terkait, diharapkan dapat menjadi bahan acuan dalam meningkatkan kaderisasi pendidik baik untuk saat ini maupun untuk yang akan datang. 5. Bagi penulis, dapat menambah wawasan dan mendapat informasi baru mengenai pengetahuan tentang profesionalisme yang harus dimiliki seorang guru. Sehingga, dapat memberikan masukan dan pembekalan untuk proses ke depan. 10 G. Ruang Lingkup Penelitian 1. Ruang Lingkup Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah profesionalisme guru IPS hubungannya dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung. 2. Ruang Lingkup Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah guru-guru yang mengajar IPS dan seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 19 Bandar Lampung. 3. Ruang Lingkup Tempat Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 19 Bandar Lampung. 4. Ruang Lingkup Waktu Waktu penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2013. 5. Ruang Lingkup Ilmu Ilmu yang digunakan adalah Pendidikan IPS. Pendidikan IPS adalah seleksi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan (Nu’man Somantri dalam Sapriya, 2009:11). 11 II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Guru Guru merupakan seorang yang penting dalam proses belajar mengajar. Guru mempunyai peran aktif dalam perkembangan anak didiknya. Dalam pengertian sederhana yang dikemukakan oleh Syaiful Bahri Djamarah (2000:31), “Guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melakasanakan pendidikan di tempattempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi bisa juga di masjid, di surau/musala, di rumah, dan sebagainya”. Sedangkan menurut Hadari Nawawi dalam Nurfuadi (2012:54) menjelaskan bahwa, Pengertian guru dapat dilihat dari dua sisi. Pertama secara sempit, guru adalah ia yang berkewajiban mewujudkan program kelas, yakni orang yang kerjanya mengajar dan memberikan pelajaran di kelas. Sedangkan secara luas diartikan guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak dalam mencapai kedewasaan masing-masing. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membina anak didik, baik secara individual maupun klasikal, di sekolah maupun di luar sekolah. 12 2. Profesionalisme Guru Dalam Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada BAB I pasal 1 (2005:2) menyebutkan bahwa “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah”. Menurut Webstar dalam Kunandar (2011:45) “Profesionalisme berasal dari kata profesi yang artinya suatu bidang pekerjaan yang ingin atau akan ditekuni oleh seseorang. Profesi juga diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan tertentu yang mensyaratkan pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperoleh dari pendidikan akademis yang intensif”. Pengertian profesi ini bermakna bahwa di dalam suatu pekerjaan profesional diperlukan teknik serta prosedur yang bertumpu pada landasan intelektual yang mengacu pada pelayanan yang ahli. Berdasarkan definisi di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa profesi adalah suatu pekerjaan atau keahlian yang mensyaratkan kompetensi intelektualitas, sikap dan keterampilan tertentu yang diperoleh melalui proses pendidikan secara akademis. Menurut, Kunandar (2011:48) Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Yaitu, dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik untuk/dalam belajar. Guru dituntut mancari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Maka, apabila ada kegagalan peserta didik, guru terpanggil untuk menemukan penyebabnya dan mencari jalan keluar bersama peserta didik bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. 13 Sementara itu, guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Jadi dapat disimpulkan pengertian guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal. Guru yang profesional ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas dari setiap pembelajaran yang dilakukan. Dengan demikian secara langsung kualitas siswa akan meningkat yang dapat dilihat dari prestasi belajar yang diperoleh dari pembelajaran yang telah dilakukan, yang dalam penelitian ini prestasi belajar yang dimaksud adalah nilai akhir yang berupa angka pada mata pelajaran IPS dari raport siswa kelas VII di SMP Negeri 19 Bandar Lampung. 3. Persepsi Siswa tentang Profesionalisme Guru IPS Persepsi siswa dapat dikatakan sebagai pandangan seseorang terhadap sesuatu yang dialaminya dalam kehidupan sehari hari. Menurut Slameto (2003:102), “Persepsi merupakan proses yang menyangkut masuknya pesan/informasi ke dalam otak manusia. Melalui persepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat dilakukan dengan lewat inderanya yaitu indera penglihat, pendengar, peraba, perasa dan pencium”. Selanjutnya menurut Jalaludin Rahmad (1994:51), “Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan dan menafsirkan pesan. Persepsi adalah pemberian makna pada stimuli inderawi”. 14 Proses persepsi merupakan proses pengamatan seseorang yang berasal dari komponen kognisi. Persepsi dipengaruhi oleh faktor pengalaman, proses belajar, cakrawala dan pengetahuannya. Manusia mengamati suatu obyek psikologi dengan kacamatanya sendiri yang diwarnai oleh nilai dari pribadinya. Sedangkan obyek psikologi ini dapat berupa kejadian, ide, atau situasi tertentu. Faktor pengalaman, proses belajar atau sosialisasi memberikan bentuk dan struktur terhadap apa yang dilihat. Sedangkan pengetahuannya dan cakrawalanya memberikan arti tehadap obyek psikologik tersebut. Melalui komponen kognisi ini akan timbul ide, kemudian konsep mengenai apa yang dilihat. Berdasarkan nilai dan norma yang dimiliki pribadi seseorang akan terjadi keyakinan terhadap obyek tersebut. Selanjutnya komponen afeksi memberikan evaluasi emosional (senang atau tidak) terhadap obyek. (Mar’at dalam http://repository.upi.edu/operator/upload. yang di akses pada hari minggu 14 april 2013) Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan suatu proses penginderaan, sesuatu yang diterima oleh individu melalui alat indera yang kemudian diinterpretasikan sehingga individu dapat memahami dan mengerti tentang pengalaman yang diterimanya tersebut. Persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS berarti pandangan atau tanggapan siswa pada guru IPS yang terjadi ketika proses belajar mengajar berlangsung. Penilaian tersebut bisa positif (baik) atau negatif (buruk) sesuai dengan informasi yang diterima oleh panca indera melalui pengamatan. Oleh karena itu, seorang guru haruslah memberikan pandangan yang terbaik terhadap dirinya dalam mengajar di kelas karena secara tidak langsung akan menimbulkan persepsi yang baik (positif) pada diri siswa yang nantinya akan memberikan dorongan kepada siswa agar menyukai pelajaran IPS. Persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS ini akan diukur dengan menggunakan kuesioner dengan menggunakan skala likert, sesuai dengan yang dikatakan Riduwan (2005:12), “Skala likert digunakan untuk menggukur sikap, 15 pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial”. Skala likert ini akan menggunakan ukuran dengan kriteria untuk mengukur intensitas suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru IPS tersebut yang akan diungkapkan dengan kata-kata sebagai berikut: Selalu atau Sangat Tinggi Sering atau Tinggi Kadang-kadang atau Cukup tinggi Jarang atau Rendah Tidak Pernah atau Rendah Sekali (Riduwan, 2005:58) :5 :4 :3 :2 :1 Kriteria di atas sebagai dasar dalam menilai intensitas kegiatan guru di kelas dengan indikator yang telah ditentukan. Kriteria diatas digunakan dalam kuesioner yang akan diberikan kepada siswa. 4. Kriteria Profesionalisme Guru Menurut Zainal Aqib dalam buku Kunandar (2011:63-67), terdapat beberapa kemampuan dasar profesionalisme guru yang dijabarkan dalam Tabel 2. Tabel 2. Kriteria Kemampuan Dasar Profesionalisme Guru No 1 Kemampuan Dasar Menguasai Bahan 1.1 menguasai bahan mata pelajaran dan kurikulum Pengalaman Belajar 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.2 menguasai bahan pendalaman/aplikasi pelajaran 1.2.1 1.2.2 1.2.3 mengkaji bahan kurikulum mapel mengkaji isi buku-buku teks mapel yang bersangkutan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersangkutan mempelajari ilmu yang relevan mempelajari aplikasi bidang ilmu ke dalam bidang ilmu lain (untuk program-program studi tertentu) mempelajari cara menilai kurikulum mata pelajaran 16 Tabel 2. (Lanjutan) Kriteria kemampuan dasar profesionalisme guru 2 Mengelola Program Belajar Mengajar 2.1 merumuskan tujuan intruksional 2.1.1 2.1.2 2.1.3 2.1.4 2.2 mengenal dan dapat menggunakan metode mengajar 2.2.1 2.3 memilih dan menyusun prosedur intruksional yang tepat 2.3.1 2.2.2 2.3.2 2.3.3 2.4 melaksanakan program belajar mengajar 2.3.4 2.4.1 2.4.2 2.4.3 2.4.4 2.4.5 2.5 mengenal kemampuan anak didik 2.5.1 2.5.2 2.5.3 mengkaji kurikulum mata pelajaran mempelajari tujuan intruksional mempelajari tujuan intruksional mata pelajaran yang bersangkutan merumuskan tujuan intruksional mata pelajaran yang bersangkutan mempelajari macam-macam metode mengajar menggunakan macam-macam metode mengajar mempelajari kriteria pemilihan materi dan prosedur mengajar menggunakan kriteria pemilihan materi dan prosedur mengajar merencanakan program pembelajaran menyusun satuan pelajaran mempelajari fungsi dan peran guru dalam intruksi belajar mengajar menggunakan alat bantu kriteria pemilihan materi dan prosedur mengajar menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar memonitor proses belajar siswa menyesuaikan rencana program pengajaran dengan situasi kelas mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi belajar mempelajari prosedur dan teknik mengidentifikasi kemampuan siswa menggunakan prosedur dan teknik mengidentifikasi kemampuan siswa 17 Tabel 2. (Lanjutan) Kriteria kemampuan dasar profesionalisme guru 2.6 merencanakan dan melaksanakan pengajaran remedial 3 Mengelola Kelas 3.1 mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran 3.2 4 menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi Menggunakan Media Sumber 4.1 mengenal, memilih dan menggunakan media 2.6.1 mempelajari faktor-faktor penyebab kesulitan belajar 2.6.2 mendiagnosis kesulitan belajar 2.6.3 menyusun pengajaran remedial 2.6.4 melaksanakan pengajaran remedial 3.1.1 mempelajari macam-macam pengaturan tempat duduk dan seting ruangan yang hendak dicapai 3.1.2 mempelajari kriteria penggunaan mecam-macam pengaturan tempat duduk dan setting ruangan 3.2.2 mempelajari faktor-faktor yang mengganggu iklim belajar mengajar serasi 3.2.3 mempelajari strategi dan prosedur pengelolaan kelas yang bersifat preventif 3.2.4 menggunakan strategi dan prosedur pengelolaan kelas bersifat preventif 3.2.5 menggunakan prosedur pengelolaan kelas yang bersifat kuratif 4.1.1 4.1.2 4.1.3 4.1.4 4.2 membuat alat bantu pelajaran sederhana 4.2.1 4.2.2 4.2.3 mempelajari macam-macam media pendidikan mempelajari kriteria pemilihan media pendidikan menggunakan media pendidikan merawat alat-alat bantu belajar mengajar mengenal bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekolah untuk membuat alat-alat bantu mempelajari perkakas untuk membuat alat-alat bantu mengajar menggunakan perkakas untuk membuat alat bantu mengajar 18 Tabel 2. (Lanjutan) Kriteria kemampuan dasar profesionalisme guru 4.3 menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka proses belajar mengajar 4.3.1 4.3.2 4.3.3 4.3.4 4.4 mengembangkan laboratorium 4.4.1 4.4.2 4.4.3 4.4.4 4.5 menggunakan perpustakaan dalam proses belajar mengajar 4.4.5 4.5.1 4.5.2 4.5.3 4.5.4 4.5.5 4.6 menggunakan micro teaching unit dalam proses belajar mengajar 4.6.1 4.6.2 4.6.3 4.6.4 4.6.5 4.6.6 mempelajari cara-cara menggunakan laboratorium mempelajari cara-cara dan aturan pengalaman kerja di laboratorium berlatih mengatur tata ruang laboratorium mempelajari cara merawat dan menyimpan alat-alat mempelajari fungsi laboratorium dalam proses belajar mengajar mempelajari kriteria pemilihan alat mempelajari berbagi desain laboratorium menilai keefektifan kegiatan laboratorium mengembangkan ekperimen baru mempelajari fungsi-fungsi perpustakaan dalam proses belajar mempelajari macam-macam sumber perpustakaan menggunakan macam-macam sumber perpustakaan mempelajari kriteria pemilihan sumber macam-macam sumber perpustakaan menilai sumber-sumber perpustakaan mempelajari fungsi micro teaching dalam proses belajar mengajar menggunakan micro teaching unit dalam prose belajar mengajar menyusun program micro teaching dengan atau tanpa hardware melaksanakan micro teaching dengan atau tanpa hardware menilai program dan pelaksanaan micro teaching mengembangkan programprogram baru 19 Tabel 2. (Lanjutan) Kriteria kemampuan dasar profesionalisme guru 5.5.1 mempelajari konsep dan masalah 5 Menguasai Landasan pendidikan dan pengajaran Kependidikan dengan sudut tinjauan sosiologis, filosfis, historis, dan psikologis 5.5.2 mengenali fungsi sekolah sebagai lembaga sosial yang secara potensial dapat memajukan masyarakat dalam arti luas serta pengaruh timbal balik antara sekolah dan masyarakat 6.6.1 mempelajari cara-cara 6 Mengelola Interaksi Belajar memotivasi siswa untuk belajar Mengajar 6.6.2 menggunakan cara-cara memotivasi siswa untuk belajar 6.6.3 mempelajari macam-macam bentuk pertanyaan 6.6.4 menggunakan macam-macam bentuk pertanyaan secara tepat 6.6.5 mempelajarai beberapa mekanisme psikologis belajar mengajar di sekolah 6.6.6 mengkaji faktor-faktor positif dan negatif dalam proses belajar 6.6.7 mempelajari cara-cara berkomunikasi antar pribadi 6.6.8 menggunakan cara-cara berkomunikasi antar pribadi 7.7.1 mempelajari fungsi penilaian 7 Menilai prestasi siswa untuk 7.7.2 mempelajari bermacam-macam kepentingan pengajaran teknik dan prosedur penilaian mengenal fungsi dan program 7.7.3 menyusun teknik dan prosedur layanan BP penilaian 7.7.4 mempelajari kriteria penilaian teknik dan prosedur penilaian 7.7.5 menggunakan teknik dan prosedur penilaian 7.7.6 mengolah dan menginterpretasikan hasil penilaian 7.7.7 menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan proses belajar mengajar 7.7.8 menilai teknik dan prosedur penilaian 7.7.9 menilai keefektifan program pengajaran 20 Tabel 2. (Lanjutan) Kriteria kemampuan dasar profesionalisme guru 8 Mengenal Fungsi dan Program Pelayanan BP 8.1 mengenal fungsi dan program layanan BP di sekolah 8.2 menyelenggarakan program layanan BP di sekolah 9 Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah 9.1 mengenal penyelenggaraan administrasi sekolah 8.1.1 8.1.2 8.1.3 8.2.1 8.2.2 9.1.1 9.1.2 9.1.3 9.2 menyelenggarakan administrasi sekolah 9.2.1 9.2.2 10 Memahami prinsip prinsip dan mentafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran 10.1 10.2 10.3 mempelajari fungsi BP mempelajari program layanan BP mengkaji persamaan dan perbedaan fungsi, kewenangan, serta tanggung jawab antara guru dan pembimbing di sekolah mengidentifikasi kesulitankesulitan yang dihadapi siswa menyelenggarakan program layanan BP di sekolah, terutama bimbingan belajar mempelajari struktur organisasi dan administrasi persekolahaan mempelajarai fungsi dan tanggung jawab administrasi guru, kepala sekolah, dan kantor wilayah Depdiknas mempelajari peraturan-peraturan kepegawaian pada umumnya dan peraturan kepegawaian pada khususnya menyelenggarakan adminitrasi sekolah mempelajari prinsip-prinsip dan prosedur pengelolaan program akademik mempelajari dasar-dasar penggunaan metode ilmiah dalam penelitian pendidikan mempelajari teknik dan prosedur penelitian pendidikan, terutama sebagai konsumen hasil-hasil penelitian pendidikan menafsirkan hasil-hasil penelitian untuk perbaikan Sumber: Zainal Aqib dalam Kunanadar (2011: 63) 21 Dari tabel kemampuan dasar profesionalisme guru di atas wajib dimiliki oleh setiap guru dalam rangka meningkatkan kualitas guru tersebut agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan efektif dan efisien Dalam penelitian ini tidak semua kemampuan sebagai guru profesional yang diteliti, hanya yang berhubungan dengan usaha untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu dengan menggunakan indikator sebagai berikut: a. Menguasai bahan pelajaran Seorang guru dituntut untuk dapat menguasai bahan pelajaran yang akan di ajarkan kepada muridnya. Hal ini dikarenakan dalam proses belajar mengajar terdapat interaksi antara guru dan murid untuk dapat mentransfer ilmu-ilmu dari guru kepada muridnya. “Sukses tidaknya proses interaksi dengan baik akan terpengaruh juga oleh menguasai tidaknya seorang guru menguasai bahan (isi) pelajaran yang diberikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2002:163) Jadi, guru harus dapat menguasai bahan materi yang akan diajarkannya agar mendapatkan hasil yang maksimal dari proses pembelajaran. Menurut Sardiman (2005:162) terdapat 2 lingkup penguasaan materi bagi seorang guru dalam menguasai bahan yaitu: 1) Menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum sekolah 2) Menguasai bahan pengayaan penunjang bidang studi. dari ruang lingkup tersebut maka guru dapat menguasai bahan pelajaran jika telah mencakup ruang lingkup yang dijelaskan oleh Sardiman di atas. 22 b. Mengelola program belajar mengajar Pengelolaan program belajar mengajar merupakan suatu proses yang harus dijalankan seorang guru untuk dapat mencapai tujuan belajar yang diinginkan. Kemampuan mengelola proses belajar mengajar adalah kesanggupan atau kecakapan para guru dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif antara guru dan peserta didik yang mencakup segi kognitif, afektif, dan psikomotor, sebagai upaya mempelajari sesuatu berdasarkan perencanaan sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut agar tercapai tujuan pengajaran (Suryosubroto, 2002:19). Menurut Sardiman (2005:163-164) pengelolaan program belajar mengajar meliputi: 1. 2. 3. 4. 5. Merumuskan tujuan intruksional/pembelajaran Mengenal dan dapat menggunakan prosedur intruksional yang tepat Melaksanakan program belajar mengajar Mengenal kemampuan anak didik Merencanakan dan melaksanakan pengajaran remedial Guru dapat dikatakan mampu dalam mengelola program belajar mengajar apabila dapat memenuhi kriteria-kriteria yang telah disampaikan. Jika guru telah mampu mengelola program belajar mengajar maka guru dapat mencapai tujuan pengajaran yaitu meningkatkan prestasi belajar siswanya. c. Mengelola kelas Mengelola kelas adalah suatu keterampilan yang harus dimiliki guru untuk dapat menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2006:173) “Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar”. 23 Kemudian Suharsimi Arikunto (1992:68), merinci indikator dari sebuah kelas yang tertib adalah sebagai berikut: 1) Setiap anak terus bekerja, tidak macet, artinya tidak ada anak yang terhenti karena tidak tahu akan tugas yang harus dilakukan/tidak dapat melakukan tugas yang diberikan kepadanya. 2) Setiap anak terus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu, artinya setiap anak akan bekerja secepatnya agar lekas menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Guru yang dapat mengelola kelas dengan baik akan menciptakan kondisi belajar yang optimal sehingga dapat membantu dalam penerimaan materi yang disampaikan guru. Jika materi dapat disampaikan secara optimal dengan kondisi kelas yang nyaman maka akan terjadi peningkatan pengetahuan siswa dan menikatkan prestasi belajar siswa pada akhirnya. d. Menggunakan media sumber Penggunaan media belajar adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran yang diinginkan, dan gurulah yang mempergunakannya untuk pembelajaran anak didik . Menurut Azhar Arsyad (2008:9) yang menyatakan “belajar dengan menggunakan indera ganda pandang dan dengar memberikan keuntungan pada siswa. Siswa akan belajar lebih banyak dari pada jika materi pelajaran disajikan hanya dengan stimulus pandang atau dengar”. Adapun langkah-langkah yang perlu diperhatikan dan diketahui oleh guru dalam menggunakan media, yaitu: 1) Mengenal, memilih, dan menggunakan sesuatu media 2) Membuat alat-alat bantu pelajaran yang sederhana 3) Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam program belajar mengajar 4) Menggunakan buku pegangan atau buku sumber 5) Menggunakan perpustakaan dalam program belajar mengajar 6) Menggunakan unit microteaching dalam program pengalaman lapangan (Sardiman,2005:168) 24 Kreatifitas guru dalam pembelajaran di kelas harus terus ditingkatkan agar dapat menarik minat belajar siswa pada materi yang diberikan oleh guru. Guru dituntut untuk dapat menggunakan berbagai sumber dan media belajar guna meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, jika guru memilki kemampuan untuk menggunakan media belajar maka maka akan menarik minat siswa untuk belajar dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. 5. Pembelajaran IPS Terpadu Menurut Nu’man Somantri dalam Supriya (2009:11), “Pendidikan IPS adalah penyederhanaan atau adaptasi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis/psikologis untuk tujuan pendidikan”. Disebutkan pasal 37 UU Sisdiknas dalam Supriya (2009:45) bahwa “mata pelajaran IPS merupakan muatan wajib yang harus ada dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah”. Lebih lanjut, dikemukakan pada bagian penjelasan UU Sisdiknas Pasal 37 bahwa kajian ilmu pengetahuan sosial antara lain, ilmu bumi, sejarah, ekonomi, kesehatan dan sebagainya dimaksudkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis peserta didik terhadap kondisi sisoal masyarakat. Saat ini mata pelajaran IPS untuk tingakatan SMP sangatlah komplek ini dapat diketahui karena saat ini IPS menjadi satu mata pelajaran dengan 4 kajian ilmu di dalamnya dan dibagi menurut jenjang pendidikannya. Untuk tingkat SMP kelas VII mendapatkan kajian ekonomi, antropologi dan geografi di dalam mata pelajaran IPS tersebut. 25 6. Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan sebuah pencapaian peserta didik dari proses belajar. Belajar itu sendiri menurut Winkel (2004:59), ”Belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, ketermapilan dan nilai sikap. Perubahan bersifat secara relatif konstan dan berbekas”. Menurut M. Nur Ghufron dan Rini Risnawita, S (2012:9) “Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh siswa atau mahasiswa setelah melakukan aktivitas belajarnya yang dinyatakan dalam bentuk angka atau huruf”. Seperti yang dikatakan Zainal Arifin (2012:12) bahwa “Prestasi belajar pada umumnya berkenaan aspek pengetahuan, sedangkan hasil belajar meliputi aspek pembentukan watak peserta didik”. Jadi dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan sekitar dengan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah ada menjadi sebuah tindakan nyata untuk mencapainya. Menurut Roestiyah (1994:39), adapun komponen-komponen proses belajar mengajar ialah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Tujuan belajar Materi pelajaran Metode mengajar Sumber belajar Media untuk belajar Manajemen interaksi belajar mengajar Evaluasi belajar 26 8) Guru yang mengajar, yang kompeten 9) Pengembangan dalam proses belajar mengajar Dari penjabaran komponen di atas dapat kita ketahui bahwa guru yang kompeten menjadi salah satu komponen yang terdapat dalam proses belajar mengajar. Guru yang kompeten ini juga dapat mempengaruhi siswa dalam belajar yang akan berhubungan dengan prestasi belajar siswa. Sesuai dengan Djaali (2011:99), “Sekolah; Tempat, gedung sekolah, kualitas guru, perangkat instrumen pendidikan, lingkungan sekolah, dan rasio guru dan murid perkelas (40-50 peserta didik), mempengaruhi kegiatan belajar siswa”. Penjelasan di atas dapat diketahui bahwa kualitas guru menjadi salah satu faktor dalam pancapaian siswa dalam prestasi belajar. Prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini ialah prestasi yang telah dicapai siswa dalam bentuk nilai UAS (Ujian Akhir Sekolah). Mengacu pada kebijakan kurikulum sekolah tentang KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) mata pelajaran IPS: Tabel 3. Kebijakan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) SMP Negeri 19 Bandar .Lampung No KKM Mata Pelajaran Kelas VII Kelas VIII Kelas IX 1 Agama 70 70 70 2 Pendidikan Kewarganegaraan 70 70 70 3 Bahasa Indonesia 70 70 70 4 Bahasa Inggris 70 70 70 5 Matematika 67 70 70 6 IPA 70 70 70 7 IPS 70 70 70 8 Seni Budaya 70 70 70 9 Pendidikan Jasmani 70 70 70 10 Teknologi Informatika Komunikasi 70 70 70 11 Bahasa Lampung 70 70 70 Sumber: Arsip Kebijakan Kurikulum SMP Negeri 19 Bandar lampung (2012:15) 27 B. Kerangka Pikir Guru adalah termasuk suatu profesi yang memerlukan keahlian tertentu dan memiliki tanggung jawab yang harus dikerjakan secara profesional. Karena guru adalah individu yang memiliki tanggung jawab terhadap kesuksesan anak didik yang berada di dalam pengawasannya, maka keberhasilan siswa akan sangat dipengaruhi oleh kinerja yang dimiliki seorang guru. Oleh karena itu, guru profesional diharapkan akan memberikan sesuatu yang positif dengan keberhasilan prestasi belajar siswa. Dalam pembelajaran, seorang guru profesional harus terlebih dahulu mampu merencanakan program pengajaran. Kemudian melaksanakan program pengajaran dengan baik dan mengevaluasi hasil pembelajaran sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu, seorang guru profesional akan menghasilkan anak didik yang mampu menguasai pengetahuan baik dalam aspek kognitif, afektif serta psikomotorik. Seorang guru dikatakan profesional apabila mampu menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas dan mendatangkan prestasi belajar yang baik. Demikian pula dengan siswa, mereka baru dikatakan memiliki prestasi belajar yang maksimal apabila telah menguasai materi pelajaran dengan baik dan mampu mengaktualisasikannya. Prestasi itu akan terlihat berupa pengetahuan, sikap dan perbuatan. Kehadiran guru profesional tentunya akan berdampak terhadap perkembangan siswa, baik dalam pengetahuan maupun dalam keterampilan. Oleh sebab itu, 28 siswa akan antusias dengan apa yang disampaikan oleh guru yang bertindak sebagai fasilitator dalam proses kegiatan belajar mengajar. Bila hal itu terlaksana dengan baik, maka apa yang disampaikan oleh guru akan berpengaruh terhadap kemampuan atau prestasi belajar anak. Untuk itu, kualitas guru akan memberikan pengaruh yang sangat berarti terhadap proses pembentukan prestasi anak didik. Oleh karena itu, dengan keberadaan seorang guru profesional diharapkan akan mampu memberikan pengaruh positif terhadap kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar serta mampu memaksimalkan hasil prestasi belajar siswa dengan sebaik-baiknya. Agar lebih jelas kerangka pikir dapat dilihat pada diagram alir di bawah ini (Gambar.1). Persepsi siswa tetang profesionalisme guru IPS a. Menguasai bahan pelajaran (X1) b. Mengelola program belajar C. Hipotesis mengajar (X2) c. Mengelola kelas (X3) D.d. Menggunakan media sumber belajar (X4) Prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaaran IPS (Y) Gambar 1. Hubungan Persepsi Siswa Tentang Profesionalisme Guru IPS dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 19 Bandar Lampung. C. Hipotesis Menurut Sudjana dalam Riduwan (2010:35) “hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu sering dituntut untuk melakukan pengecekan”. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 29 1. Ada hubungan positif yang erat dan signifikan antara persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam menguasai bahan pelajaran dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung. 2. Ada hubungan positif yang erat dan signifikan antara persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam mengelola program belajar mengajar dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung. 3. Ada hubungan positif yang erat dan signifikan antara persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam mengelola kelas dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung 4. Ada hubungan positif yang erat dan signifikan antara persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS dalam menggunakan media sumber belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 19 Bandar Lampung. 30 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini ialah metode penelitian korelasi. Seperti yang dijelaskan Sukardi (2008:166) Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menetukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Adanya hubungan dan tingkat variabel ini penting karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat mengembangkanya sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini akan mengkorelasikan 2 variabel yaitu persepsi siswa tentang profesionalisme guru IPS (X) dengan prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS (Y). B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Menurut Sugiyono dalam Riduwan (2010:54), “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG MATA PELAJARAN SEJARAH DAN SIKAP SISWA TERHADAP GURU SEJARAH DENGAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XII IPS SEMESTER GANJIL SMA NEGERI 1 PUNGGUR LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
2
14
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP NEGERI 17 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2010/2011
0
4
68
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG MATA PELAJARAN SEJARAH DAN SIKAP SISWA TERHADAP GURU SEJARAH DENGAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XII IPS SEMESTER GANJIL SMA NEGERI 1 PUNGGUR LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012
1
3
129
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KOLEKSI BAHAN BACAAN, MINAT BACA DAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 25 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
10
80
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU DAN PEMANFAATAN SARANA BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP 17 SERDANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
9
83
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU DAN PEMANFAATAN SARANA BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP 17 SERDANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
1
30
84
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU IPS DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 19 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2012/2013
0
5
53
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ICT DAN METODE MENGAJAR GURU TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 1 WAY TENONG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
7
56
HUBUNGAN KETERAMPILAN HITUNG, PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN GURU MENGAJAR DAN CARA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XII IPS SEMESTER GANJIL SMA BINA MULYA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
11
81
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KEMAMPUAN MENGAJAR GURU DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SEMESTER GANJIL SMA NEGERI 1 SRAGI LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
7
86
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS DAN DISIPLIN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP XAVERIUS 4 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
4
83
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG PEMANFAATAN FASILITAS BELAJAR DI SEKOLAH DAN SIKAP SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 3 NATAR
1
16
116
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DAN PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP PURNAMA TRIMURJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
7
80
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIS GURU DAN SIKAP SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU MELALUI AKTIVITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 4 LIWA LAMPUNG BARAT TAHUN PELAJARAN 2013/20
0
3
1
PENGARUH MOTIVASI DAN KETERSEDIAAN FASILITAS BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL SMP NEGERI 19 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
1
15
93
Show more