Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dengan Derajat Insomnia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2009

Gratis

0
22
22
2 years ago
Preview
Full text

  KARYA TULIS AKHIR Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dengan Derajat Insomnia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2009 Oleh : LALU KHAIRUL NAZMI (09020124)

  

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN HASIL PENELITIAN

  Telah disetujui sebagai hasil penelitian untuk memenuhi persyaratan Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

  Universitas Muhammadiyah Malang Tanggal : 15 April 2013

  Pembimbing I dr. Iwan Sys, SpKJ Pembimbing II dr. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes

  Mengetahui,

LEMBAR PENGUJIAN

  Karya Tulis Akhir oleh Lara Yuniarti ini telah diuji dan dipertahankan di depan Tim Penguji pada tanggal 15 April 2013 Tim Penguji dr. Iwan Sys, SpKJ Ketua dr. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes Anggota dr. Indra Setiawan, Sp.THT Anggota

KATA PENGANTAR

  Assalamu’allaikum Wr.Wb

  Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya, penulis telah berhasil menyelesaikan Karya Tulis akhir ini yang berjudul “Hubungan Antara Tingkat Kecemasan dengan Derajat Insomnia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muahammadiyah Malang Angkatan 2009”. Penulisan ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana Kedokteran jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

  Penulis menyadari bahwa penyusunan tugas akhir ini kemungkinan jauh dari sempurna, walaupun demikian penulis telah berusaha semaksimal mungkin serta mendapatkan bantuan dan bimbingan dari Dosen Pembimbing dalam rangka penyusunan. Tanpa bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, sangantlah tidak mudah menjalani masa perkuliahan hingga pada penyusunan tugas akhir ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. dr. Irma Suswati, M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas

  4. dr. Iwan Sys, Sp.KJ selaku Pembantu Dekan 3 Fakultas Kedokteran

  Universitas Muhammadiyah Malang dan selaku Pembimbing I atas bimbingan, pelajaran, dukungan, saran dan abntuan yang telah diberikan dalam penyusunan karya tulis akhir ini.

  5. dr. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes selaku pembimbing II atas kesabaran dan ketelitiannya dalam membimbing dan memberi saran dalam penyususnan karya tulis akhir ini.

  6. Orang tuaku tercinta Bpk H.Lalu.Khuailid dan Ibu Hj.Bq.Nur Hanak yang selalu memberikan semangat, dukungan moral maupun materil, serta doa- Nya selama ananda menuntut ilmu.

  7. Adik-adikku tersayang Subayil, Rayan, Ferdi, Idha, Hilda terima kasih atas bantuan doa dan semangatnya.

  8. Yang terkasih Anggy Dwi Prastiwi terima kasih atas dorongan semangat dan motivasi, dukungan, bantuan, serta doa-Nya selama ini.

  9. Sahabat-sahabatku Irfan, Mahardika, Ibad, Heka, Adit, Nurdin, Afif, Nizar, Tedi terima kasih atas semua bantuannya, semoga kita semua bisa sukses dan menjadi dokter yang berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri, kedua orangtua, keluarga, dan masyarakat.

  12. Semua pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan karya tulis ini juga mendoakan demi suksesnya karya tulis ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu. Akhir kata penulis berharap semoga penelitian ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi semua pihak.

  Malang, 12 November 2012 Penulis

  ABSTRAK

  Lalu Khairul Nazmi. 2013. Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dengan

  Derajat Insomnia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universits Muhammadiyah Malang Angkatan 2009. Karya Tulis

  Akhir, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing (1) Iwan Sys (2) Febri Endra Budi Setyawan.

  

Latar Belakan: Kecemasan adalah salah satu gangguan psikilogis yang

  paling menonjol dari gangguan psikilogis lainnya yang terjadi di masyarakat umum. Kecemasan yang dialami seseorang dapat menimbulkan beberapa gejala salah satunya adalah gangguan tidur (insomnia).

  

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara

  tingkat kecemasan dengan derajat insomnia pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas muhammadiyah malang angkatan 2009.

  

Metode Penelitian: Jenis penelitan ini adalah observasional analitik

  dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total

  

sampling. Adapun instrumen yang digunakan adalah kuesioner data

  responden yaitu HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) dan Insomnia

  

Rating Scale KSPBJ. Jumlah sampel pada penelitian ini sebesar 96 orang

  responden. Data dalam penelitian ini di analisis secara statistik dengan uji korelasi Gamma & Sommers’D

  

Hasil: Hasil penelitian yang didapat yaitu sebagian besar responden

  mengalami tingkat kecemasan sedang 40,6% dan untuk derajat insomnia responden sebagian besar mengalami derajat insomnia ringan 36,5%, dan tingkat signifikan sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai r dari Gamma sebesar 0.743 dan r untuk Sommers’D sebesar 0.535.

  

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan

  

ABSTRACT

Lalu Khairul Nazmi. 2013. The Association Between Degree of Anxiety

And Insomnia Level on Student of Medicine Faculty University of Muhammadiyah Malang Academy year 2009. Thesis, Medicine Faculty, University of Muhammadiyah Malang.

Advisor (1) Iwan Sys (2) Febri Endra Budi Setyawan.

  

Background: Anxiety is the most common kind of psychologichal

distrubance that can be found in public. Anxiety at certain cases leades

to another symptoms for example insomnia or sleeping disorder

Purpose: This research aims to acquire the association between degree

of anxiety and insomnia level among student of Medicine Faculty of

University of Muhammadiyah Malang Academy year 2009.

  

Method of experiment: The type of this research is analitical

observasional with cross sectional approach. The sample is taken using

total sampling technique and respondent data quesioner. The research

used HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) and Insomnia Rating Scale

KSPBJ. The total number of respondent 96 person. The data was

analyzed using Gamma & Sommers’D corelation test.

  

Result: Most of the respondents suffer from middle level of anxiety

40,6% while suffer from low grade level of insomnia was 36,5% with

significant level of 0,000 (p<0,05) and r for Gamma is 0,743 an d for

Sommers’D is 0,535.

  

Conclusion: There is a significant association between degree of anxiety

and insomia level on student of Medicine Faculty University of

Muhammadiyah Malang academy year 2009 using Gamma &

Sommers’D corelation test Key word: Anxiety, Insmonia, Degree, Student of Medicine Faculty.

  

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................

  1.4.1 Bagi Akademis …………………………………………...

  2.2.1 Unsur

  14

  12 2.2 Tingkat Kecemasan …………………………………………….

  2.1.3 Gejala … ………………………………………………...

  6

  6 2.1.2 Etiologi Kecemasan . ……………………………………..

  6 2.1.1 Pengertian Kecemasan . …………………………………..

  2.1 Kecemasan …………………………...

  6

  5 BAB II TINJAUAN PUS TAKA ……………………………………..

  4

  4

  1.4.2 Bagi Masyarakat …………………………………………..

  1.4 Manfaat Penelitian …………………………………………......

  DAFTAR ISI …………………………………………………………. DAFTAR SINGKATAN......................................................................

  4

  4

  4

  1 Tujuan Umum …………………………………………… 1.3.2 Tujuan Khusus …………………………………………...

  1.3 Tujuan Penelitian ……………………………………………… 1.3.

  3

  1 1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………...

  1.1 Latar Belakang …………………………………………………

  1

  BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………

  VIII

  VII

  VI DAFTAR TAB EL ……………………………………………………. DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………

  I IV

  16

  27 2.4.3 Klasifikasi Insomnia……………………………………...

  27 2.4.3.1 Berdasarkan Penyebabnya………………………..

  28 2.4.3.2 Beradasarkan Waktu Terjadinya………………….

  28 2.4.3.3 Berdasarkan Lamanya…………………………….

  2.4.3.4 Berdasarkan Berat-

  29 Ringannya…………………….

  29

  2.4.3.5 Berdasarkan Insomnia Rating Scale………………

  30 2.4.3.6 Faktor Resiko Insomnia…………………………...

  31

  2.4.3.7 Dampak Insomnia…………………………………

  BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

  32 …………….....

  32 3.1 Kerangka Konsep………………………………………………..

  35 3.2 Hipotesis Penelitian……………………………………………...

  BAB IV METODE

  36 PENELITIAN…………………………...............

  36

  4.1 Jenis Penelitian…………………………………………………

  36 4.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian………………………………….

  36 4.3 Populasi Dan Sampel…………………………………………...

  36 4.3.1 Populasi…………………………………………………...

  36

  4.3.2 Sampel……………………………………………………

  36 4.3.3 Tehnik Pengambilan Sampel……………………………..

  4.3.4 Karakterestik Sampel Penelit

  37 ian………………………….

  37 4.3.4.1 Kriteria Inklusi…………………………………….

  37 4.3.4.2 Kriteria Eksklusi…………………………………..

  BAB V HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS................................

  43 5.1 Data umum..................................................................................

  43 5.1.1 Karakteristik responden.....................................................

  43

  5.1.1.1 Distribusi jumlah karakteristik responden berdasarkan

  43 usia.................................

  5.1.1.2 Distribusi jumlah karakteristik responden berdasarkan

  44 jenis kelamin....................................................

  5.2 Karakteristik responden berdasarkan data hasil

  45 penelitian................

  5.2.1 Tingkat kecemasan ....................................................................

  45 5.2.2 Derajat insomnia .......................................................................

  46

  5.2.3 Hubungan antara tingkat kecemasan dan derajat

  46 insomnia.....................................................................................

  BAB VI PEMBAHASAN.......................................................................

  50 6.1 Deskripsi karakteristik responden.......................................................

  50 6.1.1 Deskripsi karakteristik responden berdasarkan kecemasan............

  53 6.1.2 Deskripsi karakteristik responden berdasarkan insomnia...............

  55

  6.1.3 Deskripsi karakteristik berdasrkan hubungan antara tingkat

  56 kecemasan dengan derajat insomnia........................................................

  6.2 Analisis data hubungan antara tingkat kecemasan dengan derajat

  58 insomnia..............................................................................................

  BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN.............................................

  60 7.1 Kesimpulan.........................................................................................

  60 7.1 Saran...................................................................................................

  61

  DAFTAR SINGKATAN Singkatan

  ACTH = Adreno Cortico Tropine Hormone ARAS = Ascending Raticulery Activity System EEG = Electroenchelografi HARS = Hamilton Anxiety Rating Scale HPA Axis = Hipotalamus Pituitary Adrenal Axis KSPBJ = Kelompok Studi Psikiatrik Biologi Jakarta MAO = Mono Amin Oksidase NREM = Non Rapid Eye Movement REM = Rapid Eye Movement SAM Axis = Sympatho Adrenal Medullary Axis

  

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman Tabel 2.1.

  13 Respon Fisiologis Terhadap Kecemasan………………... Tabel 2.2.

  14 Respon Perilaku, Kongnitif, Dan Afektif………………. Distribusi Jumlah Karakteristik Responden Berdasarkan Tabel 5.1. Usia...................................................................................

  43 Distribusi Jumlah Karakteristik Responden Berdasarkan Tabel 5.2.

  44 Jenis Kelamin.................................................................... Tabel 5.3.

  Distribusi Jumlah Karakteristik Responden Berdasarkan

  45 Tingkat Kecemasan.......................................................... Distribusi Jumlah Karakteristik Responden Berdasarkan Derajat Insomnia............................................................... Tabel 5.4.

  46 Tabulasi Silang Antara Tingkat Kecemasan Dengan Tabel 5.5.

  46 Derajat Insomnia............................................................... Tabel 5.6.

  47 Hasil uji Sommers ’D dan Gamma.................................... Tabel 5.7.

  48 Hasil uji korelasi berdasarkan kekuatan korelasi..............

  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman Lampiran 1 Permohonan bersedia menjadi responden................

  66 Lampiran 2 Persetujuan menjadi responden...............................

  67 Lampiran 3 Hasil Penelitian Berdasarkan Tingkat Kecemasan Derajat Insomnia....................................................

  68 Lampiran 4 Lampiran tingkat kecemasan...............................

  70 Lampiran 5 Lampiran derajat insomnia......................................

  72 Lampiran 6 Angket kuesioner tingkat kecemasan (HARS).......

  74 Lampiran 7 Angket kuesioner derajat insomnia (KSPBJ insomnia rating scale)...............................

  81 Lampiran 8

  84 Uji Korelasi Sommers’D dan Korelasi Gamma.....

DAFTAR PUSTAKA

  Adelsa, Suharsimi. 2009. Insomnia dan Gangguan Tidur Psikomatis (diakses tanggal 26 April 2012).

  Alihagen, S., Wijma, K., Lundberg, U., Melin, B., Wijma, B. 2005. Fear,

  pain, and stress hormone during childbirth. Journal of Psychosomatic Obstetrics & Gynecology. 26(3): 153-165.

  Allen, Susan. 2005. Insomnia and Its Managemen, The Pharmaceutical

  Journal (diakses tanggal 15 Maret 2012).

  Berry, L.M. 1998. Psycology At Work: Anintroduction To Organization Psycology 2nd Ed. New York: Mc-Graw Hill

  Departemen Kesehatan R.I, 2006. Profil Kesehatan Indonesia 2004 diakses tanggal 25 Maret 2012). Doghrmaji, Karl, MD., 2006, The Epidemiologi and Diagnosis of Insomnia,

  TheAmerican Journal of Managed Care

   (diakses tanggal 27 Maret 2012). Doghramji Karl, Grewal Ritu, Markov Dimitri. Evaluation and Management of Insomnia in The Psychiatric Setting. 2009;7:441-453. Ebrahimi, Azizeh Afkham., dkk. 2010. The Impact Of Anxiety On Sleep

  Quality. Jurnal of Medical Vol.23 No.4. Iran : University of Medical Science. Guyton, A. C. & Hall, J. E., 1997, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi IX. EGC, Jakarta,. Pp : 946-948. Japardi, Iskandar, 2002, Gangguan Tidur, USU digital library (diakses tanggal 20 April 2012).

  Jeffrey S nevvid, spencer, A. Rathus, Beverly Greene, 2005, Psikologi Abnormal.edisi ke 5 jilid 2, Erlangga, Jakarta. Kaplan dan Saddock. 2010. Buku Ajar Psikiatri Klinis. Edisi 2. EGC.

  Jakarta. hal : 257-377 KPU, Statistika Jumlah Kependudukan Indonesia. 2012. diakses pada tanggal 10 April 2013.

  Maramis W F, 2010. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Airlangga University Press, Surabaya. Musadik, Keja, 2004, Patofisiologi Ganggua Tidur, Jakarta, Dalam Majalah Cermin Kedokteran No.53, hal 6-9. Nair, Deepa., Karla Gurvinder., Shah Nilesh B. 2012. Isolated Sleep

  Paralyses And Generalized Anxiety Disorder : A Case Report And Review. Journal of Psychiatry Vol.14 No.1. India : University of Health Sciences Sector 18, Kamothe, New Mumbai.

  Nevid, Jefrey S., Rathus, Spencer A., Greene Beverly. 2005. Psikologi

  th Abnormal. 2 Edition. Jakarta : Erlangga. hal: 124-135.

  Nevid, Jefrey S., Rathus, Spencer A., Greene Beverly. 2005. Psikologi

  th Abnormal. 5 Edition. Jakarta : Erlangga.

  Pangyoman, Agung. 2008, Hormon melatonin.

  (http://www.aasmnet.orgresourcesfactheetsinsomnia.html) (diakses tanggal 5 Mei 2012).

  th

  Pinel, John PJ. (2009). Biopsikologi.7 Edition. Yogyakarta : Pustaka

  Rowley, Jamess. A., & Lorenzo. N., 2005, Insomnia, American Academy of

  SleepMedicine(http://www.nevdgp.org.auinfoDocs_pdfspdfs insomnia.pdf) (diakses tanggal 10 Mei 2012).

  Selamihardja, W. 2004. Insomnia dan Rahasia Tidur Nyaman diakses tanggal 10 Mei 2012). Stuart dan Sudden. 2000. Prncipal and Practice of psichyatric Nursing.

  Mosby yearbook inc. Hal 327-351.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering di temukan, kejadiannya makin meningkat seiring bertambahnya usia.

  Menurut Jefrey.S Nevid,dkk (2005) Insomnia memiliki pengertian adalah tidak atau tanpa dan somus adalah tidur. Insomnia adalah kesukaran dalam memulai dan mempertahankan tidur. Insomnia menurut John P.J Pinel (2009) adalah gangguan menginisiasi dan mempertahankan tidur jadi insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan dalam memulai tidur dan mempertahankan tidur sehingga merasa tidur yang dilakukan tidak berkualitas.

  Insomnia ditandai dengan gejala kesulitan untuk memulai tidur atau memerlukan waktu yang lama (sekitar satu jam atau lebih) untuk dapat tertidur, sering terbangun di malam hari dan sulit untuk tidur kembali dan memiliki waktu yang sedikit dalam tidur, biasanya hanya 1-4 jam tidurnya dalam sehari, sehingga penderita insomnia sering merasa kurang dalam waktu tidurnya. Insomnia tergolong menjadi insomnia akut

  2 menyebabkan kesulitan memulai tidur, masuk tidur memerlukan waktu yang lebih dari 60 menit, timbulnya mimpi menakutkan dan mengalami kesukaran bangun di pagi hari dan merasa kurang segar.

  Manifestasi dari masalah psikis dan stres diantaranya kecemasan, kecemasan adalah suatu ancaman yang sumbernya tidak diketahui, internal, samar-samar atau konfliktual. Perempuan (prevalensi seumur hidup 30,5 %) lebih cenderung mengalami kecemasan dari pada laki-laki (prevalensi seumur hidup 19,2 %) (Kaplan & Saddock, 2010). Kecemasan diidentifikasi menjadi 3 tingkat yaitu ringan, sedang, berat (Stuart dan Sudden, 2000). Setiap individu mempunyai tingkat kecemasan berbeda hal ini di tandai dengan perbedaan intergritas dan tingkat keadaan yang ada.

  Semakin tinggi tingkat kecemasan individu maka akan mempengaruhi kondisi fisik dan psikis.

  Stres dan kecemasan merupakan bagian kehidupan manusia sehari- hari. Bagi orang yang penyesuaiannya baik maka stres dan kecemasan dapat diatasi dan ditanggulangi. Bagi orang yang penyesuaian dirinya kurang baik, maka stres dan kecemasan merupakan bagian terbesar di dalam kehidupannya, sehingga stres dan kecemasan menghambat

  3 kecemasan, hal ini diakibatkan karena mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki beban studi cukup berat jika dibandingkan dengan mahasiswa fakultas lain (Arief, Suwadi, Sumarni, 2003).

  Berdasarkan data survey awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 20 September 2012, yang berasal dari data primer berupa kuesioner yang diberikan pada sekitar 40 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang, yang dilakukan secara acak pada 10 orang mahasiswa tiap angkatan mulai dari angkatan 2009 hingga 2012, diketahui ada sekitar 75% mahasiswa mengalami kecemasan. Pada mahasiswa yang mengalami kecemasan diketahui sekitar 80% disertai dengan gejala Insomnia. Berdasarkan kejadian pada tiap angkatan diketahui kejadian kecemasan pada angkatan 2009 sebesar 90%, angkatan 2010 sebesar 80%, angkatan 2011 sebesar 60%, dan angkatan 2012 sebesar 80%. Sedangkan pada kecemasan yang disertai dengan gejala insomnia pada angkatan 2009 sebesar 80%, angkatan 2010 sebesar 70%, angkatan 2011 sebesar 60%, dan angkatan 2012 sebesar 60%.

  Berdasarkan hasil survei diatas, peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang

  “ Hubungan Antara Tingkat Kecemasan

  4

1.3. Tujuan Penelitian

  1.3.1. Tujuan Umum

  Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan derajat insomnia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2009

  1.3.2. Tujuan Khusus

  1. Mengetahui persentase angka kejadian tingkat kecemasan dan derajat insomnia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muahmmadiyah Malang Angkatan 2009.

  2. Mengetahui persentase kejadian hubungan tingkat kecemasan dengan derajat insomnia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2009.

  3. Mengetahui kekuatan korelasi hubungan tingkat kecemasan dengan derajat insomnia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2009.

1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1. Bagi Akademis

  1. Mengatahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan derajat

  5 Muhammadiyah Malang Angkatan 2009 untuk penanganan lebih dini untuk menghindari terjadinya komplikasi yang lebih parah.

  4. Sebagai dasar pertimbangan dan masukan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain selain kecemasan yang dapat menimbulkan gejala insomnia.

1.4.2. Bagi Masyarakat

  Masyarakat mendapat informasi bahwa kecemasan berhubungan dengan gangguan tidur, sehingga masyarakat dapat waspada dan segera melakukan langkah

  • – langkah untuk mengatasi kecemasannya sehingga gangguan tidur tidak terjadi.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Gambaran Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun Akademik 2013/2014
5
69
45
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Dispepsia Fungsional Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
27
205
84
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun Masuk 2009
4
129
69
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Konsentrasi Pada Mahasiswa Angkatan 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
33
157
83
Hubungan Antara Usia Menarche Dengan Tinggi Badan Mahasiswi Angkatan 2008 di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
3
50
58
Hubungan Antara Self-Efficacy Dengan Kecemasan Berbicara Di Depan Umum Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
14
155
81
Hubungan Kualitas Tidur dan Kebiasaan Mengkonsumsi Kopi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang
11
90
19
Perbedaan Derajat Stres Mahasiswa Kedokteran Preklinik Dan Klinik Di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.
0
8
22
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dengan Derajat Insomnia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2009
0
22
22
Hubungan Antara Derajat Visus Natural Dengan Derajat Kelainan Miopia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember
0
8
18
Hubungan Tingkat Religiusitas Terhadap Kecemasan Pada Mahasiswa Muslim Angkatan 2011 Universitas Sebelas Maret Surakarta
0
0
49
Pengaruh Self-Efficacy (Efikasi Diri) Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret
0
0
61
Perbedaan Derajat Kecemasan Dan Depresi Antara Mahasiswa Dengan Tingkat Religiusitas Tinggi.Dan Rendah
0
0
50
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun Masuk 2009
0
0
15
Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun Masuk 2009
0
0
13
Show more