Gambaran Gangguan Menstruasi Pada Penderita Kista Ovarium Di RSUP H. Adam Malik Pada Tahun 2012-2013

Gratis

3
63
87
2 years ago
Preview
Full text

GAMBARAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA PENDERITA KISTA OVARIUM DI RSUP H. ADAM MALIK PADA TAHUN 2012-2013 Oleh: DILA RISKITA 110100061

  ADAM MALIK PADA TAHUN 2012-2013 Karya Tulis Ilmiah ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh kelulusan Sarjana Kedokteran Oleh: DILA RISKITA 110100061 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014 LEMBAR PENGESAHAN Gambaran Gangguan Menstruasi Pada Penderita Kista OvariumDi RSUP H. Adam Malik Pada Tahun 2012-2013 Nama : DILA RISKITANIM : 110100061 Pembimbing Penguji 1 (dr.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014

  ADAM MALIK PADA TAHUN 2012-2013 Karya Tulis Ilmiah ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh kelulusan Sarjana Kedokteran Oleh: DILA RISKITA 110100061 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014 LEMBAR PENGESAHAN Gambaran Gangguan Menstruasi Pada Penderita Kista OvariumDi RSUP H. Adam Malik Pada Tahun 2012-2013 Nama : DILA RISKITANIM : 110100061 Pembimbing Penguji 1 (dr.

KATA PENGANTAR

  yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikanKarya Tulis Ilmiah (KTI) ini dengan baik. FK selaku dosen penguji yang telah memberikan kritikan dan masukan yang berarti demikebaikan Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini.

7. Pihak-pihak yang telah membantu peneliti dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini yang tidak dapat dituliskan satu per satu

  Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahuigambaran gangguan menstruasi pada penderita kista ovarium di RSUP H. Hasil: Berdasarkan analisis dari 92 sampel penelitian ditemukan bahwa frekuensi kista ovarium terbanyak pada usia 30-39 tahun (27,2%), jenis kista terbanyak yaitu kistadenoma ovarii serosum (38%), ukuran kista terbanyak yaitu >5 cm(63%), gangguan menstruasi yang ditemukan pada penderita kista ovarium yaitu13% siklus menstruasi tidak teratur, 4,3% hipermenorea, 2,2% hipomenorea dan 37% dismenorea.

DAFTAR SINGKATAN

DAFTAR LAMPIRAN

  Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahuigambaran gangguan menstruasi pada penderita kista ovarium di RSUP H. Hasil: Berdasarkan analisis dari 92 sampel penelitian ditemukan bahwa frekuensi kista ovarium terbanyak pada usia 30-39 tahun (27,2%), jenis kista terbanyak yaitu kistadenoma ovarii serosum (38%), ukuran kista terbanyak yaitu >5 cm(63%), gangguan menstruasi yang ditemukan pada penderita kista ovarium yaitu13% siklus menstruasi tidak teratur, 4,3% hipermenorea, 2,2% hipomenorea dan 37% dismenorea.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Menstruasi yang tertunda, tidak teratur, nyeri, danperdarahan yang banyak pada waktu menstruasi merupakan keluhan tersering yang menyebabkan remaja wanita menemui dokter (Sianipar et al., 2009). Berbagai penelitian terkait kista ovarium telah dilakukan sebelumnya, tetapi penelitian yang membahas tentang gambaran gangguan menstruasi pada penderitakista ovarium masih jarang ditemukan.

1.2. Rumusan Masalah

  Adapun masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran gangguan menstruasi pada penderita kista ovarium di RSUP H. Adam Malik dari 1 Januari 2012 sampai 31 Desember 2013.

1.3. Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1.3.1. Tujuan UmumPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan menstruasi pada penderita kista ovarium di RSUP H.

1.3.2. Tujuan Khusus

  Untuk mengetahui karakteristik (usia, jenis kista dan ukuran kista) penderita kista ovarium di RSUP H. Untuk mengetahui gambaran siklus menstruasi pada penderita kista ovarium di RSUP H.

1.4. Manfaat Penelitian

  Memberikan informasi tentang gambaran gangguan menstruasi pada penderita kista ovarium di RSUP H. Memberikan informasi dan masukan bagi penelitian selanjutnya yang terkait tentang gangguan menstruasi pada penderita kista ovarium.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Anatomi

2.1.1. Uterus Uterus terdiri dari fundus uterus, korpus uterus, dan serviks uterus (Pearce, 2009)

  Endometrium mempunyai arti penting dalam siklus menstruasi karena selama masa menstruasi endometrium sebagian besar dilepaskan dan tumbuhkembali dalam masa proliferasi. Inervasi uterus terutama terdiri atas sistem sarafsimpatetik dan untuk sebagian terdiri atas sistem parasimpatetik dan serebrospinal (Prawirohardjo, 2010).

2.1.2. Tuba Falloppii

  Pars interstisialis, yaitu bagian yang terdapat di dinding uterus. Infundibulum, yaitu bagian ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen dan mempunyai fimbria.

2.1.3. Ovarium

  Menurut Prawirohardjo (2010), struktur ovarium terdiri dari: 1. Korteks, bagian luar yang diliputi oleh epitelium germinativum berbentuk kubik dan di dalamnya terdiri atas stroma serta folikel-folikel primordial.

2. Medulla, bagian di sebelah dalam korteks terdapat stroma dengan pembuluh- pembuluh darah, serabut-serabut saraf, dan sedikit otot polos

  Ovarium berisi sejumlah besar ovum yang belum matang, yang disebut oosit primer. Ovarium jugamenghasilkan hormon yaitu progesteron dan estrogen (hormon seks wanita), inhibin, dan relaksin (Tortora & Derrickson, 2009).

2.2. Menstruasi

  Panjang siklus menstruasi adalah jarak antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu dan mulainya menstruasi berikutnya (Prawirohardjo, 2008). Seorang wanita rata-rata mengalami 400 siklus menstruasi sebelum menopause dan siklus menstruasi rata-rata berlangsungselama 5 hari (Kumar et al., 2013).

2.2.1. Siklus menstruasi

1. Siklus Ovarium

  Fase folikelTahap pertama, pertumbuhan folikel berupa pembesaran sedang dari ovum, diameter ovum menjadi 2-3 kali lipat dan diikuti dengan pertumbuhan lapisan Sesudah tahap awal pertumbuhan proliferasi yang berlangsung beberapa hari, masa sel granulosa menyekresi cairan folikular yang mengandung estrogendalam konsentrasi tinggi. Pada saat ini, penghentian tiba-tiba sekresi estrogen, progesteron, dan inhibin dari korpusluteum menghilangkan umpan balik halangan kelenjar hipofisis anterior, sehingga meningkatkan sekresi FSH dan LH yang merangsang pertumbuhanfolikel baru.

2. Siklus Endometrium

  Darah menstruasi mengandung daraharteri dan vena, sel-sel epitel dan stroma, serta sekret dari uterus, serviks, dan kelenjar-kelenjar vulva. Fase pascamenstruasi atau fase regenerasiLuka endometrium berangsur-angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir baru yang tumbuh dari sel-sel epitel endometrium.

1) Fase sekresi dini, endometrium lebih tipis karena kehilangan cairan

  Endometrium sangat banyak mengandung pembuluh darah yang berkeluk-keluk dankaya dengan glikogen. Fase ini ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum.

2.2.2. Pengaturan Siklus Menstruasi

Menurut Guyton & Hall (2007), mekanisme ritmik dasar yang menyebabkan terjadinya variasi siklus menstruasi, yaitu:

1. Hipotalamus tidak menyekresikan Gonadotropin Releasing Hormone

2. Estrogen memiliki efek yang kuat dalam menghambat produksi LH dan FSH

  Banyak pusat saraf dalam sistem limbik otak(sistem yang mengatur psikis) menghantarkan sinyal ke nukleus arkuatus untuk memodifikasi intensitas pelepasan GnRH dan frekuensi pulsasi. Efek umpan balik ini bekerja langsung pada hipofisis anterior dan bekerja sedikit padahipotalamus untuk menurunkan sekresi GnRH, terutama mengubah pulsasiGnRH.

2.2.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Siklus Menstruasi

  Jika kehamilantidak terjadi, penurunan kadar progesteron menyebabkan pelepasan enzim- enzim hidrolitik, dan merusak sel-sel yang berperan dalam sintesis protein. Regresi endometrium menyebabkan statis dalamvena serta saluran-saluran yang menghubungkannya dengan arteri, sehingga terjadi nekrosis dan perdarahan dengan pembentukan hematom, baik dari arterimaupun dari vena.

2.2.4. Faktor Risiko Gangguan Menstruasi 1

  Berat badanBerdasarkan penelitian Rakhmawati (2012), pada kelompok subjek yang mengalami obesitas memiliki risiko mengalami gangguan siklus menstruasisebesar 1,89 kali lebih besar dibandingkan pada kelompok subjek dengan status gizi normal. Polikistik ovariumAmenorea dan oligomenorea pada penderita polikistik ovarium berhubungan dengan insensitivitas hormon insulin dan menjadikan wanitatersebut obesitas (Kusmiran, 2011).

2.2.5. Gangguan Menstruasi

1. Gangguan Siklus Menstruasi

  Etiologi dismenorea sekunder perlu dievaluasi bila terdapat gejala berupa dispareuni, menoragia, dyschezia, perdarahan abnormal pada vagina, perdarahan pascacoitus, dan Tumor ovarium Dalam keadaan normal korpus luteum lambat laun mengecil dan menjadi korpus albikans. Kista ovarium disebut juga dengan kista fisiologis karenaterbentuk selama siklus menstruasi dan biasanya menghilang setelah 1-3 bulan (Yatim, 2005).

2.3. Kista Ovarium

2. Kista korpus luteum

  Terdapat tiga teoritentang patogenesis dari kista endometrium, yaitu transpor retrograd dan implantasi, transpor retrograd dan transformasi metaplastik pada peritoniumyang berdekatan, dan penyebaran limfatik atau hematogen (Graber et al., 2006). Dinding kista agak tebal dan berwarna putih keabu-abuan yang berisi cairan lendir yang khas, kental seperti gelatin,melekat dan berwarna kuning sampai cokelat.

2.3.3. Faktor Risiko

  Meskipun mekanismemerokok menyebabkan kista ovarium tidak diketahui, diduga adanya perubahan pada sekresi gonadotropin dan fungsi ovarium (Schorge et al.,2008). Hubungan antara atrazine dan tumor ovarium telah diamati dalam dua penelitian di Italia, yang menunjukkan bahwa atrazine adalahkarsinogenik pada manusia (Hariyanti, 2012).

7. Hipotiroid

  (2013), ada beberapa teori yang menjelaskan hubungan hipotiroid dengan kista ovarium yaitu: a. TSH memiliki efek pada ovarium untuk menstimulasi gonadotropin dengan stimulasi reseptor nuklir tiroid dalam sel granulosa.

2.3.4. Patogenesis

  Kista ovarium terbentuk dari folikel dominan yang tidak berovulasi. (2008), angiogenesis merupakan komponen penting dari folikel dan fase luteal pada siklus ovarium.

2.3.5. Patofisiologi 1

  Apabila tumor mendesak kandung kemih, dapat menimbulkan gangguan miksi, sedangkan kista yang lebih besar tetapiterletak bebas di rongga perut kadang-kadang hanya menimbulkan rasa berat dalam perut serta mengakibatkan obstipasi edema pada tungkai. (2010) yaitu menemukan gangguan siklus menstruasi sebesar 76 % pada penderita PCOS di masyarakat dan 92,1 % pada penderita PCOSdi rumah sakit, sama dengan tingkat kejadian yang dilaporkan sebelumnya.

2.3.6. Gejala Klinis Kista ovarium biasanya tidak menimbulkan gejala (Gulati & Goyal, 2013)

  Menurut Sain Mary’s Hospital (2012), gejala kista ovarium dapat ditemukan apabila massa berukuran besar, pecah (splits), atau terjadi torsi. Nyeri panggul karena ukuran kista yang besar, dan nyeri tajam yang tiba-tiba karena kista pecah atau torsi.

2.3.7. Diagnosis

  Hal ini juga penting untuk mencari gejala yang menunjukkan endometriosis, terutama pada pasien wanita usia reproduksi denganinfertilitas (Rofe et al., 2013). CA-125 bukan Anti-Mullerian Hormone (AMH) adalah penanda yang relatif baru pada cadangan ovarium dan dianggap paling akurat pada saat ini.

4. Pemeriksaan penunjang

  Pada USG gambaran khas yang menunjukan adanya lesi jinak adalah dinding yang tipis, tidak adanya eko internal, kurangnya septa internal. Jika USG memberikan gambaran yang kurang jelas atau jika terdapat kecurigaan adanyakeganasan, maka dapat digunakan Computerized Tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk melihat pencitraan yang lebih akurat (Umami & Safitri, 2007).

2.3.8. Penatalaksanaan

  Kista adneksa dengan ukuran fisiologis pada wanita usia reproduksi, atau kista sederhana yang berukuran≤ 1 cm pa da wanita pascamenopause, cenderung jinak dan tidak berbahaya. Meskipun kista sederhana dari berbagai ukuran tidak mungkin menjadi lesi ganas, tetapi perlu dilakukan USG tahunan untuk mengawasi kista yanglebih dari 5 cm pada wanita pramenopause dan 1 cm pada wanita pascamenopause.

2.3.9. Komplikasi

  Sebagian besar kasus torsi terjadi pada wanita pramenopause usia subur,tetapi 17% dari kasus terjadi pada wanita prapubertas dan pascamenopause. Massa ovarium yang paling umum yang terkait dengan torsi adalah kista dermoid (Helm, 2014).

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

3.1. Kerangka Konsep

Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka kerangka konsep dalam penelitian ini adalah:Obesitas Siklus mesntruasi: Gangguan Perdarahan menstruasi:menstruasi Mioma uteri Dismenorea Kista Ovarium Karakteristik penderita: = Diteliti= Tidak diteliti Gambar 3.1. Kerangka Konsep Penelitian

3.2. Variabel dan Definisi Operasional

  Variabel Variabel-variabel yang terlibat dalam penelitian ini adalah usia penderita, jenis kista ovarium, ukuran kista ovarium, siklus menstruasi, perdarahan menstruasi,dan dismenorea. DefinisiJenis kista adalah jenis kista ovarium patologis (kistoma ovarii simpleks, kistadenoma ovarii serosum, kistadenoma ovarii musinosum, kistaendometroid, dan kista dermoid) berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi.

3. Ukuran Kista a

  DefinisiUkuran kista adalah diameter kista ovarium yang telah dievaluasi dan dinyatakan dalam sentimeter. Cara UkurCara pengukuran data penelitian ini adalah melihat dan mencatat data ke dalam tabel hasil yang akan dijadikan parameter penilaian.

4. Siklus menstruasi a

  Definisi1) Siklus menstruasi adalah jarak antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu dan mulainya menstruasi berikutnya.2) Teratur yaitu siklus menstruasi dalam rentang 21-35 hari3) Tidak teratur yaitu siklus menstruasi di luar rentang 21-35 hari yang terdiri dari:a) Polimenorea yaitu siklus menstruasi yang kurang dari 21 hari. Cara UkurCara pengukuran data penelitian ini adalah melihat dan mencatat data ke dalam tabel hasil yang akan dijadikan parameter penilaian.

5. Perdarahan Menstruasi a

  Definisi1) Perdarahan menstruasi adalah jumlah darah yang dikeluarkan setiap menstruasi berdasarkan lamanya menstruasi. 2)Hipermenorea adalah perdarahan yang banyak saat menstruasi, lebih dari 8 hari.

3) Normal adalah menstruasi yang berlangsung selama 3-8 hari

  5)Tidak terdata apabila perdarahan menstruasi penderita kista ovarium tidak diketahui. Cara UkurCara pengukuran data penelitian ini adalah melihat dan mencatat data ke dalam tabel hasil yang akan dijadikan parameter penilaian.

6. Dismenorea a

1) Dismenorea adalah nyeri saat menstruasi

  Definisi 2)Positif apabila penderita kista ovarium mengalami nyeri saat menstruasi 3)Negatif apabila penderita kista ovarium tidak mengalami nyeri saat menstruasi 4)Tidak terdata apabila data dismenorea penderita kista ovarium tidak diketahui. Cara Ukur Cara pengukuran data penelitian ini adalah melihat dan mencatat data ke dalam tabel hasil yang akan dijadikan parameter penilaian.

BAB 4 METODE PENELITIAN

  Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan gangguan menstruasi pada penderita kista ovarium di RSUP H. Adam Malik, dengan alasan rumah sakit tersebut merupakan pusat pelayanan kesehatan di Medan dan juga merupakan rumah sakit rujukan dari berbagaiprovinsi di Sumatera dengan jumlah penderita kista ovarium yang cukup banyak mulai dari 1 Januari 2012 sampai 31 Desember 2013.

4.3.1. Populasi

Populasi adalah sekelompok subjek dengan karakteristik tertentu. Populasi dapat dibagi menjadi 2 yaitu:

1. Populasi target ditandai oleh karakteristik klinis dan demografi. Populasi target penelitian ini adalah penderita kista ovarium

  Populasi terjangkau adalah bagian dari populasi target yang dibatasi oleh tempat dan waktu. Populasi terjangkau penelitian ini adalah semua penderitakista ovarium di RSUP H.

4.3.2. Sampel

  Kriteria InklusiKriteria yang dimasukan dalam penelitian ini adalah penderita kista ovarium di RSUP H. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling, yaitu semua penderita kista ovarium di RSUP H.

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

  Karakteristik Individu Sampel penelitian ini adalah semua penderita kista ovarium di RSUP H. Data yang diambil yaitu karakteristik penderita kista ovarium seperti usia penderitakista ovarium, jenis kista ovarium dan ukuran kista ovarium, serta riwayat menstruasi penderita kista ovarium yang terdiri dari siklus menstruasi, perdarahanmenstruasi berdasarkan durasi menstruasi dan dismenorea.

5.1.3. Hasil Analisis Data

  Adam Malik mengalami siklus menstruasi yang teratur,sedangkan penderita kista ovarium yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur adalah sebanyak 12 orang (13%). Adam Malik pada Tahun2012-2013 Berdasarkan pengolahan data sekunder terhadap 92 sampel penelitian, diperoleh gambaran gangguan siklus menstruasi pada penderita kista ovarium berdasarkanjenis kista ovarium sebagai berikut: Tabel 5.5.

H. Adam Malik pada Tahun 2012-2013 PerdarahanMenstruasi Jenis Kista Ovarium Hiperme- Normal Hipome- Tidak Total norea norea terdata

  di atas diketahui bahwa penderita kista ovarium yang mengalami gangguan perdarahan menstruasi adalah penderita kistadenoma ovariiserosum yaitu sebanyak 2 orang (50%) mengalami hipermenorea dan 2 orang (100%) mengalami hipomenorea. Adam Malik pada Tahun 2012-2013 Berdasarkan pengolahan data sekunder terhadap 92 sampel penelitian, diperoleh gambaran dismenorea pada penderita kista ovarium sebagai berikut: Tabel 5.8.

H. Adam Malik pada Tahun 2012-2013

  di atas diketahui bahwa penderita kista ovarium yang mengalami dismenorea yaitu sebanyak 34 orang (37%), sedangkan yang tidakmengalami dismenorea yaitu sebanyak 49 orang (53,3%). Adam Malik pada Tahun 2012-2013 Dismenorea Jenis Kista Ovarium Positif Negatif Tidak Total terdataKistoma ovarii simpleks n % 10 20 5 35 Kistadenoma ovarii serosum n 29,4 40,8 55,6 38,0% 6 17 23 Kistadenoma ovarii musinosum n 17,6 34,7 0,0 25,0% 11 3 2 16 Kista endometroid n 32,4 6,1 22,2 17,4% 2 1 1 4 Kista dermoid n 5,9 2,0 11,1 4,3% 5 8 1 14 Tidak terdata n 14,7 16,3 11,1 15,2% 34 49 9 92 Total n 100,0 100,0 100,0 100,0% Berdasarkan tabel 5.9.

5.2. Pembahasan

  (2013) yang menemukan kasus kista ovarium sebanyak 31 orang (26,7%) pada usia 29-37 tahun, Limbong (2012) menemukan kasus endometriosis sebanyak 19 orang (65,5%) pada usia 31-50 tahun dan Andriana (2010) menemukan sebesar44,13% penderita endometriosis di RS dr. (2013) yang menemukan ukuran kista ovarium > 6 cm sebanyak 48 orang (41,8%) pada kasus kista ovarium jinak dan 4 orang (66,7%)pada kasus kista ovarium ganas.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

  Gangguan siklus menstruasi pada penderita kista ovarium ditemukan sebanyak 12 orang (13%) dan mayoritas ditemukan pada penderitakistadenoma ovarii serosum yaitu sebanyak 4 orang (33,3%). Dismenorea pada penderita kista ovarium ditemukan sebanyak 34 orang(37%) dan mayoritas ditemukan pada penderita kista endometrioid yaitu sebanyak 11 orang (32,4%).

6.2. Saran

  Berdasarkan hasil yang didapatkan dari penelitian ini, maka dikemukakan beberapa saran sebagai berikut: 1. Diharapkan kepada wanita usia reproduksi yang memiliki faktor risiko kista ovarium dapat mengenali gejala klinis kista ovarium melalui riwayatmenstruasi sehingga kista ovarium dapat didiagnosis lebih dini dan mencegah terjadinya komplikasi.

2. Pencatatan data di rekam medis perlu diperbaiki dan dilengkapi sehingga memudahkan peneliti selanjutnya untuk mendapatkan data

  Diharapkan kepada petugas Layanan Rekam Medis RSUP H. Adam Malik untuk menyusun rekam medis sesuai dengan diagnosis akhir sehingga tidakada data rekam medis yang hilang.

DAFTAR PUSTAKA

  “Laparoskopi pada Kista Ovarium.” Majalah Kedokteran Nusantara, 38 (3): 260-263. 2012 “Faktor Resiko Yang Mempengaruhi Terjadinya Kista Ovarium di RSUD Dr.

21. Jakarta: EGC. Available from:

  “Gambaran Menstruasi dan Prevalensi Dismenorea Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.” Skripsi: 1-71. “Prevalensi Gangguan Menstruasi dan Faktor-faktor yang Berhubungan pada Siswi SMU di Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur.” Majalah Kedokteran Indonesia, 59 (7): 308-313.

HASIL ANALISIS DATA

1. Karakteristik Penderita Kista Ovarium Berdasarkan Kelompok Usia Statistics

Usia Penderita Kista Ovarium NValid 74 4 4,3 4,3 84,8 Tidak terdata14 15,2 15,2 100,0 Total92 100,0 100,0 Valid Kistadenoma ovarii serosum35 38,0 38,0 38,0 Kistadenoma ovariimusinosum 23 25,0 25,0 63,0Kista endometroid 16 17,4 17,4 80,4 Kista dermoid JenisKistaOvariumFrequency Percent Valid Percent Cumulative Percent JenisKistaOvarium NValid 20 Maximum 92 MissingUsia Penderita Kista Ovarium 54 Minimum 24 Std. Deviation 12,450 Variance 155,013Range 92 Missing Mean 39,27Median 38,50 Mode Valid StatisticsUsia N 24 26,1 26,1 26,1 30-3925 27,2 27,2 53,3 40-4923 25,0 25,0 78,3 ≥5020 21,7 21,7 100,0 Total92 100,0 100,0 Frequency Percent Valid Percent Cumulative PercentValid 20-29

2. Karakteristik Penderita Kista Ovarium Berdasarkan Jenis Kista Ovarium Statistics

92 Missing

  Gambaran Siklus Menstruasi pada Penderita Kista Ovarium StatisticsSiklusMenstruasi Valid 92 N MissingSiklusMenstruasi Frequency Percent Valid Percent Cumulative PercentTeratur 72 78,3 78,3 78,3 Tidak teratur 12 13,0 13,0 91,3 ValidTidak terdata 8 8,7 8,7 100,0 92 100,0 100,0Total Statisticssiklusmenstuasipasien Valid 92 N MissingMean 24,0435 Median 28,0000Mode 28,00 Std. Gambaran Perdarahan Menstruasi pada Penderita Kista Ovarium StatisticsPerdarahanMenstruasi Valid 92 N MissingPerdarahanMenstruasi Frequency Percent Valid Percent Cumulative PercentHipermenorea 4 4,3 4,3 4,3 Normal 72 78,3 78,3 82,6 Hipomenorea2 2,2 2,2 84,8 Valid Tidak terdata 14 15,2 15,2 100,0 92 100,0 100,0Total Statisticsperdarahanmenstruasipasien Valid 92 N MissingMean 4,7391 Median 5,0000Mode 7,00 Std.

Dokumen baru

Download (87 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Karakteristik Pasien Penderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012-2013
5
102
60
Prevalensi Karsinoma Nasofaring di RSUP H. Adam Malik Tahun 2012-2013
0
74
54
Gambaran Kualitas Hidup Pada Penderita Rinitis Alergi Kelompok Usia Remaja di RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2012
1
124
76
Gambaran CT Scan Nasofaring Potong Axial Pada Penderita Karsinoma Nasofaring Di RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2010-2012
6
85
70
Profil Penderita Karsinoma Kolorektal Di RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2009-2012
0
45
64
Gambaran Klinis Penderita Demam Berdarah Dengue Pada Anak Di RSUP H. Adam Malik Medan
3
56
83
Gambaran Bayi Baru Lahir Dengan Hiperbilirubinemia Di RSUP H. Adam Malik Pada Tahun 2011
2
68
52
Gambaran Penderita Karsinoma Nasofaring Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2006-2010
1
65
81
Gambaran Penderita Apendisitis Perforata Umur 0-14 Tahun di RSUP H. Adam Malik Tahun 2006-2009
0
43
92
Karakteristik Penderita Apendisitis di RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2009
9
87
42
Gambaran Klinis Terbanyak Pada Penderita Kanker Payudara Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2007 - 2009
0
65
40
Gambaran Glasgow Coma Scale Pada Pasien Trauma Kapitis Di RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2009
0
34
63
Gambaran Gangguan Menstruasi Pada Penderita Kista Ovarium Di RSUP H. Adam Malik Pada Tahun 2012-2013
3
63
87
Karakteristik Pasien Penderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012-2013
1
1
13
Gambaran Bayi Baru Lahir Dengan Hiperbilirubinemia Di RSUP H. Adam Malik Pada Tahun 2011
0
0
13
Show more