Pengaruh Proteksi Vitamin C Terhadap Enzim Transaminase dan Gambaran Histopatologis Hati Mencit yang Dipapar Plumbum

 4  54  64  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

RIWAYAT HIDUP

  Aktivitas Enzim Transaminase pada Kelompok Kontrol dan Perlakuan..... Bagan Kerangka Teori Pengaruh Proteksi Vitamin C Terhadap Sel Hati yang Dipapar Plumbum...............................................................................

DAFTAR LAMPIRAN

  Persetujuan Komite Etik Tentang Pelaksanaan Penelitian Bidang Kesehatan...53 2. Pernyataan Melakukan Penelitian dari Kepala Balai Penyedikan dan Pengujian Veteriner Regional I Medan.............................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Penggunaan Pb di industri dan 3 O 4 pada industri baterai, Pb 3 O 4 dan Pb sulfat pada industri cat, PbO pada industri karet, Pb arsenat pada insektisida dan Pb naftenat sebagai pengering pada industri kain katun, cat, tinta, cat rambut, insektisida,amunisi dan kosmetik. Hal inidisebabkan karena Pb dapat masuk ke dalam tubuh dan pada tingkat tertentu akan menyebabkan perubahan pada beberapa molekul tubuh yang pada akhirnya akanmengganggu fungsi tubuh.

1.2 Perumusan Masalah

1.3 Kerangka Teori

  Apakah pemberian vitamin C secara oral dapat melindungi hati dari kerusakan yang diakibatkan oleh Pb sehingga tidak akan terjadi peningkatan kadar AST/ALTterjadinya perubahan gambaran histopatologis hati akibat pengaruh Pb, serta berapa kadar vitamin C optimal yang dapat melindungi hati dari paparan Pb. Untuk dapat memantau pengaruh vitamin C dalam mencegahkerusakan hati yang diakibatkan paparan Pb, dapat dipakai suatu pemeriksaan biokimia berupa pemeriksaan enzim transaminase dan pemeriksaan histopatologisdari jaringan hati.

PEMBERIAN PLUMBUM STRES OKSIDATIF PREVENSI

VITAMIN C ORAL FAKTOR YANG BERPENGARUH : MAKANAN, SEL LINGKUNGAN, HATI UMUR GAMBARAN HISTOPATOLOGIS AST/ALT HATI Gambar 1.Kerangka Teori Pengaruh Proteksi Vitamin C Terhadap Sel Hati yangDipapar Plumbum

1.4 Tujuan Penelitian

  1.4.1 Tujuan umum Untuk mengetahui efek pemberian vitamin C secara oral terhadap kadar ALT/AST darah dan gambaran histopatologis hati mencit yang dipapar Pb. Untuk mengetahui kadar vitamin C oral yang memiliki efek untuk menurunkan kadar ALT/AST darah dan memperbaiki gambaran histopatologis hati mencityang dipapar Pb 1.5 Hipotesis Pemberian vitamin C oral dapat mencegah kerusakan sel hati akibat paparan Pb sehingga tidak terjadi perubahan kadar ALT/AST darah dan gambaranhistopatologis hati mencit.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Plumbum (Pb)

2.1.1 Sifat fisika dan kimia Pb

  Pb mempunyai nomor atom (NA) 82 dan berat atom (BA)207,2 merupakan suatu logam berat berwarna kelabu kebiruan dan lunak dengan titik leleh 327 C dan titik didih 1.620 C. Walaupun bersifatlunak dan lentur, Pb sangat rapuh dan mengkerut pada pendinginan, sulit larut dalam air dingin, air panas dan air asam.

2.1.2 Metabolisme Pb

  (Ardyanto, 2005) Pb dan senyawanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernafasan dan saluran pencernaan, sedangkan absorpsi melalui kulit sangat kecil sehingga dapatdiabaikan. Ekskresi Pb melalui saluran cerna dipengaruhi oleh saluran aktif dan pasif kelenjar saliva,pankreas dan kelenjar lainnya di dinding usus, regenerasi sel epitel, dan ekskresi glomerulus.

2.1.3 Toksisitas Pb

  Pada orang dewasa kadar Pb darah 10 µg/dl akan mempengaruhi perkembangan sel darah, kadar Pb darah 40 µg/dl akan mempengaruhi beberapa fungsi darikemampuan darah untuk membentuk hemoglobin, gangguan sistem syaraf, menyebabkan kelelahan, dan kehilangan ingatan. Tingginya kadar Pb di darah juga dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah.(Ardyanto,2005) Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat telah membuktikan bahwa individu dengan kadar Pb darah 20-29 µg/dL memiliki resiko yang lebih tinggi untukmenderita gangguan sirkulasi dan kardiovaskular serta memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk terjadinya kematian akibat gangguan tersebut.

2.2 Radikal Bebas

  Radikal bebas terpenting dalam tubuh adalah radikalderivat dari oksigen yang disebut kelompok oksigen reaktif (reactive oxygen 1species/ROS), termasuk didalamnya adalah triplet (3O 2 ), tunggal (singlet/ O 2 ), anion .- superoksida (O ), radikal hidroksil (-OH), nitrit oksida (NO-), peroksinitrit (ONOO), 2 asam hipoklorus (HOCl), hidrogen peroksida (H 2 O 2 ), radikal alkoxyl (LO-), dan radikal peroksil (LO -2 ). Sedang pembentukan melalui rangsangan adalah kebocoran superoksida, hidrogen peroksida dan kelompokoksigen reaktif (ROS) lainnya pada saat bertemunya bakteri dengan fagosit Radikal bebas ini dianggap berbahaya karena menjadi sangat reaktif dalam upaya mendapatkan pasangan elektronnya, sehingga dapat bereaksi dengan berbagaibiomolekul penting seperti enzim, DNA, dan juga merusak sel lainnya yang akhirnya dapat mengakibatkan berbagai penyakit.

2.3 Antioksidan

  Tetapi dalam pengertianbiologis antioksidan merupakan molekul atau senyawa yang dapat meredam aktivitas radikal bebas dengan mencegah oksidasi sel, termasuk enzim-enzim dan protein-protein pengikat logam. Sumber-sumber antioksidan tersebut dapat ditemukan dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari.(Sudaryanti, 1999) Berdasarkan mekanisme pencegahan dampak negatif oksidan, antioksidan dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu:Pada dasarnya adalah untuk mencegah terbentuknya radikal hidroksil yaitu radikal yang paling berbahaya.

b. Katalase (dalam sitoplasma), dapat mengkatalisis H

  2 O 2 menjadi H 2 O danO 2. Bermacam-macam enzim peroksidase seperti glutation peroksidase yag dapat meredam H 2 O 2 menjadi H 2 O melalui siklus glutathion redox d.

2 O

  Vitamin E dan beta karoten bersifat lipofilik sehingga dapat berperan pada membran sel untuk mencegah peroksidasi lipid. Sebaliknyavitamin C, glutation dan sistein bersifat hidrofilik dan berperan dalam sitosol dan cairan ekstrasel.

2.4 Vitamin C

Vitamin C atau asam askorbat mula-mula dikenal sebagai asam heksuronat dengan rumus C

6 H

  Vitamin ini dapat secara langsung atau tidak langsung memberikan elektron ke enzim yang membutuhkan ion-ion logamtereduksi, dan bekerja sebagai kofaktor untuk hidroksilasi prolin dan lisin dalam (Rosmiati, 1995) Absorpsi vitamin C dari usus berlangsung secara cepat dan sempurna (90%),tapi menurun pada dosis di atas 1 gram. Sel tangkis ini terutama aktif selama Angka kecukupan gizi (AKG) vitamin C adalah 35 mg untuk bayi dan meningkat 300-500 kali pada penyakit infeksi, tukak peptic, neoplasma dan keadaan-keadan yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

2.5 Hati

  Untuk melakukan detoksifikasi dari bahan berbahayatersebut, hati mengandung antioksidan dengan berat molekul rendah dan enzim yang merusak kelompok oksigen reaktif (ROS) yaitu glutation tereduksi (GSH), vitamin C,vitamin E, superoksid dismutase (SOD), glutation peroksidase, dan katalase. Proses degeneratif merupakan proses yang reversibel,kembali sehat seperti semula, sedangkan proses nekrosis merupakan suatu proses irreversibel, yaitu pada saat sel telah mencapai titik dimana sel tidak dapat lagi mengkompensasi dan tidak dapat lagi melangsungkan metabolisme atau dengan kata lain telah terjadi kematian sel.

2.6 Pemeriksaan Biokimia Hati

  Beberapa uji pemeriksaan biokimia hati yang sering dilakukan meliputi serum transpeptidase), LAP (leucine amino peptidase), bilirubin serum, asam empedu,albumin dan globulin serum, TTT (thymol turbidity test), waktu protrombin, serta alfa feto protein. (Lu, 1995) Transaminase atau sering disebut dengan aminotransferase merupakan sekelompok enzim yang merupakan katalisator dalam pemindahan gugus aminoantara suatu asam alfa amino dengan suatu asam alfa keto.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  Adapun penentuan jumlah ulangan dengan menggunakanRancangan Acak Lengkap menurut Sugandi (1994) adalah sebagai berikut: t (r-1) t : Jumlah Perlakuan ≥ 20 r : Jumlah Ulangan 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Badan Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV)Regional I Medan dan Laboratorium Kesehatan Daerah Medan dari tanggal 25 Mei 3.3 Populasi Penelitian Mencit jantan (Mus musculus L) strain Balb/c, berumur 6-9 minggu dengan berat badan 25-40 gram. Vitamin C dalam bentuk bubuk produksi Merc, Jerman diencerkan dengan aquadest dengan dosis 200 mg/kgBB (konsentrasi 10 mg/ml) , 500 mg/kgBB (konsentrasi 30 mg/ml) , dan 1000 mg/kgBB (konsentrasi 50 mg/ml) c.

3.7.1 Pemeliharaan hewan coba

3.7.2 Perlakuan hewan coba

  Kandang ditempatkan dalam ruangan yang memiliki ventilasi dan masuk cahaya secara tidak langsung. Dibuat sediaan dengan metode parafin, lalu jaringan dipotong dengan mikrotom setebal 3 sampai 5 mikron, kemudian dilakukan pengecatan denganhematoksilin eosin yang akan menyebabkan inti berwarna kebiruan dan dengan menggunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 400 kali pada 10lapangan pandang untuk setiap sediaan.(Junita, 2005).

3.7.3 Prosedur pemeriksaan AST

  Metode : KineticPrinsip : 2- oxoglutarate + l-aspartate l-glutamate + oxaloasetat Oxaloasetat + NADH + H l-malate + NADBahan : Plasma heparinReagensia : Larutan reagen AST produksi DialabAlat : Spektrofotometer (Microlab-300), mikropipet, tabung reaksi, dan rak tabungTeknis : Sebelumnya dilakukan proses quality control dengan menggunakan larutanDiacon N. Spekrofotometer baru dapat digunakan apabila hasil untuk AST berada pada interval 25,3 - 40,5 U/l.

3.7.4 Prosedur pemeriksaan ALT

  Metode : KineticPrinsip : 2-oxoglutarate + L-alanin Pyruvat + L-Glutamat Pyruvat + NADH + H L-Lactate + NADBahan : Plasma heparinReagensia : Reagen ALT produksi DialabAlat : Spektrofotometer (mikrolab 300), mikropipet, tabung reaksi, dan rak tabungTeknis : Sebelumnya dilakukan proses quality control dengan menggunakan larutanDiacon N. Spekrofotometer baru dapat digunakan apabila hasil untuk AST berada pada interval 17,6-28,2 U/l.

3.8 Analisa Data

  Seluruh data dianalisa dengan menggunakan SPSS 12. Setelah dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji dari Kolmogorov-Smirnov dan Shapivo-wilk..

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Proses Penelitian

  Seluruh darah yang diambil pada hariitu ternyata mengalami hemolisa yang ditandai dengan plasma yang berwarna merah.dilakukan penekanan ekor mencit yang berulang-ulang agar darah dapat terperas dari ekor dan penyemprotan darah ke dalam wadah melalui jarum suntikan. Seekor dari kelompok percobaan yang diberi vitamin C 500 mg mati pada hari kelima pemberianvitamin C, seekor berasal dari kelompok percobaan yang diberi vitamin C 1000 mg mati pada hari ketiga pemberian vitamin C dan seekor lagi berasal dari kelompokkontrol positif mati pada hari pengambilan darah dan organ hati.

4.2 Aktifitas Enzim Transaminase

  Namun disisi lain secara statistik pemberian vitamin C dosis 500 mg/kgBB/hari dapat menyebabkan situasi yang tidak berbeda bermakna dengankontrol negatif pada pemeriksaan enzim ALT (p = 0,107), yang artinya pemberian vitamin C dosis 500 mg/kgBB/hari dapat melindungi hati dalam tingkat yang palingtinggi bila dibandingkan dengan dua dosis vitamin C lainnya. Hal ini membuktikan Terdapat suatu fenomena menarik yaitu pemberian vitamin C dosis 1000 mg/kgBB/hari ternyata menyebabkan penurunan kadar enzim yang lebih rendah biladibandingkan dengan dua dosis vitamin C lainnya, bahkan untuk kelompok pemeriksaan enzim ALT, meskipun vitamin C 1000 mg/kgBB/hari dapat menurunkankadar enzim ALT, namun bila dibandingkan dengan kelompok yang hanya diberikanPb, maka secara statistik tidak dijumpai perbedaan yang bermakna diantara keduanya(p = 1,000).

4.3 Pemeriksaan Jaringan Hati

  Selain itu pada seluruh jaringan hati darikelompok yang hanya terpapar Pb, permukaan dan pinggiranya terlihat tidak rata serta disertai dengan adanya bintik-bintik putih yang menyebar pada permukaan hati. Dari beberapa penelitian diketahui α yang terjadi pada tikus yang diberikan Pb diperkirakan merupakan salah satu faktor untuk terjadinyahiperplasia pada sel hati.

KN KP C200 C500 C1000

  Dalam penelitian ini terjadi peningkatansecara signifikan sel hati yang mengalami nekrosis pada kelompok percobaan yang hanya diberi Pb bila dibandingkan dengan kelompok yang lain (p < 0,05). Keadaan ini dapat terjadi apabila membran sel yang merupakan salah satu komponen sel yang terpenting terganggu permeabilitasnya sehingga memudahkan masuknyamolekul air dari ekstrasel ke intrasel secara berlebihan.

A. Kontrol negatif nampak sel hepatosit normal

  Kelompok vitamin C 1000 mg/kgBB/hari tampak degenerasi dan nekrosis dalam tingkat yang paling sedikit dibandingkan dua dosis vitamin C lainnya dengan vena sentralis utuh Dari hasi pemeriksaan histopatologis sel hati diketahui bahwa pemberian vitamin C 1000 mg/hari secara bermakna dapat melindungi hati dari kerusakan yangdiakibatkan oleh Pb (p = 0.016). Bahkan dari analisa statistik, kelompok yang diberikan vitamin C 1000 mg/kgBB/hari tidak menunjukkan perbedaan yangbermakna dengan kelompok kontrol negatif (p = 0,690) Hal ini menjadi suatu fenomena tersendiri mengingat hasil pengukuran aktivitas enzim transaminasedijumpai dosis vitamin C yang optimal dalam melindungi sel hati adalah 500 mg/kgBB/hari.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Pemberian vitamin C secara signifikan juga menurunkan kadar enzim transaminase mencit bila dibandingkan dengan kelompok yang hanya diberi Pb.yang terpapar Pb bila ditinjau dari pemeriksaan kadar enzim transaminase dan pemeriksaan histopatologi. Pada pemeriksaan enzim transaminase didapatibahwa vitamin C dosis 500 mg/hari secara bermakna dapat melindungi sel hati yang terpapar Pb, namun pada pemeriksaan histopatologi didapati dosis vitaminC 1000 mg/hari merupakan dosis yang optimal dalam melindungi sel hati agar tidak terjadi degenerasi dan nekrosis.

5.2 Saran

  Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai paparan Pb terhadap jaringan lain, seperti pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya kerusakanpada otot dan jantung. Penelitian ini dapat dilakukan lagi dengan memperpanjang waktu pemeriksaan setelah pemberian Pb untuk mengetahui dampak jangka panjang akibat paparanPb.mencegah bahkan mengobati kerusakan sel yang diakibatkan oleh paparan Pb.

DAFTAR PUSTAKA

  Pemberian Glutamin Menurunkan Kadar Bilirubin Darah Serta Mengurangi Nekrosis Sel- sel Hati Setelah Pemberian Aktivitas Fisik Maksimal dan ParasetamolPada M,encit, Dexa Media 2006;19(4) : 192-195 Junita. Cermin DuniaKedokteran 1983; (30): 20-23 Smith JB, Mangkoewidjoyo S, Pemeliharaan, Pembiakan dan Penggunaan Hewan Coba di daerah Tropis, UI Press, Jakarta, 1988:37-57 Effect of Lead Contamination on Liver and Gallblader Bile, Acta Biologica Szegendiensis 2003; 47(1-4): 139-142Speicher CE, Smith JW.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Proteksi Vitamin C Terhadap Enzim Tr..

Gratis

Feedback