Tinjauan Atas Prosedur Perhitungan Dan Pencatatan Kargo Udara PT. Garuda Indonesia

 3  63  58  2017-04-15 19:31:47 Report infringing document

1

BAB I PENDAHULUAN

1

1.1 Latar Belakang Kerja Praktek

  (Kompas, 2010) Kargo udara merupakan angkutan barang yang memiliki prosedur yang berbeda dengan kargo darat dan kargo laut. Kesalahan atau kekeliruan dalam membuat laporan keuangan biasanya 3Selain itu, dalam mengirimkan barang atau produk dapat langsung ke Garuda office atau melalui agen-agen kargo udara yang bekerja sama dengan PT.

1.2 Tujuan Kerja Praktek

  Wawancara (Interview)Yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab secara lisan kepada pihak-pihak tertentu (pihak akuntansi) yang dianggapoleh penulis terdapat relevansinya dengan materi yang berkaitan dengan prosedur perhitungan dan pencatatan kargo udara. Studi Pustaka (Library Research) 6mempelajari text book, buku panduan kerja yang ada di perusahaan, buku referensi lain yang ada kaitannya dengan prosedur perhitungan danpencatatan kargo udara, atau browsing di internet untuk memanfaatkan teknologi dan informasi yang disajikan secara pesat dan up to date.

1.5 Lokasi dan Waktu Kerja Praktek

  Dalam melaksanakan kerja praktek ini, penulis mengambil instansi penerbangan untuk dijadikan tempat penelitian yaitu PT. Dimana kerja praktek ini berlangsung sesuai hari dan jam kerja, yaitu hari Senin sampai dengan hari Jumat, mulai dari pukul 07.30 sampaidengan 16.30.

2.1 Sejarah PT. Garuda Indonesia

  Armada Garuda Indonesia yang pertama untuk melayani jaringan penerbangan di dalam negeri terdiri dari 20 pesawat DC-3/C-47 dan 8 pesawatjenis PBY – Catalina Amphibi. Untuk melebarkan sayapnya, Garuda kemudian mengadakan pembaruan armadanya yang tiba antara bulan Oktober 1950 danFebruari 1958 sehingga menjadi : DC 3/C-47 20 pesawat, Convair liner –240 8 9Jaringan penerbangan Garuda Indonesia kemudian diperluas meliputi seluruh wilayah Republik Indonesia kecuali Irian Jaya sedangkan ke luar negerimenjangkau kota-kota Singapura, Bangkok dan Manila.

2.1.1 Asal Nama Garuda Indonesia

  Konijnenburg, menghadap dan melapor kepadaPresiden di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) dan memintakepada beliau memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu. Garuda Indonesia “Perusahaan Penerbangan Pilihan Utama di Indonesia dan Berdaya Saing di Internasional”  Menghasilkan keuntungan dengan jaringan domestik yang kuat untuk terus meningkatkan pangsa pasar domestik dan internasional bagi 12 Memiliki bisnis unit yang mendukung produk inti untuk meningkatkan keuntungan serta menghasilkan pendapatan tambahan dari usaha unit pendukung tersebut.

2.2 Struktur Organisasi PT. Garuda Indonesia

  Struktur organisasi merupakan elemen penting untuk menjalankan aktivitas perusahaan yang menggambarkan hubungan wewenang dan tanggung jawab bagisetiap karyawan yang ada dalam perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi yang jelas, maka seluruh aktivitas perusahaan dapat dilaksanakan dengan baikdan mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

2.3 Deskripsi Jabatan PT. Garuda Indonesia Tugas pokok dan fungsi serta uraian tugas jabatan struktural pada PT

Garuda Indonesia berdasarkan susunan struktur organisasi adalah sebagai berikut :

a. General Manager

  General manager atau manajer umum adalah manajer yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian / fungsional pada suatu perusahaan atau organisasi. Menyusun rencana kerja serta Activity Plan melalui koordinasi dengan seluruh unit terkait di perwakilan setempat sesuai denganacuan dan ketentuan yang ditetapkan Direksi / Pimpinan Perusahaan.

b. Secretary

  Secretary atau sekretaris mempunyai tugas pokok mengatur dan membantu general manager dalam melaksanakan aktivitas perusahaan, diantaranya : 1. Menerima tugas dan tanggung jawab yang diberikan atasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

e. Sales Rep. Pax

  Fungsi : Menjalankan fungsi-fungsi pemasaran, penjualan, analisa dan sebagai konsultan kepada konsumen dan mitra usaha dengan tujuanuntuk mencapai target penjualan yang dibebankan kepada perwakilan Bandung. Merumuskan usulan penambahan dan pengurangan rute-rute serta usulan schedule (summer & winter) yang sesuai dengan karakterdan permintaan pasar.

f. Sales Rep. Cargo

  Fungsi : Membantu Sales Manager dalam pelaksanaan atau peningkatan SalesKargo perwakilan dan membina mitra usaha serta pihak ketiga dalam rangka pemasaran produk kargo Garuda Indonesia. Menjalankankebijakan-kebijakan perusahaan dengan tujuan untuk mencapai target penjualan yang dibebankan kepada perwakilan sertamembantu pembuatan proposal budget penjualan dari Perwakilan.

i. Accounting SPV

  Membantu Finance Manager melalui koordinasi dengan unit Supervisor lainnya untuk melaksanakan penjabaran kebijakan General Manager didalam penyusunan rencana kerja tahunan melalui penyiapan Budget (Anggaran) Perwakilan Setempat menyangkut TOB ( Turn Over Budget ), Sales Budget, Cash Flow Budget. Menjabarkan serta merumuskan kebijakan Finance Manager sekaligus membuat strategi pengawasannya agar tidakmenyimpang dari ketentuan-ketentuan yang berlaku.

2.4 Aspek Kegiatan PT. Garuda Indonesia

  Garuda Indonesia adalah suatu badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang penyediaan jasa transportasi udara dan jasa-jasa lain yang terkait. Menerima arsip dokumen SMU dan AWB dari pusat atas barang yang sudah terkirim untuk dicocokan dengan catatan yang ada di perusahaandan dibuat laporan penjualannya.

BAB II I PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek

  Dalam pelaksanaan kerja praktek, penulis di tempatkan dibagian keuangan sub bagian akuntansi yang berada di bawah tanggung jawab finance manager di PT. Garuda Indonesia memberikan kesempatan kepadapenulis untuk di tempatkan dikedua bagian tersebut, agar penulis dapat memperluas pengetahuan dan pengalaman kerja.

3.1.1 Pengertian Kargo

  Martono (2007 : 424) dalam Kamus Hukum dan Regulasi Penerbangan menjelaskan bahwa, ”kargo adalah barang muatan pesawat udara yang dilengkapi surat muatan udara (airwaybill) atau surat muatan udara termasuk bagasi yang dikirim melalui prosedur pengiriman kargo. Kargo berasal dari bahasa Spanyol, yaitu cargo yang artinya mrngacu kepada barang yang diangkut untuk kepentingan komersial yang umunya oleh kapal, keretaapi, truk atau pesawat.

3.2 Teknis Pelaksanaan Kerja Praktek

  Mengarsip dokumen-dokumen SMU (Surat Muatan Udara) dan AWB (AirWay Bill) yang biasanya dilakukan tiap bulan dan kemudian mencocokkannya dengan laporan penjualan kargo yang sudah dibuat untuk mengetahui 4. Melayani agen kargo yang akan mengambil SMU dan AWB, yang sebelumnya sudah mengadakan transaksi dengan pihak Garuda.

3.3 Pembahasan hasil Pelaksanaan Kerja Praktek

  3.3.1 Gambaran Umum Kargo Udara Kargo udara adalah segala jenis barang yang akan dikirim atau diangkut dengan menggunakan pesawat terbang yang telah dilengkapi dengan dokumen pengirimanbarang seperti SMU (Surat Muatan Udara) atau AWB (Airwaybill) serta dokumen pelengkap lainnya. Dalam IATA (International Air Transport Association) Cargo Reguations(1998) dijelaskan: Air Cargo adalah suatu jenis barang selain barang pos dan barang lain, yang termasuk dalam barang pos seperti yang tercantum dalam Konferensi PostInternasional adalah barang tanpa didampingi penumpang dan orang lain dari perusahaan penerbangan yang bersangkutan.

3.3.2 Layanan Produk Kargo Udara PT. Garuda Indonesia

  Paket/dokumen yang isinya tidak sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh pengirim adalah pelanggaran yang dapat membahayakan keamanan dankeselamatan pengangkutan dan pengirim dapat dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku. Dalam hal terjadi keadaan sebagaimana dimaksud dalam butir 5 atau dalam hal terjadi keadaan yang membahayakan keamanan dan keselamatanpengangkutan yang disebabkan oleh paket/dokumen yang dikirim oleh pengirim, maka hal tersebut merupakan tanggung jawab pengirim danpengangkut dibebaskan dari segala dampak dan akibat yang ditimbulkan.

3.3.3 Perhitungan dan Pencatatan Kargo Udara

  Dalam ketentuan dalam tarif kargo udara terdapat pembulatan tarif, setiap hasil perhitungan total tarif dihitung sesuai tarif yang berlaku dan ditambahdengan PPN dan biaya administrasi, hasil penjualan tidak dibulatkan. Tarif yang berlaku untuk pengiriman dangerous goods sektor domestik ke domestik adalah : Tarif minimum : 10 kg x 200% tarif N per kilo yang berlaku. Tarif sesuai berat : chargeable weight x 200% tarif N per kg yang berlaku.

g. Tarif barang berharga (valuable goods)  Tarif minimum : 10 kg x 200% tarif N per kilo yang berlaku

 Tarif sesuai berat : chargeable weight x 200% tarif N per kg yang berlaku. Jika nilai pertanggungan barang (claim) yang diinginkan sesuai dengan nilai harga barang, maka pengiriman wajib melaporkan (declared value)dan mencantum nilai kiriman barang tersebut ke dalam SMU pada kolom declared value for carrier, untuk itu setiap kiriman barang berharga (valuable goods) dikenakan valuation charge dengan rumus : {DVC(aktual berat x Rp 100.000,00)} x 0,75% Contoh perhitungan : Untuk pengiriman barang berharga (valuable goods) senilai Rp 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) dengan berat 2 kg. Valuation charge = {20.000.000 - (2 x 100.000)} x 0,75% = (20.000.000 – 200.000) x 0,75%= 19.800.000 x 0,0075= 148.500 (Rp 148.500,00)

h. Tarif plasma darah  Tarif minimum : 10 kg x 50% tarif N per kilo yang berlaku

  Tarif organ tubuh manusia Organ tubuh diantaranya yaitu; Kornea, Jantung dan Ginjal, yang dikenakan : Tarif minimum : 10 kg x 100% tarif N per kg yang berlaku. Tarif sesuai berat : chargeable weight x 100% tarif N per kg yang berlaku.n. Tarif untuk kiriman yang memerlukan penanganan khusus/special handling lainnya :  Live animalPengiriman binatang yang dilakukan dalam keadaan hidup adalah : Tarif : 200% x tarif N (Normal) RSP yang berlaku.

3.3.4 Dokumen yang Terkait dengan Kargo Udara

  Adapun dokumen dan kelengkapan kargo udara adalah sebagai berikut : 1. Dokumen PenunjangYang dimaksud dengan dokumen penunjang adalah dokumen yang dikeluarkan untuk memperkuat atau merinci kekurangan yang terdapat dalamdokumen induk, dokumen tersebut antara lain : a.

3.3.5 Ketentuan dan Persyaratan Kargo udara

  Ketentuan Berat Ketentuan berat sebagai dasar penetapan tarif untuk pengangkutan suatu barang atau kiriman ditetapkan berdasarkan jumlah berat tersebut (actual gross weight) atau berat volume (volume weight/berat yang dihitung berdasarkan dimensi dari kiriman tersebut) dengan ketentuan mana yang lebih besar dari penetapan tersebut yang akan digunakan sebagai dasarpenetapan perhitungan tarif. Untuk kiriman barang-barang konsolidasi, maka yang dipergunakan sebagai dasar penetapan perhitungan tarif adalah total actual gross weightdari seluruh barang dibandingkan dengan total volume weight dari seluruh barang, maka total perhitungan berat barang dibandingkan dengan totalvolume weight dari seluruh barang, maka total perhitungan berat barang kiriman yang lebih besar akan dikenakan tarif.

c. Pembulatan Berat

Prosedur pembulatan hasil perhitungan adalah satu desimal di belakang koma, dengan ketentuan pembulatan sebagai berikut (ref: TACT rules 3.9.4): Diatas atau sama dengan 0,5 dibulatkan ke atas menjadi 1. Di bawah 0,5 dibulatkan ke bawah menjadi 0. Contoh :Volume : P x L x T = 162.2 cm x 155.6 cm x 141.4 cmDibulatkan menjadi : 162 cm x 156 cm x 141 cmVolume weight : Panjang (cm) x lebar (cm) x tingggi (cm) 6.000 162 cm x 156 cm x 141 cm6.000 3563,351 cm 3 6.000593,892 kgs Dibulatkan menjadi 594 kgs

3.3.6 Prosedur Pengiriman Barang Melalui kargo Udara

Dalam pengiriman suatu barang atau produk agar sampai ke tempat tujuan dengan baik diperlukan suatu proses atau tahapan-tahapan yang harus dilalui sebagaiberikut :

1. Reservation

  Racking Untuk memudahkan proses pengiriman barang, yang telah dinyatakan siap untuk diangkut akan ditempatkan di dalam gudang penyimpanan sesuai denganrack-rack tujuan masing-masing rute. Berikut adalah komponen apa saja yang harus dibayar dalam proses pengiriman kargo domestik : 1.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

  Oleh karena itu, diperlukan ketentuan atau persyaratan kargo seperti; ketentuan berat yang dihitung berdasarkan panjang, lebar dan tinggibarang yang akan di kirim dan prosedur pembulatan hasil perhitungan atas kargo udara adalah satu desimal di belakang koma. Garuda Indonesia ingin memberikan pelayanan yang terbaik dan lebih dekat dengan customer, khususnya para pengusaha dan eksportiruntuk ikut serta dalam membangun dan memajukan perekonomian di Indonesia.

4.2 Saran

  Dalam pencatatan kargo (mengentri data) ke dalam Cargo Revenue Accounting System ke dalam komputer sebaiknya jumlah koli selalu dituliskan dalam dokumen penjualan agen agar pencatatannya akurat dan realiable. Standar ketentuan kargo yang mengikuti standar pesawat lebih ditingkatkan lagi dan sebaiknya dilakukan pengawasan yang ketat untukmenghindari kasus buruk mengenai kecelakaan pesawat yang sepanjang tahun 2010 ini sering terjadi.

TINJAUAN ATA PENCATATA

TINJAUAN ATAS PROSEDUR PERHITUNGAN DA

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu SyaratDalam Menempuh Mata Kuliah Kerja Praktek PENCATATAN KARGO UDARA PT. GARUDA INDONESIA LAPORAN KERJA PRAKTEK Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu SyaratDalam Menempuh Mata Kuliah Kerja Praktek Jenjang Studi Strata 1Program Studi Akuntansi Disusun Oleh : RIMA RISMAYANTI 21107129FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI AKUNTANSI NGAN DAN 53

DAFTAR PUSTAKA

  Kamus Hukum dan Regulasi Penerbangan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  DATA PRIBADINama Lengkap : Rima RismayantiNomor Induk Mahasiswa : 21107129Tempat/Tanggal Lahir : Subang, 11 Juli 1987Jenis kelamin : PerempuanAgama : IslamAlamat : Jl. 26 A DipatiukurDATA PENDIDIKANTahun 1993-1994 : TK.

KATA PENGANTAR

  Oleh karena itu, kritik dan saran yang saran yang membangun akan senantiasa penulis enulis terima sebagaimasukan yang berarti berarti sehingga diharapkan dalam penyusunan kar unan karya tulis yang lainnya dapat lebih baik. Bayu, Ibu Indri dan Ibu Maya selaku accounting divission yang telah memberikan bimbingan dan data-data yang bersangkutandengan kargo udara.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags

Tinjauan Atas Prosedur Perhitungan Dan Pencat..

Gratis

Feedback