Pengaruh Profesionalisme Auditor Dan Fee Audit Terhadap Kualitras Audit (studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Di Kota Bandung)

Gratis

4
46
82
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH PROFESIONALISME AUDITOR DAN FEE AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT

  This study aims to provide empirical evidence about the influence of AuditorProfessionalism and Audit Fee on Audit Quality of the Public Accounting Firm in Bandung. The results of testing the hypothesis in this study showed that (1) Auditor Professionalism has a significant positive effect on Audit Quality, (2) Audit Fee has a significantpositive effect on Audit Quality, (3) Auditor Professionalism and Fee Audit has a significant positive effect on Audit Quality.

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Profesi Akuntan Publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan, sehingga masyarakat memperoleh informasi keuangan yang andalsebagai dasar pengambilan keputusan, kepercayaan yang besar dari pemakai laporan keuangan auditan dan jasa lainnya yang diberikan oleh Akuntan Publik yang akhirnya mengharuskanAkuntan Publik memperhatikan kualitas audit yang dihasilkannya (Mulyadi 2008). Dalam pengertian umum, seseorang dikatakan profesional jika memenuhi tiga kriteria, yaitu mempunyai keahlian untuk melaksanakan tugas sesuai dengan bidangnya, melaksanakansuatu tugas atau profesi dengan menetapkan standar baku di bidang profesi yang bersangkutan dan menjalankan tugas profesinya dengan mematuhi etika profesi yang telah ditetapkan(Lekatompessy, 2003).

1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah

1.2.1 Identifikasi Masalah

  Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis mengidentifikasi masalah di dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Adanya Akuntan Publik yang memberikan penawaran harga di bawah standar fee audit demi meraih tujuan tertentu yang sehingga AP tidak berharga di mata klien.

1.2.2 Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dikemukakan diatas, penulis merumuskan masalah-masalah sebagai berikut : 1. Seberapa besar pengaruh Profesionalisme Auditor dan Fee Audit terhadap kualitas audit.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

  1.3.1 Maksud PenelitianMaksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh, mengolah dan menganalisis data mengenai pengaruh profesionalisme auditor dan fee audit serta untuk lebih memahami danmengerti pelaksanaan kualitas audit dan untuk memperoleh gambaran perbandingan antara teori dengan pelaksanaannya di lapangan. Untuk mengetahui pengaruh Profesionalisme Auditor dan Fee Audit terhadap kualitas audit.

1.4 Kegunaan Penelitian

  2.1.2 Fee Audit 2.1.2.1 Pengertian Fee AuditMulyadi (2002:67) mendefinisikan fee audit adalah sebagai berikut : “Fee audit merupakan biaya yang diterima oleh akuntan publik setelah melaksanakanjasa auditnya, besarnya tergantung dari resiko penugasan, kompleksitas jasa yang diberikan, tingkat keahlian yang diperlukan untuk melaksakan jasa tersebut, strukturbiaya KAP ya ng bersangkutan”. Hipotesis PenelitianBerdasarkan kerangka pemikiran yang telah di uraikan di atas, dan menurut teori yang mendukung maka penulis membuat hipotesis sebagai berikut : H 1 : Profesionalisme Auditor berpengaruh terhadap kualitas audit.

III. OBJEK DAN METODE PENELITIAN

  3.2.2 Operasionalisasi VariabelMenurut Sugiyono (2012:38) mendefinisikan operasional variabel adalah sebagai berikut : “Suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarikkesimpulannya”. Variabel Bebas/Independent (X) Dalam penelitian variabel bebas akan berkaitan dengan masalah yang akanditelitiadalah variabel X 1 adalah Profesionalisme Auditor dan X 2 adalah Fee Audit 2.

3.2.3.1 Sumber Data

  Adapun teknik pengamblian sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampel jenuh 3.2.5.2 Pengujian HipotesisRancangan pengujian hipotesis ini dinilai dengan penetapan hipotesis nol dan hipotesis alternatif, penelitian uji statistik dan perhitungan nilai uji statistik, perhitungan hipotesis,penetapan tingkat signifikan dan penarikan kesimpulan. Hipotesis Penelitian Berdasarkan identifikasi masalah yang dikemukakan sebelumnya, maka dalampenelitian ini penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut : 1) Hipotesis secara keseluruhan Ho : Tidak terdapat pengaruh antara Profesionalisme Auditor dan Fee Audit terhadap kualitas audit.

2) Hipotesis parsial Ho : Tidak terdapat pengaruh antara Profesionalisme Auditor terhadap kualitas audit

Ha : Terdapat pengaruh antara Profesionalisme Auditor terhadap kualitas audit. 7

3) Hipotesis parsial Ho : Tidak terdapat pengaruh antara Fee Audit terhadap kualitas audit

Ha : Terdapat pengaruh antara Fee Audit terhadap kualitas audit.

b. Hipotesis Statistik 1) Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji Statistik F)

  Ho : β = 0: Tidak terdapat pengaruh Profesionalisme Auditor dan Fee Audit terhadap kualitas audit. Ha : β ≠0: Terdapat pengaruh Profesionalisme Auditor dan Fee Audit terhadap kualitas audit.

2) Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji Statistik t)

  Dalam pengujian hipotesis ini menggunakan uji dua pihak (two tail test) dilihat dari bunyi hipotesis statistik yaitu hipotesis nol : β = 0 dan hipotesis alternatifnya (Ha) : β ≠ 0Ho : β =0: Tidak terdapat pengaruh antara Profesionalisme Auditor terhadap kualitas audit. Tingkat signifikannya yaitu 5 % (α = 0,05), artinya jika hipotesis nol ditolak(diterima) dengan taraf kepercayaan 95%, maka kemungkinan bahwa hasil dari penarikan kesimpulan mempunyai kebenaran 95% dan hal ini menunjukan adanya (tidakadanya pengaruh yang meyakinkan (signifikan) antara dua variabel tersebut.

4.2 Pembahasan

  Hasil dari nilai korelasi parsial yang diperoleh antaraprofesionalisme dengan kualitas audit adalah sebesar 0,655 dan termasuk dalam kategori hubungan yang “kuat” dan menunjukan bahwa hubungan yang terjadi antara keduanya adalahsearah, artinya semakin baik sikap profesionalisme yang dimiliki oleh auditor akan diikuti oleh semakin meningkatnya kualitas audit yang dihasilkan oleh audit itu sendiri. Hasil dari nilai korelasi parsial yang diperoleh antara fee audit 9 Hasil dari pengujian hipotesis nilai t untuk fee audit terdapat pengaruh yang hitung signifikan antara fee audit terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung.

4.2.3 Pengaruh Integritas Auditor dan Due Professional Care Terhadap Kualitas Audit

  Secara parsial fee audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit termasuk dalam kategori hubungan yang “kuat” dan dapat disimpulkan terdapathubungan yang kuat antara fee audit dengan kualitas audit, artinya semakin tinggi nilaifee audit dalam proses audit, akan semakin baik kualitas audit yang dihasilkan. Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang telah dikemukakan mengenai pengaruh Profesionalisme Auditor dan Fee Audit terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP)di Kota Bandung, maka peneliti memberikan saran sebagai bahan pertimbangan dan dapat dijadikan masukan kepada auditor pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Bandung sebagaiberikut: 1.

12 Antara. 2014. Kemenkeu Cabut Izin Akuntan Publik. www.republika.co.id

  13 Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel No Peneliti dan Tahun Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian 1 Ida Rosnidah Rawi dan KamarudinPekbis Jurnal Vol.3, No.2, Juli 2011:456-466 Analisis Dampak Motivasi DanProfesionalismeTerhadap KualitasAudit AparatInspektorat Dalam Pengawasan KeuanganDaerah (Studi Empiris pada PemerintahKabupaten Cirebon) Hasil penelitian menunjukanterdapat dampak motivasi danprofesionalisme secara parsialdan simultan terhadap kualitasaudit. Hal ini menunjukan bahwaprofesionalisme yang tinggi dan ditunjang dengan motivasi yangtinggi dari aparat inspektorat akan meningkatkan kualitas audit yangdilaksanakan oleh aparat inspektorat.

14 LAMPIRAN

  B Hasanuddin & Rekan 110/DIKTI/Kep/2009 2 ISSN 1411-0393 Reputasi AuditorTerhadap KualitasAudit Di Bursa EfekIndonesia signifikan terhadap kualitas audit,sementara rotasi dan reputasi audit tidak berpengaruh signifikanterhadap kualitas audit 6 Donald R. Despite the lowerfees, quality was higher and more audit hours were utilized Tabel 3.4 Daftar Nama KAP di wilayah Kota Bandung yang terdaftar di BAPEPAM-LK No Nama Responden 1 KAP AF Rachman & Soethipto WS 2 KAP Djoemarna, Wahyudin & Rekan 2 2 3 KAP Sabar & Rekan 2 4 KAP H.

17 HASIL PERHITUNGAN SPSS .0 FOR WINDOWS

18 Uji MultikolinearitasUji Heteroskedasitisitas 21 22 23

24 Uji t (Parsial)

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

2.1 Kajian Pustaka

Kajian pustaka ini berisikan mengenai landasan teori dan penelitian terdahulu yang akan digunakan sebagai acuan dasar teori dan analisis bagi topikpenelitian ini yang membahas tentang profesionalisme dan fee audit serta kualitas audit.

2.1.1 Profesionalisme Auditor

2.1.1.1 Pengertian Profesionalisme Auditor

  Arens (2008:105) mendefinisikan profesionalisme auditor adalah sebagai berikut : Professionalism is the responsibility of the auditor to do more than just “ meet the responsibilities themselves as well as laws and regulations of the community , the public as a professional accountant acknowledges theresponsibility to the community , clients and fellow practitioners, including respectful behavior even if it means self-sacrifice ”. Alvin et.all dalam Amir Abadi Jusuf (2008:68) mendefinisikan profesionalisme auditor adalah sebagai berikut :“Profesional berarti bertanggung jawab untuk berprilaku lebih dari sekedar memenuhi tanggung jawab secara individual dan ketentuan dalamperaturan dan hukum di masyarakat”.

2.1.1.2 Indikator Profesionalisme Auditor

  Menurut Sukrisno Agoes (2012:43) ada 8 prinsip yang harus dipatuhi akuntan publik dalam kode etik profesi yaitu tanggung jawab profesi, kepentinganpublik, integritas, objektivitas, komptensi, kerahasiaan, perilaku profesional dan standar teknis. Perilaku ProfesionalSetiap anggota harus berprilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

2.1.2 Fee Audit

2.1.2.1 Pengertian Fee Audit

  Mulyadi (2002:67) mendefinisikan fee audit adalah sebagai berikut :“Fee audit merupakan biaya yang diterima oleh akuntan publik setelah melaksanakan jasa auditnya, besarnya tergantung dari resiko penugasan,kompleksitas jasa yang diberikan, tingkat keahlian yang diperlukan untuk melaksakan jasa tersebut, struktur biaya KAP yang bersangkutan”. Sukrisno Agoes (2012:18) mendefinisikan fee audit adalah sebagai berikut:“Besarnya biaya tergantung antara lain resiko penugasan, kompleksitas jasa yang diberikan, tingkat keahlian yang diperlukan untuk melaksakanjasa tersebut, struktur biaya KAP yang bersangkutan dan pertimbangan profesional lainnya”.

2.1.2.2 Indikator Fee Audit

  Resiko penugasanSebagai sebuah fungsi profesi yang beresiko terhadap pertanggung jawaban kerjaannya, maka resiko penugasan menjadi pertimbangan besarkecilnya biaya yang akan ditentukan untuk tugas yang diberikan. Ukuran KAPDiukur berdasarkan besar kecilnya sebuah KAP, KAP yang berdomisili di kota besar akan memiliki standar gaji yang lebih besar dibandingkandengan KAP yang ada di kota-kota kecil.

2.1.3 Kualitas Audit

2.1.3.1 Pengertian Kualitas Audit

  Ely Suhayati, Siti Kurnia Rahayu (2009 : 2) mendefiniskan kualitas audit adalah sebagai berikut : “Suatu Proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai informasi tingkat kesesuaian antara tindakan atauperistiwa ekonomi dengan kriteria yang di tetapkan,serta melaporkan hasilnya kepada pihak yang membutuhkan,dimana auditing harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen ”. Mulyadi (2008:9) mendefinisikan kualitas audit adalah sebagai berikut :“Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan ”Abdul Halim (2008: 65) mendefinisikan kualitas audit adalah sebagai berikut : “Suatu hasil yang telah dicapai oleh auditor untuk memperoleh tingkat kepuasan, sehingga akan menimbulkan hasrat auditor untuk menilai suatukegiatan tersebut”.

2.1.3.2 Indikator Kualitas Audit

  Rangkaian tahap dan prosedur ini memerlukan suatuperencanaan yang baik, terstruktur dan terorganisir untuk mendapatkan tujuan dari pemeriksaan yang di harapkan. Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektifBahan bukti merupakan segala sesuatu yang merupakan informasi bagi auditor dalam menentukan apakah informasi yang di audit di sajikansesuai dengan kriteria yang di tetapkan atau tidak.

2.2 Kerangka Pemikiran

  Kerangka pemikiran merupakan intisari dari teori yang telah dikembangkan dan mendasari perumusan hipotesis. Teori yang telahdikembangkan dalam rangka memberi jawaban terhadap pendekatan pemecahan masalah yang menyatakan hubungan antar variabel berdasarkan pembahasanteoritis.

2.2.1 Pengaruh Profesionalisme Auditor terhadap Kualitas Audit

  Menurut Alim et al, (2007 : 2) terdapat pengaruh profesionalisme auditor terhadap kualitas audit : Menurut Irwansyah (2010:35) terdapat pengaruh profesionalisme auditor terhadap kualitas audit:“Terdapat pengaruh antara ketaatan regulasi, kompetensi, independensi akuntan publik dan profesionalisme akuntan publik baik secara parsialmaupun simultan terhadap kualitas audit akuntan publik ”. Menurut Faisal dkk, (2012) terdapat pengaruh profesionalisme auditor terhadap kualitas audit :“Jika kompetensi, independensi dan profesionalisme dimiliki dalam diri auditor maka laporan audit yang dihasilkan akan lebih berkualitas ”.

2.2.2 Pengaruh Fee Audit terhadap Kualitas Audit

  Menurut Sukrisno Agoes (2012:46) menyatakan bahwa Fee Audit berpengaruh terhadap Kualitas Audit yaitu sebagai berikut :“Anggota KAP tidak diperkenankan mendapatkan klien dengan cara menawarkan fee yang dapat berakibat pada kualitas audit yang akandihasilkan”. Menurut Bambang Hartadi (2009) Fee Audit berpengaruh terhadap Kualitas Audit yaitu sebagai berikut :“Fee audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas, sementara rotasi dan reputasi audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit”.

2.3 Hipotesis Penelitian

  Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian dapat diartikan sebagai jawaban yang bersifat sementara terhadapmasalah penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul dan harus diuji secara empiris. Bedasarkan kerangka pemikiran di atas maka Penulis mencoba merumuskan hipotesis yang merupakan kesimpulan sementara dari penelitiansebagai berikut: H 1 : Terdapat pengaruh antara Profesionalisme Auditor terhadap kualitas audit.

BAB II I OBJEK DAN METODE PENELITIAN

  Objek Penelitian Objek penelitian menurut Umi Narimawati (2010:29) adalah sebagai berikut:“Objek penelitian menjelaskan tentang apa dan atau siapa yang menjadi objek penelitian, juga dimana dan kapan penelitian dilakukan, bisa jugaditambahkan hal- hal lain jika dianggap perlu”. Dalam penelitian ini, metode deskriptif dan verifikatif tersebut digunakan untuk menguji lebih dalam pengaruh Profesionalisme Auditor dan Fee Auditterhadap Kualitas Audit serta menguji teori dengan pengujian suatu hipotesis apakah diterima atau ditolak.

3.2.2 Operasional Variabel

  Menurut Sugiyono (2012:38) mendefinisikan operasional variabel adalah sebagai berikut :“Suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajaridan ditarik kesimpulannya”. Variabel Bebas / Independent (X)Dalam penelitian ini variabel bebas akan berkaitan dengan masalah yang 1 2 akan diteliti adalah variabel X adalah Profesionalisme Auditor dan X adalah Fee Audit.

1 X

  Kompleksitas jasa yang diberikan10-11 Sukrisno Agus(2012:18) (2009:2)Ordinal “Skala pengukuran yang memberikan informasi tentang jumlah relatif”. Berdasarkan pengertian diatas, maka skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala ordinal dengan tujuan untuk memberikan informasiberupa nilai pada jawaban.

3.2.3 Sumber Data dan Teknik Penentuan Data

  3.2.3.1 Sumber Data Sumber data yang digunakan peneliti dalam penelitian mengenaiProfesionalisme Auditor dan Fee Audit terhadap Kualitas Audit sumber data primer. SampelMenurut Sugiyono (2010:81), menjelaskan definisi sampel adalah sebagai berikut:“Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”Adapun teknik pengamblian sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh.

3.2.4 Metode Pengumpulan Data

  Wawancara (Interview), yaitu teknik pengumpulan data yang diperoleh dengan cara tanya jawab langsung dengan pihak- pihakyang terkait langsung dan berkompeten dengan permasalahan yang penulis teliti. Kuesioner, teknik kuesioner yang penulis gunakan adalah kuesioner tetutup, suatu cara pengumpulan data dengan memberikan ataumenyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dan yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah auditor eksternal, denganharapan mereka dapat memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut.

3.2.4.1 Uji Validitas

  Berdasarkan defenisi di atas, maka validitas dapat diartikan sebagai suatu karakteristik dari ukuran terkait dengan tingkat pengukuran sebuah alat test(kuesioner) dalam mengukur secara benar apa yang diinginkan peneliti untuk diukur. Uji realibilitas dilakukan untuk menguji kehandalan dan kepercayaan alat Half Method (Spearman-Brown Correlation) atau Teknik Belah Dua, dengan rumus sebagai berikut:= + � Keterangan :R = Realibility r 1 = Reliabilitas internal seluruh item r = Korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua b Adapun kriteria penilaian uji reliabilitas yang dikemukakan oleh Barker et al.

3.2.5 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis

3.2.5.1 Rancangan Analisis

  Analisis KuantitatifMenurut Sugiyono (2010:8) menjelaskan bahwa analisis kuantitatif adalah sebagai berikut :“Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesisyang telah ditetapkan ”. Dimana data variabel independent (X 1 ) Profesionalisme Auditor (X ) Fee Audit yang dikumpulkan melalui kuesioner masih 2 memiliki skala ordinal, maka sebelum di olah dan dipasangkan dengan data variabel dependent (Y) Kualitas Audit, data ordinal terlebih dahuludikonversi menjadi data interval dengan menggunakan Method of Successive Interval (MSI).

2. Uji Multikolinieritas

  Jika terdapat korelasi yang kuat diantara sesama variabel independen maka konsekuensinya adalah : a. Cara yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya multikoliniearitas adalah dengan menggunakan Variance Inflation Factors (VIF), �� = −� (Sumber : Gujarati, 2005:35) 2 Menurut Gujarati (2005:362) Dimana R i adalah koefisien determinasi yang diperoleh dengan meregresikan salah satu variabel bebas X terhadap variabel bebas lainnya.

3. Uji Heterokedastisitas

  Koefisien korelasi secara simultan Koefisien korelasi simultan antar X 1 dan X 2 terhadap Y dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :Besarnya koefisien korelasi adalah -1< r < 1 : a. Sedangkan harga r akan dikonsultasikan dengan tabel interprestasi nilai r sebagai berikut : Hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan ada Rancangan pengujian hipotesis ini dinilai dengan penetapan hipotesis nol dan hipotesis alternatif, penelitian uji statistik dan perhitungan nilai uji statistik,perhitungan hipotesis, penetapan tingkat signifikan dan penarikan kesimpulan.

3.2.5.2 Pengujian Hipotesis

  Hipotesis PenelitianBerdasarkan identifikasi masalah yang dikemukakan sebelumnya, maka dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut :1) Hipotesis secara keseluruhan Ho : Tidak terdapat pengaruh antara Profesionalisme Auditor dan Fee Audit terhadap kualitas audit. Dalam pengujian hipotesis ini menggunakan uji dua pihak (two tail test) dilihat dari bunyi hipotesis statistik yaitu hipotesis nol : β = 0 dan hipotesis alternatifnya (Ha) : β ≠ 0Ho : β = 0 : Tidak terdapat pengaruh antara Profesionalisme Auditor terhadap kualitas audit.

2. Menentukan Tingkat Signifikan

  Menghitung nilai t hitung dengan mengetahui apakah variabel koefisien korelasi signifikan atau tidak dengan rumus : Sumber: Sritua Arief (2006:9) Keterangan: b = Koefisien Regresi gandaSe (b) = Standar eror b. Selanjutnya menghitung nilai F sebagai berikut : hitung Dimana :R = koefisien kolerasi gandaK = jumlah variabel independen n = jumlah anggota sampel Untuk menggambar daerah penerimaan atau penolakan maka digunakan kriteria sebagai berikut :a.

3) Tolak Ho jika nilai F-sign < ɑ ),05

  Hasil thitung dibandingkan dengan Ftabel dengan kriteria :1) ada di daerah penolakan, berarti Jika t hitung ≥ t tabel maka HHa diterima artinya antara variabel X dan variabel Y ada pengaruhnya. 3) t hitung; dicari dengan rumus perhitungan t hitung,4) t tabel; dicari di dalam tabel distribusi t student dengan ketentuan sebagai berikut, α = 0,05 dan dk = (n-k-1) atau 24-2- 1=21 4.

5. Penarikan Kesimpulan Daerah yang diarsir merupakan daerah penolakan, dan berlaku sebaliknya

  Secara parsial fee audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit termasuk dalam kategori hubungan yang“kuat” dan dapat disimpulkan terdapat hubungan yang kuat antara fee audit dengan kualitasaudit, artinya semakin tinggi nilai fee audit dalam proses audit, akan semakin baik kualitas audit yang dihasilkan. Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang telah dikemukakan mengenai pengaruh Profesionalisme Auditor dan Fee Audit terhadap kualitasaudit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Bandung, maka peneliti memberikan saran sebagai bahan pertimbangan dan dapat dijadikan masukankepada auditor pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Bandung sebagai berikut: 1.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengaruh Kompetensi dan Independensi terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi. ANALISIS JALUR Konsep dan Aplikasi dengan Program SPSS dan LISREL 8.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI

  NamaLengkap : Tubagus Afsal Chandra KusumahTempatTanggalLahir : Sukabumi, 02 Agustus 1992Agama : IslamJenisKelamin : Laki-lakiKewarganegaraan : IndonesiaAlamat : Jl. Pasir Berkah V/109 RT 03/06 Citamiang Kota SukabumiEmail : Tbafsalchandra@yahoo.co.idNo HP : 082126168545 DATA PENDIDIKAN No.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat, rahmat, karunia serta bimbingan-Nya dan tidak lupa shalawat serta salamsenantiasa tercurah untuk junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya sehingga peneliti dapat menyelesaikan usulan penelitian yangberjudul “Pengaruh Profesionalisme Auditor Dan Fee Audit Terhadap Kualitas Audit”. Dalam penulisan skripsi ini, peneliti berusaha seoptimal mungkin untuk memberikan uraian-uraian yang jelas dengan pengetahuan dan kemampuan yangada pada diri peneliti agar dapat dimengerti oleh pembaca.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh Due Professionalm Care dan Fee Audit Terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Bandung)
0
12
40
Pengaruh Risiko Materialitas Terhadap Penghentian Prematur Atas Prosedur Audit (Survey Pada Kantor Akuntan Publik Di Bandung)
1
10
36
Pengaruh Pengalaman Auditor dan Profesionalisme Auditor terhadap Kualitas Audit (Studi Pada Kantor Akuntan Publik di Bandung)
3
47
32
pengaruh Pengalaman Kerja Dan Profesionalisme Auditor Terhadap KUalitas Audit (Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Di Wilayah Bandung)
0
2
1
Pengaruh Pengalaman Auditor dan Independensi Auditor Terhadap Audit Judgment (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Bandung)
14
46
30
Pengaruh Masa Perikatan Audit Dan Skeptisisme Terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Di KOta Bandung)
0
15
83
Pengaruh Profesionalisme Auditor Dan Fee Audit Terhadap Kualitras Audit (studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Di Kota Bandung)
4
46
82
Pengaruh Independensi Auditor Dan Kinerja Auditor Terhadap Kualitas Audit (survei Pada Kantor Akuntan Publik Di Bandung)
0
14
70
Pengaruh Pengalaman Dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Penelitian Pada Beberapa Kantor Akuntan Publik Di Bandung)
1
13
157
Peranan Integritas Dan Profesionalisme Auditor Dalam Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Di Bandung
0
5
1
Pengaruh Fee Audit dan Profesionalisme Auditor Terhadap Kualitas Audit (Survei Pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Bandung)
0
4
1
Pemilihan Sampling Audit Dan Implementasi Audit Berbasis Risiko Terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik di Bandung)
6
33
80
Pengaruh Integritas Auditor Dan Due professional Care Terhadap Kualitas Audit (studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik KAP di Kota Bandung Yang terdaftar di BAPEPAM-LK)
3
23
90
Pengaruh Fee Audit dan Tekanan Anggaran Waktu Audit Terhadap Kualitas Audit (Penelitian Pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Kota Bandung yang terdaftar di IAPI)
1
10
37
Pengaruh Fee Audit dan Independensi Terhadap Kualitas Audit (Studi Penelitian Pada Kantor Akuntan Publik Yang Berada di Bandung)
2
17
43
Show more