Pengaruh Tekanan Anggaran Waktu dan Etika Auditor terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Bandung)

Gratis

8
39
77
3 years ago
Preview
Full text

PENGARUH TEKANAN ANGGARAN WAKTU DAN ETIKA AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT

  "Pengaruh kompetensi, independensi, dan keahlian profesional terhadap kualitas audit dengan etika auditor sebagai variabel moderasi (studi kasus padakantor akuntan publik di wilayah Jakarta Selatan)." (2010). Ibu, Bapak dan Adikku yang selalu memberikan doa dengan penuh kasih sayang, keikhlasan, kesabaran serta pengorbanan yang tiadahenti mendorong dan selalu memberi semangat Penulis untuk menyelesaikan Skripsi ini.

DATA PENDIDIKAN 1

  "Pengaruh kompetensi, independensi, dan keahlian profesional terhadap kualitas audit dengan etika auditor sebagai variabel moderasi (studi kasus padakantor akuntan publik di wilayah Jakarta Selatan)." (2010). Ibu, Bapak dan Adikku yang selalu memberikan doa dengan penuh kasih sayang, keikhlasan, kesabaran serta pengorbanan yang tiadahenti mendorong dan selalu memberi semangat Penulis untuk menyelesaikan Skripsi ini.

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Tekanan Anggaran Waktu

2.1.1.1 Pengertian Anggaran

  Sedangkan menurut Munandar (1995:1) dalam Rika Fadila (2012)“Budget ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter danberlaku untuk jangka wakt u (periode) tertentu yang akan datang”. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran memiliki manfaat yaitu : 1.

2.1.1.2 Pengertian Anggaran Waktu

  Menurut Siti Kurnia Rahayu dan Ely Suhayati (2010) mendefinisikan anggaran waktu adalah:“Suatu audit disusun dengan memprediksi waktu yang dibutuhkan pada setiap tahap dalam program audit untuk berbagai tingkat auditor danmenjumlahkan prediksi tersebut, yaitu dengan mengestimasi jumlah jam yang dibutuhkan oleh setiap level staf dan mengestimasi out of pocket cost ”. Menurut (Hill, 2005) dalam Siti Marfuah (2011) mengatakan:“Keuntungan dari anggaran waktu adalah sebagai satu metode yang efisien untuk menyusun jadwal staf, sebagai suatu petunjuk yang penting untuk area audityang berbeda, sebagai suatu perangsang bagi staf auditor untuk mendapatkan kinerja yang efisien, dan sebagai suatu alat untuk menentukan tagihan bagiclient”.

2.1.1.3 Pengertian Tekanan Anggaran Waktu

  Menurut Sososutikno (2003), dalam Andini (2011) tekanan anggaran waktu adalah:“Tekanan anggaran waktu adalah keadaan yang menunjukkan auditor dituntut untuk melakukan lisensi terhadap anggaran waktu yang telah disusun atauterdapat pembatasan waktu atau anggaran yang sangat ketat atau kaku ”. Ada pun pengertian dalam http://www.akuntansiku.com tekanan anggaran waktu adalah :“Suatu keadaan yang menunjukkan auditor dituntut untuk melakukan efisiensi terhadap anggaran waktu yang telah disusun atau terdapat pembatasanwak tu dalam anggaran yang sangat ketat dan kaku ”.

2.1.2 Etika Auditor

2.1.2.1 Pengertian Etika

  Pelaksanaan audit harus mengacu pada standar audit ini, dan auditor wajib mematuhi kode etik yang Kode etika ini dibuat bertujuan untuk mengatur hubungan antara : 1. Berdasarkan pengertian di atas dapat di simpukan bahwa Akuntan Publik dalam menjalankan tugasnya harus berpedoman pada prinsip-prinsipprofesinya, seperti tanggung jawab profesi, kepentinganp publik, integritas, objektivitas, kompetensi dan kehatihatian professional, kerahasiaan, perilakuprofessional, dan standar teknis.

2.1.3 Kualitas Audit

  2.1.3.1 Pengertian Audit Pengertian audit menurut Mulyadi (2002) yaitu :“Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadianekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan- pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaianhasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan ”. Dari beberapa definisi di atas bisa disimpulkan bahwa auditing merupakan suatu proses yang digunakan untuk pengumpulan dan evaluasi bukti tentanginformasi yang didapatkan oleh auditor, yang akan digunakan oleh auditor untuk menyatakan suatu opini terhadap laporan keuangan atau memberikan kesimpulandan informasi.

2.2 Kerangka Pemikiran

  Berdasarkan teori - teori yang telah dideskripsikan tersebut, Persaingan KAP semakin meningkat seiring berjalannya waktu hal itu menyebabkan seorang auditor di tuntut untuk melakukan suatu pekerjaan dalammelakukan audit yang selalu dibatasinya oleh fakor waktu yang telah di anggarkan sebelumnya. Untuk memahami kerangka pemikiran dalam penelitian ini, maka dapat digambarkan pada pradiagma penelitian yang memperhatikan hubunganantara variabel dalam penelitian ini: Tekanan Anggaran Waktu (X1 )(Sukamto , 1991 : 1 dalam Kualitas Audit (Y)Suraida, 2005) Siti Kurnia Rahayu dan2 Ely Suhayati (2010:1) Etika Auditor (X )Gregory A.

2.2.1 Adapun hubungan antara tekanan anggaran waktu terhadap kualitas audit

  Sementara itu pengaruh negatif dari adanya tekanan time budget iniberpotensi menimbulkan sikap dalam tindakan profesional yang dapat mengurangi kualitas audit dan laporan audit yang dihasilkan”. Menurut Sososutikno (2003), dalam Andini (2011) tekanan anggaran waktu adalah :“Tekanan anggaran waktu adalah keadaan yang menunjukkan auditor dituntut untuk melakukan lisensi terhadap anggaran waktu yang telah disusun atauterdapat pembatasan waktu atau anggar an yang sangat ketat atau kaku”.

2.2.2 Pengaruh Etika Auditor terhadap Kualitas Audit

  Menurut Baiq Kisnawati (2012) tentang Pengaruh Kompetisi,Independensi, dan Etika terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada AuditorPemerintah di Inspektorat Kabupaten dan Kota Se-Pulau Lombok) adalah : “Jenis penelitiannya adalah penelitian asosiatif. Menurut Jaafar, (2008) dalam Sari (2011) yaitu ;“Kode etik auditor merupakan aturan perilaku auditor sesuai dengan tuntutan profesi dan organisasi serta standar audit yang merupakan ukuran mutuminimal yang harus dicapai oleh auditor dalam menjalankan tugas auditnya, apabila aturan ini tidak dipenuhi berarti auditor tersebut bekerja di bawah standardan dapat dianggap melakukan malpraktek”.

2.2.3 Penelitian Terdahulu

  Audit 8349 Januari - Audit (X1 -Y) Juni 2010 Etika Auditor Jurnal Ilmu dan Akhmad Pengaruh Hasil penelitian ini tidakRiset Akuntansi terhadap Riduwan Pengalaman Kerja, mendukung hipotesis (X -Y) Terhadap Kualitas kepatuhan etika auditor2 Audit: Etika berpengauh positif Auditor Sebagai terhadap kualitas audit. Variabel PemoderasiTekanan Jurnal Ilmu dan Akhmad Pengaruh Hasil penelitian Riset Akuntansi menunjukkan bahwa Anggaran Riduwan Pengalaman Kerja, Volume 1 Nomor variabel InteraksiWaktu Bambang Independensi, Danindependensi dan 2, Maret 2013 terhadap Suryono Kompetensikepatuhan etika auditor Kualitas Terhadap Kualitasterhadap kualitas hasil Audit Audit: Etikapemeriksaan tidak (X -Y) Auditor Sebagai1berpengaruh terhadap Variabel kualitas audit.

2.3 Hipotesis

  Menurut Sugiyono (2011:64), hipotesis penelitian adalah:“Penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu data ststistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan ataumenggambarkan data yang telahterkumpul sebagaimana adanya. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian dapat diartikan sebagai jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah penelitian, sampaiterbukti melalui data yang terkumpul dan harus diuji secara empiris.

BAB II I OBJEK DAN METODE PENELITIAN

  Dari penjabaran di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode penelitian adalah suatu teknik atau cara mencari, memperoleh, mengumpulkan, mencatatdata, baik primer maupun sekunder yang dapat digunakan untuk keperluan menyusun karya ilmiah dan kemudian menganalisis faktor-faktor yangberhubungan dengan pokok permasalahan sehingga akan didapat suatu kebenaran atau data yang diperoleh. Data yang dibutuhkan adalah data yang sesuai dengan masalah-masalah yang ada dan sesuai dengan tujuan penelitian, sehingga data tersebut akandikumpulkan, dianalisis dan diproses lebih lajut sesuai dengan teori-teori yang telah dipelajari, jadi dari data tersebut akan ditarik kesimpulan.

3.2.1 Desain Penelitian

  Desain penelitian merupakan rancangan penelitian yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan proses penelitian. Konsep dan teori yang relevan dan penemuan yang relevan 4.

7. Kesimpulan.”

  Tujuan penelitian pertama adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruhTekanan Anggaran Waktu terhadap kualitas audit pada KAP di Bandung digunakan metode deskriptif dan verifikatif yaitu dengan cara mengumpulkaninformasi dengan membuat instrument kedua variabel dan menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif serta melakukan uji hipotesis yang telah ditetapkandengan menggunakan uji statistika. Tujuan penelitian kedua adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruhEtika Auditor terhadap kualitas audit pada KAP di Bandung digunakan metode deskriptif dan verifikatif yaitu dengan cara mengumpulkan informasi denganmembuat instrumen kedua variabel dan menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif serta melakukan uji hipotesis yang telah ditetapkan denganmenggunakan uji statistika.

3.2.2 Variabel Penelitian

  Menurut Sugiyono (2009 :123) variabel penelitian adalah :“Suatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarikkesimpulannya ”. Variabel Bebas atau Variable Independent (X)Variabel bebas atau Independent Variabel (X) merupakan variabel yang mempengaruhi atau variabel yang menjadi sebab timbulnya variabel terikatatau Dependent Variabel (Y), dalam penelitian in yang menjadi variabel bebas adalah Tekanan Anggaran Waktudan Etika Auditor.

3.2.3 Operasionalisasi Variabel

  Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan jenis, indikator, serta skala dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian, sehinggapengujian hipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan secara benar sesuai dengan judul penelitian mengenai pengaruh tekanan anggaran waktu terhadapprofesionalisme auditor dan implikasinya pada kualitas audit maka variabel- variabel yang terkait dalam penelitian ini adalah: 1. “Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.”Selengkapnya mengenai operasionalisasi variabel dalam penelitian ini tentang pengaruh tekanan anggaran waktu dan etika auditor terhadap kualitasaudit pada KAP Wilayah Bandung akan dijelaskan dalam bentuk tabel seperti di bawah ini : Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Variabel Konsep Variabel Indikator (Alat Ukur) No.

3.2.4 Sumber dan Teknik Penentuan Data

  3.2.4.1 Sumber Data Sumber data yang digunakan peneliti dalam penelitian mengenai“Pengaruh tekanan anggaran waktu dan etika auditor terhadap Kualitas audit” adalah data primer dan data sekunder. Sedangkan Sugiyono (2009:136) mendefinisikan sumber data sekunder“Data sekunder adalah sumber data yang diperoleh dengan cara membaca,mempelajari dan memahami melalui media lain yang bersumber dariliterature , buku-buku serta dokumen perusahaa n”.

26 KAP Wilayah Bandung yang menjadi populasi

  PopulasiMenurut Sugiyono (2011:80) menyatakan bahwa pengertian populasi adalah sebagai berikut:“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untukdipelajari kemudian ditarik kesimpulannya ”. WawancaraMerupakan teknik penelitian dimana peneliti mengadakan komunikasi langsung dengan pihak-pihak yang berkaitan dalam hal ini adalahEksternal Auditor dari dua perusahaan dikota Bandung mengenai masalah yang diteliti dan melakukan pengumpulan data yang relevandari hasil wawancara tersebut.

3.2.4.4 Uji Validitas

  “Valid adalah menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan olehpeneliti”. Rumus yang dilakukan adalah sebagai berikut : dimana :n = ukuran sampel r = Koefisien Korelasi Pearsondf = degree of freedom = n-2 Keputusan pengujian validitas instrument dengan menggunakan taraf signifikan dengan 5 % satu sisi adalah : 1.

3.2.4.5 Uji Reliabilitas

  Setelah melakukan pengujian validitas butir pertanyaan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji reliabilitas untuk menguji kehandalan atau memberikan tes pada sejumlah subyek dan kemudian hasil tes tersebut dibagi menjadi dua bagian yang sama besar (berdasarkan pemilihan genap a. Item dibagi dua secara acak (misalnya item ganjil/genap), kemudian dikelompokkan dalam kelompok I dan kelompok IIb. Ukuran yang digunakan untuk menilai jawaban dari responden dalam menguji variabel yang diukur yaitu lima tingkatan, mulai dari 1 sampai 5.

3.2.4.6 Uji MSI (Data Ordinal ke Interval)

  (2010:47), data ordinal ke interval dijelaskan sebagai berikut: “Data yang didapatkan dari kuesioner merupakan data ordinal, sedangkan untuk menganalisis data diperlukan data interval, maka untuk memecahkanpersoalan ini perlu ditingkatkan skala pengukurannya menjadi skala interval melalui Method of Successive Interval ”. Penelitian Deskriptif adalah jenis penelitian yang menggambarkan apa yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik berdasarkan fakta-fakta yang ada untukselanjutnya diolah menjadi data.

1. Analisis Kualitatif

  Analisis menurut Miles dan Huberman (2002: 2) adalah sebagai berikut:“Metode kualitatif berusaha mengungkap berbagai keunikan yang terdapat dalam individu, kelompok, masyarakat, dan/atau organisasi dalam kehidupansehari-hari secara menyeluruh, rinci, dalam, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah”. Untuk menjawab deskripsi tentang masing-masing variabel penelitian ini, digunakan rentang kriteria penilaian sebagai berikut : − =Sumber : Umi Narimawati (2007) Keterangan : n = jumlah sampel yang diambilm = jumlah alternatif jawaban tiap item Untuk menetapkan peringkat dalam setiap variabel penelitian, dapat dilihat dari perbandingan antara skor aktual dan ideal.

2. Analisis Kuantitatif

  Menurut Sugiyono (2010:8) analisis kuantitatif adalah sebagai berikut : “Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakanuntuk meneliti pada populase atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untukmenguji hipotesis yang telah ditetapkan”. Dimana variabel (tekanan anggaran waktu) dan (etika auditor) dipasangkan dengan data variabel Y (kualitas audit) yang dikumpulkan melalui kuesionermasih memiliki skala ordinal, maka sebelum diolah data ordinal terlebih dahulu dikonversi menjadi data interval menggunakan Methode Succesiv Internal (MSI).

A. Analisis Regresi Linier Berganda

  Menurut Umi Narimawati (2008:5), Analisis Regresi Linear Berganda adalah: “Suatu analisis asosiasi yang digunakan secara bersamaan untuk meneliti pengaruh dua atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel tergantung denganskala interval”. Analisis ini digunakan dengan melibatkan dua atau lebih variabel bebas 1 2 antara variabel dependen (Y) dan variabel independen (X dan X ).

1 X = variabel bebas (profesionalisme auditor)

X 2 = variabel bebas ().

B. Uji Asumsi Klasik

  Pengujian mengenai ada tidaknya pelanggaran asumsi-asumsi klasik yang merupakan dasar dalam model regresi linier berganda. Hal ini dilakukan sebelumdilakukan pengujian terhadap hipotesis.

1. Uji Normalitas

  Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara statistik. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak Selain itu uji normalitas digunakan untuk mengetahui bahwa data yang diambil berasal dari populasi berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinieritas

  Dalam regresi,salah satu asumsi yang harus dipenuhi bahwa varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tidak memiliki pola tertentu. Gejala varians yang tidak sama ini disebut dengan gejalaheterokedastisitas sedangkan gejala varians residual yang sama dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain disebut dengan homokedastisitas (PurbayuBudi Santosa dan Ashari,2005: 241-242).

5. Koefisiensi Determinasi

  Besarnya koefisien determinasi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Sumber: Riduwan dan Sunarto (2007:81)Dimana :Kd = Seberapa jauh perubahan variabel Y dipergunakan oleh variabel X r² = Kuadrat koefisien korelasi Pengertian Hipotesis Menurut Umi Narimawati (2007:59) adalah sebagai berikut :“Ungkapan berupa jawaban sementara atas masalah yang diturunkan dari kerangka pemikiran. Kesimpulan yang sifatnya masih sementara dan perlu diuji secaraempiris melalui suatu analisis (berdasarkan data dilapangan)”.

1. Penetapan Hipotesis

  Hipotesis secara keseluruhan antara variabel bebas tekanan anggaran waktu dan etika auditorterhadap variabel terikat kualitas auditHo : Tidak terdapat pengaruh antara tekanan anggaran waktu dan etika auditorterhadap kualitas auditHa : Terdapat pengaruh antara pengalaman tekanan anggaran waktu dan etika auditorterhadap kualitas audit. Dalam pengujian hipotesis ini menggunakan uji dua pihak (two tail test ) dilihat dari bunyi hipotesis statistik yaitu hipotesis nol ( ) : β = 0 dan hipotesis alternatifnya (Ha) :β ≠ 0 : β = 0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan tekanan anggaran waktu terhadap kualitas audit.

2. Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji Statistik F)

  Ho : β = 0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tekanan anggaran waktu dan etika auditorterhadap kualitas audit. Ha : β ≠ 0 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara tekanan anggaran waktu dan etika auditor terhadapkualitas audit.

2. Menentukan tingkat signifikan

  Ditentukan dengan 5% dari derajat bebas (dk) = n 3. Menghitung nilai thitung dengan mengetahui apakah variabel koefisien korelasi signifikan atau tidak dengan rumus :− − = √ ℎ −Dimana : r = Korelasi parsial yang ditentukann = Jumlah sampel t = ℎ� � 4.

3. Menggambar Daerah Penerimaan dan Penolakan

  Jika thitung ≤ t tabel maka H0 ada di daerah penerimaan, berarti Ha ditolak artinya antara variabel X dan variabel Ytidak ada pengaruhnya.iii.thitung; dicari dengan rumus perhitungan thitung, dan iv.ttabel; dicari di dalam tabel distribusi tstudent dengan ketentuan sebagai berikut, α = 0,05 dan dk = (n-k-1). Tingkat signifikannya yaitu 5 % (α = 0,05), artinya jika hipotesis nol ditolak (diterima) dengan taraf kepercayaan 95%, maka kemungkinanbahwa hasil dari penarikan kesimpulan mempunyai kebenaran 95% dan hal ini menunjukan adanya (tidak adanya pengaruh yang meyakinkan(signifikan) antara dua variabel tersebut.

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Pengertian Kualitas AuditMenurut Yulius Yogi Kristiawan yang diambil dari jurnal directory (2002:83) dalam Vinda Puspasari (2009) menyatakan kualitas audit adalah : Kualitas audit adalah se agia pro a ilitas ah a auditor aka e e uka da elaporka pela ggara pada siste akuntansi klien, kualitas hasil kerja berhubungan dengan seberapa baik sebuah pekerjaan dibandingkan dengan kriteria yang telahditetapkan. Pengaruh Etika Auditor terhadap Kualitas AuditMenurut Jaafar, (2008) dalam Sari (2011) yaitu ; Kode etik auditor erupaka atura perilaku auditor sesuai dengan tuntutan profesi dan organisasi serta standar audityang merupakan ukuran mutu minimal yang harus dicapai oleh auditor dalam menjalankan tugas auditnya, apabila aturan ini tidak dipenuhi berarti auditor tersebut bekerja di baah sta dar da dapat dia ggap elakuka alpraktek .

3.2.4. Sumber Data dan Teknik Penentuan Data

  Sumber DataSumber data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden yang menjadi sampel untuk mengetahui tanggapan tentang penelitian yang akanditeliti, responden dalam penelitian ini adalah auditor partner dan auditor senior pada Kantor Akuntan Publik di wilayah kota Bandung. PopulasiAdapu pe gertia populasi e urut “ugiyo o 9: Populasi adalah ilayah ge eralisasi ya g terdiri atas : o yek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudianditarik kesimp ula .

1. Penelitian Lapangan a

2. Penelitian Kepustakaan

  Analisis KualitatifDalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang lebih lengkap dari variabel X 1 (tekanan anggaran waktu) dan X 2 (etika auditor), peneliti menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai narasumber dari divisi yang terkait. Dimana data variabel independent (X 1 ) tekanan anggaran waktu dan (X2 ) etika auditor yang dikumpulkan melalui kuesioner masih memiliki skala ordinal, maka sebelum di olah dan dipasangkan dengan data variabel depandent (Y) kualitas audit, data ordinal terlebih dahulu dikonversi menjadidata interval dengan menggunakan Method of Successive Interval (MSI).

A. Hipotesis Penelitian

  1. Hipotesis secara keseluruhan antara variabel bebas tekanan anggaran waktu dan etika auditor terhadap variabel terikat kualitas auditHo : Tidak terdapat pengaruh antara tekanan anggaran waktu dan etika auditor terhadap kualitas audit Ha : Terdapat pengaruh antara tekanan anggaran waktu dan etika auditor terhadap kualitas audit.

2. Hipotesis parsial antara variabel bebas tekanan anggaran waktu terhadap variabel terikat kualitas audit Ho : Tidak terdapat pengaruh tekanan anggaran waktu terhadap kualitas audit

  Ha : Terdapat tekanan anggaran waktu terhadap kualitas audit 3. Hipotesis parsial antara variabel bebas etika auditor terhadap variabel terikat kualitas audit.

B. Hipotesis Statistik Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji Statistik t)

  Karena waktu yang hanya kuranglebih satu bulan membuat beberapa KAP mengalami keterlambatan dalam penyerahan hasil laporan audit dengan keadaan tersebut para auditor tentunya akan bekerja dengan tekanan untuk segera menyelasaikan tugas, hal tersebut tentunya memilikiresiko untuk mengurangi kualitas audit yang dihasilkan nantinya (Sumber : Tribun Jabar, Selasa, 26 Mei 2009). Pengaruh Etika Auditor Terhadap Kualitas AuditHasil perhitungan tanggapan responden mengenai Etika Auditor jumlah skor aktual yang diperoleh dari 5 indikator adalah sebesar 735 dengan skor ideal sebesar 840, sehingga diperoleh nilai persentase skor tanggapan sebesar 87,5% dan termasuk dalamkategori sangat baik, Hal ini menunjukan bahwa auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di wilayah Bandung memiliki etika yang sangat baik.

V. SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan penulis mengenai pengaruh Tekanan Anggaran Waktu dan Etika Auditor terhadap Kualitas Audit pada Kantor Akuntan Publik yang terdapat di wilayah Bandung, maka di bab ini penulismengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Hal ini berarti apabila semakinbesar tekanan anggaran waktu, yang artinya maka kualitas audit yang dihasilkan akan semakin menurun pada kantor akuntan publik di Wilayah Bandung.

2. Etika auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik diwilayah Bandung

  Profesionalisme auditor memiliki hubungan yang cukup kuat dengan kualitas audit. Hal ini berarti apabila etika semakin ditingkatkan maka kualitas audit akan semakin baik pada kantor akuntan publik di Wilayah Bandung.

5.2 Saran

  Setelah penulis memberikan kesimpulan dari hasil penelitian tentang tekanan anggran waktu dan etika auditor terhadap kualitas audit, maka penulis akan memberikan beberapa saran yang dapat digunakan oleh Kantor Akuntan Publik di WilayahBandung, yaitu sebagai berikut: 1. Meskipun sudah dalam kategori sangat baik, etika auditor dalam pelaksanaan audit perlu ditingkatkan dengan mengikuti kode etik Ikatan Akutansi Indonesia yaitu nilai tingkah laku, normamoral, dan tanggungjawab profesi yang ditetapkan dalam Kongres VII Ikatan Akuntansi Indonesia di Jakarta pada tahun 1998 agar bisa tetap termasuk dalam kategori sangat baik Lampiran Tabel 3.1 Operasionalisai Variabel Variabel Konsep Indikator Skala Tekanan Konsep Variabel Tekanan anggaran 1.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh sikap skeptisme auditor profesionalisme auditor dan tekanan anggaran waktu terhadap kualitas audit (studi empiris pada kantor akuntan publik di Jakarta Utara)
2
12
137
Pengaruh profesi auditor dan independensi auditor terhadap kualitas audit : (studi kasus pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Bandung)
0
19
74
Pengaruh fee audit dan pengalaman auditor eksternal terhadap kualitas audit : (studi kasus pada kantor akuntan publik di Wilayah Bandung
0
2
1
Pengaruh etika profesi auditor eksternal dan masa perikatan audit terhadap kualitas audit pada kantor akuntan publik di Wilayah Bandung
0
5
1
Analisis Pengaruh Kompetensi Dan Tekanan Anggaran Waktu Terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Di Bandung
4
73
150
Pengaruh pengalaman auditor dan etika profesi auditor terhadap kualitas audit : (survey pada kantor akuntan publik (KAP) di Wilayah Bandung)
1
26
79
Pengaruh Fee Audit Dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Bandung)
2
21
38
PENGARUH TEKANAN ANGGARAN WAKTU DAN KOMPLEKSITAS AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT PENGARUH TEKANAN ANGGARAN WAKTU DAN KOMPLEKSITAS AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik).
0
2
16
PENDAHULUAN PENGARUH TEKANAN ANGGARAN WAKTU DAN KOMPLEKSITAS AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik).
0
2
6
PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDESI, TEKANAN WAKTU, PENGALAMAN, DAN ETIKA AUDITOR Pengaruh Kompetensi, Independesi, Tekanan Waktu, Pengalaman, Dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Audit ( Studi pada Kantor Akuntan Publik di Jawa Tengah ).
0
2
20
PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDESI, TEKANAN WAKTU, PENGALAMAN, DAN ETIKA AUDITOR Pengaruh Kompetensi, Independesi, Tekanan Waktu, Pengalaman, Dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Audit ( Studi pada Kantor Akuntan Publik di Jawa Tengah ).
0
2
18
Pengaruh Tekanan Anggaran Waktu dan Kompleksitas Audit Terhadap Kualitas Audit (Survei pada Kantor Akuntan Publik di Bandung.
0
8
26
PENGARUH TEKANAN ANGGARAN WAKTU DAN PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDITOR DAN KUALITAS AUDIT (STUDI PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI SURABAYA)
0
0
19
TEKANAN ANGGARAN WAKTU DAN PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDITOR DAN KUALITAS AUDIT (STUDI PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI SURABAYA)
0
0
19
PENGARUH TEKANAN ANGGARAN WAKTU DAN PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDITOR DAN KUALITAS AUDIT (STUDI PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI SURABAYA)
0
0
19
Show more