Profil Penderita Karsinoma Nasofaring Di RSUP H. Adam Malik Medan Periode Januari – Desember Tahun 2012

Gratis

0
46
69
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Rasa hormat dan terima kasih yang tidak terhingga saya persembahkan kepada orang tua saya, ayahanda Jayapalan Balaraman dan ibundaNageswary Nagamuthu, serta saudara saya Shiva Shangkar atas doa, perhatian dan dukungan tanpa henti selama ini dan akan terus sayaterima. Akhir kata, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua, dan penulis berharap semoga proposal karya tulisilmiah ini dapat diterima dan memberikan informasi serta sumbangan pemikiran yang berguna bagi semua pihak.

DAFTAR LAMPIRAN

BAB 1 PENDAHULUAN

LAMPIRAN 1 Daftar Riwayat Hidup LAMPIRAN 2 Lembar Ethical ClearenceLAMPIRAN 3 Surat Izin Penelitian LAMPIRAN 4 Surat Izin Penelitian Drai RSUP HAM MedanLAMPIRAN 5 Hasil Analisis Data

1.1 Latar Belakang Masalah

  KNF di Indonesia, menempati urutan ke-5 dari 10 besar diantara keganasan yang terdapat di seluruh tubuh dan menempati urutan ke -1 di bidangTHT. Insiden yang tinggi ini dapat disebabkan tingginya faktor risiko KNF diIndonesia, yaitu tingginya konsumsi ikan asin dan makanan yang diawetkan, pajanan di tempat kerja oleh zat-zat karsinogenik seperti formaldehid, debu kayuserta asap dari kayu yang dibakar.

1.4 Manfaat penelitian

  a) Pelayanan KasehatanMeningkatkan kualitas pelayann kasehatan bagi penderita KNF dalam memberikan informasi dalam upaya peningkatan kelengkapan datapenderita KNF. b) Bagi penelitiMeningkatkan pengetahuan peneliti tentang profil penderita KNF dan memberikan informasi tambahan sebagai bahan acuan untuk penelitianselanjutnya.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KARSINOMA NASOFARING

  Ditemukan pula cukup banyak kasusdi Yunani, negara-negara Afrika Utara seperti Aljazair dan Tunisia,pada orangEskimo di Alaska dan Greenland yang diduga penyebabnya karena memakan makanan yang diawetkan dengan nitrosamin pada musimdingin.(International Agency for Research on Cancer,2002). Pada penelitian lain di China KNF HLA (human leukocyte antigen) dikaitkan 2.1.5 Infeksi Virus Eipstein-Barr (EBV) Virus Epstein-Barr (EBV) adalah virus yang termasuk dalam familiHerpesvirus yang menginfeksi lebih dari 90 % populasi manusia di seluruh dunia dan merupakan penyebab infeksi mononukleosis.

3. Karsinoma tidak berdiferensiasi (Undifferentiated Carcinoma)

  Pada tipe ini sel tumor secara individu memperlihatkan inti yang vesikuler, berbentuk oval atau bulat dengan nukleoli yang jelas. Sumbatan hidungSumbutan hidung yang menetap terjadi akibat pertumbuhan tumor ke dalam rongga hidung dan menutupi koana.

2.1.13 Gejala Lanjut

  Benjolan ini merupakan pembesaran kelenjar limfe, sebagai pertahanan pertama sebelum sel tumor ke bagian tubuh yang lebihjauh. Selanjutnya sel-sel kanker dapat berkembang terus, menembus kelenjar dan mengenai otot di bawahnya.

3. Gejala akibat metastasis jauh

  Sel-sel kanker dapat ikur mengalir bersama aliran limfe atau darah, mengenai organ tubuh yang letaknya jauh dari nasofaring. Yang seringialah pada tulang, hati dan paru.

2.1.14 Stadium Untuk penentuan stadium dipakai sistem TNM menurut UICC (1992)

  M = MetastasisM0 - Tidak ada metastasis jauhM1 - Terdapat Metastasis jauh Stadium I : T1 dan N0 dan M0 Stadium II : T2 dan N0 dan M0 Stadium III : T1/T2/T3 dan N1 dan M0 atauT3 dan N0 dan M0 Stadium IV : T4 dan N0/N1 dan M0 atauT1/T2/T3/T4 dan N2/N3 dan M0 atauT1/T2/T3/T4 dan N0/N1/N2/N3 dan M1Menurut American Joint Committee Cancer tahun 1988, tumor staging dari nasofaring diklasifikasikan sebagai berikut : 1. T1 : Tumor yang terdapat pada satu sisi dari nasofaring atau tumor yang tak dapat dilihat, tetapi hanya dapat diketahui dari hasil biopsi 3.

2.1.15 Diagnosis

  Jika ditemukan adanya kecurigaan yang mengarah pada suatu KNF, protokol di bawah ini dapat membantu untuk menegakkan diagnosis pasti sertastadium tumor : 1. CT-Scan leher dan kepalaMerupakan pemeriksaan yang paling dipercaya untuk menetapkan stadium tumor dan perluasan tumor.

2.1.16 Penatalaksanaan

  Sistem hemopoetik dan darah Efek langsung pada sel darah / pada jaringan hemopoitik Sistem Pencernaan 1. Reaksi fibrinous pada selaput lendir dengan nyeri yang lebih hebat 4.

3. Operasi

4. Imunoterapi

  Tindakan operasi pada penderita karsinoma nasofaring berupa diseksi Dengan diketahuinya kemungkinan penyebab dari karsinoma nasofaring adalah virus Epstein-Barr, maka pada penderita karsinoma nasofaringdapat diberikan imunoterapi. Hal ini terjadiakibat pendesakan tumor primer terhadap tuba Eustachius dan gangguan terhadap pergerakan otot levator pelatini yang berfungsi untuk membuka tuba.

2.1.19 Pencegahan

  Hindari mengonsumsi makanan yang diawetkan, makanan yang panas, atau makanan yang merangsang selaput lender. Penerangan akan kebiasaan hidup yang salah sertamengubah cara memasak makanan untuk mencegah kesan buruk yang timbul dari bahan-bahan yang berbahaya.

BAB 3 KONSEP PENELITIANDAN DEFINISI OPERASIONAL

3.1 Kerangka Konsep Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian diatas maka kerangka konsep dalam penelitian ini adalah : 3.2 Definisi Operational Tabel 3.2 Definisi Operasional Variabel Definisi Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala Ukur Umur Lamanya respondenhidup dalam tahunberdasarkan ulang tahunresponden DataRekamMedis RekamMedis 11 – 20 tahun 21 – 30 tahun 31 – 40 tahun41 – 50 tahun 51 – 60 tahun61 – 70 tahun 71 – 80 tahun Interval1) Umur2) Jenis kelamin3) Stadium4) Keluhan utama5) Gejala Klinis6) Tipe Histopatologis7) Jenis Terapi PenderitaKnf Stadium Tingkatan Data Rekam Stadium I Ordinal stadium atau Rekam Medis Stadium IIperkembangan Medis Stadium III suatu proses Stadium IV Keluhan Tanda - tanda Data Rekam -Benjolan pada NominalUtama yang Rekam Medis leher didapatkan dari Medis -Sumbatankeluhan yang hidung diutarakan -Hindungpasien berdarah DataRekamMedis mikroskopis sel KNF RekamMedis Melihat gambaranhistopatologi di rekam medis NominalJenis Terapi Tindakan medis yangdiberikan kepada pasienKNF DataRekamMedis RekamMedis Nominal

BAB 4 METODE PENELITIAN

  4.3 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah semua penderita yang telah didiagnosa KNF di bagian THT RSUP. 4.4 Teknik Pengumpulan Data Jenis data yang dikumpukan dalam penelitian ini adalah data yang di dapat dari rekam medis pasien KNF yang menjalani pengobatan yaitu data sekunder.

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

  Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi Penderita KNF berdasarkan Stadium Klinis No Stadium Klinis Frekuensi (n) Persen (%) 1 I 2 3,2 2 II 8 12,7 3 III 39 61,9 4 IV 14 22,2 Jumlah 63 100 Berdasarkan Tabel 5.3 diketahui bahwa penderita KNF datang dengan stadium lanjut yaitu stadium III dan IV dimana 39 orang (61,9%) dan 14 orang(22,2%) jarang ditemui pada stadium I sebanyak dua orang (3,2%). Tabel 5.4 menunjukkan bahwa dari 63 orang penderita KNF terdapat 26 orang (41,3%) memiliki keluhan benjolan dileher, dan yang paling rendah dengan Jumlah 63 100 5 Telinga nyeri 3 4,8 4 Telinga berdengung 13 20,6 3 Hidung berdarah 5 7,9 2 Sumbatan Hidung 16 25,4 41.3 26 1 Benjolan pada leher (n) Persen (%) 12.7 6 Sakit kepala 3 4.8 Total 63 100 Dari Tabel 5.5 menunjukkan, penderita KNF yang dengan gejala klinis benjolan pada leher sebanyak 24 orang dimana (38.1%) dimana yang palingtinggi.

5.2. Pembahasan

  Diagnosis dini sulit dilakukan karena tanda dan gejala awal KNF tidak khas dan tidak spesifik, dan nasofaring merupakan area yang sulit untuk diperiksa. Pasien KNF sering datang berobat ke RSUP HAM pada stadium III dan IV, dimana setelah tumor itu membesar dan mengobstruksi saluran pernafasanataupun setelah munculnya gejala akibat KNF dan juga pasien tidak bersedia melakukan screening terlebih awal (Dewi, 2011) Dari hasil penelitian didapatkan, gejala klinis yang paling sering didapati adalah benjolan pada leher yaitu sebanyak 24 orang (38,1%).

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian pada penderita KNF mulai bulan Januari tahun 2012 sampai bulan Desember tahun 2012 didapatkan 63penderita, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Kelompok umur terbanyak terdapat pada kelompok umur 41-50 tahun(34.9%) 2) Jenis kelamin yang terbanyak dijumpai pada jenis kelamin laki-laki yaitu (71.4%).3) Stadium klinis penderita KNF terbanyak adalah stadium III (61.9%).4) Keluhan utama penderita KNF terbanyak adalah benjolan di leher yaitu (41.3%).5) Gejala klnis penderita KNF terbanyak adalah benjolan di leher yaitu (38.1%).6) Tipe Histopatologis penderita KNF yang paling tinggi adalah undifferenciated carcinoma yaitu (44.4%).7) Terapi pada penderita KNF yang terbanyak adalah kombinasi, yaitu kemoradioterapi sebanyak (44.4%). 6.2 Saran 1) Diharapkan peningkatan pengetahuan masyarakat, tenaga paramedis dan medis mengenai gejala awal KNF sehingga stadium dini lebihcepat terdeteksi dan agar memberikan prognosis yang lebih baik.2) Kepada pihak rumah sakit terutama dokter yang bertugas hendaknya lebih memperlengkap status pada rekam medis, karena hal ini sangatberguna baik bagi penderita klinis maupun bagi peneliti.3) Untuk penelitian selanjutnya agar penelitian tidak hanya dilakukan melalui rekam medis, tetapi dilakukan secara langsung terhadap pasien

DAFTAR PUSTAKA

  Available from : http://annonc.oxfordjournals.org/content/21/suppl_5/v187.long [Accessed 10 May 2013]. Available from : [Accessed 21 Mayhttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1559589/ 2013].

23 May 2013]

  Available from :http://eprints.undip.ac.id/37559/1/Irwan_N-G2A008099- [Accessed 13 May 2013]LAPORAN_KTI.pdf N. Available from : http://applications.emro.who.int/emhj/1505/15_5_2009_1301_1307.pdf [Accessed 19 May 2013].

17 April 2013]

  Available from : journal.lib.unair.ac.id/index.php/ JK/article/.../917 [Accessed 7 May 2013]. Korelasi antara Latent Membrane Protein-1 Virus Epstein-Barr dengan P53 pada Karsinoma Nasofaring (Penelitian Lanjutan).

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Nama : Rajeshwari Jayapalan Tempar / Tanggal Lahir : Malaysia / 12 Februari 1990Agama : India / Hindu Alamat : Jalan dr. Universitas Sumatera Utara (2010-sekarang) Riwayat Organisasi : 1.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (69 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Karakteristik Penderita Retinoblastoma di RSUP Haji Adam Malik Medan Periode Januari 2011 – Desember 2013
6
158
76
Profil Penderita Fraktur Klavikula di RSUP H. Adam Malik Periode Januari 2013 - Desember 2014
4
116
49
Gambaran Penderita Radius Distal Fraktur di RSUP H. Adam Malik Periode 1 Januari 2012 -31 Desember 2013
67
377
38
Prevalensi Karsinoma Nasofaring di RSUP H. Adam Malik Tahun 2012-2013
0
74
54
Gambaran Karakteristik Neonatus Dengan Hiperbilirubinemia Di RSUP H. Adam Malik Dari Periode Januari Sehingga Desember 2012
8
69
48
Profil Penderita Karsinoma Nasofaring Di RSUP H. Adam Malik Medan Periode Januari – Desember Tahun 2012
0
46
69
Profil Penderita Karsinoma Nasofaringdi RSUP. H. Adam Malik Medan Tahun 2010 – 2012
1
70
65
Gambaran CT Scan Nasofaring Potong Axial Pada Penderita Karsinoma Nasofaring Di RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2010-2012
6
85
70
Profil Penderita Karsinoma Kolorektal Di RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2009-2012
0
45
64
Karakteristik Penderita Retinoblastoma Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2012
1
72
56
Gambaran Penderita Karsinoma Nasofaring Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2006-2010
1
65
81
BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Profil Penderita Fraktur Klavikula di RSUP H. Adam Malik Periode Januari 2013 - Desember 2014
0
0
14
Profil Penderita Fraktur Klavikula di RSUP H. Adam Malik Periode Januari 2013 - Desember 2014
0
0
9
Karakteristik Penderita Retinoblastoma di RSUP Haji Adam Malik Medan Periode Januari 2011 – Desember 2013
0
0
10
Karakteristik Penderita Retinoblastoma Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2012
0
0
14
Show more