Implementasi Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP PNPM Mandiri)Oleh Aparatur Desa dan Masyarakat Untuk Meningkatkan Akses Masyarakat Miskin (Studi Pada Desa Fajar Bulan Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012)

Gratis

15
134
114
2 years ago
Preview
Full text
ABSTRACT IMPLEMENTATION OF RURAL INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT PROGRAM (PPIP PNPM MANDIRI) BY THE APPARATUS AND SOCIETY FOR IMPROVING PUBLIC POOR ACCESS SOCIETY (Study in Desa Fajar Bulan, Gunung Sugih, Lampung Tengah 2012) by JODI PRAYUDA PPIP is a community-based programs under of PNPM Mandiri. Community empowerment is done so that the results of the implementation development can be tailored to needs that have been identified in a participatory manner. PPIP strive to create and improve the quality of people's lives, both individually and in groups through participation in solving the existing problems related to poverty and underdevelopment of the village as an effort to improve the quality of life, independence and well-being of society. This study aimed to obtain a description and analyzed on the implementation of the PPIP PNPM Mandiri program by society officials and the people in Desa Fajar Bulan, Gunung Sugih, Lampung Tengah in 2012 the terms of tasks and clear goals that accurately reflect the intent of the policy, management plans that allocate tasks and performance standards of implementing organizations, implementing organizational performance measurement assessed with the goal to be achieved, the control and management system of social sanctions to keep subordinates in order to remain accountable and impact of the program on access to basic infrastructure services for the poor and the constraints by encountered during the implementation process. This study used a qualitative approach with descriptive type that generates data in the form of words written or spoken by people and behaviors that can be observed. Data collected through observation, documentation, and interview. Data were analyzed using data reduction, data presentation, drawing conclusions, and to achieve the validity of the data is done by triangulation. Based on the research, results that the PPIP program implementation in Desa Fajar Bulan in 2012 has not been implemented effectively. This is because in practice there are problems such as the management plan implemented through village meetings have not been good enough, society is not yet fully participate actively participate in village meetings were held. In addition, control management system for physical control of infrastructure is not good enough, it is because intensity insufficient monitoring conducted maximal. Researchers recommend a few things in the PPIP program implementation of Desa Fajar Bulan, namely : The CSO together with the community facilitators should provide more public education about the PPIP program that will be implemented. In addition, the need to increase the number of facilitators, especially in the field of community development facilitators in order to maximize their performance in empowering communities of PPIP program implementation. Keywords: Implementation, PPIP PNPM Mandiri program, The Poor Society ABSTRAK IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PEDESAAN (PPIP PNPM MANDIRI) OLEH APARATUR DESA DAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN AKSES MASYARAKAT MISKIN (Studi Pada Desa Fajar Bulan Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012) Oleh JODI PRAYUDA PPIP merupakan program berbasis pemberdayaan masyarakat di bawah payung Program PNPM Mandiri. Pemberdayaan masyarakat ini dilakukan agar hasil pelaksanaan pembangunan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang telah diidentifikasikan secara partisipatif. PPIP berupaya menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok melalui partisipasi dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ada terkait kemiskinan dan ketertinggalan desanya sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran (deskripsi) dan menganalisis tentang implementasi program PPIP PNPM Mandiri oleh aparatur Desa dan masyarakat di Desa Fajar Bulan Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah tahun 2012 yang ditinjau dari tugas dan tujuan yang jelas yang secara akurat merefleksikan maksud dari suatu kebijakan, manajemen rencana yang mengalokasikan tugas dan standard kinerja ke organisasi pelaksana, pengukuran kinerja organisasi pelaksana yang dinilai dengan tujuan yang ingin dicapai, sistem manajemen kontrol dan sanksi sosial untuk menjaga bawahan agar tetap akuntabel dan dampak program terhadap akses pelayanan infrastruktur dasar bagi masyarakat miskin serta kendala-kendala yang dihadapi selama proses implementasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan untuk mencapai keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa implementasi program PPIP di Desa Fajar bulan tahun 2012 belum terlaksana secara efektif. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaannya masih terdapat masalah diantaranya pada manajemen rencana yang dilaksanakan melalui musyawarah desa belum cukup baik, mayarakat belum sepenuhnya ikut aktif berpartisipasi dalam kegiatan musyawarah desa yang dilaksanakan. Selain itu sistem manajemen kontrol untuk pengawasan fisik infrastruktur belum cukup baik, hal ini dikarenkan intensitas monitoring yang dilakukan belum cukup maksimal. Peneliti merekomendasikan beberapa hal dalam implementasi program PPIP di Desa Fajar Bulan, yakni: Pihak OMS bersama fasilitator masyarakat sebaiknya lebih banyak memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai program PPIP yang akan dilaksanakan. Selain itu, perlunya dilakukan penambahan jumlah fasilitator pendamping, khususnya fasilitator di bidang pemberdayaan masyarakat agar dapat memaksimalkan kinerja mereka dalam memberdayakan masyarakat saat pelaksanaan program PPIP. Kata Kunci : Implementasi, Program PPIP PNPM Mandiri, Masyarakat Miskin IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PEDESAAN (PPIP PNPM MANDIRI) OLEH APARATUR DESA DAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN AKSES MASYARAKAT MISKIN (Studi Pada Desa Fajar Bulan Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012) Oleh JODI PRAYUDA Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA ADMINISTRASI NEGARA Pada Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2014 DAFTAR GAMBAR 1. Model Kerangka Pikir................................................................................. 67 2. Struktur OMS Desa Fajar Bulan ................................................................. 97 3. Kenggotaan KPP program PPIP Desa Fajar Bulan................................... 122 4. Keanggotaan tim pengadaan barang dan jasa program PPIP Desa........... 124 DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang.............................................................................................1 B. Rumusan Masalah....................................................................................... 11 C. Tujuan Penelitian ....................................................................................... 11 D. Manfaat Penelitian...................................................................................... 12 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu................................................................................... 13 B. Tinjauan Mengenai Kebijakan Publik ........................................................ 17 1. Pengertian Kebijakan Publik ................................................................ 17 2. Ciri-Ciri Kebijakan Publik.................................................................... 18 3. Unsur-Unsur Kebijakan Publik ............................................................ 19 4. Tahapan Kebijakan Publik.................................................................... 20 5. Dampak Kebijakan Publik (Policy Impact).......................................... 23 C. Tinjauan Mengenai Implementasi Kebijakan Publik ................................. 24 1. Model Implementasi Kebijakan Publik .............................................. 27 a. Donald Vann Mentter dan Carl Van Horn...................................... 28 b. Daniel Mazmanian dan Paul Sabatier............................................. 31 c. Merilee S. Grindle .......................................................................... 35 d. George Edward III .......................................................................... 38 e. Richard Elmore............................................................................... 40 D. Tinjaun Mengenai Pembangunan ............................................................... 45 a. Pengertian Pembangunan ............................................................... 45 b. Tujuan Pembangunan ..................................................................... 46 c. Mengukur Pembangunan ................................................................ 46 d. Tahap-Tahap Pembangunan ........................................................... 48 E. Tinjauan Mengenai Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) PNPM Mandiri .......................................................................................... 51 1. Pengertian Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) PNPM Mandiri................................................................... 51 2. Tujuan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) PNPM Mandiri................................................................... 51 3. Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) PNPM Mandiri............................... 51 4. Pendekatan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) PNPM Mandiri.................................................................... 52 5. Organisasi dan Pembagian Peran Dalam Pelaksanaan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) PNPM Mandiri ....... 54 6. Fasilitator Masyarakat .................................................................... 55 F. Tinjauan Mengenai Masyarakat Miskin ..................................................... 57 1. Definisi Masyarakat........................................................................ 57 2. Ciri-Ciri Masyarakat....................................................................... 57 3. Definisi Kemiskinan ....................................................................... 58 4. Ciri-Ciri Masyarakat Miskin .......................................................... 60 5. Pemberdayaan Masyarakat Miskin................................................. 61 G. Kerangka Pikir............................................................................................ 64 III. METODE PENELITIAN A. Tipe dan Pendekatan Penelitian ................................................................ 68 B. Fokus Penelitian ........................................................................................ 69 C. Lokasi Penelitian....................................................................................... 70 D. Jenis dan Sumber Data .............................................................................. 71 E. Instrumen Penelitian.................................................................................. 74 F. Teknik Analisis Data................................................................................. 76 G. Teknik Keabsahan Data ............................................................................ 77 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum Desa Fajar Fajar Bulan ................................................ 79 1. Sejarah Terbentuknya Desa Fajar Bulan............................................. 79 2. Kebijakan Umum Desa ...................................................................... 79 3. Program Pembangunan Sarana dan Prasaran Desa Fajar Bulan ........ 80 4. Strategi Pembangunan Desa Fajar Bulan............................................ 81 5. Kondisi Geografis Desa Fajar Bulan................................................... 81 6. Sejarah Pembangunan Yang Pernah Dilakukan di Desa Fajar Bulan. 82 7. Sarana dan Prasarana Yang Ada di Desa Fajar Bulan ........................ 82 B. Gambaran Umum Program PPIP di Desa Fajar Bulan ............................. 83 1. Jenis Infrastruktur................................................................................ 83 2. Lokasi Kegiatan .................................................................................. 83 3. Waktu Pelaksanaan Kegiatan.............................................................. 83 4. Sasaran dari Pembangunan Infrastruktur ............................................ 83 5. Jumlah Pemanfaat ............................................................................... 84 C. Organisasi Masyarakat Pelaksana Program PPIP di Desa Fajar Bulan .... 84 1. Tugas Organisasi Pelaksana............................................................... 85 V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian dan Pembahasan.............................................................. 87 1. Implementasi Program PPIP PNPM Mandiri Oleh Aparatur Desa dan Masyarakat Untuk Meningkatkan Akses Masyarakat Miskin di Desa Fajar Bulan Tahun 2012......................................................... 87 a. Tugas dan Tujuan Yang Jelas Yang Secara Akurat Merefleksikan Maksud dari Suatu Kebijakan......................................................... 88 b. Manajemen Rencana Yang Mengalokasikan Tugas dan Standard Kinerja ke Organisasi Pelaksana ................................................... 95 1. Musyawarah Desa I................................................................. 96 a. Organisasi Masyarakat Setempat ...................................... 97 b. Tim Persiapan.................................................................... 99 c. Tim Pelaksana ................................................................. 100 d. Kader Desa ...................................................................... 101 2. Musyawarah Desa II ............................................................. 103 a. Perumusan Prioritas Permasalahan Yang Terdapat di Desa Fajar Bulan ...................................................................... 104 b. Merumuskan Usulan Prioritas Desa................................ 109 c. Perumusan Rencana Kegiatan Masyarakat ..................... 112 d. Rencana Anggaran dan Biaya ......................................... 116 e. Rencana Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur ......... 119 f. Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara ............................ 121 1. Rencana Pendanaan dan Operasi Pemeliharaan........ 123 2. Rencana Operasi Pemeliharaan................................. 123 g. Tim Pengadaan Barang dan Jasa..................................... 124 3. Musyawarah Desa III ............................................................ 125 c. Pengukuran Kinerja Organisasi Pelaksana Yang di Nilai Dengan Tujuan Yang Ingin Dicapai ........................................... 127 1. Waktu pelaksanaan program PPIP ........................................ 128 2. Pelaksanaan Penyaluran Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Rp 250.000.000 per Desa Telah Dilaksanakan di Masing-Masing Desa Sasaran .......... 131 3. Penggunaan anggaran biaya .................................................. 133 4. Pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan telford, gorong-gorong dan talud ....................................................... 142 5. Kualitas Infrastruktur Yang Telah Terbangun dan Fungsi Pengaturan Operasional serta Pemeliharaan ............. 147 d. Sistem Manajemen Kontrol dan Sanksi Sosial Untuk Menjaga Bawahan Agar Tetap Akuntabel ................................................. 153 2. Dampak Program PPIP Terhadap Akses Pelayanan Infrastruktur Dasar Bagi Masyarakat Miskin di Desa Fajar Bulan ........................ 158 3. Kendala-Kendala Yang Dihadapi Dalam Implementasi Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan Oleh Aparatur Desa dan Masyarakat Untuk Meningkatkan Akses Masyarakat Miskin di Desa Fajar Bulan Tahun 2012........................................................... 162 VI. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ................................................................................. 165 B. Saran............................................................................................ 167 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR TABEL 1. Pembangunan Infrastruktur di Desa Fajar Bulan ......................................... 8 2. Gambaran pelaksanaan program pembangunan infrastruktur pedesaan di beberapa wilayah ........................................................................................ 14 3. Informan terkait pelaksanaan program PPIP di Desa Fajar Bulan tahun 2012 .................................................................................................. 72 4. Dokumen terkait penelitian program pembangunan infrastruktur pedesaan Desa Fajar Bulan Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah tahun 2012 ..................................................................... 73 5. Kondisi Geografis Desa Fajar Bulan .......................................................... 81 6. Sejarah Pembangunan di Desa Fajar Bulan................................................ 82 7. Sarana dan prasarana Desa ......................................................................... 82 8. Daftar penerima manfaat program ppip di Desa Fajar Bulan..................... 84 9. Struktur Organisasi Masyarakat Desa Fajar Bulan..................................... 85 10. Tenaga teknis pembantu pogram PPIP Desa Fajar Bulan .......................... 85 11. Tim persiapan dalam program PPIP di Desa Fajar Bulan ........................ 100 12. Tim pelaksana program PPIP di Desa Fajar Bulan .................................. 101 13. Kader Desa program PPIP di Desa Fajar Bulan ....................................... 102 14. Prioritas permasalahan yang terdapat di desa Fajar Bulan ....................... 105 15. Analisis Usulan Prioritas Desa ................................................................ 110 16. Tim organisasi pelaksana kegiatan (OMS)............................................... 113 17. Tim fasilitator masyarakat ........................................................................ 114 18. Jumlah Pemanfaat Infrastruktur................................................................ 114 19. Rencana anggaran biaya (RAB) program PPIP Desa Fajar Bulan tahun 2012...................................................................................... 116 20. Jadawal rencana pelaksanaan program PPIP tahun 2012 ......................... 120 21. Jadawal pelaksanaan program PPIP tahun 2012 ...................................... 129 22. Penggunaan anggaran biaya tahap I ......................................................... 134 23. Penggunaan anggaran biaya tahap II ........................................................ 136 24. Penggunaan anggaran biaya tahap III....................................................... 138 25. Rekapitulasi pelaksanaan program PPIP Desa fajar Bulan ...................... 148 :t:, ,' .'l 1,. I 1.. .,i.,.:, . lr I : ... LTIflXIIVSIDNSI{ ] I r' ii, '.r.1 . li'il ":.l: zoo I' erg00eourosz6r dlN !lg'I{,f'sgs's ErESaiJ I lsE$slululpv ntull uEsnrnr Erqau 1l ' r ffi z zr8oo,z 90/0986I dIN lrr[ "Ll'lrs g0o 'z r'togmz 8z90186I dILI llr.d.'LI '. .r, '. l l ,l : ':' ': ., ..1 rl i, :: i,,r, Srqqu4qurad tEtuoll ,, I 'I 'ir i INfffiXTJ[IIflId {HIgJ'nwu, Ep s4lrulPJ leros ntrlu erEs?ttr.rsu**eiur ntql 960rtogIor rpntrr .glofi ir, '..',:,: , E1vrslspr.trEl^l ,UPSH.lflf, {o}|od Jol.uolJ Emsls€I.lpl4l PruPlI :. ' ',,,,, ,':: : ' , r,' 'lrI.OZqnIIP.I, ', ,1, {6uo; frndqlryl u*;dnqsll rySnS :. , , ,flunung E?tetu"esry,irplllg rathil us?{I ppEd rpnts| uursuu,ti{ll{vrsvN s,flsl[g tls:lieYlltlHnllilI{ uIuhln J.Vlff lrff''Io (nrr(INYr{ v.silo rrtaui dlrd) LIYs*Itlgd lN{uuours!ilf,'fl NI , . rrrNft u [rrygl{rgd lcvueolliI.I$yrNflr{ilI,4r{I Fdl'tUS:lnpnf 960110910I'WdN tusfe,,ftued lsnqtueur ,I0Z requeseq,I 'Eundurel reprreg 'ru FEqt uunmErel rp nrylreq Etred eurou uu8uep runsos e.(uurq rs{rres sues '1ul sqnl e&q lr?p gelore&p qu1e1ftre,{ releE trepqecued udruoq Ttuepe:p r$Irrcs srmJeueru BrposJaq e.(es e4eru ueele{uod ruulup rr"reueg{Bpl}e{ uup ueEuedurr.(ued pdeprel 1wq uurpntuo{ p eggedu uup e,fuqnE8unsos ueEuep lunq ufus rm truupdrue4 'n ]q 'aplsnd rEIBp urBIBp rru>lum$reclp uep efrfueruEuad BUI?u rre>llnqesrp tru8uep qe>Iseu rrrBIBp rrutlc? ruEuqes wTtmlwctp sqel truEuep s]lnilol ?reces r1urlce{ 'qel Euero uurpsaplqndrp ne}B sp{p qelel Eued pdepued nup e&q ludeprel {"pp 1uI s1p1e{rq urcpq '€ 'Eqqu4qued urll rrBqBrE rrsnce{ tnq 4uqrd usn}uuq edue1'rrpues u,(es treplleuod uep rresnuru 'uBsute8 runur Fq sl1nf erfte1l .e 'efuuq ss{sro^run $ry/"u?Fug) rytuepe4e.re1eE uuryedupueu Tnlun ueryrferp qeued uryeq usp Is? r{Elepe Iul qrpp uurodulnsdlqS 'e.(us srp} e,Crc) rEEm] uenm8rod rp tmdnuur Etmdruul >peq '(e,(pu11 'I :?/v\rluq UB>ppdUeU A(eS nn truEueq NYVIYANUfld MOTO Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu dan sesungguhnya itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu. (QS. AL-Baqarah ayat 45) Tidak ada rahasia untuk sukses. Ini adalah hasil sebuah persiapan, kerja keras, dan belajar dari kesalahan. (Colin Powel) Seorang yang cemerlang hari ini datangnya dari seorang yang biasa, tetapi yang menjadikannya cemerlang karena usahanya yang luar biasa. ( Drs. Berchah pitoewas, M.H) Saya bisa menerima kegagalan, tapi saya tidak bisa menerima segala hal yang tak pernah diusahakan. (Michael Jordan) Keberhasilan yang alami dan bertahap adalah keberhasilan yang sempurna, sedangkan kemalasan dan kebodohan adalah dua hal yang menjadi pemicu munculnya kegagalan (sebuah filsafat hidup yang konsisten dipegang teguh dalam menggapai cita-cita) PERSEMBAHAN ✁✂✄☎✂ ✆✁✂✄✝✞☎✟ ✠✡☛✆✡☞☞☎✌✡✍✍☎✌✆☎✂✂✡✍✍☎✌✡✆ ✎☎✂ ✟✝✏✡ ☛✑✝✒✝✍ ✒✁✟☎✎☎ ✓✔✔✓✕ ✖WT, ku persembahkan karya kecil ini khusus untuk ; Ayah dan Mama, Bapak Umai Saputra dan Ibu Ernawati Serta adik-adiku tercinta Genadi Permana Putra dan Ahmad Fadillah yang senantiasa memberikan semangat, dorongan, dan setia mengisi langkahku dengan doa dan kasih sayang yang tak pernah henti kalian berikan untuk ku Kakek dan Nenek ku tercinta yang dengan kasih sayangnya selalu mendoakan keberhasilanku seluruh keluarga besarku di Lampung Tengah dan Kota Metro yang selalu memberikan perhatian dan mendo akan keberhasilan ku, kerabat dan rekan-rekan tercinta yang tiada henti selalu memberikan do a, motivasi dan semangat untuk ku Keluarga Besar Ilmu Administrasi Negara Unila Almamater Tercinta Universitas Lampung RIWAYAT HIDUP Penulis bernama lengkap Jodi Prayuda dilahirkan di Lampung Tengah pada tanggal 11 April 1992. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan dari Bapak Umai Saputra dan Ibu Ernawati. Penulis mengawali pendidikannya di taman kanak-kanak Pertiwi Kotagajah diselesaikan tahun 1997, pendidikan Sekolah Dasar Negeri 3 Kotagajah diselesaikan tahun 2003, pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kotagajah diselesaikan tahun 2007 dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kotagajah diselesaikan tahun 2010. Tahun 2010 penulis terdaftar sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung. Selama menjadi mahasiswa penulis aktif di anggota Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMAGARA) FISIP UNILA dan Forum Studi Pengembangan Islam FSPI UNILA. Pada tahun 2013 penulis melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cempaka Nuban kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur. SANWACANA Puji syukur Alhamdulillah penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah dan selalu mencurahkan taufik serta hidayah bagi penulis, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi berjudul ”Implementasi Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP PNPM Mandiri) Oleh Aparatur Desa Dan Masyarakat Untuk Meningkatkan Akses Masyarakat Miskin (Studi Pada Desa Fajar Bulan Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012)”. Sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana Ilmu Administrasi Negara pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung. Terwujudnya skripsi ini, telah melibatkan bantuan banyak pihak, sehingga penulis ingin menyampaikan penghargaan, penghormatan, dan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada yang terhormat: 1. Bapak Drs. Hi. Agus Hadiawan, M.Si., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung. 2. Bapak Dr. Dedy Hermawan, S.Sos., M.Si., selaku Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Negara. 3. Ibu Dra. Dian Kagungan, M.H., Selaku pembimbing akademik. 4. Bapak Simon Sumanjoyo H, S.A.N, M.P.A. selaku pembimbing I yang telah banyak memberikan bimbingan secara menyeluruh, arahan, perhatian, ilmu, tenaga, dan waktunya selama proses pendidikan dan penyusunan skripsi ini. 5. Ibu Devi Yulianti S.A.N., M.A. selaku pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan secara menyeluruh, arahan, ilmu, perhatian, motivasi dan juga semangat kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. 6. Bapak Nana Mulyana, S. Ip, M.Si. selaku pembahas dan penguji yang telah banyak memberikan masukan, kritik, arahan, perhatian, juga semangat kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. 7. Seluruh dosen jurusan ilmu administrasi negara yang telah mewariskan ilmunya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan serta membimbing penulis selama menempuh studi. 8. Bapak Suganda selaku sekertaris OMS Desa Fajar Bulan yang telah bersedia menjadi informan serta memberikan bantuan dan kemudahan dalam penyelesaian skripsi ini. 9. Bapak Kiki Rahmat Barkah A.Md. selaku Fasilitator teknik program PPIP di Desa Fajar Bulan yang telah bersedia menjadi informan serta memberikan bantuan dan kemudahan dalam penyelesaian skripsi ini. 10. Ibu Pirnaningsih S.E. selaku Fasilitator pemberdayaan masyarakat program PPIP di Desa Fajar Bulan yang telah bersedia menjadi informan serta memberikan bantuan dan kemudahan dalam penyelesaian skripsi ini. 11. Bapak Nurdin selaku ketua OMS Desa Fajar Bulan yang telah bersedia menjadi informan serta memberikan bantuan dan kemudahan dalam penyelesaian skripsi ini. 12. Bapak Ahmad Basri selaku bendahara OMS Desa Fajar Bulan yang telah bersedia menjadi informan serta memberikan bantuan dan kemudahan dalam penyelesaian skripsi ini. 13. Kedua orang tuaku tercinta ayahanda Umai Saputra dan Ibunda Ernawati yang selama ini telah memberikan cinta, kasih sayang, dan dukungan moril maupun materil yang dengan selalu setia menanti dan mendoakan keberhasilanku. 14. Adik-adik ku Genadi Permana Putra dan Ahmad Fadillah, terimakasih atas segala kasih sayang, dan perhatiannya, semoga kita semua dapat sukses dunia dan akhirat. Amin. 15. Kakek dan nenek ku tercinta, yang dengan kasih sayangnya selalu mendoakan keberhasilanku. 16. Kepada sahabatku Ade Irawan yang telah membantu proses riset selama penelitian. 17. Kepada sahabatku Fadri dan enggi yang telah memberikan motivasi dan semangat dalam menyelesaikan skripsi. 18. Kepada sahabatku Aris, yogis dan anjas semangat untuk menyelesaikan skripsinya dan sukses buat kedepannnya. 19. Kepada sahabatku Pandu yang telah bersedia menjadi pembahas saat seminar. 20. Kepada teman-teman keluarga Besar Ilmu Administrasi Negara FISIP Unila 2010 Sukses untuk kita semua. 21. Serta untuk sahabat, teman dan semua pihak yang terlibat yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih atas dukungan dan doanya selama ini. Semoga kebahagian dan kesuksesan senantiasa allah berikan untuk kita semua. Akhir kata, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi sedikit harapan semoga karya sederhana ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amin. Bandar Lampung, 17 Desember 2014 Penulis, Jodi Prayuda I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari pembangunan nasional. Pembangunan nasional merupakan usaha yang dilakukan sebagai langkah untuk membangun manusia Indonesia. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kebijakan yang akan diambil yang berkaitan dengan pembangunan harus tertuju pada pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia dan diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat agar hasil pembangunan tersebut benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat sehingga pada akhirnya dapat berdampak terhadap perbaikan dan peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia. Tujuan pembangunan pada dasarnya adalah untuk menciptakan kemajuan di bidang sosial dan ekonomi secara berkesinambungan, tanpa mengabaikan persamaan hak dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Beberapa komponen penting dari aspek pembangunan antara lain mencakup: (1) pembangunan ekonomi, menitikberatkan pada usaha peningkatan pendapatan masyarakat dalam berbagai kegiatan ekonomi potensial, meningkatkan produktifitas pertanian dan non pertanian, memperbaiki efisiensi dan meningkatkan pertumbuhan industri dan sektor-sektor pelayanan publik secara meluas, (2) pembangunan lingkungan, bertujuan untuk memelihara 2 keseimbangan ekologi untuk menciptakan kondisi alamiah lingkungan yang ramah dan bersahabat, (3) Pembangunan kelembagaan yakni mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan, memperbaiki tata kerja administratif, desentralisasi dan mobilisasi sumber daya, penguatan lembaga, (4) pembangunan fisik dan sosial, diantaranya adalah memperbaiki serta meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengembangkan keahlian tenaga kerja dan memperbaiki kualitas fasilitas pelayanan dan infrastruktur (Adisasmita, 2013: 35). Pembangunan infrastruktur termasuk kedalam pembangunan fisik dan sudah sejak lama diketahui, bahwa keberadaan infrastruktur yang baik memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pemenuhan hak dasar masyarakat seperti pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa infrastruktur merupakan modal yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam mendukung kegiatan di berbagai bidang. Disamping sebagai alat yang dapat menghubungkan antar daerah di Indonesia, infrastruktur yang biasa sering disebut sebagai sarana dan prasarana fisik ini, memiliki keterkaitan yang kuat dengan laju pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Hal tersebut ditandai dengan wilayah yang memiliki kelengkapan sistem infrastruktur yang berfungsi lebih baik akan berdampak pada tingkat kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi masyaraktanya. Sebaliknya, keberadaan infrastruktur yang kurang berfungsi dengan baik mengakibatkan timbulnya permasalahan sosial seperti penolakan dari masyarakat terhadap infarastruktur yang telah terbangun. (www.pu.go.id diakses tanggal 20 Desember 2013) 3 Salah satu aspek penting dalam pembangunan adalah pembangunan di bidang fisik dan sosial. Hal Ini dapat diwujudkan melalui perbaikan fasilitas infrastruktur yang ada. Dimana, infrastruktur merupakan salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur seperti halnya sarana jalan keberadaannya merupakan modernisasi bangsa yang penyediaannya merupakan salah satu aspek penting guna meningkatkan kelancaran produktivitas sektor produksi dan yang tak kalah pentingnya infrastruktur jalan ini juga dapat berperan sebagai pendukung dalam menciptakan dan meningkatkan akses transportasi bagi masyarakat dalam beraktivitas. (www.bappenas.go.id diakses 19 Desember 2013). Keberadaan infrastruktur fisik yang baik seperti hal nya jalan, jembatan, sarana telekomunikasi, sarana perlistrikan, sarana irigasi dan sarana transportasi juga sering dikaitkan sebagai pemicu perkembangan pembangunan di berbagai bidang pada suatu kawasan. Dengan mudah kita dapat menilai perbedaan kesejahteraan suatu kawasan hanya dengan melihat dari kesenjangan infrastruktur yang terjadi di dalamnya. Terkait dengan hal tersebut di atas, untuk itu kedepannya percepatan pembangunan infrastruktur semakin penting untuk lebih diperhatikan, hal ini didasarkan pada manfaat dari keberadaan infrastruktur seperti halnya jalan yang dapat berperan sebagai sarana pembuka keterisolasian suatu wilayah dari dunia luar sehingga dengan adanya infrastruktur ini, diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat baik dalam bidang ekonomi, sosial maupun budaya. Dewasa ini pembangunan infrastruktur sangat penting untuk lebih di perhatikan khususnya pada desa-desa yang masih sangat minim sarana dan prasarana 4 infrastrukturnya. Namun saat ini pembangunan infrastruktur yang dilakukan masih mengalami kendala, saat ini pembangunan infrastruktur yang dilakukan di daerah pedesaan umumnya masih terkendala oleh terbatasnya akses masyarakat perdesaan terhadap pengambilan kebijakan pembangunan yang akan dilakukan di desanya, hal ini disebabkan oleh minimnya koordinasi atau hubungan antara pemerintah dengan masyarakat yang ada di desa terkait masalah pembangunan yang akan dilakukan. Pemerintah terlihat hanya menjadikan desa sebagai objek pembangunan. Sehingga yang terjadi desa dipaksa untuk menerima program pembangunan dari pemerintah tanpa melihat pembangunan apa yang sesungguhnya dibutuhkan desa tersebut. Permasalahan tersebut menjadikan masyarakat kemudian menganggap pembangunan-pembangunan yang telah dilakukan pada desa mereka hanya sebatas hadiah yang diberikan pemerintah dan bukanlah kebutuhan yang sebenarnya diperlukan oleh masyarakat. Dengan kondisi yang seperti ini menyebabkan infrastruktur yang telah terbangun tadi fungsinya menjadi tidak tepat sasaran, tidak tepat guna dan tidak tepat waktu yang pada akhirnya infrastruktur yang telah terbangun tadi tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Permasalahan pembangunan yang muncul di daerah pedesaan, dapat ditanggulangi dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satunya yaitu dengan perbaikan infrastruktur yang ada di daerah pedesaan. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah mulai memperkenalkan program pembangunan yang melibatkan masyarakat dimulai dari tahapan pengusulan kegiatan atau proyek sampai dengan pemeliharaannya. Salah satu program dengan 5 pelibatan masyarakat yang telah dilaksanakan oleh pemerintah adalah PPIP (Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan). Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan PNPM mandiri telah melaksanakan program PPIP yang dimulai pada tahun 2007 sampai tahun 2012. PPIP berupaya menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok melalui partisipasi dalam memecahkan berbagai permasalahan terkait kemiskinan dan ketertinggalan desanya sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. PPIP merupakan program berbasis pemberdayaan di bawah payung Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri). Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan mendorong peran serta masyarakat dalam pelaksanaan serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pelaksanaan dan dalam proses pembangunan. Pemberdayaan masyarakat ini dilakukan agar hasil pelaksanaan pembangunan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang telah diidentifikasikan secara partisipatif. (www.pu.go.id diakses tanggal 9 Oktober 2013) Tahun 2012 ini Dinas Cipta Karya Telah menargetkan ada 5000 desa yang menjadi sasaran program PPIP PNPM Mandiri. Program PPIP PNPM Mandiri ini mencakup pembangunan berbagai infrastruktur pedesaan mulai dari jalan perdesaan, irigasi pedesaan, air minum pedesaan, serta infrastruktur sanitasi pedesaan. Program ini bukan sekedar program fisik saja tetapi benar-benar dirancang untuk membangun desa dan masyarakatnya. Atas dasar tersebut dalam penyelenggaraannya program ini dilaksanakan berdasarkan pada tujuh 6 pendekatan, yakni pemberdayaan masyarakat, keberpihakan kepada yang miskin, otonomi dan desentralisasi, partisipatif, keswadayaan, keterpaduan program pembangunan, dan penguatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dan masyarakat. (www.ciptakarya.pu.go.id diakses 20 Desember 2013) Biaya yang dialokasikan untuk PPIP PNPM Mandiri bagi setiap desa mendapatkan bantuan sebesar Rp 250.000.000 dalam bentuk dana bantuan infrastruktur perdesaan. Titik berat kegiatan ini adalah peningkatan infrastruktur pedesaan yang meliputi sarana jalan transportasi pedesaan, sanitasi pedesaan, air minum pedesaan, drainase pedesaan, dan irigasi pedesaan. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui perbaikan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan infrastruktur pedesaan. Saat ini lokasi PPIP PNPM Mandiri tersebar di 32 pemerintah provinsi, dan 344 kabupaten/kota dengan rincian 2000 desa didanai melalui dana APBN dan 3000 desa didanai melalui dana APBN-P dengan sasaran lokasi mengikuti ketetapan SK Menteri Pekerjaan Umum. (www.bpkp.go.id diakses tanggal 10 Oktober 2013) Berdasarkan : a. SK Kementerian Pekerjaan Umum No. 131/KTPTS/M/2012 tanggal 1 juni 2012 Tentang Penetapan Desa Sasaran Program PPIP tahun 2012. b. Pedoman pelaksanaan PPIP-PNPM Mandiri. c. Peraturan dirjen Perbendaharaan tentang Mekanisme Pencairan Dana PPIP. d. Keputusan Bupati Lampung Tengah Nomor. 106.A/KPTS/D.14/2012. Tanggal 27 Februari 2012 tentang District Project Implementation Unit 7 (DPIU) program percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan Kabupaten Lampung Tengah. Menetapkan Desa Fajar Bulan sebagai salah satu desa yang mendapatkan program PPIP PNPM Mandiri tahun 2012. (Dokumen surat perjanjian pelaksanaan pekerjaan program PPIP Tahun 2012) Desa Fajar Bulan adalah desa yang berlokasi di Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah, Desa Fajar Bulan memiliki luas wilayah 1.692,5 hektar dengan jumlah penduduk sebanyak 5461 jiwa dan mayoritas penduduknya bermata pencarian sebagai buruh pertanian. Desa Fajar Bulan termasuk dalam desa tertinggal hal ini didasarkan pada kondisi kesejahteraan sosial masyarakatnya yang masih didominasi oleh masyarakat dari golongan Miskin hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya KK dari golongan miskin yang totalnya mencapai 640 jiwa. Selain itu pada tingkat pendidikan masyarakatnya juga lebih didominasi dari lulusan sekolah dasar yang mencapai jumlah 920 orang. (Dokumen RPJM Desa Fajar Bulan Tahun 2011-2015). Keterbatasan yang dialami masyarakat desa Fajar Bulan ini diperparah dengan kondisi sarana dan prasarana Desa Fajar Bulan yang masih minim seperti halnya sarana jalan yang merupakan akses utama bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari kondisinya masih belum layak karena jalan yang ada hanya sebatas jalan tanah yang kondisinya sulit dilalui terlebih jika musim penghujan tiba. Hal ini tentunya sangat menyulitkan masyarakat yang ingin melakukan aktifitasnya. 8 Berikut ini adalah tabel infrastruktur yang pernah dibangun di Desa Fajar Bulan diantaranya: Tabel 1. Pembangunan Infrastruktur di Desa Fajar Bulan No Tahun Kegiatan Pembangunan Sumber dana 1 1973 Pembangunan balai kampung 2 1981 Pembangunan jembatan APBN 3 1981 Pembangunan SD 1 Fajar Bulan APBN 4 1983 Pembangunan SD 1 Impress Fajar Bulan APBN 5 1986 Pembangunan SD 2 Fajar Bulan APBN 6 1986 Pembangunan SD 3 Fajar Bulan APBN 7 1986 Pembangunan gedung TK Al Furqon APBN 8 2001 Pembangunan TK pertiwi APBD 9 2001 Pembangunan jalan telford dusun IV 10 2005 Pembangunan jalan onderlagh dusun V APBN 11 2005 Pembangunan jalan telford dan talud APBN 12 2005 Pembangunan jalan telford dusun 1 dan 2 APBN 13 2005 Pembangunan gorong-gorong dan talud dusun 1 APBN 14 2006 Pembangunan jalan telford dusun 1 dan 2 APBN 15 2006 Pembangunan gedung SMA swasta Pihak ke tiga 16 2007 Pembangunan jalan telford dusun V APBN 17 2007 Pembangunan jalan telford dusun I,II dan III APBN 18 2007 Pembangunan jalan telford dusun III APBN 19 2008 Rehabilitasi masjid nurul iman dusun 1 Swadaya 20 2008 Rehabilitasi musolah nurul falah Swadaya 21 2008 Pembangunan jalan telford dusun IV 22 2009 Rehabilitasi musolah Al huda dusun III Swadaya 23 2009 Rehabilitasi musolah dusun II Swadaya 24 2009 Pembangunan jalan telford dusun IV APBN 25 2010 Rehabilitasi kantor kepala desa ADK 26 2010 Pembangunan jalan telford dusun VI APBN Sumber: RPJM Desa Fajar Bulan tahun 2011-2015 DPD Swadaya APBN 9 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang ada di Desa Fajar Bulan pernah beberapa kali dilakukan hanya saja mengingat luas wilayah Desa Fajar bulan yang mencapai 1692,5 Ha dengan total panjang jalan yang mencapai 17800 Meter, dari total panjang jalan tersebut 9100 dantaranya masih sebatas jalan tanah biasa sehingga walaupun telah dilakukan beberapa kali proses pembangunan jalan namun hal ini masih dirasa kurang. Pernyataan masih minimnya kondisi sarana dan prasarana jalan yang ada di Desa fajar bulan juga diungkapkan oleh Suganda selaku kaur pembangunan Desa Fajar Bulan: “Dari total keseluruhan panjang jalan yang ada di 6 dusun yakni 17800 meter, 9100 meter diantaranya masih sebatas jalan tanah yang kondisinya masih sangat minim, jalan tersebut diantaranya terdapat di Dusun Bangun Sari. padahal jalan yang ada di dusun tersebut sering digunakan masyarakat sebagai akses untuk mengeluarkan hasil pertanian berupa tanaman holtikultura, palawija, dan hasil perkebunan untuk selanjutnya diangkut keluar desa untuk kemudian di pasarkan ataupun diolah di pabrik-pabrik pengolahan. Selain digunakan sebagai akses untuk mengangkut hasil pertanian, jalan ini juga digunakan sebagai akses masyarakat untuk menjangkau pusat-pusat pelayanan sosial dan sarana pendidikan”. (hasil wawancara 4 Juni 2014) Melihat masih minimnya infrastruktur jalan yang ada di Desa Fajar Bulan, Tepatnya di dusun bangun sari membuat keberadaanya sudah sangat mendesak untuk dilakukannya pembangunan infrastruktur ini, karena infrastruktur seperti halnya jalan pedasaan yang baik merupakan kebutuhan pokok bagi setiap masyarakat yang mana keberadaanya harus disediakan oleh pemerintah. sarana jalan di wilayah pedesaan dapat menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi masyarakat desa karena dengan adanya sarana jalan yang baik hal ini merupakan salah satu upaya untuk membuka keterisolasian akses wilayah di pedesaan dari 10 pusat-pusat produksi dan tempat-tempat distribusi atau pemasaran barang dan jasa yang pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Sebagai langkah untuk menyelesaikan permasalahan di atas terkait minimnya infrastruktur jalan yang ada di Desa Fajar Bulan tersebut maka Desa Fajar Bulan melalui program PPIP telah melaksanakan pembangunan infrastruktur berupa jalan desa yang berlokasi di Dusun Bangun Sari dengan spesifikasi panjang jalan mencapai 1446 Meter dan lebar 2,5 Meter dengan total penerima manfaat dari infrastruktur ini mencapai 634 jiwa yang mana 176 diantaranya adalah dari golongan KK miskin. Jalan yang dibangun di Dusun Bangun sari ini adalah jenis jalan telford, yaitu jalan yang mana konstruksinya terdiri dari batu pecah berukuran besar yang disusun menghadap ke atas atau berdiri dengan batu pecah yang lebih kecil mengisi rongga bagian atasnya kemudian dipadatkan dengan mesin gilas untuk selanjutnya ditaburi dengan pasir. Jalan ini dipilih karena konstruksinya yang cukup kuat terutama sebagai pondasi jalan karena materialnya terdiri dari campuran batu-batu besar dan batu kecil yang disusun dengan tangan satu per satu.. Berdasarkan pemaparan di atas, untuk itu penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: Implementasi Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP PNPM Mandiri) Oleh Aparatur Desa dan Masyarakat Untuk Meningkatkan Akses Masyarakat Miskin (Studi Pada Desa Fajar Bulan Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012) 11 B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah : 1. Bagaimanakah implementasi program pembangunan infrastruktur pedesaan oleh aparatur desa dan masyarakat untuk meningkatkan akses masyarakat miskin di Desa Fajar Bulan tahun 2012 ? 2. Bagaimana dampak program PPIP terhadap akses pelayanan infrastruktur dasar bagi masyarakat miskin di Desa Fajar Bulan? 3. Apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi program pembangunan infrastruktur pedesaan oleh aparatur desa dan masyarakat untuk meningkatkan akses masyarakat miskin di Desa Fajar Bulan tahun 2012? C. Tujuan Penelitian Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : 1. Untuk mendeskripsikan dan menganalisis pembangunan infrastruktur pedesaan oleh implementasi program aparatur desa dan masyarakat dalam meningkatkan akses masyarakat miskin di Desa Fajar Bulan tahun 2012. 2. Untuk mengetahui dampak dari program PPIP terhadap akses pelayanan infrastruktur dasar bagi masyarakat miskin di Desa Fajar Bulan. 12 3. Untuk menjelaskan kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi program pembangunan infrastruktur pedesaan oleh aparatur desa dan masyarakat untuk meningkatkan akses masyarakat miskin di Desa Fajar Bulan tahun 2012. D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian terbagi menjadi dua yaitu manfaat teoritis dan praktis dengan penjelasan sebagai berikut: 1. Secara teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penelitian bagi studi Administrasi Negara, khususnya mengenai implementasi kebijakan. 2. Secara praktis Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai masukan bagi aparatur desa dan masyarakat dalam melaksanakan program pembangunan infrastruktur pedesaan. 13 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu Penelitian tentang pelaksanaan program pembangunan infrastruktur pedesaan pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya ini diangkat oleh Arif Wahyu Kristianto, mahasiswa Institute Teknologi Sepuluh November dimana Arif mengangkat tesis yang berjudul “Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan (Studi Kasus Pelaksanaan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) di Desa Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik tahun 2008)”. Penelitian yang dilakukan Arif mengemukakan masalah yang berkaitan dengan kapasitas masyarakat dalam berpartisipasi pada pelaksanaan program pembangunan infrastruktur pedesaan. Penelitian kedua yang diangkat oleh Benjamin, salah satu staf pengajar jurusan Sosiologi Fisip Universitas Lampung. Judul penelitian Benjamin yang diangkat dalam bentuk jurnal ini yaitu “Revitalisasi Pembangunan Desa Melalui Program Rural Infrastruktur Support Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (RIS PNPM)”. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Lampung Kabupaten Pesawaran Kecamatan Kedondong tepatnya di Kota Jawa pada tahun 2009. dalam penelitiannya Benjamin mengemukakan tentang penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pelaksanaan program (RIS PNPM) seperti mengenai 14 seberapa besar kapasitas masyarakat dalam berpartisipasi, penerapan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran oleh OMS. selain itu penelitian ini juga menyoroti masalah keberlanjutan proyek yang dilaksanakan oleh kelompok penerima manfaat (KPP) dalam program (RIS PNPM). Berikut ini merupakan gambaran pelaksanaan program dari kedua penelitian di atas. Tabel 2. Gambaran Pelaksanaan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan di Beberapa Wilayah Judul No Indikator 1 Indikator Prakarsa (penggalian gagasan dalam mengidentifikasi masalah ) Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jalan (studi kasus pelaksanaan program pembangunan infrastruktur pedesaan (PPIP) di desa campurejo kecamatan panceng kabupaten gersik) Revitalisasi pembangunan desa melalui program rural infrastruktur support program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri (RIS PNPM) Tingkatan partisipasi masyarakat pada parameter prakarsa menunjukan pemasangan paving jalan desa pada program PPIP PNPM Mandiri masih sangat dominan pemerintah. melihat hal ini pemerintah berusaha meningkatkan peran masyarakat untuk ikut dalam kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan. Permasalahan yang berhasil diidentifikasi adalah kurang terkuasainya metode dan teknik partisipasi oleh masyarakat, sehingga masyarakat perlu diberikan pelatihan secara lebih sering dalam kegiatan yang sejenis. Selain itu dalam hal ini pemerintah masih menganggap masyarakat sebagai obyek pembangunan, bukan sebagai pelaku pembangunan sepenuhnya. Refleksi dinamika masyarakat masih menunjukan sikap pasrah terhadap keadaan. Seperti yang diungkapkan dalam mengidentifikasi masalahmasalah sosial yang ada dilapangan, yaitu memfokuskan pada perbaikan infrastruktur desa. Salah satu permasalahan mendasar yakni di bidang pengerjaan fisik dengan menggunakan pola pengembangan yang menggunakan teknologi sederhana. Sebagian besar jumlah penduduk desa, yaitu dengan tingkat pendidikan formal yang masih rendah atau tidak menyelesaikan pendidikan dasar. Hal ini berakibat pada kemampuan dalam menyerap informasi dan mengadopsi teknologi relatif sangat terbatas. 15 Rendahnya tingkat pendidikan ini juga mengakibatkan rendahnya kemampuan masyarakat desa dalam berpartisipasi pada setiap kegiatan yang dilaksanakan. Sementara itu partsipasi dalam proses pengelolaan proyek relatif tidak mendapat perhatian. Karena itu beberapa keputusan masih didominasi dan dipengaruhi oleh elit desa. Termasuk partisipasi kaum perempuan masih sangat terbatas pada kegiatan rapat rapat. 2 Indikator pengelolaan keuangan pembiayaan Tingkatan partisipasi masyarakat pada parameter pembiayaan menunjukkan masyarakat Desa Campurejo mayoritas berpenghasila

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (114 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Peranan Pemerintah Untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur (Studi Pada Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang)
16
171
143
Implementasi Program Beras Untuk Masyarakat Miskin di Desa Lau Gumba Kecamatan Berastagi
3
63
159
Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Administrasi Pembangunan (Studi Pada PNPM Mandiri Perdesaan di Desa Hilimo’asio Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias)
10
114
123
Peranan Pemerintah Desa Dalam Memberdayakan Masyarakat Bidang Pembangunan Infrastruktur Di Era Otonomi Daerah (Studi Pada Desa Simangumban Jae Kecamatan Simangumban Kabupaten Tapanuli Utara)
4
83
87
Respon Masyarakat Terhadap Program Beras Untuk Keluarga Miskin Di Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang
3
37
118
Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (Studi Pada Simpan Pinjam Perempuan/SPP di Desa Napagaluh, Kec. Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil)
4
33
146
Peranan Pemerintah Desa Untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan (Studi Kasus di Desa Pulau Kumpai Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi)
30
197
85
Implementasi Program Beras Untuk Masyarakat Miskin (Raskin) Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli
39
296
114
Implementasi Program Penyaluran Beras Untuk Keluarga Miskin (RASKIN) Dalam Upaya M eningkatkan Kesejahte raan Masyarakat Miskin (Studi Deskriptif Pada Desa Umbulsari Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember).
1
11
18
Implementasi Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP PNPM Mandiri)Oleh Aparatur Desa dan Masyarakat Untuk Meningkatkan Akses Masyarakat Miskin (Studi Pada Desa Fajar Bulan Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012)
15
134
114
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teori - Peranan Pemerintah Untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur (Studi Pada Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang)
0
0
23
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Peranan Pemerintah Untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur (Studi Pada Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang)
0
0
8
Peranan Pemerintah Untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur (Studi Pada Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang)
0
0
13
KATA PENGANTAR - Implementasi Program Beras Untuk Masyarakat Miskin di Desa Lau Gumba Kecamatan Berastagi
0
0
53
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Produktivitas Masyarakat Pedesaan - Analisis Pemanfaatan Sarana Infrastruktur Desa Terhadap Produktivitas Masyarakat Desa Di Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat
0
0
41
Show more