Studi Penggunaan Adsorben Sintetis Kalsium Maleat – Grafting – High Density Polyethylene (HDPE) Pada Pemisahan Karotenoid Dari Biodiesel Minyak Sawit

 0  30  79  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

STUDI PENGGUNAAN ADSORBEN SINTETIS KALSIUM MALEAT – GRAFTING – HIGH DENSITY

  Hasil yang diperoleh berupa maleat anhidrida – grafting – HDPE yang kemudian dikarakterisasi dengan uji titiklebur, penentuan derajat grafting dan analisis gugus fungsi dengan FT-IR. Hasil menunjukkan bahwa Kalsiummaleat – grafting – HDPE yang paling banyak memisahkan karoten dari biodiesel minyak sawit pada kondisi 3 gram biodiesel dalam 10 mL etanol dengan penambahanjumlah adsorben 4,0 gram diperoleh % penjumputan 40,52 % dan % recovery 42,74 %.

DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) PADA

  Hasil yang diperoleh berupa maleat anhidrida – grafting – HDPE yang kemudian dikarakterisasi dengan uji titiklebur, penentuan derajat grafting dan analisis gugus fungsi dengan FT-IR. Hasil menunjukkan bahwa Kalsiummaleat – grafting – HDPE yang paling banyak memisahkan karoten dari biodiesel minyak sawit pada kondisi 3 gram biodiesel dalam 10 mL etanol dengan penambahanjumlah adsorben 4,0 gram diperoleh % penjumputan 40,52 % dan % recovery 42,74 %.

DAFTAR SINGKATAN

  CPO = Crude Palm Oil ppm = Part Per MillionHDPE ABSTRAK Telah dilakukan studi penggunaan adsorben sintetis Kalsium maleat – grafting – High Density Polyethylene (HDPE) pada proses pemisahan karotenoid dari biodiesel minyak sawit, dimana maleat – grafting – High Density Polyethylene (HDPE) dihasilkan dengan jalan menggrafting polietilena dengan maleat anhidrat secarahomogen dengan benzoil peroksida sebagai inisiator. Hasil menunjukkan bahwa Kalsiummaleat – grafting – HDPE yang paling banyak memisahkan karoten dari biodiesel minyak sawit pada kondisi 3 gram biodiesel dalam 10 mL etanol dengan penambahanjumlah adsorben 4,0 gram diperoleh % penjumputan 40,52 % dan % recovery 42,74 %.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

  Adsorben Sintetis Kalsium maleat – grafting - HDPE dan Bagian-bagiannyakalsiummaleat - grafting - HDPE Senyawa kalsium maleat – grafting – HDPE ini diharapkan mempunyai 2 sisi yang berbeda sifat, dimana diharapkan ujung hidrokarbonnya bersifat sebagai gugusliofilik yang akan berikatan dengan senyawa non polar seperti metil ester, sedangkan bagian ionnya adalah suatu liofobik. PERMASALAHAN Senyawa kalsium maleat – grafting – HDPE mempunyai 2 sisi aktif yang bersifat liofobik dan liofilik, dari dasar inilah maka apakah kalsium maleat – grafting – HDPE ini dapat bertindak sebagai adsorben untuk memisahkan karotenoid dari biodiesel minyak sawit 1.3.

1.7. METODOLOGI PENELITIAN

  Pembuatan Adsorben Sintetis Kalsium Maleat – grafting – HDPE Adsorben sintetik diperoleh melalui reaksi antara HDPE dan maleat anhidrida dengan kehadiran inisiator benzoil peroksida, dengan pelarut xylan yangdirefluks pada titik didih pelarutnya. Studi pemisahan karotenoid dengan menggunakan adsorben sintetis Kalsium maleat – grafting – HDPE Biodiesel minyak sawit dengan kadar karotenoid 212 ppm dari PPKS (PusatPenelitian Kelapa Sawit) diencerkan dengan etanol, kemudian dilakukan proses adsorpsi dengan menggunakan adsorben sintetis Kalsium maleat – grafting – HDPE, kemudian disaring.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. MINYAK KELAPA SAWIT

  Kelapa sawit menghasilkan dua jenisminyak yang berlainan sifatnya, yaitu minyak yang berasal dari sabut (mesokarp) yang disebut dengan Crude Palm Oil (CPO), dan minyak yang berasal dari inti (kernel) yang disebut Palm Kernel Oil (PKO) (Soemaatmadja, 1981). Pada umumnya, minyak untuk tujuan bahan pangan dimurnikan melalui tahap sebagai berikut : (1) pemisahan bahan berupa suspensi dan dispersi koloid dengan carapenguapan, degumming, dan pencucian dengan asam; (2) pemisahan asam lemak bebas dengan netralisasi; (3) dekolorisasi dengan pemucatan; (4) deodorisasi; dan (5)pemisahan gliserida jenuh (stearin) dengan cara pendinginan.

2.2. KAROTENOID

  Karena itulah, karotenoid sering dibuat menjadikonsentrat yang dimanfaatkan sebagai pewarna makanan yang aman dan alami sekaligus menjadi suplemen provitamin A. Karotenoid terdapat dalam kloroplas (0,5%) bersama-sama dengan klorofil(9,3%) terutama pada bagian permukaan atas daun, dekat dengan dinding sel palisade(Winarno, 1997).

40 H

  56seperti α,β, dan γ karotenoid dan likopen; 2) xantofil kriptoxantin, C 40 H 55 OH dan lutein, C 40 H 54 (OH) 2 ; 3) asam karotenoid yang mengandung gugus karboksil; dan 4) ester xantofil asam lemak misalnya zeasantin. Menurut Meyer(1966) sifat fisika dan kimia karotenoid adalah larut dalam minyak dan tidak larut dalam air, larut dalam klorofom, benzena, karbon disulfida dan petroleum eter, tidaklarut dalam etanol dan metanol dingin, tahan terhadap panas apabila dalam keadaan vakum, peka terhadap oksidasi, autooksidasi dan cahaya, dan mempunyai ciri khasabsorpsi cahaya.

A. Mengkonsumsi β-karotenoid jauh lebih aman daripada mengkonsumsi vitamin A

  Pendekatan yang terbaik untuk mencegah defesiensi vitamin A adalah dengan menghimbau agar suplementasi β-karotenoid dosis tinggi dilakukan pada diet intake (Winarno, 1997)Menurut Gross (1991), belum terdapat metode standar untuk ekstraksi karotenoid. Namun untuk mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya digunakanbahan yang segar, tidak rusak, dan contoh yang digunakan harus terwakili.

2.3. METIL ESTER (BIODIESEL)

  Metil ester merupakan ester asam lemak yang dibuat melalui proses esterifikasi asam lemak dengan metil alkhol, berbentuk cairan. Metil ester dapat dihasilkanmelalui proses transesterifikasi trigliserida (minyak/lemak).

2 O

  Metil ester yang dihasilkan dari reaksi transesterifikasi langsung trigliserida dengan metanol masih mengandung campuranester yang berhubungan dengan residu asam lemak dan trigliserida. Palm oil biodiesel mempunyai sifat fisika dan kimia yang sama dengan minyak bumi (petroleum oil) sehingga dapat digunakan langsung untuk mesin diesel ataudicampur dengan minyak bumi.

2. Viskositas Kinematik pada 40 C mm /s (cSt) 2,3 – 6,0

  0,05 - dalam 10% sampel destilasi (maks. 0,3) - Air dan Sedimen % - vol maks. Fosfor ppm – m (mg/Kg) maks.

17. Angka Iodium

18. Uji Halphen

maks. 115 (g – I /100 g)2 negatifSumber : SNI 04-7182-2006

2.4. ADSORPSI

  Proses adsorpsi dapat digambarkan sebagai proses dimana molekul meninggalkan larutan dan Ikatan π hidrokarbon tidak jenuh dengan logam pertama kali dikembangkan oleh Dewar, Chatt dan Duncanson dan sekarang dikenal dengan model DCD (Dewar, Chatt dan Ducanson) yang didasarkan pada konsep orbital terdepan. Pada model ini,interaksi ditunjukkan dengan adanya donasi muatan dari orbital π tertinggi yang terisi dari logam dan substansi backdonation dari muatan logam yag terisi ke orbital π terendah yang tidak terisi.

2.5.1. Alkena (Olefin)

  Sebuah alkena ialah suatu hidrokarbon yang mengandung suatu ikatan rangkap, kadang-kadang alkena disebut dengan olefin dari kata olefinat (gas yangmembentuk minyak). Alkena adalah suatu senyawa tak jenuh, berikatan geometrik 2 membentuk hibridisasi sp .

2.5.2. Polietilena

  Pemanfaatannya yang sangat luas dimungkinkan karena polimer ini memiliki banyak sifat-sifat yang bermanfaat antaralain daya tahan terhadap zat kimia dan benturan yang baik, mudah dibentuk dan dicetak, ringan dan harganya murah. Akan tetapi, karena kekristalan dan sifat hidrofobnya yang tinggi, energi permukaannya yang rendah, serta terbatasnya sifat aktif yang ada pada permukaanpolietilena, membatasi pemanfaatan polietilena tersebut dalam beberapa bidang aplikasinya seperti perekatan, pengecatan, dan pencetakan.

2.5.3. Proses Grafting

  Salah satu metode modifikasi yang diketahui efektif untuk memasukkan sifat- sifat yang diinginkan kedalam polietilena adalah teknik grafting (tempel/cangkok). Kelebihan teknik grafting ini adalah polietilena dapat difungsionalisasikan berdasarkan sifat yang dimiliki oleh monomer yang terikat secara kovalen tanpamemengaruhi struktur dasar polietilena.

2.5.4. Inisiator

  Kemudian radikal bebas benzoil diuraikan untuk membentuk karbon dioksida (CO 2 ) dan radikal fenil dapat digambarkan sebagai berikut : O O O Heat . Benzoil peroksida merupakan senyawa peroksida yang berfungsi sebagai inisiator dalam proses polimerisasi dan dalam pembentukan ikatan silang dariberbagai polimer dan material polimer.

2.5.5. Maleat anhidrida

  Maleat anhidrida dengan berat molekul 98,06, larut dalam air, meleleh pada o O suhu 57-60 C, mendidih pada 202 C dan spesifik graffiti 1,5. Dalam penelitian diharapkan maleat anhidrida tergrafting (menempel) pada polimer sehingga sifat fisik dan kimia dari polietilena dapat berubah dan dapatmenghasilkan produk yang lebih baik.

2.5.6. Tahapan-tahapan dalam Reaksi Grafting dan Polimerisasi

  Disamping ketiga reaksi proses (inisiasi, propagasi, terminasi) di atas, polimerisasi radikal selalu diikuti proses lain yang melibatkan interaksi radikal dengan Menurut Ghaemy (2003), berikut reaksi polimerisasi radikal maleat anhidrida dan polietilena dengan benzoil peroksida sebagai pemicu dari mulai proses inisiasi,propagasi dan terminasi : (1) Dekomposisi Peroksida . MAH (5) Terminasi :CH - CH - CH +2 2 - CH2 CH - CH - CH - CH222 + CH - CH - CH - CH CH - CH=CH - CH222222 DisproporsionasiCH - CH - CH - CH2 CH - CH - CH - CH22222 Ikat silang Polimer Gambar 2.7.

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.1. ALAT – ALAT

  Labu Leher tiga Pyrex Pendingin Leibig PyrexHot Plate Stirer Cimarec Gelas Beaker PyrexGelas Ukur Pyrex Tabung Reaksi PyrexKaca Arloji Corong PyrexPompa Vakum Gelas erlenmeyer Vakum PyrexSentrifugator Neraca Analitik SartoriusOven vakum Corong Penetes PyrexTermometer Buret PyrexAlat Penguji Titik Lebur Gallenkamp Pipa KapilerSpektrofotometer FT-IR Perkin-Elmer 276, Jepang Spektrofotometer UV-Vis Type 1700 Shimadzu, JepangLabu takar 10 Pyrex KuvetGelas Erlenmeyer Pyrex 3.2. BAHAN – BAHANHDPE (High Density Polyethylene) Maleat anhidrida p.a.

A. Pembuatan Maleat anhidrida – grafting – HDPE dari Polietilena dan Maleat anhidrida dalam kondisi homogen dengan kehadiran inisiator Benzoil Peroksida

  Pembuatan Kalsium Maleat - grafting – HDPE Sebanyak 10 gram Maleat anhidrida – grafting – HDPE dimasukkan kedalam labu leher tiga ukuran 500 mL dan ditambahkan kedalamnya 100 mLxylan, kemudian dirangkai alat refluks yang dilengkapi dengan magnetik stirer. Kalsium maleat – grafting –HDPE yang diperoleh selanjutnya dikarakterisasi dengan uji titik lebur, uji kelarutan dan analisis gugus fungsi dengan spektrofotometer FT-IR.

D. Karakterisasi Kalsium maleat - grafting – HDPE 1). Uji Titik Lebur

  Dimasukkan sampel Kalsium maleat - grafting – HDPE kedalam pipa kapiler lalu dilakukan uji titik lebur menggunakan alat uji titik lebur. Uji Kelarutan Sebanyak 0,05 gram Kalsium maleat – grafting – HDPE dimasukkan kedalam beberapa tabung reaksi, kemudian kedalam masing-masingtabung reaksi ditambahkan metanol, etanol, aseton, benzena, kloroform, air,heksan dan xylan.

A. Adsorpsi karotenoid dari biodiesel minyak sawit

1. Studi pengaruh Etanol pelarut pada pemisahan karotenoid

  Residu selanjutnya di desorpsi dengan menggunakan 10 mL campuran n-heksan – aseton 9:1, lalu filtrat hasilproses adsorpsi dan hasil desorpsi yang diperoleh dipekatkan dengan proses bubling menggunakan N 2 dan dihilangkan pelarutnya dengan metode vakum untuk kemudian dianalisis kandungan karotenoidnya dengan spektrofotometer UV – Visibel pada λ = 446 nm. Penentuan Kadar Karotenoid dengan Spektrofotometer UV- Visibel Penentuan karotenoid dalam sampel dengan spektrofotometer UV-Vis mengikuti prosedur kerja MPOB (Malayan Palm Oil Board), yaitu dimana0,10 – 0, 20 (+ 0,01) gram sampel ditimbang didalam labu takar 10 mL, lalu diencerkan dengan IsoOktan hingga tanda batas, lalu diukurabsorbansinya dengan spektrofotometer UV- Visibel pada λ = 446 nm dengan panjang cell 1 cm.

4. Penentuan Bilangan Penyabunan

  Sebanyak 0,1 gram sampel ditimbang didalam Gelas erlenmeyer, ditambahkan kedalamnya 25 mL KOH 3% ethanolik, lalu dipanaskanselama 10-15 menit, selanjutnya dititrasi dengan menggunakan HCl 1 N dengan penambahan indikator phenolftalein, prosedur yang samadilakukan juga untuk blanko. Bilangan penyabunan ditetapkan dengan :Dengan prosedur yang sama seperti diatas dilakukan juga untuk menentukan bilangan penyabunan pada sampel awal biodiesel minyaksawit.

A. Pembuatan Maleat anhidrida – grafting – HDPE dari Polietilena dan Maleat anhidrida dalam kondisi homogen dengan kehadiran inisiator Benzoil Peroksida 10 gram HDPE

dimasukkan kedalam labu leher tiga 1000 mL ditambahkan 100 ml xylandirangkai alat refluks o dilebur pada suhu 140 C sambil distirerLarutan HDPE dalam xylanditambahkan 5 gram benzoil peroksida direfluks kembali + 10 menit ditambahkan 100 gram maleat anhidrida yang telah dilarutkan dalam xylan sedikit demi sedikit melaluicorong peneteso direfluks kembali pada suhu 140 C sambil di stirrer selama 4 jam Larutan maleat anhidrida – grafting – HDPE dalam xylan ditambahkan 40 mL aseton sedikit demi sedikit melalui dinding tabungdibiarkan beberapa saat hingga semua gel terbentukdisaring dengan penyaring vakum Gel B. Filtrat dicuci denga aseton dicuci berulang ulang dengan metanol o dikeringkan pada suhu 50 C dalam keadaan vakum selama 1 jam Hasil Maleat Anhidrida – grafting – HDPE

B. Pembuatan Kalsium Maleat - grafting – HDPE 10 gram Maleat anhidrida – grafting - HDPE

dimasukkan kedalam labu tiga 500 mLditambahkan 100 mL xylan direfluks hingga larut pada suhu o 140 C sambil distirer Larutan Maleat anhidrida – grafting - HDPE ditambahkan 4 gram KalsiumOksida (CaO) yang telah dilarutkan terlebih dahuludalam 100 mL metanol setetes demi setetes melalui corongpenetes sambil terus diaduk dan o dipanaskan pada suhu 140 C selama 1 jamdidinginkan disaring Filtrat Residu dicuci dengan metanol berulang ulang o dikeringkan dalam oven vakum pada suhu 100 C selama 2 jam Hasil

C. Karakterisasi Maleat anhidrida - grafting – HDPE

1. Uji Titik Lebur Maleat anhidrida – grafting - HDPE

dimasukkan kedalam pipa kapiler diletakkan pada alat penguji titik leburdiuji titik leburnya Hasil

2. Penentuan Derajat Grafting 1 gram Maleat anhidrida – grafting - HDPE

dimasukkan kedalam labu leher dua 100 mLditambahkan 50 mL xylan direfluks hingga semua Kalsium maleat ditambahkan 1 mL aquadest o direfluks kembali pada suhu 140 C selama 15 menit sambil distirer Larutan Asam maleat – grafting - HDPE ditambahkan 3 tetes indikator phenolftaleindititrasi dengan KOH 0,05 N hingga perubahan warna menjadi merahlembayung dalam keadaan panas diukur volume KOH 0,05 N yangdigunakan dihitung derajat graftingnya Hasil

D. Karakterisasi Kalsium Maleat - grafting – HDPE

1. Uji Titik Lebur Kalsium Maleat – grafting - HDPE

dimasukkan kedalam pipa kapiler diletakkan pada alat penguji titiklebur diuji titik leburnya Hasil

2. Uji Kelarutan Kalsium maleat– grafting - HDPE

dimasukkan kedalam tabung reaksiditambahkan air dikocok diamatiHasil Keterangan :Dilakukan prosedur yang sama untuk pelarut metanol, etanol, heksan, aseton, kloroform, benzene dan xylan

A. Studi pemisahan Karotenoid dari biodiesel minyak sawit Biodiesel Minyak Sawit

  Jumlah biodiesel minyak sawit yang digunakan 3 gram 2. Digunakan 2 jenis studi yaitu dengan variasi jumlah etanol 5 mL, 10 mL dan 15 mL dengan jumlah adsorben tetap dan variasi jumlah adsorben 0,5 gr, 1,0 gr dan2,0 gram dengan jumlah etanol tetap 10 mL.

B. Penentuan Kadar Karotenoid dengan Spektrofotometer UV-Visibel

  Ditimbang sebanyak 0,1 gram kedalam labu takardiencerkan dengan isooktan hingga tanda batas diukur absorbansinya pada λ = 446 nm dengan panjang cell 1 cmKeterangan : 1. Analisis dilakukan dengan 2 kali pengulangan (duplo) 2.

C. Penentuan Bilangan Penyabunan 0,1 gr Sampel

  ditambahkan 25 mL KOH 3% etanolikdipanaskan 10 – 15 menit ditambahkan 3 tetes indikatorphenolftalein dititrasi dengan HCl 1 N hinggatercapai titik akhir dicatat volume HCl yangdigunakan dihitung bilangan penyabunan Hasil Keterangan : 1. Analisis dilakukan dengan 2 kali pengulangan (duplo) 2.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. HASIL PENELITIAN

  Pembuatan maleat anhidrida – grafting – HDPE Pembuatan Maleat anhidrida – grafting – HDPE dilakukan secara homogen denga cara direfluks dengan pelarut xylan dengan perbandinganHDPE : maleat anhidrida : inisiator benzoil peroksida adalah 2 : 20 : 1, selama 4 jam pada kondisi gas N 2 , maka diperoleh hasil reaksi sebanyak 17 gram (17 %). Pembuatan Kalsium Maleat – grafting – HDPE Kalsium maleat – grafting – HDPE dihasilkan melalui reaksi antara maleat anhidrida – grafting – HDPE dengan CaO dalam metanol dimana CaOyang reaktif akan menyerang dan mengadisi cincin maleat.

4.2. PEMBAHASAN

a. Pembuatan maleat anhidrida – grafting – HDPE

  Reaksi pembuatan maleat anhidrida – grafting – HDPE menurut Ghaemy (2003) Hasil reaksi yang diperoleh mempunyai derajat grafting 12 %, dimana derajat grafting yang diperoleh ini jauh lebih kecil dibandingkan derajat grafting yang dihasilkan oleh Ghaemy (2003) yakni sebesar 19 %, namun CH2 - CH2 - CH2 O polietilena maleat anhidridainisiator pelarutCH2 - CH - CH2 O O O maleat anhidrida - grafting - HDPE CH2 - CH - CH2 Tabel 4.2. Ghaemy (2003) mempublikasikan bahwa maleat anhidrida – grafting – HDPE dengan derajat grafting lebih besar dari10% akan berwarna kecoklatan dan tidak larut dalam aseton panas.

b. Spektroskopi FT – IR senyawa maleat anhidrida - grafting - HDPE

  Hal ini diperkuat dengan pernyataan Zhang (2010) bahwa jika maleat anhidrida – grafting – HDPE telah terbentuk, akan muncul suatu vibrasisimetrik dan asimetrik C=O (karbonil) pada bilangan gelombang sekitar 1786 Ghaemy (2003) memberikan penjelasan tentang struktur maleat anhidrida – grafting – HDPE sebagai berikut :CH 2 - CH - CH2 OCH 2 - CH - CH2 O O maleat anhidrida - grafting - HDPE Gambar 4.2. Pembuatan Kalsium Maleat – grafting – HDPE Kalsium maleat – grafting – HDPE dihasilkan melalui reaksi antara maleat anhidrat – grafting – HDPE dengan CaO dalam metanol dimana CaO yangreaktif akan menyerang dan mengadisi cincin maleat.

a. Studi pengaruh jumlah etanol terhadap proses adsorpsi karotenoid

  Pemisahan karotenoid dari biodiesel minyak sawit dengan menggunakan adsorben sintetis kalsium maleat – grafting – HDPE denganpelarut etanol menghasilkan konsentrat karotenoid yang berada dalam filtrat proses adsorpsi dan filtrat proses desorpsi. Karena jumlah etanol semakin banyak, dan molekul zat terlarut mempunyai ruang gerak yang cukup besar, maka arus difusi metil esterke fase etanol juga akan semakin meningkat, akibatnya jumlah metil ester dalam fase etanol akan bertambah dan bilangan penyabunan semakinmeningkat.

b. Studi pengaruh jumlah adsorben terhadap proses adsorpsi karotenoid

  Interaksi antara ikatan π olefinik dengan logam Kemampuan adsorben mengadsorpsi karotenoid dan metil ester 2+ dipengaruhi oleh kemampuan ion Ca mempolarisasi rantai olefinik, dimana dengan adanya orbital 3d kosong dengan energi yang cukup rendah sehingga mampu mengikat kuat ikatan π pada karotenoid dan metil ester hidrokarbon tidak jenuh. Banyaknyapermukaan aktif adsorben yang berinteraksi dengan sampel dan tersedianya permukaan interaksi yang lebih luas menyebabkan jumlah sampel yang sedikit Recovery yang tinggi terjadi karena karotenoid tidak terjerap optimal akibat ketidakmampuan adsorben mengadsorpsi komponen karotenoid dan non karotenoid.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

  KESIMPULAN Dari data hasil analisis, menunjukkan bahwa adsorben sintetis Kalsium maleat 5.2. SARAN Sebaiknya dilakukan pengujian efektivitas penggunaan kalsium maleat - grafting – HDPE sebagai adsorben dalam pemisahan karotenoid dari biodiesel minyak sawit dan penggunaan adsorben secara berulang.

DAFTAR PUSTAKA

  Laju Adsorpsi Isotermal β-Karotenoid dari Metil Ester Minyak Sawit dengan Menggunakan Attapulgit dan Magnesium Silikat Sintetik. Pengaruh Konsentrasi dan Suhu Terhadap Derajat Grafting Antara Maleat Anidrida dan Polietilena.

2 Superkritik. Disertasi. Bogor : Sekolah Pasca Sarjana, IPB

  2 -CH 2 -CH 2 -) n -- CH CH 2 2 O O Omaleat anhidrida - grafting - HDPE CH 2 2 Lampiran 2. Hasil Analisis FT-IR senyawa Maleat anhidrida – grafting – HDPE oleh Ghaemy (2003) CH - CH - CH 2 2 O2 - -CHO Ca C=OO C- HO CH - CH - CH 2 2kalsium maleat - grafting - HDPE 3 dan Ca – O dengan meningkatnya jumlah ikatn Ca – O yang terbentuk (Zhang, 2010) Tabung CaCl2 AirKeluarTermometer Kondensor Air MasukLabu Leher Tiga Hot Plate Stirer Magnetik Stirer Lampiran 6.

Informasi dokumen
Studi Penggunaan Adsorben Sintetis Kalsium Maleat – Grafting – High Density Polyethylene (HDPE) Pada Pemisahan Karotenoid Dari Biodiesel Minyak Sawit ADSORBEN SINTETIK BAHAN POLIMER BERBAHAN POLIETILENA ADSORPSI Studi Penggunaan Adsorben Sintetis Kalsium Maleat – Grafting – High Density Polyethylene (HDPE) Pada Pemisahan Karotenoid Dari Biodiesel Minyak Sawit Kalsium ALAT – ALAT BAHAN – BAHAN KAROTENOID Studi Penggunaan Adsorben Sintetis Kalsium Maleat – Grafting – High Density Polyethylene (HDPE) Pada Pemisahan Karotenoid Dari Biodiesel Minyak Sawit LATAR BELAKANG Studi Penggunaan Adsorben Sintetis Kalsium Maleat – Grafting – High Density Polyethylene (HDPE) Pada Pemisahan Karotenoid Dari Biodiesel Minyak Sawit METIL ESTER BIODIESEL Studi Penggunaan Adsorben Sintetis Kalsium Maleat – Grafting – High Density Polyethylene (HDPE) Pada Pemisahan Karotenoid Dari Biodiesel Minyak Sawit MINYAK KELAPA SAWIT Studi Penggunaan Adsorben Sintetis Kalsium Maleat – Grafting – High Density Polyethylene (HDPE) Pada Pemisahan Karotenoid Dari Biodiesel Minyak Sawit PEMBAHASAN 1. Pembuatan Kalsium Maleat – grafting – HDPE Pembuatan maleat anhidrida – grafting – HDPE Spektroskopi FT – IR senyawa maleat anhidrida - grafting - HDPE Pembuatan Kalsium Maleat - grafting – HDPE Pembuatan Kalsium Maleat - grafting – HDPE Studi pemisahan Karotenoid dari biodiesel minyak sawit Pembuatan Kalsium Maleat – grafting – HDPE Spektroskopi FT – IR senyawa maleat anhidrida - grafting - HDPE Pembuatan maleat anhidrida – grafting – HDPE Pembuatan Kalsium Maleat – grafting – HDPE Penentuan Kadar Karotenoid dengan Spektrofotometer UV-Visibel Penentuan Bilangan Penyabunan PERMASALAHAN PEMBATASAN PERMASALAHAN TUJUAN PENELITIAN MANFAAT PENELITIAN LOKASI PENELITIAN Studi pengaruh Etanol pelarut pada pemisahan karotenoid Penentuan Kadar Karotenoid dengan Spektrofotometer UV- Visibel Studi pengaruh jumlah adsorben terhadap proses adsorpsi karotenoid
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Studi Penggunaan Adsorben Sintetis Kalsium Ma..

Gratis

Feedback