Sejarah Dan Peranan Kapal Motor Pribumi Bagi Perekonomian Masyarakat Di Onan Runggu 1942 – 1965

 1  36  87  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

SEJARAH DAN PERANAN KAPAL MOTOR PRIBUMI BAGI PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI ONAN RUNGGU 1942 – 1965 Skripsi Oleh : Johannes Andrianto Pakpahan 060706001 PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH DEPARTEMEN SEJARAH FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

  Meski didasari hanya untuk memenuhi kewajiban tugas akhir seorang mahasiswa sejarah, namun perjalanan sejak skripsiini muncul pertama kali sebagai ide sampai selesai ditulis merupakan proses yang sama pentingnya bagi penulis pada saat duduk di dalam ruangan kelas untukmengikuti kuliah. Apa yang tertulis di dalam skripsi ini tidak sepenuhnya baik karena tidak ada karya yang sempurna.

DEPARTEMEN ILMU SEJARAH FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

  Meski didasari hanya untuk memenuhi kewajiban tugas akhir seorang mahasiswa sejarah, namun perjalanan sejak skripsiini muncul pertama kali sebagai ide sampai selesai ditulis merupakan proses yang sama pentingnya bagi penulis pada saat duduk di dalam ruangan kelas untukmengikuti kuliah. Apa yang tertulis di dalam skripsi ini tidak sepenuhnya baik karena tidak ada karya yang sempurna.

UCAPAN TERIMA KASIH

  Kesimpulan penelitian ini adalah keberadaan kapal motor milik pribumi yang ada di Onan Runggu tidak terlepas dari peranan zending Katholik yang memperkenalkan kapalmotor kepada masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah keberadaan kapal motor milik pribumi yang ada di Onan Runggu tidak terlepas dari peranan zending Katholik yang memperkenalkan kapalmotor kepada masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Di daerah tersebut kapal menjadi salah satu bentuk transportasi yang paling dominan, dalam hal ini kapal 12 Sution Usman Adji dkk, Hukum Pengangkutan di Indonesia, Jakarta: PT Rinka Cipta, 1991, hlm. 14 Sebelum tahun 1930-an di daerah Onan Runggu belum ada kapal motor, sarana transportasi yang digunakan masyarakat Onan Runggu adalah perahu (solu).

4 Kapal motor pertama yang ada adalah kapal motor Pastoran (1933) yaitu kapal

  Hal ini di sebabkan oleh kapal pastoran yang digunakan oleh masyarakat sebagai alat angkutan tidak dapat lagimengangkut pedagang yang semakin banyak. Nama-nama kapal motor tersebut antara lain Kapal Nainggolan I, Kapal Tani, dan Baho Raja yang rutin berangkat 2x1 minggu untuk mengangkut penduduk yangKapal motor tersebut digunakan juga oleh Pastoran untuk membantu masyarakat sebagai alat angkutan manusia dan barang-barang hasilbumi.

5 Hal inilah yang menjadi pemicu utama akan kebutuhan transportasi di Onan lainnya

  Sedangkan tahun 1965 dipilih sebagaiwaktu akhir penelitian karena pada tahun ini merupakan awal masuknya kapal motor lain dari luar daerah Samosir seperti Tiga Raja, Parapat, Porsea dan Balige yangberakibat pada semakin meningkatnya kuantitas kapal motor di Onan Runggu. Dengan demikian penulis hanya akan membahas peranan kapal motor bagi perekonomian masyarakat di Onan Runggu pada saat sarana transportasi ini masihdidominasi oleh penduduk daerah Samosir.

1.2 Rumusan Masalah

  Rumusan masalah dianggap penting karena di dalamnya terdapat konsep yang akan dibawa dalam penelitian dan menjadi alur dalam penulisan. Adapun permasalahan dalam tulisan yang berjudul “SEJARAH DAN PERANAN KAPAL MOTOR PRIBUMI BAGI PEREKONOMIAN MASYARAKAT ONAN RUNGGU 1942-1965” adalah sebagai berikut: 1.

1.3 Tujuan dan Manfaat

  Setelah mengetahui apa yang menjadi pokok permasalahan yang akan dikembangkan oleh penulis, maka yang menjadi permasalahan selanjutnya adalah apayang menjadi tujuan penulis dalam melakukan penulisan ini serta manfaat apa yang dapat dipetik. Bagi masyarakat Samosir khususnya masyarakat Onan Runggu, semoga ke depannya dapat lebih meningkatkan pengetahuan sejarah tentang kapal motorpertama yang ada di daerah tersebut.

1.4 Tinjauan Pustaka

  Buku ini berisikan tentang sejarah Khatolik di Pulau Samosir yang melibatkan pelayaran pertama di Pulau Samosir dengan kapal motor, dan menjadi titik awal adanya kapal motor di Onan Runggu. Buku ini bermanfaat bagi penulis sebab di dalam buku ini diuraikan aturan perjalanan trip kapal yang menjadiperbandingan dengan trip kapal di Onan Runggu.

1.5 Metode Penelitian

  Penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara antara lain ditujukan kepada para keturunan pemilik kapal motor di Onan Runggu dan beberapa masyarakat diOnan Runggu yang pernah menggunakan kapal motor tersebut. Dengan hasil akhir dari suatu penulisan yang diperolehdari fakta-fakta yang dilakukan secara sistematis dan kronologis untuk menghasilkan tulisan sejarah yang ilmiah dan objektif.

BAB II ONAN RUNGGU

2.1 Letak Geografis

  Onan Runggu adalah satu wilayah di Kabupaten Samosir yang terletak diantara o o o o 2 26’ – 2 33’ LU dan 98 54’ – 99 01’ BT dengan ketinggian 904 – 1.355 meter di 2 atas permukaan laut. Selain itu lahan pertanian yang ada jumlahnya juga lebihbanyak di daerah tersebut sebab Kecamatan Onan Runggu merupakan daerah yang landai sehingga sangat mudah untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

2.2 Keadaan Alam dan Penduduk

  Kegiatan tersebuttidak dilakukan di dalam rumah masing-masing melainkan di sebuah tempat yang sudah disediakan dan biasanya posisi bangunan tersebut ada di tengah-tengah Selain sebagai kegiatan ibu-ibu rumah tangga, kegiatan ini juga berfungsi untuk pengajaran bagi anak-anak perempuan sehingga ilmu menganyam dan menenun dapatdiajarkan secara turun temurun. Kerbau dan babi merupakan ternak wajib yang harus dimiliki oleh setiap keluarga karena ternak ini sangat penting dalam upacara adat istiadat dan merupakan tabungankeluarga yang dapat dipergunakan untuk hal-hal yang mendesak seperti untuk perobatan keluarga.

BAB II I SEJARAH KAPAL MOTOR DI ONAN RUNGGU

3.1 Masuknya Zending Katholik

  Latar belakangKatholik datang ke daerah Samosir dikarenakan orang Batak yang ada di perantauan seperti daerah Sumatra Timur dan Medan telah banyak yang berbaur dengan parazending Katholik sehingga mereka meminta zending Katholik untuk menyebarkan agama di daerah Samosir. Pada awalnya pihak Katholik tidak begitu antusias denganusul para jemaat Katholik yang ada di perantauan karena menganggap masyarakatToba karakternya sangat keras dan sulit untuk diarahkan, yang antusias dengan 18 usulan tersebut adalah Pastor Wenneker S.

20 Kabupaten Tapanuli Utara

3.1.1 Fungsi Kapal Motor Zending

  Seiring berjalannya waktu kapal motor pastoran ini selain digunakan oleh pastoran sebagai sarana transportasi di Onan Runggu jugasebagai cara untuk menarik hati masyarakat sebab selama di perjalanan di dalam kapal terjadi kontak komunikasi dengan penduduk. Kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang dinilai belum tercapai oleh kehadiran zending Protestan dapat diwujudkan dengan kontak komunikasi yang berlangsung Dalam jangka waktu yang tidak lama zending Katholik mendirikan pusat kesehatan yang terbuka bagi kalangan masyarakat, sehingga masyarakat lebihantusias untuk mengenal Katholik lebih dekat.

3.1.2 Dibangunnya Pelabuhan Onan Runggu

  Semakin seringnya masyarakat memakai kapal pastoran sebagai alat pengangkutan maka pihak pastoran kemudian membangun pelabuhan untuk dermagakapal dan sekaligus berfungsi sebagai tempat berkumpulnya masyarakat yang ingin memakai kapal tersebut. Keadaan ini sebenarnya tidak terlepas dari pengaruh kapal motor pastoran yang menggunakan lahan di tempat yang strategis sehingga sangat mudah dijangkau olehmasyarakat.

23 Wawancara dengan Roy Gultom, Kepala Perpustakaan Paroki St. Paulus Onan Runggu

Tanggal 18 Juli 201024

3.2 Kapal Motor

  Lambat laun setelah beberapa waktu, raja-raja kampung di Kecamatan OnanRunggu mulai tertarik untuk memiliki kapal motor sendiri yang akan digunakan untuk mengangkut hasil pertanian keluar dari Samosir untuk dipasarkan. Sebuah kapal yang memiliki mesin yang dijadikan sebagaipendorong yang memutar baling-baling yang diletakkan pada bagian bawah buritan kapal.

3.2.1 Kapal Motor Raja

  Raja Panduamemiliki 2 buah kapal motor yaitu kapal Nainggolan I dan kapal Baho Raja yang keduanya digunakan untuk sarana angkutan penumpang dan juga hasil panen dari Onan Runggu untuk dipasarkan ke daerah lain. Jika pihak zending memiliki kapal motor sebagai sarana transportasi untuk kepentingan penyebaran zending Katholik sebagai alasanutamanya, maka orang-orang pribumi yang memiliki kapal motor adalah untuk mengangkut hasil panen mereka agar dapat dipasarkan ke onan sebagai alasanutamanya.

3.2.2 Kapal Motor Pribumi : Pedagang

  Selain Raja Pandua, ada juga seorang pedagang dari Desa PangaloanKecamatan Onan Runggu bernama Hardianus Rumapea yang juga memiliki sebuah kapal motor yang diberi nama Kapal Tani. HardianusRumapea ini juga dapat memiliki kapal motor dengan cara membuat sendiri dibantu oleh para ahli dari Ajibata tetapi bukan orang-orang yang sama dengan yang 25 membuat kapal Raja Pandua.

3.2.3 Cara Pembuatan Kapal Motor

  Dinas perhubungan yang berada di Sibolga pada masa itu akan datang satu kali dalam satu tahun yakni di bulan Juni untuk memeriksa ketahanan dan kelayakankapal ke Samosir sebab pada tahun 1940 belum ada dinas perhubungan air di2627 Wawancara dengan Oppung Solo, Pemilik Kapal Nainggolan I, Tanggal 7 Desember 2010 Samosir. Pemeriksaan tersebut dilakukan supaya keselamatan ketika menyeberang terjamin sebab terkadang berat beban kapal melebihi beban yang seharusnya dimuatdalam kapal, karena dalam satu hari hanya satu kapal yang beroperasi untuk melayani para penumpang yang ingin berpegian keluar pulau.

3.3 Fungsi Kapal Motor Pribumi

  Pada saat itu ada 3 kapal milik pribumi yang ada di Onan Runggu. Ketiga kapal ini dibuat sedemikian rupa agar dapat bertahan lama, karenamemang pada waktu itu kapal-kapal inilah yang menjadi transportasi masyarakat yang akan memasarkan hasil panen ke luar Samosir.

3.3.1 Sebagai Alat Tranportasi

  Sejak beralihnya masyarakat dari memakai solu menjadi memakai kapal motor sebagai alat transportasi, solu kemudian beralih fungsi hanya untuk mencari ikan,sebab untuk penyeberangan lebih aman memakai kapal motor dibanding solu. Karena pengalaman para pemilik perahu yang sudah hafal betul dengan jalur pelayaran di Danau Toba tetap dimanfaatkan olehpemilik kapal motor, sehingga mereka dijadikan sebagai kapten kapal.

3.3.2 Alat Tranportasi Perdagangan

  Kahadiran kapal motor ini sangat dirasakan masyarakat, sebab lebih efisien dibandingkan dengan perahu yang mereka andalkan selama ini, terutama para29 Wawancara dengan Parlin Pakpahan anak pemilik solu pertama di Onan Runggu, tanggal 20 Parrengge-rengge menetap di satu wilayah serta menjual hasil dagangannya ketika muncul pekan (onan). Barang dagangan yang mereka bawa adalah hasil pertanian seperti kacang tanah, bawang, buah-buahanseperti mangga dan pisang, termasuk juga hewan ternak seperti kerbau, ayam dan babi yang d perdagangkan di pekan.

3.3.3 Sebagai Pendongkrak Status Sosial

  Selain mendongkrak status sosial desa yang memiliki kapal motor, status sosial si pemilik kapal juga akan terangkat dengan adanya kapal motor yang dimilikinya. Dalam hal ini dapat ditunjukkan dalam bentuk kepemilikan hartakekayaan seperti ternak babi atau kerbau yang banyak, lahan pertanian yang luas, dan dapat juga ditunjukkan dalam bentuk tingkat pendidikan yang tinggi.

3.3.4 Transportasi Sebagai Keperluan Adat

  Pihak keluarga yang sedang mengadakan acara pernikahan akan menyewa kapal tersebut untuk mengangkut rombongan ke tempat diadakannya acarayang berada di luar Samosir. Mereka adalah orang-orang yang berasal dari Onan Runggu yang kemudian merantau keluar.

3.4 Letak dan Fungsi Pelabuhan

Pelabuhan didefinisikan sebagai tempat yang terdiri atas daratan dan perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintah dan kegiatanpedagangan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun

32 Dalam membangun sebuah pelabuhan dibutuhkan letak geografis yang strategis

  Pada awalnya memang pelabuhan ini dibangun oleh pihak zending Katholik pada tahun 1934sebagai pelabuhan kapal Pastoran yaitu kapal yang pertama di Pulau Samosir di tahun 1933 yang dipergunakan untuk kepentingan pelayanan umat. Onan Runggu disebut sebagai tempat strategis untuk pelabuhan karena selain sebagai kecamatan, Onan Runggu merupakan titik tengah ke desa-desa lain sehinggajarak desa yang berada di sebelah barat dan timur menempuh jarak yang sama keDesa Onan Runggu.

3.5 Pola Pelayaran dan Perdagangan

  Sebab pelayaran yang dilakukan hanya sebatas wilyah Samosir dan tidakmelebihi jarak tempuh sejauh 200 mil sebagaimana yang ditentukan oleh perusahaan pelayaran dan perdagangan yang ada di Indonesia. Artinya ketika kapal mengalami kerusakan dan tidak dapat beroperasi maka akan digantikan oleh kapal lain tetapi dengan tanpamerubah jadwal yang sudah disepakati oleh para pemilik kapal seperti Tabel 3.1 berikut ini: TABEL III Jadwal Keberangkatan Kapal Motor Sebelum 1965 Jadwal No.

3.5.1 Rute Perjalanan Kapal

  Pemilik kapal memanfaatkan kapal mereka untuk melayani trayek ini untuk mengisi kekosongan trayek karena menunggu giliranmelayani trayek yang sudah ditetapkan dan sistem yang dipakai adalah sitem carter yaitu sewa borong. Wilayah Balige dan Ajibata ditetapkan sebagai rute perjalanan kapal dari OnanRunggu karena memang pada saat itu bukan hanya dari Onan Runggu saja kapal yang menyeberang dari Samosir, melainkan dari daerah lain seperti dari Simanindo.

3.5.2 Tarif Angkutan

  Dalam menentukan tarif orngkoskapal motor ini pihak si pemilik kapal yang menentukan setelah memperhitungkan pengeluaran untuk bahan bakar kapal. Tarif untuk barang- barang hasil pertanian per potong (goni) dikenakan biaya yang sama dengan satuorang penumpang sedangkan untuk ongkos dari hewan ternak seperti babi dikenakan biaya per ekornya Rp 100,- untuk tujuan Balige, tujuan Ajibata Rp 125,- dan untuk 35 kerbau per ekornya dikenakan biaya Rp 300,- untuk Balige dan Ajibata.

3.6 Kapal Motor Dari Luar Samosir

  Akan tetapi kapal-kapal dari luar Samosirtersebut sejak tahun 1970-an tidak diizinkan lagi masuk melayani trayek ke daerahSamosir sebab putra daerah juga sudah semakin banyak yang memiliki kapal motor 36 sehingga kapal putra daerah lebih diutamakan untuk beroperasi di daerah tersebut. Untuk trip ke dua, trayek Ajibata berangkat pukul 08.30 WIB, trip Banyaknya kapal yang beroperasi pada tahun 1965 sampai sekarang tidak lepas dari bentuk dan bobot kapal yang sudah banyak berubah.

37 Balige dan Ajibata. Terminal Onan Runggu pada masa masuknya kapal-kapal dari

  Transportasi ini digunakan oleh mereka yang bertujuan ke pelabuhan kapal ataupun sebaliknya. Sebab tidak semua orang yang diturunkanoleh kapal motor di desa-desa yang terletak di pinggir Danau Toba.

BAB IV PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN DI ONAN RUNGGU

4.1 Kondisi Ekonomi Sebelum Adanya Kapal Motor (1933)

  Menurut pemikiran mereka bahwa dengan merantau keluar Samosir akan jauh lebih berhasil dan mendapat status sosial yang berbeda dengan mereka yang lebih memilih menetap di kampung halaman. Dalam kehidupanlingkungan masyarakat Onan Runggu, mereka menganggap status sosial dari suatu keluarga yang anak-anaknya pergi merantau lebih dihargai dibanding dengan suatukeluarga yang anak-anaknya tinggal di kampung halaman dengan kegiatan bertani.

4.1.1 Peranan Perahu (Solu)

  Dalam kehidupan sehari-harimasyarakat Onan Runggu yang rata-rata bertani dan nelayan, perahu (solu) merupakan kebutuhan yang tidak dapat dilepaskan dari masyarakat ini. Fungsi utama dari solu ini adalah mengangkut hasil pertanian masyarakatkeluar dari Onan Runggu seperti pisang, bawang, kacang tanah, cabai dan hewan ternak seperti kerbau, ayam dan babi ke pekan yakni ke Balige, Ajibata dan TigaRaja.

4.1.2 Perputaran Ekonomi Yang Lambat

  Pada bab sebelumnya penulis telahmenjelaskan bagaimana kesulitan para pedagang menggunakan solu ketika cuaca buruk serta lamanya waktu yang ditempuh dalam perjalanan tersebut Jarak yang jauh dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai di luar pulau menyebabkan perputaran ekonomi di Onan Runggu dan wilayah lain diSamosir sangat lambat. 57 Keadaan ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu terjadinya gagal panen dan kerugian akibat hasil panen yang tidak dapat dipasarkan.

4.2 Kondisi Ekonomi Sesudah Adanya Kapal Motor 1942

  Kehidupan perekonomian yang sangat sulit ketika hanya mengandalkan perahu, pada 1942 sudah berubah dengan keberadaan kapal motor Raja Pandua dari DesaNainggolan Kecamatan Onan Runggu dan kapal motor Hardianus Rumapea. Kapal ini merupakan kapal motor pribumi yang pertama di Onan Runggu yang dipakaiuntuk kebutuhan transportasi penyeberangan.

4.2.1 Perkembangan Perputaran Ekonomi

  Kehidupan ekonomi masyarakat Onan Runggu setelah adanya kapal motor dapat dikatakan telah mendekati kemakmuran sebabmereka mendapat kemudahan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan kemudahan memasarkan hasil pertanian yang menjadi lahan pokok pemenuhan kebutuhan hidupmasyarakat. Keberadaan mereka yang memasarkan barang dagangannya di onan yang ada di pelabuhan Onan Runggutelah turut serta meramaikan kegiatan perekonomian di Onan Runggu.

4.2.2 Peningkatan Perekonomian

  Sebelum adanya kapal motor rumah tinggal masyarakat di Onan Runggu masih rata-rata terbuat dari kayu dan berbentuk rumahpanggung yang tidak lepas dari berbagai fungsi berubah menjadi rumah beton. Karena dengan dukungan transportasi kapal motor masyarakat sudah lebih mudah keluar pulau dan melakukan interaksi dengan masyarakat di luar daerah Samosirsehingga di sinilah masyarakat melakukan pertukaran informasi di segala bidang.

4.2.3 Perubahan Pola Pikir Masyarakat

  Perubahan pola pikir masyarakat yang bersifat tradisional menuju modern dipengaruhi oleh interaksi masyarakat Onan Runggu dengan dunia luar sehingga bagimereka tumbuh perbandingan untuk mencapai penghidupan yang sejahtera. Paraperantau yang sukses biasanya akan mengadakan syukuran dengan mengundang penduduk satu kampung dalam acara makan bersama sehingga semakin jelaspenghargaan masyarakat kepada mereka yang merantau dibandingkan mereka yang menetap tinggal di kampung halaman.

4.3 Kondisi Ekonomi Masuknya Kapal Motor Dari Luar Samosir 1965

  Banyaknya kapal yang beroperasi di Onan Runggu semakin mempermudah onan di luar Samosir untuk berdagang. Bahkan ada juga yang menjual dagangannya kepada tokke yang lebih besar dibanding dengan yang ada di Onan Runggu.

4.3.1 Onan Baru

  Bahkan karena semakin banyaknyapedagang yang ada di onan di lokasi pelabuhan, maka di buatlah sebuah onan yang baru di Onan Runggu dengan nama Onan Baru, lokasinya jauh dari Onan Runggudengan jarak ± 2 km dan hari beroperasinya onan tersebut sama dengan hari yang 60 ditetapkan di Onan Runggu yaitu pada hari Senin. Lokasi Onan Baru yang mempunyai jarak yang jauh dari Onan Runggu disebabkan oleh lahan yang kurang memadai untuk perluasan onan.

4.3.2 Pendidikan

  Dengan adanya penghasilan yang cukup,masyarakat dapat memenuhi pendidikan bagi anak-anaknya, yang dulunya mereka hanya mampu menyekolahkan anak-anaknya hanya sampai tingkat SMP (SekolahMenengah Pertama) kini dapat melanjutkan ketingkat yang lebih tinggi yaitu SMA Pada tahun 1962 pendidikan kejuruan juga semakin diminati masyarakat 61 seperti pertanian dan peternakan. Namun demikian jumlah anak-anak yang duduk dibangku sekolah sudah dapat menggambarkan bagaimana tingkat kesadaran masyarakat akan pendidikan anak dan juga menggambarkan bagaimana kehidupanmasyarakat yang semakin meningkat dalam hal perekonomian kebutuhan pendidikan, dalam hal perkembangan pola pikir dan juga dalam hal pengembangan kwalitassumber daya manusia masyarakat Onan Runggu itu sendiri.

4.3.3 Cakrawala Pemikiran

  Menurut pandangan masyarakat pada saat itu bahwa orang yang bekerja di kantoran lebih tinggiderajatnya dan status sosialnya lebih terhormat di masyarakat. Tetapi setelahtahun 1965, masyarakat Onan Runggu sudah lebih menyerahkan masalah pengobatan kepada pusat-pusat kesehatan yang didirikan zending dan pemerintah sehingga aksesmendapatkan layanan kesehatan sudah lebih terbuka keluar Samosir dengan 63 lancarnya transportasi kapal.

4.3.4 Kepemilikan Barang-Barang Elektronik

  Kemampuan masyarakat memiliki barang-barang pemuas tidak lepas dari peranan kapal motor sebab para masyarakat membeli barang-barang tersebut dari luarpulau seperti Balige dan Ajibata dan untuk membawa barang seperti televisi dan radio harus melalui kapal motor. Begitu juga yang terjadi denganmasyarakat Onan Runggu, mereka dapat mengikuti perkembangan zaman dan dapat mengetahui keadaan dunia di luar wilayahnya melalui berbagai sarana yang ada padamasa itu.

BAB V KESIMPULAN Sejarah kapal motor di Onan Runggu diawali dengan kedatangan zending Katholik yang menggunakann kapal motor sebagai sarana untuk pekabaran injil. Hal

  Kapal motor yang diperkenalkan oleh misi zending Katholik sebagai sarana transportasi penginjilan telah membawa dampak yang sangat positif bagi masyarakatOnan Runggu terutama dalam bidang ekonomi. Bertambahnya onan yang baru juga berkaitan dengan masuknya semangat pendidikan dalam masyarakat yang berdampak pada pemurnian tujuan dari ekonomipasar pada masyarakat yaitu memperoleh keuntungan.

DAFTAR PUSTAKA

  Abdullah, Taufik, Sejarah Lokal di Indonesia, Jogjakarta: Gajahmada UniversityPress, 1996 Aritonang, Jan S, Sejarah Pendidikan di Tanah Batak, Jakarta: Gunung Mulia, 1988Castles, Lance, Kehidupan Politik Suatu Keresidanan Di Sumatera, Jogjakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2001Djuharie, O. Tiara Wacana Yogya, 2003Nasution, Nur, Manajemen Transportasi, Jakarta: GHALIA INDONESIA, 2004Panitia Pesta Yubelium 75 tahun Gereja Katolik Di Tanah Batak, Matahari Terbit Di Tanah Batak, Balige, 2009 Runggu Dalam Angka 1990, Tarutung, 1990 Poespo, Marwati dkk, Sejarah Nasional Iindonesia III, Jakarta: PN.

DAFTAR INFORMAN

  Nama : Viktor RumapeaUmur : 67 TahunAlamat : Padang Bulan MedanPekerjaan : PNS/ anak pemilik kapal Tani Sumber: Verry W NainggolanOnan Runggu sebelum 1942 Solu yang digunakan sebagai alat transportasi perdagangan dan juga penyeberangan oleh masyarakat Onan Runggu Sumber: Verry W Nainggolan Suasana di sebuah pelabuhan lama di Nainggolan sebelum tahun 1942. Kapal motor pertama yang ada di Onan Runggu, milik pastoran.

Sejarah Dan Peranan Kapal Motor Pribumi Bagi Perekonomian Masyarakat Di Onan Runggu 1942 – 1965 Cakrawala Pemikiran Kondisi Ekonomi Masuknya Kapal Motor Dari Luar Samosir 1965 Dibangunnya Pelabuhan Onan Runggu Fungsi Kapal Motor Zending Kapal Motor Dari Luar Samosir Kapal Motor Pribumi : Pedagang Cara Pembuatan Kapal Motor Kapal Motor Raja Kapal Motor Latar Belakang Sejarah Dan Peranan Kapal Motor Pribumi Bagi Perekonomian Masyarakat Di Onan Runggu 1942 – 1965 Letak dan Fungsi Pelabuhan Letak Geografis Keadaan Alam dan Penduduk Onan Baru Kondisi Ekonomi Masuknya Kapal Motor Dari Luar Samosir 1965 Pendidikan Kondisi Ekonomi Masuknya Kapal Motor Dari Luar Samosir 1965 Peranan Perahu Solu Kondisi Ekonomi Sebelum Adanya Kapal Motor 1933 Perkembangan Perputaran Ekonomi Peningkatan Perekonomian Perubahan Pola Pikir Masyarakat Rumusan Masalah Tujuan dan Manfaat Rute Perjalanan Kapal Pola Pelayaran dan Perdagangan Sebagai Alat Tranportasi Alat Tranportasi Perdagangan Sebagai Pendongkrak Status Sosial Transportasi Sebagai Keperluan Adat
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Sejarah Dan Peranan Kapal Motor Pribumi Ba..

Gratis

Feedback