Feedback

Sistem Pengawasan Internal Aktiva Tetap Pada Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara

Informasi dokumen
TUGAS AKHIR SISTEM PENGAWASAN INTERNAL AKTIVA TETAP PADA RUMAH SAKIT JIWA PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA Diajukan Oleh : YULITA PUTRI ANDAYANI 082102074 PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara LEMBAR PERSETUJUAN TUGAS AKHIR NAMA : YULITA PUTRI ANDAYANI NIM : 082102074 PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI JUDUL : SISTEM PENGAWASAN INTERNAL AKTIVA TETAP PADA RUMAH SAKIT JIWA PEMERINTAH SUMATERA UTARA Tanggal : . 2011 Pembimbing ( Drs. Rustam, M.Si, Ak) NIP : 19511114 198203 1 002 Tanggal : . 2011 Ketua Program Studi Diploma III Akuntansi ( Drs. Rustam, M.Si, Ak ) NIP : 19511114 198203 1 002 Tanggal :. 2011 Dekan ( Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec ) NIP :19550810 198303 1 004 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Dengan segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya hingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini, untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan pada Program Diploma III Fakultas Ekonomi Sumatera Utara. Penulis sungguh menyadari dalam penyelesaian tugas akhir yang penulis lakukan ini tak lepas dari dorongan moril maupun materil yang diberikan oleh kedua orang tua penulis (Ayahanda H. Sugianto SE dan Ibunda Hj. Lindawati Sembiring S,Kep). Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih khusus buat kedua orang tua penulis yang paling berjasa dalam mendidik, dan membesarkan penulis hingga sampai sekarang ini. Atas do’a dan kepercayaan mereka jugalah penulis dapat menyelesaikan kuliah dan tugas akhir ini. Dalam penulisan tugas akhir ini penulis menyadari bahwa tugas akhir ini belumlah sempurna dan terdapat banyak kekurangan, baik dari segi penyusunan kalimat maupun isinya. Atas dasar tersebut penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan tugas akhir ini. Penulis juga ingin menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyelesaian tugas akhir ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menghaturkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M,Ec., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Drs. Rustam M,Si Ak., selaku Ketua Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, serta selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan bimbingan, arahan, dan Universitas Sumatera Utara koreksi dalam proses penyelesaian tugas akhir ini, sehingga penulisan tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. 3. Bapak Drs. Chairul Nazwar M.Si Ak., selaku Sekretaris Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 4. Dosen-dosen dan seluruh staff pegawai Fakultas Ekonomi Sumatera Utara yang telah banyak membantu selama menjalani masa perkuliahan. 5. Direktur dan seluruh karyawan Rumah Sakit Jiwa Pusat Provinsi Sumatera Utara, yang telah banyak membantu penulis dalam memberikan izin dan menyediakan data-data yang diperlukan dalam penyusunan Tugas Akhir ini. 6. Kedua adik tersayang, yaitu Tari dan Aji yang telah memotivasi dan membantu penulis selama proses pembuatan tugas akhir. 7. Sahabat setia penulis, yaitu Ami, Maya, Ayu, Winda yang telah banyak memberikan masukan, motivasi, dan semangat dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 8. Teman- teman Grup 16, yaitu Rahmad, Tia, Titi, Fadli, dan Kak Risna yang juga telah banyak membantu selama proses magang berlangsung, dan teman-teman angkatan 2008 khususnya Grup B yang telah memberikan perhatian dan bersedia menyediakan waktu buat melepaskan penat sejenak, Akhir kata penulis berharap semoga tugas akhir ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya. Medan, Juni 2011 Penulis Yulita Putri Andayani Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . i DAFTAR ISI . iv BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. 1 B. Perumusan Masalah . 3 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian. 4 D. Sistematika Penelitian . 4 a. Jadwal Penelitian . b. Rencana Isi . 4 5 BAB II : PROFIL RUMAH SAKIT JIWA PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA A. Sejarah Singkat Perusahaan . 8 B. Visi, Misi, dan Motto . 10 C. Uraian Tugas ( Job Description ). 10 BAB III : TOPIK PENELITIAN A. Pengertian Sistem Pengawasan Sistem Pengawasan Internal Aktiva Tetap . 39 B. Penggolongan Aktiva Tetap . 42 C. Cara Perolehan Aktiva Tetap . 45 D. Metode Penyusutan Aktiva Tetap . 48 E. Penggantian Aktiva Tetap . 51 Universitas Sumatera Utara BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan . 55 B. Saran. 55 DAFTAR PUSTAKA Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perusahaan/instansi sebagai suatu organisasi mempunyai berbagai kegiatan tertentu dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi, yang pada umumnya bertujuan untuk menghasilkan laba yang optimal agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, memajukan serta mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk itu setiap perusahaan harus membuat keputusan bisnis yang baik. Keputusan bisnis tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan system pengawasan internal untuk mengarahkan kegiatan operasional perusahaan/instansi, melindungi aktiva, dan mencegah penyalahgunaan sistem perusahaan/instansi yang telah dibentuk oleh perusahaan. Sistem hampir selalu terdiri dari beberapa subsistem kecil, yang masing-masing melakukan fungsi khusus untuk mendukung bagi sistem yang lebih besar, tempat mereka berada. Setiap perusahaan baik perusahaan dagang, perusahaan jasa, maupun perusahaan/instansi industri dalam menjalankan kegiatan operasionalnya menggunakan sejumlah aktiva tetap selain aktiva-aktiva lainnya. Aktiva tetap merupakan asset perusahaan yang penting yang merupakan komponen terbesar dibandingkan dengan perkiraan-perkiraan lain dari harta perusahaan/instansi secara keseluruhan yang menyebabkan pos aktiva tetap menjadi suatu komponen yang cukup penting dalam laporan keuangan. Semua aktiva tetap milik perusahaan memerlukan biaya perawatan dan pemeliharaan agar dapat digunakan sesuai dengan rencana pengeluaran-pengeluaran guna perawatan dan pemeliharaan aktiva tetap tersebut. Di antaranya dapat menambah masa manfaat aktiva tetap, Universitas Sumatera Utara meningkatkan kapasitas, dan meningkatkan mutu produksinya. Aktiva tetap sangat berpengaruh terhadap berbagai kegiatan operasional perusahaan demi tercapainya efisiensi dan efektivitas kegiatan operasional yang mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan pengendalian internal yang begitu besar terhadap aktiva tetap. Pengawasan atas aktiva tetap harus selalu diperhatikan oleh perusahaan, sebab jika terdapat kesalahan pengelolaan aktiva karena kurangnya perhatian dari perusahaan/instansi akan membawa pengaruh pada kegiatan ekonomi dan juga merugikan perusahaan/instansi. Sebaliknya, apabila pengawasan terhadap aktiva tetap dilaksanakan dengan baik akan memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan. Kebenaran aktiva tetap harus dipertanggungjawabkan, dipergunakan dengan wajar, diasuransikan secukupnya dan ditangani dengan cara yang baik sebagaimana yang telah ditetapkan oleh manajemen dan diawasi oleh pengawas perusahaan. Aktiva tetap juga merupakan investasi jangka panjang perusahaan/instansi dengan jumlah yang cukup besar. Untuk itu aktiva tetap yang ada pada perusahaan harus benar-benar diperhatikan yaitu dengan melakukan sistem pengawasan internal yang baik terhadap aktiva tetap. Dengan adanya sistem pengawasan tersebut maka perusahaan/instansi dapat mengikhtisarkan seluruh aktiva tetap yang yang dimilikinya yang dapat memberikan keuntungan yang cukup besar bagi perusahaan/instansi. Sebaliknya, jika perusahaan tidak melakukan sistem pengwasan internal terhadap aktiva tetap maka akan mengalami kerugian bagi perusahaan/instansi tersebut. Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga memiliki aktiva tetap seperti tanah, gedung, kendaraan, kompuer, mesin fotokopi, genset, AC, tempat tidur dan peralatan lainnya. Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumut tidak dapat menjalankan Universitas Sumatera Utara kegiatan operasional tanpa adanya aktiva tetap tersebut, karena aktiva tetap memiliki peranan yang sangat penting bagi kelangsungan suatu perusahaan/instansi, maka diperlukan penanganan yang cermat serta pengawasan terhadap aktiva tetap tersebut. Berdasarkan uraian di atas, terlihat jelas begitu besar peran sistem pengawasan internal atas aktiva tetap bagi suatu perusahaan/instansi, maka penulis tertarik untuk mengambil judul dalam tugas akhir yang berjudul “Sistem Pengawasan Internal Aktiva Tetap pada Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara”. B. Perumusan Masalah Dalam ilmu akuntansi, pembahasan masalah mengenai aktiva tetap sangatlah luas, sehingga penulis merasa perlu merumuskan permasalahan yang akan dibahas dalam tugas akhir ini. Dalam kesempatan ini penulis hanya akan membahas tentang “Apakah sistem pengawsan internal aktiva tetap pada Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah dijalankan dengan baik ?”. C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian yang ingin dicapai peneliti adalah untuk mengetahui apakah sistem pengawasan internal atas aktiva tetap pada Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berjalan dengan baik. 2. Manfaat Penelitian Universitas Sumatera Utara Penelitian yang telah dilakukan peneliti pada Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti, bagi Rumah Sakit, dan bagi peneliti lain. a. Bagi peneliti yaitu sebagai bahan masukan jika suatu saat peneliti dimintai pendapat mengenai sistem pengawasan internal atas aktiva tetap pada Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumut. b. Bagi Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumut yaitu sebagai bahan masukan untuk memperbaiki penerapan sistem pengawasan internal atas aktiva tetap pada Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumut yang sudah berjalan selama ini. c. Bagi peneliti lain yaitu sebagai bahan masukan bagi peneliti lain untuk menyempurnakan penelitian sejenis berikutnya. D. Sistematika Penelitian 1. Jadwal Penelitian Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumut Jl. Letjend. Djamin Ginting km.10. Jadwal penelitian ini terdiri dari nomor, kegiatan dan waktu. Berikut ini akan diuraikan jadwal survey peneliti. MINGGU KE NO. KEGIATAN 1 1 Mengurus SKS bersih 2 Mengajukan surat 2 3 4 permohonan Universitas Sumatera Utara judul 3 Mengurus surat riset 4 Mengantar surat izin riset ke perusahaan 5 Mengambil surat balasan riset dari perusahaan 6 Meminta surat balasan riset dari perusahaan 7 Melakukan wawancara kepada staff perusahaan mengenai sistem pengawasan internal aktiva tetap perusahaan 2. Rencana Isi Laporan penelitian terdiri dari empat bab, dimana setiap bab saling berkaitan. Hal ini sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pembuatan tugas akhir yang telah ditetapkan bahwa susunan tugas akhir harus praktis dan sistematis. Oleh karena itu, laporan penelitian tugas akhir ini disusun sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, sistematika penelitian tugas akhir yang terdiri dari jadwal penelitian dan rencana isi. Universitas Sumatera Utara BAB II : PROFIL RUMAH SAKIT JIWA PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA Dalam bab ini penulis menguraikan tentang sejarah singkat instansi, visi, misi, dan motto instansi, dan job description Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumut. BAB III : TOPIK PENELITIAN Pada bab ini, penulis akan menguraikan mengenai pengertian sistem pengawasan internal aktiva tetap, penggolongan aktiva tetap, cara perolehan aktiva tetap, metode penyusutan aktiva tetap, dan penarikan aktiva tetap. BAB 1V : KESIMPULAN DAN SARAN Sebagaimana akhir dari tugas ini, maka penulis akan mengambil kesimpulan dari penelitian yang dilakukan pada Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumut dan beberapa saran yang mungkin akan bermanfaat bagi perusahaan. Universitas Sumatera Utara BAB II PROFIL RUMAH SAKIT JIWA PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA A. Sejarah Singkat Instansi Pada tahun 1935 “Doorgangshuizen Voor Krankzinnigen” (Rumah Sakit Jiwa) di Glugur, sebagai Rumah Sakit Jiwa yang ke-5 memiliki kapasitas 26 tempat tidur sampai dengan pada masa pendudukan Jepang tahun 1943. Pada masa pendudukan tentara sekutu (1943-1947) penderita gangguan jiwa Rumah Sakit Glugur dievakuasi ke Dolok Merangkir ± 100 km dari Medan kea rah Pematang Siantar dan selama ±3 tahu lamanya. Pada tahun 1950 penderita gangguan jiwa dipindahkan oleh Tentara Belanda ke bekas Rumah Sakit Harisson dan Crossfield serta sebagian ditampung di Rumah Penjara Pematang Siantar. Tahun 1950 sampai dengan 1958 dibuka Poliklinik Psikiatri yang merupakan Annex Rumah Sakit Jiwa Pematang Siantar terletak di Jl. Timor No. 19 Medan. Tahun 1958 sampai dengan 1981 Rumah Sakit milik Belanda (Zieken Verpleging) letaknya di Jl. Timor No. 10 Medan dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Jiwa Medan dan menampung pasien rawat inap dari Pematang Siantar dengan kapasitas 200 tempat tidur. Pada tanggal 5 Februari 1981, berdasarkan Surat Menkes. RI Nomor 1897/Yankes/DKJ/78 dan dengan Persetujuan Menteri Keuangan tanggal 8 Desember 1978 Nomor S-849/MK/001/1978 Rumah Sakit Jiwa di Medan di ruislag dan dipindahkan ke lokasi baru terletak di terusan Padang Bulan km. 10 Jl. Bekala Lama, Kampung Mangga Medan Johor dengan luas tanah ± 38.000 m² (3,8 Ha) dan luas bangunan 5.709 m², dengan alamat baru yaitu Jl. Letjend. Djamin Ginting km. 10 Medan, pada 15 Oktober 1981, diresmikan oleh Menteri Universitas Sumatera Utara Kesehatan RI (Dr. Suwardjono Suryaningrat) yang memiliki kapasitas sebanyak 450 tempat tidur, yang merupakan RS. Jiwa Departemen Kesehatan. Selanjutnya mendapat Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit Nomor: YM.00.03.3.5.5829 yang meliputi Administrasi, Manajemen, Pelayanan Medis, Pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Keperawatandan Rekam Medis pada tanggal 28 Desember 1999. Setelah Otonomisasi dari tahun 2000 sampai dengan 2003, Rumah Sakit Jiwa Medan merupakan UPT Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Kemudian sesuai dengan Perda Nomor 8 tahun 2004 dan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor: 188.34/2641/K/2004, tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara, maka RS. Jiwa Pusat Medan menjadi Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara. Kemudian mendapat Piagam Penghargaan Citra Pelayanan Prima oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada tanggal 31 Oktober 2008. Penetapan Rumah Sakit Jiwa Daerah selaku Penyelenggara Pola Pengelola Keuangan Badam Layanan Umum Daerah (PPKBLUD) Provinsi Sumatera Utara berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor: 445/4496/K/tahun 2008. B. Visi, Misi, dan Motto Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumut  Visi Menjadikan Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Fisik yang Terbaik Secara Profesional untuk Kepuasan Masyarakat.  Misi 1. Melaksanakan Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Fisik yang Terpadu Universitas Sumatera Utara 2. Meningkatkan Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Gangguan Jiwa dan Masalah Psikososial Masyarakat 3. Menyediakan dan Mengembangkan Fasilitas Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian dalam Bidang Pelayanan Kesehatan Jiwa 4. Meningkatkan Upaya Profesionalisme dan Sumber Daya Manusia (SDM) Melalui Pengembangan Ilmu Filosofi, Keterampilan, dan Etika Profesi  Motto HORAS (Harmonis, Objektif, Rapi, Aman, Sigap) C. Uraian Tugas (Job Description) Dalam rangka mencapai efisiensi dan efektivitas usaha diatur pembagian tugas masingmasing fungsi pelaksanaan penanggung jawab secara tertulis sebagai berikut: 1. Direktur Direktur Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumut mempunyai tugas memimpin, mengawasi, dan mengkoordinasikan kebijakan daerah yang bersifat spesifik di bidang pelayanan kesehatan jiwa yang mencakup penatausahaan, pengkajian dan pengembangan, pelayanan medis, perawatan dan penunjang medis serta tugas pembantuan. Adapun tanggung jawab dari Direktur secara lebih jelas adalah: a) Menyelenggarakan dan menetapkan kebijakan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan RS Jiwa Pemprov. Sumut; b) Memberi pengarahan penyusunan program kerja RS Jiwa Pemprov. Sumut; c) Menggerakkan pelaksanaan kegiatan/program RS Jiwa Pemprov. Sumut; d) Memantau pelaksanaan kegiatan RS Jiwa Pemprov. Sumut; Universitas Sumatera Utara e) Mengendalikan pelaksanaan kegiatan RS Jiwa Pemprov. Sumut; f) Melaksanakan pengawasan melekat; g) Membina pegawai/personil untuk mengendalikan pelaksanaan kegiatan RS Jiwa Pemprov. Sumut; h) Menyelenggarakan koordinasi dengan instansi Keuangan dan Kinerja BUMN/D/Badan Usaha Lainnya Pemanfaatan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri Kredit Usaha Tani (KUT) dan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) Peningkatan Penerimaan Negara, termasuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Dana Off Balance Sheet BUMN maupun Yayasan yang terkait Dana Off Balance Budget pada Departemen/LPND Audit Tindak Lanjut atas Temuan-Temuan Pemeriksaan Audit Khusus (Audit Investigasi) untuk mengungkapkan adanya indikasi praktik Tindak Pidana Korupsi (TPK) dan penyimpangan lain sepanjang hal itu membutuhkan keahlian di bidangnya Audit lainnya yang menurut pemerintah bersifat perlu dan urgen untuk segera dilakukan Konsultasi, asistensi dan evaluasi Di bidang konsultasi, asistensi dan evaluasi, BPKP berperan sebagai konsultan bagi para stakeholders menuju tata pemerintahan yang baik (good governance), yang mencakup: Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD), Good Corporate Governance (GCG) pada Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah. Pemberantasan Korupsi Di bidang perbantuan pemberantasan korupsi, BPKP membantu pemerintah memerangi praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, dengan membentuk gugus tugas anti korupsi dengan keahlian audit forensik. Dalam rangka penegakan hukum dan pemberantasan KKN, BPKP telah mengikat kerjasama dengan Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI yang dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan Bersama. BPKP juga mengikat kerjasama dengan Komisi Pemberntasan Korupsi. BPKP tergabung dalam Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) bersama-sama dengan Kejaksaan dan Kepolisian (yang telah selesai masa tugasnya) Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan Di bidang pendidikan dan pelatihan pengawasan, BPKP menjadi instansi pembina untuk mengembangkan Jabatan Fungsional Auditor (JFA) di lingkungan instansi pemerintah. Setiap auditor pemerintah harus memiliki sertifikat sebagai Pejabat Fungsional Auditor. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Pusdiklatwas) BPKP berperan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sertifikasi kepada seluruh auditor pemerintah. E. Kinerja Kegiatan Terkini Setiap instansi maupun perusahaan mempunyai rancangan kinerja yang dilakukan setiap periodenya. Setiap kinerja yang dilakukan tentunya memiliki tujuan masing-masing. Adapun kinerja usaha terkini Badan Pusat Statistik Kota Medan berdasarkan tujuannya adalah: Fungsi Audit Beberapa tugas penting di bidang pengawasan yang dilakukan oleh perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara selama ini, antara lain : 1. Audit ketaatan dan audit operasional terhadap penerimaan dan pengeluaran pemerintah; 2. Audit keuangan, audit operasional, dan audit kinerja terhadap BUMN/BUMD/BHMN dan Pertamina beserta anak Perusahaannya; 3. Audit keuangan terhadap bantuan/pinjaman luar negeri; 4. Investigasi terhadap penyimpangan keuangan negara/daerah ; 5. Audit terhadap Peningkatan Penerimaan Negara, termasuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP); 6. Audit atas permintaan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat untuk Dana PKPS BBM, Pendataan dan Penyaluran Bantuan bagi Korban Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami di Pulau Nias Sumatera Utara; 7. Audit Dana Dekonsentrasi dan Optimalisasi Pemanfaatan Gedung/Kantor dan Tanah Milik Negara; 8. Bantuan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dan Daerah atas permintaan Instansi Penyidik di Kepolisian dan Kejaksaan untuk membantu mengungkapkan adanya indikasi praktik Tindak Pidana Korupsi (TPK) dan penyimpangan lain sepanjang itu membutuhkan keahlian dibidangnya. Fungsi Non Audit Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara senantiasa berupaya untuk melakukan pembenahan diri sesuai dengan tuntutan lingkungan perubahan yang terjadi di Sumatera Utara. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap efektivitas pengawasan dalam rangka mendorong terwujudnya good governance, Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara harus mampu menjawab pelaksanaan fungsi pengawasan melalui penerapan mekanisme pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan terukur. Pembinaan Dan Pengembangan JFA Berdasarkan Keputusan MENPAN Nomor 19 Tahun 1996 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya, BPKP menjadi instansi pembina untuk mengembangkan Jabatan Fungsional Auditor (JFA) di lingkungan instansi pemerintah. Setiap auditor pemerintah harus memiliki sertifikat sebagai Pejabat Fungsional Auditor. Sebagai kepanjangan tangan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Pusdiklatwas) BPKP, maka Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara juga berperan dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sertifikasi kepada seluruh auditor pemerintah di Provinsi Sumatera Utara. Sebagai pembina JFA, Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara berkewajiban untuk meningkatkan kemampuan teknis para auditor Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) sertifikasi secara berkelanjutan. Diklat yang diberikan dapat dikelompokkan ke dalam diklat teknis dan diklat sertifikasi serta pelaksanaan diklat / Pelatihan Kantor Sendiri dengan uraian sebagai berikut: 1. Diklat teknis adalah jenis diklat yang diberikan kepada para auditor BPKP dan auditor APIP lain dalam rangka meningkatkan kemampuan teknis pengawasan dan kemampuan penunjang lainnya. Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara juga telah melaksanakan diklat Audit Pengadaan Barang dan Jasa bagi pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara dan beberapa Perwakilan BPKP lain di Sumatera. 2. Diklat Sertifikasi Program dengan tujuan untuk peningkatan profesionalisme para auditor yang dilaksanakan dengan melalui diklat sertifikasi JFA secara berjenjang sesuai dengan latar belakang pendidikan, golongan/pangkat dan peran dalam penugasan. Diklat sertifikasi JFA yang dilaksana telah diikuti oleh sebagian besar PFA yang ada di 25 Inspektorat/Bawaskab/kota se Provinsi Sumatera Utara. Selain melaksanakan diklat sertifikasi sesuai dengan Kalender Diklat Pusdiklatwas BPKP, Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara juga telah melaksanakan diklat sertifikasi JFA dengan dana mandiri dari Inspektorat/ Bawaskab/kota se Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan, Sosial, Olahraga dan Seni Selain menjalankan tugas pokok dan fungsi formalnya, pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara juga melakukan fungsi sosial kemasyarakatan, olah raga dan seni untuk menjaga kebersamaan antara pegawai tetap terjaga karena bagaimanapun juga kebersamaan adalah salah satu faktor penting dalam sebuah team work. Ada beberapa wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial, olah raga dan seni yaitu : 1. Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Sebagai bagian dari KORPRI Unit Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara, pegawai selalu berperan aktif mengikut seluruh kegiatan-kegiatan yang dikoordinir oleh KORPRI seperti, upacaraupacara bendera,kegiatan olahraga,seni dan sosial (sunatan massl, donor darah dan kunjungan ke panti asuhan,panti jompo) yang selalu diselenggarakan setiap kali memperingati hari ulang tahun BPKP dan hari-hari besar lainnya. 2. Persekutuan Kristen Persekutuan Kristen Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara aktif mengadakan kebaktian bulanan bagi anggotanya. 3. Badan Amalan Islam aktif mengadakan kegiatan pengajian bulanan, memperingati hari-hari besar agama Islam bagi anggotanya. Untuk memudahkan anggotanya melakukan ibadah sehari-hari, dilingkungan kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara telah berdiri sebuah mushalla. 4. Perkumpulan Karyawati 'SRIKANDI' adalah wadah kegiatan karyawati Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara. Srikandi yang beranggotakan seluruh karyawati Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan yang mendorong karyawati agar lebih bersemangat dalam bekerja, meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan untuk mendukung kinerja yang lebih baik. 5. Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara memiliki Klub Badminton 'SPIRIT GATSU 55' sebagai wadah untuk menyalurkan minat dan bakat para pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara. Jadual latihan dua kali dalam seminggu yaitu tiap hari Senin dan Rabu di Lapangan Badminton Aula Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara. F. Rencana Kegiatan Rencana kegiatan yang dirancang oleh Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara tidak jauh berbeda dengan kegiatannya, namun terdapat peningkatan mutu dan kualitas yang ditargetkan. Adapun rencana kegiatan tersebut adalah : 1. Meningkatkan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme 2. Peningkatan Penciptaan aparatur yang bersih, berkualitas, dan bertanggung jawab 3. Peningkatan sistem pemerintahan dan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, auditabel dan akuntabel. BAB III PENGAWASAN INTERNAL TERHADAP AKTIVA TETAP PADA KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI SUMATERA UTARA A. Aktiva Tetap Aktiva tetap digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan sehari- hari yang pada umumnya kegiatan operasional tidak dapat berlangsung tanpa tersedianya aktiva tetap. Oleh karena itu, aktiva tetap tidak dapat diperjualbelikan dalam kegiatan kompeten dan dapat dipercaya mendukung efisiensi supervisi. Inspeksi aktiva. Ketika barang datang, staf administrai bagian penerimaan harus memeriksa jumlah dan kondisinya (dari kerusakan, cacat, dan sebagainya). Untuk mendapatkan informasi mengenai jumlah, yang dibutuhkan dalam laporan 57 penerimaan, personel bagian penerimaan akan dipaksa untuk secara fisik menghitung serta memeriksa barang. Memeriksa serta menghitung barang yang diterima akan melindungi perusahaan dari pesanan yang tidak lengkap dan barang yang rusak. Barang yang masuk akan disertai dengan slip pengepakan berisi informasi jumlah yang dapat digunakan untuk menyimpangkan proses pemeriksaan. Supervisor harus mengamankan slip pengepakan sementara staf administrasi bagian penerimaan mengitung serta memeriksa barang tersebut Pencurian aktiva. Bagian penerimaan kadang kacau dan tidak teratur dalam masa-masa sibuk, di situasi ini barang yang masuk menghadapi potensi pencurian kecuali jika diamankan di gudang. Prosedur yang tidak benar disertai dengan supervisi yang tidak memadai dapat menciptakan situasi yang kondusif untuk terjadinya pencurian barang dalam transit. Universitas Sumatera Utara juga melakukan supervisi dengan adanya staf pengawas yang bertugas memeriksa barang masuk. F. Pengawasan Aktiva Tetap dengan Lingkungan Pengendalian 1. Kebijakan dan praktik-praktik dalam sumber daya manusia. Karyawan harus kompeten, dapat diandalkan (reliable),dan etis. Perusahaan juga harus melatihnya untuk melakukan tugas yang diberikan dan mengawasi pekerjaannya, hal ini akan membangun staf yang kompeten. Para pegawai harus dipekerjakan dan dipromosikan berdasarkan seberapa baik mereka memenuhi persyaratan pekerjaan mereka. Daftar riwayat hidup, surat referensi, dan pemeriksaan atas latar belakang, merupakan cara-cara yang penting untuk 58 mengevaluasi kualifikasi para pelamar pekerjaan. Kebijakan yang berhubungan dengan kondisi bekerja, pemberian kompensasi, insentif bekerja, dan kemajuan karir dapat merupakan dorongan yang kuat dalam mendorong pelayanan yang efisien dan kesetian. Kebijakan pengendalian tambahan dibutuhkan bagi para pegawai yang memiliki akses ke properti. Mereka harus diminta untuk mengambil liburan tahunan dan selama waktu tersebut, fungsi pekerjaan mereka harus dilaksanakan oleh anggota staf lainnya. Banyak penipuan pegawai yang ditemukan ketika pelaku tiba-tiba terhalang oleh sakit atau kecelakaan yang memaksa mereka mengambil cuti. Rotasi tugas secara periodik diantara pegawai utama dapat mencapai hasil yang sam. Jaminan asuransi ikatan kesetian para pegawai utama, melindungi perusahaan dari kerugian yang ditimbulkan oleh tindakan penipuan yang disengaja oleh pegawai yang diikat tersebut. 2. Pemberian tanggung jawab Pihak manajemen harus memberikan tanggung jawab untuk tujuan bisnis tertentu ke departemen dan individu yang terkait, serta kemudian membuat mereka bertanggungjawab untuk mencapai tujuan tersebut. Otoritas dan tanggungjawab dapat diberikan melalui diskripsi pekerjaan secara formal, pelatihan pegawai, dan rencana operasional, jadwal dan anggaran. Buku pedoman kebijakan dan prosedur adalah alat yang pentingg untuk memberikan otoritas dan tanggungjawab. Buku pedoman tersebut membantu dalam meberikan referensi bagi para pegawai, dan alat yang berguna dalam melatih pegawai baru. 59 G. Kuesioner Tentang Pengawasan Intern Aktiva Tetap Nama Responden : Rafido Gultom, ST Bagian : Perlengkapan Perusahaan : Universitas Sumatera Utara Bacalah tiap pertanyaan, kemudian berilah tan√da) (pada salah satu alternatif jawaban yang paling sesuai berikut ini. Pilihan Jawaban No Pertanyaan STS KS R S SS 1. Fungsi pemakai harus terpisah dari fungsi √ akuntansi aktiva tetap. 2. Transaksi perolehan, penjualan, dan √ penghentian pemakaian aktiva tetap harus dilaksanakan oleh lebih dari satu unit organisasi yang bekerja secara independen. 3. Anggaran investasi diotorisasi oleh Majelis √ Wali Amanat. 4. Surat permintaan otorisasi investasi, surat permintaan penghentian pemakaian aktiva tetap, dan surat permintaan transfer aktiva √ tetap diotorisasi oleh Kepala Satker yang bersangkutan dan Rektor. 5 Surat permintan otorisasi reparasi diotorisasi oleh Rektor/ Kepala Satker yang bersangkutan. 6. Surat perintah kerja diotorisasi oleh kepada Departemen yang bersangkutan. 7. Surat order pembelian diotorisasi oleh pejabat yang berwenang. 8. Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan. 9. Bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi. 10. Bukti memorial diotorisasi kepala fungsi akuntansi. 11. Perubahan kartu aktiva tetap harus didasarkan pada bukti kas keluar, atau bukti memorial, atau surat permintaan transfer aktiva tetap yang dilampiri dengan dokumen pendukung ynag lengkap, yang diotorisasi oleh pejabat yang berwenang. 12. Secara periodik dilakukan pencocokan fisik aktiva tetap dengan kartu aktiva tetap. 13. Penggunaan anggaran investasi sebagai alat pengendalian investasi dalam aktiva tetap. 60 √ √ √ √ √ √ √ √ √ 61 (Lanjutan) Pilihan Jawaban No Pertanyaan STS KS R S SS 14. Penutupan asuransi aktiva tetap terhadap kerugian √ 15. Kebijakan akuntansi tentang pemisahan pengeluaran modal (capital expenditure) dengan pengeluaran pendapatan (revenue √ expenditure). Sumber: Mulyadi(2001), Sistem Akuntansi buku ke 3, cetakan ke 3 halaman 607 Total Skor Terendah = 15 Total Skor Tertinggi = 75 Keterangan : STS = Sangat Tidak Setuju KS = Kurang Setuju R = Ragu-ragu S = Setuju SS = Sangat Setuju Kriteria Penilaian : 15 – 26 = Sangat Tidak Efektif. 27 – 38 = Kurang Efektif. 62 39 – 50 = Cukup Efektif. 51 – 62 = Efektif. 63 – 75 = Sangat Efektif. Hasil Perhitungan : Sangat Tidak Efektif Kurang Efektif Cukup Efektif Efektif Sangat Efektif Total Skor = 0x1= 0 = 0x2= 0 = 0x3= 0 = 4 x 4 = 16 = 11 x 5 = 55 = 71 Setelah peneliti menghitung dan menyimpulkan jawaban dari responden perusahaan mengenai pengawasan intern terhadap aktiva tetap pada Universitas Sumatera Utara maka diperoleh skor 71 dari 15 item pertanyaan yang berarti masuk dalam kriteria penilaian telah dapat dikatakan sangat efektif. Hal ini berarti Pengawasan intern terhadap aktiva tetap sangat efektif. 63 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan uraian-uraian pada bab sebelumnya yang membahas tentang sistem pengawasan intern aktiva tetap pada Universitas Sumatera Utara adalah sebagai berikut. 1. Sistem pengawasan intern aktiva tetap yang dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara telah berjalan dengan baik dan sangat efektif, 2. Pengawasan intern atas aktiva tetap pada Universitas Sumatera Utara dilakukan dengan 3 cara 1. Pengendalian fisik; otorisasi transaksi, pemisahan tugas, dokumen dan pencatatan yang memadai, pengendalian akses dan verifikasi independen, 2. Pemantauan aktiva tetap secara langsung , 3. lingkungan pengendalian; karyawan yang dapat diandalkan, etis dan bertanggungjawab. B. Saran Peneliti juga membuat beberapa saran yang ditujukan kepada perusahaan yang nantinya saran tersebut dapat berguna bagi perkembangan perusahaan. 64 1. Pengawasan atas aktiva tetap sebaiknya terus dipertahankan untuk mencapai pengawasan intern yang lebih baik dan untuk mencegah terjadinya penyelewengan atas aktiva tetap. 2. Universitas Sumatera Utara secara umum telah menerapkan Standar Akuntansi Pemerintahan yang lazim terhadap sistem akuntansi aktiva tetapnya, dan hendaknya terus dilakukan secara konsisten. 3. Aktiva tetap harus diawasi secara tepat dan teratur serta diselenggarakan juga administrasi melalui buku tambahan untuk setiap jenis aktiva tetap. 65 DAFTAR PUSTAKA Hall, James A, 2007. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Keempat, Buku Satu, diterjemahkan: Dewi Fitriasari dan Deny Arnos. Salemba Empat: Jakarta , Tommie Singleton. 2007. Audit Teknologi Informasi dan Assurance, Buku Satu, Edisi Kedua, diterjemahkan: dewi fitriasari dan deny arnos. Salemba Empat: Jakarta Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Cetakan Ketiga. Salemba Empat: Jakarta. Romney, Marshall B, paul John Steinbart. 2006. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Sembilan, Buku Satu, diterjemahkan: Deny Armis Kwary dan Dewi Fitriasari. Salemba Empat, Jakarta. Stice, Earl K., James D Stice., K Fred Skousen. 2005. Akuntansi Intermediate, Edisi Kelima Belas, Buku Dua, diterjemahkan: Safrifa Rumondang Parulian dan Ahmad Maulana. Salemba Empat: Jakarta. Warren, Carl S., James M Reeve., Philip E Fess. 2008. Pengantar Akuntansi, Edisi Ke, Buku Satu, diterjemahkan: Aria Farahmita, Amanugrahani dan Taufik Hendrawa. Salemba Empat: Jakarta. Weygandt, Jerry J., Donald E Kieso., Paul D Kimmel. 2007. Pengantar Akuntansi, Edisi Ketujuh, Buku Satu, diterjemahkan: Ali Akbar Yulianto, Wsailah dan Rangga Handika. salemba Empat: Jakarta. www.usu.ac.id (Diakses oleh Rebekka Simanjuntak pada tanggal 11 April 2012 pukul 16.00 Wib)
Sistem Pengawasan Internal Aktiva Tetap Pada Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Sistem Pengawasan Internal Aktiva Tetap Pada Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara

Gratis