Analisis dan Pengaruh Manajemen Laba Akrual Dan Aktivitas Nyata Terhadap Penawaran Right Issue Serta Kinerja Jangka Panjang Pada Perusahaan Yang Melakukan Penawaran Right Issue di Bursa Efek Indonesia

 1  57  137  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

ANALISIS DAN PENGARUH MANAJEMEN LABA AKRUAL DAN AKTIVITAS NYATA TERHADAP PENAWARAN RIGHT

  Medan, September 2011Yang membuat pernyataan: (Romy Irawan) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh manajemen laba akrual (akrual diskresioner jangka pendek, akrual diskresioner jangka panjang),dan aktivitas nyata (abnormal arus kas perusahaan, abnormal biaya produksi, abnormal biaya diskresioner) terhadap penawaran right issue serta kinerja jangkapanjang pada perusahaan yang melakukan penawaran right issue pada Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2009. Untuk uji secara simultan, diperoleh perhitungan statistik yang menunjukkan bahwa akrual diskresioner jangka pendek, akrualdiskresioner jangka panjang, abnormal arus kas perusahaan, abnormal biaya produksi, abnormal biaya diskresioner berpengaruh terhadap penawaran right issue dan kinerjajangka panjang perusahaan right issue perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode pengamatan 2005-2009.

ISSUE DI BURSA EFEK INDONESIA

  Medan, September 2011Yang membuat pernyataan: (Romy Irawan) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh manajemen laba akrual (akrual diskresioner jangka pendek, akrual diskresioner jangka panjang),dan aktivitas nyata (abnormal arus kas perusahaan, abnormal biaya produksi, abnormal biaya diskresioner) terhadap penawaran right issue serta kinerja jangkapanjang pada perusahaan yang melakukan penawaran right issue pada Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2009. Untuk uji secara simultan, diperoleh perhitungan statistik yang menunjukkan bahwa akrual diskresioner jangka pendek, akrualdiskresioner jangka panjang, abnormal arus kas perusahaan, abnormal biaya produksi, abnormal biaya diskresioner berpengaruh terhadap penawaran right issue dan kinerjajangka panjang perusahaan right issue perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode pengamatan 2005-2009.

RIWAYAT HIDUP

  TEMPAT/TGL LAHIR : PADANG SIDIMPUAN / 30 JANUARI 1978 3. SMP : SMP NEGERI 1 PADANG SIDIMPUAN c.

d. S1 : INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN

KATA PENGANTAR

  110 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh manajemen laba akrual (akrual diskresioner jangka pendek, akrual diskresioner jangka panjang),dan aktivitas nyata (abnormal arus kas perusahaan, abnormal biaya produksi, abnormal biaya diskresioner) terhadap penawaran right issue serta kinerja jangkapanjang pada perusahaan yang melakukan penawaran right issue pada Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2009. Untuk uji secara simultan, diperoleh perhitungan statistik yang menunjukkan bahwa akrual diskresioner jangka pendek, akrualdiskresioner jangka panjang, abnormal arus kas perusahaan, abnormal biaya produksi, abnormal biaya diskresioner berpengaruh terhadap penawaran right issue dan kinerjajangka panjang perusahaan right issue perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode pengamatan 2005-2009.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Hal ini dilihat dari, perusahaan yang melakukan manajemen laba dengan menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh laba yang permanen, akan jugamenunjukkan bahwa aktivitas nyata yang dilakukan perusahaan sesuai dengan laba yang diperoleh perusahaan. Apakah manajemen laba akrual (akrual diskresioner jangka pendek dan akrual diskresioner jangka panjang) dan aktivitas nyata (abnormal arus kas, abnormalbiaya produksi, abnormal biaya diskresioner) berpengaruh terhadap kinerja jangka panjang perusahaan right issue secara simultan dan parsial ?

1.4 Manfaat Penelitian

  Bagi Emiten untuk memberikan pemahaman mengenai alat manipulasi manajemen laba baik melalui akrual diskresioner maupun lewat manipulasiaktivitas nyata sehingga dapat memperkaya pengetahuan dalam teknik manipulasi laba bagi perusahaan. Hal ini berguna dalam melakukan penilaiankinerja perusahaan yang melakukan penawaran saham tambahan dan pengaruhnya dalam pengambilan keputusan investasi.

1.5 Originalitas Penelitian

  Penelitian ini merupakan Replikasi dari penelitian yang dilakukan olehSahabu (2009) dengan judul “Manajemen Laba melalui Akrual dan ManipulasiAktivitas Nyata dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Jangka Panjang Perusahaan yang melakukan Penawaran Right Issue”. Alasannya bahwa untuk melihat apakah perusahaan-perusahaan yang melakukan penawaran right issue akan cenderungmelakukan manajemen laba dan manipulasi aktivitas nyata yang tidak hanya dilihat dari kinerja jangka panjang perusahaan right issue.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

  Dalam landasan teori, akan dibahas lebih jauh mengenai “Analisis DanPengaruh Manajemen Laba Akrual Dan Aktivitas Nyata Terhadap Penawaran Right Issue Serta Kinerja Jangka Panjang Pada Perusahaan Yang Melakukan Penawaran Right Issue di Bursa Efek Indonesia”. Menjabarkan teori yang melandasi penelitian ini dan beberapa penelitian terdahulu yang telah diperluas dengan referensi atau keterangan tambahan yang dikumpulkan selama pelaksanaan penelitian.

2.1.1 Penawaran Right Issue

  Setelah perusahaan melakukan right issue investor tentu sangat berharap kinerja yang dimiliki oleh perusahaan menjadi lebih baik karena dengan adanya right issue berartidana dari pihak luar masuk ke perusahaan. Right issue merupakan solusi yang cepat untuk memperoleh dana yang murah dan dengan proses yang mudah dan hampir tanpa resiko.

2.1.2 Kinerja Jangka Panjang Perusahaan

  Banyak penelitian sebelumnya yang mendokumentasikan mengenai kinerja pasar jangka panjang perusahaan yang melakukan penawaran saham baik perdanamaupun saham tambahan. Respon pasar yang positif tersebut tentu dipengaruhi oleh alasan perusahaan dalam melakukan penawaran saham, misalnya untuk memperkuat struktur modal,melakukan investasi yang membutuhkan dana yang besar, dan membiayai utang yang jatuh tempo (Sulistyanto dan Midiastuti, 2002).

2.1.3 Manajemen Laba Akrual

  Fischer dan Rosenzweig (1995) mendefinisikan manajemen laba sebagai tindakan seorang manajer dengan menyajikan laporan yangmenaikan (menurunkan) laba periode berjalan dari unit usaha yang menjadi tanggungjawabnya, tanpa menimbulkan kenaikan (penurunan) profitabilitas ekonomi stakeholders tentang kinerja ekonomi perusahaan atau untuk mempengaruhi hasil perjanjian (kontrak) yang tergantung pada angka-angka akuntansi yang dilaporkan. Pertama intervensi manajemen laba terhadap pelaporankeuangan dapat dilakukan dengan penggunaan judgment, misalnya judgment yang dibutuhkan dalam mengestimasi sejumlah peristiwa ekonomi di masa depan untukditunjukan dalam laporan keuangan, seperti perkiraan umur ekonomis dan nilai residu aktiva tetap, tanggungjawab untuk pensiun, pajak yang ditangguhkan, kerugianpiutang dan penurunan nilai asset.

2.1.4 Aktivitas Nyata

  kegiatan aktivitas nyata dimulai dari praktekoperasional yang normal, yang dimotivasi oleh manajer yang berkeinginan untuk memajukan peruahaan sehingga stakeholder dapat percaya bahwa tujuan pelaporan Dalam penelitian mengenai aktivitas nyata banyak memusatkan perhatian pada aktivitas investasi, Aktivitas nyata dilakukan melalui arus kas operasi, biayaproduksi, biaya-biaya diskresioner (Roychowdhury, 2006). Laporan arus kas merupakan salah satu jenis laporan keuangan perusahaan yang perlu kita cermatikarena memiliki informasi yang tidak kalah penting dari laporan laba rugi dalam laporan arus kas terdapat laporan arus kas aktivitas operasi yang terdiri dariaktivitasaktivitas operasional perusahaan.

2.1.5 Manajemen Laba dan Penawaran Right Issue

  Hubungan manajemen laba dan penawaran right issue telah diteliti oleh Astuti(2002), tujuan penelitiannya adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang discretionary accrual (DA) sebelum right issue lebih tinggi dibandingkan dengan sesudah right issue maka disimpulkan terjadi manajemen laba. Rangan (1998) menemukan akrual abnormal yang positif yaitu menaikkan laba yang dilaporkansecara rata-rata pada perusahan selama beberapa tahun diseputar penawaran dan diikuti dengan penurunan kinerja saham setelah penawaran.

2.1.6 Manajemen Laba dan Kinerja Jangka Panjang Perusahaan

  (1998) menemukanbahwa perusahaan yang melaporkan positif akrual pada saat penawaran saham tambahan mengalami kinerja saham yang buruk setelah 3 tahun penawaran dansemakin besar akrual diskresioner yang dimiliki oleh perusahaaan, semakin buruk kinerja saham jangka panjang yang dialami perusahaan. Namun penelitian Kurniawan dan Rusiti (2004) yang menggunakan rasio-rasio keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaantidak dapat membuktikan bahwa terdapat perbedaan kinerja yang signifikan antara perusahaan yang melakukan SEO dan perusahaan yang tidak melakukan SEO.

2.2 Tinjauan Penelitian Terdahulu

  Hubungan antara akrual diskresioner saat ini Dan penelitian terdahulu dalam penelitian ini yang berkaitan dengan penawaran right issue dilakukan oleh Annisaa;, dkk (2007), menunjukkan bahwamanajemen laba diukur dengan dua variabel akrual yaitu akrual diskresioner jangka pendek dan discretionary akrual jangka panjang dan dua variabel manipulasi kegiatannyata; nyata kegiatan manipulasi melalui CFO dan HPP. Kesimpulan Penelitian ini bahwa (1) Terdapat perbedaan signifikan kinerjakeuangan antara perusahaan yang melakukan right issue dan perusahaanyang tidak melakukan right issue dilihat dari rasio DR dan DER, di mana nilai rasioDR dan DER mengalami penurunan, yang berarti dana yang diperoleh dari right issuedikelola dengan baik sehingga menambah struktur modal untuk melunasi semuakewajibannya baik kewajiban jangka pendek maupun kewajiban jangka panjang.

BAB II I KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

3.1 Kerangka Konseptual

  Pada variabel akrual diskresioner jangka pendek, diindikasikan bahwa akrual diskresioner jangka pendek yang merupakan komponen akrual yang dipengaruhi olehkebijakan manajemen akan berpengaruh terhadap perusahaan yang melakukan penawaran right issue. Akrual diskresioner jangka panjang yang merupakan komponen akrual yang tidak dipengaruhi oleh kebijakan manajemen akan memberikan indikasi bahwa semakin tinggi akrual diskresioner jangka panjang perusahaan maka perusahaantersebut akan terindikasi melakukan penawaran right issue yang tujuannya untuk dapat menarik perhatian investor dan calon investor untuk menanamkan modalnyadidalam perusahaan.

3.2 Hipotesis Penelitian

  Manajemen laba akrual (akrual diskresioner jangka pendek dan akrual diskresioner jangka panjang) dan aktivitas nyata (abnormal arus kas, abnormalbiaya produksi, abnormal biaya diskresioner) berpengaruh terhadap penawaran right issue secara simultan dan parsial. Manajemen laba akrual (akrual diskresioner jangka pendek dan akrual diskresioner jangka panjang) dan aktivitas nyata (abnormal arus kas, abnormalbiaya produksi, abnormal biaya diskresioner) berpengaruh terhadap kinerja jangka panjang perusahaan right issue simultan dan parsial.

BAB IV METODE PENELITIAN

  Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis “Pengaruh Manajemen Laba Akrual Dan Aktivitas Nyata Terhadap Penawaran Right Issue Serta Kinerja Jangka Panjang Pada Perusahaan Yang Melakukan Penawaran Right Issue di Bursa Efek Indonesia”. 4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini pada Bursa Efek Indonesia, yaitu perusahaan jasa non bank dan sekuritas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian

  (1998) sebagai berikut: NDCA it /TA it-1 = 1 (1/TA it-1 ) + 2 ( it it /TA it-1 )α α ∆REV ∆REC NDCA : akrual non-diskresioner jangka pendek perusahaan i pada tahun t it it : perubahan piutang perusahaan i pada tahun t ∆REC d) Menghitung nilai akrual diskresioner jangka pendek sebagai berikut:Akrual diskresioner jangka pendek (DCA) untuk perusahaan i pada tahun t, diperoleh dari nilai residual persamaan berikut (Teoh et al. 1998): NDTAC it = 1 (1/TA it-1 ) +2 ( it it /TA it-1 ) + 3 (PPE it /TA it-1 ) α α ∆REV ∆REC α - Keterangan:NDTAC it : total akrual non-diskresioner perusahaan i pada tahun t it : perubahan piutang perusahaan i pada t ahun t ∆RECSehingga akrual non-diskresioner jangka panjang (NDLA) adalah selisih antara total akrual non-diskresioner (NDTAC) yang dihitung pada persamaan di atasdengan akrual non-diskresioner jangka pendek (NDCA) yang dihitung pada persamaan di atas.

4.6 Metode Analisis Data

  Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik dengan menggunakan software. Analisis data dilakukan dengan melakukanpengujian asumsi klasik dan pengujian hipotesis.

4.7 Teknik Analisis Data

4.8 Pengujian Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik diperlukan sebelum dilakukan pengujian hipotesis

  Teknik analisis data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan model regresi berganda. Pengujian asumsi klasik yang dilakukan yaitu uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas.

4.8.1 Uji Normalitas

4.8.2 Uji Multikolinearitas

  Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel independen dan dependen memiliki distribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas yang dilakukan pada penelitian ini dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Test.

4.8.3 Uji Heteroskedastisitas

  Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah di dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variasi dari data pengamatan yang satu ke pengamatanyang lain. Jika ada pola tertentu seperti titik-titikyang ada membentuk pola tertentu yang teratur maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas dan jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atasdan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas Ghozali (2006).

4.9 Pengujian Hipotesis

  Hipotesis alternatifnya (HA) tidak semuaparameter secara simultan sama dengan nol, atau semua variabel independen secara simultan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Kriteria yang digunakan adalah :Ho diterima apabila t hitung < t tabel atau Sig < 0.005Ha diterima apabila t hitung > t tabel atau Sig > 0,005 2 4.9.3 Koefisien Determinasi (R ) 2 2 Koefisien determinasi (R ) atau Adjusted R bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat.

2 R atau Adjusted R adalah di antara nol dan satu. Nilai yang mendekati satu berarti

variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen dan sebaliknya jika mendekati nol.

4.10 Uji Beda

  Dikatakan adanya perbedaan apabila dibandingkan antara dua variabel mempunyai nilai yang positif signifikan di bawah5% Uji beda kedua yaitu uji Wilcoxon. Uji ini umumnya digunakan untuk menganalisis hasil-hasil pengamatan yang berpasangan dari dua data apakah berbedaatau tidak.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

  Penelitian ini menguji variabel manajemen laba akrual yaitu akrual diskresioner jangka pendek dan akrual diskresioner jangka panjang dan aktivitasnyata yaitu abnormal arus kas operasi, abnormal biaya produksi dan abnormal diskresioner sebagai variabel independen dan penawaran right isuee serta kinerjajangka panjang perusahaan right issue sebagai variabel dependen. Indikator kedua yang mengukur manajemen laba akrual yaitu akrual diskresioner jangka panjang diukur dengan selisih antaraakrual jangka panjang (LTAC) yang diskalakan dengan total asset dengan akrual non- diskresioner jangka panjang (NDLA).

5.2 Statistik Deskriptif

  Statistik deskriptif memberikan gambaran mengenai karakteristik variabel penelitian yang diamati. Penawaran right issue merupakan suatu upaya yangdilakukan oleh emiten untuk menambah jumlah saham yang beredar dan kinerja jangka panjang perusahaan right issue merupakan kinerja jangka panjang yangditunjukkan pada perusahaan pada saat right issue.

45 Sumber: Data Sekunder Hasil Olahan Juni 2011

  Tabel di atas menunjukkan nilai tertinggi, terendah dan rata-rata dari penawaran right issue, kinerja jangka panjang perusahaan, manajemen laba denganakrual diskresioner jangka pendek dan panjang, aktivitas nyata dengan abnormal arus kas operasi, abnormal biaya dan abnormal diskresioner dengan jumlah 45 perusahaanselama tahun 2005-2009. Variabel independen aktivitas nyata yang diukur dengan abnormal biaya produksi, diperoleh nilai terendah sebesar -1,65520, artinya perusahaan yangmelakukan penawaran right issue melakukan abnormal aktivitas nyata perusahaan yang diukur dari abnormal biaya produksi perusahaan right issue sebesar -165.520%terjadi penurunan terhadap abnormal aktivitas nyata dibandingkan dengan sebelum dilakukannya penawaran right issue.

5.3 Hasil Pengujian Asumsi Klasik

  Untuk variabel aktivitas arus kas bersih perusahaan yang melakukan right issue tampak bahwa nilai signifikan sebesar 25% artinya data berdistribusi normal. Variabel abnormal biaya diskresioner menunjukkan bahwa databerdistribusi normal dengan menunjukkan tingkat signifikan sebesar 20% atau di atas 5% dan variabel terakhir yaitu variabel kontrol yang menunjukkan data berdistribusi normal dengan tingkat signifikan diatas 5% yaitu sebesar 97,7%.

5.4 Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda

  5.4.1 Hasil Uji Statistik FHasil uji statistik F menunjukkan semua variabel manajemen laba (akrual diskresioner jangka pendek dan akrual diskresioner jangka panjang) dan manipulasiaktivitas nyata (abnormal arus kas perusahaan, abnormal biaya produksi, dan abnormal diskresioner) terhadap penawaran right issue dan kinerja jangka panjangperusahaan right issue. Nilai t yang diperoleh lebih kecil dari nilai hitung t tabel 1,68488 dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 , dengan demikianα hasil hipotesis menunjukkan akrual diskresioner jangka panjang tidak Artinya bahwa setiap kenaikan variabel akrual diskresioner jangka panjang sebesar 1%, maka akan terjadi peningkatan penawaran right issue sebesar30% dengan asumsi variabel lain dianggap konstan.

2 Hasil Adjusted R Kinerja Jangka Panjang Perusahaan Right Issue Adjusted R Std. Error of the Model R R Square Square Estimate

  Uji beda dua rata-rata dengan menggunakan paired sample t-test untuk membandingkan akrual diskresioner jangka pendek (DACit) dan akrual diskresioner jangka panjang (DLAit) perusahaan sampel pada sebelum dan sesudah right issue. dlait = dcait Sumber: Data Sekunder Hasil Olahan Juni 2011 Rata-rata nilai DCAit positif mengindikasikan bahwa perusahaan yang melaksanakan right issue terindikasi melakukan kebijakan manajemen laba satu tahunsebelum pelaksanaan right issue dan satu tahun setelah pelaksanaan right issue Tabel 5.15 Uji Beda Dua Rata-rata DCAit (Paired Samples Test) Paired Samples Test Paired Differences95% Confidence Interval of the Std.

5.6 Pembahasan Hasil Penelitian

5.6.1 Pengujian Secara Simultan

Pengujian simultan digunakan untuk menguji apakah akrual diskresioner jangka pendek (X1.1), akrual diskresioner jangka panjang (X1.2), manipulasiabnormal arus kas (X2.1), manipulasi abnormal biaya produksi (X2.2), manipulasi Dengan demikian hasil perhitungan ini sama dengan penelitian yang dilakukan Jumadi (2008) dan Sahabu (2009) yang menyatakan bahwa akrualdiskresioner jangka pendek (X1.1), akrual diskresioner jangka panjang (X1.2), manipulasi abnormal arus kas (X2.1), manipulasi abnormal biaya produksi (X2.2),manipulasi abnormal biaya diskresioner (X2.3), secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penawaran right issue dan kinerja jangka panjang perusahaan right issue yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2005 sampai dengan 2009, artinya hipotesis diterima.

5.6.2 Pengujian Secara Parsial

  Hasil ini signifikan karena adanya manipulasi laba menunjukkan bahwa laba yang diperoleh perusahaan juga 5.6.2.7 Pengaruh Akrual Diskresioner Jangka Panjang Terhadap Kinerja JangkaPanjang Perusahaan Right IssueDari hasil pengujian pengaruh akrual diskresioner jangka panjang (X1.2) terhadap kinerja jangka panjang perusahaan right issue dengan menggunakan uji t. 5.6.2.8 Pengaruh Abnormal Arus Kas Perusahaan Terhadap Kinerja Jangka PanjangPerusahaan Right IssueHasil pengujian variabel abnormal arus kas perusahaan (X2.1) terhadap kinerja jangka panjang perusahaan right issue menggunakan uji t Hasil inimenunjukkan bahwa abnormal arus kas perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja jangka panjang perusahaan right issue.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

  Secara simultan, diperoleh perhitungan statistik yang menunjukkan bahwa akrual diskresioner jangka pendek, akrual diskresioner jangka panjang,abnormal arus kas perusahaan, abnormal biaya produksi, abnormal biaya diskresioner secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penawaran right issue dan kinerja jangka panjang perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2005 – 2009. Pada penelitian ini menggunakan 2 variabel bebas yaitu manajemen laba dan abnormal aktivitas nyata sehingga menunjukkan bahwa perusahaan didalammelakukan penawaran right issue dan menunjukkan kinerja jangka panjang selalu melakukan manajemen laba dan abnormal aktivitas nyata.

DAFTAR PUSTAKA

  “Earnings Management melalui Accruals danReal Activities Manipulation pada Initial Publik Offerings dan Kinerja Jangka st Panjang (Studi Empiris pada Bursa Efek Jakarta).” The 1 Accounting Conference, Fakultas Ekonomi - Universitas Indonesia. Jumadi, (2008),” Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran right issue”, Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

1 Total 2.64

  Predictors: (Constant), akrual diskresioner jangka pendek, akrual diskresioner jangka panjang, abnormal arus kas perusahaan, abnormal biaya produksi, dan abnormal diskresionerb. Dependent Variable: penawaran right issue CoefficientsaUnstandardized Coefficients Standardized CoefficientsCollinearity Statistics Model B Std.

1 Total 48.284

  Predictors: (Constant), akrual diskresioner jangka pendek, akrual diskresioner jangka panjang, abnormal arus kas perusahaan, abnormal biaya produksi, dan abnormal diskresionerb. Dependent Variable: kinerja jangka panjang perusahaan right issue CoefficientsaUnstandardized Coefficients Standardized CoefficientsCollinearity Statistics Model B Std.

Analisis dan Pengaruh Manajemen Laba Akrual Dan Aktivitas Nyata Terhadap Penawaran Right Issue Serta Kinerja Jangka Panjang Pada Perusahaan Yang Melakukan Penawaran Right Issue di Bursa Efek Indonesia Hasil Pengujian Asumsi Klasik Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda Jenis Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Penelitian Kerangka Konseptual Drs. Firman Syarif, M.Si,Ak 4. Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si, Ak Kesimpulan Drs. Firman Syarif, M.Si,Ak 4. Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si, Ak Keterbatasan Penelitian Saran Penelitian Latar Belakang Penelitian Drs. Firman Syarif, M.Si,Ak 4. Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si, Ak Metode Pengumpulan Data Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel t Originalitas Penelitian Landasan Teori Pengujian Hipotesis .1 Uji F Uji Signifikan Simultan Hasil Penelitian Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Statistik Deskriptif Drs. Firman Syarif, M.Si,Ak 4. Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si, Ak t Metode Analisis Data Teknik Analisis Data Pengujian Asumsi Klasik Uji Beda Akrual Diskresioner Jangka Pendek dan Akrual Diskresioner Jangka Panjang
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis dan Pengaruh Manajemen Laba Akrual D..

Gratis

Feedback