Pengaruh Suku Bunga Dan Nilai Tukar Terhadap Kebutuhan Penyediaan Modal PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.

 1  47  108  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

PENGARUH SUKU BUNGA DAN NILAI TUKAR TERHADAP KEBUTUHAN PENYEDIAAN MODAL PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. TESIS Oleh PRICILLIA ARYANTI 037019067/IM

  TESIS Oleh PRICILLIA ARYANTI 037019067/IM S E K O L A H P A S C A S A R J A N A PENGARUH SUKU BUNGA DAN NILAI TUKAR TERHADAP KEBUTUHAN PENYEDIAAN MODAL PT. TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Ilmu Manajemen pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Oleh PRICILLIA ARYANTI 037019067/IM SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006 Judul Tesis : PENGARUH SUKU BUNGA DAN NILAI TUKAR TERHADAP KEBUTUHAN PENYEDIAAN MODAL PT.

SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

  PENGARUH SUKU BUNGA DAN NILAI TUKAR TERHADAP KEBUTUHAN PENYEDIAAN MODAL PT. TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Ilmu Manajemen pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Oleh PRICILLIA ARYANTI 037019067/IM SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006 Judul Tesis : PENGARUH SUKU BUNGA DAN NILAI TUKAR TERHADAP KEBUTUHAN PENYEDIAAN MODAL PT.

1. Drs. Syahyunan, M.Si

  sebagai bank devisa yang memiliki aset terbesar dari hasil penggabungan empat bank selama tujuh tahun berusaha untuk dapat mengimbangiperolehan Net Interest Margin (NIM) yang wajar antara beban bunga dan pendapatan bunga agar tidak terjadi Negative Spread. Irwansyah, atasan langsung di bagian penulis bekerja yang menjadi motivator spirituil bagi penulis yang senantiasa mengingatkan untuk selalu konsistendalam berusaha, bekerja dan beribadah dan tak lupa juga kepada Siti Nilam Sari selaku atasan di tempat kerja yang selalu memberikan keringanan kerja dankelonggaran waktu bagi penulis semasa perkuliahan.

BAB II I METODE PENELITIAN………………………………………

  Bank Mandiri (Persero) Tbk 53 4.3 Struktur Organisasi dan Manajemen……………………….. 50 4.2 Visi, Misi dan Corporate Culture PT.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………

  80 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………… 83 DAFTAR TABELNomor Judul Halaman 1.1 Kinerja Bank Mandiri Triwulan II/2005………………………… 3 2.1 Perbedaan Deposito Berjangka dengan Sertifikat Deposito.…….. 32 2.4 Perbedaan Pool of Funds Approach dengan Assets Alocation Approach………………………………………………………………….

DAFTAR LAMPIRAN

  sebagai bank devisa yang memiliki aset terbesar dari hasil penggabungan empat bank selama tujuh tahun berusaha untuk dapat mengimbangiperolehan Net Interest Margin (NIM) yang wajar antara beban bunga dan pendapatan bunga agar tidak terjadi Negative Spread. Bank Mandiri (Persero) Tbk., sedangkan yang dipilih sebagai sampel adalah laporan keuangan bulanan untuk suku bunga deposito dan nilai tukar periodebulan Januari 2002 sampai dengan Desember 2005.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Tingginya tingkat suku bunga dan resiko nilai tukar yang dapat terdepresiasi secara besar-besaran mengakibatkan perbankan mengalami kondisi negative spread,di mana biaya bunga lebih tinggi dibandingkan pendapatan bunga yang berasal dari kredit. Ditambah lagi dengan adanya kriteria yang diumumkan oleh Bank IndonesiaJuni 2005, mengenai Bank dengan Kinerja baik (BKB) dan Bank Jangkar (Anchor Bank), memaksa bank-bank untuk memiliki struktur permodalan yang kuat.

1.5. Kerangka Pemikiran

  Risiko pasar terbagi menjadidua macam, yaitu (1) risiko suku bunga; merupakan potensi kerugian yang timbul akibat pergerakan suku bunga di pasar yang berlawanan dengan posisi atau transaksibank yang mengandung risiko suku bunga dan (2) risiko nilai tukar; yaitu risiko kerugian akibat pergerakaan berlawanan dari nilai tukar pada saat bank memilikiposisi terbuka. Tampubolon (2004), menyatakan bahwa modal dan earning bank sensitif terhadap risiko pasar karena adanya perubahan tingkat harga di pasar, sepertiperubahan-perubahan terhadap suku bunga, harga saham (bagi bank publik), harga komoditi dan nilai tukar valuta asing di pasar.

1.6. Hipotesis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Penelitian Terdahulu

  Namun faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam pengujian yaitu kondisi ekonomi yang belum memperlihatkan indikasi yang belum pulih, nilai tukardan inflasi yang tidak stabil, penerapan kebijakan moneter yang kurang efektif serta perkembangan moneter yang belum membaik justru lebih mendominasiperkembangan simpanan masyarakat. Persamaan penelitian inidengan penelitian sebelumnya adalah sama-sama mencoba meneliti mengenai biaya bunga dan nilai tukar dengan kajiannya terhadap spread yang akan diperoleh, sertapemanfaatan dana yang optimal dalam hal rentabilitas bank.

2.2. Suku Bunga

2.2.1. Pengertian Suku Bunga

  Bunga bagi bank bisa menjadi biaya (cost of fund) yang harus dibayarkan kepada penabung, tetapi di lain pihak, bunga dapat juga merupakan pendapatan bankyang diterima dari debitur karena kredit yang diberikan. Bank menerima deposito dan jenis tabungan lainnya dan membayar bunga atas deposito dan tabungan lainnyatersebut karena bank akan memperoleh laba dari pemberian kredit.

2.2.2. Risiko Suku Bunga

2.2.3. Deposito

  Bessis (2000), risiko suku bunga biasanya diukur oleh sensitivitas margin suku bunga, yang menjadi perbedaan antara pendapatan bunga dan biaya bungaterhadap variasi unit suku bunga, atau pada setiap tingkat pendapatan sebesar 1% Deposito di Indonesia didasarkan pada Instruksi Presiden No. Menurut Siamat (1993), dilihat dari sudut biaya dana, dana bank yang bersumber dari simpanan dalam bentuk deposito merupakan dana yang relatif mahaldibandingkan dengan sumber dana lainnya, misalnya giro atau tabungan.

2.3.1. Pengertian Nilai Tukar

  Pelaksanaan transaksi valuta asing Nasabah Perorangan/CBT adalah transaksi yang menggunakan kurs nilai tukar mata uang asing TT yang akan mempengaruhirekening perorangan di rekening tabungan, giro, deposito berjangka, pinjaman, remittance dan hubungan lain. Counter Rate TT adalah kurs nilai tukar mata uang asing TT yang digunakan cabang untuk melakukan transaksi jual beli valuta asing dengan nasabah perorangan ataupun non perorangan dengan jumlah transaksi di bawah eqv.

2.3.2. Risiko Nilai Tukar

  Risiko mata uang (currency risk); apabila bank dalam posisi long (aktiva valas lebih besar dari pasiva valas) atau overbought dalam suatu mata uang dan nilaitukarnya turun (mengalami depresiasi) maka bank akan menanggung rugi akan karena nilai uang yang dipelihara dalam posisi tertentu menjadi turun. Misalkantingkat suku bunga dalam negeri dan perubahan suku bunga negara luar (The Fed), neraca perdagangan, ketidakpastian politik terhadap kepemerintahan yang sedangberlangsung, inflasi, kebijakan fiskal dan kebijakan moneter oleh bank sentral.

2.3.3. Manajemen Valuta Asing

  Pengendalian keuntungan netto dari nilai tukar (net exchange gain), yang meliputi penetapan break even exchange rate, mengendalikan spread, melakukan cut loss, dan membatasi eksposur. Memaksimalkan pendapatan valas bank dengan batas risiko yang dapat diterima.

2.3.4. Pasar Valuta Asing

  Pasar valuta asing menurut Ali (2004) adalah suatu tempat atau wadah dan sistem di mana perorangan, perusahaan dan bank dapat melakukan transaksikeuangan internasional dengan jalan melakukan pembelian atau permintaan (demand) dan penjualan atau penawaran (supply) atas valuta asing. Pasar valuta asing tidaklah hanya menyangkut kurs/harga valuta asing saja, tetapi juga pihak-pihak yang melakukan transaksi.

2.3.5. Transaksi Valuta Asing

  Dalam kegiatan valas dikenal dua golongan transaksi, yakni transaksi komersial (derivatif); yaitu transaksi yang dilakukan untuk keperluan perusahaan dannasabah dan transaksi spekulatif (autonomous); yaitu transaksi yang dimaksud untuk mendapatkan keuntungan bagi bank yang bersangkutan dari fluktuasi nilai tukar matauang. Forward transaction, adalah transaksi jual beli valuta asing dengan penyerhan valuta yang dilakukan pada suatu tanggal tertentu di masa yang akan datangdengan kurs yang telah disepakati pada tanggal kontrak atas transaksi tersebut.

2.3.6. Posisi Devisa Netto

  Apabila bank mempunyai posisi long dan short dalam beberapa jenis mata uang, maka untuk dapat mengukur posisi keseluruhannya dapat digunakan satu jenismata uang yang dapat dipergunakan sebagai tolok ukur. PDN Positif Posisi LongPDN Negatif Posisi Short Penetapan besarnya PDN ini dimaksudkan agar bank-bank dalam mengambil posisi selalu dalam pengawasan, apabila terjadi perubahan nilai tukar yang mendadakdalam jumlah besar, tidak mengalami gangguan yang dapat berakibat fatal.

2.3.7. Pemenuhan Kebutuhan Dana Valas

  Money Market (pasar uang), adalah tempat berlangsungnya transaksi pinjam meminjam (taken dan placement atau borrowing dan lending) antara borrowersdan lenders atau antara debitur dan kreditur. Interbank market, berupa bank to bank trading yang telah mencakup sebagian besar dari transaksi valas.

2.4. Modal Bank

2.4.1. Pengertian Modal Bank

  Sumber Dana Bank Menurut Kuncoro & Suhardjono (2002) dana bank adalah semua hutang dan modal yang tercatat pada neraca bank sisi pasiva yang dapat dipergunakan sebagaimodal operasional bank dalam rangka kegiatan penyaluran atau penempatan dana. Penggunaan dan Alokasi Dana Bank Menurut Kuncoro & Suhardjono (2002), penggunaan dana bank terdiri dari aktiva yang tidak menghasilkan (non earning assets) yang terdiri dari primary reserve dan penanaman dalam aktiva tetap; dan aktiva yang menghasilkan (earning assets) yang terdiri dari secondary reserve, kredit yang diberikan dan investasi dana jangka panjang (penyertaan).

2.4.5. Penghitungan Biaya Dana

  Bank yang komposisinya terdiri dari depositodan sertifikat deposito, merupakan biaya yang relatif tinggi dibandingkan dengan bank yang komposisi dananya lebih banyak berasal dari giro. Variable costing dipakai untuk perhitungan biaya variabel yang dianggap relevan dengan proses pengumpulan dana itu sendiri yang bertujuan untuk pricing/penetapan lending rate dalam rangka, penetrasi pasar, memaksimalkan usaha, dan kebijakan-kebijakan jangka pendek.

2.4.6. Perhitungan Kebutuhan Modal

  Kebutuhan modal berdasarkan ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Resiko) yang merupakan aktiva neraca dan ATMR aktiva administrasi. Penghitungan rasio modal dengan membandingkan modal tersebut dengan ATMR.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan studi dokumentasi, laporan mingguan bunga SBI, laporan bulanan suku bunga dari bagian Mass Banking, informasi harian nilai tukar bagian Treasury, neraca keuangan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk danPeraturan-peraturan Perbankan dari Bank Sentral, buku bacaan dan literatur perbankan, jurnal penelitian terdahulu yang berkaitan dengan objek modal bank, 41 internet dan intranet PT.

3.4. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder kuantitatif dalam bentuk rasio

  Objek penelitian adalah data sekunder dalam kurun waktu empat tahun terakhir mengenai pemberian suku bunga terhadap dana pihak ketiga berupa deposito, dannilai kurs valuta USD. Bank Mandiri (Persero) Tbk, dua tahun sejak merger, yaitu periode Januari 2002 sampai dengan Desember 2005, laporan perubahan suku bunga, informasi harian nilai tukar Bank Mandiri, dan Statistik Ekonomi Keuangan Bank Indonesia (SEKI).

3.5. Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel

  Definisi operasional dalam penelitian ada tiga (3) variabel yang diukur yaitu suku bunga (X 1 ) dan nilai tukar (X 2 ) sebagai variabel bebas dan modal (Y) sebagai variabel terikat. Variabel terikat (Y)Variabel terikat dalam penelitian ini adalah ketersediaan modal yang terhimpun dari dana pihak ketiga yaitu deposito setelah dikenai dengan rate (sukubunga) dan kurs counter nilai tukar transaksi valuta asing.

2. Nilai Tukar (X

  Untuk mengetahui pengaruh suku bunga dan nilai tukar terhadap kebutuhan penyediaan modal, maka digunakan analisis regresi linear berganda (Multiple 2 + å 2 X 1 + b 1 X Regression) dengan model sebagai berikut:Y = a + b dapat dibeli atau dijual terhadap currency lainnya yaitu mata uang dolar terhadap rupiah yang dibatasi hanya pada transaksi jasa valuta asing dengan menggunakansatuan kurs counter USD ($). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah ketersediaan modal bank, yaitu modal yang terhimpun dari dana pihak ketiga yaitu deposito setelah dikenai dengan 2), yaitu harga atau nilai di mana suatu currency (mata uang) penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu oleh penyimpan khususnya deposito jangka waktu 1 bulan dengan penemapatan dana minimal Rp.

3.6. Model Analisis Data

Y = Kebutuhan Penyediaan Modal a = konstanta (intercept) b 1= koefisien regresi variabel bebas pertama b 2 = koefisien regresi variabel bebas kedua

1 X = Suku Bunga

  Ho = Suku bunga dan nilai tukar tidak berpengaruh terhadap kebutuhan penyediaan modal PT. Dalam hal ini F hitung dibandingkan dengan F tabel, jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima dan H ditolak, sedangkan jika jika F hitung > F 1 tabel, maka Ho ditolak dan H 1 diterima.

1 Bank Mandiri (Persero) Tbk

  H 1 = Nilai tukar berpengaruh terhadap kebutuhan penyediaan modal PT. Kriteria pengambilan keputusan T hitung dibandingkan dengan T tabel, jika T hitung > T tabel, maka Ho diterima dan H 1 ditolak, sedangkan jika T hitung > T tabel, maka Ho ditolak dan H 1 diterima.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Pembentukan dan Privatisasi PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

4.1.1. Pembentukan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

  Melatarbelakangi peristiwa krisis moneter yang terjadi diakhir tahun 1996 yang menghantam kondisi keuangan sebagian besar bank di negara kita, serta adanyadesakan IMF untuk menggabung/merger bank-bank yang memiliki rasio CAR(Capital Adequacy Ratio) yang dianggap tidak sehat, Pemerintah RI pada akhir bulanPebruari 1998 mengumumkan rencana untuk melakukan restrukturisasi BBD, BDN, Bank Exim, Bapindo. Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan bank hasil merger yang akan menerima hak (termasuk kredit kecil dan menengah), kewajiban (termasuk deposito, giro, tabungan, dan kewajiban bukan simpanan serta ekuitas ke-4 bank).

4.1.2. Privatisasi PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

  Bank Mandiri (Persero) Tbk melaksanakan pencatatan saham perdana dengan kode saham BMRI di Bursa Efek Jakarta dan Bursa EfekSurabaya. Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menawarkan 20% dari jumlah saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh atausejumlah 4.000.000 (empat milliar) Saham Biasa Atas Nama Seri B milik NegaraRepublik Indonesia dengan nilai nominal sebesar Rp.

4.2. Visi, Misi dan Corporate Culture PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

4.2.1. Visi PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

  Bank Mandiri (Persero) Tbk., adalah menjadi Bank TerpercayaPilihan Anda, dengan penjabaran sebagai berikut: 1. Menjadi bank yang terpercaya dan terpilih serta menguasai pangsa pasar semua segmen bisnis yang menguntungkan di Indonesia.

4.2.2. Misi PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

  Memberikan pelayanan yang terbaik dengan membangun sikap profesional dan bersahabat. Merekrut, melatih dan mengembangkan sumber daya manusia berdasarkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

4.2.3. Corporate Culture PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

  Bank Mandiri (Persero) Tbk membangun Corporate Culture & Value sejalan dengan Visi dan Misi Bank serta menetapkan Code of Conduct dan Business Ethic yang dituangkan dalam suatu kebijakan tersendiri. Excellence (Kesempurnaan), mengembangkan dan melakukan perbaikan di segala bidang untuk mendapatkan nilai tambah optimal dan hasil yang terbaiksecara terus menerus.

4.3. Struktur Organisasi dan Manajemen

  Struktur organisasi pada saat merger, cenderung hanya menggabungkan fungsi-fungsi pada unit-unit kerja yang ada di tiap bank legacy. Pengembangan yang dilakukan terhadap divisi-divisi pada umumnya mengenai pekerjaan yang sama sehingga seringkali terjadi tumpang tindih dalammenangani suatu tugas.

d. Perbaikan yang dilakukan secara berkesinambungan sesuai tuntutan pasar

  Untuk itu maka jajaran dewan eksekutif (board of executive), yang rencana semula hanya terdiri dari beberapa direktur, telah diperluas menjaditerdiri dari 1 direktur utama, 1 direktur dan compliance director, 12 executive vice president (EVP), dan 7 senior vice president (SVP) dengan tujuan agar struktur manajemen PT. Bank Mandiri(Persero) Tbk., di luar produk tradisional yang akan segera dipasarkan, misalnya: pengambilalihan Credit Card dari GE, Investment Banking, dan Bancassurance.

4.4. Kinerja PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

  Bank Mandiri (Persero) Tbk juga diperkuat dengan 1.559 ATM, yang merupakan bagian dari 4.000 lebih ATM yang terhubungdalam jaringan ATM Himbara (Himpunan Bank Negara). Bank Mandiri (Persero) Tbk memasuki babak baru baik dalam bisnis kartu kredit dengan mengambil alih portfolio dan kegiatan operasional kartu kreditMandiri Visa dari GE Finance Indonesia maupun dalam menjalin kerjasama (joint venture) dengan salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia dan membentuk bancassurance.

4.5. Teknologi dan Sumber Daya Manusia

  Bank Mandiri (Persero) Tbk., berhasil menyelesaikan proses implementasi eMas (Enterprises Mandiri Advanced System) di seluruh cabang yangtelah dimulai sejak bulan November 2002 dengan memperbaharui dan memperkaya delivery channels, membangun sistem core banking, membangun MIS dengan teknologi Data Warehouse dan memperkuat sistem infrastruktur. Bank Mandiri (Persero) Tbk., dikelola oleh Divisi Sumber Daya Manusia yang bertanggung jawab dalammengembangkan kebijakan yang terpadu di bidang rekrutmen, pelatihan dan pengembangan, manajemen organisasi dan karir, imbal jasa (compensation and benefit), hubungan pegawai dan industrial, dan sistem informasi SDM.

4.6. Karakteristik Data

  Untuk variabel nilai tukar ) (X 2 adalah data harian yang diambil rata-rata setiap bulannya sejak periode yang sama dengan variabel suku bunga (X ) yaitu periode Januari 2002 1 - Desember 2005. Bank Mandiri (Persero) Tbk., untuk dana pihak ketiga (deposito)dengan periode yang sama, yaitu periode Januari 2002 – Desember 2005.

4.7 Deskriptif Variabel

Penelitian ini terdiri dari 1 variabel terikat (dependen) yaitu variabel kebutuhan penyediaan modal (Y) dan 2 variabel bebas (independen) yaitu variabelsuku bunga deposito (X 1 ) dan variabel nilai tukar USD ( X 2 ).

4.7.1. Suku Bunga Variabel suku bunga adalah data suku bunga dana pihak ketiga (deposito) PT

  Bank Mandiri (Persero) Tbk Dari data di atas dapat dilihat bahwa terjadi kecendrungan penurunan suku bunga dari setiap periode. Bank Mandiri (Persero) Tbk Dari data di atas dapat dilihat bahwa terjadi fluktuasi penetapan kurs valuta asing khususnya mata uang USD dari setiap periode.

4.7.3. Modal

  Bank Mandiri (Persero) Tbk Dari data di atas dapat dilihat bahwa terjadi kecendrungan penurunan ketersediaan dana pihak ketiga yang berasal dari deposito. Hal ini dapat dilihatdengan ketersediaan dana tertinggi terjadi pada periode Januari 2002 dan ketersediaan dana terendah terjadi pada periode Pebruari 2005.

4.8. Pengujian Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas.

4.8.1. Uji Normalitas

  Hasil perhitungan statistik dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh output sebagai berikut: Tabel 4.5. Uji Kolmogorov-Smirnov Data Deposito One-Sample Kolmogorov-Smirnov TestKetersediaan Modal Na,b 48 Normal Parameters Mean 14.0002Std.

b. Calculated from data

  Sumber: Hasil Penelitian, 2006 (data diolah) Dari tabel di atas dapat dilihat bahwasanya nilai Asymp. Sig adalah 0.173, atau probabilitas di atas 0.05.

4.8.2. Uji Multikolinieritas

  Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada Tabel 4.6. Dependent Variable: Ketersediaan Modal Sumber: Hasil Penelitian, 2006 (data diolah) Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai faktor Varians Inflation Factor(VIF) dari keseluruhan variabel bebas lebih kecil dari 5.

4.8.3. Uji Autokorelasi

  Dependent Variable: Ketersediaan Modal Sumber: Hasil Penelitian, 2006 (data diolah) Dari tabel di atas diperoleh nilai hitung Durbin–Watson sebesar 0.347, di mana angka berada diantara –2 dan 2. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadiautokorelasi dalam model regresi.

4.8.4. Uji Heteroske kedastisitas

  Hasil uji hetero teroskedastisitas dapatdilihat pada Gambar 4 r 4.1 sampai dengan Gambar 4.2 berikut ini: Sumber: Hasil Penelitian, 20 n, 2006 (data diolah)Gambar 4 ar 4.1. Uji Heteroskedastisitas Variabel Nilai Nilai Tukar Dari gambar-g gambar di atas dapat dilihat bahwa data tida tidak membentuk pola tertentu, dikarenakan an ada data yang terputus baik dari kiri bawah,h, kanan atas ataupun kiri atas.

4.9. Pengujian Hip Hipotesis

4.9.1. Uji Serempak ak

  Dependent Variable: Ketersediaan Modal Sumber: Hasil Penelitian, 2006 (data diolah)Besarnya persentase sumbangan variabel suku bunga dan nilai tukar terhadap 2 ketersediaan modal dapat dilihat dari koefisien determinasi (R ) sebesar 0,879 menunjukkan bahwa 87,9% variabel terikatnya dapat dijelaskan oleh variabel bebastersebut, selebihnya 12,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Kriteria pengambilan keputusan:Terima Ho, jika F < F dengan Coeficient Interval 95% hitung tabel Terima H , jika F > F dengan Coeficient Interval 95% 1 hitung tabel Pengaruh variabel suku bunga dan nilai tukar secara serempak terhadap variabel ketersediaan modal terlihat pada Tabel 4.9.

1 Regression .298 2 .49 63.45 .000 Residual .04 45 .00 Total .339

  Karena F hitung 163,145 lebih besar dari F tabeltabel 3,20, maka H diterima, artinya secara bersama-sama hubungan suku bunga dan nilai 1 tukar berpengaruh terhadap ketersediaan modal. Dengan demikian, H yang o menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh suku bunga dan nilai tukar terhadap kebutuhan penyediaan modal, ditolak.

4.9.2. Uji Parsial

  Pengujian inimenggunakan uji t dua arah dengan hipotesis sebagai berikut: H : â = 0 (suku bunga tidak berpengaruh terhadap ketersediaan modal) o 1 H : â ≠ 0 (suku bunga berpengaruh terhadap ketersediaan modal) 1 1 H : â = 0 (nilai tukar tidak berpengaruh terhadap ketersediaan modal) o 2 H : â ≠ 0 (nilai tukar berpengaruh terhadap ketersediaan modal) 1 2 Uji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat terlihat pada Tabel 4.10. Berdasarkan hasil uji signifikansi secara parsial yang terlihat pada Tabel 4.10 maka H yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh variabel suku bunga (X o 1) terhadap ketersediaan modal (Y), ditolak.

2 Untuk koefisien variabel nilai tukar diperoleh nilai t hitung sebesar

  Berdasarkan hasil uji signifikansi secara parsial yang terlihat pada Tabel 4.10 maka H yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh variabel nilai tukar (X o 2) terhadap ketersediaan modal (Y), diterima. Dari uji parsial pengaruh variabel X dan X terhadap Y seperti yang telah 1 2 dijelaskan di atas, dapat dibentuk suatu persamaan matematis yang menunjukkan pengaruh kedua variabel bebas terhadap variabel terikat sebagai berikut: Y = 16.062 + 2.293X - 0.573X 1 2 Di mana X = suku bunga 1 X = nilai tukar 2 Variabel X dalam persamaan di atas bertanda negatif, yang berarti bahwa 2 variabel X tidak memberi pengaruh positif terhadap variabel terikatnya.

2 Dari hasil uji hipotesa di atas, untuk uji secara serempak dapat ditarik

kesimpulan bahwasanya variabel bebas secara bersama-sama memberikan pengaruh yang nyata (signifikan) terhadap variabel terikat. Sedangkan untuk uji secara parsial,

4.10. Pembahasan

  Begitupun halnya dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Trimulyani(1999) mengenai analisis korelasi biaya sumber dana terhadap rentabilitas bank, maka dapat dikatakan dengan adanya pemberian suku bunga akan dapat mempengaruhibesaran jumlah dana yang selain dapat digunakan sebagai modal bank juga dapat dijadikan sebagai ukuran tingkat keuntungan (rentabilitas) yang diperoleh apabiladikaitkan dengan besarnya biaya bunga yang dijanjikan kepada nasabah. Hal ini mendukung pernyataan yang dikemukakan oleh Basel (2004), di mana risiko pasar yang terdiri dari risiko bunga dan nilai tukar yang timbul karena adanyapergerakan variabel pasar dari portofolio bank yang dapat menimbulkan kerugian pada bank, maka kerugian yang ditimbulkan oleh nilai tukar diakibatkan kepadapergerakan berlawanan dari nilai tukar bank pada saat bank memiliki posisi terbuka.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Hal ini berarti bahwa jika suku bunga semakin besar maka ketersediaan modal akan semakinbesar dan demikian sebaliknya jika suku bunga semakin kecil maka ketersediaan modal akan semakin kecil. Dari hasil analisis diketahui bahwa kontribusi model yang dipergunakan dalam penelitian ini belum cukup menjelaskan variabel ketersediaan modal, di manavariabel suku bunga adalah faktor yang paling dominan mempengaruhi ketersediaan modal sementara variabel nilai tukar berpengaruh negatif terhadapketersediaan modal.

5.2. Saran

  Penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu bahwa penelitian ini hanya dibatasi terhadap pemberian suku bunga satu jenis rekening yaitu deposito yang memilikikarakteristik rekening dengan tingkat likuiditas yang rendah, yaitu dikhusus pada penempatan dana berjangka waktu 1 bulan dan jumlah dana di atas Rp. Bank Mandiri (Persero) Tbk juga menggalang simpanan dari pihak ketiga yang berasal dari jenis rekening giro karenatergolong dana murah dan memiliki karakteristik dana yang cukup rendah likuiditasnya.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Suku Bunga Dan Nilai Tukar Terhadap..

Gratis

Feedback